Ternyata Rencana Tuhan

DI 11012017 
Matius 4:1 

  • Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis. 

Tanpa sadar kita diajari pengajaran ttg Tuhan yg ‘setengah benar’, kita diajar bhw semua yg baik itu pekerjaan Tuhan, yg jahat pasti dr iblis. 
Membaca ayat ini tentunya sedikit membuka pikiran kita ttg Tuhan. Ada sebuah kisah dibalik ayat ini. Memang tdk tertulis di Alkitab, tp dr ayat ini terlihat jelas kisahnya. 
Iblis sdh menunggu di padang gurun, artinya ini sdh ‘diatur’ oleh Tuhan, dr mana kita tahu itu sdh diatur? Apa bedanya kebetulan bertemu dg bertemu krna janjian? Yg satu bertemu tanpa diatur, yg satunya lg bertemu krna diatur utk bertemu. Apakah iblis kebetulan ada di padang gurun? Lalu mengapa Roh Tuhan membw Yesus ke padang gurun utk berpuasa di situ? Mengapa tdk di gunung atau di rumah saja? Kebetulan? Tuhan kita bkn Tuhan yg iseng dan tanpa perencanaan, tdk ada yg kebetulan di dlm semua yg Tuhan izinkan terjd dlm hidup kita. 
Spt Adam dan Hawa, Yesus hrs berhadapan lgsg dg iblis dan mengalahkannya. Sebenarnya kitapun jg hrs berhadapan dg iblis dan hrs mengalahkannya. Tak ada pemenang atau penakluk tanpa sebuah pertandingan dan pengujian. Tapi ingat, inisiatifnya ternyata bkn iblis, tp Tuhan. 
Musibah, sakit penyakit, kekecewaan, kemalangan, penderitaan, aniaya, dsbnya, bs saja Tuhan mengizinkannya utk kita alami. Lho bknkah Tuhan itu baik, mana mgkin Dia membiarkan kita mengalami hal buruk? 
Tuhan izinkan terjd pasti ada tujuan dan maksud baiknya. Hal buruk yg seizin Tuhan sifatnya sementara, bgtu tujuan-Nya tercapai, keadaan kita dipulihkan bahkan menjd lebih baik. Beda dg akibat kutuk, sifat keadaannya tetap dan berlangsung lama, tdk ada campur tgn Tuhan tanpa pertobatan. 
Jadi kita sbg org percaya jgn heran bila sesuatu yg buruk terjd atas hidup anak-anak Tuhan. Blm tentu krna dia berdosa, mgkin dia sdg diuji Tuhan dan iblis diizinkan Tuhan utk berbuat sesuatu yg buruk, jgn kita asal berkomentar dan menghakimi 

Posted in Renungan | Comments Off on Ternyata Rencana Tuhan

Ketakutan Iblis

DI 10012017 
Yakobus 4:7 NKJV 

Therefore submit to God. Resist the devil and he will flee from you. 

  • Karena itu tunduklah pada Tuhan. Lawanlah iblis dan dia akan melarikan diri darimu. 

Melarikan diri itu sebuah bukti dikuasai rasa takut, takut bertemu ya menghindar, dikejar ya lari jauh-jauh. Ternyata iblis bisa takut dg manusia, krna apa? 
Ternyata iblis takut pd org yg memiliki 2 ciri ini: tunduk pada Tuhan dan melawannya. Lalu bgmna dg gambaran iblis yg ganas, suka menyiksa dan bahkan ingin membinasakan kita? 
Kita hrs tahu bhw iblis itu hebat tp tdk sempurna, artinya punya kelemahan. Di mana titik lemahnya iblis? Ini yg perlu kita ketahui. Kalau kita tdk mengetahui kelemahannya, dia tdk mgkin takut terhadap kita. 
Perhatikan kesamaan antara kisah iblis mencobai manusia (Adam dan Hawa) dg kisah iblis mencobai Yesus. Tdk ada adegan santet menyantet, adu tenaga dlm, tdk jg terjd peperangan rohani yg supranatural, tdk ada gempa bumi atau kilat menyambar, yg ada adalah iblis memanipulasi firman Tuhan utk menundukan Adam, Hawa serta Yesus. Jd senjata iblis itu adalah penyalah gunaan Firman Tuhan utk memuaskan diri sndri. 
Larangan ttg mkn buah pengetahuan baik dan jahat dijadikan iblis senjata utk menipu Hawa dan Adam. Yesus yg adalah Firman itu sndri dibujuk utk menggunakan kuasa Firman mengubah batu menjd roti spya laparnya Yesus hilang stlah berpuasa. 
Kelemahan iblis adalah tdk kuasa melawan kuasa Firman Tuhan. Ketika dulu sbg salah satu pemimpin malaikat, oleh Firman Tuhan, iblis dicampakkan keluar dr surga saat melawan Tuhan. Dan kita lihat hingga kini iblis tak pernah bs ada di surga lg. Begitu Firman Tuhan difirmankan, iblis tak kuasa melawannya. 
Tunduk pd Tuhan berarti hidup sesuai Firman Tuhan. Ada Firman Tuhan dlm diri kita, itulah yg membuat iblis takut. Firman Tuhan yg diperkatakan lewat lidah kita atas inisiatif Tuhan, pny kuasa dan ketetapan. Adam dan Hawa berdosa krna ‘setuju’ dg perkataan iblis 

Posted in Renungan | Comments Off on Ketakutan Iblis

Kuasa Lidah 

DI 09012017 
Amsal 18:21 NKJV 

Death and life are in the power of the tongue, And those who love it will eat its fruit. 

  • Kematian dan kehidupan ada di dalam kuasa lidah, dan siapa yang mencintainya akan memakan buahnya. 

Sebenarnya ayat ini ‘netral’, dlm arti tdk merujuk pd hal negatif, artinya tinggal bgmna seseorg ingin makan buah apa, buah ‘kematian’ atau buah ‘kehidupan’ dr kuasa lidah. 
Lidah kita berkuasa, kekuasaan itu punya pengaruh, bisa menentukan keadaan mau diciptakan bgmna. Kekuasaan bila disalahgunakan bs mengakibatkan hal-hal negatif terjd, bila digunakan dg benar maka yg terjd adalah hal-hal yg positif. 
Bkn kuasa lidahnya yg salah, jd jgn salah memahami, walaupun dlm bagian Alkitab yg lain dikatakan bhw lidah itu penuh dg racun mematikan (Yakobus 3:8). Pistol di tangan polisi menjd senjata yg mengamankan, tp ditangan org jahat, pistol menjd senjata pembunuh, bkn salah pistolnya, tp salah penggunaannya. 
Jadi, gunakanlah lidah utk menciptakan kehidupan, bkn kematian. Tapi ayat ini berkata ‘siapa yg mencintai kuasa lidah’, artinya ‘menaruh hati’ pd kuasa lidah. Spya mudah memahaminya, kita tahu beda antara pembalap profesional olahraga dg pembalap liar. Keduanya senang mempelajari teknik mengemudi dlm kecepatan tinggi, namun perbedaannya adalah: yg profesional olahraga bertujuan bs meraih prestasi di kompetisi balap, mengutamakan keselamatan, yg liar tujuannya sekedar ingin adu balap dan kurang peduli dg keselamatan dirinya maupun pengendara lain. Lidah ingin kita gunakan spt apa? Bs kita kendalikan atau justru kita dikendalikan lidah. 
Ada org berkata: saya bcra tdk bs rapi, pokoknya asal ngomong yg penting yg dengar ngerti. Ini contoh org yg terkuasai oleh lidah. Org yg menguasai lidah tahu mana kata-kata yg baik, positif, menghibur dan membangun. Terlebih lg bs berkata-kata dg kosa kata yg baik dan tepat, intonasi nada bcra bs diatur sesuai kebutuhan. 
Biarlah kuasa lidah membawa kita ke situasi yg ‘hidup’ 

Posted in Renungan | Comments Off on Kuasa Lidah 

Hidup Berbuah

DI 07012017 
Titus 3:14 KJV 

And let our’s also learn to maintain good works for necessary uses, that they be not unfruitful. 

  • Dan biarlah orang-orang kita juga belajar untuk mengurus pekerjaan-pekerjaan baik untuk penggunaan yang penting, supaya mereka tidak menjadi tidak berbuah. 

Banyak org Kristen salah memahami ttg arti ‘berbuah’ dlm ke-Kristenan, ada yg mengartikan hrs punya karunia khusus shga dianggap ‘rohani’ dan ‘sakti’ sbg bukti hidup intim dg Tuhan, ada jg yg mengartikan dg rajin menginjil cari jiwa, namun dlm ayat ini kita dpti pemahaman yg berbeda. 
Bgmna hidup yg ‘berbuah’ itu terjd dlm hidup kita? Ayat ini mengajar spya kita mengurusi pekerjaan-pekerjaan yg baik utk keperluan yg penting. Keperluan yg penting itu apa? 
Hal yg penting dlm hidup manusia berarti berkaitan dg roh, jiwa dan tubuh. Roh kita membutuhkan hubungan yg baik dg Tuhan. Jiwa kita membutuhkan ketenangan dan kebahagiaan. Tubuh kita membutuhkan kesehatan. Dari sini kita mulai mengerti apa yg hrs kita urus supaya hidup kita berbuah. 
Tubuh yg tdk sehat membuat kita susah beraktivitas, jiwa yg tdk sehat membuat kita hidup dlm depresi, stress dan tekanan mental shga membuat kita sulit berinteraksi dg sesama, roh yg tdk punya hubungan baik dg Tuhan, membuat kita hidup dlm kesombongan, kehancuran dan keterpurukan. Salah satu dr 3 unsur ini terganggu, maka hidup kita tdk bs maksimal dan berbuah. 
Jadi kita hrs belajar untuk mengurus kesehatan tubuh kita, ketenangan dan kebahagiaan jiwa kita serta roh kita memiliki hubungan yg baik dg Tuhan. Berolahraga dan pola hidup yg sehat ini salah satunya, bgmna tdk hidup dlm stress, mengendalikan emosi dan pola pikir yg sehat, jg menjd hal yg perlu diurus. Kita jg hrs mengurus ibadah, doa dan disiplin rohani kita dg Tuhan. Semua ini hrs diurus dg baik shga hidup kita akan berbuah. Buahnya adalah hidup kita menjd berkat bagi sesama, bs menshare pengalaman pribadi bersama Tuhan, saling menguatkan, dsbnya 

Posted in Renungan | Comments Off on Hidup Berbuah

Berjasa Tapi Tak Dikenal

DI 06012017 
Filemon 1:2 KJV 

And to our beloved Apphia, and Archippus our fellowsoldier, and to the church in thy house: 

  • Dan untuk saudara terkasih kami Apfia, dan Arkhipus teman seperjuangan kami, dan untuk jemaat gereja di dslam rumahmu. 

Entah saya benar atau salah, mgkin blm pernah ada khotbah ttg Apfia, yg mnrut Ensiklopedia diperkirakan adalah isteri dr Filemon. Apa jasanya? 
Ayat ini menyebut bhw di rumah Filemon dan Apfia ada jemaat gereja, artinya rumah mrka dijadikan sbg tempat persekutuan org percaya, atau mgkin jg menjd tempat jemaat beribadah. Tentu sedikit merepotkan ketika rumah dijadikan tempat berkumpul dan beribadah. Di sinilah kita bs mendpt gambaran ttg betapa Apfia sbg ibu rumah tangga bnyk berbuat kebaikan dan pasti sibuk merawat rumahnya yg dijadikan tempat beribadah. 
Kalau bisa diaplikasikan ke zaman skrg, mgkin Filemon dan Apfia adalah suami isteri yg membuka rumahnya menjd tempat persekutuan, sebut saja komsel (kelompok sel) atau persekutuan doa. Saya mengenal bbrpa teman yg rumahnya dijadikan tempat komsel atau persekutuan doa, dan alasan mrka melakukannya adalah krna ingin menjd berkat dan sbg bentuk plynan pd Tuhan. 
Tuhan memakai gereja utk menjangkau jiwa, tp juga ada org yg dijamah Tuhan saat mrka mengikuti komsel atau persekutuan doa. Baik gereja maupun persekutuan doa jgn dibandinglan atau ‘di-adu’, tdk boleh ada persaingan siapa yg paling bnyk memberkati org, tp keduanya hrs saling men-support satu sama lain. Semua jemaat adalah milik Tuhan, bkn milik gereja atau persekutuan doa. 
Pertobatan org berdosa jauh lebih berharga dibandingkan dg pengorbanan krna membuka rumah dijadikan tempat komsel atau persekutuan doa. Sbg tuan rumah memang hrs mengeluarkan sedikit atau bnyk dana, hrs membersihkan rumah sblum dan sesudah acara, mgkin hrs jg menyediakan konsumsi, tp itu semua tdk sebanding dg lawatan Tuhan atas org-org yg hadir dan membutuhkan Tuhan. Apakah Anda tertarik spt Apfia?

Posted in Renungan | Comments Off on Berjasa Tapi Tak Dikenal

Penghakiman Tuhan

DI 05012017 
Ibrani 9:27 NKJV 

And as it is appointed for men to die once, but after this the judgment, 

  • Dan sebagaimana itu ditetapkan bagi manusia untuk mati sekali, tapi setelah ini penghakiman 

Benarkah ketika seseorg itu meninggal, dia lgsg ke surga atau ke neraka? Jika ya, berarti ayat ini salah, krna dikatakan bhw setelah seseorg itu meninggal, maka yg ada kemudian adalah penghakiman. 
Berarti mana yg benar? Utk mengerti hal ini, kita perlu meneliti bbrpa bagian lain dr Alkitab yg menerangkan ttg apa yg terjd setelah seseorg meninggal. 
Dlm Lukas 16:19-31, ada 2 org meninggal, Lazarus mati dan dijemput oleh malaikat, satunya lg org kaya, mati tapi kemudian ada di ‘hades’ atau alam maut. 
Dlm Wahyu 20:11-15, ada penghakiman ‘Tahta Putih’, setiap org akan dihakimi, antara masuk dlm kehidupan kekal atau siksaan kekal. 
Jadi ini yg hrs kita pahami, org yg meninggal itu tdk langsung masuk surga atau neraka, istilahnya ‘belum final’ krna hrs menunggu saatnya penghakiman Tahta Putih itu terjd. Lalu mrka ada di mana setelah meninggal? Jika kita membaca dr kisah Lukas 16 tadi, maka org yg meninggal, rohnya ditempatkan di masing-masing ‘tempat sementara’ sambil menunggu pengadilan Tahta Putih terjd. Saya blm pernah meninggal, jd tdk tahu persisnya bgmna keadaan roh org yg meninggal, namun dr bbrpa informasi dr Alkitab, gambarannya adalah spt itu. 
Tdk ada kesempatan utk mengubah segalanya setelah kita meninggal nantinya. Apa yg kita buat selama hidup ini, itulah yg kita bawa sbg pertanggung jwban kita pd Tuhan nantinya di pengadilan Tahta Putih. Selagi hidup, persiapkanlah diri utk masuk dlm hidup kekal nantinya. Tuhan telah menjelaskan semua syarat dan apa yg hrs kita kerjakan. Setiap org punya kesempatan yg sama utk masuk surga, tp tdk semua org mempersiapkan diri dg baik. Bkn Tuhan tdk berbelas kasihan, tp krna Dia adil, Dia beri kesempatan, tp Dia beri jg batas waktunya. Umur kita itulah batas waktu Tuhan 

Posted in Renungan | Comments Off on Penghakiman Tuhan

Memperoleh Janji Tuhan

DI 04012017 
Ibrani 6:15 KJV 

And so, after he had patiently endured, he obtained the promise. 

  • Dan oleh karena itu, setelah dia dengan sabar bertahan, dia memperoleh janji itu. 

Kita pasti pernah mengantri ketika ingin mengurus atau membeli sesuatu. Kalau kita keluar dr tempat kita antri, maka kita tdk mendapatkan pelayanan yg kita inginkan. Maka kita perlu dg sabar bertahan di posisi kita mengantri, jika tdk, maka posisi kita akan digantikan oleh org lain dan kita hrs mengantri dr blkg lagi. 
Ada nasehat yg berkata: “Kalau menunggu, bkn berarti diam tdk melakukan apa-apa.” Terdengarnya sih bagus, tp blm tentu benar. 
Contoh: menunggu nomor antrian kita dipanggil, kita bosan dan main games di handphone. Saking serunya, telinga kita kurang awas ditambah suasana ramai kiri kanan shga saat nomor kita dipanggil, kita tdk mendengarnya. 
Menunggu itu butuh fokus, kalau menunggu sambil mengerjakan sesuatu, maka kita kehilangan fokus sesungguhnya. Nasehat di atas mnrut saya itu salah, jgn menunggu sambil mengerjakan sesuatu yg lain, apalg dlm hal menunggu penggenapan janji Tuhan. 
Tuhan tdk perlu kita bantu apalg kita ‘pancing’ dg sesuatu yg mnrut kita bs mempercepat janji Tuhan dinyatakan dlm hidup kita. Persiapan jgn dilakukan di saat kita menunggu, tp disiapkan sblum kita siap menunggu Tuhan. Mengapa demikian? Waktu Tuhan itu bkn waktu kita, kalau kita tdk siap, tentu kita kehilangan janji Tuhan. Jd hrs sdh siap, tdk mengerjakan apa-apa. 
Dengan sabar bertahan, Abraham memperoleh apa yg Tuhan janjikan. Butuh 25 tahun utk penggenapan janji dia memiliki seorg anak. Ketika isterinya bertindak sndri, mengira bhw dg caranya maka Abraham memiliki anak, tanpa hrs menunggu Tuhan memberinya, kita lihat efeknya hingga hari ini. Jgn sok pintar ingin membantu Tuhan, kecuali Tuhan sndri yg meminta kita melakukan sesuatu. Di luar itu justru akan membuat suasana menjd tdk spt yg Tuhan rencanakan. Belajar utk diam dan menenangkan diri

Posted in Renungan | Comments Off on Memperoleh Janji Tuhan

Rumah Yesus

DI 03012017 
Ibrani 3:6 NKJV 

but Christ as a Son over His own house, whose house we are if we hold fast the confidence and the rejoicing of the hope firm to the end. 

  • tapi Kristus sebagai Anak atas rumah milik-Nya sendiri, rumah yang adalah kita, jika kita berpegang teguh pada keyakinan dan sukacita dari pengharapan yang teguh hingga pada akhirnya. 

Kita pernah kenal istilah ‘kristen ktp’ yg artinya beragama Kristen tp tdk hidup secara seorg Kristen yg seharusnya. Ada jg istilah ‘kristen kapal selam’ yaitu org yg beragama Kristen yg jarang ke gereja, dtg cuma di hari raya Natal dan Paskah saja. Namun ada yg lebih memprihatinkan dr itu. 
Dr ayat ini kita belajar bhw org percaya atau Kristen adalah ‘rumah Anak’ atau ‘rumah Kristus’, rumah artinya tempat tinggal, tempat menetap. Pengertian ttg ini jgn dimengerti scra lokasi, Yesus ada di surga dan kita di bumi. Ini hrs dimengerti dg makna yg benar. 
Sbg Anak, artinya Yesus Kristus mengerjakan kehendak Bapa atas hidup umat-Nya. Bapa, Yesus dan Roh Kudus adalah satu. Ini hrs dimengerti spt kita mengurus dan memelihara rumah fisik yg kita tempati. Rumah hrs dirawat, dibersihkan, dibuat nyaman, diisi dg perabotan yg diperlukan serta diatur sistem pengamanannya. 
Rumah tanpa penghuni maka akan tdk terawat dg baik serta rawan utk dirampok penjahat. Tdk boleh kosong dan tdk boleh ‘dingin’ artinya tdk ada aktivitas dan komunikasi hrs ‘mesra’ dan damai. Jd ini bcra ttg org Kristen yg ‘kosong’ atau yg ada Kristus di dlm hidupnya. 
Bgmna spya kita sbg ‘rumah Anak’ ada Kristus dlm hidup kita? Ayat ini menjelaskan ttg iman dan pengharapan kita pd Kristus, berpegang teguh pd keyakinan, artinya beriman, dan berpegang teguh pd sukacita pengharapan yg teguh hingga pd akhirnya. 
Jgn serahkan hidup kita pd tuhan yg lain. Rumah yg dijual akan berganti kepemilikan. Org Kristen yg meninggalkan iman pd Kristus sama saja dg ‘menjual dirinya sendiri’ pd tuhan yg lain. Itulah perzinahan rohani di mata Tuhan. 

Posted in Renungan | Comments Off on Rumah Yesus

Pesan Terselip

DI 02012017 
Ibrani 2:1 KJV 

Therefore we ought to give the more earnest heed to the things which we have heard, lest at any time we should let them slip. 

  • Karena itu kita wajib untuk memberi lebih sungguh-sungguh perhatian terhadap hal-hal yang kita telah dengar, agar tidak pada saat kapanpun kita harus membiarkannya terselip. 

Dlm bbrpa waktu ini, kita mendapati bnyk berita yg ‘hoax’, tdk benar isinya, salah satunya mgkin saat kita bercakap-cakap dg teman, apa yg kita lakukan? Ikut menyebarkan atau kita cari dulu kebenaran beritanya? 
Perkataan yg melemahkan, merusak kepercayaan diri, yg melukai hati, jika dibiarkan tetap tersimpan dlm pikiran dan hati, cepat atau lambat akan berpengaruh negatif terhadap karakter, perkataan dan sikap seseorg. Perkataan org lain bs mencipta suatu kebenaran yg kita yakini benar adanya. Mengapa itu bs terjd? 
Ayat ini menjelaskan bhw perkataan itu bs ‘terselip’ dlm hati dan pikiran kita. Contoh: iklan minuman teh, makanannya apa saja, tehnya teh ….., tanpa disadari kalimat iklan yg kita dengar ini masuk dlm pikiran, shga bs menciptakan sebuah rumusan, minumnya ya teh itu tadi. Atau ttg air mineral, mau beli merk baru, tetap saja dibilang merk A yg memang sdh lama diproduksi dan dijual. Kita hrs perhatikan dg sungguh-sungguh apa yg kita dgr, krna itu yg akan terselip dlm pikiran kita. 
Biarlah perkataan kita menjd perkataan yg memberkati, membangun, menyejukkan jiwa bagi orang lain yg mendengarnya. Jgnlah ada perkataan yg kotor, negatif dan berisi kutukan, yg keluar dr mulut kita. Selipkan apa yg baik dlm memori otak kita, itu yg akan muncul di saat kita menghadapi masalah dan situasi yg penting. Masukkan kebenaran Tuhan lewat Firman-Nya ke dlm pikiran kita. Bkn cuma sekedar membaca, tp memperhatikan dan merenungkannya. Mintalah Tuhan utk membuat kita mengerti apa yg menjd kebenaran kehendak-Nya. Buang segala hal-hal negatif yg pernah kita dengar dan terselip dlm pikiran kita

Posted in Renungan | Comments Off on Pesan Terselip

Hidup Dalam 2017

DI 01012017 
Ibrani 1:12 

  • … tetapi Engkau tetap sama, dan tahun-tahun-Mu tidak berkesudahan.” 

Saya menulis ini jam 12:51 Wib tgl 1 Januari 2017, ada sebuah dorongan dr Tuhan utk menulisnya, biasanya hr libur dan hr Minggu saya tdk menulis renungan. 
Selain kita yg memiliki perhitungan ttg hari dan waktu, ternyata Tuhan jg memiliki ‘tahun-tahun’ mnrut perhitungan-Nya sendiri. Bknkah Tuhan itu kekal, tdk berawal dan tdk berakhir? Bknkah Dia itu Alfa dan Omega bagi seluruh ciptaan-Nya? 
Memasuki 2017, tentu setiap org memiliki harapan, selain itu mgkin jg punya kekuatiran dlm berbagai hal. Mgkin melewati bnyk kemustahilan dan blm menang melawan kelemahan, ingatlah bhw Tuhan kita itu tetap sama, hingga hari ini bahkan seterusnya, Dia sanggup memulihkan kita. 
Tahun-tahun Tuhan tdk pernah berakhir, artinya kasih, kuasa, anugerah, pertolongan Tuhan, tetap Dia berikan bagi setiap kita. Jgn ragu akan kuasa-Nya, carilah perkenanan Tuhan dan berjalan bersama Dia melewati semuanya. 
Milikilah komunitas yg menopang iman kita, jgn salah dlm bergaul. Banyaklah bersaksi ttg kebaikan Tuhan, itu yg membuat kita akan terus menikmati kebaikan demi kebaikan Tuhan seumur hidup kita. 
Apapun yg terjd di sekeliling kita, tetap Tuhan yg pegang kendali atas hidup anak-anak Tuhan. Jgn keluar dr pagar perlindungan Tuhan, jgn biarkan pikiran kita dipengaruhi oleh sesuatu yg merusakkan hubungan kita dg Tuhan. 
Perbaiki huhungan kita dg keluarga jika terjd konflik, dosa menjd penghalang antara kita dg Tuhan. Ketika Tuhan bekerja, sepakatlah dg cara Dia bekerja sekalipun kita tdk memahaminya. 
Selamat Tahun Baru 2017, hiduplah dg damai satu dg lainnya, bersiaplah menyambut kedatangan-Nya kembali, waktunya semakin singkat. Miliki jam doa pribadi maupun scra bersama-sama, terima pesan Tuhan yg menuntun kita bs menang atas masalah dan godaan yg menjatuhkan kita. Bnyklah mengucap syukur, ingat bhw Tuhan itu nyata dan Dia terlebih besar dr segalanya 

Posted in Renungan | Comments Off on Hidup Dalam 2017