Tidak Lupa Teman

DI 10102025

Daniel 2:49
Atas permintaan Daniel, raja menyerahkan pemerintahan wilayah Babel itu kepada Sadrakh, Mesakh dan Abednego, sedang Daniel sendiri tinggal di istana raja.

Daniel berhasil menafsirkan mimpi yg raja Nebukadnezar miliki, diberi banyak hal yg mulia, diberi jabatan dan kekayaan, namun dia tdk menikmatinya sendiri.

Ini tentu bukan sekedar bagi-bagi berkat, tp mari kita melihatnya dr sisi politik: mereka serta bangsanya sedang ditawan di Babel, pasti bnyk penderitaan yg dialami, dengan adanya 3 teman Daniel di pemerintahan, ini sesuatu yg menguntungkan bangsa Israel. Menjd penguasa berarti punya kekuasaan, berhak menentukan sesuai wewenang yg dimiliki, bs memberikan kelonggaran bagi bangsa Israel yg ditawan di Babel. Daniel jeli melihat peluang, raja Nebukadnezar ini sedang mengagumi Tuhannya orang Israel, jadi ada peluang mengabulkan permintaan dan ini dimanfaatkan Daniel. Selain mereka ini memang bersahabat erat, namun tetap mereka memikirkan nasib bangsanya dan mengusahakan yg bs dilakukan. Daniel ini tdk egois, tapi dia berdiri bagi bangsanya & terus berdoa supaya Tuhan memulihkan.

Ketika ada peluang besar, apakah kita bisa spt Daniel yg tdk egois? Atau kita justru dg semangat mengangkat derajat kita sendiri dan melupakan jasa org-org di sekitar kita? Ada org spt ini, tetapi tidak bertahan lama karena berubah karakternya menjd seorg ‘penjilat’ supaya posisinya aman. Uang dan kekuasaan bs merubah karakter baik yang semula dimiliki, itulah sebabnya ada istilah ‘gila harta dan kekuasaan’, seharusnya yg jadi tujuan bukan harta dan kekuasaan, tp mengutamakan semua hal yg bs dilakukan demi memberikan dampak yg besar serta positif bagi keluarga, masyarakat, negara & bangsa. Ketenaran seharusnya hanya satu dampak dr sebuah prestasi, tetapi ada org yg salah berpikir, yg lebih penting itu ialah ketenaran drpd prestasi. Yg penting viral & tenar, walau kualitas dirinya jeblok.

Apakah kita hidup hanya utk diri kita saja? Jgn lupakan org-org yg berperan besar dlm hidup kita, yg kita capai itu hasil dr sebuah proses yg melibatkan banyak org.

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Lupa Teman

Ada Kemungkinan Terburuk

DI 09102025

Daniel 3:17-18
Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja;
tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu.”

Kemungkinan terburuk muncul di pikiran 3 org yg berani menentang perintah raja, di sisi lain, tetap berpegang pd iman bahwa pertolongan Tuhan itu nyata.

Saya pribadi hampir tdk pernah mendengar pernyataan spt dalam ayat ini, kebanyakan yg terdengar itu ‘perkataan iman’ yg pasti kita semua tahu: “Yakin Tuhan pasti selalu akan menolong saya”, namun pd realita yg terjd, benarkah Tuhan selalu menolong kita tanpa jedah sekalipun? Pernyataan dalam ayat ini memang bertolak belakang, di satu sisi yakin Tuhan sanggup menolong, di sisi lain mengakui ada kemungkinan tdk akan ditolong Tuhan. Org biasanya tdk suka dgn pernyataan spt itu. Misalnya ketika sedang berdoa utk acara KKR di lapangan, cuaca agak mendung dan kemungkinan hujan bs turun, dilarang membayangkan hujan akan turun, pikirkan bhw cuaca akan cerah. Dlm kebiasaan yg ada, ini ditambahi ‘perkataan iman’ mengusir awan mendung sehingga tdk hujan.

Kalau yakin Tuhan pasti tolong, jgn pernah berani berpikir jika Dia tdk tolong. Tapi dlm ayat ini, pernyataan iman disertai dgn satu kemungkinan bhw yg diimani bs saja tidak terjd. Kita jgn cepat menghakimi perkataan spt itu, pd kenyataannya Tuhan menolong 3 sahabat Daniel ini dr perapian menyala. Tuhan menilai iman 3 org ini, bahwa jikalau Tuhan menolong, semata-mata utk semua org melihat kemuliaan Tuhan, bukan untuk pamer bahwa doa mereka selalu didengar oleh Tuhan. Ada org-org yang ‘gila pujian’, senang sekali kalau dipuji bhw doanya itu punya daya tarik di hadapan Tuhan. Suatu pikiran sesat bhw Tuhan yg berdaulat itu bs ‘disetir’ oleh doa seorg manusia. Tuhan sanggup, tp apakah Dia mau? Apakah ini waktu-Nya Tuhan? Tuhan tdk mungkin mau diatur oleh keinginan manusia.

Setia pd Tuhan, ditolong atau tidak, tetap akan menyembah Tuhan, inilah yang selalu akan menyentuh hati-Nya dan tangan-Nya bergerak menolong kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Ada Kemungkinan Terburuk

Pulih Dari Keangkuhan

DI 08102025

Daniel 4:34
Tetapi setelah lewat waktu yang ditentukan, aku, Nebukadnezar, menengadah ke langit, dan akal budiku kembali lagi kepadaku. Lalu aku memuji Yang Mahatinggi dan membesarkan dan memuliakan Yang Hidup kekal itu, karena kekuasaan-Nya ialah kekuasaan yang kekal dan kerajaan-Nya turun-temurun.

Salah satu yg disombongkan manusia itu ialah prestasi dan kehebatannya, semua ini dianggap sbg pencapaian pribadi yg tanpa campur tangan pihak lainnya.

Kata akal budi dlm ayat ini bahasa aslinya itu manda‛ yg berarti hikmat, kepandaian, alasan pengertian dan pengetahuan. Orang yg kehilangan 4 unsur ini bs dikatakan sbg org yg ‘tak berotak’, lebih parah drpd orang bodoh. Org sombong kehilangan daya utk memahami bhw semua pencapaiannya itu mustahil adalah hasil kehebatannya sndri. Siapa yg memberi nafas kehidupan shga bs beraktifitas? Siapa yg menolong dalam hal-hal yg sederhana? Kalau Tuhan bilang hidup kita berakhir detik ini, sanggupkah kita utk melawannya? Bangga dgn prestasi itu wajar, tp akuilah bhw itu bukan hasil dr kehebatan pribadi, ada peran pihak-pihak lain walaupun kecil peranannya, tetapi jika tanpa mereka, semuanya tdk jd sempurna. Org berpengertian akan berbagi sukacita dgn org-org di sekelilingnya ketika sukses dlm melakukan sesuatu hal.

Orang sombong berani mengakui tdk ada peranan Tuhan dlm pencapaian yg diraih sampai hari ini. Lebih parah lagi ketika org sombong membandingkan kemuliaan yang dimilikinya dgn kemuliaan yg Tuhan miliki. Menyetarakan diri dg Tuhan, inilah puncak keangkuhan tertinggi yg manusia lakukan. Tdk mungkin ciptaan melampaui Pencipta, bahkan iblis jatuh ketika dia menyamakan dirinya dgn Tuhan, keangkuhan inilah yang jg dimiliki oleh pikiran manusia. Ketika org menjd sombong, kemampuan untuk dapat mengerti sesuatu itu hilang dari otak atau pikirannya, inilah yg terjd pd Nebukadnezar, pengertiannya hilang dan hidup spt hewan liar. Ketika dia mengakui Tuhan, pengertian itu Tuhan kembalikan padanya. Kadang org perlu dipermalukan dulu baru mau sadar dr kesombongannya.

Jgn sombong dgn pencapaian kita, jikalau Tuhan marah, kita bs mengalami hal yang terburuk dlm hidup kita, bertobat jika kita sombong hari ini, masih ada kesempatan.

Posted in Renungan | Comments Off on Pulih Dari Keangkuhan

Penginjilan Saja Belum Cukup

DI 07102025

Kisah Para Rasul 4:21-22
Mereka semakin keras mengancam rasul-rasul itu, tetapi akhirnya melepaskan mereka juga, sebab sidang tidak melihat jalan untuk menghukum mereka karena takut akan orang banyak yang memuliakan nama Allah berhubung dengan apa yang telah terjadi.
Sebab orang yang disembuhkan oleh mujizat itu sudah lebih dari empat puluh tahun umurnya.

Mengapa penginjilan tdk begitu efektif jika tanpa disertai mujizat? Karena org perlu 1 bukti nyata bhw Tuhan Yesus Kristus ialah Tuhan yg patut disembah.

Penginjilan tanpa mujizat itu hanya dapat menghasilkan perdebatan, bisa nantinya berakhir dgn tuduhan penistaan agama. Di dlm 4 kitab Injil, terlihat pelayanan Yesus bukan sekedar mengajar, serta menginjil, tetapi jg melakukan mujizat, kesembuhan, serta pemulihan. Perlu bukti tak terbantah ttg kuasa Tuhan. Kesaksian tdk begitu bisa bermanfaat pd penginjilan, org non Kristen jg banyak yg kaya, hidup bahagia, ada juga tanda-tanda ajaib yg ilah-ilah org lain terjd nyata. Semua keyakinan punya versi surga masing-masing, jalan menuju surganya yg mereka percayai. Kalau kita perhatikan dlm Alkitab, org-org yg tdk percaya pada Tuhan akhirnya hrs mengakui bahwa Tuhan yang disembah org Israel dlm PL adalah Tuhan yg benar ketika terjd suatu tanda ajaib dan mujizat.

Misalnya Naaman, panglima Aram, yg sakit kusta dan disembuhkan Tuhan, bertekad hanya akan mempersembahkan korban pd Tuhan yg disembah nabi Elisa (2 Raja-Raja 5:17). Raja Nebukadnezar, mengakui bhw Tuhan yg disembah Daniel itu Tuhan yang benar (Daniel 4:37) setelah direndahkan oleh Tuhan karena kesombongannya. Dlm PB, banyak org menjd percaya bhw Yesus adalah Tuhan setelah melihat mujizat itu terjd. Pelayanan para rasul yg disertai dgn mujizat jg banyak mendatangkan org pada pertobatan. Memang tanda ajaib ini bukan penentu seorg bertobat, ada jg mereka yg tdk mau bertobat sekalipun ditunjukkan dg banyak mujizat yg Tuhan lakukan, tp tidak bs dipungkiri, pelayanan penginjilan harus disertai dgn kuasa Tuhan, mujizat, dengan demikian penginjilan diteguhkan dgn satu bukti kuasa Tuhan yg tak terbantahkan.

Rindu melakukan penginjilan? Ini hal yang mulia, tetapi perlengkapi dgn kuasa Tuhan yg nyata, sehingga yg terjd bkn perdebatan, tetapi pembungkaman terhadap argumen mereka ttg Tuhan Yesus.

Posted in Renungan | Comments Off on Penginjilan Saja Belum Cukup

Pikiran Sia-Sia

DI 06102025

Efesus 4:17 ILT3
Selanjutnya, aku mengatakan dan menegaskan hal ini di dalam Tuhan: Janganlah lagi kamu hidup sebagaimana pula bangsa-bangsa lain hidup dalam kesia-siaan pikiran mereka,

Mengapa kitab hukum Taurat diturunkan pd bangsa Israel setelah keluar dari Mesir? Itu supaya bangsa Israel memiliki tuntunan yg jelas bagaimana seharusnya mereka itu harus hidup.

Sebelum keluar dr Mesir, bangsa Israel di zaman Musa itu hidup mengikuti aturan & budaya bangsa Mesir, karena mereka ada dlm perbudakan di sana. Sbg bangsa yang dibebaskan Tuhan, maka Tuhan mengutus Musa bukan sekedar membawa keluar dari Mesir, tetapi jg sekaligus menjadi seorang yg menerima dan mengajarkan Taurat pd bangsa Israel. Dlm PB, keinginan Tuhan jg tetap sa ma utk kehidupan org Kristen, Dia ingin kita berbeda, tdk hidup mengikuti yg bangsa-bangsa lain hidupi, dlm pengertian bhw di luar org percaya, mereka hidup itu dlm kesia-siaan pikiran mereka. Pikiran yg sia-sia, apa maknanya? Sesuatu yg sia-sia itu dilakukan tp tak ada gunanya, hasilnya tdk sesuai yg diharapkan, sumber dayanya terbuang percuma, pikiran yang sia-sia itu membuat hidup seseorg tdk ada artinya.

Pertama, manusia butuh jaminan utk bisa selamat dlm arti hidup dalam kekekalan di surga. Kepastian ini hanya ada dlm Tuhan: “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dlm Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.” (Kisah Para Rasul 4:12). Percaya pd Tuhan Yesus pasti tdk sia-sia karena punya jaminan yg pasti utk diselamatkan. Kedua, manusia butuh kuasa supranatural dalam hidupnya, hal ini kita dapati pd kuasa Tuhan yg tdk terbatas dan sanggup melakukan yg mustahil. Yang disembah org di luar Tuhan Yesus, kuasa yg dimilikinya terbatas. Ketiga, hidup mrnjd berarti karena Tuhan itu nyata, tdk seperti ilah-ilah lain, hubungan dgn Tuhan bukan 1 ritual, tetapi komunikasi 2 arah.

Kita memiliki arti kehidupan yg benar saat kita tetap dlm kepercayaan pd Tuhan yang benar yaitu Yesus Kristus, hidup kita tidak menjd sia-sia.

Posted in Renungan | Comments Off on Pikiran Sia-Sia

Perbedaan Sejak Awal

DI 04102025

Kisah Para Rasul 15:28-29
Sebab adalah keputusan Roh Kudus dan keputusan kami, supaya kepada kamu jangan ditanggungkan lebih banyak beban dari pada yang perlu ini:
kamu harus menjauhkan diri dari makanan yang dipersembahkan kepada berhala, dari darah, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari percabulan. Jikalau kamu memelihara diri dari hal-hal ini, kamu berbuat baik. Sekianlah, selamat.”

Sejak awal org yg percaya Injil yg nantinya dikenal sbg org Kristen, aturan yg berlaku atas mereka bukanlah kitab Taurat, tetapi bbrpa ketetapan yg diberikan para rasul.

Jadi memang berbeda, ini berlaku bagi org non Yahudi yg menjd Kristen (Gentile), tdk terikat dgn hukum Taurat spt org Yahudi pd umumnya. Para non Yahudi ini pd awalnya mengikuti aturan-aturan yg ditetapkan oleh para rasul mula-mula, yg kemudian secara terus menerus diturunkan dari generasi ke generasi berikutnya. Surat-surat para rasul kepada jemaat-jemaat mula-mula di zaman awal gereja, kemudian dikanonkan, menjd Alkitab yg kita kenal hingga zaman ini, dlm Alkitab terdiri dr PL dan PB. Namun yang perlu diperhatikan adalah Perjanjian Lama dgn semua 39 kitab-kitabnya, dimasukkan dlm Alkitab dgn tujuan supaya org Kristen memahami Tuhan lebih dalam, namun tdk terikat dgn hukum Taurat. Banyak hal baik dlm PL yg tetap digunakan, itu diteguhkan jg oleh pengajaran para rasul, misalnya dlm hal menghormati org tua, dsbnya.

Jadi dr awal sudah berbeda, tetapi jika ada sebagian golongan yg menerapkan bbrpa hal dlm PL secara fisik, hrs dihormati sbg sebuah doktrin lokal yg hanya berlaku bagi mereka. Tata ibadah ataupun corak ibadah yg mengikuti contoh dlm PL, itu boleh saja, tetapi jg mereka tdk patut menghakimi diri mereka lebih Alkitabiah dibandingkan yang berbeda dgn mereka. Tanggung jawab ada pd masing-masing pihak, biarlah Tuhan yg memberikan penilaian. Denominasi gereja sangat banyak, sangat beragam doktrin yg ada, biarlah masing-masing denominasi ini bertanggung jawab langsung pada Tuhan. Namun pd intinya, zaman dlm Alkitab dgn zaman kita hidup sekarang nenang sedikit banyak terdapat perbedaan, perlu dengan teliti menafsirkan sebuah perintah Tuhan di zaman Alkitab hingga layak diterapkan utk zaman sekarang, misalnya saja penyakit kusta, dulu blm ada obatnya, skrg ada.

Bacalah Alkitab sehingga kita tahu apa yg Tuhan inginkan dlm hidup kita, apa yg Dia ingin kita jauhi dan apa yg Dia ingin semua kita lakukan.

Posted in Renungan | Comments Off on Perbedaan Sejak Awal

Berita Yang Melegakan

DI 03102025

Kisah Para Rasul 15:31
Setelah membaca surat itu, jemaat bersukacita karena isinya yang menghiburkan.

Latar belakang ayat ini adalah jawaban yg diberikan para rasul kepada jemaat Tuhan di Anthiokhia, mengenai aturan dasar ttg hidup seorg Kristen yg berasal dr mereka yg non Yahudi.

Jadi di zaman itu timbul suatu pengajaran yg meresahkan: “Beberapa orang datang dari Yudea ke Antiokhia dan mengajarkan kepada saudara-saudara di situ: “Jikalau kamu tidak disunat menurut adat istiadat yang diwariskan oleh Musa, kamu tidak dapat diselamatkan.” (Kisah Para Rasul 15:1). Jadi Paulus dan Barnabas pergi utk menemui para rasul meminta keputusan mengenai hal itu. Keputusan ini berisi ttg aturan dasar bagi mereka yg non Yahudi tetapi percaya pd Injil Kristus. Kericuhan memang hrs diselesaikan, jika tdk timbul suatu bidat atau golongan liar yg dengan sembarangan memaksakan sesuatu yang tdk sesuai dgn kebenaran firman Tuhan yg ada. Zaman itu belum ada Alkitab spt saat ini, jd keputusan para rasul dianggap suatu keputusan yg selevel dgn suara Tuhan.

Ini menyadarkan kita bhw kita non Yahudi yg percaya pd Kristus, tdk hidup di bawah hukum Taurat, spt para Yudaism, tapi dgn menghormati mereka yg Kristen berasal dr org Yahudi, dlm hal ini berkenaan dengan hukum sunat yg berlaku utk mereka. Inilah alasan mengapa Alkitab tetap terdiri dari kitab-kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Apa yg baik dlm PL, boleh dilakukan, tetapi bukan karena mentaati Taurat, karna melakukan hukum Taurat itu tdk boleh ada satu aturanpun yang luput, tdk boleh hanya sebagian yg dilakukan. Surat-surat Paulus jelas memberikan pemahaman mengapa sbg org Kristen tdk tunduk pd Taurat. Hal ini tentu perlu penjelasan mendetail, tetapi pd intinya, keputusan para rasul mengenai aturan dasar yg berlaku utk org Kristen non Yahudi, membuat jemaat bersukacita.

Hidup dlm aturan yg Tuhan tetapkan, ini yg membuat kita akan memiliki kebahagiaan dlm hidup kita, taatilah atas dasar kasih pd Tuhan dgn segenap hati.

Posted in Renungan | Comments Off on Berita Yang Melegakan

Hamba Tuhan

DI 02102025

2 Timotius 2:24
sedangkan seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, tetapi harus ramah terhadap semua orang. Ia harus cakap mengajar, sabar

Hamba Tuhan punya pengertian ganda yg mungkin sebaiknya kita pahami, pertama, hamba Tuhan dimaknai sbg pendeta dan org-org yg melayani di gereja.

Selanjutnya, hamba Tuhan yang dimaknai setiap dr kita yg adalah hamba bagi Tuhan. Dahulu kita adalah hamba dosa, ditebus dr penguasaan maut dan beralih jadi hamba dari Tuhan. Proses penebusan ini berlaku di zaman itu terhadap budak atau hamba yg ingin dibebaskan dari tuannya. Kriteria seorg hamba Tuhan yaitu setiap dari kita disebut harus tdk boleh bertengkar. Hal yg biasanya membuat pertengkaran itu ialah masalah siapa yg terbesar, ini pernah terjd pd 12 murid Yesus dan Tuhan menegur itu karena bertengkar (Markus 9:33-37). Lalu hal lain yg menyebabkan pertengkaran itu adalah perbedaan pendapat, ini terjd pada Paulus dan Barnabas (Kisah Para Rasul 15: 35-41). Munculnya perpecahan terjd karna konflik kepentingan lokal. Zaman sekarang penyebabnya karena siapa yg lebih dekat dgn penguasa dan org kaya dlm jemaat.

Kemudian hrs ramah, berhadapan dg bnyk jenis karakter org, diharapkan seorg hamba Tuhan itu tetap bersikap ramah, artinya tdk boleh membuat ekspresi negatif. Seorang hamba Tuhan jg hrs cakap mengajar, bkn hanya tahu banyak pengetahuan Alkitab, terapi jg punya kemampuan mengajar yg baik, bs menjelaskan secara sederhana & mudah dimengerti. Tdk semua org punya kemampuan ini, itulah sebabnya tdk semua org bs menjd guru. Kemudian seorg hamba Tuhan itu hrs sabar, tdk mudah terpancing emosi, bs mengendalikan amarah dan bisa mendamaikan. Menghadapi karakter orang yg aneh-aneh dan menyebalkan, diperlukan kesabaran yg panjang. Bukan sesaat tetapi di waktu yg lain jg. Perubahan karakter tdk semudah kita berbicara, perlu proses dan waktu serta pertobatan yg sejati.

Jadilah seorg hamba dari Tuhan yg sesuai dgn kriteria yg disebutkan dlm ayat ini, jgn beralasan bhw tidak ada org yg sempurna, tetapi berbenah diri senantiasa.

Posted in Renungan | Comments Off on Hamba Tuhan

Menginjil Yang Sebenarnya

DI 01102025

2 Timotius 2:8
Ingatlah ini: Yesus Kristus, yang telah bangkit dari antara orang mati, yang telah dilahirkan sebagai keturunan Daud, itulah yang kuberitakan dalam Injilku.

Sudah pernah menginjil? Coba pahami dgn benar ayat ini, apa isi materi dr penginjilan yg kita lakukan? Injil berisi ttg pemberitaan ttg karya Yesus yg mati dan bangkit.

Banyak org merasa sudah menginjil, tetapi sesungguhnya belum sama sekali. Kenapa demikian? Menginjil berbeda dgn bersaksi walaupun keduanya menceritakan tentang Tuhan pd org lain. Bersaksi itu hrs dengan yakin mengalami sendiri. Itulah sebabnya org yg bersaksi kebanyakan bercerita ttg apa yang dia alami sendiri bersama Tuhan, bisa ttg mengalami mujizat, kesembuhan, ditolong Tuhan, dsbnya. Karya Tuhan yang disaksikan ini bersifat pribadi atau sebuah kelompok, bukan karya Tuhan pd seluruh umat manusia. Menginjil berarti bercerita ttg karya Tuhan pd seluruh manusia, karya penyaliban-Nya, karya kematian yg sangat agung serta kebangkitan-Nya dr antara org mati. Itulah penginjilan yg sesungguhnya, beda dgn bersaksi ttg karya Tuhan kepada pribadi atau sekelompok org.

Memberitakan karya Yesus yang menebus seluruh dosa manusia, inilah yg harus kita dalami, karena ketika menginjil akan bnyk timbul pertanyaan ttg keselamatan di dlm kekristenan. Bgmna seorg Kristen nantinya akan diselamatkan, surga itu spt apa, yang dimaksud anugerah keselamatan itu apa, dsbnya. Perlu bekal pengetahuan yg cukup supaya saat menginjil, kita tdk dibuat malu karena gagal menjawab pertanyaan yang diajukan mereka. Spt seorg sales yang sdg menawarkan produknya, hrs tahu detail ttg produk itu supaya ketika ditanya oleh org yg ingin membelinya, dia dpt memberikan informasi yg diinginkan. Kalo tdk tahu utk memberi jawaban apa, bs jadi calon orang yang ingin membeli akhirnya membatalkan niatnya. Utk kalangan khusus, spt lansia & org-org sederhana, bs dimaklumi jika cara mereka menginjil dilakukan dgn cara yang sederhana jg.

Sudah menginjil? Atau baru tahap terbiasa bersaksi? Bekali diri dgn pengetahuan ttg keselamatan, supaya org yg diinjili menjadi yakin dgn keselamatan di dlm Kristus.

Posted in Renungan | Comments Off on Menginjil Yang Sebenarnya

Menjadi Berkenan

DI 30092025

2 Timotius 2:4
Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya.

Ada penderitaan yg hrs kita tanggung sbg seorg pengikut Kristus, sajah satunya dgn menjd spt seorg prajurit terhadap org yang jadi komandannya.

Hal yg disinggung rasul Paulus dr seorang prajurit adalah tdk memusingkan dirinya dg soal-soal penghidupannya atau urusan yg berkaitan dgn kehidupan. Pada umumnya urusan yg berkaitan dgn kehidupan adalah urusan keluarga (membiayai hidup, bgmna membangun keluarga yang harmonis), lalu urusan keuangan (memiliki penghasilan yg tetap, menyiapkan masa depan serta dana utk hal-hal yg tak terduga), serta urusan yg berkaitan dgn hidup keseharian. Orang yg memusingkan sesuatu itu fokusnya bukan pd yg seharusnya, seorg prajurit hrs fokus hanya pd komando atasannya, apalagi dlm situasi perang, tdk penting bgmna urusan keluarga dan lainnya, fokus kepada bgmna memenangkan peperangan sesuai strategi dan instruksi yg diperintahkan komandan.

Seorg prajurit beda dgn profesi sekuler pd umumnya, dia telah menjd ‘milik negara’ yg bertugas mengamankan kedaulatan. Kalau profesi lain spt petani, karyawan, dsbnya, dirinya tetaplah bukan ‘milik negara’, shga kepatuhannya tdk setinggi yg dituntut pada seorang prajurit atau tentara. Fokus bukan berarti mengabaikan hal yg lain, tetapi tdk berpikir berlebihan pd hal lain. Sesuatu yg dipusingkan itu biasanya ada masalah yg sedang terjd di dalamnya, membuat otak trs memikirkannya shga fokus kita menjadi bergeser dr yg seharusnya. Melakukan dgn tdk fokus maka hasilnya tdk maksimal dan mungkin jg keliru, sangat berbahaya resiko yg ditimbulkannya. Kita perlu belajar untuk fokus pd hal yg benar, fokus pd perintah dr ‘komandan’ Agung kita yaitu Tuhan, hal yg berkaitan dgn urusan kehidupan itu tidak perlu memusingkan kita.

Tuhan sdh atur kehidupan kita dgn sangat sempurna, ikuti instruksi-Nya dengan tepat, taat pada perintah-Nya, maka kemenangan akan kita alami dlm kehidupan ini.

Posted in Renungan | Comments Off on Menjadi Berkenan