Manfaat Kebenaran 

DI 23012017 
Amsal 11:4 NKJV 

Riches do not profit in the day of wrath, But righteousness delivers from death. 

  • Kekayaan tidak bermanfaat di hari kemurkaan, tapi kebenaran membebaskan dari maut. 

Apa itu hari kemurkaan? Siapa yang murka? Kalau manusia yg murka, masih bs dipengaruhi dg memberi uang, tp ketika Tuhan yg murka, uang tak berguna sama sekali krna Tuhan tdk butuh harta manusia. 
Dlm kitab Wahyu ada disebutkan ttg cawan murka Tuhan, dan kita yg hidup dlm akhir zaman hrs menyadari ini: harta tdk bermanfaat di saat cawan murka Tuhan ditumpahkan ke atas bumi (Wahyu 16:1). Dlm ayat ini disebutkan bhw yg membuat kita bebas dr hari kemurkaan Tuhan adalah kebenaran, yaitu Firman Tuhan. 
Bbrpa gereja mulai mempraktekkan gerakan membaca Alkitab setiap hari, tentu ini hal yg perlu mendpt respon positif dr jemaat Tuhan. Sesuai ayat yg kita baca, kebenaran Firman Tuhanlah yg membebaskan kita dr maut pd hari kemurkaan, langkah awal hidup benar adalah dg membaca dan mempraktekkan Firman Tuhan (Alkitab) dlm hidup keseharian. Bgmna bs mempraktekkan kebenaran kalau tdk mengetahui apa yg benar, bgmna bs tahu kebenaran kalau tdk membacanya? Bgmna mau membaca Alkitab kalau kita tdk menyadari dampak apa yg kita peroleh ketika mulai membaca dan mempraktekkannya? Jadi semua bergantung pd kita sndri. 
Harta bkn yg paling utama bagi kita yg hidup di akhir zaman ini, tetap peranan harta itu sangat penting, namun jgn sampai harta membuat mata kita ‘buta’ dan ‘tuli’ terhadap kebenaran yaitu Firman Tuhan. Pd hari murka Tuhan, apakah kita ingin mengalaminya atau ingin diselamatkan? Persiapkanlah mulai dr skrg, biarlah bkn hanya harta yg kita ingin dan perlukan, tp mulai belajar mencintai kebenaran Tuhan. Atur waktu utk membaca Alkitab, terapkan dlm keseharian kita walaupun berlawanan dg logika dan blm kita mengerti. 
Mulailah peduli dg keadaan kerohanian kita, apakah sdg bertumbuh, sehat dan terhubung dg Tuhan? 

Posted in Renungan | Comments Off on Manfaat Kebenaran 

Semakin Terang

DI 21012017 
Amsal 4:18 KJV 

But the path of the just is as the shining light, that shineth more and more unto the perfect day. 

  • Tetapi jalan (kecil) orang benar adalah sebagaimana cahaya yang bersinar, yang bersinar lebih dan lebih kepada hari yang sempurna. 

Setiap org memiliki jalan hidupnya sndri, spt lari atletik memiliki jalur larinya sndri, ini yg dimaksud dg ‘path’ atau jalan yg kecil. Utk bs berjalan dg baik maka perlu penerangan yg cukup. 
Jalan org benar disamakan spt cahaya yg semakin lebih terang, spt matahari yg bersinar, saat fajar mulai diterangi, tambah waktu tambah terang hingga puncaknya pd tengah hari, cahaya sangat terang dan makin panas udaranya. 
Hidup di akhir zaman memang keadaan spt yg Firman Tuhan katakan bhw tdk semakin baik, dlm bnyk sisi kehidupan kita lihat bnyk kemerosotan dan kemunduran nilai-nilai moral dan kehidupan. Tapi ayat ini berkata bhw jalan hidup org benar itu semakin terang walaupun keadaan di sekitarnya gelap. Masih adakah gunanya hidup benar? Tentu saja bnyk berguna, krna yg membalasnya bkn manusia tapi Tuhan sndri. 
Ketika kita berhenti berbuat apa yg benar, maka cahaya yg menerangi jalan hidup kita makin meredup, tdk bs melihat apa yg Tuhan kerjakan dlm kehidupan kita, tdk bs melihat penyediaan Tuhan yg Dia sediakan. Kita berpikir kita sndrian, tdk ada Tuhan, lalu kita kuatir, takut, putus asa, bingung dan bertindak sembarangan, akibatnya kita sering jatuh bangun di tempat yg sama. Kita tdk bs melihat jebakan iblis yg dia taruh di dpn langkah kita, inilah akibat kita tdk hidup sbg org benar. 
Kalau org lain jatuh, jgn ikut jatuh, kalau org lain gagal, jgn ikut gagal, jgn menjd bodoh krna kita hidup tdk benar. Tuhan yg beri kesanggupan, tp Dia perlu tekad kita utk hidup benar, memang tdk mudah tp Tuhan yg memampukan kita. Jgn terlalu fokus pd hidup org lain, tp fokuslah pd hidup kita sndri, spya kita hidup benar di hadapan Tuhan. Tetaplah berdoa, beribadah, dan hidup benar 

Posted in Renungan | Comments Off on Semakin Terang

Menanti Dengan Tekun 

DI 20012017 
Roma 8:25 NKJV 

But if we hope for what we do not see, we eagerly wait for it with perseverance. 

  • Tapi jika kita berharap pada apa yang tidak kita lihat, kita dengan tidak sabar menunggu untuk itu dengan ketekunan. 

Apa beda antara pengharapan dan impian? Bnyk org blm bs membedakannya dan akhirnya ketika tdk menjd kenyataan, dirinya menjd pesimis dan kecewa pd Tuhan. 
Impian itu bs disebut keinginan pribadi kita ttg masa depan, saya ingin begini begitu, ingin punya ini itu, dsbnya. Yg membedakannya dg pengharapan adalah: ada dasar kita berharap krna Tuhan yg menjanjikannya utk kita. Impian tdk Tuhan janjikan apa-apa, sekedar keinginan pribadi, tdk ada jaminan dr Tuhan bhw itu pasti terjd dlm hidup kita. 
Dasar kita berharap adalah janji Tuhan. Kita boleh meng-claim itu terjd dlm hidup kita, tp kalau impian semata, Tuhan tdk punya kewajiban mewujudkannya bagi kita, krna bs saja impian kita beda dg rencana Tuhan bagi kita. 
Ternyata berkaitan dg pengharapan janji Tuhan, ada 2 hal yg perlu kita miliki yaitu menunggu dg tdk sabar dan ketekunan. Utk mudah mengertinya, kita pakai istilah ‘ngebet dan tdk berhenti’ berharap. Sangat menginginkan yg tdk terlihat menjd sebuah kenyataan. Jd spt seorg ibu yg segera ingin melihat wajah anak yg ada dlm kandungannya ketika sdh mendekati hari-hari utk bersalin. Janji Tuhan suatu hr akan ‘dilahirkan’, yg tdk terlihat akhirnya terlihat. Perlu ‘ngebet dan tekun’. 
Janji Tuhan tak ada yg instant terjd, kalau mujizat bs saja terjd instant dan langsung, tp janji Tuhan perlu proses ‘dikandung’ dan kemudian ‘dilahirkan’. Jgn paksa utk segera diwujudkan, nantinya jd ‘premature’ atau tdk sesuai dg janji Tuhan. Hrs brpa lama menunggu? Waktu Tuhan bkn waktu kita, tetaplah menanti dan berharap akan janji Tuhan, Dia tdk pernah berdusta, Dia tdk pernah lupa, Dia pasti tepati semua janji-janji-Nya. Jgn putus pengharapan sekalipun keadaan bertolak blkg dg apa yg kita harapkan 

Posted in Renungan | Comments Off on Menanti Dengan Tekun 

Harus Sayang Semuanya

DI 19012017 
Kejadian 25:28 KJV 

And Isaac loved Esau, because he did eat of his venison: but Rebekah loved Jacob. 

  • Dan Ishak mengasihi Esau, karena dia memakan daging rusanya: tapi Ribka mengasihi Yakub. 

Tdk dijelaskan dg pasti mengapa Ishak dan Ribka ‘berbagi’ sayang tdk merata pd kedua anak kembar mereka. Yg dpt kita simpulkan dr ayat ini adalah ternyata Ishak seorg pecinta ‘kuliner’, dia suka makan mknan daging yg Esau buat, krna enak maka Ishak suka. Mgkin jg mknan yg Esau buat lebih nikmat drpd yg Ribka, ibunya buat. 
Sementara Yakub suka beraktivitas dlm tenda, lebih bnyk waktu bersama ibunya, tak heran jika ayat ini mencatat keadaan keluarga Ishak spt itu. 
Sbnarnya tdk baik menyayangi salah satu anak lebih dr anak yg lain. Tdk mudah menyayangi secara adil, tiap anak punya kelebihan dan kekurangan masing-masing, ada sifat yg menyukakan ada jg yg menyebalkan, namun utk menghindari konflik di masa dpn, kita hrs mulai menghilangkan ‘anak emas’ dr anak-anak kita. Jgn sampai iri hati dan dendam terpendam meledak saat nanti orgtua sdh tak ada. 
Esau senang berbyru, senang aktivitas outdoor, sdgkan Yakub senang aktivitas indoor, ini kadang menjd penyebab anak-anak tdk dididik scra seimbang. Aktivitas outdoor dan indoor sama-sama penting, bs mengajar bnyk hal, bersosialisasi dan mengajar utk menjd pribadi yg berani. Jgn sampai nanti timbul ‘anak mami’ dan jg ‘anak papi’, kita bs cegah sedini mgkin. 
Menyukakan hati orgtua itu baik, tp jg hrs sama rata, jgn menyayangi salah satunya lebih dr yg lain. Orgtua dan anak-anak jgn saling menimbulkan iri hati dan kekecewaan, jgn membanding-bandingkan dg keluarga lain, itu sama saja kita merasa kecewa dan tdk menghargai kasih orgtua dan jg anak-anak, hadirkan Tuhan dlm keluarga kita, bangun mezbah doa setiap hari, sayangi dengan adil, tulus dan belajar saling mengampuni. Tak ada keluarga yg sempurna, yg ada adalah keluarga yg bs kita ciptakan: mau harmonis atau tdk? 

Posted in Renungan | Comments Off on Harus Sayang Semuanya

Memohon Dengan Mendesak

DI 18012017 
Kejadian 25:21 NKJV 

Now Isaac pleaded with the Lord for his wife, because she was barren; and the Lord granted his plea, and Rebekah his wife conceived. 

  • Sekarang Ishak memohon dengan mendesak pada Tuhan untuk istrinya, karena dia mandul; dan Tuhan mengabulkan permohonannya, dan Ribka, istrinya mengandung. 

Ishak ini contoh suami yg penuh pengertian pd istrinya, Ribka, tdk dijelaskan Ishak tahu dr mana bhw Ribka itu mandul, tp setelah dia tahu, dia menerima kenyataan itu. 
Ishak pasti ingin memiliki anak, Ribka juga demikian, dan Ishak ingat janji Tuhan pd Abraham, bhw keturunan Abraham akan sangat bnyk, kalau istrinya tdk melahirkan, bgmna mgkin janji Tuhan tergenapi? Inilah sebabnya Ishak memohon pd Tuhan, tdk mengambil istri baru. Dan Tuhan mengabulkan permohonan Ishak krna itu bagian dr penggenapan janji Tuhan pd Abraham. Ishak memohon dg mendesak, artinya minta segera terjd. 
Utk sesuatu yg berkaitan dg janji Tuhan pd kita scra pribadi, kita diizinkan utk memohon dg mendesak pd Tuhan. Jadi ini bukan meng-claim ayat Alkitab yg ‘kira-kira’ cocok dg kebutuhan kita, jgn kita mencobai Tuhan, ayat Alkitab bkn mantera. 
Mendoakan istri itu hal yg wajib dilakukan para suami, apa yg jd kebutuhan istri, anak-anak bahkan kebutuhan keluarga perlu jd perhatian suami dan para ayah, bw dlm doa kepada Tuhan. Tetap ingat berkat Tuhan saat suami dan istri menyatakan janji nikah saat pemberkatan nikah. Semua berkat terbaik Tuhan berikan melalui penumpangan tangan hamba Tuhan yg memimpin pemberkatan nikah. Kita boleh meng-claimnya krna itu janji Tuhan bagi kita. Jangan-jangan Anda sdh lupa apa saja berkat Tuhan dlm pernikahan? 
Mendesak boleh tapi tdk boleh memaksa Tuhan. Tetap hormati Tuhan dan tunduk pd kedaulatan-Nya, percaya bhw wkt Tuhan itu selalu yg terbaik. Jgn kita mencari solusi sndri yg nantinya membw kita masuk dlm situasi sulit yg tdk perlu terjd sbnarnya. Bertanya pd Tuhan lebih baik drpd bertanya pd manusia.

Posted in Renungan | Comments Off on Memohon Dengan Mendesak

Tuhan Peduli

DI 17012017 
Kejadian 21:18 

  • Bangunlah, angkatlah anak itu, dan bimbinglah dia, sebab Aku akan membuat dia menjadi bangsa yang besar.” 

Ismael bkn anak perjanjian dr Tuhan, tp hasil dr hubungan Abraham dg Hagar, hamba perempuannya, anak yg terpaksa ‘diusir’ dr rumah Abraham demi rencana Tuhan tergenapi ttg Ishak. 
Ismael mgkin tdk tahu ttg perjanjian Tuhan dg Abraham, yg dia lakukan adalah mengejek Ishak ketika Ishak disapih dr ibunya. Hal inilah yg membuat Sara meminta Abraham spya menyuruh Ismael dan ibunya pergi. 
Bkn soal ejekannya, tp status Ismael di mata Tuhan yg jd alasannya, krna Tuhanpun ‘setuju’ dg saran Sara pd Abraham. Apakah tdk ada cara lain kecuali dg mengusir mereka? Tentu bs dipahami bgmna suasana hati Ismael wkt itu, seorg remaja yg ‘diusir’ oleh ayahnya sndri. 
Dlm pasal sblumnya, Tuhan berkata bhw Dia telah memberkati Ismael (Kejadian 17:20), artinya Tuhan tdk menganggap Ismael sbg seseorg yg jahat, tp krna statusnya maka Tuhan memperlakukannya demikian. Mgkin ini sdkit membantu kita mengerti mengapa ada hidup seseorg yg sptnya tdk diberkati Tuhan, bkn krna dosanya, tp krna statusnya di mata Tuhan. 
Tuhan kita itu Tuhan yg peduli, Dia tahu kesusahan hidup tanpa orgtua, Dia menyertai Ismael dan jg memberkatinya sesuai permintaan Abraham. Kalaupun Tuhan mengizinkan kita mengalami masa yg sukar, Dia tdk melepas kita bgtu saja, Dia trs memantau dan menolong kita di saat yg diperlukan. Kelihatannya Tuhan itu ‘kejam’ tp sesungguhnya tdk demikian, Dia selalu bertindak dg alasan yg kuat. Dia bkn Tuhan yg ‘iseng’ atau sembarangan bertindak. Kalau kita sdg mengalami proses Tuhan, jgn takut, Tuhan tetap menyertai kita. 
Ishak dan Ismael kembali bertemu saat mrka menguburkan Abraham (Kejadian 25:7-9), ada pendamaian di antara keduanya, Ishak tetap menghargai Ismael dan Ismael tetap menghormati ayahnya, tentu ini 2 nilai kehidupan yg baik, walaupun nantinya mrka hidup masing-masing, tp ada hubungan yg terjalin baik

Posted in Renungan | Comments Off on Tuhan Peduli

Tidak Percaya

DI 16012017 
Kejadian 17:17 

  • Lalu tertunduklah Abraham dan tertawa serta berkata dalam hatinya: “Mungkinkah bagi seorang yang berumur seratus tahun dilahirkan seorang anak dan mungkinkah Sara, yang telah berumur sembilan puluh tahun itu melahirkan seorang anak?” 

Apa arti wajah yg tertunduk tapi tertawa? Ini bkn tertawa krna sesuatu yg lucu, tp sebuah reaksi ketdk percayaan pd sesuatu yg mustahil akan menjd tdk mustahil. Mgkin lebih tepatnya tdk ingin org lain melihat kita tertawa atas pernyataannya. 
Seandainya kita yg menjd Abraham saat itu, tentu kita tdk berani menertawakan Tuhan. Knpa Abraham tertawa? Dr isi hatinya dlm ayat ini, Abraham sdg menertawakan kondisi dirinya, janji Tuhan 24 tahun lalu spt sebuah mimpi semata. 24 tahun berulang kali dijanjikan hal yg sama, tp tdk ada realisasinya, ditambah keadaan Abraham dan Sara sdh tua, mustahil bs memiliki anak. 
Tapi apakah Tuhan tersinggung dg reaksi Abraham? Tidak, malah Tuhan lebih mendetail bcra ttg waktu direalisasikannya janji itu yaitu setahun kemudian. 
Kadang kita tdk mampu membedakan, mana janji Tuhan dg mujizat Tuhan. Mujizat itu sesuatu yg terjd tiba-tiba, sedangkan janji Tuhan itu butuh waktu dan proses. Janji Tuhan itu bkn sesuatu yg instant, bkn sesuatu yg terjd tiba-tiba. 
Abraham hanya berani berkata dlm hati, tdk berani membantah perkataan Tuhan, tp di sisi lain muncul keraguan apakah itu akan menjd nyata? Mgkin kitapun spt Abraham, dijanjikan sesuatu tp sdh sekian lama tdk ada kemajuan dan perubahan. Tanpa sadar kita ‘mengecilkan’ diri sndri dan menolak percaya shga kita menyerah pd keadaan yg ada. Tp Tuhan tetap setia pd janji-Nya, bkn janji kosong, tp janji yg akan direalisasikan sesuai perencanaan-Nya. Kita hrs tetap percaya sekalipun butuh waktu yg lama dan blm kelihatan tanda yg dr Tuhan. Sabar dan tenang, jgn menimbulkan masalah yg sbnarnya tdk perlu ada. Jgn coba-coba mengusahakan sndri mnrut pikiran kita, nantinya bs terjd kekacauan dan Tuhan murka

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Percaya

Tuhan Cinta Damai

DI 14012017 
Amsal 16:7 NKJV 

When a man’s ways please the Lord, He makes even his enemies to be at peace with him. 

  • Ketika jalan seseorang menyenangkan (berkenan pada) Tuhan, Dia membuat bahkan musuh-musuhnya menjadi ada dalam damai bersama dengan dia. 

Kita tentu tdk ingin memiliki musuh, org yg bkn sekedar membenci saja tp berusaha menghancurkan hidup kita. Tentu tdk tenang ketika musuh selalu menghalangi dan melancarkan ‘serangan’ bahkan di saat kita diam. 
Ayat ini ‘aneh’ bagi saya, kalau urusan dg sesama manusia, biasanya diselesaikan dg cara manusia, misalkan diadakan pertemuan kedua pihak yg berseteru oleh negosiator hingga terjd pendamaian dan masalah dianggap selesai. Tapi ayat ini berkata bhw Tuhan yg membuat, jd Tuhan yg mau, berencana dan mewujudkan, Dia membela kita dg membuat musuh kita ada dlm ‘shalom’ dg kita. Ini hal yg luar biasa, diibaratkan musuh berubah menjd spt sahabat bahkan saudara. 
Pendamaian yg dibuat manusia blm tentu bertahan dlm waktu yg lama, bisa saja mulut berdamai, tp hati blm ikhlas dan masih menyimpan rasa curiga. Pendamaian yg Tuhan buat itu sampai merubah hati musuh kita, betul-betul ada saling mengampuni dan mengakui kesalahan masing-masing, mulai timbul kasih dan tdk ada lg niat jahat. Ini pekerjaan Tuhan yg tdk dpt dibuat oleh manusia. 
Syaratnya adalah hidup berkenan pd Tuhan, membuat hati Tuhan disenangkan. Efeknya bkn cm ke diri kita saja tp jg mrmpengaruhi keadaan hubungan kita dg sesama. Dari hal ini bs kita lihat bhw kalau hubungan dg Tuhan baik, maka hubungan dg sesama jg hrs baik, kalau tdk demikian maka perlu dipertanyakan kualitas hubungan kita dg Tuhan. Org yg kerohaniannya baik pasti berdampak positif bagi lingkungan sekitarnya. Bnyk org terjebak ingin terlihat religius pdhal kerohaniannya dangkal, percuma dan sia-sia. Jadi kita hrs seimbang, selain membangun hubungan dg Tuhan, perlu jg membangun hubungan baik dg sesama. Tuhan senang kalau kita saling mengasihi

Posted in Renungan | Comments Off on Tuhan Cinta Damai

Ukuran Usia

DI 13012017 
Yesaya 65:20 NKJV 

“No more shall an infant from there live but a few days, Nor an old man who has not fulfilled his days; For the child shall die one hundred years old, But the sinner being one hundred years old shall be accursed. 

  • Tidak akan ada lagi seorang bayi dari sana hidup tapi sedikit harinya, juga tidak seorang yang tua yang tidak terpenuhi hari-harinya; karena kanak-kanak akan mati 100 tahun usianya, tapi si pendosa menjadi 100 tahun usianya akan terkutuk. 

Ayat ini berkaitan ttg langit dan bumi baru yg akan Tuhan ciptakan, tentunya ini keadaan spt yg dilihat rasul Yohanes di pulau Patmos ttg akhir zaman. Salah satu yg disinggung adalah ttg umur. 
Sblum zaman langit dan bumi baru, blm ada era kekekalan, spt ayat ini berkata bhw ada bayi-bayi yg hidupnya hanya dlm hitungan hari saja, org-org tua yg usianya ‘tercuri’ oleh sakit penyakit, umur 50-an sdh meninggal, pdhal mgkin jatah umurnya di atas 70 tahun. Beragam jenis penyakit kronis bermunculan dan merenggut usia manusia. 
Dlm kekekalan, 100 tahun itu tdk bgtu berarti, krna itu digambarkan bhw dlm masa kekekalan, kanak-kanak atau anak kecil seandainya mati, akan mati dlm usia 100 tahun. Tentu jgn diartikan scra fisik, umur 100 tahun masih kanak-kanak tubuhnya, keliru jika kita berpikir bgtu. Ini perbandingan antara kekekalan dg ke-fana-an dunia ini akibat dosa. 100 tahun dibandingkan kekekalan ibarat umur manusia semasa kanak-kanak. 
Seorg pendosa berumur 100 tahun dianggap terkutuk. Tak heran bnyk pendosa berumur panjang hari-hari ini, uang bs memperpanjang umur mrka. Tp dlm kekekalan, mrka akan terkutuk, tdk masuk surga, akan mengalami kematian ‘kedua’ yaitu kematian kekal. Hidup utk dihakimi Tuhan, sdgkan org benar, hidup utk mengalami kekekalan. 
Mau pilih yg mana? Mau hidup kekal atau kematian kekal? Usia bkn patokan diberkati atau dikutuk Tuhan, tp nanti, ‘umur’ dlm masa kekekalan, apakah mengalami kematian kekal atau tidak? 

Posted in Renungan | Comments Off on Ukuran Usia

Menjadi Kudus

DI 12012017 
1 Tesalonika 4:7 KJV 

For God hath not called us unto uncleanness, but unto holiness. 

  • Karena Tuhan tidak memanggil kita kepada kenajisan, tapi kepada kekudusan. 

Bila ada org yg memanggil kita, maka kita akan menuju ke arahnya serta mendekatinya. Lalu bgmna dg panggilan Tuhan dlm hidup kita? 
Bukti bhw kita meresponi panggilan Tuhan terlihat dr bgmna kita hidup, apakah arahnya menuju kekudusan, dlm pengertian menjauhi dosa, mentaati firman Tuhan, semakin dekat dg Tuhan, atau sebaliknya, apakah arahnya pd hal-hal yg najis, tdk takut akan Tuhan dan malah tdk peduli dg keberadaan Tuhan. Periksa hidup kita. 
Tubuh yg kotor akan membuat pakaian jg menjd kotor. Kalau hati kita kotor, maka perkataan dan perbuatan kita jg pasti ikut menjd kotor. Kalau hidup kita tdk makin serupa dg Kristus, maka tentunya makin serupa dg iblis. 
Bknkah kita masih berbuat dosa? Hidup kita masih kotor kan? Dlm Kristus ada penyucian, yg kotor bs dibersihkan. Tapi ada sebagian org tetap memilih hidup ‘kotor’. Ada kamar mandi lengkap dg peralatannya, tp orgnya tdk mau masuk ke dlmnya lalu mandi, maka org itu tdk pernah akan jd bersih dan wangi. Tuhan memanggil kita pd kekudusan, dosa kita hrs dibereskan spya kita menjd kudus, jgn dibiarkan trs hidup diperhamba dosa. 
Org yg normal tahu bhw tdk baik bagi tubuh utk menahan ingin kencing atau BAB, racun dlm tubuh hrs dibuang, dosa itu spt racun bagi kerohanian kita, jika tdk dibuang maka hidup kita akan ‘sakit’ dan terganggu, setiap kali alarm pertobatan berbunyi, segera lari mendptkan Tuhan dan bertobat. Spt mencari toilet ketika sdh ‘kebelet’, carilah pengampunan Tuhan ketika kita ingin hidup kudus, bebas dr ikatan dosa. Makin ditahan makin ‘sakit’ dan gelisah, tdk tenang dan dihantui rasa bersalah seumur hidup. Tdk pernah terlambat utk bertobat kecuali nanti setelah kita meninggalkan dunia ini, tdk ada kesempatan lg. 
Org yg hidup dlm panggilan Tuhan akan semakin dikuduskan dan serupa dg Tuhan 

Posted in Renungan | Comments Off on Menjadi Kudus