Berpikir Sama

DI 20022019

Filipi 4:2 KJV
I beseech Euodias, and beseech Syntyche, that they be of the same mind in the Lord.

  • Aku meminta dengan sangat Euodia, dan meminta dengan sangat Sinthike, supaya mereka menjadi sepikir di dalam Tuhan.

Membaca ayat ini agaknya telah terjd perbedaan pendapat dan blm sepikirnya antara Eoudia dan Sinthike sbg org-org yg membantu rasul Paulus dlm penggembalaan di Filipi, mrka blm memiliki pikiran yg sama, shga menimbulkan sdkit masalah.

Sebagian org memiliki karakter yg keras, artinya keras kepala, susah utk dinasehati dan terlalu yakin dg apa yg dia pikirkan, sebagian lg adalah org-org yg terlalu arogan krna memiliki wewenang yg tinggi, tdk ada kompromi dan semua dia yg memutuskan. Di dlm Tuhan, semua hal haruslah sejalan dg pikiran Kristus, bkn pikiran para pemimpin rohani, krna mrka tetap manusia biasa, bs terbawa oleh ambisi pribadi yg didasari oleh ego dan kesombongan yg tersembunyi. Utk mengambil keputusan penting, biasakan minta petunjuk Tuhan, jgn langsung melalui rapat-rapat yg ujungnya sdh ketahuan: sang pemimpin minta semuanya utk setuju dg apa yg dia pikirkan, lalu diumumkan sbg hasil kesepakatan bersama, itulah kebohongan rohani yg menjijikkan.

Voting bknlah cara Alkitabiah, voting tentu saja cara kita hidup berdemokrasi, suara terbanyaklah yg dianggap benar dan tepat. Di dlm Tuhan, kebenaran Tuhanlah yg hrs menjd dasar dr sebuah keputusan yg diambil, artinya diadakan rapat yg agendanya bgmna menerapkan kebenaran Tuhan dlm sebuah keputusan atau program yg akan dijalankan. Voting bknlah cara yg tepat utk itu. Apakah kebenaran Tuhan ditentukan oleh suara terbanyak manusia?

Menjd sama pikirannya dlm Tuhan tentu tdk mudah, tp bs dilakukan. Carilah kebenaran Tuhan, di situlah kita belajar mengenal pikiran Tuhan. Pikiran Tuhan selaras dg Firman-Nya, dan apa yg Dia firmankan, selalu membw dampak yg baik bagi kehidupan kita. Perdebatan pendapat bknlah mencari kebenaran Tuhan. Jgn menanipulasi ayat Alkitab.

Posted in Renungan | Comments Off on Berpikir Sama

Minta Yang Benar

DI 19022019

2 Tawarikh 1:12

  • maka kebijaksanaan dan pengertian itu diberikan kepadamu; selain itu Aku berikan kepadamu kekayaan, harta benda dan kemuliaan, sebagaimana belum pernah ada pada raja-raja sebelum engkau dan tidak akan ada pada raja-raja sesudah engkau.”

Raja Salomo paham bhw yg paling dibutuhkan oleh seorg raja dlm memerintah adalah menjd pemimpin yg berhikmat dan berpengetahuan, dan dia meminta itu dr Tuhan, dan Tuhan mengabulkannya serta memberinya bnyk ‘bonus’ tambahannya.

Memang masuk logika jika Salomo tdk minta kekayaan krna sbg raja penerus Daud, dia pasti sdh kaya. Tujuan berkuasa bkn utk memperkaya diri, tp utk membela kepentingan dan memenuhi kebutuhan yg dipimpin. Kalau serakah, org tak akan pernah merasa cukup, sdh kaya ingin tambah kaya. Salomo dibuat Tuhan menjd sangat kaya, bkn ambisi pribadi Salomo.

Mintalah apa yg benar sesuai dg kapasitas dan kebutuhan kita. Kalau Tuhan mempercayakan sesuatu, Dia jg menyediakan apa yg kita butuhkan dan melengkapi kita dg segala yg diperlukan utk menjalankan profesi yg Tuhan berikan pd kita. Jgn minta yg arahnya utk kemuliaan diri sndri, tp mintalah sesuatu pd Tuhan yg membuat kemuliaan Tuhan dinyatakan melalui apa yg kita lakukan. Kekayaan bknlah yg utama, tetapi ‘bonus’ dr Tuhan. Bonus itu mengikuti upah, jd kalau ingin mendpt bonusnya, dapatkan dulu upahnya, utk mendpt upah, lakukan dulu kewajiban kita. Kekayaan tdk perlu dikejar, tp bertanggung jwblah dg profesi kita, maka Tuhan memberi kekayaan sbg ‘bonus’ dr semua yg telah kita kerjakan sesuai kehendak-Nya. Mintalah apa yg baik di pandangan Tuhan, Dia menilai hati dan ambisi kita. Miliki visi bkn ambisi pribadi, kerjakan apa yg Tuhan mau utk kita kerjakan, bertanggung jwblah dan tetap ingat siapa kita di hadapan Tuhan. Kita hanyalah alat kemuliaan Tuhan, dipakai bkn utk sesuatu yg biasa-biasa. Jgn lengah krna kekuasaan, jgn diperhamba oleh kekayaan, gunakan kekayaan utk memuliakan Tuhan lewat apa yg kita kerjakan.

Posted in Renungan | Comments Off on Minta Yang Benar

Jangan Menyesal Lagi

DI 18022019

1 Samuel 1:18

  • Sesudah itu berkatalah perempuan itu: “Biarlah hambamu ini mendapat belas kasihan dari padamu.” Lalu keluarlah perempuan itu, ia mau makan dan mukanya tidak muram lagi.

Hana adalah ibu dari Samuel yg mengalami bnyk kesedihan dlm hidupnya sblum Samuel lahir, direndahkan oleh isteri muda suaminya krna dia tdk melahirkan anak.

Hingga suatu saat dia mengambil keputusan yg tepat, curhat pd Tuhan dan berhenti bersedih, raut wajahnya tdk sedih lg, sdh mau mkn dan tentunya berusaha utk tenang dan gembira. Hasilnya dia akhirnya melahirkan anak atas ketentuan Tuhan.

Kisah yg mgkin mirip terjd atas Daud ketika dia berpuasa utk anak hasil hubungannya dg Batsyeba sakit dan akhirnya meninggal:

2 Samuel 12:23
Tetapi sekarang ia sudah mati, mengapa aku harus berpuasa? Dapatkah aku mengembalikannya lagi? Aku yang akan pergi kepadanya, tetapi ia tidak akan kembali kepadaku.”

Kemudian lahirlah Salomo, anak kedua mrka dan Tuhan mengasihi Salomo dan memilihnya menjd raja ke-3 di Israel.

Ketika sesuatu yg pernah kita sesali namun kemudian kita tahu bhw itulah ketentuan Tuhan, kita tdk lg melihatnya sbg suatu yg negatif, maka itulah awal dr pemulihan Tuhan terjd. Namun sayangnya ada saya rasa penyesalan itu muncul kembali shga kita kembali menilai sesuatu itu sbg yg negatif. Inilah alasan mengapa kita terlalu lama menunggu pemulihan dr Tuhan terjd, krna kita kembali menyesali apa yg sdh terjd.

Menyesal itu manusiawi, tp jgn dikuasai penyesalan yg larut trs menerus, sebentar mengucap syukur, kemudian menyesal lagi, org yg bimbang tdk mendpt apa-apa, kalau sdh bersyukur maka jgn menyesali lg yg sudah-sudah, tp bersyukur dan berubah dlm cara berpikir dan suasana hati bergembira menyambut pemulihan yg dr Tuhan. Jgn berpikir yg aneh-aneh, atau termakan komentar yg negatif, kita sndrilah yg hrs mengubah ’atmosfir’ di atas hidup kita, mau mendung atau cerah? Mau diberkati atau lelah menghadapi proses yg semakin lama selesainya.

Posted in Renungan | Comments Off on Jangan Menyesal Lagi

Takut Akan Tuhan

DI 16022019

Pengkhotbah 3:14 KJV
I know that, whatsoever God doeth, it shall be for ever: nothing can be put to it, nor any thing taken from it: and God doeth it, that men should fear before him.

  • Aku mengetahui bahwa apapun yang Tuhan perbuat, itu akan menjadi abadi, tidak ada yang dapat ditaruh di atasnya, atau apapun diambil darinya, dan Tuhan lakukan itu, supaya manusia harus takut di hadapan-Nya

Pasal dlm ayat ini bcra ttg hidup manusia yg terdiri dari musim dan saat utk sesuatu, itu trs menerus terjd dr generasi ke generasi, dan ternyata semuanya bertujuan spya kita hidup takut akan Tuhan di hadapan-Nya.

Kelahiran, kematian, kehilangan, mendapatkan, suka dan duka, dsbnya, semuanya Tuhan tunjukkan pd kita spya kita menjalani hidup ini dg bijaksana, krna setiap dr kita akan mempertanggung jwbkan semuanya pd Tuhan. Jd hidup ini bkn sekedar kita jalani bgtu saja, dilahirkan, dibesarkan, menikah, menjd tua, tp musim dlm kehidupan kita selalu membw perubahan yg bs membuat kita menjauh dr Tuhan. Kalau kita tdk menjaga diri kita maka ada kemungkinan kita utk kalah melawan tekanan hidup dan godaan yg dtg menghampiri kita.

Takutlah pd Tuhan, Dia yg menentukan nasib hidup kita. Dia mengawasi kita setiap saat, dan Dia ingin kita hidup bahagia. Masalah akan selalu ada, krna hidup ini spt musim-musim yg dtg silih berganti. Tdk semua masalah bs kita atasi dg kemampuan kita sndri, kita butuh Tuhan sbg Penolong bagi kita. Itulah alasan mengapa kita hrs hidup takut akan Tuhan, krna Tuhan mengasihi org yg hidup takut akan Tuhan, org yg menghormati Dia dan menaruh harapannya pd Tuhan.

Tuhan menaruh tujuan-Nya utk setiap hidup kita, Dia ingin itu terwujud dan hidup kita menjd berkat bagi bnyk org. Dia ingin kebesaran-Nya dinyatakan shga bnyk org menjd percaya dan mengakui bhw Dialah Tuhan yg benar. Gunakan hidup ini sebaik-baiknya, jgn disia-siakan bgtu saja. Jgn kalah melawan situasi, tetapi kita hrs menang melawannya. Bersama Tuhan akan kita lewati

Posted in Renungan | Comments Off on Takut Akan Tuhan

Yang Kita Imani

DI 15022019

Matius 8:13

  • Lalu Yesus berkata kepada perwira itu: “Pulanglah dan jadilah kepadamu seperti yang engkau percaya.” Maka pada saat itu juga sembuhlah hambanya.

Utk memahami ayat ini perlu kejelian, jika tdk maka kita salah mendptkan pengertian dr perkataan Yesus ini. Mari kita perhatikan bersama.

Apa yg kita percayai ttg Tuhan maka itu yg akan terjd atas kita. Perwira dlm kisah di atas memiliki kepercayaan yg benar ttg Tuhan dan Tuhan memperhitungkannya dg memberikan pengabulan permintaan sesuai dg kedaulatan-Nya. Selalu ada mujizat yg terjd ketika seseorg percaya pd Tuhan dg menunjukkan pengenalannya akan Tuhan. Jd ini bkn asal beriman pd kuasa Tuhan, tetapi beriman yg ‘menyentuh’ pribadi Tuhan.

Scra sederhana kita bandingkan dg perempuan yg 12 tahun sakit pendarahan, dia percaya bila bs menyentuh jumbai jubah Yesus maka dia akan sembuh, dan itu terjd. Sama-sama percaya akan kuasa Tuhan, dan sama-sama berhasil ‘menyentuh’ Tuhan. Scra fisik perempuan ini lemah, maka dia tahu sulit utk bs bcra lgsg dg Tuhan krna bnyk org mengerumuni Yesus, dia mgkin cm bs merangkak, yg di dpn matanya yg bs dia sentuh hanya jumbai jubah Yesus. Si perwira dlm ayat ini fisiknya baik, shga imannya bkn diarahkan pd fisik Yesus, tp pd kemahakuasaan-Nya yg tdk bs dibatasi oleh ruang dan waktu.

Knp bnyk org yg katanya beriman tp tdk mendpt apa yg ia imani? Krna imannya bkn berfokus pd Tuhan, tp pd permintaannya sndri. Buatlah iman kita mampu ‘menyentuh’ Tuhan, artinya bljar memahami jalan pikiran-Nya Tuhan. Jgn mulai mengatur-atur Tuhan, ini kesalahan yg umumnya terjd. Terserah Tuhan mau pakai cara bgmna, waktu-Nya itu kpn, itu kedaulatan Tuhan, tp tunjukkanlah iman kita bkn berdasarkan hikmat manusia, tp hikmat dr Tuhan. Dasar kita percaya itu apa? Dari cerita org atau hasil pengenalan ttg pribadi Tuhan? Rendahkan diri di hadapan Tuhan, ini jg bagian dr iman kita pd Tuhan. Sadar siapa kita ini di hadapan Tuhan, sadar hrs bgmna bersikap di hadapan Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Yang Kita Imani

Tuhan Memberitahukan

DI 14022019

1 Raja-raja 14:4-5
Isteri Yerobeam berbuat demikian. Ia berkemas, pergi ke Silo dan masuk ke rumah Ahia. Ahia tidak dapat melihat lagi, sebab matanya sudah kabur karena ia sudah tua.

  • Tetapi TUHAN telah berfirman kepada Ahia: “Bahwasanya isteri Yerobeam datang untuk menanyakan kepadamu perihal anaknya, sebab anak itu sedang sakit. Begini-begini harus kaukatakan kepadanya.” Ketika perempuan itu masuk, berbuatlah ia seolah-olah ia orang lain.

Nabi Ahia sdh sangat lanjut usia, krna itulah penglihatan matanya sdh sangat menurun, shga tdk bs melihat scra jelas lagi, tp dlm kisah ini, Tuhan menjd ‘mata’ bagi nabi Ahia.

Semakin bertambahnya usia apalg masuk dlm usia lanjut, fungsi tubuh dan organ-organnya mengalami penurunan, tetap berfungsi tapi tdk lg maksimal hingga bs terjd gagal fungsi. Demikian jg dg ‘tubuh rohani’ kita, artinya kerohanian kita mengalami penurunan krna bbrpa sebab, misalnya durasi masalah yg terlalu panjang, kelelahan scra mental, iman kita melemah, dsbnya. Stamina rohani kita perlu dipulihkan kembali akibat menghadapi situasi dlm hidup ini yg membuat kita menjd cepat lelah, putus asa, dsbnya.

Tuhan mengerti bhw kita sangat membutuhkan Dia. Dia tahu pasti kpn kita kehilangan arah dlm hidup ini, kpn kita merasa lelah menghadapi kenyataan hidup, kpn kita tdk sanggup lg, dan Dia menyediakan diri-Nya bagi kita utk menolong kita. Dia kadang menjd ‘mata dan telinga’ bagi kita, memberitahukan yg tdk kita tahu, informasi yg penting bahkan ttg masa dpn kita. Sebab itulah kita tdk perlu kuatir sekalipun yg sdg kita hadapi adalah sesuatu yg sangat berat, Dia tdk membiarkan kita sendirian.

Jgn sombong dg berpikir kita bisa sekalipun tanpa campur tgn Tuhan. Menyediakan sendiri udara yg kita hiruppun kita tdk mampu, sadarlah bhw kita sangat terbatas dan tdk mampu tanpa Tuhan. Rendahkan hati di hadapan Tuhan, akui kebutuhan kita akan Tuhan, percayalah kepada-Nya dg segenap hati, jgn ragu atau bimbang. Libatkan Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Tuhan Memberitahukan

Mengatasi Masalah

DI 13022019

Amsal 16:20 KJV

  • He that handleth a matter wisely shall find good: and whoso trusteth in the LORD, happy is he.

Orang yang menangani sebuah masalah dengan bijaksana akan menemukan yang baik, dan siapa yang percaya di dalam TUHAN, berbahagialah dia.

Tak ada hidup yg bebas dr masalah dan hal-hal yg perlu kita urus, krna itu kita hrs menanganinya scra bijak supaya kita tdk berkutat trs dlm lingkaran masalah demi masalah.

Penulis amsal memberi nasehat agar kita menangani masalah yg ada scra bijaksana. Tdk cuma pintar mencari jln keluarnya atau solusinya, tp jgn sampai masalah yg ada itu merusak hal lain yg baik. Kadang masalah yg ada bs menyeret org lain masuk dlm masalah itu, pdhal itu bs dihindari. Atasi scra bijsksana berarti jg meminimalisir dampak negatif dr masalah itu agar tdk menjd lebih besar dr sblumnya.

Jika masalah ditangani dg bijak, kita akan menemukan hal yg baik setelahnya. Wujudnya bs berupa bertambahnya pengetahuan kita akan sesuatu, makin eratnya kekeluargaan atau persahabatan, makin solidnya team kerja, menjd lebih sabar, dsbnya. Lewat masalah yg kita hadapi, Tuhan sekaligus meng-upgrade kapasitas dan kualitas yg kita miliki. Bkn saja kita merasa lega, tp jg kita mengalami peningkatan dlm bnyk hal.

Org yg percaya di dlm Tuhan adalah org yg berbahagia. Bahagia krna Tuhan tak pernah ingkar janji, Tuhan tdk pernah gagal, Tuhan selalu merencanakan yg terbaik, memberi apa yg membw damai sejahtera, tdk ada yg mustahil bg Tuhan. Hanya masalah wkt Tuhan saja yg perlu kita sikapi dg bijaksana, krna kita tdk mgkin mengatur Tuhan, kita perlu belajar utk mengetahui ttg waktu Tuhan, spya kita tdk kecewa dan kehilangan semua yg terbaik. Sabar dlm menanti-nantikan Tuhan dan tetap percaya kepada Dia.

Hidup dlm Tuhan itu berbahagia, walaupun hrs menjalani bnyk proses dan ujian hidup, namun Dia selalu menyertai kita. Tuhan ada bersama kita melewati musim demi musim kehidupan yg kita jalani, Dia tdk biarkan kita sndrian.

Posted in Renungan | Comments Off on Mengatasi Masalah

Jangan Diladeni

DI 12022019

1 Samuel 10:27

  • Tetapi orang-orang dursila berkata: “Masakan orang ini dapat menyelamatkan kita!” Mereka menghina dia dan tidak membawa persembahan kepadanya. Tetapi ia pura-pura tuli.

Saul br dilantik menjd raja, tp sdh ada yg meragukan kemampuannya, ini bs dimaklumi krna blm ada prestasi yg pernah dia buat sblumnya.

Dlm hidup kitapun, ada saja org-org yg menunjukkan keraguannya atas kemampuan yg kita miliki, mrka berkomentar negatif, menyebarkan info ttg kekurangan kita, dan berusaha membuat bnyk org ikut meragukan kita. Bgmna respon kita?

Kita tdk mgkin bs menyenangkan semua kalangan, akan ada pihak-pihak yg tdk puas dg apa yg sdh kita perbuat. Semua komentar negatif yg bs melemahkan kita sebaiknya tdk kita tanggapi scra serius. Kesalahan fatal bs terjd jika kita berfokus utk menyenangkan semua org. Saul akhirnya jatuh saat dia takut rakyat akan meninggalkan dia, bertindak ceroboh dan berakibat Tuhan murka dan memindahkan jabatan raja pd org lain. Pdhal Tuhan yg mengangkat dia menjd raja, tp Saul berpikir dia akan dilengserkan bila tdk bs membuat rakyat yakin akan kemampuannya sbg raja.

Setiap kita pny kapasitas yg Tuhan sdh siapkan dlm diri kita, ada yg dipercaya mengelola sesuatu yg besar, ada jg yg kecil. Yg penting bkn popularitas di mata org lain, tp bgmna kita mempertanggung jwbkannya pd Tuhan dan manusia. Bgmna kita sungguh-sungguh menjalankan kepercayaan yg diberikan, tdk bertindak sembarangan dan tentu saja hrs berdampak positif bagi org lain. Dengarkan koreksi dan teguran, abaikan pendapat yg dibuat-buat krna mrka iri dan meragukan kita. Tetap lakukan yg terbaik, buktikan bhw komentar mrka itu salah, bkn dg berdebat, tp lewat pembuktian kerja nyata.

Belajar utk mengendalikan diri, termasuk di dlmnya adalah mampu menolak omongan-omongan yg dpt merusak damai sejahtera dlm hidup kita. Damai sejahtera membuat kita yakin dan percaya diri dlm menjalankan tugas dan wewenang yg kita terima. Hiduplah dlm damai dg semua.

Posted in Renungan | Comments Off on Jangan Diladeni

Muka Bertemu Muka

DI 11022019

2 Yohanes 1:12

  • Sungguhpun banyak yang harus kutulis kepadamu, aku tidak mau melakukannya dengan kertas dan tinta, tetapi aku berharap datang sendiri kepadamu dan berbicara berhadapan muka dengan kamu, supaya sempurnalah sukacita kita.

Membandingkan zaman dulu dg zaman ‘now’ memang sdh sangat jauh perbedaannya, zaman dulu isi hati atau informasi penting disampaikan melalui surat menyurat, zaman skrg dg teknologi canggih, pembicaraan bs melalui video call atau chatting.

Satu esensi dr berharganya sebuah jalinan komunikasi adalah berbicara muka dg muka, artinya menjumpai langsung lawan bcra dan bs melihat keadaannya, kerinduan terobati ketika bertemu. Beda dg zaman skrg, sebagian org menganggap yg penting informasinya sampai ke lawan bcra, rasa ‘rindu dan kangen’ tdk lg bgtu terasa krna cukup melakukan video call sdh bs melihat wajah lawan bcra, tetapi tetap ada kekurangannya, tdk bs melakukan ‘sentuhan’ spt bersalaman, pelukan persaudaraan, dsbnya. Kalau krna lokasi yg berjauhan mgkin bs dimaklumi, terkadang dlm satu rumah, komunikasi dilakukan via chatting.

Sering terjd saat berkomunikasi scra verbal, lawan bcra kita terlihat tdk konsentrasi dan sering melirik smartphonenya, tentu dlm etika berkomunikasi, hal ini dianggap sbg tindakan krg sopan krna tdk menghargai org yg sdg berbicara, malah dicuekin saja. Itulah sebabnya seringkali kita krg bs menghargai org lain krna terbiasa bcra lewat chatting atau medsos. Yg tersisa mgkin sdkit saja org yg msh dihormati, dlm artian tdk berani bermain handphone saat sdg berbicara: dg atasan, dg calon rekan bisnis saat ingin ‘deal’ proyek atau tender, dg org-org yg bs merubah nasib kita dg apa yg mrka miliki. Tp terhadap orgtua, masih ada anak yg sibuk main hp saat orgtua ingin berkomunikasi, bahkan saat ibadah di gereja, msh bnyk yg main hp bahkan itu sdh dianggap ‘dosa berjamaah’, perbuatan salah tp dianggap biasa krna bnyk org yg jg melakukannya.

Temui org yg kita rindukan.

Posted in Renungan | Comments Off on Muka Bertemu Muka

Sampai Masa Tua

DI 09022019

Yesaya 46:4

  • Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu.

Sampai di masa tua, Tuhan tetap tdk berubah bagi kita. Inilah bentuk kesetiaan Tuhan sekaligus bukti kasih-Nya pd kita.

Orgtua kita mgkin tdk bs menemani hingga di masa tua kita, kecuali mgkin di zaman dahulu ada org yg hidup sampai melihat keturunan ketiganya (cicit, anak dari cucunya), biasanya yg msh menemani di masa tua adalah pasangan hidup kita dan teman-teman sezaman kita hidup. Itupun mrka kekuatannya melemah seiring bertambahnya usia, tetapi Tuhan tdk pernah berubah, sekalipun kita menua, Dia tetap sama spt wkt kita muda.

Dari sisi Tuhan, Dia tetap mengasihi kita sekalipun kita berdosa sepanjang hidup kita, mgkin diumpamakan spt seorg suami yg tetap merawat istrinya yg menjd cacat sejak muda. Walaupun mgkin bnyk alasan utk boleh meninggalkannya, tp si suami tetap setia krna dia bkn sekedar melihat kondisi fisik istrinya, tp krna dia sungguh-sungguh mencintainya. Kita penuh dosa, sering tdk setia, sering menjauh dr Tuhan, tp Tuhan selalu mencari kita dan memulihkan kita, kasih-Nya tak pernah habis, selalu baru setiap hari.

Apa respon kita terhadap kasih Tuhan? Menganggapnya sbg suatu hal yg pantas kita terima dr Tuhan atau sangat menghargai kasih-Nya sepanjang hidup kita? Tak banyak yg kita bs kita harapkan di masa tua kita selain ada yg mau menganggap kita bkn sbg sebuah beban, tp sbg sebuah obyek kasih. Di saat kekuatan fisik menurun, kita butuh bantuan org lain, Tuhan bersedia membantu bahkan merawat kita. Menggendong, memikul, itu yg Dia lakukan bagi kita di masa tua, gambaran betapa Dia bertanggung jwb atas hidup kita, tdk akan meninggalkan kita. Bersyukurlah senantiasa utk kasih-Nya sepanjang hidup kita. Jgn gunakan hidup utk hal-hal yg tdk membw manfaat baik di masa tua, bijaklah dlm berpola hidup, jgn merusaknya.

Posted in Renungan | Comments Off on Sampai Masa Tua