DI 12052018
Imamat 19:14
- Janganlah kaukutuki orang tuli dan di depan orang buta janganlah kautaruh batu sandungan, tetapi engkau harus takut akan Tuhanmu; Akulah TUHAN.
Di sekeliling kita ada org-org yg ‘cacat’ baik fisiknya atau mental dan kejiwaannya. Ayat ini memperingatkan kita utk menghargai org cacat yg jg adalah milik Tuhan.
Mengutuki org tuli tentu saja si org tuli ini tdk bs mendengarnya, menaruh batu sandungan di dpn org buta yg tdk bs melihat tentu saja sebuah tindakan yg jahat. Ini gambaran ttg org-org ‘lemah’ yg justru hrs kita jaga, bkn kita permainkan.
Demikian jg dg org-org yg terganggu jiwa dan mentalnya, jgn kita permainkan mrka, jikalau mrka bs memilih, mrka jg ingin hidup normal, namun kenyataannya mrka hrs hidup dlm kondisi demikian. Jgn lakukan yg jahat pd mrka krna Tuhan melihat apa yg mrka alami dan Tuhan akan membalas perbuatan jahat yg mrka alami.
Takutlah akan Tuhan, itu yg hrs jd dasar dlm kita bersikap terhadap yg lemah. Tuhan mengawasi semua perbuatan kita, apakah itu yg baik atau yg buruk. Bersyukurlah kita bs hidup scra normal, fisik kita sempurna dan jiwa kita sehat. Kelemahan org lain bknlah utk dijadikan bahan mainan, tp kasihi mrka sbg sesama ciptaan Tuhan. Org yg buta dan tuli jg membutuhlan kasih dan perhatian dr sesama manusia. Bantulah mrka sesuai kapasitas yg kita miliki, kita bs sediakan fasilitas yg mrka butuhkan, dan jgn kita menghina mrka, krna scra tdk langsung, kita menghina Penciptanya.
Mengapa Tuhan menciptakan mrka dlm kondisi cacat? Tentu ada alasannya, scra hukum kesehatan, ada faktor genetik yg mempengaruhi, lalu apakah jg krna dosa? Hanya Tuhan yg tahu pasti jwbannya. Jgn kita mengeluarkan komentar yg tdk berdasar, yg justru bs membuat mrka ‘down’ dan mengasihani diri sndri. Ingatlah bhw semuanya akan kita pertanggung jwbkan pd Tuhan, baik ucapan, perbuatan, yg ada dlm pikiran bahkan yg hanya terucap dlm hati. Tdk ada yg tersembunyi bagi Tuhan