Mengasihi itu Lebih Baik 

DI 05042017 
Roma 13:8 NKJV 

Owe no one anything except to love one another, for he who loves another has fulfilled the law. 

  • Berhutang tidak seorangpun apapun kecuali untuk mengasihi satu sama lain, karena dia yang mengasihi sesamanya telah memenuhi hukum (Taurat). 

Urusan hutang piutang memang tdk mudah, selain menimbulkan bnyk pikiran, juga bs berpengaruh pd kualitas hubungan di antara pihak yg berhutang dg si pemberi hutang. 
Selain hutang, kebaikan org lain biasanya akan selalu kita ingat, jd maksud ayat ini adalah sebaiknya kita mengingat seseorg bkn krna hal-hal yg kurang nyaman, tp ketika mengingat seseorg kita terhibur dg kebaikannya yg kita terima. 
Mengasihi itu jgn krna ‘ada maunya’, spt org yg ingin berhutang biasanya sedikit ‘lebay’ dlm bersikap, bs tiba-tiba menjd sangat sopan, memasang wajah memelas, memainkan emosi spya diberi pinjaman. Mengasihi itu hrs tulus, konsisten, artinya bkn krna mengingini sesuatu, tp krna memang itulah kehidupannya sehari-hari. 
Adanya hutang piutang memang membuat sdkit perasaan yg berbeda, spt ada sesuatu yg membuat jarak dlm sebuah hubungan. 
Amsal 22:7 

… yang berhutang menjadi budak dari yang menghutangi. 
Ada perbedaan derajat selama hutang piutang terjd, sesuai ayat di atas maka tentu sebaiknya tdk terjd hutang piutang spya dlm hal saling mengasihi bs terjalin dg nyaman dan tdk terganggu dg perasaan. Sebisa mgkin segera diselesaikan. 
Mengasihi memang perlu pengorbanan, bkn sekedar berbuat baik. Berbuat baik itu blm tentu perbuatan kasih, kasih beda dg rasa kasihan, rasa kasihan itu bs muncul tiba-tiba dan sementara sifatnya, tetapi kasih itu muncul krna kualitas sebuah hubungan dan sifatnya kekal. Mengasihi itu seumur hidup, tdk bergantung baik buruknya org yg kita kasihi, krna itulah selalu tersedia pengampunan di saat kesalahan terjd. Org yg atheispun bs berbuat baik, tp blm tentu mengerti makna dr mengasihi, bs saja mengatas namakan rasa kemanusiaan 

Posted in Renungan | Comments Off on Mengasihi itu Lebih Baik 

Rumah Duka

DI 04042017 
Pengkhotbah 7:2 NKJV 

Better to go to the house of mourning Than to go to the house of feasting, For that is the end of all men; And the living will take it to heart. 

  • Lebih baik pergi ke rumah duka daripada pergi ke rumah pesta, karena itulah akhir dari semua manusia; dan yang masih hidup akan mengambilnya ke hati. 

Rumah duka identik dg rasa duka kehilangan org yg dikasihi krna telah meninggal dunia, dari yg rasa duka yg wajar hingga histeris, bahkan ada yg ingin ikut masuk lobang kubur, dan jg yg pingsan tdk sanggup melihat kenyataan org yg dikasihi telah meninggal dunia. 
Apa kelebihan pergi ke rumah duka dibandingkan pergi ke rumah pesta? Dari sisi perasaan mgkin org lebih senang ke pesta, semua ‘happy’ dan tdk ada kesedihan. Tapi dr sisi rohani, saat seseorg tetap dlm iman pd Kristus hingga dia meninggal, ini sebuah kesaksian hidup yg menginspirasi org yg hadir di rumah duka. 
Biasanya akan sdkit disinggung ttg kenangan hidup almarhum/ah, ttg kebaikannya, plynannya, kasihnya pd bnyk org, dsbnya. Yg paling istimewa adalah bgmna beliau tdk melepaskan iman pd Kristus walaupun sakitnya tdk sembuh setelah berdoa pd Tuhan, walau sepanjang hidupnya bnyk disakiti oleh perbuatan org lain, namun bs mengampuni, hingga mrka yg detik-detik terakhir hidupnya mau percaya pd Kristus dan menerima keselamatan. 
Realita yg ada, ada org-org Kristen akhirnya meninggalkan iman pd Kristus krna ingin karier sukses, krna cinta dan pernikahan, krna disesatkan oleh pengajaran yg bkn Kristen, krna kecewa dg Tuhan, dsbnya. Akhir hidup seseorg, jika tdk tetap dlm iman pd Kristus maka kematian kekal yg akan dialaminya nanti. Tuhan mencari iman dlm hidup setiap kita, hingga akhir kita menutup mata apakah kita tetap setia pd Tuhan? Ini tdk mudah dilakukan krna sepanjang hidup kita akan bnyk hal-hal yg membuat iman kita goyang, blm lg tawaran instant dr pihak-pihak yg senang sekali memurtadkan org Kristen dg cara apapun 

Posted in Renungan | Comments Off on Rumah Duka

Tidak Sadar Diri

DI 03042017 
1 Raja-raja 18:17-18 

Segera sesudah Ahab melihat Elia, ia berkata kepadanya: “Engkaukah itu, yang mencelakakan Israel?” 

  • Jawab Elia kepadanya: “Bukan aku yang mencelakakan Israel, melainkan engkau ini dan kaum keluargamu, sebab kamu telah meninggalkan perintah-perintah TUHAN dan engkau ini telah mengikuti para Baal. 

Keadaan suatu bangsa, baik atau buruknya sedikit bnyk dipengaruhi oleh bgmna pemimpinnya menjalankan pemerintahan. Saat ayat ini terjd, sdh 3 tahun hujan tdk turun dan terjd kelaparan hebat (ay 1-2). 
Zaman itu bila tdk turun hujan dlm jangka wkt panjang, dikaitkan dg murka Tuhan oleh sebab sesuatu. Raja Ahab tdk sadar bhw kelakuannyalah yg menyebabkan Tuhan tdk menurunkan hujan selama 3 tahun hingga terjd kelaparan, dia menganggap bhw Elia yg otoritasnya sbg seorg nabi memerintahkan langit agar tdk menurunkan hujan. 
Ada saja org-org spt raja Ahab, tdk sadar bhw dialah yg menyebabkan masalah dan musibah itu terjd, malah menyalahkan org lain. Ini disebabkan krna org-org spt itu hidup dg kebenarannya sndri, dan org lain yg tdk sepakat dg cara dia hidup dianggap sbg lawan dan penyebab timbulnya masalah. Biasanya pemimpin yg arogan, tdk rendah hati, tdk mau dibantah, tdk menghormati Tuhan dan org lain, merekalah yg justru menjd penyebab timbulnya masalah dan musibah. Pemimpin spt ini membahayakan situasi yg ada dlm pimpinannya, mulai dr skala keluarga, masyarakat dan lingkungan hingga sebuah bangsa. Apa yg seorg suami perbuat, akan berpengaruh terhadap keadaan istri dan anak-anaknya. Para pemimpin rohani, yg diperbuatnya akan mempengaruhi keadaan jemaat yg digembalakannya, hingga tingkat penguasa suatu bangsa, yg dibuatnya akan mempengaruhi nasib bangsa itu di mata Tuhan. 
Kekuasaan dan otoritas itu berasal dr Tuhan, jgn bertindak sembarangan ketika Tuhan memberikannya pd kita. Kalau disalahgunakan, Tuhan tetap minta pertanggungjwbannya dr kita, dan kita tdk bs mengelak dr pengadilan Tuhan 

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Sadar Diri

Masih Ada Sedikit Dendam

DI 01042017 
2 Samuel 16:1, 3 

Ketika Daud baru saja melewati puncak, datanglah Ziba, hamba Mefiboset, mendapatkan dia membawa sepasang keledai yang berpelana, dengan muatan dua ratus ketul roti, seratus buah kue kismis, seratus buah-buahan musim panas dan sebuyung anggur. 

  • Kemudian bertanyalah raja: “Di manakah anak tuanmu?” Jawab Ziba kepada raja: “Ia ada di Yerusalem, sebab katanya: Pada hari ini kaum Israel akan mengembalikan kepadaku kerajaan ayahku.” 

Mefiboset adalah cucu raja Saul, raja pertama org Israel, ketika akhirnya Saul mati dlm peperangan, Daud tetap memelihara Mefiboset sekalipun di antara keluarga Daud dan Saul hubungannya tdklah bgtu baik. 
Ketika tahta Daud ingin direbut oleh Absalom, anaknya, Mefiboset mengeluarkan pernyataan spt ayat yg kita baca, dia senang dg keadaan yg dialami Daud dan berharap dirinya bs menjd raja atas Israel, krna dia menganggap bhw Israel adalah kerajaan milik kakeknya, raja Saul. 
Mgkin kita pernah menemui org spt Mefiboset, sdh kita pelihara hidupnya, kita tolong, tapi ternyata masih menyimpan dendam. Apa buktinya seseorg memiliki dendam dlm hatinya? Ketika org yg dia benci mengalami yg buruk, justru dia ‘mensyukurinya’, dan berencana mengambil peluang utk mendptkan keuntungan bagi dirinya sndri. 
Mgkin seseorg bs terlihat sangat baik, sopan, selalu tersenyum, namun ternyata masih ada dendam dlm hatinya terhadap org lain. Sulit memang utk mengetahuinya, hingga saat kita mengalami sesuatu yg buruk, dia baru memperlihatkan dendamnya terhadap kita, walaupun kita sdh sangat baik terhadapnya. Inilah realita kehidupan, kita hrs menyikapinya dg tepat. 
Jgn membalas dendam dg dendam jg, serahkan pembalasan hanya pd Tuhan, jgn kita merasa berhak menghakimi dan menjatuhkan vonis, justru kita bs berdosa karenanya. Jaga hati kita dr segala kejahatan, jgn biarkan sakit hati makin bertumbuh menjd dendam yg semakin besar, segera padamkan amarah dan cobalah utk berdoa, tenangkan hati

Posted in Renungan | Comments Off on Masih Ada Sedikit Dendam

Tidak Egois

DI 31032017 
2 Samuel 15:14 

  • Kemudian berbicaralah Daud kepada semua pegawainya yang ada bersama-sama dengan dia di Yerusalem: “Bersiaplah, marilah kita melarikan diri, sebab jangan-jangan kita tidak akan luput dari pada Absalom. Pergilah dengan segera, supaya ia jangan dapat lekas menyusul kita, dan mendatangkan celaka atas kita dan memukul kota ini dengan mata pedang!” 

Suasana politik saat itu sedang memanas, anak raja yaitu Absalom berniat memberontak dan merebut posisi raja atas Israel dr Daud, apa yg Daud perbuat sangat menarik utk direnungkan, dia kabur dan ‘melepas’ kekuasaannya sbg raja pd Tuhan. 
Mgkin ini mirip dg pernyataan Ayub ketika diuji Tuhan melalui kehancuran yg iblis perbuat, Daud sadar bhw kekuasaan itu pemberian Tuhan, bs Tuhan berikan dan kemudian Tuhan mengambilnya kembali. Selain itu, Daud tdk egois, dia memikirkan nasib para org-org yg setia kepada dia spya tetap hidup, tdk mati sia-sia, spya jgn ada perang besar di bangsa Israel. 
Sebagian org susah utk mengembalikan pd Tuhan apa yg telah Tuhan berikan. Bgtu yg Tuhan berikan telah kita terima, kita anggap sbg milik kita utk seterusnya. Tak heran bnyk org yg ‘jatuh’ oleh sebab harta, tahta dan cinta, tak rela Tuhan mengambilnya kembali suatu saat. Memang kalau sesuatu sdh mengikat dlm hidup kita, sulit utk melepaskannya dr hidup kita. 
Apa yg jd keputusan kita, sdkit bnyk berpengaruh pd keadaan org lain di sekitar kita, shga kita hrs jg mempertimbangkan nasib mrka ketika kita hrs mengambil sebuah keputusan penting, hrs tepat utk diri sndri dan tdk berpengaruh buruk terhadap org lain di sekitar kita. Kadang kita yg hrs berkorban, mengalah dan melepas yg kita punya demi kebaikan bersama. Di sinilah ketenangan dan kejernihan berpikir sangat dibutuhkan, tdk emosional dan tdk egois, dahulukan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi. 
Mgkin keputusan yg kita ambil dinilai tdk tepat atau dianggap bodoh, org lain hanya bs menilai, berkomentar saja 

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Egois

Tujuan Pembuktian 

DI 30032017 
Efesus 5:10 KJV 

Proving what is acceptable unto the Lord. 

  • Membuktikan apa yang berkenan pada Tuhan 

Utk apa sesuatu itu dibuktikan? Umumnya adalah utk membuktikan kebenaran dr apa yg tertulis atau yg disampaikan, membuktikan apakah sekedar fakta atau mitos, membuktikan benar atau salah. 
Zaman itu ada sebagian golongan org Yahudi yg percaya Injil, mrka sedikit memaksakan agar org bkn Yahudi yg percaya pd Kristus agar turut disunat, hal ini menyebabkan kebimbangan di antara org bkn Yahudi. Apakah sunat itu sesuatu yg berkenan pd Tuhan? 
Perlu pembuktian dr sisi sejarah, sunat merupakan tanda perjanjian antara Tuhan dg Abraham dan keturunannya. Lama kelamaan, sunat dianggap sbg syarat seseorg utk diselamatkan. Ini tentu telah bergeser dr makna ttg sunat yg sesungguhnya. Karena itulah diperlukan pembuktian utk mengetahui kebenaran dr sesuatu yg diragukan. 
Apa saja hal-hal yg memang bs menarik perkenanan Tuhan diberikan pd seseorg? Dlm bbrpa bagian dr Alkitab, ada bbrpa ayat yg scra tertulis menyebut sikap dan tindakan apa saja yg mendpt perkenanan Tuhan. Sebagian lg hrs dipelajari dan menemukan kebenaran dr bagian lain dr Alkitab. Tdk bs dilihat dr satu sisi ayat saja, hrs menemukan kebenarannya scra utuh shga dg yakin bs diajarkan pd org lain. Tdk cukup dg penafsiran perorangan atau kelompok tertentu, jg diperlukan pewahyuan dr Tuhan dan diteguhkan oleh ayat-ayat yg ada dlm Alkitab. Pendapat atau pandangan seseorg blm bs dijadikan sbg sebuah kebenaran, jd hrs ada keterlibatan Tuhan di dlmnya. Butuh waktu dan proses, dan juga pembuktian yg bs dipertanggung jwbkan cara kerjanya. 
Jgn sampai apa yg kita kira sdh berkenan pd Tuhan, ternyata belum, sia-sia semua yg kita perbuat. Biasakan utk mempelajari sesuatu scra mendalam. Tentu saja hrs ada pekerjaan Tuhan di dlmnya, bkn sepenuhnya pekerjaan manusia. Buktikan dan terapkan dlm hidup keseharian kita, maka dampaknya akan terasa, ada penyertaan dan pembelaan Tuhan 

Posted in Renungan | Comments Off on Tujuan Pembuktian 

Mengenal Tuhan 

DI 29032017 
Efesus 1:17 NKJV 

that the God of our Lord Jesus Christ, the Father of glory, may give to you the spirit of wisdom and revelation in the knowledge of Him, 

  • supaya Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa Kemuliaan, boleh memberimu roh hikmat dan wahyu di dalam pengetahuan-Nya. 

Seluruh isi semesta alam diciptakan Tuhan dengan kuasa yg dimiliki-Nya, salah satu hal yg tdk bs ditandingi dr Tuhan adalah pengetahuan-Nya. 
Ada apa dlm pengetahuan yg dimiliki Tuhan? Ternyata ada roh hikmat dan wahyu. Apa kegunaan hikmat dan wahyu? 
Hikmat itu mampu menjelaskan apapun jg ttg hal-hal yg sudah dan sedang terjd. Di dlm hikmat ada pengetahuan dan pengertian, jd bkn sekedar tahu, tp bs menjelaskan dg lengkap ttg sesuatu yg telah dan sedang terjd. Jadi di sini pengetahuan dilengkapi dg pengertian, bkn sekedar teori tapi mampu mempraktekkannya. Bs ‘mengurai benang kusut’ dlm sebuah masalah hingga menemukan solusinya. 
Wahyu itu penyingkapan ttg apa yg nantinya akan terjd. Beda dg ramalan dan prediksi, pewahyuan itu sesuatu yg menjelaskan ttg hal-hal yg nantinya akan terjd di masa depan, baik menggunakan lambang, atau penglihatan dlm dimensi roh. Pewahyuan berguna utk kita bersiap akan sesuatu yg nantinya akan terjd di masa depan. 
Tdk bnyk org yg seimbang antara hikmat dan wahyu, bnyk org yg pandai mendalami isi Alkitab, tp tdk bgtu menerima hal-hal yg bersifat pewahyuan dr Tuhan, takut dianggap ‘aneh’ oleh kalangan tertentu. Sebaliknya ada org yg terlalu mendalami pewahyuan dan menganggap remeh belajar Alkitab, shga mudah dipengaruhi oleh ajaran-ajaran yg tdk sesuai dg Firman Tuhan. Hrs seimbang krna itulah yg terdpt dlm pengetahuan yg dimiliki Tuhan. 
Kalau ada org yg ‘alergi’ dg pengalaman spiritual, sembahlah manusia saja, krna Tuhan itu Roh, berarti Dia melebihi manusia dan Dia ketika kita mengenal Dia, kita masuk dlm pengalaman supranatural dg Tuhan, krna Dia membuat mujizat yg melampaui kehebatan manusia, Firman-Nya berkuasa 

Posted in Renungan | Comments Off on Mengenal Tuhan 

Tuhan Mengenali Kita

DI 27032017 
Hosea 13:5 

  • Akulah yang mengenal engkau di padang gurun, di tanah yang gersang. 

Utk sampai ke Tanah Perjanjian (Kanaan), bangsa Iarael yg telah keluar dr Mesir hrs melewati padang gurun dan daerah-daerah yg gersang tanahnya, dan di situlah terjd bbrpa peristiwa yg menyakiti hati Tuhan. 
Padang gurun seringkali dijadikan simbol proses kehidupan, di mana penderitaan trs menerus dtg dlm hidup seseorg. Antara hidup atau mati, tdk ada kelimpahan, semua serba kekurangan. Berdoa spt tdk didengar Tuhan, tdk tahu kpn semua penderitaan akan berhenti. Di masa ‘padang gurun’ inilah karakter asli seseorg akan muncul dan terlihat jelas. 
Pasti kita pernah melakukan ‘protes’ pd Tuhan di masa-masa ‘padang gurun’, janji Tuhan dianggap spt tdk nyata, iman kita goyang bahkan hampir hilang, kadang kita marah pd Tuhan, dan sebagian org gagal menyelesaikan proses padang gurun dlm hidupnya, ada yg murtad, ada yg ‘mati’ hingga dimurkai Tuhan. 
Tuhan mengenali kita saat masa padang gurun itu sdg kita alami. Setiap org hrs menjalaninya. Ujung dr masa padang gurun adalah ujian dr Tuhan. Spt dlm Matius 4:1, Roh Kudus membawa Yesus ke padang gurun utk mengalami ujian, ujiannya melawan iblis. Yesus menang dan setelah itu mulailah Dia menjalani pelayanan-Nya di dunia. Kitapun sbnarnya spt itu, sblum kita menjalani hidup sbg pengikut Kristus yg sbnarnya, kita hrs diproses dan hrs menang atas ujian dr Tuhan. Ini spt proses sertifikasi sebuah produk, walaupun sdh punya kualitas baik, sertifikasi diperlukan sbg sebuah pengesahan bhw produk itu aman dan diakui kualitasnya sesuai dg informasi berkaitan dg produk itu. 
Tuhan tahu persis ‘jeleknya’ karakter kita, dan proses dibutuhkan utk membuang karakter jelek itu, memisahkannya dr hidup kita. Ujung dr proses dan ujian adalah ciptaan baru, kita bkn lg pribadi lama yg buruk, tp pribadi yg diperbaharui dan disempurnakan Tuhan. Buah kehidupan kita telah matang dan siap utk dinikmati 

Posted in Renungan | Comments Off on Tuhan Mengenali Kita

Bukan Soal Miskin atau Kaya 

DI 25032017 
Lukas 21:4 KJV 

For all these have of their abundance cast in unto the offerings of God: but she of her penury hath cast in all the living that she had. 

  • Karena semua milik dari kelimpahan mereka dimasukkan ke dalam petsembahan Tuhan : tapi si perempuan dari kemiskinannya dimasukkannya semua hidup yang dia punya. 

Harta selain berkaitan dg hati, berkaitan jg dg hidup seseorg. Hidup yg layak dipandang dr sbrapa pendapatan yg diperoleh tiap org, dan manusia cenderung memperlakukan sesamanya sesuai dengan miskin atau kayanya seseorg. 
Ayat ini memang membuka pengertian yg dlm, dlm hal memberi persembahan bkn soal miskin atau kaya, tp yg ada pd kita, kalau memang itu memang hak-Nya Tuhan ya hrs dipersembahkan, tak boleh ditahan utk dipersembahkan. Janda miskin ini tahu persis aturan ini, ketika dtg ke rumah Tuhan, dia tdk dtg dg tangan kosong, uang terakhir yg dia miliki yg adalah hak-Nya Tuhan, dia persembahkan dg taat. 
Bgmna dg kita? Mgkin saat tiba memberi persembahan di gereja, uang kita tinggal selembar 20 ribu, apakah kita akan memberi 20 ribu itu utk Tuhan? Atau kita memilih tdk memberi? Atau sedikit menyesal krna tdk menukarkan dulu dg pecahan yg lebih kecil, memberi pun tdk dg rela dan sukacita. Nanti pulang bgmna? Mau mkn apa? 
Renungkan, kira-kira si janda miskin ini bgmna dia nanti mkn kalau tdk punya uang lg? Kalaupun hr itu dia sempat membuat mknan, besok bgmna? Saya yakin itu ada dlm pikirannya, tp dia memilih memberi apa yg jd hak-Nya Tuhan, dan dia melakukannya. 
Tuhan memelihara hidup kita, apalg kita yg taat pd Firman Tuhan, sekalipun mgkin kita tdk memiliki apa-apa lg, org lain tdk tahu kondisi kita, tp Tuhan tahu, Dia sanggup memelihara hidup kita, Dia bs lakukan bnyk cara utk menolong kita, Dia bs pakai siapa saja utk menolong kita. Penderitaan memang ada tp ada jg kekuatan dan sukacita yg Tuhan berikan spya kita mampu menjalaninya. Ada saatnya Tuhan hanya perlu mengamati kita 

Posted in Renungan | Comments Off on Bukan Soal Miskin atau Kaya 

Menjual Semuanya

DI 24032017 
Matius 13:46 KJV 

Who, when he had found one pearl of great price, went and sold all that he had, and bought it. 

  • Siapa, ketika dia telah menemukan satu mutiara yang besar harganya, pergi dan menjual semua yang dia punya, dan membelinya. 

Mutiara (peninim, margarites) digunakan perhiasan bagi kaum ibu, juga bs utk diperdagangkan. 
Sbnarnya apa makna dr perumpamaan ini? Kalau saja kita jeli, kita akan sangat terkejut saat menyadari makna yg sangat penting di dlmnya. 
Seseorg mencari mutiara yg baik, suatu saat dia temukan mutiara yg tinggi harganya, kemudian dia menjual semua hartanya dan pergi membeli mutiara itu. 
Nah, perhatikan kata ‘membeli’, ada pembeli berarti ada penjual. Zaman itu pedagang tentu menginginkan untung dr apa yg dia jual. Selain keuntungan jd alasan, mgkin saja mutiara itu tdklah bgtu disukai si penjual, shga dia menjualnya. 
Apa yg bs membuat seseorg menjual seluruh hartanya? Utk membiayai perawatan rumah sakit, utk membiayai sekolah atau kuliah anak-anak, bangkrut, membayar hutang, dsbnya. Alasan lain adalah krna kalau dijual hartanya dan bs membeli sesuatu yg di masa dtg bs memberi keuntungan, ini dinilai pantas. 
Mutiara yg tinggi nilainya, yg saya pahami, melambangkan keselamatan. Spt kisah Zakheus yg berani membagi hartanya pd org miskin setelah bertemu dg Yesus : 
Lukas 19:9 

Kata Yesus kepadanya: “Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang ini pun anak Abraham. 
Di akhir zaman bnyk org akan menjual ‘mutiara keselamatan’ yg dia punya, artinya murtad meninggalkan Tuhan, ada ‘jatah kuota’ keselamatan yg dia tinggalkan, ketika seseorg sdg mencari keselamatan, dia mendengar Injil dan percaya, dia ‘membeli’ artinya menukar hidup yg lama dg hidup yg baru dlm Kristus, dia mengambil ‘jatah kuota’ keselamatan itu dr org yg murtad td. Dia diselamatkan jika setia, sdgkan si murtad jika tdk bertobat, dia kehilangan keselamatan. Ini masalah surga atau neraka 

Posted in Renungan | Comments Off on Menjual Semuanya