Diberkati Dalam Segala Hal

DI 15082017 
Kejadian 24:1 

  • Adapun Abraham telah tua dan lanjut umurnya, serta diberkati TUHAN dalam segala hal. 

Tak bnyk org yg diberkati spt Abraham krna dikatakan bhw dia diberkati Tuhan dlm segala hal, artinya tak ada satu area kehidupannya yg tdk diberkati, tdk ada kutuk dlm hidup Abraham. 
Berkat adalah akibat ketaatan melakukan firman Tuhan, sdgkan kutuk adalah akibat ketdk taatan, bs disimpulkan bhw pd masa tua Abraham, dia mencapai kesempurnaan dlm ketaatannya pd Tuhan. Pencapaian yg luar biasa. 
Kita sndri pastinya blm bs setaat Abraham pd Tuhan, kadang taat, kadang melawan, kadang malah tawar menawar dg Tuhan. Disuruh ini dan itu malah minta diringankan atau dikurangi, sering menunda-nunda bahkan ‘berlagak lupa’ pd apa yg Tuhan perintahkan, bgtulah sifat manusiawi setiap org. 
Tentu kita ingin spt Abraham, diberkati dlm segala hal, tentunya ini bkn terjd scra otomatis. Abraham mengalami ujian demi ujian dlm hal ketaatannya pd apa yg Tuhan perintahkan. Kesetiaannya diuji, keteguhan hatinya diuji, bahkan hrs kehilangan yg paling berhargapun, Abraham telah lulus ujian. Ujian apa yg kita alami hari-hari ini? Pasti ada hubungannya dlm hal ketaatan pd Firman Tuhan. Kerjakan saja persis spt yg Tuhan mau, jgn ditunda ataupun tawar menawar. Sekalipun org-org di sekitar kita menentangnya, tetaplah lakukan. Akibatnya jelas, kita ada dlm kondisi diberkati, bkn dlm kondisi mengalami kutuk. Teguhkan hati utk taat pd Tuhan. 
Hasil dr ketaatan kita bkn hanya kita sndri yg menikmati, keluarga, sahabat, keturunan kita jg akan turut menikmatinya. Yg plg berharga adalah kita meninggalkan teladan yg baik dlm hal ketaatan pd Tuhan. Org akan melihat bukti dr kasih kita pd Tuhan. Kesaksian hidup lebih berharga dr kebaikan yg kita lakukan. 
Inginkah kita diberkati dlm segala hal? Mulailah benahi ketaatan kita pd Tuhan, jgn kompromi dg keterbatasan yg ada, lakukan dg kasih tanpa berharap balasan dr siapapun 

Posted in Renungan | Comments Off on Diberkati Dalam Segala Hal

Kasih dan Kesetiaan

DI 14082017 
Kejadian 23:19 

  • Sesudah itu Abraham menguburkan Sara, isterinya, di dalam gua ladang Makhpela itu, di sebelah timur Mamre, yaitu Hebron di tanah Kanaan. 

Teladan Abraham sbg seorg suami yg baik adalah mengurus Sara, isterinya, hingga soal pemakamannya. Kalau kita melihat ke belakang, banyak hal yg bs kita maknai dr kehidupan mereka. 
Pertama, Abraham bs menerima keadaan istrinya yg mandul, tdk menikah dg wanita lain hingga akhirnya Sara menyerahkan Hagar pd Abraham. Itupun krna dia mendengar Tuhan menjanjikan keturunan bagi Abraham, dia pakai caranya sndri dg menyerahkan Hagar pd Abraham suaminya. Hingga Abraham berusia 75 tahun, dia tdk memiliki istri lain selain Sara. 
Kedua, Abraham tdk merendahkan Sara walaupun kerohanian Sara tdk sebaik Abraham. Seringkali pasangan yg rohaninya timpang atau tdk selevel ada masalah yg timbul. Yg merasa level rohaninya lbh tinggi seringkali meremehkan pasangannya, hrs lebih dihormati dan menganggap diri lebih pantas menjd pemimpin drpd yg dipimpin. Tentu ini bkn hal yg baik. 
Ketiga, Abraham mencintai Sara hingga Sara meninggal dunia. Mereka sdh lewati suka duka bersama, saling membahagiakan satu sama lain. Sebagian pasangan lanjut usia menganggap pasangannya sdh layaknya teman biasa saja shga hubungan keduanya terasa hambar dan diselingi konflik kecil. Tak jarang ditemukan  mrka tdk tinggal serumah bahkan tdk seranjang lg di masa tua. 
Bgmna dg kehidupan pernikahan kita masing-masing? Masih adakah cinta yg tulus atau malah sdh hambar dan tdk berarti lg menjd suami dan istri? Org yg intim dg Tuhan pasti mengasihi pasangannya, jika tdk mengasihi pasangannya, patut diragukan kualitas hubungan dia dg Tuhan. Setialah pd pasangan kita hingga akhir, sekalipun bnyk kelemahan dan ketdk sempurnaan yg ada dlm dirinya. Kitapun tdk sempurna, jgn menuntut org lain utk menjd sempurna. 
Pasangan hidup dr Tuhan akan membuat kita naik level dlm kehidupan kita dr semua segi kehidupan 

Posted in Renungan | Comments Off on Kasih dan Kesetiaan

Supaya Dilihat Orang

DI 12082017 
Matius 6:5 

  • “Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. 

Setiap org memerlukan pengakuan dr org lain sbg bagian dr memahami citra atau gambar diri yg dimilikinya. Misalkan bila bnyk org berkata bhw kita ganteng atau cantik, rasanya memang kita lebih yakin bhw kita memang ganteng atau cantik. 
Di zaman dahulu, org yg hidupnya lebih ke arah kerohanian dipandang sbg org yg istimewa. Beda dg zaman skrg saat semua diukur dg status sosial dan harta. Tak heran zaman dahulu org bgtu sangat ingin mendapatkan pengakuan sbg org yg ‘rohani’ krna zaman itu hanya ada 2 golongan: golongan org yg rohani atau golongan org berdosa. 
Ayat ini mengajar kita agar jgn munafik, dlm arti berpura-pura rohani pdhal tujuannya sangat tdk rohani. Misalkan dlm hal melakukan disiplin rohani: berdoa, baca Alkitab, beribadah, dsbnya, yg sbnarnya adalah urusan kita pribadi dg Tuhan malah kita ‘ekspose’ atau kita pamerkan ke org lain shga org akan menilai kita sbg org yg cinta Tuhan dan rohani. Pura-pura melakukan utk Tuhan pdhal ingin dipuji dan diakui oleh org lain. Hal ini tentu tdk baik, jgn ditiru. 
Penilaian dr manusia sangat tdk bs dipertanggung jwbkan kebenarannya, buktinya adalah dlm realita kehidupan, org yg tdk kita sangka bs berbuat jahat justru merekalah yg kedapatan berbuat jahat. Tampak luarnya org yg baik, cinta Tuhan, rajin melayani dan beribadah, ternyata penilaian kita salah. 
Kejarlah pengakuan dr Tuhan, bkn dr manusia krna Tuhan sanggup melihat hati kita, tdk ada yg tersembunyi dan Tuhan tdk bs dibohongi. Penilaian Tuhan sangat akurat, kebenarannya bs sangat dipertanggung jwbkan. Memang tdk mudah utk mendapatkannya, tp itu bkn hal yg mustahil. Hiduplah sesuai dg Firman Tuhan, dan jgn munafik 

Posted in Renungan | Comments Off on Supaya Dilihat Orang

Hormati Semuanya

DI 11082017 
1 Korintus 12:24 KJV 

For our comely parts have no need: but God hath tempered the body together, having given more abundant honour to that part which lacked: 

  • Untuk anggota tubuh yang elok tidak membutuhkan: tapi Tuhan telah menyesuaikan seluruh tubuh, telah memberikan lebih penghormatan berlimpah pada anggota tubuh yang kekurangan. 

Prinsip Tuhan ttg hidup kebersamaan memang beda dg realita yg ada. Org yg berprestasi dan berbakat lebih mendapatkan perhatian dan penghargaan, bahkan org yg kaya walaupun karakternya buruk bs lebih dihormati drpd org yg biasa-biasa saja. 
Tuhan justru mengajar bhw org-org biasa malah hrs lebih menerima bnyk penghormatan, mengapa demikian? 
Perpecahan terjd krna adanya tdk seimbangnya setiap anggota diperlakukan scra terhormat. Yang merasa krg diperhatikan, tdk dibutuhkan atau dinilai berdasarkan status sosialnya, akan memilih berteman dg org yg ‘selevel’ dg dia, di sinilah mulai timbul grup-grup kecil dlm sebuah komunitas, hingga akhirnya tanpa disadari mulai terbangun tembok-tembok pemisah grup yg satu dg grup lainnya. Perbedaan lebih ditonjolkan drpd keharusan utk bersatu/unity. 
Anggota yg ‘elok’ otomatis mendpt bnyk perhatian dan pujian, tp org yg ‘di balik layar’ hrs rela utk sekedar berkarya tanpa menginginkan pujian dan penghormatan. Tetapi rasa dihargai dan dibutuhkan itu kebutuhan setiap org, apakah dia ‘elok’ atau tdk. Kebutuhan jika tdk dipenuhi akan menimbulkan masalah. Yg hrs diperhatikan bkn masalahnya, tp ‘akar’ dr masalah itu, selama tdk diselesaikan, masalah akan trs timbul silih berganti. Lama kelamaan akan timbul perpecahan dan kebencian, bahkan dlm grja sekalipun. Tentu ini tdk memuliakan nama Tuhan. 
Menjaga kebersamaan hrslah dg memperlakukan semua dg adil, jgn menimbulkan rasa diperlakukan berbeda dan dibiarkan bgtu saja bila terjd sesuatu. Membiarkan keretakan bs menimbulkan keruntuhan yg besar, jgn tunggu keruntuhan itu terjd, benahi bila perpecahan ada

Posted in Renungan | Comments Off on Hormati Semuanya

Sulit Percaya 

DI 10082017 
Lukas 16:31 

  • Kata Abraham kepadanya: Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati.” 

Sdh puluhan kesaksian org-org yg pernah melihat surga dan neraka, tp dampaknya tdk terlihat besar, bnyk org masih tdk perduli adanya surga dan neraka. Apakah sesulit itu? 
Berulang-ulang Tuhan memakai para hamba Tuhan utk menyampaikan ttg hidup dlm kekekalan, penginjilan dilakukan di seluruh dunia, mengapa masih saja bnyk org yg tdk percaya? Masih ada yg percaya akan reinkarnasi, setelah mati nanti lahir kembali, entah jd manusia atau hewan. Ada jg org yg percaya bhw tdk ada Tuhan, setelah mati ya selesai. Ada jg yg percaya tuhan selain Yesus Kristus. 
Berita ttg akhir zaman memang paling sulit utk dipahami, beragam gereja maka beragam doktrin pula ttg akhir zaman. Sebagian org menganggap kedatangan Tuhan Yesus kedua kali itu sesuatu yg biasa saja, ditunggu sekian lama ternyata tdk terjd apa-apa. Benar ada atau tdk sbnarnya, sebagian org menganggap itu sebuah dongeng belaka. 
Pekerjaan Roh Kuduslah yg bs membuat org yg keras hati bs akhirnya percaya pd Kristus. Kita hanya menjalankan amanat agung Tuhan, selebihnya Roh Kudus yg menjamah hati org itu. Bkn karena kehebatan kita, tp kuasa Tuhanlah yg bekerja melalui kita. Kesombongan hanyalah menutupi mata kita terhadap kebenaran Tuhan. Kesombongan membuat kita merasa hebat dan tdk butuh Tuhan dlm hidup ini. Darimana asalnya kesombongan? Dari rasa percaya diri yg berlebihan, merasa hebat spt Tuhan. Org yg spt ini akan selalu mengajak org utk fokus hidup hanya di dunia saja, tdk usah menjd rohani, apalg sibuk memahami kitab Wahyu. 
Tetaplah percaya akan nubuatan Tuhan ttg akhir zaman, Memang sulit dipahami semuanya sekaligus. namun ketika kita tekun, Tuhan buka jln bagi kita utk bs memahami apa yg nanti akan terjd. Melalui tanda-tanda akhir zaman, kita bisa menilai zaman 

Posted in Renungan | Comments Off on Sulit Percaya 

Pikiran dan Kehidupan

DI 09082017 
Roma 8:5 

  • Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh. 

Hidup yg kita hidupi skrg ini sebagian adalah hasil dr yg kita pikirkan di waktu-waktu sblumnya. Yg kita pikirkan akan berbuah kehidupan spt apa yg akan kita jalani di masa depan. 
Daging kita itu sdh terpengaruh oleh akibat Hawa dan Adam makan buah dr pohon pengetahuan ttg yg baik dan jahat. Akibatnya manusia punya kecenderungan utk berbuat yg baik atau yg jahat. Org yg baik bs berubah menjd jahat ketika benih kejahatan dlm dirinya menguat dan mengalahkan suara hati nurani. Sebaliknya, org yg jahat bs berubah menjd org yg baik ketika dia menyesal dan bertobat dr kejahatannya. Mana yg ingin mengendalikan hidup kita, yg baik atau yg jahat? Itu tergantung dr apa yg kita pikirkan. 
Daging selalu diartikan sbg sesuatu yg negatif dan jahat sifatnya. Memang ada benarnya, tp ada yg terlewatkan, daging jg ada hal yg baik di dlmnya. Pengertian bhw daging itu jahat, hati itu baik/murni, ternyata tdk benar. Misalkan kalau cinta uang, hati org itulah yg bermasalah, di mana hartamu di situlah hatimu. Knp bkn di mana hartamu di situlah dagingmu? Akibat dosa, daging kita akan binasa, hati dan pikiran kita sdh tdk murni lg, sdh tercemar oleh kejahatan. 
Pikiran bisa berkembang menjd sebuah perkataan dan tindakan. Org yg bcra tanpa berpikir matang jelas akan mudah terjerat dlm konflik dan masalah yg sbnarnya tdk perlu terjd jika bs mengendalikan perkataan. Manusia bs berpikir hal yg baik dan jahat di waktu bersamaan. Inilah yg dimaksud godaan kedagingan kita sndri. Kalau yg masuk dlm pikiran itu ttg hal-hal mengenai Roh, maka hasilnya adalah kita berkata dan bertindak sesuai dg kebenaran Tuhan. Jd penting sekali utk menjaga apa yg pantas masuk dlm pikiran kita, kita sndrilah yg menjd penjaga bagi pikiran kita. 
Pikirkan apa yg dr Roh, yg jd keinginan Tuhan, yg menyukakan Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Pikiran dan Kehidupan

Mendahulukan Tuhan

DI 08082017 
2 Tawarikh 8:1 

  • Setelah lewat dua puluh tahun selesailah Salomo mendirikan rumah TUHAN dan istananya sendiri. 

Bait Suci di zaman Salomo dibangun selama 7 tahun, setelah itu barulah Salomo membangun istananya selama 13 tahun. 
Bisa saja pembangunan 2 bangunan ini dilakukan bersamaan, tapi Salomo memilih mengutamakan Rumah Tuhan terlebih dahulu utk dibangun. Selain krna itu adalah pesan Daud, ayahnya, memang Tuhan sndri yg menetapkan bhw Salomo yg akan membangun Bait Suci. Di sinilah kita melihat bhw Salomo mengutamakan Tuhan lebih dr yg lain. 
Kalau kita pelajari dlm Perjanjian Lama, raja-raja yg sukses memerintah selalu memperhatikan hubungannya dg Tuhan, memperhatikan kerohaniannya sndri dan jg kerohanian rakyat bangsanya. Ketika mrka mengabaikan Tuhan, keadaan bangsa mrka merosot bahkan dijajah bangsa lain. Kita yg hidup zaman ini hrs jg memperhatikan kondisi kerohanian kita. Ini bkn sekedar dtg ke gereja di hari Minggu, tp dlm keseharian kita, apakah hubungan kita dg Tuhan tetap dlm keadaan yg baik. 
Bnyk hal yg menahan kita utk memiliki kerohanian yg baik: kesibukan, hobby yg membuat kita ‘ketagihan’, godaan duniawi, dsbnya. Bahkan iblispun akan selalu berusaha menjauhkan kita dari Tuhan, kalau kita tdk mendorong diri kita sndri utk membangun kerohanian kita, maka dg mudah kita menjauh dr Tuhan dan kemudian menganggap itu hal yg biasa-biasa saja. Kita hrs waspada dan jgn terlena oleh situasi yg ada. 
Kesadaran bhw kita membutuhkan Tuhan setiap saat akan menjd dasar dan alasan utk kita mendekat pd Tuhan. Sekalipun bnyk hambatan, ada perjuangan yg kita lakukan utk trs dekat dg Tuhan. Sediakan waktu khusus setiap hr utk bersekutu dg Tuhan scra pribadi. Kitalah yg hrs mengatur waktu, bkn kita diatur oleh kesibukan atau hal lainnya. Ada yg hrs kita korbankan utk itu, namun hasil yg kita dpt sangat besar, mendpt penyertaan Tuhan dan jg persiapan utk hidup kekal bersama Tuhan. Hidup di dunia hanya sementara 

Posted in Renungan | Comments Off on Mendahulukan Tuhan

Hikmat Untuk Berdamai

DI 07082017 
1 Raja-raja 5:12 

  • Dan TUHAN memberikan hikmat kepada Salomo seperti yang dijanjikan-Nya kepadanya; maka damai pun ada antara Hiram dan Salomo, lalu mereka berdua mengadakan perjanjian. 

Dampak dr hikmat yg Tuhan berikan ternyata bs menciptakan perdamaian dlm hidup seseorang maupun kelompok, terbukti dr ayat yg kita baca, ada damai antara raja Salomo dan raja Hiram. 
Bgmna cara hikmat Tuhan bekerja dlm hidup kita? Hikmat berhubungan dg pikiran dan hati, sementara setiap manusia itu punya pikiran dan hati yg memang dibawa sejak lahir. Ketika hikmat Tuhan masuk dlm hidup kita, cara kita berpikir dan isi hati kita mengalami penyempurnaan, dulu kita berpikir sbg manusia, dg hikmat Tuhan kita dimampukan utk bs berpikir spt Tuhan berpikir, melampaui pikiran kita sndri. 
Lalu apa yg terjd dg hati yg dipengaruhi hikmat Tuhan? Ini yg seringkali manusia menganggapnya sbg ‘indera keenam’, hati kita menjd mampu ‘membaca’ isi hati org lain lewat bbrpa cara. Ilmu pengetahuan saja sdh sangat berkembang, bs membaca karakter org dr bhsa tubuhnya, cara berbicara, dsbnya. Hikmat dr Tuhan bkn sekedar membuat diri kita menjd pandai, tp jg membuat kita mampu memaksimalkan indera yg kita miliki utk mempelajari sesuatu. Bkn menjd spt paranormal, tp menjd supranatural di dlm Tuhan dan kuasa-Nya. Jgn dianggap sbg org aneh, tapi itulah cara Tuhan yg ajaib ketika hikmat-Nya bekerja dlm hidup seseorg. Dan pastinya membuat hubungan dr org lain menjd lebih baik, bs menyelesaikan masalah yg ada, bisa menyegarkan suasana dg ide-ide cemerlang. Banyak wujud dr hikmat Tuhan, kita bs melihatnya dr kehidupan Salomo, bs membuktikan yg benar dan salah walaupun sulit, bs mengatur kerajaan dg baik, membuat pegawai-pegawainya menjd org yg luar biasa. Dampak dr hikmat Tuhan menbuat kualitas hidup seseorg dan lingkungan sekitarnya menjd lebih baik, mengalami peningkatan dr sisi kualitas. 
Kalau kita kekurangan hikmat, mintalah pd Tuhan 

Posted in Renungan | Comments Off on Hikmat Untuk Berdamai

Pemberontak

DI 05082017 
Yohanes 19:15 

  • Maka berteriaklah mereka: “Enyahkan Dia! Enyahkan Dia! Salibkan Dia!” Kata Pilatus kepada mereka: “Haruskah aku menyalibkan rajamu?” Jawab imam-imam kepala: “Kami tidak mempunyai raja selain dari pada Kaisar!” 

Sejak dr awal sbnarnya Tuhan tdk pernah mengatur bhw bangsa Israel akan menjd sebuah kerajaan dg seorg raja sbg penguasanya. Namun krna desakan dr bangsa Israel sndri, akhirnya Tuhan memilih Saul sbg raja bagi mrka, pdhal sblumnya, mrka dipimpin oleh para hakim. 
Mengakui kaisar Romawi sbg raja atas bangsa Israel sama saja dg memberontak pd krdaulatan Tuhan. Tuhan tdk ingin mrka dijajah, namun krna mrka memberontak pd Tuhan, mrka akhirnya dijajah oleh bangsa lain. Apalg yg menyatakannya adalah pimpinan para imam, jelas ini sebuah pemberontakan pd Tuhan. 
Dg mengakui kaisar sbg raja atas mrka, maka mrka tdk lg mengakui Tuhan sbg Tuhan atas bangsa Israel krna kaisar bkn org yg percaya pd Tuhan, mrka menyembah berhala, shga posisi Tuhan digantikan oleh berhala yg disembah org Romawi. 
Zaman skrg memang tdk ada lg Kaisar Romawi, tp bnyk org Kristen mengganti posisi Tuhan dg uang, cinta, kedudukan, berhala, kehebatan teknologi, dsbnya. Saat ada dlm masalah, bkn mencari Tuhan dahulu tp mengunjungi ‘org pintar’, bertanya pd peramal, berusaha mengatasi masalah dg kehebatan ilmu pengetahuan, hingga akhirnya manusia lebih percaya pd dirinya sndri drpd percaya pd Tuhan. Tuhan dianggap terlalu lama menolong, sdgkan lebih menyerahkan semuanya pd ‘cara alternatif’. Hari Minggu tetap ke grja, tp hatinya tdk menyembah Tuhan, sekedar ‘setor muka’ pd pendeta bhw dia masih setia dtg beribadah. Tuhan tdk dpt dibohongi, Dia tahu isi hati setiap manusia. 
Bgmna dg kita? Apakah percaya penuh pd Tuhan atau setengah-setengah? Jadilah org yg setia percaya pd Tuhan, yg tetap mengandalkan Tuhan dlm segala situasi, bkn cm berkata beriman pd Tuhan tp hatinya tdk demikian. Iman hrs nyata dlm perbuatan, sikap dan gaya hidup 

Posted in Renungan | Comments Off on Pemberontak

Menerima Itu Baik

DI 04082017 
Kisah Para Rasul 20:35 NKJV 

… And remember the words of the Lord Jesus, that He said, ‘It is more blessed to give than to receive.’ ” 

  • … Dan ingatlah firman-firman Tuhan, yang Dia katakan: “Adalah lebih diberkati untuk memberi daripada untuk menerima.” 

Sadarkah kita selama ini telah salah memahami ttg memberi dan menerima? Akibatnya kita menjd org yg sombong dan ketika Tuhan menegur kita, rasa malu yg kemudian muncul. 
Memberi itu memberkati atau diberkati dr ayat yg kita baca ini? Ternyata memberi itu diberkati, bkn memberkati. Adalah lebih diberkati untuk memberi … Jelas memberi itu bkn memberkati tp justru diberkati. Kalau kita diberkati, artinya ada yg memberikan kita berkat, tentunya Tuhanlah yg memberi kita berkat. Jd justru ketika kita memberi, justru kita sdg menerima sbnarnya. 
Kita memberi krna kita diberkati Tuhan, di satu sisi memang benar, bgmna mgkin kita memberi kalau kita tdk punya sesuatu utk diberi, artinya kita telah menerima dulu dr Tuhan. Tapi di sisi lain, justru menjd keliru pemahaman di atas, kalau kita dlm posisi yg menerima, kita sdg dlm keadaan perlu berkat (sbnarnya tdk diberkati maksudnya), tdk bs memberi krna tdk punya, krna tdk punya berarti sdg dlm keadaan ‘tdk diberkati’. 
Sebagian org yg salah memahami ini ternyata tdk menyadari bhw dirinya menjd sombong, pokoknya hrs memberi, kalau diberi rasanya malu, berada di posisi ‘bawah/kekurangan’. Sombongnya di mana? 
Misalkan ada 2 org yg bersahabat, yg seorg kaya, yg satu lg sederhana. Si kaya terbiasa senang memberi pd sahabatnya, namun ketika sahabatnya ingin memberi sesuatu kpdnya, dia menolak krna berpikir sayang uang sahabatnya terpakai buat beli sesuatu itu. Kelihatannya rasional, masuk logika, tp satu hal: dia tdk memberi kesempatan sahabatnya yg sederhana itu utk memberi, bknkah ini sebuah bentuk kesombongan? 
Memberi dan menerima, itu sama-sama diberkati Tuhan, kita hanya penyalur berkat Tuhan bagi org lain 

Posted in Renungan | Comments Off on Menerima Itu Baik