Jangan Menjadi Jahat

DI 12052018

Imamat 19:14

  • Janganlah kaukutuki orang tuli dan di depan orang buta janganlah kautaruh batu sandungan, tetapi engkau harus takut akan Tuhanmu; Akulah TUHAN.

Di sekeliling kita ada org-org yg ‘cacat’ baik fisiknya atau mental dan kejiwaannya. Ayat ini memperingatkan kita utk menghargai org cacat yg jg adalah milik Tuhan.

Mengutuki org tuli tentu saja si org tuli ini tdk bs mendengarnya, menaruh batu sandungan di dpn org buta yg tdk bs melihat tentu saja sebuah tindakan yg jahat. Ini gambaran ttg org-org ‘lemah’ yg justru hrs kita jaga, bkn kita permainkan.

Demikian jg dg org-org yg terganggu jiwa dan mentalnya, jgn kita permainkan mrka, jikalau mrka bs memilih, mrka jg ingin hidup normal, namun kenyataannya mrka hrs hidup dlm kondisi demikian. Jgn lakukan yg jahat pd mrka krna Tuhan melihat apa yg mrka alami dan Tuhan akan membalas perbuatan jahat yg mrka alami.

Takutlah akan Tuhan, itu yg hrs jd dasar dlm kita bersikap terhadap yg lemah. Tuhan mengawasi semua perbuatan kita, apakah itu yg baik atau yg buruk. Bersyukurlah kita bs hidup scra normal, fisik kita sempurna dan jiwa kita sehat. Kelemahan org lain bknlah utk dijadikan bahan mainan, tp kasihi mrka sbg sesama ciptaan Tuhan. Org yg buta dan tuli jg membutuhlan kasih dan perhatian dr sesama manusia. Bantulah mrka sesuai kapasitas yg kita miliki, kita bs sediakan fasilitas yg mrka butuhkan, dan jgn kita menghina mrka, krna scra tdk langsung, kita menghina Penciptanya.

Mengapa Tuhan menciptakan mrka dlm kondisi cacat? Tentu ada alasannya, scra hukum kesehatan, ada faktor genetik yg mempengaruhi, lalu apakah jg krna dosa? Hanya Tuhan yg tahu pasti jwbannya. Jgn kita mengeluarkan komentar yg tdk berdasar, yg justru bs membuat mrka ‘down’ dan mengasihani diri sndri. Ingatlah bhw semuanya akan kita pertanggung jwbkan pd Tuhan, baik ucapan, perbuatan, yg ada dlm pikiran bahkan yg hanya terucap dlm hati. Tdk ada yg tersembunyi bagi Tuhan

Posted in Renungan | Comments Off on Jangan Menjadi Jahat

Salah Mendidik

DI 11052018

Kejadian 25:28

  • Ishak sayang kepada Esau, sebab ia suka makan daging buruan, tetapi Ribka kasih kepada Yakub.

Punya anak kembar mgkin sebuah kebahagiaan tersendiri, namun apakah kembar atau tdk, anak-anak hrs dididik dg benar.

Sulit bagi orgtua utk mengasihi scra adil terhadap anak-anaknya, pasti ada yg lebih dikasihi drpd yg lainnya, bkn berarti yg lain dibenci, tetapi si anak kesayangan bs ‘mengambil hati’ orgtuanya, mgkin krna prestasinya, kedewasaannya atau paras fisiknya yg baik.

Penyebab Ishak dan Ribka tdk adil dlm mengasihi anak kembar mrka krna perbedaan gaya hidup, Esau seorg ahli berburu, lebih bnyk waktunya di luar rumah, mgkin dianggap lebih ‘macho’ drpd Yakub, seorg yg tenang pembawaannya dan suka tinggal dlm tenda, jd sptnya Yakub pny sedikit sifat ‘anak mami’ shga Ribka lbh sayang padanya. Masing-masing pny anak kesayangan, inilah akar dr masalah yg terjd selanjutnya.

Ide mencuri berkat anak sulung yg seharusnya Esau trma, itu bkn dr Yakub, tapi Ribka, ibunyalah yg punya ide itu dan menyuruh Yakub menjalankan rencananya. Dlm hal ini Ribka bersalah, mengajar anaknya berbuat yg salah yaitu menipu ayahnya sndri. Terlepas dr penentuan Tuhan bhw bangsa Israel sbg keturunan Abraham ternyata dr garis keturunan Yakub, bkn Esau, tp yg Ribka perbuat sbg orgtua tentu tdk patut ditiru.

Sayangilah anak-anak jgn terlalu terlihat berbeda jauh, tiap anak pny karakter yg berbeda, memperlakukan mrka sesuai usia pasti akan menimbulkan kecemburuan di antara anak-anak. Perlu penjelasan dan pendekatan dr hati ke hati utk menjelaskannya pd mrka. Perlakuan terhadap masing-masing anak jgn sampai membuat orgtua ‘terpecah’. Usahakan tdk ada beda pandangan di antara ayah dan ibu dlm mendidik anak, didiklah dlm disiplin dan kasih yg seimbang. Tanamkan nilai-nilai hidup yg Kristiani, bentuk katakter mrka sejak dini, berikan teladan yg baik dan jgn terlihat tdk harmonis di hadapan mrka. Jgn lupa bangun kerohanian mrka dr kecil.

Posted in Renungan | Comments Off on Salah Mendidik

Main Ancam

DI 09052018

Kisah Para Rasul 4:17

  • Tetapi supaya hal itu jangan makin luas tersiar di antara orang banyak, baiklah kita mengancam dan melarang mereka, supaya mereka jangan berbicara lagi dengan siapa pun dalam nama itu.”

Mgkin di antara kita pernah mengalami diancam oleh seseorg atau sekelompok org, pasti krna ada alasannya.

Mengapa seseorg atau sekelompok org mengancam pihak lain? Tentu bnyk alasannya, namun alasan yg paling mengejutkan adalah krna kita menjd ancaman buat mrka, artinya mrka sbnarnya takut pd kita. Dlm strategi perang dan perselisihan, pertahanan plg baik adalah menyerang pihak lawan terlebih dahulu. Kalau tdk takut, knpa mengancam? Artinya memang benar-benar takut dan berlagak sok berani.

Spt para rasul diancam utk tdk lg berbicara atas nama Yesus Kristus yg mati dan bangkit, grja dan org-org percaya pd zaman inipun mengalami ancaman, artinya Kristen mengalami perkembangan pesat dan ini dianggap sbg sebuah ancaman bagi pihak lain. Kita diancam bkn krna kita lemah, tp krna kita kuat. Kalau benar kita lemah, buat apa pakai diancam? Krna Tuhan Mahabesar menyertai kita, jgn kita takut.

Para martir yaitu mrka yg mati bagi Kristus krna Injil, telah menjd bukti bhw kehadiran keKristenan di tengah dunia ini mengusik org-org yg senang tinggal dlm kegelapan. Kehadiran terang membuat kegelapan terpaksa pergi menyingkir, iblis sangat tdk senang. Tak heran iblis menyerang grja dan org percaya melalui berbagai cara, mulai dr merusak generasi penerus Kristen hingga menunggangi kelompok-kelompok pembenci Kristen, berusaha menghambat bahkan membunuh org-org percaya.

Kristen mengalami ancaman, berarti Kristen itu kuat dan punya pengaruh yg dahsyat, banggalah menjd Kristen yg disertai Tuhan. Ancaman adalah bukti sebuah ketakutan besar dr org yg mengancam. Kita justru jgn menjd takut dan lemah, Tuhan ada di pihak kita, siapa yg sanggup melawannya? Kalaupun hrs ada martir, ada kemuliaan yg akan terjd sesudahnya, bnyk pertobatan

Posted in Renungan | Comments Off on Main Ancam

Bertahan Namun Gagal

DI 08052018

Yosua 6:1

  • Dalam pada itu Yerikho telah menutup pintu gerbangnya; telah tertutup kota itu karena orang Israel; tidak ada orang keluar atau masuk.

Seluruh penduduk Yerikho sdh sangat ketakutan ketika tahu bhw bangsa Israel telah mendekati mrka. Ini diketahui saat 2 org pengintai diselamatkan oleh Rahab si perempuan sundal (Yosua 2:9-11).

Yerikho mengandalkan pertahanan terakhir mrka yaitu tembok tebal yg mrka miliki. Mrka berharap bangsa Israel sulit utk merubuhkannya, krna itu mrka memilih bertahan di dlm kota. Yg terjd kemudian adalah tembok Yerikho roboh dan seluruh penduduknya dibunuh. Seandainya mrka memilih menyerahkan diri, mgkin nasib mrka tdk spt yg kita baca.

Penduduk Yerikho tdk menyangka bhw tembok mrka bs diruntuhkan hanya oleh tiupan sangkakala dan sorak sorai org Israel. Rasanya tdk masuk di akal, namun faktanya demikian. Dr hal ini kita belajar bhw mengandalkan kekuatan sndri sangatlah tdk menjamin apa-apa. Kalau sdh menjd lawannya Tuhan, apapun bs Tuhan taklukkan. Org yg melawan Tuhan sungguh sangat bodoh, lebih baik menyerah krna Tuhan penuh dg rahmat. Cara Tuhan utk menunjukkan kemahakuasaan-Nya tdk bs dibatasi oleh hebatnya kemampuan manusia. Tuhan memberikan kemenangan bagi org yg dikasihi-Nya.

Taat melakukan perintah Tuhan adalah kunci kemenangan Yosua dan bangsa Israel, hrs dilakukan sesuai yg diperintahkan sekalipun mnrut kita itu cara yg kurang tepat. Tuhan lebih pintar drpd kita, kita yg hrs dg rendah hati mendengar dan melakukan apa yg Tuhan suruh. Lakukan saja, pasti nanti akan kelihatan hasilnya, butuh waktu dan proses, sekalipun blm nampak terjd apa-apa, tetap percaya dan lakukan trs yg Tuhan perintahkan. Jgn pusingkan hasilnya, itu bagian Tuhan utk melakukannya. Jgn masukkan cara kita ke dlmnya, itu bs merusak rencana Tuhan yg sdh ada. Lakukan dg tepat, jgn ditambah atau dikurangi, krna nanti hasilnya akan tdk maksimal atau malah menjd gagal. Taat dan percaya, lihat kemuliaan-Nya

Posted in Renungan | Comments Off on Bertahan Namun Gagal

Siap Dikoreksi

DI 07052018

Matius 5:39 KJV
But I say unto you, That ye resist not evil: but whosoever shall smite thee on thy right cheek, turn to him the other also.

  • Tetapi Aku berkata padamu bahwa kamu jangan menentang yang jahat: tetapi siapapun yang akan menampar pipi kananmu, berpalinglah padanya pipi yang lain juga.

Knp seseorg ditampar? Biasanya krna org itu bersikap kurang ajar atau terlalu mengadakan perlawanan balik ketika beradu mulut. Lalu apa maksud Yesus berkata spt dlm ayat ini?

Alkitab pasti menjwb Alkitab, jd kita tdk boleh menafsir sembarangan soal ‘tamparan’ dlm ayat ini, kita lihat ayat ini:

Ratapan 3:27, 30
Adalah baik bagi seorang pria memikul kuk pada masa mudanya.
Biarlah ia memberikan pipi kepada yang menamparnya, biarlah ia kenyang dengan cercaan.

Org yg ditampar biasanya disertai omelan, cercaan dan kata-kata buruk yg dikenakan kepadanya. Dlm ayat ini, memberi pipi utk ditampar adalah bagian dr memikul kuk pd masa muda. Memikul kuk itu gambaran diajari oleh yg lebih ‘senior’, kuk biasanya dipikul berpasangan, yg satu lembu jantan yg sdh terbiasa membajak, si lembu jantan inilah yg memimpin gerakan membajak, lembu jantan satunya lg mengikuti. Krna memikul kuk yg sama, lembu jantan yg baru terpaksa mengikuti arah yg dijalani oleh yg lebih ‘senior’. Ini gambaran ketaatan/penundukan diri.

Ditampar tentu ada alasannya, paling logis adalah krna melakukan kesalahan fatal atau memberontak. Org tua menampar anaknya krna si anak melawan orgtuanya, melakukan sesuatu yg membuat nama baik keluarga hancur. Ketika kita dlm posisi ‘ditampar’ artinya memang melakukan kesalahan fatal, berikanlah diri kita utk menerima hukuman dan cercaan, kita mgkin diblg bodoh, tak pakai otak, dsbnya, terima dg rendah hati. Org yg sdg marah biasanya lebih ‘jujur’ dr biasanya. Jgn menghindar ketika kita dihakimi oleh org yg memang punya hak untuk menghakimi kita.

Saat ‘ditampar’, bljarlah dr kesalahan yg kita buat, jgn diulangi lg

Posted in Renungan | Comments Off on Siap Dikoreksi

Tinggal Dalam Kegelapan

DI 05052018

2 Tawarikh 6:1 KJV
Then said Solomon, The LORD hath said that he would dwell in the thick darkness.

  • Kemudian Salomo berkata: “Tuhan telah berkata bahwa Dia akan berdiam dalam kegelapan yang pekat.

Terus terang saya terkejut membc ayat ini, apa iya Tuhan akan berdiam dlm kegelapan yg pekat? Lho, bknnya Tuhan itu terang dan tdk ada kegelapan di dlm Dia?

Utk mengerti ayat ini, saya umpamakan spt 2 negara yg sdg akan berperang, yg satu berasal dr daerah yg bersalju, yg satunya lg berasal dr daerah gurun pasir. Salah satu negara pasti dtg menyerang, maka yg terjd adalah : negara yg bersalju sdg berkemah di padang gurun bersiap utk menyerang. Situasinya tdk biasa.

Dunia ini penuh kegelapan, baik zaman dulu maupun skrg krna iblis dan kerajaannya menguasai dunia ini. Yg terjd pd zaman Salomo adalah Tuhan sdg bersiap utk mewujudkan nubuatan yg Dia sampaikan pd Adam, Hawa dan ular bhw keturunan Adam dan Hawa akan menginjak ‘kepala ular’. Nubuatan ini digenapi saat Yesus mengalahkan iblis dan maut dg kematian-Nya. Sblm itu Yesus hrs lahir ke dunia, dan garis keturunan Daudlah yg terpilih utk kemudian menjd garis nenek moyang Yesus scra jasmani.

Jd spt sebuah negara yg siap utk menyerang negara lain, Tuhan akan berdiam di dlm kegelapan yg pekat, terang Tuhan akan mengusir kegelapan yg ada. Tdk heran iblis berusaha membuat keturunan Daud jatuh dlm dosa dan menjauhi Tuhan, spya yg dinubuatkan Tuhan itu tdk terjd. Tp rencana Tuhan tdk pernah gagal.

Segelap apakah keadaan hidup kita, persilahkan Tuhan utk berdiam di dlmnya, tentu kita tdk boleh pasif, hrs hidup dlm kekudusan, kebenaran dan menjaga diri dr yg jahat. Tuhan akan mengusir kegelapan dr hidup kita. Daud mengerti betapa pentingnya kehadiran Tuhan di tengah bangsa Israel, dia ingin Tuhan selalu memberikan keamanan, kesejahteraan, kemenangan, dsbnya, caranya adalah dg menghormati Tuhan dg seharusnya. Org yg tdk menghormati Tuhan tdk mgkin tunduk pd Tuhan

Posted in Renungan | Comments Off on Tinggal Dalam Kegelapan

Pikiran Yang Sama

DI 04052018

Roma 12:16 KJV
Be of the same mind one toward another. Mind not high things, but condescend to men of low estate. Be not wise in your own conceits.

  • Jadilah pikiran yang sama satu terhadap yang lain. Jangan berpikir hal-hal tinggi, tapi ramahlah pada orang-orang kalangan bawah. Jangan menjadi bijaksana di dalam kesombonganmmu sendiri.

Tak ada gereja dan org Kristen yg sempurna, tak heran bnyk ditemukan penyimpangan bahkan kejahatan yg terjd dlm gereja yg dilakukan oleh org-org Kristen sndri. Kemudian muncullah segerombolan org Kristen yg selalu memviralkan dosa gereja dan org Kristen.

Ayat ini mengajar spya kita jgn menganggap kita ini bijaksana di dlm kesombongan kita. Para ‘gerombolan’ di atas tentu saja tdk bs dikatakan sbg benar atau salah, jika yg diceritakan adalah fakta, tentu saja mrka benar, bkn menyebar fitnah. Namun kalau tujuan menceritakan dosa grja dan org percaya tdk krna prihatin, tp merasa dirinya tdk sehina grja dan org Kristen lainnya, ini yg berbahaya.

Mengungkap fakta dosa grja dan org Kristen, tp tdk memberi pertolongan, sama spt org (maaf) gila, org waras kalau tangannya terkilir, tentu dia menggerakkan kakinya menuju tempat pengobatan, apakah itu RS atau pijat urut tradisional. “Tak apa tangan terkilir yg penting kaki masih ok.”, tentu ini pikiran org yg tdk waras.

Cuma bisanya membuat viral, mengkritik, menertawakan, dsbnya, tanpa punya niat utk membantu sesuai kapasitas yg dimiliki, org spt ini sesungguhnya tdk mengerti isi hati Tuhan. Dia mgkin lupa bhw Tuhan memanggil dia ketika dia masih berdosa. Mgkin saja dlm hal A dia tdk jatuh dlm dosa spt org lain, tp dlm hal B mgkin dialah yg berbuat dosa. Jgn merasa bijak dan sudah kudus, mgkin dosanya malah lebih parah dr org lain.

Kita ini tubuh Kristus, dosa grja dan org Kristen lain jg adalah ‘aib kita’. Kalau kendaraan di depan kita mogok, kita bantu dorong, tentu kita bs melanjutkan perjalanan lebih cepat. Bantu pulihkan mrka

Posted in Renungan | Comments Off on Pikiran Yang Sama

Datang Firman Tuhan

DI 03052018

Yehezkiel 21:8

  • Kemudian datanglah firman TUHAN kepadaku:

Ketika kita mengalami keadaan sulit, kita berharap Tuhan lgsg bertindak, namun seringkali justru tdk demikian, cuma Firman Tuhan yg dtg.

Mengapa tdk lgsg saja Tuhan bertindak, mengapa Dia kirim dulu firman-Nya? Inilah kedaulatan cara Tuhan dlm menuntun langkah kita. Ada hal-hal yg hrs kita pahami dulu melalui Firman-Nya, barulah petunjuk Tuhan berikutnya diberikan. Tuhan tdk ingin kita hanya bisa mengatasi masalah, tp Dia ingin kita belajar dari masalah yg kita hadapi, dan kemudian memuliakan Tuhan.

Tdk selalu mudah utk memahami Firman Tuhan yg dtg pd kita, krna ada yg sifatnya sesuatu yg segera hrs dilakukan, ada jg sesuatu yg sifatnya perlu penjelasan lebih lanjut. Kita perlu bantuan org-org yg memahami dg benar isi dr Firman Tuhan yg dtg pd kita, istilahnya ‘Firman dibalik Firman’. Pastikan org yg kita tanyakan benar-benar org pilihan Tuhan, bkn sekedar pny pengetahuan teologia saja. Salah mengartikan firman berarti kita nantinya berjalan di jalur yg salah.

Bawalah ke hadapan Tuhan apapun pengertian yg kita dpt dr org lain ttg firman itu, sebab hanya Tuhan yg tahu mana yg dimaksudkan sbnarnya. Jgn terlalu tergesa-gesa dlm menentukan mana yg dr Tuhan dan mana yg bkn. Ujilah segala sesuatu dan setelah tahu yg benar, segera lakukan. Jgn menunda yg hrs segera dilakukan krna nanti ‘waktu Tuhan’ terlewatkan. Lakukan dg iman yg teguh meskipun berlawanan dg pendapat bnyk org. Cara Tuhan kadang di luar batas akal manusia.

Jgn lupa bersyukur pd Tuhan setelah kita melewati masa-masa sukar, jgn terlena oleh kesenangan yg berlebihan. Ingat bhw tanpa Tuhan kita tdk mgkin berhasil, semua karena anugerah Tuhan. Berikan kesaksian yg bs menolong org yg mendengarnya keluar dr masa sulit yg sdg dihadapinya. Hormati Tuhan dg harta kita, tolonglah org yg membutuhkan, dan jagalah diri kita dr sgla yg jahat. Jgn jd batu sandungan bagi org lain, jaga nama baik Tuhan

Posted in Renungan | Comments Off on Datang Firman Tuhan

Carilah Tuhan

DI 02052018

Amos 5:4

  • Sebab beginilah firman TUHAN kepada kaum Israel: “Carilah Aku, maka kamu akan hidup!

Kita semua tahu bhw Tuhan ada di surga, knpa hrs dicari? Kata ‘cari’ di sini maksudnya adalah ingin menemukan krna memerlukannya. Jd sampai ktmu, bkn sekedar asal mencari.

Bgmna bs menemukan Tuhan? Ada 1 dimensi di mana kita yg ada di bumi bs bertemu dg Tuhan di surga yaitu di hadirat Tuhan. Bgmna bs bertemu Tuhan dlm hadirat-Nya?

Bnyk kalangan keliru memaknai ttg hadirat Tuhan, sebatas memuji menyembah Tuhan lalu masuk hadirat-Nya. Tentu ini doktrin yg salah. Kita bs masuk hadirat Tuhan krna darah-Nya yg memperdamaikan kita dg Tuhan (Ibrani 10:19). Berdoa, memuji dan menyembah Tuhan justru itulah aktivitas setelah kita bertemu dg Tuhan dlm hadirat-Nya. Bnyk grja justru menganggap pujian penyembahan adalah cara kita masuk hadirat Tuhan. Tdk ada dasar ayatnya pemahaman spt itu.

Carilah Tuhan, bkn berarti spt bermain ‘petak umpet’, kita tahu Tuhan ada di tahta-Nya, krna itulah setelah darah Yesus menyucikan kita, hampiri tahta Tuhan dg merendahkan diri, tdk boleh ada kesombongan dlm diri kita. Bawalah doa, pujian, penyembahan sbg korban yg berkenan kpd Tuhan, krna Dia layak menerimanya. Jgn dg tangan hampa ketika kita menghadap Tuhan. Bawalah korban syukur krna sgla yg diperbuat-Nya bagi kita.

Carilah Tuhan maka kamu akan hidup, artinya hidup kita ada dlm penguasaan Tuhan, ada perlindungan yg sempurna, ada pengampunan dosa, ada mujizat, ada kasih sayang Tuhan yg memenuhi hidup kita. Seharusnya kita dihukum, tp Tuhan mengampuni. Dialah Tuhan yg sempurna, sumber hidup kita, Dia yg memberi nafas hidup bagi kita shga kita bs hidup dlm keadaan baik. Sadari bhw tanpa Tuhan, apa yg kita lakukan menjd sia-sia. Tanpa perlindungan Tuhan mgkin hr ini kita sdh tdk hidup lagi. Sangat besar peranan Tuhan dlm kehidupan umat-Nya, Dia Bapa yg sangat baik.

Carilah Tuhan dlm masa sulit, jgn cari pertolongan pd yg lain krna pasti kecewa

Posted in Renungan | Comments Off on Carilah Tuhan

Ingat Orang Miskin

DI 30042018

Galatia 2:10

  • hanya kami harus tetap mengingat orang-orang miskin dan memang itulah yang sungguh-sungguh kuusahakan melakukannya.

Orang miskin akan selalu ada, ini sepenggal kalimat Tuhan Yesus ketika ada di dunia (Markus 14:7). Jd selain penginjilan, menolong org miskin menjd fokus pelayanan para rasul saat itu, kemudian kita kenal sbg ‘pelayanan meja’ atau diakonia.

Setiap grja biasanya memiliki pelayanan diakonia masing-masing, tentu saja dg peraturan masing-masing sesuai kebutuhan yg ada. Sasarannya tentu saja jemaat yg kurang mampu, pny kebutuhan mendesak, dsbnya. Bahkan ada menyediakan kebutuhan sembako jemaat miskin, dan inilah plynan yg tdk mudah.

Misalkan, ada jemaat yg dinilai blm layak trma bantuan diakonia, lalu menjelek-jelekkan grja. Tentu ada 2 kemungkinan, team diakonia yg salah atau jemaatnya yg salah, krna tdk bs dipungkiri ada modus-modus negatif, di mana seseorg ‘berkeliling’ minta bantuan, menemui perorangan atau minta ke grja. Jgn cepat menghakimi siapa yg salah.

Ada kebijakan dr grja mgkin tdk bs membantu secara penuh, tp diberi bantuan sebagian, krna tentunya bkn 1 atau 2 org saja yg butuh dilayani diakonia, tp ada sekian daftar org yg jg menunggu utk dilayani. Jgn memvonis gereja itu pelit, krna kita berpikir sempit hanya kita yg perlu ditolong, yg lain menyusul.

Penginjilan dan plynan diakonia, keduanya hrs sejalan. Kedua plynan ini membuat org mengalami kasih Tuhan. Org miskin biasanya berpikir dan merasa scra lebih sensitif, krna kemiskinan buat mrka adalah sebuah aib kehidupan, kalau mrka tdk diperdulikan, mrka merasa dikucilkan, diperlakukan rendah dan susah bergaul dlm komunitas grja. Spt Tuhan Yesus yg bnyk menolong org miskin, kitapun hrs melakukannya jg. Kasih hrs bs dirasakan, bkn cuma sebatas ucapan dan dilihat saja. Bila ada kesempatan utk menolong org miskin, segera manfaatkan dan hrs tulus hati.

Kemiskinan tdk selalu krna kutuk dosa, jgn kita memandang hina mrka

Posted in Renungan | Comments Off on Ingat Orang Miskin