Yang Tak Terlihat 

DI 18042017 
Kejadian 21:15, 19 

15 Ketika air yang dikirbat itu habis, dibuangnyalah anak itu ke bawah semak-semak, 

  • 19 Lalu Tuhan membuka mata Hagar, sehingga ia melihat sebuah sumur; ia pergi mengisi kirbatnya dengan air, kemudian diberinya anak itu minum. 

Bukankah ada yg aneh dlm 2 ayat ini? Hagar kehabisan air di padang gurun dan krna tdk menemukan sumber air, dia menangis krna tdk tega melihat anaknya, Ismael, mati kehausan. Tuhan mendengar keluh kesahnya. 
Ternyata ada sumur dengan airnya, ini terjd setelah Tuhan ‘membuka’ mata Hagar. Hagar tdk buta, tp dia tdk melihat sumur itu sblumnya, kalau dia melihat pasti dia segera mengambil air dan memberi minum Ismael. Kalau org dunia bilang itu ‘sumur gaib’, tp bgmna dr sisi kebenaran Firman Tuhan? 
Sblum manusia jatuh dlm dosa, Adam dan Hawa bisa melihat rupa Tuhan, setelah berdosa, kita temui bhw keturunan manusia itu hanya sedikit sekali yg bs melihat rupa Tuhan. Jd sbnarnya ada tp mata jasmani tdk dpt melihatnya, jd bkn sesuatu yg ‘gaib’ spt pemahaman non Kristen. 
Contoh lain adalah ketika Gehazi dibuka matanya oleh Tuhan : 
2 Raja-raja 6:17 

Lalu berdoalah Elisa: “Ya TUHAN: Bukalah kiranya matanya, supaya ia melihat.” Maka TUHAN membuka mata bujang itu, sehingga ia melihat. Tampaklah gunung itu penuh dengan kuda dan kereta berapi sekeliling Elisa 
Elisa bs melihat yg Gehazi tdk bs lihat, pdhal mrka sama-sama manusia. Itulah beda antara org yg Tuhan pilih dg otoritas khusus dg org pd umumnya, selain bs melihat dg mata jasmani, tp ‘mata rohaninya’ jg bs melihat. 
Bnyk ‘sumur-sumur’ yg Tuhan sediakan bagi kita, sesuatu yg tak terlihat oleh mata jasmani kita. Kita seringkali merasa kuatir, cemas dan takut krna melihat situasi yg ada, tdk menyadari bhw sbnarnya pertolongan dan penyediaan Tuhan itu telah ada. Mengapa ‘mata rohani’ kita tdk melihatnya? Krna kita tdk mau menjd rohani, jujur sajalah, takut kehilangan teman dan mgkin jg kehilangan kesempatan bersenang-senang 

Posted in Renungan | Comments Off on Yang Tak Terlihat 

Memuliakan Tuhan Dengan Kematian

DI 17042017 
Yohanes 21:19 NKJV 

This He spoke, signifying by what death he would glorify God. And when He had spoken this, He said to him, “Follow Me.” 

  • Ini Dia katakan, menunjukkan oleh kematian apa dia akan memuliakan Tuhan. Dan ketika Dia telah mengatakannya, Dia berkata kepadanya: “Ikutlah Aku!” 

Mana yg lebih penting: kehidupan atau kematian? Ini hal yg menimbulkan 2 jawaban berbeda, ada yg bilang keduanya penting, tp mgkin yg lain berkata hidup lebih penting. 
Menurut sejarah, rasul Petrus mati dg disalib secara terbalik, Tuhan Yesus sdh memberikan gambaran pd rasul Petrus bgmna nantinya dia akan mati, bkn menjelang kematiannya, tp jauh sblumnya. Di sini kita melihat bhw Tuhan bgtu memperhatikan ttg kematian seseorg. 
Petrus pernah menyangkal Yesus, itu fakta dlm hidupnya, namun Tuhan ternyata memberi sebuah ‘kesempatan’ utk ‘menebus’ kesalahannya dg memuliakan Tuhan lewat kematiannya. 
Sebagian org sdh berpikir bgmna nanti dia ingin mati dlm keadaan apa, ada pengkhotbah yg ingin dia mati saat sdg melayani Tuhan, ada org yg ingin mati saat tdr nyenyak, ada org yg ingin mati sbg martir bagi Kristus, dsbnya. Keinginan tentu saja boleh, tp ternyata bgmna cara kita mati, Tuhan yg berkuasa mengaturnya. 
Ada org Kristen yg matinya krna dibunuh penjahat, krna kecelakaan dan musibah, pertanyaannya adalah apakah kematian kita nantinya itu memuliakan Tuhan atau tdk? 
Kematian yg memuliakan Tuhan scra umum adalah tetap setia beriman pd Tuhan mulai dr percaya pd Kristus hingga dia mati. Di luar itu, bs saja mati krna menyelamatkan nyawa org lain, mati sbg martir Kristus, mati krna membela bangsa dan negara, dsbnya. Hingga nafas terakhir selalu ada kesempatan utk memuliakan Tuhan, apa yg org lain bs petik pelajaran kehidupan dr kehidupan kita hingga nantinya hidup kita berakhir. Biarlah ini jd perenungan kita bersama. 
Selagi hidup dan kematian kita sangat berharga di mata Tuhan, keduanya penting

Posted in Renungan | Comments Off on Memuliakan Tuhan Dengan Kematian

Misteri Alam Kematian 

DI 15042017 
Matius 27:52-53 

dan kuburan-kuburan terbuka dan banyak orang kudus yang telah meninggal bangkit. 

  • Dan sesudah kebangkitan Yesus, mereka pun keluar dari kubur, lalu masuk ke kota kudus dan menampakkan diri kepada banyak orang. 

Kubur zaman itu bkn di bawah tanah spt kuburan zaman modern, tp ada di sebuah goa yg di depannya ditutup oleh batu. 
Ketika Yesus mati disalibkan, ada dampak yg terjd, salah satunya adalah bangkitnya tubuh org-org kudus dr kematian, namun tetap dlm goa kubur menunggu Yesus bangkit dan keluar dr kubur-Nya, barulah mereka keluar dan menampakkan diri ke bnyk org. 
Mgkin para keluarga mrka antara kaget, ketakutan atau takjub saat melihat anggota keluarga mrka yg telah mati ternyata bangkit dan hidup kembali. Satu hal yg mgkin ditanyakan adalah: dunia org mati itu spt apa? Dan mgkin saja mrka yg bangkit itu menceritakan apa saja yg Yesus perbuat ketika Dia ada di dunia org mati sblum akhirnya bangkit dr kematian-Nya? 
Kita tahu bhw bbrpa pihak org-org di dunia meragukan kebangkitan Yesus, bahkan ada yg membuat cerita bhw bkn Yesus yg disalibkan, Yesus tdk mati. Bukti bhw org-org kudus yg telah meninggal kemudian hidup kembali setelah kematian dan kebangkitan Yesus mematahkan ajaran bhw Yesus tdk mati tp digantikan oleh org lain utk disalib. Salah satu mujizat yg bbrpa kali Yesus perbuat adalah membangkitkan org yg mati. Mujizat inilah yg kembali terjd setelah Dia mati dan bangkit. 
Dunia org mati bagi kita yg percaya pd Tuhan Yesus Kristus adalah tdk menakutkan krna Yesus telah memegang otoritas penuh atas dunia org mati. Kita tahu nanti arah tujuan kita setelah meninggal dunia. Kita hrs tetap setia dan memelihara iman pd Kristus hingga akhir hidup kita, jgn ditukarkan dg apapun jg. Tuhan kita itu pemilik surga, Dia Juruselamat dan pemilik hidup kita, Dia telah menyediakan tempat bagi kita di surga. Jgn kita undur dr Tuhan, pegang terus janji-janji keselamatan yg sepenuhnya dr Tuhan

Posted in Renungan | Comments Off on Misteri Alam Kematian 

Diutus Seperti Domba 

DI 13042017 
Matius 10:16 KJV 

Behold, I send you forth as sheep in the midst of wolves: be ye therefore wise as serpents, and harmless as doves. 

  • Lihat, Aku mengutus kalian sebagai domba di tengah-tengah serigala: jadilah kalian bijaksana sebagaimana ular, dan tanpa salah seperti merpati. 

Domba digiring ke gerombolan serigala, apa yg kira-kira terjd? Paling masuk logika adalah domba akan diterkam, mati. Lalu knp Yesus mengambil perbandingan ini dlm hubungan Dia mengutus para murid? 
Domba itu hewan bodoh, kalau lepas dr kelompoknya, berjalan sndrian, rentan dimangsa binatang buas. Domba memiliki gembala, jd ini sebuah gambaran ttg sebuah rencana terhadap para ‘serigala’. 
Serigala pasti mengejar domba utk diterkam, ketika domba lari maka tanpa sadar serigala nantinya akan berhadapan dg si gembala domba. Jd ini gambaran bhw org-org (serigala) yg nantinya menganiaya umat Tuhan (domba) akan bertemu dg Tuhan (gembala domba) dan bertobat. Contohnya spt Saulus yg bertobat. 
Ketika diutus, hrs punya 2 hal yaitu hrs bijaksana dan tanpa salah. Mgkin beda dg cerdik dan tulus. Bijaksana spt ular berarti tahu persis kpn wktnya utk mendekati mangsa dan mematikan mangsanya. Artinya hrs bijaksana utk mengerti kpn wkt yg tepat utk menyampaikan Injil pd org lain. Bkn asal bcra surga neraka atau keselamatan, spt ular yg pny rencana bgmna memastikan mangsanya tdk berdaya, bgtu jg penginjilan bkn cm bermodalkan pintar khotbah, tp mengerti betul situasi yg pas utk menyampaikan berita Injil. 
Kemudian hrs tanpa salah artinya tdk ditemukan yg salah pd diri kita. Kita membw nama Tuhan dlm setiap aktivitas harian kita, jgn berbuat sesuatu yg membuat malu nama Tuhan shga org tdk jd mendekat pd Tuhan. Nantinya ajaran Tuhan diejek dan dihina. Sbrpa bukti ajaran Tuhan itu benar terlihat dr bukti kehidupan umat-Nya. Jaga nama baik Tuhan dan keKristenan. 
Yg kita hadapi adalah para ‘serigala’, binatang yg hidup liar, kita diberi kuasa menjinakkan mrka

Posted in Renungan | Comments Off on Diutus Seperti Domba 

Senasib Sehati

DI 12042017 
Matius 9:28 

  • Setelah Yesus masuk ke dalam sebuah rumah, datanglah kedua orang buta itu kepada-Nya dan Yesus berkata kepada mereka: “Percayakah kamu, bahwa Aku dapat melakukannya?” Mereka menjawab: “Ya Tuhan, kami percaya.” 

Kelihatannya jwban 2 org buta ini biasa saja, tp coba renungkan, kita saja yg tdk buta blm tentu bisa percaya ttg apa yg kita dengar, lihat sndri baru percaya. 
Apa jadinya kalau jwban 2 org buta ini ternyata berbeda, yg satu bilang percaya, yg satunya lg masih ragu apakah Yesus dpt menyembuhkan kebutaannya? Tapi mrka berdua sepakat mengucapkan jwban yg sama. Mgkin scra logika mrka jwb demikuan krna keinginan kuat mrka utk dpt melihat kembali, atau memang mrka berdua punya iman yg sama ttg Yesus. 
Ayat selanjutnya mengungkap fakta bhw mrka punya iman, darimana iman mrka timbul, pdhal mrka buta, tdk pernah melihat langsung Yesus melakukan mujizat? 
Keinginan yg kuat bisa memicu iman seseorg menguat, apalg ada org lain yg mengalami nasib yg sama, hanya ada 2 kemungkinan, saling menguatkan atau justru melemahkan salah satunya. Yg terjd adalah ternyata kedua org ini saling menguatkan satu sama lain shga kesehatian mrka muncul dan mrka mengerti apa arti sepakat. Hasilnya iman mrka membuat keinginan mrka terwujud atas seizin Tuhan. 
Iman bkn sesuatu yg timbul otomatis, suasana hati bs membuat iman dlm keadaan ‘naik turun’ dan ‘kuat lemah’. Bgmna kita menyikapi situasi yg sdg terjd sangat mempengaruhi kondisi iman kita, salah respon dpt melemahkan iman kita. Pendpt org bs membuat kita ragu apakah Tuhan ingin memulihkan kita atau tdk, jgnlah bergaul dg org yg tdk mengenal Tuhan scra utuh, mengutip ayat Alkitab bkn berarti selalu ayat itu memang Tuhan peruntukkan bagi kita. Lebih baik bnyk berdoa dan dengar suara Tuhan. Dengarkan nasehat itu baik, tp lebih baik mendengar apa yg Tuhan katakan ttg situasi yg sdg kita hadapi. 
Sepakat butuh kesehatian dan saling mengerti, belajar utk sepakat itu tdk mudah 

Posted in Renungan | Comments Off on Senasib Sehati

Bukan Beragama

DI 11042017 
Matius 9:13 KJV 

But go ye and learn what that meaneth, I will have mercy, and not sacrifice: for I am not come to call the righteous, but sinners to repentance. 

  • Tapi kamu pergilah dan pelajari apa artinya: “Aku akan memiliki kemurahan hati, dan bukan persembahan, karena Aku tidak datang untuk mrmanggil orang benar, tapi orang berdosa untuk bertobat.” 

Bisakah manusia membuat manusia lain bertobat pd Tuhan? Kalau membimbing org lain mendekat pd Tuhan, mgkin bs, tp ttg pertobatan, itu urusan tiap org dg Tuhan. 
Jalan pikiran yg keliru adalah membawa manusia pd agama dan agamalah yg jd jembatan utk manusia dtg pd Tuhan dan bertobat. Kita lihat buktinya bnyk, justru org yg beragamalah bahkan yg katanya ‘rohaniwan’ tetap melakukan dosa. Agama bkn jwban utk bertobat. 
Zaman Yesus hidup di dunia, Yesus tdk membawa agama baru utk mengganti ‘agama Yahudi’ yg sdh ada, tdk membatalkan Taurat Musa, tp justru memberi penjelasan lebih mendalam ttg itu. Lalu mengapa keKristenan itu ada? Karena bangsa Israel ada yg tdk mau percaya pd Yesus, mrka menganiaya org percaya hingga tersebar keluar wilayah Israel, di sinilah keKristenan mulai muncul. Seandainya bangsa Israel seluruhnya percaya, maka beda ceritanya. 
Menjadikan seseorg menjd beragama Kristen bknlah cara utk membuat mereka bertobat. Bkn agama Kristen yg membuat seseorg bertobat, tp kemurahan Tuhan utk menyelamatkan yg berdosa dg memanggil mrka utk mendekat pd Tuhan. Ketika seseorg bertobat, dia menjd umat Tuhan dan anak Tuhan. Baptisan itu bukti pertobatan, jgn terbalik, dibaptis dulu br bertobat, itu namanya ‘kumat’. Jgn buru-buru menyarankan org utk dibaptis, sblum kita yakin dia telah mengalami pertobatan. Soal beragama Kristen hanyalah status dlm bermasyarakat dan bernegara, tp pertobatan tdk boleh dipaksakan atau dipalsukan. Dibaptis sbg syarat menikah, inipun sebuah pelecehan atas nilai dr baptisan di dlm Tuhan. Jgn memanfaatkan aktivitas rohani guna keuntungan pribadi

Posted in Renungan | Comments Off on Bukan Beragama

Ketika Ujian Datang 

DI 10042017 
Matius 7:25 

  • Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu. 

Rumah di atas batu karang bkn spt rumah yg didirikan di atas tanah, spt rumah pedesaan, batu karang ada di tepi laut dan biasanya jg menjd tempat perlindungan dan persembunyian. 
Ternyata melakukan atau tdk melakukan Firman Tuhan yg telah didengar, keduanya akan mengalami ujian dr Tuhan, yaitu ‘hujan, banjir dan angin’. Sama spt ujian di sekolah, belajar atau tdk belajar, ujian sdh dijadwalkan tanggalnya. 
Dari mendengar hingga akhirnya bs melakukan Firman Tuhan, ada proses pembelajaran di dlmnya. Dlm bbrpa bagian memang hrs langsung dipraktekkan, biasanya Firman yg berhubungan dg sesuatu yg terjd seketika spt mujizat, dan yg berhubungan dg supranatural, namun sebagian besar Firman Tuhan butuh dipelajari hingga diperoleh pengertian yg benar dr Tuhan. 
Spt dlm sebuah kelas sekolah, ada yg rajin, ada yg malas, dlm belajar Firman Tuhan jg ada yg ‘rajin dan malas’. Di otak sdh beredar paham bhw Firman Tuhan itu sulit dipahami, jd bgtu ingin belajar tanpa sadar sdh dikuasai pikiran bhw sulit mengerti Firman Tuhan. Pdhal sbnarnya tdk demikian, Firman Tuhan sdh Dia sampaikan dlm bhsa manusia, bkn bhsa surga, jd pasti bisa utk dimengerti. 
Ketika ujian dr Tuhan dtg, apakah kita siap menghadapinya? Hujan itu alamiah, artinya ada ujian yg sehari-hari sdh kita alami, banjir itu bencana, artinya ada sesuatu yg buruk yg Tuhan izinkan kita alami, angin itu sesuatu perubahan cuaca yg ekstrim, kita diuji dg sesuatu yg berubah drastis dan membahayakan hidup kita. Kalau kita tdk terbiasa melakukan Firman Tuhan, bgmna bs bertahan dan lulus dr ujian Tuhan? Kalau tdk lulus, hidup kita spt rumah yg rubuh, kita kehilangan bnyk hal dlm kehidupan kita dan hrs memulai dr awal segala sesuatunya. Wkt trs berjalan, tp malah kita berjalan mundur. 
Jgn cepat putus asa dlm belajar Firman Tuhan 

Posted in Renungan | Comments Off on Ketika Ujian Datang 

Sebenarnya Dijawab 

DI 08042017 
Matius 7:11 

  • Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya.” 

Tahukah kita apa bedanya berdoa dan meminta pd Tuhan? Seringkali kita menganggapnya ‘satu paket’, walau sebenarnya tdklah demikian. 
Apakah setiap kali kita menyebut nama Tuhan berarti kita berdoa? Doa zaman skrg identik diakhiri kata ‘amin’, pdhal kalau saja kita membc Alkitab tdklah doa selalu ditutup dg kata ‘amin’. Kalau meminta sesuatu pd Tuhan, bs melalui jalur doa, tp jg bs dg langsung berkata pd Tuhan. 
Umumnya kita diajari ada 3 macam jwban doa, sbnarnya bkn jwban doa, tp jwban atas permintaan kita, bisa Tuhan katakan : ya, tidak, atau tunggu. Ayat ini tdklah berkata demikian, setiap permintaan pd Tuhan sbnarnya dijawab Tuhan dg 1 kalimat: “Aku berikan hal-hal yg baik pada mereka yg meminta kepada-Ku.” 
Hal-hal yg baik dr Tuhan tentu bs saja sama dg yg kita minta, tp jg bs berbeda dg yg kita minta. Bukan tdk diberi, tp diberi namun tdk sama dg yg kita minta, krna Tuhan punya pertimbangan-Nya sndri atas permintaan kita. Dan sering kita keliru dg mengartikan bhw Tuhan berkata ‘tidak’, dan kita langsung kecewa tanpa menyadari bhw sesungguhnya Tuhan jg sdh memberi ‘sesuatu yg lain’ yaitu hal yg baik dr Tuhan. Kita tdk memperoleh apa-apa tp sbnarnya Tuhan sdh memberi kita sesuatu, dan sesuatu itu mgkin saja jauh lebih baik dr yg kita minta pd Tuhan. 
Ini berarti bhw jgn lg terjebak dg pemahaman yg blm utuh, sekalipun mgkin Tuhan tdk memberi yg sesuai permintaan kita, tp Dia memberi sesuatu yg lebih baik, namun kitalah yg menilai bhw yg kita minta itulah yg terbaik. Yg rugi justru adalah kita sndri, Tuhan beri tp kita tdk mengambil dan menerimanya, shga kita bnyk kehilangan hal-hal terbaik yg dr Tuhan, dan kita terpancing emosi menjd kecewa pd Tuhan dan menganggap Tuhan tdk sayang pd kita 

Posted in Renungan | Comments Off on Sebenarnya Dijawab 

Ingin Kaya 

DI 07042017 
Amsal 23:4 NKJV 

Do not overwork to be rich; Because of your own understanding, cease! 

  • Jangan bekerja melampaui batas untuk menjadi kaya; karena pengertianmu sendiri, berhentilah! 

Membaca ayat ini jgn salah mengerti, bkn fokus ttg menjd kaya, tp mengenai ‘overwork’ atau bekerja melampaui batasan yg wajar. 
Tentu kita hrs bekerja, kita butuh utk membiayai kebutuhan hidup, mnrut pandangan umum adalah bekerjalah giat dan manfaatkan setiap peluang yg ada. Namun jika berlebihan dlm bekerja, ada bbrpa hal yg bs terganggu karenanya. 
Dlm hal kesehatan, tubuh kita punya batasan ketahanan stamina, sudah dekat dg batasannya kita mulai merasa lelah, mengantuk, lapar, dsbnya. Telat makan bs berakibat buruk pd kesehatan, terlalu memaksa diri dlm bekerja bs membuat tubuh menjd sakit. Mengantuk saat mengendarai kendaraan saat pulang kerja bs memicu terjadinya kecelakaan. 
Dlm hal keluarga, terlalu bnyk bekerja menghabiskan wkt lebih bnyk di luar rumah bs merusak komunikasi dg anggota keluarga yg lain. Komunikasi verbal (bicara langsung) lebih berkualitas drpd bcra lewat chatting atau video call sekalipun. Sentuhan fisik saat berbicara terutama pd pasangan dan anak-anak memberi rasa nyaman dan menghilangkan rasa cemas serta takut kehilangan. Jgn sampai anak-anak salah bergaul dan bermasalah dlm bnyk hal krna sbg orgtua kita tdk pny wkt berkualitas dg mrka. Apa gunanya harta melimpah tp kehilangan kasih sayang dr keluarga? 
Dlm hal membangun kerohanian, terlalu sibuk bekerja membuat porsi wkt utk Tuhan dan kegiatan kerohanian menjd sangat sedikit bahkan tdk ada sama sekali. Jgn sampai jd konglomerat tp nanti justru jd penghuni tetap neraka. Harta dunia tdk bs membeli tempat tinggal di surga, jgn bodoh karenanya. Saat meninggal nanti, kita tinggalkan semuanya termasuk harta dan org-org yg kita kenal, tdk ada kesempatan utk mengubah semuanya, terlambat. Kekayaan bkn segalanya walaupun kita membutuhkannya selama hidup di dunia ini 

Posted in Renungan | Comments Off on Ingin Kaya 

Sukacita Penuh

DI 06042017 
Yohanes 15:11 NKJV 

These things I have spoken to you, that My joy may remain in you, and that your joy may be full. 

  • Hal-hal ini Aku telah mengatakannya padamu, supaya sukacita-Ku boleh menetap di dalammu, dan supaya sukacitamu boleh menjadi penuh.

Ternyata sukacita manusia itu berasal dari 3 sumber: dari dirinya sendiri, dari lingkungan dan dari Tuhan. 
Ibarat gelas berisi air, gelas itulah hidup kita, air itu sukacita, maka sukacita dr diri sendiri dan lingkungan tdk bs membuat sukacita dlm hidup kita menjd penuh. Buktinya adalah selalu saja ada kecemasan, kekuatiran dan ketakutan dlm hidup seseorg. Meskipun harta berlimpah, memiliki para ‘security guard’ yang hebat, tetap saja cemas, kuatir dikhianati org terdekat, hingga takut mati. 
Mnrut bnyk cerita, org yg dlm Tuhan menjelang kematiannya ada dlm keadaan tenang, tdk histeris ketakutan, damai menghadap Tuhan. Kematian justru menjd sukacita krna akan selalu ada bersama Tuhan dlm kekekalan. Org yg mungkin hidup sederhana, lebih punya bnyk wkt bersama keluarga dan mendidik anak-anaknya, merasakan bahagia dikasihi org-org terdekatnya, bs tidur tanpa gangguan. 
Manusia itu roh, jiwa dan tubuh, sukacita tubuh bnyk dipengaruhi oleh materi/harta, sukacita jiwa bnyk dipengaruhi oleh rasa dikasihi dan dibutuhkan, sdgkan sukacita roh hanya diperoleh di dlm Tuhan. Firman Tuhan mrmberi sukacita bagi roh kita, ada penghiburan, janji Tuhan, kekuatan, dsbnya, yg semuanya membuat roh kita tenang. Itulah sebabnya kita butuh Tuhan setiap saat, tdk cukup punya harta dan disayang bnyk org, tp jg butuh semua yg Tuhan telah sediakan bagi kita. Tetap terhubung dg Tuhan spya sukacita-Nya membuat sukacita dlm hidup kita menjd penuh. Spt segelas air yg penuh isinya, bs menghilangkan rasa haus yg ada, kalau cuma sedikit airnya, masih terasa hausnya. Bersyukur kita hidup di dlm Kristus yg memiliki sukacita tanpa batas, yg siap Dia berikan pd kita di saat kita membutuhkannya 

Posted in Renungan | Comments Off on Sukacita Penuh