Nyanyian Baru

DI 28042020

Mazmur 149:1 KJV
Praise ye the LORD. Sing unto the LORD a new song, and his praise in the congregation of saints.

  • Kamu pujilah Tuhan. Nyanyikan untuk Tuhan sebuah nyanyian baru, dan puji-pujian-Nya di dalam kumpulan orang kudus.

Apa itu nyanyian baru? Kita perlu memahami kebiasaan org Israel wkt itu bhw mrka sering menggambarkan situasi yg sdg terjd dlm sebuah lagu.

Jd ini ttg pujian pd Tuhan mengenai hal baru yg Tuhan lakukan di tengah-tengah mrka, bkn spt mencari ilham utk menciptakan sebuah lagu spt zaman skrg. Inilah hal yg mgkin tdk dilakukan oleh kita di zaman ini yg cenderung utk menyanyikan lagu pujian yg diciptakan tdk selalu berdasarkan krna perbuatan Tuhan yg disaksikan dan dialami sndri bahkan mgkin kita sndri blm tentu mengalami yg kita nyanyikan itu. Pengarang lagunya mgkin memang mengalaminya tp kita blm tentu. Jd memang kita hrs paham mengenai jenis lagu pujian utk Tuhan dan perlu berhati-hati ketika menyanyikannya, lagu itu perkataan yg disampaikan pd Tuhan dg irama dan iringan musik, jd beda dg menyanyikan lagu sekuler.

Ada pujian yg dibuat dg menggunakan ayat Alkitab, tentu ini hal yg baik. Ada jg yg berdasarkan pengalaman pribadi si pencipta lagu, inilah yg blm tentu pas dg situasi yg kita alami. Ada yg dibuat krna permintaan khusus, misalnya utk sebuah event rohani, disesuaikan dg kebutuhan visi misi yg dikehendaki. Bnyk sebab mengapa sebuah lagu pujian utk Tuhan dibuat, isinya hrs memuliakan Tuhan. Nyanyian baru bagi Tuhan adalah nyanyian kesaksian ttg apa yg sedang dan telah Tuhan lakukan di tengah-tengah orang kudus-Nya, jd bkn ttg pengalaman pribadi. Sbg contoh: misalkan setelah pandemi Covid-19 ini selesai, Tuhan memberi inspirasi pd seseorg utk mengarang lagu yg isinya ttg penyertaan Tuhan pd kita sepanjang pandemi ini berlangsung.

Bisa jg Tuhan memberi kita nyanyian baru utk pribadi kita sndri, tp bkn utk dinyanyikan scra umum, hanya sbg bentuk rasa syukur kita krna mengalami Tuhan dlm hidup kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Nyanyian Baru

Tuhan Menjaga Kita

DI 27042020

Yudas 1:24 KJV
Now unto him that is able to keep you from falling, and to present you faultless before the presence of his glory with exceeding joy,

  • Sekarang bagi Dia yang sanggup untuk menjagamu dari kejatuhan, dan untuk menghadirkan kamu tanpa kesalahan di hadapan hadirat kemuliaan-Nya dengan sukacita yang amat besar

Di ayat ini kita diingatkan ttg 2 masalah dlm kehidupan rohani kita yaitu tersandung atau jatuh dan hidup tanpa kesalahan atau cela.

Bisakah kita melakukannya? Jwbannya bs ya dan tdk, kita mustahil utk bs hidup tanpa berbuat kesalahan sama sekali dan mgkin bs tersandung jatuh krna berbagai sebab dg kekuatan diri kita sndri. Kita beriman pd Tuhan krna sadar bhw bnyk hal dlm hidup ini kita butuh Tuhan dan kuasa-Nya. Dlm ayat ini jelas dikatakan hanya Tuhan saja yg benar-benar sanggup utk menjaga kita dr berbuat salah dan tersandung oleh bnyk sebab. Kalau kita berpikir bhw kita sanggup menjaga diri sndri dr berbuat salah dan tersandung, maka kita menyangkal kemampuan Tuhan dan pasti sampai akhir hidup kita akan bnyk kesalahan yg kita buat dan kita jatuh krna kelengahan kita sndri. Tuhan membenci org yg sombong.

Kita bs terhindar dr berbuat kesalahan dan tdk tersandung krna Tuhan hadir di dlm hidup kita. Ibarat kita pergi ke sebuah desa terpencil dan jalan yg kita lalui rusak berat. Bila kita didampingi oleh warga setempat maka dia akan memberitahu kita di bagian jalan mana yg terdpt lubang dan jgn lewat di situ. Mgkin kita meminta dialah yg menyetir krna dia lebih paham utk itu sebab dia sdh sering melintasinya. Pd akhirnya kita bs sampai di tujuan dg aman dan kendaraan kitapun tdk mengalami kerusakan. Inilah pentingnya peran Tuhan dlm kehidupan setiap kita, jgn mengandalkan diri sndri, apa yg akan terjd besokpun kita tdk tahu, tp Tuhan tahu semuanya. Berjalanlah bersama Tuhan dlm keseharian hidup kita.

Kita aman saat berjalan dg Tuhan, perlindungan-Nya sempurna dan si jahat tdk bs menyentuh kita, kita aman krna Tuhan yang menjaga.

Posted in Renungan | Comments Off on Tuhan Menjaga Kita

Jangan Terpecah

DI 25042020

Yakobus 3:16 KJV
For where envying and strife is, there is confusion and every evil work.

  • Karena di mana ada iri hati dan perselisihan, di situ ada kekacauan dan setiap perbuatan jahat

Iri hati muncul ketika terjd sebuah pembandingan, menjd iri krna didapati org atau golongan lain ternyata mendpt perlakuan lebih, dukungan lebih, dsbnya.

Iri hati pd level tertentu msh bs dianggap positif bila iri hati itu memicu kita utk meniru yg lebih baik, namun menjd negatif bila yg timbul adalah keinginan utk mempermalukan org lain dan tdk suka dg individu org itu. Kalau kita ternyata tdk lebih baik dr org lain dlm suatu hal misalnya, hrs rendah hati dan mengakuinya, dan memberikan pujian pd org itu, namun jgn menghakimi diri sndri scra berlebihan. Gagal blm tentu krna kita tdk berguna, mgkin hanya krna kesalahan kecil yg kita perbuat. Kalau kita merendahkan diri sndri, maka org lain akan terlihat makin lebih ‘tinggi’ dr kita, pdhal kitalah yg salah menilai org itu. Mestinya kita termotivasi utk mampu melakukan yg org lain bs lakukan, tentu ini dlm melakukan hal yg positif.

Iri hati spt sebuah magnet yg menarik hal-hal yg jahat masuk dlm situasi saat terjadinya perselisihan, cekcok, shga terjd kekacauan dan kebingungan. Mulai timbul perasaan tdk suka terhadap org yg lebih drpd kita, berusaha utk menjatuhkannya dg cara apapun. Di sinilah perpecahan mulai timbul dan perbedaan pendapat makin tajam. Iblis mulai mendpt celah utk lebih merusak suasana, dia mulai memasukkan pikiran jahatnya dlm pikiran org yg iri hati, hati mulai dikotori dg niat jahat shga pd akhirnya melahirkan perbuatan jahat yg tdk jarang menimbulkan bnyk kerugian bahkan bs terjd korban nyawa. Krna itulah jika mulai muncul iri hari, segera padamkan dan jaga damai sejahtera dlm hati kita.

Miliki pikiran yg jernih, hati yg penuh ucapan syukur shga bs turut bersukacita ketika org lain berhasil, sukses dan melakukan sesuatu yg besar, jgn kita merusak suasana yg awalnya masih baik.

Posted in Renungan | Comments Off on Jangan Terpecah

Berdoa Bukan Menggerutu

DI 24042020

Yakobus 5:13 KJV
Is any among you afflicted? let him pray. Is any merry? let him sing psalms.

  • Adakah di antara kalian yang menderita? Biarlah dia berdoa. Ada yang bergembira? Biarlah dia menyanyikan mazmur

Efek dr pandemi Covid-19 memang menyentuh hampir seluruh sisi kehidupan manusia, mulai dr kesehatan, ekonomi global, hingga hidup kerohanian kita.

Salah satu akibatnya adalah munculnya penderitaan, baik krna sakit atau masalah yg ada. Selama pandemi ini berlangsung, kita dianjurkan utk meningkatkan imunitas tubuh, salah satunya dg menjaga sukacita kita tetap penuh, memiliki hati yg gembira. Tp bgmna jika sdh susah dan menderita bs memiliki hati yg gembira? Ayat ini mengajar bhw kalau sdg menderita, maka berdoalah. Di sinilah letak cara pikir manusia kita dg cara pikir Tuhan. Manusia berpikir bhw susahnya hilang dulu br bs berdoa dg khusuk. Tp Tuhan mengajar kita utk berdoa justru di tengah kesusahan yg dialami. Agaknya kita perlu memahami ttg doa, krna kita terbiasa diajarkan utk berdoa scra khusuk dan tenang.

Doa itu komunikasi 2 arah dg Tuhan. Jd bgmna suasana wkt kita berdoa pasti tdk akan selalu sama. Ada wkt kita berdoa di suasana yg tenang dan teduh, ada jg di wkt yg terdesak dan terancam, kita jg menaikkan doa berupa berseru pd Tuhan meminta pertolongan-Nya. Jd kita hrs paham bhw berdoa tdk selalu bs dlm keadaan yg tenang dan tdklah berdosa kalau kita berdoa saat sdg menderita, menyampaikan keluh kesah di hadapan Tuhan. Lbh baik jujur drpd munafik saat berdoa, bacalah bgmna Daud berdoa pd Tuhan, dia jujur apa adanya. Jgn curhat di medsos krna semua org tdk dwsa cara berpikirnya, yg ada kita justru dikecewakan bahkan dianggap tdk dwsa rohani. Jgn andalkan pertolongan manusia.

Berdoalah saat kita menderita, doa yg jujur di hadapan Tuhan, bknkah Tuhan tahu isi hati kita? Jd knpa hrs munafik saat berdoa? Jujurlah!

Posted in Renungan | Comments Off on Berdoa Bukan Menggerutu

Hanya Soal Perasaan?

DI 23042020

1 Raja-raja 11:1,6
Adapun raja Salomo mencintai banyak perempuan asing. Di samping anak Firaun ia mencintai perempuan-perempuan Moab, Amon, Edom, Sidon dan Het,

  • dan Salomo melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, dan ia tidak dengan sepenuh hati mengikuti TUHAN, seperti Daud, ayahnya.

Cinta bkn sekedar sebuah bentuk perasaan, tp cinta jg faktor penentu arah langkah kita nantinya, apakah menuju surga atau neraka.

Sejak dr zaman dulu, Tuhan sdh melarang umat-Nya menikah dg org di luar bangsa Israel sndri krna bangsa-bangsa lain mempraktekkan penyembahan berhala. Dr generasi ke generasi terulang dosa yg sama dan akibatnya bangsa Israel masuk dlm ‘jebakan cinta dan nafsu badani’, hingga menyebabkan murka Tuhan turun. Di zaman ini tentu aplikasinya sedikit berbeda, bkn lg hrs menikah dg org sebangsanya saja, tp jgn menikah dg org yg tdk seiman, org yg tdk menyembah Tuhan Yesus. Boleh menikah dg yg tdk sebangsa atau sesuku, asalkan sama-sama sbg umat Tuhan. Dan hal ini hrs diwaspadai semenjak pertemanan dg org lain itu dimulai.

Faktor wajah tampan atau cantik, faktor hasrat sexual, faktor kekayaan dan kekuasaan, biasanya menjd alasan mengapa berani melanggar larangan Tuhan utk jatuh cinta dan menikah dg yg tdk seiman. Lama kelamaan terbujuk rayuan utk meninggalkan iman pd Tuhan dan mengikuti iman pasangannya. Terlebih lg pandangan ttg toleransi yg kebablasan, bila ada anggota keluarga yg kemudian menjd penganut iman yg bkn pd Tuhan Yesus diangggap itu sbg hak asasi, dan dibiarkan saja krna alasan dia sdh dewasa dan bs memilih sndri siapa yg mau dipercayai dan diimani. Toleransi berlaku utk menghormati iman org lain, bkn berarti membiarkan anggota keluarga kita meninggalkan iman pd Tuhan dg sebebas-bebasnya. Tuhan akan minta pertanggung jwban dr org yg membiarkan bgtu saja hal itu terjd.

Apa dan siapa yg kita cintai hari-hari ini, biarlah itu justru membantu kita berjalan semakin mantap di jalan Tuhan shga arah langkah kita pastinya menuju surga.

Posted in Renungan | Comments Off on Hanya Soal Perasaan?

Bukan Mengimani Tapi Berbuat Benar

DI 22042020

Yakobus 2:25-26
Dan bukankah demikian juga Rahab, pelacur itu, dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia menyembunyikan orang-orang yang disuruh itu di dalam rumahnya, lalu menolong mereka lolos melalui jalan yang lain?

  • Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.

Bnyk org keliru memahami hubungan antara iman dan perbuatan, yg sering dipikir benar adalah lakukan perbuatan yg jd bukti kita sdg mengimani sesuatu.

Yg benar adalah: org yg memiliki iman, beriman pd Tuhan, akan nyata dlm hal perbuatannya yaitu perbuatan yg mengandung kasih di dlmnya krna Tuhan yg diimani adalah kasih itu sndri. Jd bkn spt kita mengingini sesuatu, minta pd Tuhan lalu kita melakukan sesuatu yg arahnya menuju apa yg kita imani. Itulah sebabnya dikatakan bhw iman tanpa perbuatan itu mati spt tubuh tanpa roh. Roh butuh tubuh utk mengerjakan sesuatu, krna itu roh hrs ada di dlm tubuh. Iman hrs ada di dlm setiap perbuatan kita, artinya perbuatan kita mencerminkan atau menjd bukti kita punya iman pd Tuhan. Org beriman tdk mgkin berbuat asusila, tdk sopan, menghina org lain, dsbnya.

Kalau kita minta sesuatu pd Tuhan, tak perlu kita mengimani permintaan itu. Tuhan tahu apa yg benar dan berguna utk kita, jika yg kita minta itu bs merusak hidup kita, tdk mgkin Dia akan mengabulkan permintaan kita itu. Dikabulkan atau tdk, sepenuhnya kedaulatan ada pd Tuhan, bkn tergantung apa yg kita buat. Kalau Tuhan menolak yg kita minta, percuma berpuasa utk itu, percuma deklarasi ayat-ayat Alkitab. Kalau Tuhan mau mengabulkannya, kita hrs bersiap diri menerimanya, tdk usah jg berpuasa atau deklarasi ini itu. Kalau Tuhan suruh kita berpuasa, ya hrs puasa, pasti ada sesuatu yg ingin Dia lakukan saat kita berpuasa. Berpuasa bkn utk mendesak atau memaksa Tuhan mengikuti kemauan kita, tp justru puasa itu merendahkan diri di hadapan Tuhan dan tunduk sepenuhnya pd kedaulatan Tuhan.

Sbg org yg beriman pd Tuhan, nyatakan Tuhan lewat setiap perbuatan yg kita lakukan, bkn utk dipamerkan tp utk menjd berkat bagi bnyk org.

Posted in Renungan | Comments Off on Bukan Mengimani Tapi Berbuat Benar

Cuma Dengar Firman Saja

DI 21042020

Yakobus 1:23-24
Sebab jika seorang hanya mendengar firman saja dan tidak melakukannya, ia adalah seumpama seorang yang sedang mengamat-amati mukanya yang sebenarnya di depan cermin.

  • Baru saja ia memandang dirinya, ia sudah pergi atau ia segera lupa bagaimana rupanya.

Cara paling efektif supaya kita bs mengingat ttg firman Tuhan adalah bkn menghafalnya, tp justru mempraktekkannya setelah kita mendengarnya.

Lebih berharga org yg mengingat ttg isi firman Tuhan krna dia telah melakukannya walau tdk ingat di mana ayatnya drpd org yg hafal ayat tp tdk menjd pelaku firman. Tuhan senang bila kita hafal ayat Alkitab tp Dia tdk suka kalau kita tdk melakukan ayat-ayat firman Tuhan yg sdh kita hafalkan. Spt org yg bercermin sbntar lalu lupa dg apa yg dia lihat sewaktu bercermin. Krna bagi org yg bercermin itu yg penting dia terlihat rapi dan indah, bkn utk melihat detail bentuk tubuh atau wajahnya. Spt itulah org yg menghafal bnyk ayat, terlihat hebat di mata manusia namun blm tentu Tuhan akan memuji Dia, kecuali dia jg melakukan firman Tuhan yg dia telah hafalkan.

Kalau seseorg berhasil melakukan sesuatu sesuai petunjuk yg diberikan, maka selanjutnya akan lebih mudah utk melakukan hal yg sama, malah mgkin tdk perlu lg melihat kertas atau buku petunjuknya, semua tahapan sdh otomatis hafal di otaknya. Inilah yg sdkit bs menjelaskan bhw melakukan firman Tuhan adalah cara terbaik utk kita bs mengingat ayat ttg firman Tuhan. Walau mgkin tdk ingat letak ayatnya scra pasti namun ini sdh lebih baik drpd sekedar menghafal saja. Ini jg yg mgkin membuat sebagian kalangan yg lbh bnyk tahu ttg teologia namun sebagian dr mrka saja yg menjd pelaku firman. Tuhan tdk mencari pendebat terhebat, tp Dia menginginkan bnyk org menjd pelaku firman Tuhan.

Jadilah pendengar dan pembaca firman Tuhan, jika mgkin bnyk dihafalkan tp wajib utk dilakukan dlm keseharian kita, jadilah pelaku firman Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Cuma Dengar Firman Saja

Akibat Kurang Hikmat

DI 20042020

1 Raja-raja 2:17-18
Maka katanya: “Bicarakanlah kiranya dengan raja Salomo, sebab ia tidak akan menolak permintaanmu, supaya Abisag, gadis Sunem itu, diberikannya kepadaku menjadi isteriku.”

  • Jawab Batsyeba: “Baik, aku akan membicarakan hal itu untuk engkau dengan raja.”

Niat Adonia utk menjd raja tdklah surut meskipun dia gagal dlm kudeta dan mendpt pengampunan dr raja Salomo, namun dia blm menyerah jg, sekalipun Daud telah mati saat itu.

Batsyeba ibu Salomo, tdk menyadari bhw dirinya diperalat oleh anak tirinya sndri krna Adonia lahir dr Hagit, istri Daud jg. Dg meminta Abisag, isteri Daud yg melayani Daud di masa tuanya, utk menjd isterinya, maka itulah sebuah siasat yg digunakan utk memperalat Batsyeba dan Salomo : siapa yg memperistri istri raja tentulah dia seorg raja! Salomo memahami ini dan akhirnya memutuskan utk membunuh Adonia krna permintaannya itu yg bs disamakan sbg usaha menggeser kedudukan Salomo sbg raja. Krna Salomo berhikmat dan mengerti maksud jahat dibalik permintaan Adonia melalui Batsyeba, ibunya, dia hanya menghukum Adonia dan memaklumi ibunya yg hanyalah diperalat saja.

Batsyeba memang cantik namun tdk berhikmat, beda dg Abigail, isteri Daud yg lain yg memang jg cantik namun berhikmat jg. Kisah Daud, Nabal dan Abigail dlm 1 Samuel 25 bs menjelaskan bgmna bijaknya Abigail menahan amarah Daud shga pd akhirnya Daud terpikat dg hikmat yg dimiliki Abigail. Kita hrs paham bhw keunggulan fisik kita (tampan dan cantik) perlu diimbangi dg kecerdasan dan kebijaksanaan. Jgn sampai bs diperalat org lain shga bs menjd tumbal bagi org yg memperalat kita. Batsyeba bs dihukum dg tuduhan bersekongkol dg Adonia, namun Salomo menyelamatkan dia. Pengetahuan itu penting, tp perlu dilengkapi dg hikmat dr Tuhan shga bs memahami maksud dan niat jahat yg terselubung dr org yg kelihatannya baik terhadap kita.

Jgn bangga dg keunggulan fisik kita, tp perlengkapi diri kita dg hikmat dr Tuhan dan kemurnian hati nurani. Jgn cantik atau tampan tetapi mudah diperalat org lain.

Posted in Renungan | Comments Off on Akibat Kurang Hikmat

Cari Tahu Penyebabnya

DI 18042020

2 Samuel 21:1

  • Dalam zaman Daud terjadilah kelaparan selama tiga tahun berturut-turut, lalu Daud pergi menanyakan petunjuk TUHAN. Berfirmanlah TUHAN: “Pada Saul dan keluarganya melekat hutang darah, karena ia telah membunuh orang-orang Gibeon.”

Bencana kelaparan di Israel selama 3 tahun pd zaman itu ternyata disebabkan oleh perbuatan Saul yg melanggar perjanjian dg org-org Gibeon dg membunuh mrka.

Daud seorg raja yg peduli dg keadaan bangsa dan rakyatnya, sehingga dia mencari tahu apa penyebabnya. Daud meminta petunjuk Tuhan dan pd akhirnya menerima jwban dr Tuhan. Kisah lengkapnya berakhir dg penyerahan keturunan Saul pd org-org Gibeon, shga hutang darah itu diselesaikan. Jd bisa kita simpulkan bhw bila seorg pemimpin negara bertindak melawan perjanjian yg ada maka danpaknya bs buruk terhadap seluruh rakyatnya. Jd ini yg hrs diperhatikan oleh para pemimpin dlm bidang apapun, apa yg sdh dijanjikan spya jgn dilanggar apalg sampai jatuh korban dlm hal nyawa manusia. Dampaknya akan sangat buruk bagi bnyk org yg di bawah kepemimpinannya.

Demi kepentingan suatu bangsa akhirnya Daud memilih mengorbankan sebagian dr keluarga Saul demi berhentinya bencana kelaparan pd wkt itu. Daud terikat sumpah dg Yonatan anak Saul, shga yg dikorbankan bkn dr keturunan Yonatan, tp dr keturunan gundik Saul yaitu 2 anak laki-laki Rizpa dan 5 cucu laki-laki Saul. Mefiboset yg dimaksud bknlah anak Yonatan, tp anak Saul dr Rizpa. Jd Mefiboset anak Yonatan (cucu Saul) tdk ikut dikorbankan, nama keduanya saja memang sama. Ada hal yg hrs kita korbankan spya pemulihan kembali terjd. Yg penting adalah cari tahu apa penyebab dr apa yg sdg terjd hari-hari ini dan kemudian meminta petunjuk Tuhan apa yg hrs dilakukan.

Jgn melanggar janji yg pernah kita ikat dg siapapun jg, jadilah pribadi yg setia dan bs dipercaya shga ada perkenanan Tuhan dlm hidup kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Cari Tahu Penyebabnya

Iman Sara

DI 17042020

Ibrani 11:11 KJV
Through faith also Sara herself received strength to conceive seed, and was delivered of a child when she was past age, because she judged him faithful who had promised.

  • Melalui iman juga Sara sendiri menerima kekuatan untuk mengandung benih, dan melahirkan seorang anak ketika dia melewati masanya, karena dia menilai Dia yang telah berjanji itu setia.

Lahirnya Ishak di masa tua Abraham dan Sara merupakan wujud dr janji Tuhan yg selalu diimani. Abraham dan Sara pd akhirnya berhasil memahami ttg iman dan kemudian mrka melihat bukti dr janji Tuhan yg diimani yaitu lahirnya Ishak.

Abraham dan Sara menunggu 25 tahun sampai janji Tuhan bhw mrka akan memiliki keturunan itu terwujud. Sementara secara fisik mrka sdh tdk mgkin utk memiliki keturunan krna umur mrka yg telah tua. Tuhan memberikan janji namun mengapa itu tdk lgsg terjd setahun kemudian mrka memiliki anak? Janji yg tanpa diimani akan membutuhkan waktu lebih lama hingga akhirnya janji itu terwujud. Abraham sempat mengimani janji Tuhan, tp Sara tdklah lgsg bs mengimaninya. Ketika Sara menyuruh Abraham menghampiri Hagar, hamba perempuannya, ini membuat anak yg dilahirkan Hagar ditolak Tuhan sbg ahli waris janji Tuhan pd Abraham. Tuhan tdk ingin janji-Nya diragukan sedikitpun.

Ayat yg kita bc pd akhirnya menunjukkan bhw Sara memiliki iman jg, sehingga dia mengandung dan melahirkan Ishak, anak tunggal mrka. Di sinilah kita belajar membedakan antara mujizat Tuhan dg janji Tuhan. Mujizat bs terjd pd diri seseorg meskipun dia tdk pny iman pd Tuhan krna mujizat tdk bergantung pd keadaan manusianya, tp sepenugnya terjd krna kuasa Tuhan yg luar biasa, sdgkan janji Tuhan bergantung pd iman org yg dijanjikan sesuatu oleh Tuhan spya janji itu terwujud. Tanpa beriman kita tdk mgkin melihat janji Tuhan menjd nyata dlm hidup kita. Sara pd awalnya tdk beriman mengenai janji Tuhan, namun pd akhirnya dia sadar dan mulai mengimani janji Tuhan, dan janji Tuhan itu menjd kenyataan.

Apakah kita menerima janji Tuhan? Imani janji itu dan lihatlah bhw itu akan menjd sebuah kenyataan oleh krna iman kita tetap teguh pd janji Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Iman Sara