Ada Sebabnya

DI 03062019

2 Samuel 21:1

  • Dalam zaman Daud terjadilah kelaparan selama tiga tahun berturut-turut, lalu Daud pergi menanyakan petunjuk TUHAN. Berfirmanlah TUHAN: “Pada Saul dan keluarganya melekat hutang darah, karena ia telah membunuh orang-orang Gibeon.”

3 tahun kelaparan di Israel ternyata disebabkan oleh adanya hutang darah yg dilakukan Saul dan keluarganya terhadap org-org Gibeon. Kisah ini berakhir dg diserahkannya 7 keturunan Saul ke org-org Gibeon dan dibunuh. Tuhan mengabulkan doa bangsa Israel ttg kelaparan yg melanda negeri itu.

Situasi buruk yg terjd mgkin saja ada penyebab dr masa lalu yg tdk disadari. Spt dlm kisah ini, 3 thn barulah terjwb penyebab dr kelaparan yg ada. Memang tdk selalu penyebabnya dr masa lalu, tapi ada baiknya berdoa dan bertanya pd Tuhan ttg penyebab dr yg sdg terjd spya keadaan tdk semakin memburuk. Inilah gunanya utk selalu dikoreksi Tuhan, yg tdk disadari menjd terlihat jelas.

Hutang dlm bentuk apapun, baik hutang uang, hutang darah, atau nazar yg blm dibayar pd Tuhan, bs menjd penyebab dr situasi buruk yg sdg terjd. Hutang hrs dilunasi, dibayar, jgn ditunda-tunda. Berkat Tuhan bs terhalang kita terima krna hal itu, dan ini hrs diselesaikan segera. Jgn berhutang bila tdk yakin bs sanggup membayar, jgn bernazar bila tdk tahu nantinya hrs dibayar dg satu-satunya yg dimiliki. Jgn merugikan org lain jika nantinya tdk ingin dituntut pembalasannya. Jd hrs pintar mengukur kapasitas yg kita miliki.

Jgn melanggar perjanjian yg telah disepakati. Saul dan keluarganya telah melanggar perjanjian dg membunuh org-org Gibeon, akibatnya terjd hutang darah. Ini pelajaran penting yg hrs kita cermati, ada dampak krna pelanggaran perjanjian. Tepati janji sesuai kesepakatan, penuhi yg dijanjikan, komitmen dlm melakukan isi perjanjian, maka damai dan berkat yg akan mendatangi hidup kita. Andalkan Tuhan dan jgn membuat celah utk masalah yg sbnarnya tdk perlu ada masuk dlm hidup kita. Jaga integritas diri kita, berani berjanji, berani jg menepatinya.

Posted in Renungan | Comments Off on Ada Sebabnya

Tanpa Kemuliaan Tuhan

DI 01062019

Yehezkiel 10:18

  • Lalu kemuliaan TUHAN pergi dari ambang pintu Bait Suci dan hinggap di atas kerub-kerub.

Semegah apapun bangunan Bait Suci tp tdk ada kemuliaan Tuhan di dlmnya, itu hanya sebuah gedung biasa dan telah kehilangan fungsi utamanya sbg tempat Tuhan menyatakan diri-Nya pd umat-Nya.

Demikian jg dg gereja, jika tdk nyata kehadiran Tuhan di dlmnya, grja hanyalah gedung yg berinterior bagus, memang ada kegiatan kerohanian di dlmnya, tp tdk ada kemuliaan Tuhan. Jemaat yg dtg tdk mengalami perjumpaan dg Tuhan shga hidup mrka dipulihkan. Spt masuk bioskop saja, menikmati acara yg ada.

Bgmna dg hidup kita? Nyatakah kehadiran Tuhan di dlmnya? Atau tdk ada sama sekali karya Tuhan yg terlihat di dlmnya. Sebagian org merasa tak masalah hidup tanpa kehadiran Tuhan dlm hidupnya. Semua bs dikerjakan sndri tanpa campur tgn Tuhan. Sampai batas tertentu mgkin manusia bs bertahan hidup tanpa Tuhan, tp setelah itu barulah dia menyadari bhw dia perlu Tuhan, krna ada hal-hal yg tdk bs dilakukan oleh hartanya, sahabatnya maupun dirinya sndri. Ttg kehidupan stlah kematian jasmani, harta kita tdk bs menolong kita.

Kalau ada kemuliaan Tuhan dlm hidup kita, pasti ada selalu yg bs kita saksikan pd org lain ttg Tuhan. Bnyk pengalaman yg bs kita saksikan krna kita hidup berjalan bersama Tuhan. Namun bnyk jg yg tdk mau bersaksi, dg berbagai alasan bahkan tdk mau menceritakan karya Tuhan dlm hidupnya, padahal tinggal bercerita saja. Bersaksi berarti kita mengakui Tuhan, tdk bersaksi vg tdk mengakui perbuatan Tuhan dlm hidup kita. Menyangkal Tuhan bkn saja ttg tdk mengakui Yesus sbg Tuhan dan Juruselamat kita, tp jg tdk mengakui campur tangan Tuhan atas hidup kita.

Tetap bangun hubungan yg baik dg Tuhan, setiap waktu bergaul dg Dia. Tuhan senang kalau kita dekat dg Dia dan menjauhi dosa. Tuhan senang kalau kita rendah hati menerima kehadiran-Nya dlm hidup kita. Ikuti semua perintah-Nya, lakukan dg setia, tetap iring Yesus.

Posted in Renungan | Comments Off on Tanpa Kemuliaan Tuhan

Pemberian Tuhan

DI 31052019

Pengkhotbah 3:13 KJV
And also that every man should eat and drink, and enjoy the good of all his labour, it is the gift of God.

  • Dan juga setiap orang akan makan dan minum, dan menikmati yang baik dari pekerjaan mereka, ini adalah pemberian Tuhan.

Kalau kita bersyukur utk sesuatu yg kita tdk bs lakukan tetapi Tuhan melakukannya bagi kita, ini hal yg sangat mudah. Misalnya saat kita mengalami sndri mujizat Tuhan, terobosan dr Tuhan, dsbnya, otomatis kita bs mengucap syukur dan bersukacita, mengakui bhw Tuhan hebat luar biasa.

Ayat ini bcra ttg yg Tuhan berikan utk keseharian kita, yaitu ttg mknan dan minuman, masih bisakah kita mudah bersyukur? Mgkin kita berpikir, kita bekerja, bisnis, dpt penghasilan, dan dr situ kita bs memenuhi kebutuhan mkn dan minum kita. Org yg tdk percaya Tuhanpun melakukan hal yg sama, jd mengapa hrs bersyukur utk mknan dan minuman yg sehari-hari kita konsumsi?

Letak permasalahannya ada pada hal ini : kita bs melakukannya sndri sekalipun tanpa campur tangan Tuhan. Kita cuma terbiasa berdoa minta Tuhan menguduskan mknan dan minuman kita, tp blm sampai mengucap syukur krna paham bhw bs mkn dan minum itu sebuah pemberian dari Tuhan. Kita terbiasa menghargai yg spektakuler dr Tuhan, tp kurang menghargai pemberian Tuhan yg kita nikmati sehari-hari, kita anggap itu biasa dan tanpa Tuhanpun, kita bs tetap mkn dan minum.

Kalau Tuhan tdk memberi kita umur panjang, bisakah kita menikmati semuanya? Jgn kita sombong di hadapan Tuhan. Ini yg hrs kita sadari bhw kalau Tuhan tdk memberikannya pd kita, kita tdk bs menikmatinya. Semua hasil jerih lelah kita mgkin org lain yg menikmati, krna itulah rendahkan hati utk mengakui bhw semua adalah pemberian Tuhan yg hrs kita hargai dan syukuri. Meskipun hal yg kecil, yg kita nikmati setiap hari, yg biasa kita lihat, Tuhan menyediakannya utk kita. Tuhan mengasihi kita, krna itulah Dia memberikan semuanya yg kita nikmati sehari-hari. Tuhan ada dan trs memberi pd kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Pemberian Tuhan

Perkataan Iman

DI 29052019

Kejadian 30:24 KJV
And she called his name Joseph; and said, The LORD shall add to me another son.

  • Dan dia memanggil namanya: Yusuf, dan berkata: “TUHAN akan menambahkanku anak laki-laki lain.”

Sekian lama menikah dg Yakub, Rahel blm jg mengandung, hingga akhirnya Tuhan mengingat dia dan membuka kandungannya shga lahirlah anak laki-laki dr kandungannya yg diberi nama Yusuf.

Arti nama Yusuf adalah ‘kiranya ditambahkan-Nya lagi anak laki-laki’. Sejarah mencatat bhw memang kemudian Rahel mengandung lagi dan melahirkan anak laki-laki yaitu Benyamin, namun Rahel meninggal setelah melahirkannya.

Doa dan perkataan iman memang sejalan, selain merupakan permintaan utk diberi Tuhan anak lagi, pemberian nama Yusuf merupakan tindakan iman, setiap memanggil nama Yusuf, Rahel sdg memperkatakan imannya pd Tuhan. Namun ini semua tentu bergantung pd kehendak Tuhan, jika Tuhan tdk berkehendak maka tdk akan terjd apa-apa. Ingat bhw ke-Kristenan bkn sebuah ritual, tp sebuah hubungan dg Tuhan.

Kita memberi nama pd anak kita dg harapan terjd spt arti namanya, tentu ini hrs didukung dg kualitas diri kita yg mengalir lewat perkataan yg kita ucapkan. Ayat Firman Tuhan tdk boleh digunakan spt mantera atau jimat, itu sdh sebuah penyesatan. Menyampaikan permohonan pd Tuhan tentu saja boleh, tp jgn memaksa Tuhan utk mengabulkannya. Ada kalanya Tuhan terlihat spt mengabulkan yg kita minta, pdhal itu sbg sebuah alasan utk Dia menghukum kita, spya kita sadar bhw yg kita minta itu tdk baik dan salah.

Perkataan yg didasari oleh iman itu suatu saat akan menjd kenyataan, krna itu jgn sembarang mengucapkan atau meminta sesuatu, jgn mengucapkan perkataan yg negatif, yg mengandung kutuk, krna ketika menjd sebuah kenyataan, kita menyesal nantinya. Berpikir sblum mengucapkan, jgn krna dorongan emosi, perkataan kita pny dampak yg bs membangun atau meruntuhkan. Jaga pikiran dan hati kita tetap tenang, jgn simpan kesalahan org lain di dlm hati kita. Kendalikan diri.

Posted in Renungan | Comments Off on Perkataan Iman

Dikenang Baik atau Buruk

DI 28052019

2 Tawarikh 21:20

  • Ia berumur tiga puluh dua tahun pada waktu ia menjadi raja dan delapan tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Ia meninggal dengan tidak dicintai orang. Ia dikuburkan di kota Daud, tetapi tidak di dalam pekuburan raja-raja.

Raja Yoram adalah raja Yehuda, anak dr Yosafat, dia adalah mantu dr raja Ahab, raja Israel. Dia meninggal di usia 40 tahun krna dosanya pd Tuhan shga Tuhan menulahinya dg penyakit usus.

Matinya raja Yoram disambut dingin oleh rakyat, tdk ada ratap tangis, bahkan dia dimakamkan bkn di pekuburan raja-raja. Karena dosanya pd Tuhan, rakyat ikut menderita karenanya.

Kalau kita kelak meninggal, ingin dikenang sbg org baik atau buruk? Ingin ditangisi atau ditertawai? Semua bergantung dr apa yg kita lakukan selagi masih hidup. Apakah selama kita hidup membw bnyk kenangan manis, kebaikan, sukacita, dsbnya, atau malah sebaliknya, kita diingat org sbg org yg tidak baik, hidup hanya utk diri sndri, tdk membw dampak positif, dsbnya? Jgn sampai justru kita dibenci org krna perbuatan kita, tentu ini bkn hal yg baik bagi kita maupun keluarga yg kita tinggalkan.

Manusia mati meninggalkan nama baiknya. Nama baik lebih berharga drpd kekayaan yg kita miliki. Org yg dihormati krna memiliki nama baik tentunya penghormatannya pantas diakui, sdgkan org yg dihormati krna kekayaannya, penghormatannya tergantung selama dia kaya, bgtu tdk kaya lg, org tdk lg menghormatinya. Selama kita hidup, usahakanlah yang terbaik utk keluarga, komunitas dan jg bangsa kita, jgn sampai org lain dirugikan krna perbuatan kita dan menimbulkan kebencian. Biarlah kehadiran kita itu disyukuri, bkn malah tdk disenangi. Berbagi dg sesama tdklah pernah merugikan kita, krna Tuhan menyediakan yg kita perlukan, apalg ketika kita melakukan sesuatu yg memuliakan nama Tuhan. Tetap setia berbuat baik, sekalipun kita tdk menerima balasan apapun. Lakukanlah krna kita mengasihi Dia dan sesama.

Kita tdk tahu kpn waktunya meninggal.

Posted in Renungan | Comments Off on Dikenang Baik atau Buruk

Mengusir Benih Dosa

DI 27052019

Ezra 10:19

  • Dengan memegang tangan, mereka itu berjanji akan mengusir isteri mereka. Dan mereka mempersembahkan seekor domba jantan dari kawanan kambing domba sebagai korban penebus salah karena kesalahan mereka.

Kalau kita ada di posisi mrka, apakah kita akan melakukan hal yg sama dg mengusir istri dan kembali berkomitmen pd Tuhan? Lalu bgmna mnrut sudut pandang HAM?

Di sinilah ketegasan diuji antara kembali mengikuti hukum Tuhan scra utuh, tanpa dikurangi atau diubah, atau kita memanipulasi hukum demi hak asasi manusia? Dr sisi manusiawi tentu tetap hrs bertanggung jwb terhadap istri, tp dr sisi hukum Tuhan, hrs menguduskan diri dan kembali pd hukum Tuhan. Bagi kita, hukum Tuhan di atas segalanya, krna hukum-hukum yg dibuat manusia hanya berlaku selama manusia itu hidup, tp hukum Tuhan berlaku hingga masa penghakiman Tuhan tiba, saat setiap org, baik yg masih hidup maupun yg sdh mati, menghadap Tuhan utk dihakimi.

Mengusir istri yg berasal dr bangsa lain oleh org Israel wkt itu adalah hal yg seharusnya dilakukan demi menjaga kemurnian mrka. Mgkin terlihat kejam, tdk manusiawi, tp itulah hal yg hrs dilakukan demi ketaatan pd Tuhan. Awalnya memang sdh dilarang Tuhan, tetapi dilanggar oleh org Israel. Jd ini bkn sekedar masalah moral, tp masalah dosa. Dosa tdk bs dihapus dg moral baik, hanya Tuhan yg sanggup mengampuni dosa. Ini gambaran agar kita jgn memelihara benih dosa, krna suatu saat benih dosa akan bertumbuh dan menjd perbuatan dosa. Seumpama jentik nyamuk, hrs dibasmi, kalau tdk jentik ini akan berubah menjd nyamuk yg bs menyebabkan penyakit malaria dan DBD bagi yg digigit olehnya. Jgn biarkan hidup kita dirusak oleh hal-hal negatif kecil yg nantinya menjd besar dan menimbulkan masalah bagi kita.

Jgn kompromi dg dosa yg kita buat, bertobat dan kembali pd hukum Tuhan. Jgn sampai Tuhan murka dan menghukum kita shga hidup kita bkn di dlm berkat, tp di dlm kutuk. Pilihan di tangan kita, mau bertobat atau tdk.

Posted in Renungan | Comments Off on Mengusir Benih Dosa

Kualitas Barnabas

DI 25052019

Kisah Para Rasul 11:24

  • karena Barnabas adalah orang baik, penuh dengan Roh Kudus dan iman. Sejumlah orang dibawa kepada Tuhan.

Arti dr nama Barnabas adalah ‘anak nasehat’, dan nama sbnarnya dr Barnabas adalah Yusuf, seorg yg berasal dr keluarga imam Yahudi Siprus. Barnabas adalah seorg penginjil penting saat itu, dianggap sbg guru dr rasul Paulus sblum Paulus memulai pelayanannya sndri.

Barnabas dikenal sbg org baik, penuh Roh Kudus dan penuh iman, ayat di atas mencatat bhw ketika dia pergi ke Antiokhia, dia menginjil dan sejumlah besar org percaya pd Yesus. Ini pelajaran penting bagi kita ketika memiliki kerinduan utk membw org dtg pd Tuhan dan menjd percaya, bkn saja mahir dlm menginjil, tp hrs memiliki kesaksian hidup yg baik spt Barnabas, kita hrs menjd org baik, penuh Roh Kudus dan penuh iman.

Org baik adalah org yg disukai dan diterima baik oleh bnyk org dan kalangan, artinya memiliki nama baik, bkn pembuat onar, berbuat yg baik utk lingkungannya, dsbnya. Jd hrs membangun hubungan dg masyarakat umum, tdk egois dan hrs ramah.

Penuh Roh Kudus, berarti Roh Kudus yg menguasai hidup Barnabas, memiliki hubungan yg intim dg Tuhan, dan memiliki kuasa serta otoritas rohani. Dlm perkataan, perbuatan dan sikap, terlihat jelas bhw Tuhan yg ada dlm diri kita. Jd bkn menjd org yg cm terlihat religius, namun benar-benar ada Tuhan di dalam diri kita.

Penuh iman, berarti percaya penuh pd Tuhan, tdk ada keraguan sedikitpun, memiliki ketenangan dan tdk pesimis. Dlm keadaan apapun, imanlah yg bekerja dan memicu terjadinya hal-hal yg ajaib, mujizat, terobosan.

Dlm menginjil, kita perlu utk memiliki iman yg teguh, krna hrs bs dg tepat membuktikan bhw Tuhan itu ada dan kuasa-Nya masih bekerja sampai saat ini. Ada org menjd percaya krna pembahasan ttg Tuhan, ada yg krna melihat kuasa Tuhan yg nyata, ada yg krna mengalami mujizat, ada yg krna jamahan Tuhan sndri. Bnyk cara yg Tuhan pakai utk membuat bnyk org percaya bhw Dia adalah Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Kualitas Barnabas

Terpisah Dari Tuhan

DI 24052019

Yesaya 59:2 KJV
But your iniquities have separated between you and your God, and your sins have hid his face from you, that he will not hear.

  • Tapi kesalahan-kesalahanmu telah memisahkan antara engkau dan Tuhanmu, dan dosa-dosamu telah menyembunyikan wajah-Nya darimu, sehingga Dia tidak akan mendengar

Kesalahan dan dosa, kadang kita menyamakan keduanya, tp sbnarnya ada bedanya. Kesalahan dlm bhsa aslinya adalah ‛âvôn ‛âvôn’ yg berarti kejahatan, sifat keras kepala, menentang. Kata dosa dlm bhsa aslinya adalah ‘chaṭṭâ’âh chaṭṭâ’th’ yg berarti pelanggaran, perbuatan ilegal, gagal mentaati hukum.

2 org yg sbnarnya dekat bs saja terhalang oleh sesuatu shga keduanya tdk saling bs melihat ke satu sama lainnya. Sbnarnya dekat tp terpisah, ini yg hrs kita waspadai dlm membangun hubungan dg Tuhan. Kita mgkin merasa sdh dekat dg Tuhan tp ternyata sbnarnya kita terpisah dg Tuhan krna kita masih terikat dg dosa dan melakukan kesalahan.

Org yg lapar dekat dg rasa kenyang ketika ada mknan di hadapannya, tapi kalau mknan itu tdk dimakan dan masuk ke dlm perutnya, dia tetap lapar dan tdk kenyang. Ini bnyk dialami oleh org Kristen, sering beribadah, berdoa bahkan melayani, tetapi masih hidup dlm dosa, sptnya dkt dg Tuhan tp faktanya adalah terpisah dg Tuhan, doanya tdk didengar Tuhan. Tdk cukup hidup dekat dg Tuhan, tp hrs hidup di dlm Tuhan dan Tuhan di dlm kita.

Buat apa terlihat religius tp ternyata calon penghuni neraka. Org lain hanya bs melihat bagian luarnya dr diri kita, tp bagian dlm dr diri kita hanya Tuhan dan diri kita yg tahu. Pencitraan hanya mengundang decak kagum manusia, penilaian manusia tdklah sempurna, krna itu, kita terlebih hrs benar-benar hidup dlm kekudusan dlm pandangan Tuhan kita. Masuk surga atau neraka bkn ditentukan oleh penilaian manusia, tp oleh penghakiman Tuhan. Bila nama kita tdk tercatat dlm Kitab Kehidupan, maka kita tdk bs masuk ke dlm surga.

Sudah bersiap diri utk tinggal di surga?

Posted in Renungan | Comments Off on Terpisah Dari Tuhan

Menimbang Roh

DI 23052019

Amsal 16:2 KJV
All the ways of a man are clean in his own eyes; but the LORD weigheth the spirits.

  • Segala jalan manusia itu bersih dalam matanya sendiri, tapi TUHAN menimbang roh

Kalimat dr penulis amsal ini terasa sulit dipahami, bisakah roh itu ditimbang? Jgn kita berpikir yg bukan-bukan, tp cerdaslah secara rohani.

Ada kata mata dan roh, ini gambaran dr 2 alam yg dialami manusia, apa yg dilihat oleh mata adalah dunia jasmani, bumi dan segala isinya, boleh ditambah dg bs melihat luar angkasa dg bantuan kecanggihan teknologi. Kemudian apa yg dialami, dirasakan dan terjd pd roh kita itulah dunia roh, disinilah kita kenal istilah peperangan rohani, struktur penguasa udara, cara kerja iman, ttg surga dan neraka, dsbnya.

Dari sini kita bs menarik sebuah hubungan antara dunia jasmani dg dunia roh. Apa yg kita alami adalah hasil dr kedua alam ini, misalnya saja dlm hal sakit penyakit, ada yg disebabkan oleh ulah virus, bakteri, pola hidup yg tdk sehat, wabah penyakit, dsbnya, tp jg ada sakit penyakit yg disebabkan oleh roh jahat, santet, ilmu hitam, kutuk, dsbnya.

Dlm ayat di atas, manusia mengira bhw apa yg dilihat bersih dan baik oleh mata, dinilai sdh sempurna, kalau dilakukan akan membw hasil yg memuaskan, ternyata menurut Tuhan itu blm sempurna dan bs saja gagal bahkan membw bnyk masalah. Itulah sebabnya ada rencana yg setelah dijalankan ternyata berdampak negatif terhadap sesuatu, krna luput dr pengawasan dan penelitian. Ada faktor dr ‘alam roh’ yg seringkali diabaikan bahkan dianggap sampah. Sadarkah kita bhw iblis tdk ingin kita sukses, sehat, bahagia, shga dia berusaha menghancurkan hidup kita?

Tuhan menimbang roh, artinya Dia ingin menemukan ukuran dr roh kita, yaitu ukuran iman, ukuran pengharapan dan ukuran kasih kita. Dia menguji apakah kita hidup oleh iman atau bersandar pd kemampuan manusiawi kita. Dia menguji apakah kita berharap pd Tuhan atau pd kekuatan lain. Dia menguji apakah kita lakukan dg kasih atau tdk.

Posted in Renungan | Comments Off on Menimbang Roh

Memandang Rendah Hikmat

DI 22052019

Amsal 10:8 KJV
The wise in heart will receive commandments: but a prating fool shall fall.

  • Bijaksana dalam hati akan menerima perintah-perintah, tapi seorang bodoh pembual akan jatuh.

Kata bodoh dlm bhsa aslinya adalah ‘ĕvı̂yl’ yg berarti memandang rendah hikmat, mengejek ketika bersalah, suka bertengkar, cabul, tdk bermoral.

Hikmat beda dg pengetahuan yg bs dipelajari krna ternyata hikmat berkaitan dg hati manusia. Kualitas hati seseorg menentukan apakah dia akan mau menjd org bijaksana atau tdk, krna org bodoh ternyata org yg menolak hikmat masuk dlm hatinya, akibatnya org bodoh akan bnyk mengalami kejatuhan, khususnya dlm perkataannya.

Apa gunanya hikmat jika memiliki kekayaan? Sebagian org merasa cukup dg menjd kaya krna bs hidup dg nyaman, memiliki kekuasaan dan bisa ‘membeli’ jasa org lain utk melakukan apa yg dia inginkan. Org menghormatinya krna kekayaannya, jika hartanya merosot, hormat org lain terhadapnya ikut menghilang. Org yg bijak dihormati tdk bergantung apakah dia kaya atau tdk, tp krna memiliki pola hidup yg baik, pola pikir yg sehat, perkataan yg dikendalikan sblum diucapkan. Org bijaksana pasti hatinya baik dan tdk ada yg jahat di dlmnya.

Bijaksana dlm hati akan menerima perintah-perintah, paham bhw firman Tuhan itu baik buat hidupnya, bkn sesuatu yg memberatkan atau menyusahkan dirinya. Bnyk org merasa sulit utk menerima firman Tuhan dan mempraktekannya, tentu ini bkn sesuatu yg tepat. Hikmat berguna utk membantu kita mempraktekkan firman Tuhan, hikmat menolong kita utk bs mengatur apa yg hrs kita lakukan, termasuk dlm mempraktekkan firman Tuhan. Org bijak justru senang menerima perintah Tuhan dan melakukannya.

Menerima perintah jg berarti menerima kepercayaan, dipromosi, diangkat Tuhan naik. Org bodoh justru akan jatuh krna menolak hikmat, meremehkan hikmat. Jika ingin Tuhan lebih berkarya dlm hidup kita, usahakan diri kita utk memiliki hikmat yg lebih lagi, jgn memilih utk menjd bodoh.

Posted in Renungan | Comments Off on Memandang Rendah Hikmat