Memelihara Milik

DI 01052017 
1 Timotius 5:8 KJV 

But if any provide not for his own, and specially for those of his own house, he hath denied the faith, and is worse than an infidel. 

  • Tapi jika seseorang tidak menyediakan untuk miliknya sendiri, dan khususnya untuk mereka yang dalam rumahnya sendiri, dia telah menyangkal iman, dan itu lebih buruk daripada seorang kafir/tidak percaya 

Kata ‘kafir’ menjd sebuah kata yg menyinggung perasaan pribadi org yg disebutkan dg kata ini, dlm arti sempit dlm agama tertentu, org yg tdk seagama dg dia dianggap ‘kafir’, tdk menyembah tuhan mereka. 
Apakah ‘kafir’ itu sebatas berbeda agama, berbeda tuhan? Ternyata tdk sesempit itu, ayat ini menyingkapkan hal yg berbeda. 
Org yg beriman bkn sekedar percaya pd Tuhan, tp juga ttg bgmna dia memperlakukan semua yg Tuhan percayakan kepadanya, ada org-org dan jg kekayaannya (hewan, ternak dan harta). Apa hubungannya? 
Mazmur 115:4, 8 

4 Berhala-berhala mereka adalah perak dan emas, buatan tangan manusia, 

8 Seperti itulah jadinya orang-orang yang membuatnya, dan semua orang yang percaya kepadanya. 
Kita menjd serupa dg apa yg kita sembah/percayai, kalau kita beriman pd Tuhan, maka kita nantinya akan menjd serupa dg Tuhan, dlm segala hal, kecuali tentu kita tdk mgkin menjd Tuhan, tp kepribadian Tuhan akan bnyk mempengaruhi keprobadian kita. Tuhan itu pengasih dan penyayang, penyedia apa yg kita butuhkan, itulah sebabnya jika kita beriman pd Tuhan, kita pasti memperhatikan keadaan keluarga, kerabat, sdr seiman, sahabat hingga org-org miskin. Kalau kita mengabaikan, maka iman kita itu hanya sebatas pengakuan tanpa bukti nyata. Ini dinilai lebih buruk drpd org yg tdk percaya, krna mrka masih mempedulikan org-org di sekitar mrka. 
Bgmna dg iman kita? Iman itu bkn sekedar ‘pemancing’ mujizat, tp iman itu nyata dlm perbuatan. Kita seharusnya menyatakan pribadi Tuhan melalui cara hidup org yg berTuhan, hrs lebih baik drpd org yg tdk berTuhan. Beriman hrs terlihat nyata 

Posted in Renungan | Comments Off on Memelihara Milik

Hidup BerTuhan

DI 29042017 
Yohanes 12:5 

  • “Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?” 

Kita hrs mengerti hal ini bhw ada yg menjd hak-Nya Tuhan, ada yg menjd berkat bagi org lain. Dlm kisah ini Yudas Iskariot mempertentangkan keduanya. 
Yg diperlukan di sini adalah pengertian ttg apa yg menjd hak-Nya Tuhan. Berbuat baik bagi org lain dan org miskin itu mudah kita pahami, bahkan org yg tdk bertuhan pun bisa melakukan amal dan kegiatan sosial, menolong org miskin, dsbnya. Jadi ini ttg bgmna kita mengenal Tuhan sesuai dg keTuhanan-Nya, mampu mengetahui apa yg memang hrs kita lakukan utk Tuhan. Bukan sekedar tahu perintah dan larangan-Nya, ketika kita melakukannya dg tepat, Tuhan disenangkan. 
Pemahaman agama pd umumnya bertumpu pd perbuatan baik seseorg selama dia hidup, kalau lebih bnyk jumlahnya diharapkan bs menghapus dosa yg diperbuat. Didorong utk rajin berbuat baik, pdhal dlm keKristenan berbuat baik itu bkn utk menghapus dosa, tp sbg sebuah bukti bhw kasih Kristus ada di dlm kita, dosa tdk bs dihapus dg bnyk berbuat baik, tp melalui kemenangan Yesus atas maut. 
Org yg tdk bertuhan tdk mengerti mengapa kita sbg org percaya mengutamakan Tuhan. Mnrut mrka yg kita lakukan adalah sia-sia, mrka beranggapan bhw hidup mrka akan selalu baik selama mrka bnyk berbuat baik, tentu ini sejalan dg hukum tabur-tuai, tp hidup bkn sekedar di dunia ini, ada kehidupan kekal yg menanti setiap kita. 
Jgn juga sebaliknya, bagian utk memberkati org lain malah kita berikan utk Tuhan dg alasan rohani: 
Lukas 20:25 

Lalu kata Yesus kepada mereka: “Kalau begitu berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Tuhan apa yang wajib kamu berikan kepada Tuhan!” 
Kita bkn sekedar hidup bersosial dan bermasyarakat, tp jg hidup berTuhan dan membangun kerohanian kita, bkn saja hrs beramal tp jg memberi apa yg menjd milik-Nya Tuhan, hrs adil dan seimbang 

Posted in Renungan | Comments Off on Hidup BerTuhan

Pikiran Sia-Sia 

DI 28042017 
Mazmur 94:11 NKJV 

The Lord knows the thoughts of man, That they are futile. 

  • Tuhan mengetahui pikiran-pikiran manusia, bahwa itu adalah sia-sia. 

Pikiran manusia itu sia-sia? Bukankah teknologi dan budaya yg ada skrg itu hasil dr pikiran manusia dan terbukti bnyk menunjang kehidupan di zaman ini? 
Sia-sia itu mengandung arti: percuma, tak ada nilai dan artinya, tdk sesuai harapan, tdk akan memberi dampak, dsbnya. Sebenarnya apa makna dr ayat ini? 
Hidup manusia itu terbagi dlm 2 sesi : hidup singkat sbg manusia di dunia ini, dan hidup kekal setelah kematian fisik. Pikiran manusia itu aktif selama dia hidup singkat di dunia ini, apakah itu sampai 70 tahun atau lebih, setelah itu pikiran manusia tdk digunakan lagi krna otak manusia ikut terkubur dlm fisik yg mati. 
Tentu saja pikiran manusia berguna utk menunjang kehidupan slma di dunia, tp sehebat-hebatnya pikiran manusia, suatu saat dia akan mati jg, kalaupun meninggalkan bnyk pengetahuan bagi yg masih hidup, itupun tdk sempurna. Maksud dr ayat ini adalah bhw pikiran manusia tdk akan pernah bs membuat dirinya mengalami keselamatan, krna manusia tdk bs menyelamatkan dirinya sndri dr akibat dosa. Keselamatan itu berasal dr Tuhan, bkn dr manusia. 
Pikiran manusia jg terbukti bnyk yg salah, misalnya prediksi ttg sesuatu di masa depan, kekuatiran yg kemudian tdk terbukti terjd, adanya celah-celah dlm dunia teknologi yg memungkinkan sesuatu yg tdk terduga terjd, dsbnya. Apakah bs pikiran manusia diperbandinglan dg pikiran Tuhan? Tentu tdk akan pernah sebanding. 
Pikiran itu Tuhan berikan bagi kita utk digunakan dlm hal-hal yg baik, yg meningkatkan kualitas hidup, menguntungkan org bnyk serta pastinya utk memuliakan Tuhan. Memperkaya diripun itu sia-sia, hanya bs dinikmati selagi masih hidup, kejarlah sesuatu yg kekal, bkn yg sementara dan sia-sia. Hidup bkn sekedar di dunia ini saja, tp hidup dlm kekekalan jauh lebih penting utk kita persiapkan 

Posted in Renungan | Comments Off on Pikiran Sia-Sia 

Tidak Menahan Kebaikan 

DI 27042017 
Mazmur 84:11 KJV 

For the LORD God is a sun and shield: the LORD will give grace and glory: no good thing will he withhold from them that walk uprightly. 

  • Sebab Tuhan adalah matahari dan perisai: Tuhan akan memberi anugerah dan kemuliaan: tidak ada hal baik akan Dia tahan dari mereka yang berjalan lurus. 

Bgmna kita hidup itu selalu menjd perhatian Tuhan, apakah kita hidup ‘lurus’ dlm arti sesuai dg yg Tuhan kehendaki atau kita hidup sesuai kemauan kita sndri. Ada akibat yg akan kita alami dr bgmna cara kita hidup. 
Tuhan itu matahari dan perisai, bkn berarti kita menyembah matahari, ini gambaran bhw Dialah penerang hidup yg terbesar, spt matahari yg memberi terang dan kehidupan bagi dunia. Dia jg menjd perisai bagi kita, pelindung dr segala serangan musuh, Dia memberi kita keamanan dan perlindungan. 
Selain itu Tuhan jg memberi anugerah dan kemuliaan, artinya Dia membuat hidup kita berarti dan bnyk mengalami kemudahan, ada solusi, terobosan, pemulihan, berkat yg berlimpah serta hidup dlm kehormatan. Tuhan membuat kita jd ‘kepala’ dan terus ‘naik’ dlm berbagai hal. Dia tdk menahan hal baik utk diberikan pd org-org yg jalannya ‘lurus’, hidup sesuai dg perintah Tuhan. 
Tdk menahan artinya memberi sesuai dg hak yg dimiliki, tdk ada alasan utk menahan krna tdk ditemui adanya penyimpangan atau pelanggaran. Apa yg kita janjikan pd Tuhan telah kita tepati. Tuhan sangat memperhatikan cara bgmna kita hidup, itulah sebabnya kita jgn bermain-main atau menyia-nyiakan hidup kita, hrs dipertanggung jwbkan di hadapan Tuhan. Bkn saja saat kita menghadap tahta pengadilan Tuhan nanti, mulai dr saat kita masih hidup di dunia ini, kita sdh hrs sadar bhw kita hrs hidup benar dan bertanggung jwb. 
Tuhan buat hidup kita mulia dg tujuan spya bnyk org melihat bhw Tuhan itu nyata, ada ganjaran dr setiap perbuatan yg kita perbuat, tanpa Tuhan hidup ini tdklah begitu mulia krna kita kehilangan arah dan tujuan hidup 

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Menahan Kebaikan 

Menjauhi Murka-Nya 

DI 26042017 
Mazmur 78:38 

  • Tetapi Ia bersifat penyayang, Ia mengampuni kesalahan mereka dan tidak memusnahkan mereka; banyak kali Ia menahan murka-Nya dan tidak membangkitkan segenap amarah-Nya. 

Hal yg sering kita pelajari adalah ttg pengampunan Tuhan, namun kita jarang menyadari bhw Tuhan kita bkn saja mengampuni tp jg Dia meredam amarah-Nya dan menjauhkannya dr kita. 
Sbg manusia kita pasti pernah membuat orgtua kita marah, apalg membuat Tuhan marah, dlm kebodohan kita seringkali perbuatan kita salah dan menyakiti hati Tuhan. Biasanya krna kita kecewa pd Tuhan krna Dia tdk mengabulkan permintaan yg kita ajukan. Tanpa kita sadari kita menganggap Tuhan spt teman yg bs kita ‘atur’ semau kita, hingga pd akhirnya kita lupa bhw Dia itu Tuhan, kita yg hrs tunduk kepada-Nya. 
Kita tahu betapa sulitnya menahan amarah apalg kita ada di pihak yg benar, pihak yg dijahati, hak kita benar utk marah, org lainpun mgkin tak bs melarang kita, namun mengapa ada saatnya kita hrs berpikir spt Tuhan, kalau kita salah, Tuhan marah lalu amarahnya bs menghancurkan hidup kita, Dia menyayangi kita, belas kasihan-Nya mampu meredam amarah-Nya terhadap kita. 
Pikirkan dg tenang akibat dr kemarahan kita, ada waktunya kita luapkan, ada waktunya kita hrs menahan dan menggantinya dg belas kasihan. Marah tdk selalu menyelesaikan masalah, tp mendamaikan diri kita dg org yg bermasalah dg kita itu bs menjd solusi yg tepat. Berpikirlah jauh ke depan, bukan sekedar hari ini dan besok, dlm kemarahan mgkin saja kita mengeluarkan perkataan yg salah dan menyakitkan, ini justru bs menimbulkan masalah yg baru lg. Kita berhak marah tp jgn sampai dikuasai oleh kemarahan, sampai batas tertentu kita hrs mengendalikan diri. 
Berdoalah setiap hari, itu membuat diri kita menjd lebih tenang dan ingat akan ajaran Tuhan dlm hidup kita. Hanya dekat Tuhan jiwa kita mengalami ketenangan, dlm hadirat-Nya kita bertemu dg Tuhan dan dipulihkan. Menjauh dr Tuhan itu sebuah kerugian 

Posted in Renungan | Comments Off on Menjauhi Murka-Nya 

Dibela Tuhan 

DI 25042017 
Lukas 21:15 KJV 

For I will give you a mouth and wisdom, which all your adversaries shall not be able to gainsay nor resist. 

  • Karena Aku akan memberimu sebuah mulut dan hikmat, yang mana semua penentangmu akan tidak dapat untuk dibantah juga ditolak 

Berhadapan dg org-org yg mencari gara-gara dan menuduh kita berbuat sesuatu memang perlu disikapi dg tepat. Kita pasti menyiapkan perbelaan dan menyampaikan bukti. Cukupkah? 
Di zaman skrg fakta bs direkayasa, yg benar jd salah, lalu bgmna kita bisa lolos dr tuduhan? 
Tuhan Yesus membela org-org dianiaya oleh sebab nama-Nya, mrka yg ditangkap serta diadili, janji Tuhan bhw Dia akan membela dg menggunakan kata-kata hikmat, syaratnya justru aneh, tdk menyiapkan pembelaan pribadi, pd saatnya Tuhan akan menggunakan mulut kita dan berkata-kata hikmat. 
Melepas ego dan berserah pd Tuhan itu tdk mudah, apalg saat kita disudutkan dg fitnahan yg tanpa dasar, emosi mulai naik dan rasanya ingin membantah semuanya, di saat spt ini justru Tuhan ingin kita tenang dan berserah, percayakan semua pd Tuhan tanpa perlu takut. 
Jgn berpikir ini spt ‘kesurupan’ atau ‘kemasukan roh’, semua Tuhan lakukan dg cara-Nya yg ajaib, saat itu kita sndri bingung mengapa bs mulai berkata-kata dan yg kita ucapkan tdk pernah terpikirkan sblumnya. Semua mengalir bgtu saja dan efek dr yg kita katakan bs membalikkan keadaan dan mematahkan fitnah yg ditujukan pd kita. Kita akan takjub dg apa yg kita katakan. 
Tuhan ada bersama kita dlm masa-masa sulit, Dia membela kita saat kepentingan-Nya ikut disentuh, Dia sumber hikmat, jgn pernah takut kekurangan kata-kata pembelaan jika Tuhan ada di pihak kita, saat ada di posisi org benar, kebenaran Tuhan menjd perisai yg melindungi kita. Iman yg teguh membuat kita tangguh melewati semua yg ada di dpn kita, baik atau buruk keadaannya, bersama Tuhan kita bisa melewatinya. 
Mulut yg ‘bersih’ adalah wadah Tuhan utk menampung perkataan hikmat 

Posted in Renungan | Comments Off on Dibela Tuhan 

Jangan Asal 

DI 24042017 
1 Korintus 7:25 KJV 

Now concerning virgins I have no commandment of the Lord: yet I give my judgment, as one that hath obtained mercy of the Lord to be faithful. 

  • Sekarang mengenai para gadis, aku tidak punya perintah dari Tuhan: namun aku memberi pertimbanganku, sebagai seseorang yang telah menerima rahmat Tuhan untuk menjadi setia 

Saya pribadi kagum dg penyataan Paulus ini, ketika dia tdk mendpt perintah Tuhan utk menyampaikan sesuatu, dia jujur mengatakannya. 
Skrg ini org dg mudahnya masuk dlm dunia plynan, ada beragam alasan, mulai dr alasan yg tepat spt melayani sesuai bakat dan karunia roh, hingga alasan yg kelihatannya logis: makin bnyk jumlah jemaat dan cabang gereja, diperlukan bnyk pengerja, pendoa, dsbnya. 
Kurangnya pembekalan ttg bidang plynan yg diikuti bs mengakibatkan para pelayan gereja menjd ‘keluar batas’, misalkan para pendoa, utk membedakan suara Tuhan, suara hati dan suara iblis saja blm tentu semuanya bs, sebagian dg gampang blg ‘mendpt pesan Tuhan’ tanpa hrs diuji dg berbagai penguji. Para pemimpin kadang mengatas namakan Tuhan dlm menyampaikan sesuatu spya jemaat lebih ‘percaya’ dg perkataannya. 
Kebobrokan para pelayan di rumah Tuhan sdh ada sejak zaman dulu, bnyk tertulis di Perjanjian Lama, tp bkn berarti lebih bnyk yg salah drpd yg benar. Itulah sebabnya kita sbg jemaat jgnlah trs menjd bodoh, krna bodoh maka bs dibodohi, pelajarilah Alkitab dan milikilah ‘doktrin’ yg benar sesuai dg kebenaran Firman Tuhan. 
Belajarlah dr Paulus, jujur dlm melayani artinya tdk menambah atau mengurangi pesan Tuhan yg disampaikan, tdk mengambil keuntungan dr plynan yg dilakukan, kalau sekedar pendapat, ya katakan itu sbg pendapat pribadi, jgn mengatas namakan Tuhan. Dlm kita melayani, kita membawa nama baik Tuhan, jgn sembarangan bertindak. 
Melayani bkn saja bermodalkan kerinduan melayani Tuhan, hrs mengerti betul apa yg hrs dilakukan, apa yg hrs diketahui dan apa yg tdk boleh dilakukan 

Posted in Renungan | Comments Off on Jangan Asal 

Fokus Pada Tuhan 

DI 22042017 
Yohanes 5:39 

  • Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku, 

Sebenarnya apa posisi kitab suci dlm kehidupan iman kita pd Kristus? Ayat yg kita baca merujuk bkn pd Alkitab, krna zaman Yesus di dunia, Alkitab blm ada, yg ada hanyalah bagian-bagian kitab yang ada dlm Perjanjian Lama di Alkitab skrg. 
Hidup kekal hanya kita temui dlm pribadi Tuhan sndri, bkn pd kitab suci, walaupun di dlmnya terdapat Firman Tuhan. Kita tdk boleh ‘meng-keramat-kan’ kitab suci, krna itu bs jd termasuk dlm penyembahan berhala, menyembah selain Tuhan sndri. 
Alkitab tdk berkuasa mengusir setan, tp kuasa Tuhanlah yg sanggup melakukannya. Jd kita tdk boleh mengtuhankan kitab suci. Fokus kita hrs selalu pd pribadi Tuhan itu sndri. Alkitab membantu kita mengenali pribadi Tuhan dan belajar dr sejarah yg ada. 
Kalau bcra ttg menyelidiki kitab suci, org yg bkn Kristenpun melakukannya, di universitas bersifat keagamaan biasanya ada pelajaran khusus perbandingan agama-agama yg ada, hingga ditemukan perbedaan mendasar ttg kebenarannya masing-masing. Apa tujuan kita menyelidiki Alkitab? Utk membuktikan kebenaran ttg Tuhan dan Firman-Nya, membuktikan apa yg kita dengar itu benar atau salah. Saat kita menyelidiki maka akan bnyk informasi yg kita dpt. 
Terlalu dlm menyelidiki Alkitab bs menyebabkan kesalah pahaman ttg kebenaran Tuhan. Bbrpa aliran yg ada dlm Kristen bermula dr tokoh aliran itu yg ketika menyelidiki Alkitab, terjebak dlm pemahaman yg keliru, mengartikan sndri dan menganggapnya sbg sebuah kebenaran. Akibatnya timbul pengajaran yg menyimpang hingga menyesatkan. Kelihatannya Alkitabiah tp sesungguhnya dipengaruhi oleh paradigma pribadi yg di luar kebenaran Firman Tuhan. Bila kita tdk teliti maka kita bs terjebak masuk dlm pola pikir mrka. 
Doktrin itu sesuatu yg sah-sah saja dibuat, tp jgn jd alat menghakimi. 

Posted in Renungan | Comments Off on Fokus Pada Tuhan 

Bukan Sekedar Teman 

DI 21042017 
Kolose 4:7 KJV 

All my state shall Tychicus declare unto you, who is a beloved brother, and a faithful minister and fellowservant in the Lord 

  • Semua keadaanku akan Tikhikus nyatakan kepadamu, dialah seorang saudara terkasih, dan seorang pelayan setia dan hamba di dalam Tuhan 

Tikhikus adalah seorg rekan seperjalanan Paulus ke Yerusalem, seorg yg mewakili Paulus scra pribadi dan membawa surat-surat Paulus ke jemaat Kolose dan Efesus, dan uniknya ternyata Tikhikus menjalani 3 peran sekaligus bagi Paulus. 
Pertama sbg sdr seiman yg terkasih, seseorg yg bkn sekedar seiman, tp menjd saudara dlm kehidupan. Tentu ini lebih dr sekedar sahabat dekat, tp ada sebuah sinergi bkn saja dlm hal pertemanan, tp jg dlm keseharian hidup mrka. 
Kedua, sbg pelayan Tuhan yg setia, diperkirakan Tikhikus adalah seorg diaken jemaat, jd terlibat langsung dlm hal penggembalaan jemaat, secara struktur dia ada di bawah Paulus, jd pasti diperlukan ketaatan, kesetiaan, penundukan diri, dsbnya. 
Ketiga, sbg sesama hamba di dlm Tuhan, mampu bersama-sama melayani dan menempatkan diri sbg sesama hamba di hadapan Tuhan. 
Struktur dlm gereja janganlah menjd sebuah hal yg menempatkan jabatan dlm gereja sbg sebuah level hubungan sesama pelayan Tuhan. Melihat Paulus dan Tikhikus maka kita bs belajar utk bgmna sbg org percaya bs menjd sbg sdr seiman yg terkasih, pelayan yg setia dan sesama hamba di hadapan Tuhan. Jabatan dlm grja jgn justru membuat perbedaan perlakuan, jabatan yg tinggi dihormati berlebihan, jabatan yg biasa-biasa saja kurang dihargai. Tentu ini bkn praktek kasih yg Tuhan ajarkan. 
Belajar utk membangun hubungan dg sdr seiman di mana kita berkomunitas, praktekkan kasih dan saling melayani dlm kehidupan sehari-hari. Tetaplah rendah hati krna kita semuanya adalah hamba di hadapan Tuhan, tak ada yg lebih tinggi atau lebih rendah, fungsi kita yg berbeda dlm plynan hanyalah sebuah penempatan agar semuanya berjalan lancar 

Posted in Renungan | Comments Off on Bukan Sekedar Teman 

Menjalani Penderitaan 

DI 20042017 
2 Timotius 3:12 KJV 

Yea, and all that will live godly in Christ Jesus shall suffer persecution. 

  • Ya, dan semua yang ingin hidup saleh di dalam Kristus Yesus akan menderita penganiayaan. 

Menjd saleh, bknkah itu hal yg baik, tapi mengapa org yg ingin saleh akan menderita aniaya? 
Kalau kita coba renungkan, mengapa org yg ingin hidup saleh justru dianiaya? Org yg justru ingin berbuat kebaikan, tdk ingin menjahati org lain, melakukan hal-hal yg sopan, dsbnya, malah dimusuhi dan dianiaya. Sbnarnya bkn mengenai hidup salehnya, tp krna nama Yesus Kristus yg melekat pd diri kita, inilah yg perlu kita sadari. 
Surat Petrus pd Timotius didasari oleh sejarah pd zaman itu. Timotius bknlah org Yahudi tulen, inilah yg membuat posisinya sulit. Org Yahudi menuntut bagi mrka yg telah menjd keturunan akibat ‘pernikahan campuran’ antara org Yahudi dg non Yahudi, bila ingin kembali, hrs mengikuti semua aturan dlm hukum Taurat, jika tdk mau mengikuti, maka ada sanksi sosial yg diberlakukan. Sedangkan bagi org non Yahudi yg percaya pd Kristus, mrka tdk hidup menuruti hukum Taurat, tetapi mengikuti pengajaran para rasul Tuhan. Di sinilah tarik menarik antara mengikuti hukum Taurat atau pengajaran para rasul. 
Menderita aniaya bkn sekedar dianiaya scra fisik, tp juga scra mental dan kejiwaan. Mgkin kita pernah merasakannya dlm beragam situasi, kita spt ‘ditarik’ utk keluar dr jalur hidup benar di hadapan Tuhan, masuk ke jalur kehidupan agamawi, sekedar melakukan hukum agama tanpa punya hubungan yg intim dg Tuhan. Atau kita ditekan utk menyangkal iman kita pd Kristus, diperlakukan tdk adil dan diintimidasi. Apa reaksi kita? 
Penderitaan menghasilkan pengenalan akan Tuhan yg lebih mendalam, melalui penderitaan, kita melihat kuasa Tuhan itu nyata, iman bkn lg sekedar berteori tp praktek nyata. Dlm penganiayaan ada sesuatu peningkatan yg Tuhan kerjakan dlm diri kita, hal-hal buruk mulai Tuhan pisahkan dr diri kita shga kita dimurnikan.

Posted in Renungan | Comments Off on Menjalani Penderitaan