Ketegasan Tuhan

DI 28082017 
Yohanes 8:11 

  • Jawabnya: “Tidak ada, Tuhan.” Lalu kata Yesus: “Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.” 

Peristiwa Tuhan tdk menghukum perempuan yg kedapatan berzinah ini perlu kita pahami dg benar. Hukuman mnrut hukum Taurat adalah melempari perempuan itu sampai mati, tp ternyata perempuan itu dibiarkan pergi oleh Yesus. 
Salah koq tdk dihukum? Ini mgkin jd bahan pikiran bnyk org. Perempuan ini tdk minta pengampunan, tp Yesus sndri yg berkata bhw dia tdk dihukum. 
Ketegasan Tuhan ttg dosa jelas terlihat dr ayat ini: … jangan berbuat dosa lagi. Jd Yesus tetap tegas berkata bhw yg dilakukan perempuan ini yaitu zinah, itu adalah dosa. Dosa tentu mendpt ganjaran hukuman. Tp mengapa perempuan ini lolos dr hukuman? Apakah Tuhan melanggar hukum yg Dia tentukan sndri utk umat Israel yaitu hukum Taurat? Seharusnya Tuhan membiarkan org bnyk melempari perempuan itu. 
Sebenarnya jika perempuan ini tdk dibawa pd Yesus, pasti dia sudah mati di lokasi ketika dia tertangkap basah sdg berzinah. Tak perlu minta pendapat Yesus utk itu, oleh hukum Taurat diharuskan org-org melempari perempuan itu, tp dg hanya menangkap lalu membw perempuan ini menemui Yesus, sesungguhnya mrka sndri telah ‘menunda’ hukuman terhadapnya, berarti mrka sndri telah melalaikan hukum Taurat, dan ini salah di mata Tuhan. 
Di sinilah keadilan Tuhan, para ahli Taurat dan org Farisi yg membw perempuan ini hrs dihukum krna mrka tdk mentaati hukum Taurat krna tdk melempari perempuan itu, tp Tuhan memberi mrka pengampunan, membiarkan mrka pergi satu demi satu. Kalau yg lain diampuni, maka perempuan ini berhak diampuni jg. Perempuan itu dibiarkan pergi tanpa dihukum, tp perbuatan dosanya tetap dinilai sbg dosa. 
Anugerah Tuhan selalu berdampingan dg keadilan-Nya. Dia berbelas kasihan tp jg tegas, tdk kompromi. 
Kalau kita diampuni, kita jg hrs mengampuni. Dosa tetap dosa, jgn dikatakan bkn dosa 

Posted in Renungan | Comments Off on Ketegasan Tuhan

Ciptaan Baru

DI 26082017 
Galatia 6:15 NKJV 

For in Christ Jesus neither circumcision nor uncircumcision avails anything, but a new creation. 

  • Karena di dalam Kristus Yesus tak ada bersunat maupun tidak bersunat berfaedah sesuatu, tapi sebuah ciptaan baru 

Sunat adalah bagian dr perjanjian Tuhan pd Abraham dan keturunannya, lalu perlukah org yg percaya pd Kristus hrs disunat jg? 
Org Yahudi percaya pd Tuhan namun tdk mengakui Yesus sbg Tuhan dan Mesias, hanya sbg seorang nabi yg kontroversial, dikagumi namun dianggap memperkatakan hal-hal yg membingungkan, benar atau salah yg Dia katakan. Org Yahudi melakukan sunat krna memang sejak Abraham menerima janji Tuhan, mrka melakukannya sesuai perintah Tuhan. Bgmna dg org Kristen? 
Scra fisik, kita bkn termasuk keturunan Abraham, kita percaya pd Bapa, Yesus dan Roh Kudus, kita ‘dicangkokkan’ pd Israel, jd kita penganut agama Yahudi, tdk perlu disunat. Kalaupun akhirnya bersedia disunat, itupun mgkin dg alasan kesehatan. Yg penting bkn soal bersunat atau tdk, tp apakah kita ini ciptaan baru atau bkn? 
Ciptaan baru beda dengan diperbaiki. Contoh smartphone baru beda dg snartphone yg rusak kemudian diperbaiki. Artinya ada proses penciptaan. Tuhan menciptakan langit dan bumi dg berfirman, berarti Firman Tuhan yg akan memproses kita hingga menjd ciptaan baru. Org yg hidup mentaati Firman Tuhan, hidupnya berubah menjd ciptaan baru. Unsur dosa dlm hidup kita hrs disingkirkan. 
Manusia jatuh karena dosa, jd masalah dosa inilah yg menjd fokus Tuhan mengenai hidup setiap kita. Dia mengupayakan cara-cara agar dosa manusia itu lepas dlm diri manusia. Dia membuat persembahan penghapus dosa, dsbnya. Kemudian Yesus sndrilah yg menanggung dosa manusia. Bisakah manusia bebas dr dosa? 
Di surga tdk ada dosa, perbuatan dosa akan tertinggal bersamaan dg meninggalnya seseorg. Seumur hidup dosa akan trs menggoda kita, apakah kita menuruti godaannya atau justru menolaknya 

Posted in Renungan | Comments Off on Ciptaan Baru

Merusak Diri Sendiri

DI 25082017 
2 Tawarikh 26:16 

  • Setelah ia menjadi kuat, ia menjadi tinggi hati sehingga ia melakukan hal yang merusak. Ia berubah setia kepada TUHAN, dan memasuki bait TUHAN untuk membakar ukupan di atas mezbah pembakaran ukupan. 

Punya kerinduan utk menjd org yg ‘rohani’ tentu hal yg baik, spt kisah kehidupan raja Uzia, kita temukan bhw dia berhasil menjd ‘rohani’, tapi justru di level inilah dia gagal dan jatuh. 
Awalnya raja Uzia melakukan yg benar di mata Tuhan, kerajaannya kokoh bahkan dia menerima upeti dr bbrpa wilayah, hidupnya ada di puncak kesuksesan, namun dia mulai berubah terhadap Tuhan. Saat dia merasa kuat, dia mulai berani terhadap Tuhan. 
Seberapa bnyk org spt raja Uzia, saat menjd org sukses dan terhormat, memiliki segalanya, disegani bnyk org, merasa dekat dg Tuhan, di sinilah rasa hormat akan Tuhan mulai hilang. Tak jarang org mulai memikirkan apa yg sbnarnya tdk boleh dilakukan, dg modal kekuasaan dan posisi tinggi, melegalkan dirinya melakukan yg sbnarnya tdk boleh dan itu akan Tuhan nilai sbg sebuah pemberontakan. Bahkan tdk lg hormat pd org yg menegur dan memperingatkannya. Dlm pikirannya dia berpikir bhw tak boleh ada org yg menyalahkan saya, terserah saya mau lakukan apapun, tdk boleh menilai saya salah, saya ini pegang otoritas, semua hrs mrmatuhi saya, tak boleh melarang saya. 
Ketika kita kuat dan rohani, kita mulai tanpa sadar merasa bhw kita ‘selevel’ dg Tuhan, inilah kesombongan dan Tuhan tdk menyukainya. Raja Uzia mengalami kusta di dahinya shga dia hrs dikucilkan. Tuhan yg mengangkat, Dia jg yg berkuasa menurunkan. Seseorg yg merasa berhak lakukan yg dia anggap baik, bahkan melanggar Firman Tuhan sekalipun, tak ada rasa takut lg, bahkan merendahkan org lain, sdh memposisikan diri berdiri di dpn meja pengadilan Tuhan. Ketika kekudusan Tuhan dinyatakan, siapa yg dpt bertahan, semua terbuka, keadilan-Nya dinyatakan bahkan vonispun bs Dia berikan seketika. Jgn anggap Tuhan itu bs diajak kompromi.

Posted in Renungan | Comments Off on Merusak Diri Sendiri

Cara Iman Bekerja

DI 24082017 
Yakobus 2:24 

  • Jadi kamu lihat, bahwa manusia dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya dan bukan hanya karena iman. 

Apa yg membuat sesuatu yg kita imani itu kita peroleh atau menjd nyata? Ternyata ada satu proses yg tdk disadari oleh kita shga kita merasa bhw iman kita gagal dan tdk ada gunanya beriman. 
Mengapa iman hrs memiliki perbuatan? Apakah spt slma ini yg diajarkan berulang-ulang bhw lakukan bagian kita dan Tuhan pasti lakukan bagian-Nya? Periksa ayat di atas. 
Iman dan perbuatan menghasilkan pembenaran atas diri manusia. Pembenaran bkn berarti yg salah dianggap menjd benar, tp justru yg salah ditunjukkan bgmna menjd benar. Iman kita adalah buah dr kepercayaan kita pd Tuhan, melalui pergaulan dg Tuhan, iman mulai bertumbuh, menjd besar. Namun apa yg bs membuktikan seseorg itu memiliki iman? Apakah membuat mujizat? Setiap doanya terkabul? Bukan itu, tp bukti dr iman kita adalah kita melakukan yg benar sesuai kebenaran Tuhan yg Dia ajarkan pd kita. Kita percaya pd ajaran guru di sekolah, maka kita praktekkan apa yg diajarkan. Org yg beriman hrs mempraktekkan ajaran Tuhan. 
Krna melakukan yg benar, maka Tuhan memberikan penilaian bhw kita ini org benar. Spt mengerjakan soal menuruti rumus yg diajarkan, guru menilai rumus dan jwbannya benar, maka kita dikatakan benar jwbannya. Jd hrs melewati pembenaran dulu barulah Tuhan melakukan seturut apa yg kita lakukan bagi Dia. 
Kalau mengimani sesuatu tp perbuatannya melanggar Firman Tuhan, maka kita didapati tdk benar, yg kita imani tdk akan jd kenyataan. Abraham melakukan yg benar, barulah janji Tuhan yg dia imani menjd kenyataan, Yusuf dan keturunan selanjutnya mengalami janji Tuhan pd Abraham. 
Beriman bkn sekedar ingin mendpt atau mengalami sesuatu dr Tuhan, itu dangkal sekali. Iman bkn saja ttg mujizat, tp berbuat apa yg benar shga kita mengalami janji Tuhan. Beriman berarti jg hidup benar di hadapan Tuhan. Hiduplah di dlm Firman Tuhan, Tuhan mengajar kita

Posted in Renungan | Comments Off on Cara Iman Bekerja

Menjadi Anak-Anak Tuhan 

DI 23082017 
Yohanes 1:12 KJV 

But as many as received him, to them gave he power to become the sons of God, even to them that believe on his name: 

  • Tapi sebanyak yang menerima Dia, pada mereka Dia memberi kuasa untuk menjadi anak-anak Tuhan, bahkan pada mereka yang percaya pada nama-Nya. 

Banyak org Kristen yg ‘alergi’ dg kedahsyatan kuasa Tuhan yg ada dlm diri tiap org percaya, sebagian kalangan lebih menyukai org percaya yg pintar berkhotbah drpd org percaya yg menyatakan kuasa Tuhan lewat mujizat dan perbuatan ajaib dlm hidupnya. 
Kalau kita melihat pelayanan Tuhan Yesus slma di dunia, Dia mengajar tp jg membuat mujizat, mengusir setan, dsbnya. Jd selain menguasai banyak pengertian ttg Firman Tuhan, kita jg hrs menyatakan kuasa Tuhan. 
Markus 16:17-18 

Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,

mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh. 
Menjd anak Tuhan itu ternyata dibutuhkan kuasa dr Tuhan. Spt pejabat pemerintah, negara memberikan kuasa sesuai jabatannya utk melakukan tugas kenegaraan. Utk apa kuasa diberikan Tuhan bagi org percaya? Spya org percaya berperan spt Tuhan dlm dunia ini, menyelamatkan bnyk org melalui iman percaya pd Kristus. 
2 hal org yg menerima kuasa Tuhan, yg menerima Tuhan Yesus dan percaya pd nama-Nya. Jd keduanya hrs kita lakukan, menerima Tuhan dg segala keberadaan-Nya, serta percaya pd nama Tuhan yg menyelamatkan org berdosa. Seorg anak akan diasuh dg baik shga mempunyai karakter baik spt bapanya dan meneruskan apa yg bapanya kerjakan. Kuasa inilah yg menjd legalitas bagi org percaya utk berperan sbg anak-anak Tuhan. Krna Bapa kita di surga adalah Raja segala raja, kita pny status sbg anak Raja, pewaris sah 

Posted in Renungan | Comments Off on Menjadi Anak-Anak Tuhan 

Menjadi Pengasuh Rohani

DI 22082017 
1 Tesalonika 2:7 KJV 

But we were gentle among you, even as a nurse cherisheth her children: 

  • Tapi kami lemah lembut di antara kamu, bahkan sebagai seorang pengasuh menyayangi anak-anaknya. 

Dlm diri manusia, sbnarnya tdk ada perbedaan sifat antara pria dg wanita, krna Tuhan awalnya hanya menciptakan 1 manusia yaitu Adam, baru kemudian Hawa diciptakan Tuhan dr tulang rusuk Adam, artinya Hawa ada dlm diri Adam, sifat pria dan wanita menyatu dlm diri Adam pd awalnya. 
Rasul Paulus menyadari hal ini shga dlm penggembalaannya selain dia berperan sbg bapa rohani, dia jg berperan sbg ibu rohani, spt tertulis dlm ayat ini, dia lemah lembut dan menyayangi jemaat spt seorg ibu pd anak-anaknya. 
Menyayangi (cherish) mempunyai arti ‘protect and care someone lovingly’, jd melindungi dan memelihara dg kasih/cinta. Pendidikan yg baik dilengkapi oleh 2 hal yaitu disiplin dan kasih, disiplin memerlukan ketegasan seorg pria/bapak, kasih memerlukan perhatian seorg ibu. Itulah sebabnya keluarga yg utuh adalah keluarga yg ayah dan ibunya berperan dg baik di posisinya masing-masing. 
Lemah lembut (prautes) mengandung makna tdk mendendam, tdk tawar hati dan menerima semuanya sbg jalan yg Tuhan tentukan (Ensiklopedia Alkitab). Bisa menerima keadaan dan keberadaan sesuatu sbg bagian dr rencana Tuhan tentu tdk mudah. Rasul Paulus sering mengalami penolakan, penderitaan oleh org-org yg memusuhinya, omongan-omongan negatif serta bnyk hal lainnya. Namun dia memilih bersikap sbg seorg ibu pengasuh, anak mgkin nakal tp msh ada harapan utk dididik dan berubah. 
Keegoisan akan membuat kita tdk boleh ‘disentuh’ org lain, tdk mau ditegur, tdk mau dinasehati, tdk mau mengaku salah dan memanipulasi keadaan utk menguntungkan diri sndri dan merugikan org lain. Bkn org lain tdk menyayangi kita, tp kitalah yg membuat org terhalang utk menyayangi kita. Bnyk org yg Tuhan tempatkan sbg bapa dan ibu rohani bagi kita, tp kita meremehkannya 

Posted in Renungan | Comments Off on Menjadi Pengasuh Rohani

Jangan Jadikan Dosa Sebagai Raja

DI 21082017 
Roma 6:12 NKJV 

Therefore do not let sin reign in your mortal body, that you should obey it in its lusts. 

  • Karena itu jangan biarkan dosa memerintah di dalam tubuh fana kita, bahwa kamu harus mentaatinya di dalam nafsu-nafsunya. 

Siapa yg memerintah dlm hidup kita, dialah yg akan kita patuhi, karena kita ada di bawah otoritasnya. 
Ternyata dosa menggunakan tubuh jasmani kita sbg ‘wilayah’ kekuasaannya, ayat ini berkata bhw jgn biarkan dosa memerintah dlm tubuh kita. Kita hrs paham bhw sebagian besar dosa itu bekerja menggunakan tubuh kita. Itulah sebabnya kita hrs trs berjaga-jaga krna tubuh kita ini Bait Roh Kudus, seharusnya Tuhanlah yg berkuasa dlm tubuh kita. 
Dosa itu memiliki nafsu-nafsu, sdgkan tubuh kita memiliki bbrpa kebutuhan, di sinilah dosa menggoda kita melalui kebutuhan tubuh kita. Tubuh kita butuh makan, minum, pakai, dosa menggoda kita utk memenuhi kebutuhan kita dg cara yg tdk benar, mulai dr memancing nafsu mkn berlebihan hingga berbuat curang dlm mencari uang. Kalau kita mulai tergiur memakai cara yg tdk benar, itu tanda dosa sdh mulai dominan dlm diri kita. 
Kita hrs menaklukkan nafsu-nafsu dosa kalau tdk ingin dosa yg menguasai hidup kita. Ini antara menaklukkan atau ditaklukkan. Tdk boleh kompromi dg dosa, itu sama saja dg memberi tempat bagi dosa utk trs lebih menguasai diri kita. Makin dibiarkan, dosa semakin ‘buas’, lama kelamaan kita terbiasa dg godaan dosa hingga akhirnya kita berbuat dosa. Harus tegas dlm hal menaklukkan nafsu dosa. 
Penguasaan diri menjd sesuatu yg penting kita miliki dan praktekkan, hrs trs memperkuat penguasaan diri krna semakin hari makin bnyk jalan yg dosa tunjukkan di hadapan kita. Dosa tak pernah menyerah utk menaklukkan kita, apalg kita yg termasuk org yg ternama, disegani, dianggap panutan. Begitu kita jatuh, semua yg baik dlm diri kita spt tdk terlihat lg, yg dilihat hanyalah dosa yg kita perbuat. Hrs jaga hati dan tubuh kita 

Posted in Renungan | Comments Off on Jangan Jadikan Dosa Sebagai Raja

Seperti Tuhan Mengampuni

DI 19082017 
Kolose 3:13 KJV 

Forbearing one another, and forgiving one another, if any man have a quarrel against any: even as Christ forgave you, so also do ye. 

  • Sabarlah satu sama lain, dan ampunilah satu sama lain, jika ada orang yang memiliki sebuah perselisihan terhadap yang lain: sama sebagaimana Kristus mengampuni kamu, kamu juga lakukan demikian. 

Prinsip pengampunan bagi org Kristen itu berbeda, bkn spt kebanyakan org yg menganggap itu sebuah pilihan: terserah mau dilakukan atau tdk, tp ini perintah Tuhan, artinya bkn pilihan tp sebuah kewajiban. 
Krna Tuhan telah mengampuni kita maka kita wajib mengampuni org yg bersalah terhadap kita. Kalau tdk mau mengampuni? Jgn kira Tuhan tdk memberi hukuman. Lihatlah bgtu bnyk penderitaan yg seseorg alami krna dia menolak utk mengampuni, mulai dr tubuhnya mengalami sakit penyakit yg parah, hubungan dg Tuhan terganggu, jiwanya menjd tdk tenang, hingga dia sndri dosanya tdk diampuni Tuhan. 
“Enak di dia dong udah buat dosa gtu sama saya eh diampuni lg.” Coba tanyakan pd diri kita sndri: “Kalau dosa kita diampuni Tuhan, enak atau tdk?” Kalau ada yg jwb tdk enak, berarti org itu ‘sakit jiwanya’. Pasti bahagia kalau dosa kita diampuni. 
Pertengkaran akan trs berlanjut jika tdk ada salah satu pihak atau semua pihak yg mau mengakui kesalahannya. Tp dunia mengajukan pemikiran yg kelihatannya benar: “Salah satu mengalah saja, drpd ribut panjang.” Malah ada yg sengaja minta maaf pdhal bkn dia yg salah. Kalau tdk salah tp mengaku salah, bknkah itu berbohong? Niat sih baik mau meredakan pertengkaran, tp knpa hrs dg berbohong? Itulah contoh hikmat dunia. 
Org yg tdk mau mengampuni dipastikan blm mengerti arti dr pengampunan Tuhan atas dosanya. Masih berpikir kira-kira diampuni atau tdk dosanya, apa Tuhan masih pikir-pikir utk mengampuni? Keraguan inilah yg membuat seseorg ragu utk mengampuni krna dia sndri berpikir pengampunan Tuhan itu tdk membuat dirinya memiliki damai dlm hidup 

Posted in Renungan | Comments Off on Seperti Tuhan Mengampuni

Pasti Diberikan Tuhan

DI 18082017 
Mazmur 84:11 KJV 

For the LORD God is a sun and shield: the LORD will give grace and glory: no good thing will he withhold from them that walk uprightly. 

  • Karena Tuhan adalah sebuah matahari dan perisai: Tuhan akan memberi anugerah dan kemuliaan: tidak ada hal baik yang akan Dia tahan dari mereka yang berjalan lurus. 

Tuhan itu sebuah matahari, jgn diartikan bhw matahari itulah Tuhan yg kita sembah, tp maksudnya adalah bhw spt matahari sbg penerang dan lambang krmuliaan terbesar, Tuhan kita menerangi dan memberi kehidupan bagi semua penduduk bumi ini. Tuhanlah yg terbesar, tdk ada yg lain. 
Tuhan kita melindungi, spt perisai yg melindungi seorg prajurit dr serangan musuh, apa dan siapa yg mencoba menyentuh hidup kita, akan berhadapan dg Tuhan terlebih dahulu. Siapakah yg dpt menandingi Tuhan? Tdk ada, krna itulah Tuhan menjd tempat perlindungan yg sangat aman. 
Org yg berjalan lurus dimaknai tdk menyimpang dr kebenaran Firman Tuhan, berjalan di jalur yg telah Tuhan tetapkan dlm hidupnya, bs dipercaya dan punya integritas yg teruji. Org spt ini akan Tuhan berikan anugerah dan kemuliaan. Anugerah bcra ttg sesuatu yg melampaui yg seharusnya, diberikan kehormatan lebih tinggi, shga bs dikaitkan dg ‘promosi’ dr Tuhan sbg ganjaran integritas dirinya. Diberikan kemuliaan bcra ttg hidup yg tdk sia-sia, sampai di tujuan hidup yg Tuhan tetapkan, hidup dilengkapi dg semua yg terbaik. 
Hal yg paling dibutuhkan adalah kita menerima sesuatu ketika itu dibutuhkan. Tuhan tdk menahan utk memberi hal-hal yg baik bagi org yg berjalan lurus, tdk ada keraguan atau alasan utk menundanya atau menahannya. Kita hrs meniadakan penghalang agar kita menerima yg baik dr Tuhan. Jauhi dosa dan jagalah hubungan baik dg Tuhan senantiasa. Jgn menjebak diri sndri dlm situasi yg bs membuat Tuhan marah, jgn mencobai Tuhan dg hal-hal yg cuma memuaskan hasrat kita. Jgn ada ganjalan dlm hati kita terhadap Tuhan. Setiap saat jagalah hati kita 

Posted in Renungan | Comments Off on Pasti Diberikan Tuhan

Sepikir Setujuan 

DI 16082017 
Filipi 2:2 KJV 

Fulfil ye my joy, that ye be likeminded, having the same love, being of one accord, of one mind. 

  • Kamu memenuhi sukacitaku, yaitu kamu menjadi sepaham, memiliki kasih yang sama, menjadi sepakat, sepikir. 

Setiap org memiliki cara berpikir yg berbeda-beda, ada yg sanggup hanya memikirkan yg sederhana, ada jg yg sanggup memikirkan hal yg kompleks. 
Cara berpikir kita dipengaruhi oleh bnyk hal, dr cara kita menilai, ketertarikan kita pd hal-hal tertentu, level pendidikan formal yg kita terima, pengalaman yg ada, hingga apa yg menjd dasar pemikiran kita. Mengapa sepikir itu sangat penting dlm kehidupan kita berkomunitas? 
Opini dan pendapat kita itu hasil dr apa yg kita pikirkan. Yg kita pikirkan itu hasil dr pengolahan informasi yg kita terima serta dasar pengetahuan yg kita miliki. Pd level tertentu bs saja pendapat kita sama dg org lain, namun ketika lebih mendetail, barulah terlihat perbedaannya. Lalu bgmna menyamakannya? Bisakah? 
Cara yg paling tepat adalah menyamakan sumber dasar pemikiran kita bersama yaitu kebenaran Firman Tuhan. Penundukkan kita pd kebenaran Firman Tuhan akan memampukan kita melihat segala sesuatu dr sisi Tuhan. Pengetahuan dan pengalaman yg tdk sepaham dg Firman Tuhan hrs kita abaikan. Inilah yg membuat sepikir itu bkn hal mustahil terjd. Kalau kita katakan sepikir itu mustahil, itulah bukti bhw dasar pemikiran kita bknlah pd Firman Tuhan, tp pd analisa logika manusia. 
Sepikir jg hrs dilengkapi dg kasih yg dipraktekkan sama satu dg yg lainnya. Org yg mengasihi mudah utk memahami cara berpikir org lain krna ada rasa hormat dan suka dg kepribadian org lainnya. Jd bkn sekedar menyamakan cara berpikir, tp mengasihi dg kasih yg sama. Ini butuh proses dan memelihara hubungan baik dg org yg satu komunitas dg kita. Belajar dr cara berpikir org yg sdh lebih matang dan bijaksana. Serap pengetahuan yg mrka miliki, jgn malu mengakui kesalahan kita dlm berpikir dan berpendapat 

Posted in Renungan | Comments Off on Sepikir Setujuan