Tidak Bertobat

DI 21112017 
1 Samuel 3:18 

  • Lalu Samuel memberitahukan semuanya itu kepadanya dengan tidak menyembunyikan sesuatu pun. Kemudian Eli berkata: “Dia TUHAN, biarlah diperbuat-Nya apa yang dipandang-Nya baik.” 

Sulit memahami sikap dr imam Eli di saat mendengar pesan Tuhan yg diceritakan oleh Samuel yg wkt itu masih kecil, tdk ada usaha utk memperbaiki keadaan yg ada. 
Kalau anak berbuat kesalahan, kewajiban orgtuanya utk menegur bahkan jika diperlukan diberi hukuman jg. Imam Eli memang telah menegur kedua anaknya yg berbuat jahat terhadap Tuhan, tp tdk diperhatikan. Faktor usia dan keadaan tubuhnya mgkin saja menjd penyebabnya, namun dr pasal sblumnya ternyata imam Eli jg membuat kesalahan. Dlm 1 Samuel 2:29, imam Eli lebih menghormati kedua anaknya drpd menghormati Tuhan. 
Penghalang bagi seseorg utk bertobat, salah satunya adalah ada yg lebih dihormati/ditakuti dibandingkan pd Tuhan. Org yg memakai kuasa gelap sulit bertobat krna mgkin dia takut miskin, takut dikutuk akibat melanggar pantangan, tdk yakin Tuhan sanggup menyelamatkan dirinya dr kuasa gelap. Org kaya sulit bertobat krna lebih percaya uang sanggup melindungi dirinya dibandingkan Tuhan. Bahkan org yg lebih mengutamakan keluarganya drpd Tuhan, inipun sulit bertobat. 
Belajar dr kesalahan yg dibuat oleh imam Eli dan kedua anak laki-lakinya, dosa tdk menghormati Tuhan dan dosa dlm pelayanan sangat membuat Tuhan murka. Seandainya jika mrka segera bertobat, murka Tuhan bs saja surut, tp sdh 2 kali ditegur dan justru tdk bertobat, kita melihat bhw akhir kehidupan mrka sangat tragis, mati mengenaskan dan tdk meninggalkan teladan yg baik. Tuhan penuh kasih tp jg Dia adil, hukuman dilaksanakan tp sblumnya diberi teguran dan kesempatan utk bertobat. Sblum dihukum akan dtg kesempatan utk bertobat dan berbalik dr yg jahat. Mengasihi itu tdk membiarkan kesalahan terjd terus menerus, jd bkn hanya memberi pengampunan tp jg pendisiplinan bahkan hukuman, tp statusnya dipulihkan 

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Bertobat

Jatuh Ke Tanah 

DI 20112017 
1 Samuel 3:19 KJV 

And Samuel grew, and the LORD was with him, and did let none of his words fall to the ground. 

  • Dan Samuel beranjak dewasa, dan TUHAN menyertainya, dan tidak membiarkan perkataan-Nya jatuh ke tanah. 

Apa makna dari ‘jatuh ke tanah’? Di atas tanah ada manusia yg tinggal di atasnya, jd ini sebuah penggambaran bhw Tuhan memampukan Samuel utk ‘menangkap’ perkataan Tuhan sehingga tdk ada yg sia-sia. 
Org yg tdk peduli dg firman Tuhan bs dipersamakan dg membiarkan firman itu jatuh ke atas tanah. Tuhan berfirman tp org itu tdk mau dengar dan memperhatikannya. Tanpa kita sadari inilah peristiwa yg paling sering terjd. Mari renungkan bersama. 
Cobalah ketika kita ada dlm sebuah ibadah atau kelompok sel, saat khotbah atau sharing firman Tuhan, brp bnyk org yg malah sibuk dg smartphonenya, ada yg main game, chatting, melihat social media, dsbnya. Atau ada saja org yg tertidur saat khotbah berlangsung, ada jg yg ngobrol dg teman sebelahnya. Firman Tuhan menjd sekedar angin lalu, jatuh ke tanah. 
Samuel sejak kecil menghormati firman Tuhan, inilah yg membuat dia dipercayakan jawatan sbg nabi bagi bangsa Israel hingga di masa tuanya. Menghormati firman Tuhan berarti menghormati Tuhan jg, kalau tdk menghormati Tuhan berarti kita tdk punya kasih pd Tuhan, kerohanian kita menjd sebuah topeng hiasan belaka, kelihatannya rohani tp sbnarnya duniawi. Yg penting sdh ibadah, biar enak dilihat org. Sebagian org berpikir spt itu dan ini hal yg salah. 
Inilah keadaan org-org di akhir zaman, sekedar beragama tp tdk ber-Tuhan dlm hidupnya. Senang kutip ayat Alkitab tp kelakuannya tdk sesuai dg Firman Tuhan. Inilah kemunafikan yg bnyk ditemui di akhir zaman ini. Koreksi diri, jgn-jgn kita mulai melakukan hal-hal demikian. Awalnya tdk sengaja, lama-lama terbiasa. Mari bertobat, hormati Tuhan dg seharusnya. Jgn kurang ajar terhadap Tuhan, jgn menganggap Tuhan maklum dg sikap kita. Semua akan diadili Tuhan saat waktu-Nya tiba 

Posted in Renungan | Comments Off on Jatuh Ke Tanah 

Diajar Tuhan 

DI 18112017 
Hakim-hakim 3:2 

  • Maksudnya hanyalah, supaya keturunan-keturunan orang Israel yang tidak mengenal perang yang sudah-sudah, dilatih berperang oleh TUHAN. 

Perang menjd sebuah hal yg hrs dilakukan oleh bangsa Israel saat itu utk masuk ke Tanah Perjanjian krna masih adanya bangsa-bangsa yg mendiami wilayah itu. Mewarisi janji Tuhan hrs dg ‘berperang’. 
Mengapa hrs berperang? Supaya punya legalitas yg diakui ketika meng-claim sebuah wilayah sbg hak milik. Dg mengalahkan raja wilayah itu maka scra legal terjd perubahan hak milik wilayah, dr penguasa lama beralih kpd penguasa baru yg telah mengalahkannya. Hrs berperang jg utk punya kemampuan mempertahankan hak milik yg ingin direbut pihak lain. Jd perlu pny pengetahuan dan keterampilan dlm hal berperang. 
Sebagian dr janji Tuhan ada berupa pemberian, ada yg hrs diperoleh dg perjuangan. Jd tdk semua janji Tuhan menjd nyata dg tindakan Tuhan sndri, ada yg justru kitalah yg bertindak, tentu dg mengikuti petunjuk Tuhan. 
Peperangan itu sebuah ‘seni’, bkn sekedar menggalang kekuatan, tp jg menggunakan strategi yg tepat. Jadi perlu analisa yg akurat dan keberanian utk maju. Dlm meraih janji Tuhan kitapun perlu memiliki pengetahuan dan strategi yg tepat. Tentu hrs ditopang dg doa dan iman yg teguh, namun sisi rohani hrs seimbang dg sisi jasmani, iman perlu bekerjasama dg otak yg memiliki pengetahuan yg memadai. 
Bnyk ‘musuh’ yg hrs kita perangi dan kalahkan: iblis, kelicikan org lain, kemalasan, minder, dsbnya, ini semua yg akan kita hadapi. Jgn takut, jgn tawar hati, hrs punya mental pemenang, hadapi semuanya dg berani, optimis melihat masa depan. Kalau kita mempersiapkan diri sndri dg baik ditambah dg penyertaan Tuhan, kita akan bs melakukan semua, bahkan yg melampaui kemampuan dan kekuatan kita. Jgn biarkan ‘musuh’ mencuri janji Tuhan dr hidup kita. Pertahankan apa yg menjd hak kita, tetap meningkatkan kualitas diri kita dr hari ke hari. 
Maju ‘berperang’ bersama Tuhan 

Posted in Renungan | Comments Off on Diajar Tuhan 

Terputusnya Didikan 

DI 17112017 
Hakim-hakim 2:10 

  • Setelah seluruh angkatan itu dikumpulkan kepada nenek moyangnya, bangkitlah sesudah mereka itu angkatan yang lain, yang tidak mengenal TUHAN ataupun perbuatan yang dilakukan-Nya bagi orang Israel. 

Setelah zaman Yosua, muncul sebuah generasi org Israel yg tdk mengenal Tuhan dan apa yg telah diperbuat-Nya bagi nenek moyang mrka. Berarti ada suatu penyebabnya yaitu hilangnya pendidikan ‘agama’ dan ‘sejarah’ pd masa itu. 
Sesuai hukum Taurat, para ayah (orgtua) wajib mengenalkan seluruh isi keluarganya ttg Tuhan dan isi Taurat. Tujuannya spya generasi berikutnya tahu bhw Tuhanlah yg membuat bangsa Israel menjd bangsa yg besar, keluar dr Mesir dan menduduki Tanah Perjanjian. Tapi kalau sampai mrka menyembah Baal, berarti ada penyebabnya. Kita pelajari bhw 1 penyebabnya adalah ‘pernikahan campuran’ org Israel dg bangsa lain. 
Zaman itu tiap bangsa punya ‘agama’ masing-masing, ketika terjd perkawinan campur, ditambah dg gagalnya didikan dr generasi sblumnya, tdk heran pd saat itu para Baal menjd tuhan yg disembah oleh bangsa Israel. Suatu keadaan yg memprihatinkan. 
Bgmna dg zaman skrg? Kita hidup dlm sebuah kemajemukan dan keragaman, spya tdk terjd spt dlm ayat di atas, maka umat Kristen hrs menjaga 2 hal penting utk dilakukan bersama yaitu melakukan pendidikan kerohanian Kristen trs menerus dan menolak dg tegas pernikahan ‘campur iman’, boleh berbeda suku asalkan seiman, dg suku yg sama tp beda iman tentu hrs dicegah. 
Ada konsekuensi dlm pernikahan beda iman di mata Tuhan, spt dlm ayat ini, Tuhan menghukum bangsa Israel dg sangat keras. Jgn mengira Tuhan diam saja. Tp mengapa kelihatannya yg kawin campur terlihat baik-baik saja? Makin kaya, punya jabatan, dsbnya? Zaman Perjanjian Baru ada 2 penghakiman, saat hidup di dunia atau saat kita menghadap pengadilan Kristus. Masih bs bertobat kalau dihakimi Tuhan di dunia, kalau sdh mati, menghadap pengadilan Kristus, tdk ada kesempatan lg utk bertobat 

Posted in Renungan | Comments Off on Terputusnya Didikan 

Menemukan Ketenangan Jiwa 

DI 16112017 
Matius 11:29 KJV 

Take my yoke upon you, and learn of me; for I am meek and lowly in heart: and ye shall find rest unto your souls. 

  • Ambilah kuk-Ku ke atasmu, dan belajar dari Aku; karena Aku lemah lembut dan rendah hati: dan kalian akan menemukan istirahat atas jiwa kalian. 

Apa yg membuat jiwa kita bs tenang? Kekayaan? Sistem keamanan? Punya bnyk org hebat di sekitar kita? Benarkah semua ini bs membuat kita tenang, lega dan beristirahat? 
Kekayaan bs lenyap, sistem keamanan bs punya celah, org-org hebat bs malah memberontak dan menjd pengkhianat, jd semuanya itu tdk bs menjamin jiwa kita bs tenang. Ayat ini mengajar kita utk memikul kuk bersama Tuhan, utk apa? Belajar ttg kelemah lembutan dan kerendahan hati. 
Ensiklopedia Alkitab menerangkan bhw Dalam PB lemah lembut (kata benda prautes dan kata sifat praus) menunjuk kepada sikap batin. Hal itu termasuk watak Kekristenan, yg hanya dihasilkan. oleh Roh Kudus (Gal 5:23). Orang yg lemah lembut tidak mendendam terhadap tindakan kasar (yg dialaminya) dan tidak tawar hati dalam kemalangan, karena segala sesuatu diterimanya sebagai jalan Tuhan bagi dia dalam tujuan-Nya yg penuh hikmat dan kasih, sehingga mereka terima juga tindakan kasar dari orang lain (seperti Musa di atas), sambil mengetahui bahwa hal-hal itu diizinkan oleh Tuhan demi kebaikan mereka (bnd 2 Sam 16:11). Intinya menjaga kondisi hati tetap bersih dan penuh kasih Tuhan. 
Rendah hati bs terlihat dr kalangan mana saja yg bs berinteraksi dg kita. Spt Yesus yg bs berkomunikasi dg semua kalangan, baik pejabat, ahli Taurat hingga para pendosa, kita pun hrs belajar bs berintetaksi dg siapa saja dg tetap menjaga kemurnian iman dan hati kita. Jgn lupa bhw kita adalah ‘perpanjangan tangan Tuhan’ utk menjangkau org-org yg membutuhkan Tuhan dlm hidupnya. Terang hrs menerangi kegelapan, spt itulah peranan kita di dunia ini. 
2 hal ini yg bs membuat jiwa kita tenang dan beristirahat, disegarkan kembali 

Posted in Renungan | Comments Off on Menemukan Ketenangan Jiwa 

Disertai Tuhan 

DI 15112017 
1 Samuel 16:18 

  • Lalu jawab salah seorang hamba itu, katanya: “Sesungguhnya, aku telah melihat salah seorang anak laki-laki Isai, orang Betlehem itu, yang pandai main kecapi. Ia seorang pahlawan yang gagah perkasa, seorang prajurit, yang pandai bicara, elok perawakannya; dan TUHAN menyertai dia.” 

Bnyk org hebat di dunia ini, bnyk jg org kaya di dunia ini, tp apakah mrka jg ‘hebat dan kaya’ di mata Tuhan? 
Daud punya bnyk hal yg bs dikagumi, namun kalimat terakhir dlm ayat ini menjd sebuah hal yg jarang ditemui di zaman skrg ini yaitu : TUHAN MENYERTAINYA. 
Makin pintar org zaman skrg, makin rasional dan tdk lg mau percaya pd hal-hal yg sifatnya kerohanian, krna dianggap tdk bs dibuktikan scra ilmu pengetahuan. Pertanyaan ttg ‘benarkah Tuhan itu ada?’ menjd pertanyaan awal yg diajukan mrka. Kemudian kalau Tuhan ada, mengapa org yg beragama mengalami musibah, bencana, pdhal Tuhan katanya memberi perlindungan? Mengapa tempat ibadah bs terbakar, mana Tuhannya? 
Dlm sejarah gerejapun, bbrpa kalangan rohaniwan yg pny ilmu teologia yg cukup justru meragukan ttg Tuhan. Mengapa semua ini terjd? Jwbannya cuma 1 saja: Tuhan tdk bersama mrka. 
Menjwb pertanyaan-pertanyaan spt di atas tdk bs menggunakan hikmat manusia, satu-satunya jwban adalah ketika mrka sndri mengalami Tuhan dlm hidupnya. Perdebatan tdk akan pernah mampu membuat seseorg mengalami Tuhan, bisakah manusia menjelaskan ttg Tuhan scra utuh? Para rohaniwanpun masih sangat dangkal pengenalannya ttg Tuhan krna Tuhan tdk bs dipahami scra utuh dg menggunakan otak manusia. 
Daud mengalami dinamika kehidupan, mengalami masa-masa sulit, promosi jg ancaman pembunuhan, jd menantu raja berubah jd buronan negara, dsbnya. Penyertaan Tuhanlah yg membuat dia tetap mampu berada di ‘atas’ sekalipun org berusaha menjatuhkannya ke ‘lembah kelam’. Org hebat bs terpuruk tp Tuhan mengangkatnya kembali ‘naik’ bahkan lebih tinggi dr sblumnya krna ada penyertaan Tuhan 

Posted in Renungan | Comments Off on Disertai Tuhan 

Tetap Sama 

DI 14112017 
1 Tawarikh 15:29 NKJV 

And it happened, as the ark of the covenant of the Lord came to the City of David, that Michal, Saul’s daughter, looked through a window and saw King David whirling and playing music; and she despised him in her heart. 

  • Dan terjadilah itu, sebagaimana Tabut Perjanjian Tuhan datang ke Kota Daud, bahwa Mikhal, putri Saul, melihat melalui jendela dan melihat raja Daud berputar-putar dan bermain musik; dan dia memandang hina Daud di dalam hatinya. 

Salah satu yg tetap kita temui dr pribadi Daud dr sejak muda hingga peristiwa dlm ayat ini adalah dia tetap bermain musik utk Tuhan. Profesi Daud bknlah pemusik, tp utk Tuhan dia tetap lakukan apa yg Tuhan sukai dr dirinya. 
Permainan musik Daud bkn sekedar indah, tp jg punya dampak utk menenangkan jiwa dan mengusir roh jahat dr raja Saul (1 Samuel 16:23). 
Apa yg Tuhan sukai dr diri kita? Masihkah kita lakukan itu utk Tuhan sampai skrg ini? Dulu setiap hr minggu beribadah di grja, skrg hanya sebulan 2 kali saja krna berganti menjd liburan keluar kota. Bkn berarti tdk boleh berlibur, pertanyaannya adalah ketika ada di luar kota, apakah tetap mencari gereja terdekat utk beribadah? Mgkin ada yg berpikir kan bs via streaming nonton ibadah, tp tetap tdk hadir dlm ibadah, bukan? Nonton streaming ibadah bkn berarti sdh beribadah. 
Dulu berbisnis dg cara yg ‘bersih’, skrg mulai menyimpang kiri dan kanan. Dulu melayani tanpa berhitung apa yg akan diterima dr pelayanan, skrg mulai hitung-hitungan. Dulu sering bersaksi, skrg sering bergosip, melukai hati org. Dulu begini, skrg tdk lagi. 
Tanpa sadar kita telah mengalami perubahan ke arah yg ‘turun’ dan berfokus pd diri sndri. Terjadinya tdk mendadak, tp perlahan-lahan. Semua yg kita lakukan ada penilaian dr Tuhan. Suatu saat penilaian itu akan Tuhan beritahukan pd kita, tp bgmna jika sdh tdk ada kesempatan lg utk memperbaikinya? Sdh terlambat dan kita hanya bs menyesal. 
Tetap lakukan apa yg Tuhan sukai dr kita

Posted in Renungan | Comments Off on Tetap Sama 

Pura-Pura Kristen 

DI 13112017 
Lukas 7:44 

  • Dan sambil berpaling kepada perempuan itu, Ia berkata kepada Simon: “Engkau lihat perempuan ini? Aku masuk ke rumahmu, namun engkau tidak memberikan Aku air untuk membasuh kaki-Ku, tetapi dia membasahi kaki-Ku dengan air mata dan menyekanya dengan rambutnya. 

Budaya pd zaman itu adalah memyediakan air dlm sebuah wadah utk mencuci kaki tamu yg berkunjung ke rumah krna kemungkinan kaki tamu kotor selama perjalanan sblmnya. Yesus berkata bhw Dia tdk diberi air utk mencuci kaki-Nya oleh Simon, seorg Farisi, sbg tuan rumah yg mengajak Yesus mkn di rumahnya. 
Tamu yg mencuci kakinya sndri adalah tamu level biasa, kalau tdk diberikan air utk cuci kaki, berarti tamu itu org yg ‘hina’, ini yg terjd pd Yesus saat itu, menjd tamu level ‘sangat hina’. 
Mari kita renungkan, kita ingin Yesus nyata dlm hidup kita, tp kita tdk memperlakukan Dia dg selayaknya. Mau hidup diberkati tp tdk mau berdoa, tdk mau berkomunikasi dg Tuhan. Kalaupun berdoa, kita minta Tuhan lakukan ini dan itu dan kita anggap Tuhan itu spt ‘pembantu’ kita. Kita mengaku Kristen tp jarang beribadah, percaya paranormal, dstnya. Kristen, yg menjd tuhan ya diri sndri, pura-pura Kristen namanya. 
Kita hrs memperlakukan Tuhan dg sepantasnya, Dia layak dimuliakan, berarti kita hrs giat beribadah, dlm ibadah kita memuliakan Tuhan dg memuji, menyembah Tuhan dan bersaksi. Dlm keseharian kitapun memuliakan Tuhan dg perkataan, sikap dan perbuatan yg sesuai Firman Tuhan. Tuhan layak menerima yg terbaik dr kita, jgn pernah memberikan yg ‘sisa dan bekas’ utk Tuhan. Berikan porsi wkt khusus bagi Tuhan, kesegaran tubuh saat melakukan aktivitas kerohanian. 
Ketika kita memperlakukan Tuhan dg sepantasnya, kita sdg membangun relasi yg kuat dg Tuhan, saat kita berdoa, Dia akan menjwb, kalau kita memberi yg terbaik bagi Tuhan, pasti kita akan terima yg terbaik jg dr Tuhan. Kalau kita menghormati Tuhan, Diapun akan mengangkat derajat kita 

Posted in Renungan | Comments Off on Pura-Pura Kristen 

Ingin Dibaptis

DI 11112017 
Kisah Para Rasul 8:36 

  • Mereka melanjutkan perjalanan mereka, dan tiba di suatu tempat yang ada air. Lalu kata sida-sida itu: “Lihat, di situ ada air; apakah halangannya, jika aku dibaptis?” 

Kisah dlm ayat ini mengingatkan kita kembali, mengapa kita mengajukan diri utk dibaptis? Sida-sida dr Etiopia percaya pd Injil dan akhirnya mengajukan diri utk dibaptis, inilah sebuah alasan yg benar. 
Zaman skrg ini org yg dibaptis blm tentu krna alasan yg benar yaitu sbg bukti iman percayanya kpd Tuhan Yesus Kristus. Sebagian org dibaptis demi bs menikah krna hrs ‘seiman’, sebagian krna faktor usia, sdh sejak kecil beragama Kristen, stlah dewasa sebaiknya dibaptis, sebagian lg krna alasan ikut-ikutan saja tanpa mengerti arti pembaptisan yg dijalaninya. Sebagian lg dibaptis krna memang mengerti apa itu baptisan. 
Koreksi diri kita, apa yg dahulu membuat kita mengajukan diri utk dibaptis? Hanya demi bs menikah dg pasangan? Stlah menikah ya hidup diri sndri yg atur, tak ada Tuhan-tuhanan, tak perlu ke gereja, hidup saya ya saya sndri yg atur. Akibatnya kerohanian pasangan turut terganggu. Jgn permainkan Tuhan dlm hal baptisan. 
Meskipun scra keturunan, kita dr keluarga Kristen, masalah iman pd Tuhan itu tetap pribadi kita sndri dg Tuhan. Kalau krna faktor usia saja yg mendorong kita dibaptis, iman kita rapuh pondasinya. Mudah kecewa pd Tuhan, mudah murtad. Dibaptis bkn sekedar menjd Kristen agamanya, tp benar-benar jd pengikut Kristus, belajar hidup spt Kristus telah hidup. Ini komitmen kita hingga kita meninggalkan dunia ini, menolak semua tawaran iblis, dunia, dan iming-iming penganut agama lain yg menjanjikan sesuatu kalau kita mau menyangkal iman pd Kristus. 
Baptisan bkn utk main-main, jd kita hrs memahami benar apa konsekuensinya bagi kita stlah mengajukan diri utk dibaptis. Kita hidup utk Tuhan, taat pd hukum-hukum-Nya, terikat perjanjian dg Tuhan, menerima janji-janji Tuhan pd Abraham dan keturunannya 

Posted in Renungan | Comments Off on Ingin Dibaptis

Butuh Kesabaran 

DI 10112017 
Kisah Para Rasul 9:26 

  • Setibanya di Yerusalem Saulus mencoba menggabungkan diri kepada murid-murid, tetapi semuanya takut kepadanya, karena mereka tidak dapat percaya, bahwa ia juga seorang murid 

Tentu sangat wajar jika para murid Kristus wkt itu tdk langsung menerima kehadiran Saulus mengingat dahulu ia adalah seorg yg ingin merusak kelompok org-org yg percaya pd Yesus, dan Saulus menyadari itu. 
Dlm realita jemaat skrg ini, Saulus itu adalah gambaran dr org-org ‘bermasalah’ yg telah mengalami pertobatan, misalnya spt mantan narkoba, mantan napi, mantan preman, mantan pelacur, mantan penganut agama lain, dsbnya. Di satu sisi senang mengetahui mrka bertobat, di sisi lain masih ada sdkit kecurigaan, benarkah mrka telah sungguh-sungguh bertobat, atau ada tujuan lain di balik ‘pertobatannya’? 
Waspada memang perlu, tp jg beri waktu dan kesempatan bagi mrka utk menunjukkan buah dr pertobatan mrka. Kita hrs tetap menerima mrka spt Barnabas menerima Saulus dan membimbingnya hingga akhirnya para rasul bs menerima Saulus. Tdk boleh kita menjauhi mrka, tp tunjukkan kasih kita pd mrka krna tentu kasih Kristus yg hrs kita tampilkan bagi para petobat baru, spya jgn mrka salah menilai org-org Kristen sbg org yg tdk memiliki kasih Tuhan. Bawalah mrka bergabung dlm sebuah komunitas yg sesuai dg kebutuhan pertumbuhan rohani mrka. Ajaklah mrka bergabung dlm komsel, cool, atau mgkin arahkan mrka utk mulai berminat masuk dlm sebuah pelayanan skala kecil terlebih dahulu. Tentu hrs trs dibimbing hingga mrka bisa ‘berjalan’ sendiri. 
Petobat ‘palsu’ akan terlihat dr buahnya, terlihat dr perbuatan mrka, apakah ada tujuan terselubung atau aksi mencari keuntungan bagi diri sndri, tp kita tetap hrs menyatakan kasih Kristus bagi mrka, mgkin saja pd akhirnya mrka sungguh-sungguh bertobat krna melihat kasih Kristus nyata dlm diri org percaya. Kalau tujuan mrka buruk, Tuhan pasti singkapkan semuanya. Waspada tp jgn curiga berlebihan 

Posted in Renungan | Comments Off on Butuh Kesabaran