Jangan Sembarangan Bicara

DI 03082017 
2 Raja-raja 2:23-24 

Elisa pergi dari sana ke Betel. Dan sedang ia mendaki, maka keluarlah anak-anak dari kota itu, lalu mencemoohkan dia serta berseru kepadanya: “Naiklah botak, naiklah botak!”

Lalu berpalinglah ia ke belakang, dan ketika ia melihat mereka, dikutuknyalah mereka demi nama TUHAN. Maka keluarlah dua ekor beruang dari hutan, lalu mencabik-cabik dari mereka empat puluh dua orang anak. 
Kalau cuma membaca kisah ini, apakah tak berlebihan nabi Elisa sampai mengucapkan kutuk pada 42 org muda yg meneriakkan sesuatu pd dia? 
Kita hrs paham ttg makna ‘kepala botak’ di zaman itu, kebotakan dianggap sesuatu yg buruk, sebuah penghinaan, kepala botak juga melambangkan org itu seorg yg kena sesuatu yg najis (Bilangan 6:5-19). 
Mencukur rambut di kepala zaman itu jg sbg suatu yg lazim dilakukan oleh para org kudus (Kamus Browning) dan jg cukuran kepala sbg tanda kenabian (Ensiklopedia Alkitab). Jadi sbnarnya Elisa tdk dlm keadaan najis, tp malah baru saja menerima mandat sbg pemimpin para nabi menggantikan Elia. Ini yg hrs dipahami. Sembarangan mengejek nabi Tuhan dg mengatai dia seorg yg najis, sangat fatal akibatnya, dianggap spt lgsg mengatai Tuhan. 
Mgkin kita menganggap Elisa berlebihan dan kejam, harap bc ayatnya dg baik. Elisa hanya mengucapkan kutuk pd org-org muda itu, tp siapakah yg menggerakkan 2 beruang itu keluar dan mencabik-cabik 42 pemuda itu? Tuhan membela nabi yg diurapi-Nya. 
Jgn kita mengejek org krna penampilan luarnya, tp lihatlah penyertaan Tuhan dlm hidupnya. Spt Tuhan yg melihat hati, kita jg hrs belajar utk jgn sekedar menilai org dr ‘luarnya’ saja, krna jika org itu diberi Tuhan otoritas, Tuhan yg lgsg membelanya, dan jgn kaget bila terjd sesuatu yg buruk krna Tuhan murka, mana bs kita bertahan menghadapi murka Tuhan? Stop menghakimi org lain, itu area otoritas penuh Tuhan. Lebih baik kita lebih memperhatikan bgmna kita hidup, mengoreksi kesalahan dan tingkatkan kualitas 

Posted in Renungan | Comments Off on Jangan Sembarangan Bicara

Fakta Yang Terlewatkan 

DI 02082017 
Yunus 2:2 NKJV 

And he said: “I cried out to the Lord because of my affliction, And He answered me. “Out of the belly of Sheol I cried, And You heard my voice. 

  • Dan dia berkata: “Aku berseru kepada Tuhan karena penderitaanku, dan Dia menjawab aku. Dari dalam perut dunia orang mati aku berseru, dan Engkau mendengar suaraku.” 

Yunus ternyata bkn sekedar masuk dlm perut ikan besar selama 3 hari spt yg biasa kita dengar dr khotbah. Ayat ini menunjukkan bhw Yunus berdoa dr dlm ‘sheol/syeol’ yg dlm bhsa Yunani berarti tempat dunia org mati. 
Kematian menjd harga ketdk taatan Yunus pd perintah Tuhan. Hal ini krna tugas Yunus menyangkut keselamatan bnyk jiwa di kota Niniwe, tp krna ketdk taatannya, nyawa semua org yg sekapal dg dia nyaris melayang. Ini sebuah pelanggaran besar dan hukumannya tentu berat jg. 
Yunus semula menyepelekan Tuhan, dia berpikir taat pd Tuhan itu sebuah pilihan. Taat pd Tuhan itu sebuah kewajiban, bkn pilihan yg boleh atau tdk usah dilakukan. Pemikiran spt inilah yg meracuni bnyk hati org Kristen shga mrka tdk takut utk tdk taat pd Firman Tuhan. Tuhan menunggu reaksi Yunus hingga pd akhirnya Tuhan menetapkan Yunus utk mati selama 3 hr setelah dia ditelan ikan besar. Untunglah doa Yunus dikabulkan Tuhan, dia hidup kembali.  
Kalau dipercayakan tugas penting oleh Tuhan, lakukanlah dg setia, apalg menyangkut nasib dan nyawa bnyk org. Kalaupun ada ganjalan dlm hati, hrs kita selesaikan di hadapan Tuhan. Kalau mau taat jgn protes dan menggerutu. Walau mgkin tdk setuju, taat saja krna pasti Tuhan punya tujuan yg baik. Pikiran Tuhan jauh melebihi pikiran kita, jgn kita merasa lebih bijak dr Tuhan. 
Melarikan diri dr panggilan Tuhan hanyalah membuat hidup kita menderita. Tangan Tuhan menekan kita dg kuat sampai kita akhirnya kembali pd panggilan Tuhan. Tuhan memilih seseorg utk tugas tertentu pastinya dg pertimbangan yg tepat, kalau kita dipilih berarti kita org yg tepat utk tugas itu 

Posted in Renungan | Comments Off on Fakta Yang Terlewatkan 

Membedakan Tangan

DI 01082017 
Yunus 4:11 KJV 

And should not I spare Nineveh, that great city, wherein are more than sixscore thousand persons that cannot discern between their right hand and their left hand; and also much cattle? 

  • Dan haruskah Aku tidak menyayangkan Niniwe, kota besar itu, yang di dalamnya lebih dari 120.000 orang yang tidak dapat melihat antara tangan kanan mereka dan tangan kiri mereka; dan juga ternak yang banyak? 

Kebobrokan hidup penduduk kota Niniwe digambarkan dg tdk mampu melihat adanya perbedaan antara tangan kanan dg tangan kiri. Anak kecil sajapun bs membedakan antara keduanya. Tentu ini bkn tangan scra fisik. 
Yang dihasilkan tangan adalah perbuatan dan pekerjaan. Tangan kanan itu menggambarkan perbuatan yg baik, mulia dan sopan. Jd yg Tuhan maksud adalah penduduk kota Niniwe tdk mampu membedakan mana yg baik dan mana yg tdk baik. Penyebabnya adalah tdk ada hukum yg berlaku, kalaupun ada, hukum itu tdk dihormati, semua org bebas melakukan apa saja yg mnrutnya benar. 
Zaman skrgpun bnyk ‘org Niniwe’ di kalangan org Kristen. Sdh tahu Alkitab melarang, tp dilakukan jg, berlagak ‘belum tahu’. Wkt ibadah, bknnya mendengar khotbah, sibuk dg smartphonenya. Waktunya utk berdoa di rumah, malah sibuk ini itu. Disuruh baca Alkitab, alasannya bnyk, sehingga bnyk hal yg tdk diketahui ttg kerohanian dan hukum Tuhan. 
Org yg punya hubungan baik dg Tuhan, Dia taruh ‘alarm’ dlm hati mrka. Ketika ada godaan utk melakukan dosa, alarm itu berfungsi, jika diresponi, kita bs terhindar melakukan dosa. Org yg tdk punya hubungan baik dg Tuhan, ‘alarm’nya sdh tdk berfungsi, tepatnya sengaja dimatikan fungsinya, dulu masih takut berbuat dosa, skrg justru dosa yg dilakukan itu dianggap hal yg wajar, bkn cuma mrka kan yg lakukan, bnyk org jg lakukan yg sama. Pembenaran diri sndri membuat yg dosa menjd hal yg wajar, bahkan dianggap Tuhan saja ‘diam’. 
Jgn menganggap Tuhan ‘menutup mata’ atas dosa kita, Dia perhatikan semua perbuatan kita 

Posted in Renungan | Comments Off on Membedakan Tangan

Mengubah Kutuk

DI 31072017 
Nehemiah 13:2 (NKJV) 

… However, our God turned the curse into a blessing. 

  • … bagaimanapun juga, Tuhan kami membalikkan kutuk menjadi berkat. 

Kisah dlm ayat ini adalah raja Balak mengirim utusan pd Bileam utk mengutuki bangsa Israel, namun atas otoritas Tuhan, Bileam akhirnya mengucapkan kata berkat bagi bangsa Israel. 
Bileam saat itu seorg pelihat atau nabi, perkataan nabi zaman itu dianggap sangat mujarab, krna dianggap mewakili Tuhan menyampaikan firman-Nya. Apa yg diucapkan seorg nabi yg dr Tuhan itu pasti terjd.
Tuhan tdk sembarangan dlm hal memberkati atau mengutuki seseorg maupun sebuah bangsa. Selalu ada dasarnya mengapa diberkati ataupun dikutuk, ini yg perlu kita mengerti. 
Konteks ayat ini tdk berlaku dlm semua situasi, bnyk org main kutip lalu dideklarasikan, hasilnya justru yg dikutuk tetap terkutuk. Ayat ini berlaku dlm kondisi yg jd sasaran kutuk itu tdk dlm kondisi ‘layak’ menerima kutukan. Mau dikutuk dg cara apapun, kutuk itu tdk bs masuk dlm kehidupan seseorg atau suatu kelompok. Sederhananya, spt polisi tak bs menahan seseorg yg tdk melakukan kejahatan tanpa adanya saksi atau bukti awal yg kuat. 
Kutuk yg diarahkan pd seseorg yg tdk layak dikutuki, bs Tuhan ubah menjd sebuah berkat. Yg mengubah itu Tuhan, bkn manusia. Jd tak ada cara yg bisa manusia lakukan utk mengubah kutuk menjd berkat. Di titik inilah bnyk org Kristen salah pemahaman. 
Jadilah org yg tak pantas dikutuki, kutuk jenis apapun tak akan bs masuk dlm kehidupan kita. Kutuk timbul krna kita tdk melakukan Firman Tuhan, jd kita hrs taat dan melakukan Firman Tuhan spya kita ada dlm posisi org yg diberkati. Org yg taat Firman ada pembelaan Tuhan dlm hidupnya, ada perlindungan Tuhan yg sempurna, si jahat tdk bs menyentuh. Jd jgn takut saat ada org yg mengutuki atau menyumpahi kita selama kita ada dlm posisi org yg diberkati Tuhan. 
Diberkati bkn sekedar menerima berkat keuangan, tp ada dlm posisi anti terkena kutuk 

Posted in Renungan | Comments Off on Mengubah Kutuk

Jadilah Rendah Hati

DI 29072017 
Roma 12:16 KJV 

Be of the same mind one toward another. Mind not high things, but condescend to men of low estate. Be not wise in your own conceits. 

  • Jadilah sama pikiran satu terhadap yang lain. Berpikir bukan hal-hal yang tinggi, tapi ramahlah kepada orang-orang rendah tingkat hidupnya. Jangan menjadi bijak dalam kesombonganmu sendiri. 

Dlm pergaulan dlm sebuah komunitas, apakah dlm pekerjaan, pelayanan ataupun komunitas lainnya, akan selalu kita temukan perbedaan, mulai dr jenjang pendidikan, status sosial, kecerdasan emosi, dsbnya. Perbedaan ini kadang menimbulkan masalah jika tdk disikapi dg tepat. 
Ayat ini menasehati agar kita memiliki ‘pikiran’ yg sama satu dg lainnya. Contohnya, saat kita mengantri sesuatu, kita dan org lain pasti pny pikiran yg sama sbg org yg sdg sama-sama mengantri, keluhannya sama dan pny hak yg sama sesuai nomor antrian. Sbg sama-sama karyawan, hrs sama-sama berpikir bgmna bekerja dg baik dan memajukan perusahaan. Dlm sebuah komsel, semua anggota punya pikiran yg sama sbg org-org yg sdg ingin mengalami pertumbuhan rohani. 
Sepikir membuat kita bersatu, berarti hrs saling jaga perasaan. Contohnya dlm komsel, ada yg bersikeras bikin fellowship di luar kota, sdgkan yg lainnya terbentur masalah dana dan waktu. Hrs dicari titik temunya, bkn memaksakan keinginannya tanpa peduli dg keadaan org lain. Jgn memikirkan hal-hal yg tinggi, krna tdk semua org bs mencapai hal tinggi tersebut. 
Kita jg hrs ramah terhadap yg lebih rendah tingkat hidupnya. Perlakukan setiap anggota sama, tanpa membedakan kaya atau tdk kaya, berpendidikan tinggi atau rendah, pny kekurangan tertentu justru hrs diperhatikan lebih, bkn menjd bahan ‘bully’. Bangunlah ‘jembatan’ bkn menutup ‘jalan’, hrs menghargai sesama anak Tuhan. 
Jgn terlalu percaya diri, terlalu bangga hingga menjd sombong, tdk mau dikritik, menganggap diri paling benar dan org lain tdk bijak. Sadar bhw akan selalu ada org yg ‘lebih’ dr kita 

Posted in Renungan | Comments Off on Jadilah Rendah Hati

Fondasi Kebenaran

DI 28072017 
Amsal 10:25 (NKJV)  

When the whirlwind passes by, the wicked is no more, But the righteous has an everlasting foundation. 

  • Ketika angin topan lewat, orang fasik tidak ada lagi, tapi orang benar memiliki sebuah fondasi kekal. 

Kita pasti pernah melihat rekaman saat angin topan atau tornado sdg lewat di sebuah wilayah, ada ‘daya sedot’ yg luar biasa shga mobil itu bs tersedot melayang di dlm pusarannya. Angin ini menyedot semua yg dilewatinya shga kemudian benda ini kemudian terbawa jauh dr tempat asalnya. 
Org fasik diumpamakan spt sesuatu yg hilang saat angin topan dtg dan melintas, bisa ikut terbawa krna tdk pny fondasi atau fondasinya lemah. Dlm hidup ini terkadang org lebih mengutamakan yg kelihatan drpd yg tdk terlihat. 
Akar adalah fondasi bagi sebuah tanaman, batang dan rantingnya bergerak mengikuti tiupan angin, bahkan ketika angin kencang bertiup, batangnya bs meliuk-liuk tp tdk tumbang, krna akarnya menopang dg kuat. Demikian jg fondasi sebuah gedung, menentukan kokohnya gedung itu dr goncangan gempa besar. Akar dan fondasi tdk terlihat krna ada di dlm tanah. 
Org benar memiliki fondasi yg sifatnya kekal, Tuhan menjd ‘fondasinya’ krna org benar ‘berakar’ pd imannya pd Tuhan dan kebenaran Firman-Nya. Tampak luar org bs kelihatan sama, sama-sama kaya, pintar, bahagia, luar biasa, dsbnya, namun bgmna dg fondasi hidupnya? Pd siapa atau pd apa dia membangun hidupnya? Apakah hidupnya berfondasi pd hartanya? Pd bekingannya? Atau berfondasi pd Tuhan? 
1 Korintus 3:11 mengingatkan kita bhw fondasi kita ada dlm Kristus Yesus. Melalui Kristus kita menjd ahli waris janji Tuhan pd keturunan Abraham, kita hidup dg sebuah perjanjian dg Tuhan, punya tujuan hidup yg jelas, bahkan kita tahu nanti akan kemana saat masuk dlm kekekalan. Bersama Tuhan kita melewati semuanya dan tampil sbg pemenang. Org lain mgkin putus asa, kita pny pengharapan dlm Tuhan. Org lain menyerah, Tuhan trs menopang dan menguatkan kita 

Posted in Renungan | Comments Off on Fondasi Kebenaran

Kenangan dan Nama Baik

DI 27072017 
Amsal 10:7 NKJV 

The memory of the righteous is blessed, But the name of the wicked will rot. 

  • Kenangan dari orang benar itu diberkati, tapi nama orang fasik akan membusuk. 

Apa yg kita ingat dr hidup seseorg akan menunjukkan penilaian kita terhadap org itu. Misalnya kita ingat ttg kakek kita yg sdh tiada, dia sayang semua cucunya, suka humor, tdk mengeluh wkt sakit, dsbnya. Kita menilai kakek kita seorg yg baik dan membuat kita terharu mengenangnya. 
Namun jika kita mendengar nama seseorg tukang tipu disebut, maka ingatan kita akan memutar kembali apa yg sdh dia perbuat yg merugikan bnyk org, pembicaraan yg ada hanya seputar kejelekannya dan tdk ada nilai positif yg patut dikenang. 
Nama org fasik akan membusuk, bkn semakin ‘harum’ atau dihormati. Ini disebabkan apa yg dilakukan org yg fasik justru merusak nama baiknya sndri, membuat bnyk org benci kepadanya, dan tak ada hal yg bs dijadikan contoh teladan dan tdk ada hal yg indah utk dikenang. Org fasik bkn tdk tahu kebenaran Firman Tuhan, mrka tahu tp tdk mempraktekkannya dlm hidup mrka. Tahu Tuhan tp tdk percaya pada-Nya. Hidup mnrut apa yg dia anggap benar dan berani melawan Tuhan. 
Dlm umat Kristenpun ada org fasiknya. Di gereja dengar khotbah, tp tdk percaya pd Firman Tuhan. Kelihatannya beribadah tp kelakuannya bkn mencerminkan umat Tuhan. Hal ini sering tdk disadari oleh org Kristen, krna ini terjd tdk cepat, tp perlahan-lahan. 
Dimulai dr kecewa pd Tuhan, rasa malas beribadah, kemudian mulai mengkritik ini dan itu, menjelek-jelekkan gereja dan sdr seiman, hingga berujung pd berani melawan Tuhan. Jd ada tahapannya, jgn heran bhw dlm kelompok org percayapun ada bnyk org fasik, ‘luar’nya malaikat, ‘dlm’nya setan. 
Waspada jgn sampai kita menjd org fasik, biasanya org fasik memisahkan diri dr persekutuan org percaya. Tdk mau dikoreksi, ditegur, diajari, tapi hebat mengkritik, menggosip, memecah belah dan hal negatif lainnya. Jgn jauh dr persekutuan 

Posted in Renungan | Comments Off on Kenangan dan Nama Baik

Menyenangkan Orangtua

DI 26072017 
Amsal 10:1 KJV 

The proverbs of Solomon. A wise son maketh a glad father: but a foolish son is the heaviness of his mother. 

  • Amsal-amsal Salomo. Seorang anak yang bijaksana membuat seorang ayah bersenang hati: tapi seorang anak yang bodoh adalah kemalangan ibunya. 

Bgmna kita bisa membahagiakan orgtua setelah kita dwsa? Sebagian org berpikir asal diberi uang supaya mrka bs jalan-jalan atau makan itu sdh cukup. Hitung-hitung balas budi sdh membesarkan kita. Benarkah itu cukup? 
Kalau ternyata orgtua kita itu kaya, sebanyak apapun uang yg kita berikan, mgkin tdk bgtu berarti bagi mrka, toh mereka bs cari uang sndri dan punya bnyk jumlahnya. Ayat ini mengingatkan kita bhw spya orgtua kita senang, kita hrs menjd anak yg bijak bagi mrka. 
Bijaksana diperbandingkan dg kebodohan, bkn cuma hrs cerdas atau pandai, tp hrs menjd bijaksana. Ini bkn sekedar belajar pengetahuan, tp belajar ttg kehidupan yg sebenarnya. Belajar teori berbeda dg belajar ketika mempraktekkan teori itu. Tingkat pengertiannya jauh lebih baik krna kalau teori kita hanya menggunakan pikiran dan daya khayal, sdgkan mempraktekkannya melibatkan semua panca indera yg ada, menyinggung perasaan bahkan menyentuh hati. 
Meninggalkan kebodohan berarti mendekati kebijaksanaan. Kebodohan menimbulkan bnyk kemalangan, misalnya kehilangan bnyk kesempatan, ditipu org, kecurian, direndahkan org, tdk diberi kepercayaan besar, bekerja lebih menggunakan tenaga drpd kemampuan intelektualnya. Tentu saja ini mempengaruhi kualitas hidup dan pergaulan. Semakin kita mengupgrade kualitas diri dan memperbaiki karakter, semakin bnyk kesempatan serta memperluas pergaulan kita. Kita menjd kebanggaan bagi orgtua kita krna bnyk org memuji sikap dan perbuatan kita. 
Orgtua bkn sekedar berharap kita sukses dlm hal keuangan, tp mrka jg berharap kita menjd org yg tangguh, mandiri, bs bnyk membantu org lain serta tdk menyusahkan mrka di hari tua 

Posted in Renungan | Comments Off on Menyenangkan Orangtua

Kesetiaan dan Jodoh

DI 25072017 
Nehemia 13:27 KJV 

Shall we then hearken unto you to do all this great evil, to transgress against our God in marrying strange wives? 

  • Akankah kami kemudian mendengar pada kamu untuk melakukan semua kejahatan besar ini, untuk berdosa melawan Tuhan di dalam menikahi isteri-isteri asing? 

2 hal yg umumnya org Kristen masih sulit menyatukannya dg Firman Tuhan yaitu masalah uang dan jodoh. Aturan dlm hal yg lain masih bisa disesuaikan dg Firman Tuhan, tp 2 hal ini sulit disesuaikan. 
Dlm hal uang misalnya, cara berbisnis masih mengandalkan cara duniawi spya menerima keuntungan yg besar. Mempermasalahkan persepuluhan, kolekte gereja, dsbnya. Lebih menggantungkan hidup pd uang dan bukan pd Tuhan. Cara mengatur keuangan masih menggunakan cara-cara sndri, tdk menggunakan cara Firman Tuhan. 
Dlm hal jodoh, sedikit saja org yg masih percaya bhw jodoh itu Tuhan yg sdh atur, kebanyakan lebih memilih utk mencari yg sesuai kategorinya sndri, tak sedikit justru yg sesuai itu bkn anak Tuhan, shga tetap menikah dg org yg tdk seiman. Tak jarang justru krna perjodohan, mrka akhirnya murtad dan meninggalkan Tuhan. 
Dlm ayat ini jelas tertulis, menikah dg seorg yg bkn sesuai perintah Tuhan disebut berdosa melawan Tuhan. Zaman ini diaplikasikan menjd menikahi org yg bkn anak Tuhan atau non Kristen itu dosa. Urusan jodoh itu bkn sebuah pilihan, tp sebuah ketaatan, kalau tdk ditaati berarti melawan Tuhan dan berdosa. Itu sebuah dosa. 
Jodoh bkn sekedar rasa saling cinta dan restu orgtua kedua pihak, tp masalah ketaatan pd apa yg Tuhan atur utk hidup kita. Semua yg Tuhan atur itu baik utk masa dpn kita, bkn utk mengekang kebebasan yg kita punya. Bisa saja tetap menikah dan melanggar aturan Tuhan, tp sadarlah bhw dosa adalah penghalang antara kita dg Tuhan. Jgn berpikir pd akhirnya Tuhan akan setuju dan mengampuni kita spt kita berpikir spt orgtua yg tdk setuju dan akhirnya setuju. Dosa tetap dosa, minta ampun artinya hrs bertobat 

Posted in Renungan | Comments Off on Kesetiaan dan Jodoh

Semua Menyukai

DI 24072017 
Ester 2:15 (KJV) 

… And Esther obtained favour in the sight of all them that looked upon her. 

  • … Dan Ester memperoleh perkenanan di dalam pandangan dari semua mereka yang melihatnya. 

Kisah ini bermula saat Raja Ahasyweros mencari pengganti Ratu Wasti yg dianggap melakukan sesuatu yg membuat raja murka shga jabatannya sbg ratu dicopot. Ester yg adalah gadis Yahudi yg ada dlm pembuangan, termasuk salah satu gadis yg terpilih utk menghadap raja. Ayat ini mencatat bhw Ester mendpt perkenanan dr semua org yg melihatnya. Ini bkn ttg kecantikan fisiknya, tp mengenai karakter dan sikapnya yg baik, mengikuti anjuran Hegai, sida-sida raja. 
Scra manusia tentu menjd ratu adalah impian terbesar dr para gadis, tentu sedikit bnyk terjd ‘kompetisi’ di antara mrka, namun Ester tdk dimusuhi siapapun, ini tentu sangat luar biasa. Apa yg membuat Ester bs demikian? Hanya 1 kata: ketaatan. 
Ester taat pd Mordekhai, paman sekaligus ayah angkatnya, Ester taat pd Hegai, sida-sida raja, dan tentunya Ester taat pd raja ketika ia dipersilahkan menghadap, hingga akhirnya Ester terpilih dr sekian para gadis yg ada menjd ratu di kerajaan itu. 
Ketaatan itu berhubungan dg karakter dan hati. Org yg punya karakter pemberontak akan sulit menjd taat, semua dibantah, dianggap tdk patut dituruti. Watak seseorg menentukan cara dia melakukan sesuatu. Watak terbentuk dr didikan, pengalaman, dan prinsip kehidupan yg dianggap benar. Ester taat dan tdk membantah, tentu ini membuat bnyk org menyenanginya krna mudah diatur, tdk bodoh dan tdk lamban, sikapnya manis dan tingkah lakunya baik. Ini kualitas dr org-org yg cepat mengalami kesuksesan dlm apa yg dia kerjakan. Tdk menganggap diri pandai, mau diajari dan dinasehati, mengerti apa yg hrs dilakukan tanpa berpura-pura. 
Belajar utk taat, pertama tentunya taat pd Tuhan, kemudian taat pd otoritas yg ada di atas kita, hasilnya akan terlihat saat ketaatan itu trs dilakukan setiap saat. Bkn sekali dua kali 

Posted in Renungan | Comments Off on Semua Menyukai