Apa Yang Kita Punya

DI 29112018

Kisah Para Rasul 3:6

  • Tetapi Petrus berkata: “Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!”

Ayah saya pernah memberi nasehat yaitu ada 2 jenis bantuan yg bs kita berikan utk suatu kegiatan atau pd seseorg, yaitu uang dan tenaga. Bs keduanya atau jika tdk pny uang, bantulah dg tenaga yg kita punya. Kisah seorg yg lumpuh di dekat Pintu Gerbang Indah di Bait Suci zaman itu agaknya sejalan dg nasehat td.

Rasul Petrus dan Yohanes bknlah golongan org kaya, tp mrka diberi Tuhan kuasa utk mengadakan mujizat, termasuk mujizat kesembuhan. Ucapan mrka dlm ayat ini sbnarnya mengandung pengertian mengenai apa yg si org lumpuh ini inginkan yaitu sedekah berupa uang, namun mrka justru memberi lebih dr sekedar uang yaitu kesembuhan, dg sembuhnya org lumpuh ini, dia bs bekerja dan menafkahi hidupnya sndri. Kalau kesembuhan ini kita bandingkan dg biaya utk menyembuhkan penyakit, berarti mrka sdh memberi uang dlm jumlah sangat besar.

Doa kita bs bernilai ratusan juta rupiah, misalkan oleh kehendak Tuhan, kita dipakai Tuhan utk mendoakan org sakit, katakanlah sakit kanker stadium 4, setelah didoakan ternyata org itu sembuh, tdk perlu dirawat lg di rumah sakit. Hitunglah brpa biaya yg diperlukan utk sembuh.

Jgn kita minder krna kita blm menjd kaya dan bs memberi uang dlm jumlah besar, kita msh pny doa, karunia rohani, tenaga, perhatian, dsbnya, yg bs Tuhan pakai utk menyatakan kuasa-Nya. Ada org-org yg memang Tuhan pakai dlm hal dana, tp ada jg yg Tuhan pakai dlm hal doa, menginjil, melayani melalui bnyk kegiatan sosial, memberi nasehat, dsbnya. Apa yg kita punya bs Tuhan pakai utk menolong org lain, masalahnya apakah kita bersedia atau tdk? Tak usah berpikir bgmna prosesnya, itu bagian Tuhan, kita hanya perlu taat saja dan mempertajam kemampuan yg kita miliki. Tak perlu minder sekalipun kita hanya org biasa yg sederhana, Tuhan bs pakai siapa saja.

Posted in Renungan | Comments Off on Apa Yang Kita Punya

Semua Perlu Tahu

DI 28112018

Yosua 8:34

  • Sesudah itu dibacakannyalah segala perkataan hukum Taurat, berkatnya dan kutuknya, sesuai dengan segala apa yang tertulis dalam kitab hukum.

Zaman itu firman Tuhan blm dibukukan spt zaman skrg, jd ada masa-masa tertentu hukum-hukum Tuhan itu dibacakan, jg mengenai berkat dan kutuk jika melakukan atau tdk melakukan hukum Tuhan.

Gereja zaman kini sdh ‘lupa’ esensi dr Firman Tuhan krna lupa mengingatkan jemaat bhw ada kutuk-kutuk yg menimpa jika tdk melakukan firman Tuhan. Yg ada dlm pikiran jemaat adalah Alkitab sekedar buku sejarah dan berisi janji-janji Tihan dan berkat. Mengenalkan Tuhan pd jemaat itu hrs utuh: Dia itu Tuhan yg memberkati org yg taat melalukan firman, dan Dia Tuhan yg mengutuki org yg melanggar hukum-hukum-Nya. Kalau ini berjalan dg baik, masihkah berani di hari Minggu tdk dtg beribadah pd Tuhan? Masihkah berani tipu sana sini? Masihkah berani menerima suap dan korupsi?

Kalau kita membc semua jenis kutuk yg akan menimpa org yg tdk melakukan Firman Tuhan, sangat mengerikan kutukan-Nya, jgn main-main dg Tuhan. Mgkin setiap bulan para pengkhotbah perlu membacakan ttg berkat dan kutuk spt yg tertulis dlm Ulangan 28 pd jemaat, spya jemaat terdorong utk takut akan Tuhan dan merenungkan Firman itu siang dan malam serta melakukannya tanpa menyimpang kiri dan kanan. Kalau tdk melakukan hukum Tuhan bkn tdk ada resikonya, ingat bhw kutuk Tuhan siap menghampiri hidup kita. Kalau kita masih tdk takut jg, berarti kita telah menantang Tuhan, binasalah kita pd akhirnya.

Seluruh anggota keluarga kita hrs tahu ttg hukum Tuhan, baik orgtua, dewasa maupun anak-anak. Tdk boleh sampai tdk tahu, akibatnya kutuk yg terjd dlm hidup keluarga kita. Lupakan soal kehendak bebas, tdk ada tertulis dlm Alkitab ttg kehendak bebas, itu hasil pemikiran manusia. Tdk taat ya dikutuki Tuhan, taat ya diberkati Tuhan. Gereja hrs melakukan disiplin ketat pd jemaat ttg hukum Tuhan jika ingin hidup jemaatnya diberkati Tuhan. Bertobat.

Posted in Renungan | Comments Off on Semua Perlu Tahu

Sifat Buruk

DI 27112018

Keluaran 8:15 KJV
But when Pharaoh saw that there was respite, he hardened his heart, and hearkened not unto them; as the LORD had said.

  • Tapi ketika Firaun melihat bahwa ada waktu kelegaan, dia mengeraskan hatinya, dan tidak mendengarkan mereka, seperti yang Tuhan katakan.

Tulah trs menerus menimpa Firaun dan tanah Mesir, tp Firaun tetap mengeraskan hatinya. Melihat ada sdkit rasa lega, Firaun justru mencurangi org Israel.

Di satu sisi memang ini tepat spt yg Tuhan katakan pd Musa bhw Firaun akan mengeraskan hatinya memenuhi permintaan Tuhan melalui Musa dan Harun utk membw org Israel keluar dr Mesir, bahkan dlm ayat lainnya dikatakan bhw Tuhan sndri yg mengeraskan hati Firaun:

Keluaran 7:3
Tetapi Aku akan mengeraskan hati Firaun, dan Aku akan memperbanyak tanda-tanda dan mujizat-mujizat yang Kubuat di tanah Mesir.

Ini sebuah pelajaran penting mengenai penyesalan yg seharusnya berujung pd pertobatan. Ada saja org yg menyesal tp kembali lg pd dosa atau perbuatan buruk lainnya. Jd memang penyesalan itu boleh dikatakan ada levelnya, penyesalan sementara hingga penyesalan total yg bs kita sebut sbg pertobatan. Firaun takut tp ketika tulah berhenti, dia tdk takut lg malah menentang Tuhan. Kita mgkin jg demikian, menyesal lalu minta pengampunan, diampuni merasa lega tp kembali mengulangi perbuatan yg sama. Penyesalan kita blmlah menjd sebuah pertobatan.

Jgn mempermainkan kasih karunia Tuhan (Galatia 6:7), penyesalan sementara akan berbuahkan ‘tulah’ berikutnya yg jauh lebih mengerikan. Itulah sebabnya mengapa saat seseorg menyesal tdk sungguh-sungguh, hidupnya dibuat susah oleh Tuhan, berkat Tuhan pergi dr hidupnya. Semuanya akan berakhir jika org itu bertobat sungguh-sungguh, barulah terjd pemulihan diri. Jgn kita mempermainkan kasih Tuhan, ingat akibatnya akan kita tuai dan pastinya sangat tdk baik utk kita dan keluarga kita. Taatilah firman Tuhan dan hidup dlm kebenaran-Nya, evaluasi diri dan bertobat dg segenap hati.

Posted in Renungan | Comments Off on Sifat Buruk

Membantu Kejahatan

DI 26112018

2 Samuel 11:14

  • Paginya Daud menulis surat kepada Yoab dan mengirimkannya dengan perantaraan Uria.

Dosa Daud krna telah membunuh Uria, tentaranya sndri demi menjadikan Batsyeba, istri Uria, sbg istrinya tentulah sebuah dosa besar, namun ada satu org lg yg membuat rencana jahat Daud terlaksana yaitu Yoab, panglima tentara Israel.

Seandainya Yoab membangkang dan tdk mau melakukan perintah Daud, mgkin kisah dlm zaman itu berubah. Yoab turut serta dlm rencana pembunuhan atas Uzia, dan ini jg tindakan yg jahat. Ini sebuah hal yg kita temui jg sehari-hari. Dlm dunia kerja misalnya, pimpinan kadang menyuruh bawahan utk melakukan sesuatu yg bertentangan dg kebenaran hati nurani, kalau melakukan berarti berbuat dosa dan kesalahan, tdk melakukan berarti dpt teguran dan mgkin berakhir dg pemecatan.

Apa sikap yg hrs kita tunjukkan sbg pengikut Kristus? Sdh bnyk contoh bhw setiap sikap toleran dg dosa selalu berakhir dg kehilangan perkenanan Tuhan. Ada yg lgsg dihukum Tuhan, ada yg berpengaruh pd nasib keluarganya, dan biasanya akhir hidup org itu sangat mengenaskan. Ada resiko dlm mempertahankan integritas kita ttg kebenaran Tuhan. Kita bs kehilangan bnyk hal, dihambat utk ‘naik’, dsbnya. Pertanyaannya apakah kita mau taat pd Tuhan sepenuhnya atau tdk? Dr surga Tuhan melihat bukti ketaatan kita.

Resiko dan upah, pilih yg mana? Bergantung pd integritas yg kita miliki dlm diri kita. Taat pd manusia ada upahnya, taat pd Tuhan jg ada upahnya. Jgn ikut dlm bersepakat melakukan kejahatan, walaupun melalui tangan org lain, tp tetaplah kita ada di dlmmya. Setialah pd Tuhan, setia pd manusia dlm batas kebenaran justru baik, namun di luar batas kebenaran tentulah tdk baik. Resiko tdk taat pd Tuhan jauh lebih besar drpd tdk taat pd manusia. Ingatlah ttg semuanya ini, suatu saat jika hal itu terjd, kita bs pertimbangkan sesuai dg hati nurani. Sering berbuat jahat membuat hati nurani menjd kebal akan penyesalan, dosa dianggap bkn dosa lagi.

Posted in Renungan | Comments Off on Membantu Kejahatan

Tuhan Peduli

DI 23112018

Matius 15:32

  • Lalu Yesus memanggil murid-murid-Nya dan berkata: “Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak itu. Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan. Aku tidak mau menyuruh mereka pulang dengan lapar, nanti mereka pingsan di jalan.”

4000 org laki-laki, ditambah para wanita dan anak-anak yg tdk dihitung, selama 3 hari mengikuti Yesus, tentu sebuah rombongan yg sangat besar dan tentu membutuhkan akomodasi makanan yg besar pula, pd hr ke-3 mrka tdk lg memiliki apa-apa utk dimakan.

Apa sbnarnya tujuan lebih dr 4000 org ini pergi mengikuti Yesus? Apakah sekedar tertarik dg ajaran yg Yesus ajarkan? Kalau benar demikian berarti kita kalah ‘radikal’ dg mrka, dengar khotbah 50 menit saja rasanya lama sekali, apalg 3 hr 3 malam. Mrka jg meninggalkan rumah, ladang, dan semuanya, pergi dg keluarga masing-masing. Apa yg bs membuat mrka melakukan hal demikian? Saya blm menemukan jwbannya.

Kelaparan yg ada dlm kisah ini menggambarkan bhw dlm pengiringan kita sbg pengikut Kristus, ada hal-hal yg hrs kita tinggalkan dan mengakibatkan kita mengalami kekurangan. Bbrpa kesaksian yg mgkin kita pernah dengar bgmna org yg percaya Yesus hrs pergi krna diusir oleh keluarganya dan tdk pny tempat tinggal, berteduh di emperan toko, mkn seadanya dan Tuhan tetap pelihara mrka hingga skrg hidup berkecukupan. Kesetiaan kita mengikut Yesus itu Dia perhitungkan dan akan Dia penuhi sgla kebutuhan yg diperlukan. Jgn takut ketika kita hrs menunjukkan kesetiaan kita pd Tuhan, Tuhan peduli dg kebutuhan kita.

Persisnya tdk kita ketahui, apakah mujizat pelipatgandaan roti dan ikan ini disertai jg dg penyediaan minuman yg berlimpah? Minuman sptnya jg menjd kebutuhan mrka saat itu. Ada atau tdk, kita yakin semua makan sampai kenyang dan tentu saja mrka tdk merasa haus lg. Ada hal-hal yg sptnya tdk kita lihat namun Tuhan lakukan jg utk kita. Tuhan tdk kerja tanggung-tanggung, Dia mencukupi dan masih berlebih, Dia peduli.

Posted in Renungan | Comments Off on Tuhan Peduli

Mengingat Karya Tuhan

DI 24112018

Ulangan 27:2

  • Dan pada hari kamu menyeberangi sungai Yordan ke negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHANmu, maka haruslah engkau menegakkan batu-batu besar, dan mengapurnya,

Menyusun batu-batu besar, mengapurnya serta menuliskan hukum Taurat diatasnya menjd sebuah peringatan bagi bangsa Israel bhw mrka atas tuntunan Tuhan berhasil memasuki tanah perjanjian dg menyeberangi sungai Yordan.

Ini gambaran ttg 2 sisi kesuksesan yaitu mengucap syukur dan tetap berpegang pd perintah-Nya. Sukses bkn berarti kita bs krna kemampuan kita sndri, tp krna Tuhan memberikannya pd kita. Satu sisi kita patut bersukacita dg kesuksesan yg kita raih, bersyukur dan bergembira, di sisi lain kita hrs tetap mempraktekkan Firman Tuhan spya hidup kita tetap dlm penyertaan Tuhan.

Kpn kita memperingati ttg penyertaan Tuhan? Di hr ulangtahun saja? Di hari peringatan pernikahan? Bgmna di saat mengalami kedukaan? Bknkah sehrsnya kita bersyukur utk karya Tuhan sepanjang hidup almarhum(ah) hidup? Jd bersyukur bkn cm utk hidup kita sndri, tp jg utk hidup org lain. Sukses tdk mgkin atas hasil sndri, ada pelatih yg melatih atlet, ada team guru yg membimbing siswa dlm lomba olimpiade ilmu pengetahuan, ada peran suami/istri di balik kesuksesan pasangannya. Bersyukur utk mrka yg mensupport kita shga kita berhasil.

Jgn sombong, jgn melupakan Tuhan, jgn melupakan jasa org lain, itu bukti dr org yg bersyukur. Ingatlah selalu akan kebaikan Tuhan, bkn hanya di moment-moment khusus, di setiap saat kita sebaiknya mengucap syukur, mengingatkan kita utk selalu merendahkan diri di hadapan Tuhan dan menghargai sesama. Mempertahankan lebih sulit drpd meraihnya, bnyk org justru ‘jatuh’ saat berada di puncak kesuksesannya, saat diberkati Tuhan dan diberi kedudukan tinggi. Waspada utk menjaga diri kita dr kejatuhan, selalu ingat bhw tanpa Tuhan, kita tdk mampu. Makin sukses hrs makin memuliakan Tuhan, bkn justru menjauh dr Tuhan. Jgn terlena tp waspada setiap saat.

Posted in Renungan | Comments Off on Mengingat Karya Tuhan

Tuhan Meneguhkan Kita

DI 22112018

2 Tesalonika 2:17 KJV
Comfort your hearts, and stablish you in every good word and work.

  • Menghibur hati kalian, dan membangun kamu dalam setiap perkataan baik dan pekerjaan.

Masalah perkataan dan perbuatan ternyata berhubungan dg suasana hati, dlm ayat ini rasul Paulus mengingatkan jemaat akan peranan Tuhan Yesus mengenai menghibur hati kita.

Kata comfort dlm bhsa aslinya adalah ‘parakaleō’ yg artinya memanggil utk mendekat (to call near), mengundang (invite), memohon (invoke). Jd setiap kita diundang utk mendekat pd Tuhan dan memohon pd Tuhan utk menerima penghiburan hati dr Tuhan dan membuat hati kita merasa nyaman shga yg dihasilkan adalah perkataan baik dan pekerjaan yg dijalani menjd lancar.

Sbg manusia kita memang sangat mudah mengalami perubahan suasana hati, Tuhan tentu tahu dan Dia menyiapkan apa yg kita perlulan yaitu dg meneguhkan kita dlm perkataan baik dan pekerjaan, memampukan kita utk bs trs menerus memperkatakan yg baik, bkn sekali dua kali saja. Spt pilar yg meneguhkan sebuah bangunan spya tetap berdiri kuat saat sesuatu terjd atas tanah. Jd bila kita hidup tanpa Tuhan, spt bangunan tanpa penahan yg kuat, bs roboh dan hancur. Tdk heran bnyk org yg ‘tumbang’ saat goncangan dlm hidupnya terjd, krna mrka hidup tanpa Tuhan.

Dari ayat ini kita mengerti betapa pentingnya Tuhan dlm hidup kita. Kita tdk cukup mampu menjaga hati kita sndri, suatu saat bs lengah dan kita bs berbuat dosa. Jgn sombong dg menjaga hati tanpa butuh campur tgn Tuhan dlm menjaganya. Jgn menganggap diri hebat, justru malah kita mudah jatuh. Bangun hubungan dg Tuhan, sedekat yg Tuhan rindukan, kita bs teguh dlm menghadapi goncangan kehidupan, mengalami hati yg nyaman dan trs memperkatakan yg baik dan bekerja dg lancar. Intim dg Tuhan itu kebutuhan penting sbg org percaya. Jgn menjauh dr Tuhan apalg mengandalkan kekuatan sndri. Waspada dg pengajaran yg mengandalkan kekuatan manusia, sekalipun itu berupa khotbah dr mimbar. Waspada.

Posted in Renungan | Comments Off on Tuhan Meneguhkan Kita

Dipilih Tuhan

DI 21112018

Yeremia 20:9 KJV
Then I said, I will not make mention of him, nor speak any more in his name. But his word was in mine heart as a burning fire shut up in my bones, and I was weary with forbearing, and I could not stay.

  • Kemudian aku berkata: “Aku tidak akan menyebut Engkau, ataupun berbicara lagi di dalam nama-Nya, tetapi Firman-Nya ada di dalam hatiku seperti sebuah api yang membakar diam di dalam tulang-tulangku, dan aku lelah dengan sabar, dan aku tidak dapat tinggal.

Bila kita baca pasal ini scra utuh maka nabi Yeremia merasa lelah dlm menjalani panggilan Tuhan sbg pembawa pesan Tuhan bagi bangsa Israel. Adanya penolakan dr kalangan imam menjd kendala besar bagi Yeremia.

Pasyhur bin Imer, imam kepala rumah Tuhan tdk menpercayai pesan Tuhan yg disampaikan oleh Yeremia, malah membuat Yeremia menderita dan pd akhirnya Yeremia mengatakan apa yg akan dialami Pasyhur kelak krna dosanya dan telah bernubuat palsu.

Mgkin ada di antara kita yg sdg lelah menjalani kehidupan kita sbg org percaya. Kita merasa sia-sia apa yg telah kita lakukan sebaik mgkin, merasa Tuhan tdk bertindak dan berdiam diri. Kita bertanya mengapa Tuhan diam dan membiarkan, bukankah ini bs membuat kita kehilangan iman dan berpaling dr Tuhan? Yg perlu kita tahu bhw semua org percaya pasti akan mengalami hal spt ini, ada saat di mana kita dibiarkan Tuhan sendirian, dan sdh putus asa. Inilah ujian ttg kesetiaan, jika kita setia maka kita akan menerima semua janji Tuhan. Jika tdk setia, kita akan kehilangan segalanya. Kita tdk sndrian, bnyk org jg sedang mengalami spt kita. Ada yg berhasil, ada yg gagal.

Selalu ada alasan bagi Tuhan jika Dia membw kita dlm situasi yg melelahkan kita, jika kita bertahan dan setia, maka kita akan mengagumi karya Tuhan yg luar biasa dlm hidup kita. Penderitaan krna Tuhan selalu ujungnya adalah kemuliaan Tuhan yg besar. Sabarlah dlm penderitaan dan tekunlah berbuat baik, setia dan tetap beriman, jgn lepas pengharapan yg dr Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Dipilih Tuhan

Firman Tuhan Datang

DI 19112018

Mazmur 105:19 KJV
Until the time that his word came: the word of the LORD tried him.

  • Hingga saatnya bahwa firman-Nya datang, firman TUHAN menguji dia.

Yusuflah yg sdg dikisahkan dlm ayat ini oleh penulis Mazmur 105:19 ini, disingung ttg bgmna akhirnya Yusuf dimuliakan setelah mengalami bnyk pencobaan dan pemurnian.

Ketika firman Tuhan dtg dlm hidup seseorg, ternyata sesuatu sdg terjd pd org yg didatangi firman-Nya. Dlm bhsa aslinya, kata ‘tried’ adalah ‘tsâraph’ yg berarti memasukkan logam dlm peleburan (to smelt), memurnikan dg membuang yg tdk murni (to refine), dan menguji (to test). Pemurnian adalah sebuah proses, jd tentu saja akan membutuhkan waktu dan daya tahan. Ketika Yusuf didatangi firman Tuhan yaitu saat dia bermimpi ttg masa depan hidupnya, mulailah dia mengalami proses pemurnian dr Tuhan. Peristiwa demi peristiwa yg tdk mengenakkan mulai terjd: dimusuhi sdr-sdrnya sndri, dijual, difitnah, dipenjara, dilupakan oleh org yg dia tolong, hingga pd akhirnya Tuhan kembali membuat Yusuf mampu mengartikan mimpi Firaun dan menghindarkan bangsa itu dr musibah kelaparan yg akan terjd. Nasib Yakub dan semua anak cucunya dijadikan baik oleh Tuhan melalui kehidupan Yusuf.

Setiap anak Tuhan pasti dijanjikan masa dpn yg baik, namun yg hrs disadari adalah akan ada proses pemurnian yg hrs kita jalani sblum kita dimuliakan Tuhan. Firman Tuhan yg dtg pd kita akan menguji kita dan menuntun kita masuk dlm proses yg Tuhan siapkan utk setiap kita. Wujud prosesnya blm tentu sama dg org lain, di sinilah perlunya kita lebih memperhatikan hidup kita drpd membandingkan hidup kita dg hidup org lain. Mgkin org lain sdh selesai proses yg hrs dijalani dan sdg menikmati kemuliaan Tuhan dlm hidupnya, jgn kita iri, tp justru hrs terpacu utk segera selesai dr proses yg sdg kita jalani. Jgn iri tp justru hrs termotivasi, ini hal yg hrs kita pahami.

Firman Tuhan pasti dtg dlm hidup kita, ada janji Tuhan dan proses yg Dia siapkan utk kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Firman Tuhan Datang

Tidak Sesuai Namanya

DI 17112018

Lukas 13:34

  • Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau.

Yerusalem merupakan sebuah wilayah dr tanah Kanaan yg pd zaman Yosua direbut oleh bangsa Israel, pd zaman Daud, ia menjadikan Yerusalem sbg pusat pemerintahannya dan pd zaman Yesus hidup, Yerusalem menjd tempat kedudukan wali negeri di bawah kekuasaan Romawi sblum akhirnya berpindah ke Kaisarea. Bait Suci terletak di kota Yerusalem, shga menjd pusat keagamaan bagi Yudaisme, yaitu agama yg dianut org Yahudi.

Tuhan Yesus kembali mengingatkan bhw justru di kota yg religius itu, para nabi dan org-org yg diutus Tuhan justru dibunuh dan dirajam dg batu. Kalau zaman skrg, gambarannya adalah spt org yg mengaku Kristen tp menolak Firman Tuhan dlm hidupnya.

Mgkin saya dan Anda jg pelakunya, sbrpa sering saat khotbah atau sharing renungan Firman Tuhan disampaikan, kita tdk fokus mendengar tp sibuk dg smartphone kita? Sibuk dg Whatsapp, Facebook, Instagram bahkan main games online. Bbrpa tahun lalu bahkan di gerejapun ada org yg menangkap ‘monster’ di games online yg berbasis location. Coba renungkan jika kita sdg bcra tp lawan bcra kita pura-pura dengar namun sibuk dg smartphonenya, kecewakah kita?

Tdk semua org yg mengaku Kristen itu menerima Firman Tuhan dlm hidupnya. Alkitab dipandang sbg kitab sejarah saja, isinya tdk relevan dipraktekkan di zaman ini. Jgn kaget ada org yg mengaku Kristen tp tdk percaya ttg surga dan neraka. Knpa sampai ada yg spt demikian? Itu krna mrka ingin hidup dg aturan mrka sndri.

Tuhan rindu setiap org Kristen hidup menurut hukum dan petunjuk yg Dia berikan. Tuhan ingin kita memiliki pergaulan yg intim dg Dia, di mana kita menjd umat-Nya dan Dia menjd Tuhan dlm hidup umat-Nya. Itulah sebabnya dunia di masa kekekalan disebut Yerusalem Baru.

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Sesuai Namanya