Diselamatkan Dari Kesukaran

DI 30062020

Amsal 11:8

  • Orang benar diselamatkan dari kesukaran, lalu orang fasik menggantikannya.

Org benar bkn org yg bebas dr kesukaran hidup, bedanya adalah ada janji Tuhan bhw sekalipun org benar mengalami kesukaran atau masalah, Tuhan akan menolong dan menyelamatkannya dr masalah itu.

Ada 4 jenis kesukaran yg dialami oleh semua org yg hidup di dunia ini, pertama adalah kesukaran yg adalah ujian iman dr Tuhan. Kita dimasukkan dlm sebuah proses yg di dalamnya terdpt bnyk kesukaran yg hrs kita atasi dan hadapi. Kedua adalah kesukaran yg adalah cobaan dr iblis, kita digoda atau bahkan termakan tipu daya iblis shga akhirnya masuk dlm perangkapnya yg jahat shga spt org yg masuk dlm kubangan lumpur, makin bergerak maka kita makin tenggelam di dlmnya. Sekali terperangkap di dlm jebakan iblis, sulit utk keluar dr sana. Hanya pertobatan kitalah dan pertolongan dr Tuhan yg bs melepaskan kita dr situasi yg buruk ini, krna itu segera bertobat sblum terlambat.

Ketiga adalah kesukaran yg dibuat oleh org lain krna benci terhadap kita. Kita dipersulit utk maju, difitnah, ditekan, bahkan hingga mau dibunuh. Dendam tdk mudah surut jika org yg bersalah tdk mau meminta maaf dan org yg jd korban itu tdk mau memberi pengampunan. Karenanya bila terjd masalah antara kita dg org lain, secepat mgkin diselesaikan scra damai. Keempat adalah kesukaran yg disebabkan oleh alam, spt bencana longsor, banjir, wabah penyakit, dsbnya. Di sinilah kita hrs hidup scra seimbang, tetap menjaga keseimbangan alam dan kebersihan di lingkungan kita berada dan beraktivitas. Menjaga kesehatan merupakam salah satu cara hidup yg hrs kita lakukan setiap harinya.

Tuhan menyelamatkan kita dr kesukaran dan org fasik yg akan menggantikan kita pd posisi itu, jgn sampai kita menjd org fasik yg menanggung kesukaran tanpa ditolong oleh Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Diselamatkan Dari Kesukaran

Hari Sial dan Malang

DI 23062020

Mazmur 18:18

  • Mereka menghadang aku pada hari sialku, tetapi TUHAN menjadi sandaran bagiku;

Bukankah dlm Tuhan itu semua hari adalah baik? Namun pd kenyataannya ada hari-hari di mana kita mengalami sesuatu yg buruk shga kita terlihat spt org yg malang dan terkena sial.

Kata sial dlm ayat ini adalah ‘êyd yg berarti kesusahan bagi org benar (burden of the righteous). Jd memang ada hari-hari yg rasanya dijalani dg sangat berat, bnyk tanggungan yg hrs ditanggung, dan kita menilai hr itu bknlah hari baik bagi kita. Mazmur ini ditulis Daud saat dia telah dilepaskan Tuhan dr cengkeraman musuh dan raja Saul yg berniat jahat terhadapnya. Jd dr dlm dan dr luar, Daud menerima bnyk tekanan dan niat jahat, namun Tuhan melepaskannya. Bagi Tuhan semua hari itu baik krna sekalipun kita mengalami bnyk hal buruk di hari-hari sial kita, Dia tetap menyertai, menolong bahkan melepaskan kita dr situasi sulit yg kita hadapi. Memang buruk tp kita melihat kuasa Tuhan itu nyata bagi kita.

Di hari sial atau malang, kita bs sangat shock dan tergoncang, spt dunia ini mau runtuh rasanya menimpa kita. Kaki rasanya tdk kuat trs berdiri shga kita butuh sesuatu sbg tempat kita bersandar. Tuhan adalah sandaran bagi kita, inilah yg nantinya akan membedakan antara org benar dan org fasik ketika hari sial itu dtg, kita masih diberi kekuatan tetap berdiri sementara org fasik akan jatuh dan kehabisan kekuatan. Tak heran ada yg mati bunuh diri, terlibat hutang piutang yg trs menerus, stress hingga mengalani gangguan jiwa, dsbnya. Kita meskipun tergoncang namun masih disanggupkan Tuhan utk bs melewati semuanya. Krna Tuhan adalah Penolong Yangsetia bahkan di dalam kesesakan dan kemalangan.

Baik atau buruk hari yg kita alami, jgn merasa sndrian, ada Tuhan yg bersama kita dan masih ada org-org yg tulus mengasihi kita spt Yonatan terhadap Daud.

Posted in Renungan | Comments Off on Hari Sial dan Malang

Keteguhan Hati

DI 26062020

Mazmur 31:24 KJV
Be of good courage, and he shall strengthen your heart, all ye that hope in the LORD.

  • Jadilah berani yang baik, dan Dia akan menguatkan hatimu, kamu semua yang berharap di dalam TUHAN.

Ada saat ketakutan lebih dominan drpd akal sehat kita shga kita sangat tertekan, putus asa dan kehilangan keseimbangan hidup bahkan bs mengakibatkan tubuh kita menjd sakit.

Ketakutan tdk akan pernah bs merubah situasi menjd lebih baik. Mulailah melawan keadaan dg keberanian sekalipun yg kita miliki hanya keberanian yg kecil. Dlm ayat ini kita diingatkan utk berani yg baik, bkn nekad, artinya tetap ada perhitungan dan pertimbangan. Nekad timbul krna sdh putus asa dan kalau hasilnya justru sebuah kehancuran, itu sdh dianggap sbg sebuah nasib sial. Sbg org percaya kita tdk boleh nekad, tp tetap berhikmat walaupun masih ada kekuatiran dlm hati. Ingatlah bhw Tuhan tetap ada bersama kita, kita bs melewati semuanya dg akhir yg baik, tdk kekurangan apapun dan kemenangan Tuhan berikan bagi kita.

Tuhan akan menguatkan hati kita saat kita memiliki keberanian yg baik, keberanian yg muncul krna pengharapan di dlm Tuhan. Jd ada dasarnya, bkn nekad, krna kita berharap pd Tuhan maka kita yakin bhw janji-janji Tuhan bknlah omong kosong, tp sesuatu yg Dia berikan dan pasti akan Dia tepati utk kita. Namun janji pasti ada syaratnya, jgn sampai kita lalai atau bahkan lupa dg bagian yg hrs kita lakukan. Realita kadang bs menggoyahkan iman, namun bila iman kita kuat dan hati kita tetap percaya, maka apapun yg menjd rintangan bs kita atasi bersama Tuhan. Jgn mengandalkan manusia, tapi andalkan Tuhan dlm segala keadaan. Tetap melangkah walaupun hati terasa berat, diam saja tak akan mengubah keadaan.

Jgn dikuasai oleh ketakutan, apa yg kita alami blmlah final, masih ada kuasa Tuhan yg sanggup menolong kita keluar dr situasi yg sesulit apapun, tetaplah berharap di dlm Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Keteguhan Hati

Kebencian Lewat Perkataan

DI 29062020

Amsal 10:18 KJV
He that hideth hatred with lying lips, and he that uttereth a slander, is a fool.

  • Orang yang menyembunyikan kebencian dengan bibir dusta, dan orang yang mengucapkan sebuah fitnah adalah seorang yang bodoh

Tdk semua org senang terhadap kita, ada jg yg membenci, kebenciannya kadang tertutupi dg sikap manis dan seringkali kita tdk menyadarinya, hingga suatu saat kebenciannya ‘meledak’ dan kitapun jd sasaran dendamnya.

Waspadalah dg org yg sering membohongi kita ataupun sengaja menutup-nutupi sesuatu spya kelihatan baik dan kita tertipu olehnya. Kebohongannya bs berupa ucapan yg manis bahkan pujian terhadap kita, mgkin terlihat ikut senang dg keberhasilan yg kita peroleh, pdhal dlm hatinya sdg marah dan merencanakan sesuatu yg jahat terhadap kita. Ini bs terjd berbulan-bulan bahkan mgkin tahunan. Krna itu kita jgn terlena dg perkataan yg manis dan pujian yg diberikan org lain, blm tentu org yg dekat dg kita itu memang seorg teman, bs saja mrka adalah ‘musuh dlm selimut’ yg memang berusaha menipu kita dg sikap dan perkataannya. Sorot mata org yg membenci kita akan terlihat meskipun lidahnya berkata yg manis dan ternyata itu sebuah kebohongan.

Org yg bodoh mengucapkan fitnah, dlm bhsa aslinya kata fitnah adalah ‘dibbâh’ yg berarti bisikan desas desus atau gosip (whispering), fitnah (defamation), laporan yg jahat (evil report). Ini adalah jenis kebohongan yg sifatnya fitnah, menyebar luaskan berita ttg seseorg yg isinya tdk sesuai dg realita, membuat sebuah cerita palsu ttg seseorg, ini bs merusak citra dan nama baik org lain. Knpa memfitnah itu dikategorikan sbg perbuatan org bodoh? Krna org ini mengisi otaknya bkn dg pengetahuan yg berguna, tp mengisinya dg sesuatu yg tdk nyata, fiksi, ilusi, mengarang sesuatu yg sifatnya merusak, dsbnya. Fitnahan yg tdk terbukti bs berujung pd proses hukum dan akhirnya bs divonis di pengadilan.

Waspada dg mrka yg sering mengutarakan kebohongan, jgn bergaul dg mrka dan tetaplah tulus meskipun kita tahu bhw mrka membenci dan sdg membohongi kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Kebencian Lewat Perkataan

Orang Bijak Tetap Belajar

DI 27062020

Amsal 9:9 KJV
Give instruction to a wise man, and he will be yet wiser: teach a just man, and he will increase in learning.

  • Berikan petunjuk ke seorang yang bijak, dan diapun akan menjadi lebih bijak, ajari seorang yang benar, dan dia aksn bertumbuh di dalam pengajaran

Ada anggapan bhw org yg bijak sdh tdk perlu dibantu dg memberi nasehat atau petunjuk, krna kita berpikir org itu sdh tahu apa yg hrs dilakukannya, tp ternyata ini pikiran yg salah.

Ternyata kebijakan itu sesuatu yg trs menerus bertambah, artinya org yg sdh bijak bs bertambah lagi bijaksananya, dan ini terjd bila mrka dibantu dlm hal petunjuk atau pengarahan. Mrka tetap butuh nasehat dan petunjuk org lain, bs saja org yg lebih bijak dr mrka atau mgkin org yg biasa-biasa saja. Bijak bukan berarti sekedar pintar atau bnyk memiliki pengetahuan, tp sebuah kemampuan utk mengolah informasi, menimbang, memprediksi serta meminimalisir hal-hal negatif yg mgkin ditimbulkan dr apa yg diambil sbg sebuah keputusan atau sebuah tindakan. Jd ada kehati-hatian dan waspada serta penguasaan diri yg baik dlm berpikir, berkata-kata dan bertindak. Tentu saja jg memiliki moral yg baik.

Org yg sdh hidup benar dlm Tuhan jg masih perlu diajar, spya mrka memiliki kemampuan utk mempelajari sesuatu menjd meningkat. Mudah memahami yg sederhana trs meningkat menjd mampu memahami yg sedikit lebih rumit hingga akhirnya apapun yg disodorkan pd dia utk dipelajari maka dia akan dg mudah belajar dan kemudian mempraktekkannya. Ini jg yg hrs kita pahami bhw Tuhan trs menginginkan kita belajar dr Dia, pelajaran Tuhan kadang berupa masalah dan situasi yg sulit dikendalikan. Tuhan ingin kita lebih lg menjd bijak dlm segala hal. Kita nantinya bs membantu mrka yg mengalami hal yg pernah kita alami, tentu ini sangat berguna dan bs menjd berkat bagi sesama.

Teruslah belajar dan makin lebih bijak dr sebelumnya, bljar dr pengalaman jg merupakan peningkatan dr kemampuan kita mempelajari sesuatu.

Posted in Renungan | Comments Off on Orang Bijak Tetap Belajar

Dimulai Dari Yang Dekat

DI 25062020

Mazmur 15:3

  • yang tidak menyebarkan fitnah dengan lidahnya, yang tidak berbuat jahat terhadap temannya dan yang tidak menimpakan cela kepada tetangganya;

Keaslian karakter kita akan terlihat saat kita berinteraksi dg org-org yg dekat dlm hidup kita dan jg mrka yg dekat scra jarak, salah satunya adalah para teman dan tetangga kita.

Bnyk org yg bs kelihatan sangat baik di dpn mrka yg tdk bgtu dikenal atau bahkan tdk pernah kenal sama sekali. Misalnya dlm berbagi makanan pd org-org yg miskin yg ditemui di pinggir jln. Bs dg ramah menyapa para oma dan opa di panti jompo, dsbnya. Lbh simple lg adalah org bs bgtu ramah terhadap calon pembeli yg dtg ke toko atau counter penjualan yg kita miliki. Tp bgmna sikap kita terhadap keluarga sndri, orgtua, teman, bahkan tetangga rumah kita? Jgn sampai kita dinilai sbg org yg munafik, yg pintar berpura-pura dan bermulut manis, namun di dlm hati dan pikiran kita mengandung bnyk niat jahat dan keegoisan. Sbg org percaya, kita tdk boleh spt itu, hrs memperlakukan siapapun dg baik dan sepantasnya.

Makin sering kita berinteraksi dg seseorg, apalg mrka yg satu komunitas atau di lingkungan yg sama dg kita, maka bs saja timbul masalah krna bnyk sebab. Cara kita menyelesaikan masalah yg ada akan menunjukkan cara pikir dan ketulusan hati yg kita miliki. Sering menolong org lain bknlah tolak ukur keaslian pribadi kita, krna seringkali kita bersikap utk menciptakan citra diri yg baik di mata org lain. Di sinilah seringkali org bs ‘berakting’ dg sangat baik shga org lain kagum dg kita. Dikagumi org yg jauh tp tdk disukai oleh org yg dekat, ini bkn hal baik. Kita hrs mencerminkan karakter Kristus dlm hidup kita, spya org lain menghormati Tuhan yg kita sembah, kita hrs menjd contoh dan teladan yg baik bagi org-org yg dekat dg kita.

Berubahlah hari demi hari semakin menyerupai karakter yg Kristus miliki, jgn melakukannya utk mendpt pujian manusia, tp spya nama Tuhan dimuliakan.

Posted in Renungan | Comments Off on Dimulai Dari Yang Dekat

Diam di Rumah Tuhan

DI 24092020

Mazmur 23:6

  • Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa

Tuhan adalah Gembala Agung kita, Dia melihat hidup setiap umat-Nya satu persatu dan Dia akan tetap mencari kita ketika kita hilang dan menemukan kita kembali.

Dlm hidup kita, kebajikan dan kemurahan Tuhan sangat kita perlukan mengingat bhw tdk semua org bs trs berbuat baik terhadap kita. Kalau bkn Tuhan yg menolong, maka kita akan ada dlm bahaya yg mengancam kehidupan kita. Iblis berusaha merusak hidup kita dan membuat kita goyah iman dan akhirnya murtad meninggalkan Tuhan. Iblis tdk senang melihat kita pny hubungan yg intim dg Tuhan, dia ingin kita jauh dr hadapan Tuhan shga dia dg bebasnya bs mempermainkan hidup kita. Itulah sebabnya kita jgn sampai spt domba yg tersesat, yg menjauh dr gerombolan domba yg ada. Persekutuan dg sesama org kudus sangat penting spya bs saling memperhatikan satu sama lain.

Dampak dr pandemi Covid-19 salah satunya membuat kita terhambat utk melakukan ibadah di gereja spt biasanya. Kalau dulu semua golongan usia bs dtg bebas beribadah, skrg ada himbauan mengenai batasan usia yg dianjurkan tdk hadir dulu sementara wkt. Tentu berbeda beribadah langsung di grja dg scra online, krna tdk semua org memiliki kuota internet yg cukup, mengingat durasi ibadah online itu lebih dr 1 jam. Mgkin ada yg terpaksa tdk beribadah scra online dan ini bs berpengaruh pd kerohanian seseorg pd akhirnya. Ini perlu menjd perhatian kita dan masing-masing kita tetap menjaga keintiman hubungan kita dg Tuhan, tetap berdoa, memuji menyembah Tuhan serta menjd pelaku firman.

Seberapa kerinduan kita pd Tuhan dan rumah Tuhan? Atau kita mulai bergeser fokus pd hal-hal lain yg bs menjauhkan kita dr Tuhan? Berjaga-jagalah!

Posted in Renungan | Comments Off on Diam di Rumah Tuhan

Mengapa Sodom dan Gomora?

DI 22062020

Yesaya 1:9

  • Seandainya TUHAN semesta alam tidak meninggalkan pada kita sedikit orang yang terlepas, kita sudah menjadi seperti Sodom, dan sama seperti Gomora.

Menarik sekali bhw apa yg terjd di Sodom dan Gomora seringkali disebut lagi di zaman sesudahnya utk mengingatkan ttg dosa-dosa yg dilakukan bangsa Israel, bahkan jg menjd peringatan bagi kita.

Dlm Kejadian 13:13 dijelaskan bhw penduduk Sodom dan Gomora berlaku sangat jahat dan berdosa pd Tuhan, sementara di daerah sekitarnya itu banyak air dan spt taman Tuhan, jd sangat baik keadaannya shga Lot memilih daerah itu sbg tempat tinggalnya saat berpisah dg Abraham. Hidup sejahtera bkn berarti menjauhkan kita dr berbuat dosa krna seringkali kita berpikir bhw org melakukan dosa krna terdesak keadaan dan krna sangat menderita. Tentunya pikiran ini tdk benar, krna justru ketika hidup nyaman dan tenteram, org terkadang lebih tergoda utk berbuat dosa, menghamburkan harta, dsbnya. Bangsa Israelpun demikian, ketika negri mrka dlm keadaan baik, mrka malah meninggalkan Tuhan.

Ketika kita susah dan menderita, mudah bagi kita utk berkata bhw semua yg kita pny itu berasal dr Tuhan, Dia yg memberikannya pd kita. Tapi ketika kita mulai makmur dan sejahtera, kita mulai berkata bhw yg kita pny itu adalah hasil kerja keras kita. Mulai timbul pemikiran bhw kita bs sndri tanpa Tuhan. Lot memang bs menjaga diri agar tdk terkotori oleh kelakuan penduduk Sodom dan Gomora, namun itu membuat jiwanya tertekan: mgkin ingin pindah ke tempat lain namun sayang utk meninggalkan wilayah yg subur dan baik itu. Hampir saja dia dan keluarganya ikut mengalami hal buruk ketika Tuhan menghancurkan kota Sodom dan Gomora, tapi Tuhan tentu memisahkan org benar dr org fasik.

Jgn kita melupakan Tuhan di saat kita mengalami keadaan yg baik, ingat siapa kita jika tanpa Tuhan yg bekerja di dlm hidup kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Mengapa Sodom dan Gomora?

Menantikan Pengharapan

DI 20062020

Galatia 5:5 KJV
For we through the Spirit wait for the hope of righteousness by faith.

  • Karena kita melalui Roh menantikan pengharapan kebenaran oleh iman

Kebenaran ternyata memiliki pengharapan, ada harapan yg kita miliki ketika kita hidup dlm kebenaran Tuhan, yaitu harapan menerima balasan dr Tuhan sesuai kebenaran yg kita kerjakan.

Ini terjd melalui Roh Tuhan, artinya adalah bhw Roh Tuhan hrs tinggal di dlm diri kita, Dia mengendalikan hidup kita sepenuhnya shga kita dimampukan utk hidup benar. Keinginan daging kita itu kuat, kadang kita tdk sanggup menahannya shga kita berbuat dosa. Itulah sebabnya kita perlu kekuatan yg lebih besar dari keinginan daging kita, kekuatan yg dari Tuhanlah yg kita perlukan. Sulit bagi kita utk menguasai diri sepenuhnya di setiap waktu, kita bs saja lemah dan kompromi dg keinginan daging. Manusia tdk sanggup utk mengalahkan dosa kalau Tuhan tdk ada dlm dirinya, sekalipun tdk berinteraksi dg dunia lain namun tetap dosa bs terjd melalui pikiran dan kekuatiran hidup.

Apakah ada gunanya kita hidup benar sementara mata kita melihat org yg fasik justru menikmati yg baik dan indah? Terkadang kita melihat ‘ketidak adilan’ Tuhan: org yg hidup benar justru menderita, sdgkan mrka yg hidup dlm gelap bs ada dlm keadaan yg bebas dr penderitaan. Bnyk akhirnya org imannya gugur dan murtad meninggalkan Tuhan krna melihat sndri Tuhan diam melihat semuanya itu dan firman-Nya tdk direalisasikan. Memang hidup sbg Kristen bkn soal hidup bahagia tp bgmna hs bertahan dlm penderitaan yg menbw pd keselamatan kekal. Tuhan jg beri kebahagiaan, tp porsi utk setiap org berbeda-beda. Yg tdk pernah menderita pasti krna kompromi dg ketdk benaran, ingin tetap hidup enak di dunia tp tetap masuk surga, tdk perlu ada penderitaan.

Iman boleh goncang tp jgn tinggalkan Tuhan, ujian berat pasti dtg dlm hidup setiap org, ada yg di masa mudanya, atau di masa tuanya, bersiaplah jika ujian itu dtg.

Posted in Renungan | Comments Off on Menantikan Pengharapan

Diperhamba Dunia

DI 19062020

Galatia 4:3 KJV
Even so we, when we were children, were in bondage under the elements of the world:

  • Sebagaimana kita juga, ketika kita adalah anak-anak, diperhamba oleh unsur-unsur dunia ini

Dlm budaya Israel, seseorg disebut org dewasa setelah scra fisik mengalami akil baliq sbg bukti perubahan fisik menuju kedewasaan, selama blm akil baliq maka statusnya dianggap sm spt seorg hamba.

Hamba tentu memiliki tuan, dlm kerohanian Rasul Paulus menjelaskan bhw ketika seseorg yg kerohaniannya blm dewasa maka dia masih diperhamba oleh unsur-unsur dunia. Dunia memiliki aturan dan penguasa-penguasa, ada tatanan dan sistem yg diterapkan dunia di seluruh wilayahnya, apapun suku dan bangsanya, semua akan menerapkan sistem yg sama. Hal sederhana yg bs kita lihat adalah bgmna teknologi membuat semua org wajib memiliki telepon selular, bahkan digunakan utk bertransaksi dan nantinya mengarah ke bnyk segi dlm kehidupan manusia. Org yg blm dewasa rohani akan tunduk pd apa yg dunia sistemkan, tp kita yg sdh dewasa rohani tentunya bs menguasainya krna Tuhan memberi kita otoritas.

Menjd dewasa itu butuh proses menuju ke sana. Dlm diri setiap org percaya sdh Tuhan sediakan prosesnya, spt akil baliq yg terjd scra otomatis dlm tubuh, tdk diatur oleh pikiran kita, saat umur tertentu maka akil baliq itu terjd, maka proses pendewasaan rohani itupun akan terjd pd saat kita dinilai Tuhan sdh memenuhi syarat utk didewasakan. Perubahan hidup mulai terjd scra besar-besaran, spt akil baliq menyebabkan tubuh mengalami perubahan besar. Hidup kita berubah dr keadaan yg biasanya normal menuju ke keadaan yg baru, ada hal-hal yg perlu kita sesuaikan dan diubah. Adaptasi inilah yg menentukan cepat atau lambatnya kita menjd dewasa rohani. Hidup selalu butuh penyesuaian dan keseimbangan.

Apakah kita sdg mulai didewasakan oleh Tuhan? Mulailah beradaptasi dg keadaan yg baru dan mulailah bersikap sbgmna layaknya org yg dewasa rohaninya.

Posted in Renungan | Comments Off on Diperhamba Dunia