Gagal Mendidik

31122016 
1 Samuel 8:3 

  • Tetapi anak-anaknya itu tidak hidup seperti ayahnya; mereka mengejar laba, menerima suap dan memutarbalikkan keadilan. 

Hal paling berharga yg bs diwariskan pd anak-anak adalah didikan dan keteladanan, dan ini tdk mudah. 
Dlm kisah hidup Samuel, nyaris tdk ditemui cela sedikitpun ttg kehidupannya, baik peranannya sbg hakim dan nabi bagi bangsa Israel, hingga kita temui ayat ini, ternyata Samuel gagal mendidik anak-anaknya sbg penerus tugasnya sbg hakim atas Israel. 
Apa penyebabnya? Imam Eli yg mendidik Samuel berhasil menjadikan Samuel penerusnya, tp dia gagal mendidik kedua anaknya. Ternyata memang menjd seorg pemimpin itu bkn sekedar kemampuan, tp pilihan Tuhan. 
Selain dididik imam Eli, Samuel memang adalah pilihan Tuhan. Jd ada didikan dr Tuhan jg dan inilah yg membuat Samuel beda dg kedua anak imam Eli. Bs kita lihat ketika usianya telah tua, Samuel mengangkat kedua anaknya sbg penggantinya, tdk ditulis bhw Tuhan yg memilih mrka. 
Jika kita ingin anak-anak kita menjd ‘kepala’ di masa depan, mulailah dg mendidik mrka dg kasih dan disiplin, dan jgn lupa utk mulai menuntun mrka memiliki pengalaman pribadi yg nyata dg Tuhan. Didikan Tuhan sepanjang umur anak-anak kita adalah pembentuk karakter dan memproses hidup mrka menjd hidup berkualitas. Jgn takut utk melepas mrka utk berjalan sndri dg Tuhan. Mgkin ada kegagalan, jatuh, kecewa, tp itulah bagian dr didikan Tuhan utk membentuk mrka menjd pribadi yg kuat. 
Jadilah orgtua yg memberi teladan yg baik, terlebih lg sanggup memotivasi anak-anak utk mengikuti teladan kita. Didikan manusia tdk sempurna dan bs saja gagal, tp didikan Tuhan itu sempurna dan hasilnya jg sempurna. Belajar utk menjd satu team dg Tuhan dlm hal mendidik anak-anak mulai sejak dini, biarkan mrka mengenal Tuhan scra pribadi dan mengetahui rencana Tuhan utk hidup mrka. Suatu saat sbg orgtua, kita akan ‘meninggalkan’ mrka di dunia ini, tp mrka sadar bhw ada Tuhan yg selalu menyertai 

Posted in Renungan | Comments Off on Gagal Mendidik

Iman Yang Keliru 

DI 30122016 
1 Samuel 4:6, 10 

Dan orang Filistin yang mendengar bunyi sorak itu berkata: “Apakah bunyi sorak yang nyaring di perkemahan orang Ibrani itu?” Ketika diketahui mereka, bahwa tabut TUHAN telah sampai ke perkemahan itu, 

  • Lalu berperanglah orang Filistin, sehingga orang Israel terpukul kalah. Mereka melarikan diri masing-masing ke kemahnya. Amatlah besar kekalahan itu: dari pihak Israel gugur tiga puluh ribu orang pasukan berjalan kaki. 

Tabut Tuhan melambangkan kehadiran Tuhan di tengah umat-Nya, namun oleh bangsa Israel di zaman ayat ini telah dianggap sbg sebuah benda ‘keramat’ yg memiliki kuasa di dlmnya. Itulah sebabnya mrka membw Tabut Tuhan ke medan peperangan, namun justru saat itu justru mrka mengalami kekalahan. 
Iman pd Tuhan itu hrs lgsg pd pribadi Tuhan, bkn benda-benda yg mewakili keberadaan-Nya. Ada saja org yg masih menganggap bhw salib dlm bentuk apapun bs mengusir setan, shga masih saja digantung di rumah dg harapan bs mengusir setan dan kuasa gelap. 
Alkitab mencatat bbrpa benda yg Tuhan pakai utk menyatakan kuasa-Nya, misalkan tulang Elisa (2 Raja-Raja 13:21), sapu tangan dan celemek Paulus (Kisah Para Rasul 19:12), dan masih ada lg. Namun iman jgn justru bergeser dari ke Tuhan menjd ke benda-benda, ini yg membuat Tuhan tdk menyatakan kuasa-Nya atas kita. 
Roti dan anggur perjamuan kudus, minyak urapan, benda-benda yg dibuat menyerupai tabut perjanjian, menorah, dsbnya, jgn dijadikan spt sesuatu yg mempunyai kuasa spt yg Tuhan miliki. Tetap arahkan iman pd Tuhan, kalaupun sesuatu benda dipakai Tuhan utk menyatakan kuasa-Nya, jgn dianggap jimat dan disembah-sembah. Lalu bgmna jika suatu saat kita tdk memegang apa-apa? Kalau kita jd takut, maka itu tanda iman kita bkn pd Tuhan, tp pd benda-benda itu. 
Boleh saja memiliki benda-benda yg melambangkan sesuatu dlm ke-Kristenan, tp perhatikan penggunaannya, dipakai utk tujuan apa, dan tetap ingat bhw Tuhan memakai semuanya sbg alat Tuhan bekerja

Posted in Renungan | Comments Off on Iman Yang Keliru 

Ketika Tuhan Murka 

DI 29122016 
1 Samuel 2:25 

… tetapi jika seseorang berdosa terhadap TUHAN, siapakah yang menjadi perantara baginya?” Tetapi tidaklah didengarkan mereka perkataan ayahnya itu, sebab TUHAN hendak mematikan mereka. 
Dlm bbrpa bagian Alkitab, tercatat Tuhan hendak bahkan akhirnya membunuh org-org yg membuatnya murka. Dlm ayat ini Tuhan ingin membunuh kedua anak imam Eli yaitu Hofni dan Pinehas krna dosa mrka terhadap Tuhan. 
Memang tdk langsung terjadi kedua org itu mati, tp ada sebuah rentang wkt keduanya dibiarkan tetap hidup dan trs berbuat dosa. Jd hati-hati, kalau kita berbuat dosa berulangkali tp Tuhan diam saja, tdk lg menegur, kita sdg dlm rentang wkt akan mengalami murka Tuhan. 
Kita yg hidup dlm zaman kasih karunia di mana Kristus telah mati utk menebus kita dr hukum dosa dan maut, bkn berarti bs bebas melakukan apa saja semau kita. Pengampunan Tuhan berlaku utk semua org berdosa yg menunjukkan pertobatannya dg sungguh-sungguh. Tanpa pertobatan, tdk turun pengampunan Tuhan. 
Dosa terhadap sesama manusia, maka Tuhanlah yg mengadili, tp dosa terhadap Tuhan, siapa yg bersyafaat/mediasi utk itu? Begitu keputusan Tuhan telah ada, tak ada satu manusiapun yg bs membatalkannya. 
Kpn Tuhan bcra terhadap kita? Apakah itu melalui pembacaan Alkitab, saat berdoa, melalui khotbah, melalui teguran org lain bahkan perasaan tdk damai sejahtera saat dosa mulai menggoda kita? Kalau sdh lama Tuhan sdh tdk ‘menyapa’ kita, itu sebuah ‘warning’ utk segera bertobat, kembali pd Tuhan sblum murkanya turun atas kita. 
Dosa terhadap Tuhan ternyata berakibat hingga anak, cucu bahkan keturunan selanjutnya, spt hukuman terhadap keluarga imam Eli ini, tdk akan ada orang yg tua dlm keluarganya, artinya semua mati dlm usia muda, krna itu jgn main-main dg Tuhan, keturunan kita akan mengalami hukuman Tuhan juga. Jgn menunda wkt utk segera berbalik pd Tuhan dan bertobat, jgn sampai dosa menghancurkan hidup kita krna kutuk yg ditimpakan Tuhan atas kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Ketika Tuhan Murka 

Carilah Yang Baik

DI 28122016 
Amsal 11:27 KJV 

He that diligently seeketh good procureth favour: but he that seeketh mischief, it shall come unto him. 

  • Orang yang dengan tekun mencari yang baik, memperoleh perkenanan: tapi orang yang mencari kejahatan/keonaran, itu akan datang kepadanya. 

Bgmna caranya kita disukai org lain, apalg sbg seorg Kristen? Ayat ini menasehatkan kita spya disenangi dan mendpt perkenanan org lain, maka carilah dan lakukan hal-hal yg baik. 
Seringkali org salah mengerti ttg pemahaman ayat dlm Galatia 6:10 yg menulis bhw kita hrs melakukan hal-hal baik, khususnya pd sdr seiman. Di sini bkn berarti hrs mendahulukan berbuat baik pd sdr seiman, br pd sesama manusia. Yg dimaksud adalah tunjukkan kasih kita dlm hal berbuat baik pd siapa saja setiap ada kesempatan, apalg kesempatan itu diarahkan pd sdr seiman dlm Tuhan. 
Org yg baik sewajarnya disukai bnyk org, walaupun pd kenyataannya tetap ada saja org-org yg mencemooh kita, dibilang ada niat terselubung, tdk tulus, sengaja pamer, dsbnya. Org-org spt itu akan menerima kembali perbuatan jahat mrka, yg mrka rencanakan balik menimpa diri mrka sndri. 
Kalau sesuatu itu berbalik arah, pasti ada sesuatu yg menahannya, spt bola yg ditendang ke tembok, bola itu berbalik arah bergerak ke arah org yg menendang. Kejahatan seseorg akan balik menimpa dirinya sndri, artinya ada yg menahan, siapa yg sanggup menahannya? Tuhan sndri dan malaikat yg Tuhan utus utk melindungi kita. 
Kalau mobil presiden kacanya anti peluru, peluru tak sanggup menembus kacanya, spt inilah gambaran perlindungan Tuhan terhadap hidup anak-anak-Nya. Bbrpa org pernah melihat perlindungan Tuhan spt kaca atau awan yg melindungi seseorg kemanapun dia pergi. Dlm kitab Ayub, perlindungan Tuhan spt pagar yg mengelilingi semua area dlm hidup kita. Si iblis tdk dpt menjamah kecuali Tuhan sndri yg mengangkat pagar itu. 
Jgn keluar dr batas perlindungan Tuhan, atau merusaknya dg perbuatan dosa dan iman yg goyah 

Posted in Renungan | Comments Off on Carilah Yang Baik

Menerima Balasan

DI 27122016 
Amsal 11:31 

  • Kalau orang benar menerima balasan di atas bumi, lebih-lebih orang fasik dan orang berdosa! 

Kata ‘balasan’ dlm ayat ini dlm terjemahan bhsa Inggris digunakan kata ‘recompensed’ yg artinya pembalasan, balas jasa dan ganti rugi. Lebih mudahnya kita mengenal kata ‘kompensasi’. 
Misalnya krna terjd sebuah musibah dlm pembangunan sesuatu oleh pemerintah, bbrpa org mengalami luka-luka serius, maka pemerintah mengeluarkan dana kompensasi/ganti rugi pd para korban luka-luka. 
Bnyk org berpikir keliru: perbuatan yg diperbuat seseorg nantinya dibalas saat nanti di surga atau neraka. Mgkin mrka melihat koq hidup org yg jahat, yg fasik dan trs menerus berbuat dosa, tetap baik-baik saja, liburan keluar negeri, tambah kaya, hidup senang-senang. Knpa Tuhan ‘diam’ saja? Malah org yg hidup taat Firman Tuhan, yg baik-baik, justru penuh masalah, tekanan dan proses hidupnya berat. 
Ayat ini berkata bhw setiap org, apakah org benar, fasik atau pendosa, akan menerima balasan dr perbuatan mrka, bkn hanya di surga atau di neraka nantinya, tp ketika masih hidup di dunia ini. Sbg org yg dibenarkan Tuhan, bersyukurlah dg proses yg sdg kita alami dr Tuhan, ini bertujuan agar melayakkan kita tinggal bersama Tuhan di surga nanti, prosesnya di bumi, hasilnya di surga. Lalu org fasik dan pendosa jg akan dibalas Tuhan ketika mrka ada di dunia ini. Misalnya yg koruptor, tertangkap oleh KPK misalnya, disidang dan divonis penjara. Org yg senang hidup dlm perzinahan, Tuhan hukum dg terinfeksi virus HIV. Jd balasan Tuhan itu bermacam-macam bentuknya, shga kita mengira mrka hidup happy-happy saja, pdhal tdk demikian. 
Proses kehidupan selalu disertai hasil yg baik jika dijalani hingga selesai. Ayub menerima 2x lipat harta benda stlah mengalami proses Tuhan. Dorkas yg sdh mati akhirnya dibangkitkan Tuhan, dan masih bnyk kesaksian dr org yg hidup di zaman ini, mrka menerima balasan dr Tuhan di bumi. 
Jgn kuatir, ada kompensasi Tuhan 

Posted in Renungan | Comments Off on Menerima Balasan

Menunggu Detik Tuhan 

DI 26122016 
Kejadian 22:10-11 

Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya, lalu mengambil pisau untuk menyembelih anaknya. 

  • Tetapi berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepadanya: “Abraham, Abraham.” Sahutnya: “Ya, Tuhan.” 

Kita sering mendengar ttg menunggu waktu Tuhan yg berarti sabar menantikan Tuhan berbuat sesuatu. Namun sbrpa wkt yg perlu ditunggu? Bkn hitungan hari, jam, atau menit, tp hitungan detik. 
Detik ke brp? Apakah di waktu pagi, siang atau malam? Jam brp? Menit ke brp? Ini yg perlu kita cermati, detik Tuhan tdk seorgpun yg tahu, krna itu kita hrs tetap percaya dan pegang teguh firman Tuhan. 
Yg Abraham lakukan hanyalah mengikuti perintah Tuhan meskipun semakin mendekati detik di mana dia hrs menyembelih Ishak oleh tangannya sndri. Tuhan mau buat apa? Apakah Ishak mati dulu br dibangkitkan Tuhan? Ataukah sdh disembelih dan terluka barulah Tuhan muncul dan menyembuhkan Ishak? Ternyata Tuhan bcra saat Abraham hendak menghunus pisau ke tubuh Ishak. Itulah detiknya Tuhan. 
Spt jg peristiwa air utk mencuci kaki para tamu diubah Yesus menjd air anggur yg terbaik. Sewaktu para pelayan disuruh Yesus berjalan menemui pemimpin pesta, air belumlah menjd anggur, kpn berubahnya? Itulah detiknya Tuhan, sblum dicobai oleh pemimpin pesta, air sdh menjd anggur. 
Apakah kita lelah menunggu Tuhan? Kadang timbul pikiran mengapa Tuhan bertindaknya lama sekali bahkan terlambat mnrut kita, jgn pernah berhenti dan menyerah, detik Tuhan tdk bs diprediksi, kita tdk bs mengatur atau bahkan memaksa Tuhan, tunduklah pd otoritas Tuhan, Dia tdk akan mempermalukan kita di hadapan org lain, Dia tdk lalai menepati janji-Nya, Dia tdk melupakan kita. Selama kita menuruti Firman-Nya, Dia ada di pihak kita dan membela kita. 
Melihat kenyataan bs melemahkan iman, tetaplah percaya bhw Tuhan yg pegang kendali atas hidup kita, sekalipun mnrut kita terlambat, namun detiknya Tuhan selalu tepat dan terbaik utk kita. Jgn goyah sedetikpun, percayalah

Posted in Renungan | Comments Off on Menunggu Detik Tuhan 

Semuanya Penting

DI 24122016 
Yohanes 10:21 

  • Yang lain berkata: “Itu bukan perkataan orang yang kerasukan setan; dapatkah setan memelekkan mata orang-orang buta?” 

Kontroversi kehadiran Yesus wkt itu sangat riuh/ramai, ada kalangan yg menghujat Yesus dan ingin membunuhnya, ada kalangan yg percaya pd pengajaran-Nya krna Yesus jg membuat mujizat-mujizat, ada jg kalangan yg ‘bingung’ dan ragu-ragu. 
Dlm kalangan bbrpa grja dan hamba Tuhan ada saja yg berpendapat berbeda, misalnya: ada yg berpendapat bhw KKR mujizat dan kesembuhan itu tdk efektif, org dtg cuma cari kesembuhan, blm tentu bertobat dan percaya Yesus. Memang bbrp org dtg hanya utk kesembuhan, apa salahnya kalau KKR diadakan dan bnyk terjd kesembuhan oleh Tuhan? 
Mnrut pendpt pribadi saya, KKR spt itu sangat baik. Coba renungkan: misalnya ada 2 org lumpuh dan buta saat mengikuti KKR mrka bs berjalan dan melihat. Seandainya memakai cara medis, hitung brp biaya operasi di rumah sakit, biaya ini dan itu? Sbnarnya yg salah adalah motivasi mengadakan KKR, apakah ingin bnyk org yg dijamah Tuhan atau mengejar target petobat baru? Mgkin ada bnyk yg maju didoakan, setelah itu apakah mrka ingin dibaptis dan meninggalkan kepercayaan yg lama? Belum tentu bnyk jumlahnya. 
Yesus saja berkeliling dan membuat mujizat kesembuhan, malah hanya menyembuhkan dan tdk memaksa org percaya pd Dia. Anehnya bnyk org Kristen berbuat baik tujuannya bkn utk menyatakan kasih Tuhan bagi sesama, tp malah ingin memanipulasi org utk mau percaya pd Yesus. 
Yesus jg mengajar bahkan berbincang dg para ahli Taurat dan Farisi. Ada org yg percaya pd Yesus saat dia mulai mendalami Alkitab. Ada org yg ketika berdoa mnrut cara doa sblm percaya Yesus, didatangi dan dilawat Tuhan. Ada jg yg menonton tayangan rohani di TV, menjd percaya pd Yesus. Jgn halangi Tuhan bekerja menjamah hidup bnyk org. 
Bnyk cara dan jalan Tuhan menemukan org-org berdosa bahkan yg melawan-Nya utk mengalami pertobatan. Percayakan pd Tuhan 

Posted in Renungan | Comments Off on Semuanya Penting

Memposisikan Tuhan

DI 23122016 
Yohanes 6:15 

  • Karena Yesus tahu, bahwa mereka hendak datang dan hendak membawa Dia dengan paksa untuk menjadikan Dia raja, Ia menyingkir pula ke gunung, seorang diri. 

Kebutuhan pd zaman ayat ini memang berhubungan dg politik, bangsa Israel sdg dlm penjajahan Romawi, butuh seseorg pemimpin yg sanggup menyelamatkan mrka, ketika Yesus tampil dg kuasa mengadakan mujizat, org bnyk berpikir Yesuslah yg pantas menjd raja atas mrka. Namun Yesus dtg bkn utk menjd raja atas kerajaan Israel, tp utk menyelamatkan domba-domba yg tersesat. 
Terkadang kita memposisikan Tuhan sesuai dg yg kita inginkan, shga akibatnya fatal sekali, misalkan seseorg percaya Yesus adalah Penyembuh, ketika dia sakit dan berharap Tuhan menyembuhkan penyakitnya, namun ternyata Tuhan tdk jg menyembuhkannya, maka mulailah timbul keraguan dan ketdk percayaan, shga akhirnya Tuhan tdk lg dipercaya sbg Tuhan, mulai percaya pd berhala atau malah menyembah iblis. Jd pertanyaannya: yg hrsnya mengatur itu Tuhan atau kita? 
Tdk selalu Tuhan akan mengabulkan permintaan sesuai harapan kita. Ada saatnya Dia menolak permohonan kita. Dia itu Tuhan, tdk boleh dipaksa menuruti kemauan manusia, tdk boleh diatur-atur apalg disuruh-suruh. 
Tuhan punya alasan mengapa tdk mengikuti keinginan kita, pastinya semua utk kebaikan kita. Pikiran kita tdklah sehebat pikiran Tuhan, disayang Tuhan bkn berarti boleh mengatur Tuhan, tp semakin dikasihi Tuhan, kita hrs semakin sadar diri dan tunduk pd otoritas-Nya. Tdk boleh ‘ngelunjak’ tp hrs menghormati Tuhan sbg Tuhan dan Juruselamat hidup kita. Semakin mengenal Tuhan, kita semakin hrs dwsa dalam hal rohani, semakin berhikmat, tdk menanipulasi Tuhan demi keuntungan diri kita sndri. Yg kita pikir benar blm tentu itu benar mnrut Tuhan. Kebutuhan kita bknlah tolak ukur mengenai kesanggupan Tuhan. Kita hrs paham mengenai kepentingan Tuhan utk hidup kita, mgkin Tuhan ‘diam’ saja kita kelewat batas keinginan yg masih diperbolehkan 

Posted in Renungan | Comments Off on Memposisikan Tuhan

Lupa Tuhan

DI 22122016 
Yohanes 5:13 NKJV 

But the one who was healed did not know who it was, for Jesus had withdrawn, a multitude being in that place. 
Tapi orang yang telah disembuhkan itu tidak tahu siapa dia, sebab Yesus telah menarik diri, sejumlah besar orang ada di tempat itu. 
38 tahun dlm kelemahan, hanya berbaring di atas tilam, lalu ada seseorg yg menawarkan kesembuhan dan kemudian dia sembuh, wajar saja dia sangat kegirangan, hingga lupa bertanya siapa org yg telah menyembuhkannya. 
Kalau kita ditanya, siapa yg membuat kita sukses dan berhasil? Pasti jwbannya adalah Tuhan, tp benarkah di dlm hati nurani kita jg berkata bhw Tuhanlah yg membuat kita sukses, atau kita menganggap semuanya krna kemampuan kita? Sudahkah jg kita berterimakasih pd Tuhan utk semuanya? 
Sering org terpesona dg apa yg Tuhan kerjakan: keajaiban, mujizat, terobosan, solusi, dsbnya, tapi lupa bersyukur pd Tuhan. Bisa saja terjd, ketika Tuhan memberkati kita dg sebuah mobil, wkt kita bs banyak dihabiskan utk mobil kita dibandingkan menambah wkt doa kita dg Tuhan. Atau sewaktu jomblo bs bnyk wkt berdoa, bgtu diberikan calon pasangan hidup, justru wkt utk Tuhan berkurang. 
Hargailah si pemberi lebih drpd yg dia berikan utk kita. Rasa senang jgnlah membuat kita ‘terhipnotis’ dlm kesenangan yg berlebihan. Utamakan Tuhan dlm segala sesuatu, ceritakanlah semua kebaikan Tuhan yg kita alami setiap kali ada kesempatan utk itu, biarlah org bnyk lebih mengenal Tuhan Yesus melalui peristiwa yg kita alami. Kesaksian kita bs menjd sebuah kekuatan bagi org yg mendengarnya, meneguhkan iman yg lemah dan memberi pengharapan bagi yg putus asa. Setiap kesaksian punya daya tarik bagi yg mendengarnya, tariklah mrka mendekat pd Tuhan, semakin mengagumi Tuhan dan semakin percaya pd kuasa Firman-Nya. 
Tanpa Tuhan kita tdk sanggup, semua krna Dia memberikannya utk kita, bkn krna kehebatan kita, tp krna Dia mengasihi kita. Jgn kita menjd sombong dan melupakan Tuhan, rendahkan diri 

Posted in Renungan | Comments Off on Lupa Tuhan

Menggunakan Mammon

DI 21122016 
Lukas 16:9 NKJV 

And I say to you, make friends for yourselves by unrighteous mammon, that when you fail, they may receive you into an everlasting home. 

  • Dan Aku berkata kepadamu: “Jadikanlah teman-teman bagi dirimu sendiri oleh mammon yang tidak benar, supaya ketika kamu gagal, mereka boleh menerimamu ke dalam rumah abadi. 

Ini ayat tersulit yg pernah saya renungkan. Ternyata ini hrs dikaitkan dg ayat sebelumnya yg berbicara ttg anak-anak dunia dan anak-anak terang. 
Perhatikan bbrpa kata yg penting dlm ayat ini: 
Ada kata teman-teman, siapa mrka? Ini merujuk pd anak-anak dunia yg lebih lihai dr anak-anak terang. 
Ada kata mammon yg tdk benar, dlm Ensiklopedia, mammon bknlah seorg dewa berhala, mammon berasal dr bhsa aram ‘mamona’ yg artinya rumah harta benda atau kekayaan. Mammon yg tdk benar merujuk pd ‘karakter’ harta yg bs membuat org yg baik menjd jahat krna cinta uang. 
Ada kata rumah abadi, satu-satunya rumah yg abadi adalah tempat kediaman Tuhan yaitu surga. 
Lalu ada kata mereka, siapa? Siapa yg bs menerima kita masuk rumah abadi atau surga? Pastinya adalah Bapa, Yesus dan Roh Kudus. 
Jd kalau ayat ini kita masukkan pengertiannya dg benar menjd demikian : 
“Jadikanlah teman-teman bagi dirimu sendiri yaitu anak-anak dunia yang lebih lihai oleh kekayaan yang sifatnya tidak benar, supaya ketika kamu gagal, Tuhan akan menerimamu di dalam surga.” 
Jd yg dimaksud Tuhan adalah kita perlu berteman dg org-org bukan Kristen yg memang ‘lihai’, dlm arti belajar dr keahlian mereka, dg menggunakan kekayaan yg kita miliki. Bkn berarti kasih uang, tp bs berarti kita pakai uang utk kuliah di universitas umum misalnya, diajar oleh dosen-dosen yg bkn dr kalangan Kristen saja. Atau kita mengikuti seminar ttg sesuatu, atau kursus sebuah ketrampilan. Bersahabat tentu tdk memandang berdasarkan kesamaan agama, dan dlm persahabatan butuh peranan uang di dlmnya. 
Kalau gagal berteman, kita punya Sahabat sejati di surga

Posted in Renungan | Comments Off on Menggunakan Mammon