Menganggap Diri Tinggi

DI 03112025

Ester 6:7-8
Oleh karena itu jawab Haman kepada raja: “Mengenai orang yang raja berkenan menghormatinya,
hendaklah diambil pakaian kerajaan yang biasa dipakai oleh raja sendiri, dan lagi kuda yang biasa dikendarai oleh raja sendiri dan yang diberi mahkota kerajaan di kepalanya,

Kadang kita terlalu bangga dgn diri sndri, sehingga kita menganggap pantas untuk sangat dihormati, dihargai, dipuja, dsbnya, tp ternyata semuanya itu hanya khayalan semata.

Haman memandang dirinya pantas untuk dihormati bahkan oleh raja sekalipun, saat dia ditanya oleh raja, kehormatan apa yang pantas diterima oleh org yg berkenan bagi raja, maka dia menyebutkan semua hal yg tertinggi, termulia, karena dia berkhayal itu semua nanti raja akan berikan untuknya. Di kisah selanjutnya ternyata Haman di-prank khayalannya sendiri, ternyata raja bertanya hal itu utk menghargai Mordekhai yg telah berjasa pd kerajaan, tp tdk diberikan suatu penghargaan apapun. Pelajaran bagi kita dr kisah ini adalah: kadang kita terlalu ingin dihormati, bangga dgn prestasi, perbuatan, dsbnya, sehingga merasa diri kita layak utk menerima kehormatan, padahal ada orang lain yg lebih pantas dihormati, spt ada satu pepatah: di atas langit masih ada langit.

Yesus pernah menyinggung ttg hal ini, kita bs temukan dlm ayat ini: “Kalau seorang mengundang engkau ke pesta perkawinan, janganlah duduk di tempat kehormatan, sebab mungkin orang itu telah mengundang seorang yang lebih terhormat dari padamu, supaya orang itu, yang mengundang engkau dan dia, jangan datang dan berkata kepadamu: Berilah tempat ini kepada orang itu. Lalu engkau dengan malu harus pergi duduk di tempat yang paling rendah (Lukas 14:8-9). Kenapa org cenderung meninggikan diri? Itu karena dia haus akan kehormatan, pujian, tapi tdk ada org yg menghormatinya. Org yg biasa menerima pujian dgn rendah hati, biasanya justru agak risih dihormati berlebihan, krna dia tahu bhw itu ‘lobang’ atau jebakan yang bisa membuatnya jatuh dan dipermalukan pd akhirnya.

Siapa yg pantas dihormati, hendaknya jgn kita menilai diri sendiri berlebihan, bukalah mata dan telinga kita lebar-lebar, mungkin ada org lain yg lebih terhormat drpd kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Menganggap Diri Tinggi

Diberikan Pada Orang Lain

DI 01112025

Pengkhotbah 2:26 ILT3
Sebab kepada orang yang berkenan di hadapan-Nya, Dia mengaruniakan hikmat dan pengetahuan dan sukacita, tetapi kepada orang berdosa, Dia memberi tugas membawa dan mengumpulkan dan memberikannya kepada orang yang berkenan di hadapan Elohim. Ini pun kefanaan dan pengejaran angin.

Susah payah mencari, mengumpulkan, tapi kemudian akhirnya menjd milik org lain, ini sesuatu yabg pastinya sungguh menyayat hati.

Inilah yang kadang terjd dlm realita hidup kita, ada org yg tdk bisa menikmati hasil dr kerja kerasnya, susah payah mencari serta mengumpulkan, namun akhirnya berujung menyedihkan: semua menjd milik org lain. Pengkhotbah dlm ayat ini menceritakan yg dia lihat dgn mata sendiri, perbandingan yg ada antara org yg baik dan berkenan dlm pandangan Tuhan dengan orang berdosa. Pada titik tertentu, keduanya bekerja keras dan mengumpulkan, tetapi siapa yg menjd pemilik sesungguhnya, bukan org berdosa tapi org yg berkenan di hadapan Tuhan. Ini alasan mengapa kesalehan hidup sangat penting, walaupun terlihat hidup dg bebas melakukan apapun, namun pd akhirnya org berdosa tdk diizinkan Tuhan utk menikmati hasil kerja kerasnya, pola ini bs terlihat dlm perumpamaan ttg talenta dlm PB.

Kisah Haman dgn Mordekhai dalam kitab Ester, ini mgkin bs menggambarkan apa yg dimaksud dlm ayat ini: karena bencinya pd Mordekhai, Haman merancangkan sesuatu yg jahat, menentukan kemuliaan apa yang pantas dia terima, tp pada akhirnya semua itu diberikan raja pd Mordekhai: Maka titah raja kepada Haman: “Segera ambillah pakaian dan kuda itu, seperti yang kau katakan itu, dan lakukanlah demikian kepada Mordekhai, orang Yahudi, yang duduk di pintu gerbang istana. Sepatah kata pun janganlah kau lalaikan dari pada segala yang kau katakan itu” (Ester 6:10). Kesalehan hidup bukan alasan bagi Tuhan utk membuat kita kaya dan berkuasa, tapi kesalehan hidup berkaitan dgn kemuliaan kita sbg para penyembah-Nya, Tuhan tidak pernah lalai menepati janji-Nya pd mereka yg hidup berkenan di hadapan Tuhan.

Jgn jadi org berdosa yg bersusah payah tp tdk bs menikmati hasil kerja kerasnya, jgn sombong di hadapan Tuhan, mata-Nya tdk suka pd kesombongan dan keangkuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Diberikan Pada Orang Lain

Supaya Jangan Terhanyut

DI 31102025

Ibrani 2:1 ILT3
Oleh sebab itu, kita seharusnya lebih lagi memberikan perhatian terhadap hal-hal yang telah didengar, supaya kita tidak akan terhanyut.

Apa yg kita dengar, belum tentu itu realita yg sesungguhnya, bs saja sebuah hoax yg sengaja disebarkan demi tujuan tertentu, jd kita perlu lebih memberinya perhatian.

Ada org yg terlalu polos, sehingga percaya saja dgn apa yg diinfokan kepadanya, hal ini tentu mengikis kewaspadaan kita. Ingat bhw org yg menghancurkan, mengkhianati, dan membohongi kita seringkali orang yg sangat kita percayai: tangan kanan, orang kepercayaan yg kita berikan kewenangan utk berbuat apapun, diberikan kuasa yang besar, hingga akhirnya justru kepercayaan kita terhadapnya dibalas dg pengkhianatan dan penipuan yang menghancurkan bisnis, rencana yg kita buat bahkan keluarga kita tak luput dr sasarannya. Dasar berpikirnya itu sederhana: pokoknya kalau dia bicara itu pasti benar! Ketika dia berbohong, kita menganggapnya itu sesuatu yg benar dan akhirnya kita diperdaya, dibuat bangkrut & hancur keluarga kita. Kelihatannya ini spt drama fiksi, tp sebenarnya realita yg nyata dan tak terbantahkan.

Berikan perhatian lebih pd apa yg didengar supaya kita tdk terhanyut, bahasa zaman skrg itu mudah terprovokasi dan dibodohi. Kita perlu perlengkapi diri dg pengetahuan dan teknologi, misalnya ttg mesin otomotif, minimal kita tahu sedikit banyak ttg mesin sehingga tdk mudah diperdaya pihak yang mencari keuntungan dr kita, pihak bengkel atau montirnya. Saat berobat di RS, kalau kita punya sedikit banyak pengetahuan ttg medis, tidak mudah dikelabui oleh oknum dokter yg hanya mencari uang dgn saran hrs periksa ini itu yg sebenarnya tidak ada hubungannya dgn standart pemeriksaan. Jgn langsung percaya pd kata orang yang terdekat sekalipun sblum mengecek ulang perkataannya. Terhanyut berarti tdk punya kekuatan utk melawan arus, spt musuh yg sdh kalah dan ditaklukkan.

Perhatikan apapun yg kita dengar, jangan lupa melakukan pengecekan ttg benar atau tidaknya informasi itu, jgn terprovokasi dg mudahnya, nanti kesalahan ditimpakan pd kita semuanya.

Posted in Renungan | Comments Off on Supaya Jangan Terhanyut

Peranan Malaikat

DI 30102025

Kisah Para Rasul 5:18-20
Mereka menangkap rasul-rasul itu, lalu memasukkan mereka ke dalam penjara kota.
Tetapi waktu malam seorang malaikat Tuhan membuka pintu-pintu penjara itu dan membawa mereka ke luar, katanya:
“Pergilah, berdirilah di Bait Allah dan beritakanlah seluruh firman hidup itu kepada orang banyak.”

Mengapa zaman skrg hanya sedikit saja yg bersaksi pernah ditolong oleh malaikat? Di zaman PL dan PB, terlihat peranan penting dr malaikat dlm kehidupan org percaya.

Mgkin penyebabnya adalah zaman ini yang lebih berperan adalah teknologi dan logika berpikir, hal yg berkaitan dgn supranatural dianggap sesuatu yg ‘kelas dua’, dipercaya boleh, tdk dipercaya jg tak masalah. Dalam kita menjalani hidup seorg Kristen, peranan dr malaikat itu bagian dr apa yg kita imani bhw Tuhan yg kita sembah itu luar biasa & dahsyat, malaikat adalah utusan Tuhan utk melayani kita, yang menerima keselamatan dr Tuhan: Bukankah mereka semua adalah roh-roh yang melayani, yang diutus untuk melayani mereka yang harus memperoleh keselamatan? (Ibrani 1:14). Jd kita punya pertolongan Tuhan melalui malaikat yang diutus utk melayani kepentingan kita. Jadi seharusnya jgn ‘alergi’ dgn hal supranatural karena Tuhan kita itu Roh, demikian jg dgn para malaikat utusan Tuhan.

Perkembangan zaman kadang menggerus iman kita, segala sesuatu hrs bs dijelaskan secara logika, hrs masuk akal. Kurangnya pengalaman ttg hal supranatural, seringkali membuat iman seseorg mudah goyah, yg diharapkan hanya pertolongan dr manusia: dr para hamba Tuhan, pendoa, koneksi yg dimiliki spt pejabat, penguasa, dsbnya. Tdk salah membangun jaringan dgn manusia lain, tetapi ada hal-hal tertentu yg hanya bs diselesaikan oleh Tuhan. Pengusiran roh jahat sulit diselesaikan dgn ilmu psikologi, penyakit kronis bahkan sulit diobati dgn ilmu medis, bahkan kebangkitan org mati blm ada teknologi yang bs melakukannya. Sekali lagi jgn bodoh apalagi alergi dg hal yg berkaitan dgn supranatural, kisah dalam Alkitab menjd saksi bgmna Tuhan bekerja secara supranatural dlm menolong semua org percaya.

Iman tdk boleh diletakkan atas teknologi & ilmu pengetahuan, tapi kita menggunakan keduanya utk sebagian kepentingan hidup kita, bahkan seringkali keduanya dipakai Tuhan utk mengkonfirmasi kebenaran dari Alkitab.

Posted in Renungan | Comments Off on Peranan Malaikat

4 Disiplin Rohani

DI 29102025

Kisah Para Rasul 2:42
Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.

4 disiplin rohani menjd gaya hidup gereja mula-mula, bukan sekedar hal yg dilakukan dlm tempat ibadah, tetapi jg yg dilakukan di luar tempat ibadah.

Mari kita lihat yg pertama, bertekun dalam pengajaran para rasul, tentunya para rasul yg hidup sezaman dgn Yesus, yang selama 3,5 tahun belajar dan diajar oleh Yesus, yg menjd pengajaran mereka tentunya valid & layak dipercaya. Para rasul itu saksi hidup ttg apa yg Yesus ajarkan. Zaman ini tentu kita bersyukur sdh memiliki Alkitab secara utuh, bs kita pelajari semuanya, bs diakses dgn mudah dan banyak referensi yg punya nilai teologi yg baik. Yg kedua, persekutuan bersama, bukan sekedar di gereja, tapi jg dlm keseharian hidup, bersekutu di rumah secara bergantian. Dlm persekutuan akan membuat kita bisa mempraktekkan kasih, mendiskusikan firman Tuhan dgn minimum salah penafsiran. Zaman ini komsel menjd salah satu wujud persekutuan yg bisa kita temui di sebagian besar gereja. Tentu jgn mengabaikan persekutuan dlm ibadah di hari Minggu.

Ketiga, memecahkan roti, kebiasaan dalam budaya Yahudi, seorg pemimpin mengucap berkat atas roti kemudian dipecah-pecah & dibagikan pd semua yg hadir. Ini berkaitan juga dgn pesan Yesus saat malam Paskah, memecahkan roti utk mengingat kematian Yesus. Jadi intinya mengingat bhw hanya oleh anugerah melalui kematian Yesus, kita diselamatkan, dan hidup seorg Kristen hrs berbagi dgn sesama, menjadi berkat. Yang ke-4, berdoa, tentu ini bukan doa pribadi yg dilakukan di masing-masing ruang doa, tp berdoa secara bersama, berdampak amat luar biasa: “Dan ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani (Kisah Para Rasul 4:31). Dlm kesatuan yg kuat, doa bersama sangat ‘powerful’ dan memanifestasikan kuasa Tuhan.

4 disiplin rohani ini bukan sebuah pilihan utk kita mau melakukannya atau tdk, tapi sebuah gaya hidup mengasihi Tuhan: taat pd perintah dan ajaran-Nya.

Posted in Renungan | Comments Off on 4 Disiplin Rohani

Berhak Tapi Ada Batasannya

DI 28102025

Filipi 2:4
dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.

Setiap org memiliki hak utk melakukan apa yg dia inginkan, menggunakan miliknya yg diperoleh dgn benar, tapi tentu ada sesuatu yg jadi batasannya.

Berhak melakukan tp lihat kepentingan org lain juga, ini batasan yg harusnya disadari oleh setiap org. Pertimbangkan dampak yg ditimbulkan dr perbuatan, sikap, keputusan atau yg lainnya, meskipun kita berhak utk melakukannya, tapi apakah itu merugikan org lain? Misalnya, rumah kita kebanjiran, ada hak kita utk meninggikan halaman dr rumah kita, jgn sampai kita terbebas banjir tp tetangga kita justru mengalami sesuatu yg merugikan dirinya, rumahnya justru bisa mengalami banjir yg lebih parah karena tdk ditinggikan halamannya. Seharusnya dapat dicari solusi mengatasi kebanjiran yg tepat tanpa merugikan org lain. Inilah yang ingin ayat ini sampaikan, kita punya hak tapi org lain jg punya kepentingan, jgn sampai hal itu justru menjd bumerang bagi kita, tidak boleh egois dan arogan.

Mendengar lagu di rumah itu hak kita, tapi volumenya jg hrs diperhatikan, jgn arogan dgn menyetel volumenya terlalu keras, ini akan sangat mengganggu ketenangan dari para tetangga kita, tak jarang bisa memicu suatu pertengkaran. Banyak contoh lain yg bs kita dapati, intinya adalah tdk boleh jadi batu sandungan bagi org lain, memancing emosi hingga org lain jatuh dlm dosa. Kita harusnya hadir menjd berkat, bukan menjd sebuah ‘kutukan’ bagi mereka. Jemaat yg mula-mula terkenal punya gaya hidup yang baik, disukai semua org hingga jumlah org percaya bertambah signifikan (Kisah Para Rasul 2:47). Perhatikan kepentingan orang lain jg karena kita bukan hidup sendirian tp hidup bersama, bermasyarakat, perlu untuk menunjukkan toleransi, memberi dampak yg positif, serta menjd teladan.

Hak bukan utk membenarkan kita boleh dg bebas melakukan apapun, ada batasan yg hrs kita perhatikan jg yaitu kepentingan org lain.

Posted in Renungan | Comments Off on Berhak Tapi Ada Batasannya

Menjamin Keamanannya

DI 27102025

Yohanes 18:8
Jawab Yesus: “Telah Kukatakan kepadamu, Akulah Dia. Jika Aku yang kamu cari, biarkanlah mereka ini pergi.”

Yesus tahu Dia akan segera ditangkap, hal yg Dia lakukan ialah menjamin keamanan para murid-Nya, tdk turut ditangkap serta turut mengalami penganiayaan.

Kalau kita menyimak cerita fiksi atau film misalnya, tak jarang anak buah, murid, atau bahkan anggota keluarga dijadikan tameng ketika seseorg mengalami ancaman yang membahayakan dirinya. Tentu ini tindakan yabg tergolong pengecut dan memalukan, harusnya melindungi tp justru menjadikan org lain sbg tameng. Kita bangga dengan tindakan Yesus ini, dibandingkan versi lain yg mengatakan ada org yg diserupakan dg Yesus sehingga yg disalibkan itu bukanlah Yesus. Bapa tdk pengecut spt oknum versi lain itu, kalau bs bangkit dr kematian, knpa takut mati? Bukankah lucu kalau demikian yg terjd? Tetapi bersyukur bhw Yesus yang disembah org Kristen memiliki keberanian dan tdk mengorbankan org lain demi bisa menyelamatkan diri-Nya. Knpa takut mati kalau bisa bangkit dr kematian?

Mengamankan para murid, ini yang Yesus tunjukkan pd kita, sbg pemimpin tdk boleh dan tdk pantas mengorbankan bawahan & murid atau sejenisnya, demi selamat dari ancaman. Yesus dgn berani menghadapi yg hrs terjd demi menggenapi apa yg telah Bapa rencanakan. Ini pelajaran bagi kita yg hrs diingat: jgn jadi oknum yg justru dapat ‘merusak’ apa yg Tuhan telah rencanakan, bagian kita adalah taat spt Yesus, dalam keadaan-Nya yg bergumul dlm doa namun Bapa tdk memenuhi permohonan-Nya, tapi apa yg jd keputusan Bapa, itu yg hrs ditaati dan dijalani. Tuhan tahu kapasitas yg kita miliki, pasti kita sanggup utk menjalaninya walaupun dgn penuh pengorbanan serta air mata, tetapi sesuai janji-Nya, kemuliaan yg besar akan jadi milik kita setelah semua berakhir.

Hadapi semuanya dgn berani, jgn jadikan org-org di sekitar kita sbg tameng, tetapi justru kita yg hrs melindungi mereka, inilah salah satu karakter ilahi yg sejati.

Posted in Renungan | Comments Off on Menjamin Keamanannya

Kenapa Jadi Hanya Teman?

DI 25102025

Matius 26:49-50
Dan segera ia maju mendapatkan Yesus dan berkata: “Salam Rabi,” lalu mencium Dia.
Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Hai teman, untuk itukah engkau datang?” Maka majulah mereka memegang Yesus dan menangkap-Nya.

Peristiwa malam saat Yesus ditangkap ini, ada suatu perkataan yg menarik, mengapa Yesus menyebut Yudas Iskariot sbg seorg teman, padahal dia itu murid-Nya?

Hampir 3,5 tahun Yudas Iskariot pergi dlm rombongan para murid Yesus, namun yang terjd adalah bukan pengakuan Yesus bhw dia adalah murid-Nya, tetapi sekedar seorg ‘teman’, apakah ada makna di baliknya? Ini sesuatu yang menarik, Yesus menyebutnya sbg teman, org yang bukan di pihak lawan atau musuh seharusnya, tetapi sindiran ini utk menyadarkan keberadaan Yudas yang sekelompok dgn org-org yg ingin berbuat jahat yaitu menangkap Dia. Berada di sisi yg salah, itulah mengapa Yesus menyebut dia sbg ‘teman’, suatu sindiran tajam yang menusuk hati Yudas Iskariot, dia harusnya ada dlm kelompok para murid, tapi justru membelot ke pihak lawan. Bgmna dengan kita? Di mana posisi kita dengan Tuhan, di posisi sekutu kah atau justru seteru Tuhan, Tuhan yg akan menilainya.

Dari murid berubah jd teman, kedekatan yg jauh berbeda, ibarat seorg suami menyebut istrinya hanya sbg teman biasa di hadapan banyak org. Apakah ini berarti bhw Yudas tdk diakui lagi sbg murid Yesus? Jika kita melihat kisah selanjutnya, tdk ada catatan bhw Yudas berkumpul lagi dgn para murid, justru dia mengambil keputusan gantung diri lalu mati. Dia lupa bahwa Yesus pernah berkata Dia akan bangkit di hari ke-3, jadi kalaupun dia menyesal, kesempatan untuk dia bertobat sbnarnya masih ada, tapi juga para murid yg lain tdk mengingat ini. Ini jg suatu hal yang perlu jd pelajaran bagi kita, jgn melupakan firman Tuhan, yg Dia telah katakan pasti digenapi, meskipun hal itu tdk masuk akal dan logika. Penyesalan yg terlalu dalam kadang menuntun org untuk melakukan hal yg sia-sia, hingga bunuh diri atau yg lainnya.

Apakah kita pengikut Yesus atau sekedar fans belaka? Kita beriman Dia berkuasa, tp tdk yakin Dia menyatakan kuasa-Nya atas kita? Tetap jaga keintiman bersama Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Kenapa Jadi Hanya Teman?

Penyaliban Yesus, Rencana Siapa?

DI 24102025

Yohanes 14:30-31
Tidak banyak lagi Aku berkata-kata dengan kamu, sebab penguasa dunia ini datang dan ia tidak berkuasa sedikit pun atas diri-Ku.
Tetapi supaya dunia tahu, bahwa Aku mengasihi Bapa dan bahwa Aku melakukan segala sesuatu seperti yang diperintahkan Bapa kepada-Ku, bangunlah, marilah kita pergi dari sini.”

Meskipun sudah terjadi hampir 2000 tahun lalu, ada saja org-org yg mendebatkan ttg siapa yg merencanakan penyaliban Yesus, apakah rencana Tuhan?

Sedikit kita mundur saat peristiwa padang gurun di mana Yesus dicobai iblis, yg kita tahu informasinya adalah itu atas rencana atau kehendak Roh: “Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis” (Matius 4:1). Jadi jelas, Roh yg telah berencana utk menguji Yesus setelah 40 hari 40 malam berpuasa, iblis ada di sana dan mencobai Yesus. Entah apa ada suatu komunikasi antara Roh dgn iblis, tdk dapat kita temukan dlm Alkitab, tp yg pasti kisah ini yg kelihatan adalah Yesus dicobai iblis sbg bentuk pengujian Roh terhadap Yesus. Metode ini mirip dgn kisah pengujian Ayub oleh Tuhan, iblis diizinkan untuk mencobai. Jadi siapa inisiator dr penyaliban Yesus di Golgota? Ada baiknya perhatikan ayat yang di atas, kita akan temukan suatu jawaban yg jelas.

Yesus berkata bhw penguasa dunia datang tapi tdk berkuasa atas Yesus. Artinya tidak ada pihak manapun bs merencanakan hal sesuatu terhadap Yesus. Jadi kalau ada yg berpendapat bhw penyaliban Yesus itu hal yabg iblis rencanakan, pertanyaannya: iblis berkuasa atas Yesus sehingga bs dengan bebasnya menggiring Yesus menuju suatu penyaliban? Jelas iblis tdk berkuasa atas Yesus. Ingat bhw peristiwa Yesus berdoa di Taman Getsemani malam sebelum Dia ditangkap, Yesus memohon 3x supaya jika mungkin ‘cawan’ itu berlalu (Matius 26:44). Yesus tahu bhw Dia akan ditangkap serta dihukum oleh pemerintah Romawi yg saat itu berkuasa di wilayah Israel, hukuman yg berlaku adalah penyaliban, bukan dirajam spt dlm Taurat. Yesus tahu Dia akan mati & kemudian bangkit, pasti Dia tahu jg dengan cara apa Dia akan mati, iblis tdk berkuasa atas diri-Nya.

Yang terpenting adalah bgmna kita hidup dalam kuasa kebangkitan Yesus, gunakan utk memuliakan Tuhan dan membawa jiwa utk bertobat dan menerima keselamatan.

Posted in Renungan | Comments Off on Penyaliban Yesus, Rencana Siapa?

Kekudusan Yang Sebenarnya

DI 23102025

Yohanes 17:17
Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.

Kudus seringkali dimaknai sbg kondisi yg bersih, suci, tanpa dosa. Padahal itu hanya sebagian dr makna kudus, apa kata Yesus ttg kekudusan?

Dlm doa Yesus untuk para murid-Nya serta org-org yg nantinya percaya pd Injil, Yesus memohon pd Bapa utk menguduskan kita dlm kebenaran-Nya yaitu firman Tuhan. Jd makna kata kudus ini harus sesuai dengan apa yg firman Tuhan katakan, bkn asalnya dr pengertian manusia. Tidak ada satupun manusia yg tdk berdosa, maka kalau yang dipakai pengertian kudus itu tanpa dosa & suci, maka tak ada satupun manusia yang dapat sampai pd kondisi menjd kudus. Yg perlu kita perhatikan adalah kata pertama dlm ayat ini yaitu ‘kuduskanlah’, Tuhan lah yg menguduskan kita, melakukan prosesi pengurusan terhadap semua manusia yg berdosa. Pemberian pengampunan atas dosa manusia membuat dosa terampuni & kita disucikan oleh darah Yesus yg dengan darah-Nya telah menebus kita.

Mgkin ilustrasi ini sedikit menggambarkan hal pengurusan: seorg anak kecil dilarang bermain di luar karena sedang hujan, tetapi si anak mengabaikan larangan itu dan dia bermain hujan-hujanan, tubuhnya jadi kotor dan ini memicu kemarahan orgtuanya. Yg harusnya dilarang masuk karena kotor, si anak ini menyesal, minta ampun dan dgn penuh kasih orgtuanya mengizinkan anak ini masuk rumah. Yg dilakukan tentu satu pembersihan, tubuh anaknya dibersihkan dan barulah keadaan anak itu kembali jadi bersih spt tidak pernah kotor sebelumnya. Kudus bkn berarti tdk pernah berdosa, tapi ada pertobatan yang membuat Tuhan beri pengampunan. Dikuduskan dalam firman Tuhan, artinya mulai dr pertobatan, proses pengudusan, hingga dimuliakan, semua ini hrs sesuai dg apa yg telah Tuhan tetapkan, bukan memakai akal manusia.

Pentingnya kita dikuduskan oleh Tuhan di dlm firman Tuhan, bukan pengertian akal kita sendiri, jgn bohongi pikiran kita dengan pemikiran sesat ttg pertobatan.

Posted in Renungan | Comments Off on Kekudusan Yang Sebenarnya