Didapat Karena Nazar

DI 09092020

Amsal 31:2

  • Apa yang akan kukatakan, anakku, anak kandungku, anak nazarku?

Lemuel, raja Masa, ternyata adalah seorg anak yg lahir krna ibunya bernazar ttg sesuatu. Jd kemungkinan kandungan ibunya bermasalah hingga berakibat mandul ataupun sulit utk hamil.

Pd zaman itu sebuah kemandulan pd diri wanita dipandang sbg bagian dr kutuk yg Tuhan timpakan, jd kandungannya ‘ditutup’ oleh Tuhan, shga hubungan suami istri tdk akan pernah menjd sebuah kehamilan bagi sang istri. Apa yg ditutup oleh Tuhan, tdk ada satu kuasapun yg sanggup utk membukanya. Kita tentu jg ingat bhw Samuel jg lahir krna ibunya bernazar pd Tuhan, jd baik Samuel maupun Lemuel adalah ‘anak nazar’, lahir krna ibunya bernazar pd Tuhan. Demi mengubah ketentuan Tuhan, nazar biasanya menjd jalan terakhir, kalau Tuhan berkenan atas nazar seseorg, maka Dia akan membuka apa yg telah Dia tutup. Nazar utk menang dlm perang jg pernah dilakukan oleh bbrpa tokoh Alkitab.

Tdk ada nasib dan takdir dlm hidup org percaya, kita tahu bhw tdk ada yg mustahil dan yg sukar bagi Tuhan, jg tdk ada yg mustahil bagi org percaya. Namun tentu saja tdk sembarangan Tuhan mengubah sebuah ketentuan-Nya dlm hidup seseorg. Biasanya nazar yg diucapkan jg sejalan dg rencana Tuhan, jd bkn sekedar ingin mengalami perubahan hidup, namun jg memberi ‘keuntungan’ bagi Tuhan. Nazar hrs tetap dibayar dan dilakukan, jika tdk maka murka Tuhan akan turun dan semua yg Dia berikan akan diambil-Nya kembali. Jd pertimbangkan baik-baik sblum bernazar pd Tuhan, sanggup atau tdk kita utk menepatinya setelah Tuhan mengabulkan permintaan kita. Nazar bkn sekedar janji biasa.

Bernazar itu diperbolehkan, itupun baru berguna kalau Tuhan mendengarnya dan menerima nazar kita. Apa yg kita peroleh dr nazar kita biarlah kita pelihara sebaik-baiknya dan bertanggung jwb.

Posted in Renungan | Comments Off on Didapat Karena Nazar

Menilai Diri Sendiri

DI 08092020

Amsal 30:12 KJV
There is a generation that are pure in their own eyes, and yet is not washed from their filthiness.

  • Ada sebuah generasi yang murni dalam mata mereka sendiri, dan belum dibasuh dari kekotoran mereka.

Org yg merasa dirinya paling benar biasanya akan lebih sering menyerang pribadi org lain dg membandingkan apa yg org lain lakukan dg apa yg telah dilakukannya sndri, pdhal ternyata dia tdk lebih benar drpd org yg dia nilai.

Manusia cenderung utk kompromi dg diri sndri, misalnya saja ketika seseorg telah melakukan sebuah kesalahan, dia akan cenderung mudah memaafkan diri sndri, tp jika org lain yg berbuat kesalahan yg sama, maka dia akan menghakimi org itu sesadis mgkin dan sulit utk memaafkan org itu. Seseorg bs saja tdk melakukan dosa A spt yg org lain lakukan, namun ternyata dia melakukan dosa B, keduanya tetaplah dosa, namun manusia cenderung utk mengkategorikan dosa menurut cara pikirnya sndri: dosa B tdklah seburuk dosa A, hingga akhirnya timbul penghakiman sndri terhadap org lain dan melakukan pembelaan terhadap dosa yg telah dilakukannya dan berusaha utk mendpt pemakluman dr org lain.

Menganggap diri bersih pdhal kotor jg, ini hal yg perlu kita waspadai. Apa yg terlihat oleh mata jasmani kita blm tentu itu sama dg apa yg dilihat oleh mata Tuhan. Seseorg yg blm mandi bs saja menyemprot parfum ke badannya spya tercium harum, namun kekusaman wajah dan kesegaran kulit akibat blm mandi tdk bs ditutupi oleh parfum. Inilah yg sering manusia lakukan yaitu menutupi dosa dg perbuatan baik, dosanya tdk dibereskan di hadapan Tuhan, tp ingin mendptkan penilaian ‘suci’ dr org lain, inilah yg disebut ‘kesalehan palsu’ yaitu kelihatan hidup saleh di mata manusia, tp di mata Tuhan justru org ini hidup penuh dg dosa yg mengkotori hidupnya sndri.

Lebih baik banyak gunakan waktu utk mengevaluasi diri drpd menilai hidup org lain, temukan apa yg masih hrs kita benahi dan bereskan selama kesempatan itu masih Tuhan sediakan bagi kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Menilai Diri Sendiri

Buah Pelayanan

DI 07092020

Matius 7:15-16
“Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.

  • Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri?

Tuhan Yesus memberi peringatan akan bahayanya akibat dr munculnya para nabi palsu di tengah-tengah bangsa Israel, kemunculannya tdk disadari namun buah dr plynan mrka menjd tolak ukurnya.

Fungsi para nabi adalah menyampaikan pesan Tuhan bagi umat-Nya maupun utk perorangan. Kehadiran para nabi di tengah umat diharapkan membw damai sejahtera dan pertobatan jika bangsa itu melakukan sebuah dosa pd Tuhan. Tp bgmna jika justru kehadiran nabi itu justru menimbulkan kekacauan dan malah membuat umat Tuhan berlaku jahat dan akhirnya meninggalkan Tuhan? Ajaran yg disampaikan justru menyesatkan, pesan nubuatan ternyata bkn dr Tuhan, dsbnya. Hal ini akan baru disadari setelah jangka wkt tertentu, spt pohon yg perlu menunggu musim utk berbuah. Jd awalnya spt nabi yg memang diutus Tuhan, tp kemudian mulai kelihatan buah dr plynannya justru bertolak blkg dg fungsinya sbg seorg nabi. Jd tdk lsngsung terlihat aslinya.

Di zaman skrgpun kita bnyk temui hal-hal menyimpang yg dilakukan oleh para hamba Tuhan, yg sempat terekpos media massa maupun yg diketahui intern gerejanya saja. Ada yg memanipulasi kekayaan jemaat demi keuntungan pribadi, terlibat skandal seksual, perceraian, dsbnya. Kita memang perlu waspada dlm hal menghormati para hamba Tuhan, jgn dihormati terlalu berlebihan, jgn terlalu mudah termakan omongan yg mengatas namakan nama Tuhan. Ciri yg mudah dikenali adalah biasanya mrka kompromi dg dosa, shga nasehat yg diberikan justru membiarkan jemaat trs menerus hidup dlm dosa dan mempraktekkan hal-hal yg justru bertentangan dg kebenaran firman Tuhan.

Hormati para hamba Tuhan yg memang hidup melayani dg motivasi yg murni, namun kita tetap hrs waspada jika ada hamba Tuhan yg terlalu ingin dekat dg jemaatnya dg tujuan tertentu yg ingin mengambil keuntungan dr apa yg jemaat miliki.

Posted in Renungan | Comments Off on Buah Pelayanan

Perbuatan Yang Kembali

DI 05092020

Matius 7:12

  • “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.

Semua org tentu ingin diperlakukan dg baik oleh org lain, yg perlu kita sadari ialah bhw kitapun jg hrs berbuat baik dulu terhadap org lain, jd jgn egois dan berharap org lain lebih dulu melakukannya.

Ayat ini mengajar kita spya mengikuti aturan Tuhan dlm hal berhubungan dg org lain, apakah itu pertemanan, pernikahan, dlm pekerjaan bahkan pelayanan. Tuhan ingin kita menjd org yg aktif dlm hal lebih dahulu berbuat baik, bkn pasif menunggu kebaikan org lain. Adalah lebih diberkati memberi drpd menerima, lewat kebaikan yg kita lakukan terhadap org lain sbnarnya kita jg sdg berbuat kebaikan terhadap diri sndri. Suatu saat kebaikan yg kita lakukan itu akan kembali pd diri kita sndri, demikian jg halnya dg perbuatan jahat, jika kita melakukannya maka kita sndripun akan mengalami hal-hal yg jahat di wkt yg akan dtg. Jd pikirkan dulu sblum berbuat sesuatu terhadap org lain, krna itu akan kembali pd diri kita.

Berbuat lebih dahulu drpd org lain memang terkesan org lain yg lebih terhornat drpd kita, pdhal itu hanya satu pandangan yg dimiliki sekelompok org saja. Dlm hal memberi hormat misalnya, dh memberi salam terlebih dahulu adalah sikap ramah dan kerendahan hati, kita memberi teladan yg benar dan patut dicontoh. Org yg paham dg etika dlm bermasyarakat tentu akan menghindari penilaian negatif dr org lain, sebisa mgkin tetap menjaga citra dan nama baik yg sdh dimiliki. Walaupun kebaikan kita tdk dibalas oleh org yg menerima kebaikan kita, tp yg pastinya Tuhan akan membalasnya sesuai dg motivasi dan ketulusan hati kita.

Tetap bersukacita saat menunjukkan kebaikan yg kita miliki, bkn demi kebanggaan pribadi atau ingin dipuji oleh org lain, tp krna memang itulah gaya hidup kita sbg org Kristen.

Posted in Renungan | Comments Off on Perbuatan Yang Kembali

Tukang Adu Mulut

DI 04092020

Amsal 26:20

  • Bila kayu habis, padamlah api; bila pemfitnah tak ada, redalah pertengkaran.

Suatu pertengkaran dan keributan biasanya dimulai dr ada org yg membuka suatu pembicaraan yg kemudian mulai berkembang menjd sebuah ‘adu mulut’ hingga berlanjut ke ‘adu fisik’.

Kata pemfitnah dlm ayat ini, bhsa aslinya adalah ‘nirgân’ yg berarti pemfitnah (slanderer), merusak dg gosip dan mengungkapkan rahasia (talebearer), pembisik (whisperer). Jd ada org yg mgkin mulai menyebarkan suatu berita yg blm tentu benar, mgkin spt seorg pembisik yg bcra hanya ke 1 org, atau saat kumpul bbrpa org kemudian menyebar gosip dan berujung pd fitnah, atau jg ada org yg mengumbar rahasia org lain dg tujuan yg negatif, hingga situasi menjd panas dan terjd kegaduhan. Dlm situasi spt itu, kita perlu menyelidiki asal mula dr gosip atau fitnahan, atau siapa yg membocorkan rahasia itu, supaya bs diselesaikan dan masalah tdk melebar dan membesar yg bs menimbulkan bnyk kerugian.

Namun bila tdk kita ketahui sumber asalnya, yg bs dilakukan hanyalah menunggu wktnya lewat dg sndrinya. Api akan berhenti membakar jika tdk ada bahan yg bs dibakar. Kadang kita tak berdaya melawan fitnahan dan gosip, cm bs menunggu semuanya mereda dan berhenti dg sndrinya. Tp percayalah bhw Tuhan melihat dan mendengar semuanya, Dia tdk mgkin menutup mata dan telinga terhadap sesuatu yg tdk benar. Ada waktunya kita melakukan pembelaan dan klarifikasi, ada waktunya kita hanya bs menunggu semuanya reda dg sendirinya. Namun pelakunya hrs tetap diketahui siapa orgnya, spya bs kita tandai dan publikasikan agar org lain tdk menjd korban berikutnya.

Kita jg hrs menjaga perkataan, jgn sampai bcra gosip ttg seseorg, memfitnah org lain dg berita yg blm terbukti kebenarannya dan jgn mengumbar rahasia pribadi org lain yg bs menimbulkan kegaduhan dan pertengkaran.

Posted in Renungan | Comments Off on Tukang Adu Mulut

Menjahati Diri Sendiri

DI 03092020

Amsal 26:27

  • Siapa menggali lobang akan jatuh ke dalamnya, dan siapa menggelindingkan batu, batu itu akan kembali menimpa dia.

Benda mati tdk punya mata, namun benda itu bs mendatangkan celaka, baik untuk kita maupun utk org lain, bila suatu benda dibuat dan digunakan utk niat jahat, benda itu bs berbalik merugikan kita.

Tuhan melihat semua yg manusia lakukan terhadap sesamanya dan Dia jg turut memberi balasan sesuai dg perbuatan yg dilakukan. Bila kita merencanakan yg jahat terhadap org lain, jgn heran jika rencana itu justru bs menimpa atas diri kita sndri. Tuhan adalah Penjaga atas hidup org-org benar, perlindungan-Nya sempurna bahkan iblispun tdk sangggup utk menembusnya, krna itulah jgn sembarangan berbuat jahat krna benci dan amarah, kita bs saja langsung berhadapan dg Tuhan terlebih dahulu, blm lg ada malaikat-makaikat yg Tuhan utus utk melindungi umat-Nya. Jgn berniat jahat terhadap sesama, itu sama spt kita sdg merencanakan yg jahat atas diri kita sndri.

Ketika kita membenci seseorg, kita sdg meninggalkan kasih kita, baik kasih pd Tuhan maupun pd sesama. Hidup tanpa kasih sama artinya dg hidup tanpa Tuhan. Kalau mengasihi Tuhan, berarti kita jg mengasihi sesama. Bnyk faktor dan penyebab mengapa seseorg bs hidup dlm kebencian, salah satunya krna dia sengaja membuat dirinya dikuasai oleh kebencian. Spt seorg yg mabuk akibat minuman berkadar alkohol tinggi, sdh tahu jika minum terlalu bnyk bs mabuk, tp tetap minum jg, akhirnya mabuk yg mengendalikan dirinya, shga org itu bs bertindak konyol dan berkata-kata yg aneh-aneh. Kebencian tdk dpt mengalahkan kasih, kecuali kita sndri yg melepaskan diri dr kasih itu.

Rencanakan apa yg baik, apabila org lain menolaknya maka kebaikan itu akan Tuhan berikan utk diri kita sndri, jgn lelah utk berbuat baik.

Posted in Renungan | Comments Off on Menjahati Diri Sendiri

Bisa Membuktikan

DI 02092020

Kisah Para Rasul 9:22

  • Akan tetapi Saulus semakin besar pengaruhnya dan ia membingungkan orang-orang Yahudi yang tinggal di Damsyik, karena ia membuktikan, bahwa Yesus adalah Mesias.

Saulus br saja bertobat dan dibaptis, namun tekadnya utk bersaksi ttg Yesus adalah Mesias kpd org-org Yahudi sangatlah kuat, dibarengi dg kemampuan pengetahuannya ttg kitab-kitab yg sangat luar biasa.

Ini yg penting kita contoh, bersaksi itu bkn sekedar bercerita ttg kebaikan Tuhan atau mujizat-Nya, tp itulah kesempatan bagi kita utk menginjil, mengenalkan Yesus sbg Tuhan dan Juruselamat seluruh umat manusia. Ini hrs ditopang dg pengetahuan ttg kebenaran firman Tuhan yg kuat. Bkn berarti hrs lulus sekolah teologia br bs menginjil, namun zaman skrg gereja sdh memberikan bnyk pendalaman Alkitab yg memang dikhususkan bagi para jemaat Tuhan. Bila ingin melanjutkan ke sekolah teologia tentu saja itu hal yg baik. Semua tergantung kapasitas yg kita miliki, Tuhan memakai kita sbg alat-Nya berdasarkan apa yg Dia nilai pantas dlm diri kita. Menginjil hrs jg pny pengetahuan ttg firman Tuhan yg mencukupi.

Membuat org yg mendengar ttg Injil utk bs percaya bhw Yesus itu Tuhan dan Juruselamat manusia, itu butuh waktu dan penjabaran yg valid, bkn sekedar apa kata org, bkn sekedar sdh tertulis dlm Alkitab, namun sdh menjd bagian dr pengalaman hidup kita sndri. Perdebatan tdk akan bnyk berbuahkan pertobatan, butuh jamahan Roh Kudus utk bs membuat hati seseorg berbalik pd Tuhan. Bersaksi dan menginjil bkn lahan utk ‘promosi’ siapa kita, tp utk mengenalkan pd bnyk org siapa itu Tuhan Yesus. Bs terjd penolakan bahkan kita mgkin dianiaya krnanya, jgn takut dan gentar krna penyertaan Tuhan tersedia bagi org yg memberitakan Injil.

Sudahkah kita menginjili org-org yg ada di dekat kita? Mgkin itu anggota keluarga, teman, rekan kantor, tetangga, dsbnya? Diterima atau ditolak, itu sebuah resiko yg hrs kita pahami, tetap beritakan Injil dan trs bersaksi.

Posted in Renungan | Comments Off on Bisa Membuktikan

Sukacita Karena Keselamatan

DI 01092020

Kisah Para Rasul 8:39

  • Dan setelah mereka keluar dari air, Roh Tuhan tiba-tiba melarikan Filipus dan sida-sida itu tidak melihatnya lagi. Ia meneruskan perjalanannya dengan sukacita.

Sida-sida dr Etiopia ini entah dr mana sumbernya, bs mendptkan salinan kitab Yesaya, dia dlm perjalanan menuju Yerusalem utk beribadah, dia bingung ttg makna dr bagian kitab yg dia baca.

Memang Tuhan merencanakan yg baik utk sida-sida ini, dia sengaja mengirim Filipus utk dtg memberikan pengertian ttg bagian dr kitab Yesaya yg dia baca sekaligus dia akhirnya mendengar ttg Injil dan akhirnya dibaptis. Kita melihat bhw Tuhan sangat peduli dg keselamatan satu jiwa sekalipun. Kita mgkin tdk tahu apakah kemudian sida-sida ini menjd pemberita Injil di Etiopia, namun realitanya adalah saat itu dia meneruskan perjalanannya dg bersukacita. Dia dibaptis oleh Filipus dan termasuk dlm org-org yg menerima keselamatan kekal. Sida-sida ini haus akan kebenaran, Tuhan mengirim Filipus, dan Filipus taat pd perintah Tuhan, hasilnya adalah 1 jiwa menerima Tuhan Yesus sbg Juruselamatnya.

Kadang ada org yg berpikir pendek : utk apa merenungkan firman Tuhan dan mendptkan pengertiannya dr situ? Peran setiap org percaya itu spt Filipus, hrs memiliki pemahaman ttg Alkitab secara benar, shga saat ada org yg haus akan firman Tuhan dan tdk mengerti ttg apa yg sdg dia baca, Tuhan bs memakai kita utk menolong dia mengerti ttg bagian dr firman Tuhan yg dia baca. Ini jg merupakan kesempatan utk memberitakan Injil pd org itu dan pd akhirnya org itu memberi diri dibaptis dan menerima keselamatan. Menginjil ke daerah yg jauh mgkin memang tugas seorg misionaris, tp menginjil org-org yg ada di dekat kita, kita bs lakukan dg membantu org lain lebih lg mengenal ttg siapa itu Tuhan Yesus Kristus.

Teruslah merenungkan firman Tuhan dan kebenaran-Nya, bkn hanya kita yg bs bnyk mendpt pengertian, tp jg bs membantu org lain utk memahami dan pd akhirnya lebih mengenal ttg Tuhan lebih dlm lagi.

Posted in Renungan | Comments Off on Sukacita Karena Keselamatan

Hati Yang Tidak Benar

DI 31082020

Kisah Para Rasul 8:21 KJV
Thou hast neither part nor lot in this matter: for thy heart is not right in the sight of God.

  • Kamu juga tidak memiliki bagian maupun hak dalam perkara ini, karena hatimu tidak benar dalam pemandangan Tuhan.

Ayat ini berlatar blkg kisah seorg yg bernama Simon, mantan penyihir di kota Sanaria, telah dibaptis, namun blm memahami ttg karunia Tuhan, disangkanya bhw karunia itu bs dibeli dg uang.

Kita dpti bbrpa pljaran dr kisah ini, org yg sdh dibaptis bahkan sering berada di dekat hamba Tuhan, blm tentu memiliki hati yg benar di hadapan Tuhan. Org yg gemar bljar teologiapun blm tentu memiliki hati yg benar, demikian jg para hamba Tuhan dan para pelayan Tuhan, sekalipun mrka aktif dlm dunia kerohanian dan plynan, yg paling tahu ttg hati mrka adalah diri mrka sndri dan Tuhan. Bnyk hal yg bs mempengaruhi hati manusia, makin lama jumlah tahun menjd org Kristen, makin berat tantangan iman yg dihadapinya. Itulah sebabnya semenjak awal pertobatan, setiap kita hrs terus menerus membangun kekuatan iman shga saat goncangan dan godaan dr iblis dtg, iman kita tdk goyah dan hati kita tetap benar di hadapan Tuhan.

Ada hal-hal yg dr Tuhan itu hanya Tuhanlah yg berotoritas, uang tdk bs membelinya. Karunia yg dimiliki oleh Filipus merupakan kedaulatan dan otoritas Tuhan sndri, artinya semuanya itu ada aturan dan jalurnya, Tuhan memberi karunia rohani pd seseorg berdasarkan kehendak-Nya pribadi. Jgn ingin memiliki karunia rohani krna ingin menjd terkenal dan dipuja-puja bnyk org. Tuhan berikan karunia-Nya bkn utk memuliakan kita, tapi utk kemuliaan Tuhan. Tuhan melihat hati kita apakah hati kita ini benar dlm penilaian-Nya, jgn terkecoh dg pujian dr manusia, saat baik kita dipuji, saat terjatuh kita dihina. Jgn berusaha utk dihormati manusia, tp biarlah kita mendpt pengakuan langsung dr Tuhan.

Benahi hati kita, apakah sdh benar menurut Tuhan atau blm. Jgn simpan apa yg tdk Tuhan sukai dlm hati kita, berusahalah utk selalu menyenangkan hati Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Hati Yang Tidak Benar

Akibat Terlalu Banyak Hikmat

DI 29082020

Pengkhotbah 1:18 KJV
For in much wisdom is much grief: and he that increaseth knowledge increaseth sorrow.

  • Karena di dalam banyak hikmat adalah banyak kekesalan, dan orang yang meningkatkan pengetahuan meningkatkan kesedihan yang dalam.

Yg menulis ayat ini justru org yg paling berhikmat di zamannya yaitu raja Salomo, kenapa kesan yg kita bc justru membuat kita ragu memperbanyak hikmat dan pengetahuan?

Di dlm banyak hikmat adalah bnyk kekesalan dan kejengkelan. Salah satu kegunaan hikmat ialah bs memahami dan menganalisa alasan dr sesuatu yg sdg terjd atas kehendak Tuhan. Dulu kadang orgtua kita berkata bhw kita perlu tahu ttg sesuatu, pokoknya itu urusan orgtua, kita sbg anak lakukan saja yg hrs kita lakukan. Dan kita terkadang patuh tp terkadang terpancing utk mencari tahu sebab mengapa orgtua kita menyuruh kita demikian. Stlah kita tahu apa yg terjd, yg timbul justru kesedihan dan kegalauan, mgkin krna orgtua kita berkorban, bekerja keras, berhemat hingga diri mrka sndri tdk terurus dg baik demi kita. Kalau kita tdk mencari tahu, mgkin hati kita tdk sedih dan galau.

Apakah justru memperbanyak hikmat dan pengetahuan berdampak tdk menyenangkan bagi kita? Ini mgkin soal batasan jumlah hikmat dan pengetahuan yg perlu kita miliki sesuai dg kapasitas yg kita miliki. Sesuatu yg sifatnya ‘terlalu’ atau berlebihan memang tdk baik. Makan kebanyakan membuat perut sakit, berolah raga berlebihan justru dampaknya buruk bagi kesehatan tubuh. Ada org yg berhikmat membahas kitab Wahyu, bagi dia itu menarik dan menyenangkan, bagi kita justru membuat pusing kepala. Sebatas apa jumlah hikmat dan pengetahuan yg perlu kita miliki, perlu kita takar sndri, jgn pd akhirnya berdampak pd kekesalan dan kepedihan hati.

Carilah hikmat yg bnyk sesuai profesi dan bidang yg kita jalani, miliki hikmat secukupnya utk hal yg lain, sehingga kita selalu ada dlm sukacita dan damai sejahtera Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Akibat Terlalu Banyak Hikmat