Tuhan Mengerti Betul Maksudnya

DI 21102016 
Mazmur 139:4 KJV 

For there is not a word in my tongue, but, lo, O LORD, thou knowest it altogether. 

  • Karena tidak ada kata di dalam lidahku, tapi oh Tuhan, Engkau paling mengetahui seluruhnya 

Pasti kita tahu sebuah perkataan spt ini: “Sudah tdk tahu mau berkata apa lagi …”, suatu keadaan di mana semua sdh diungkapkan, bs jg menggambarkan penyesalan dan putus asa, atau suatu ungkapan kegembiraan yg meluap-luap, kadang justru air mata kebahagiaan yg mengalir. 
Tdk pernah cukup kata yg bs kita ungkapkan di hadapan Tuhan sbg ucapan pujian kekaguman kita, tdk pernah cukup kata jg utk dijadikan sbg doa dlm situasi yg berat dan menekan, namun Tuhan mengerti betul maksud hati kita meskipun tdk ada kata lg yg bs kita ucapkan utk Tuhan. Dia mengerti isi hati kita yg org lain tdk pernah bs mengetahuinya, Dia mengerti ‘bahasa tubuh’ kita sbg respon ketika menghadapi situasi yg sdg terjd. Dia mengerti dan peduli. 
Manusia hanya bs menebak-nebak isi hati dan pikiran seseorg. Itulah sebabnya bnyk org yg kecewa dan merasa tdk dikasihi dan dipedulikan, memang rasa dikasihi itu salah satu kebutuhan dasar setiap manusia, jika tdk terpenuhi maka jiwanya tdk dlm kondisi ‘sehat’, suka bereaksi negatif hingga bersikap kasar dan jahat, dan hubungan pribadinya dg Tuhan pasti tdk baik. Ini tentu tdk baik, hrs segera mengalami pemulihan. 
Tuhan ingin kita sehat, baik sehat fisik maupun sehat jiwa, itulah sebabnya Tuhan ingin kita dewasa dlm bersikap, dewasa dlm berkomunikasi, dewasa dlm berpikir, bisa mengendalikan diri dan mudah dibentuk. Kedewasaan itu hasil dr proses pendewasaan, perlu kesadaran utk mau didewasakan, perlu jujur di hadapan Tuhan, tdk ada satu halpun yg tersembunyi bagi Tuhan, ungkapkan semuanya, sekalipun habis kata-kata namun tetaplah terbuka di hadapan Tuhan, walaupun mgkin org lain berpendapat bhw semuanya sia-sia, tp bagi Tuhan semuanya masuk dlm penilaian-Nya. Tuhan paling mengerti

Posted in Renungan | Comments Off on Tuhan Mengerti Betul Maksudnya

Dalam Kerendahan Kita 

DI 20102016 
Mazmur 136:23 KJV 

Who remembered us in our low estate: for his mercy endureth for ever: 

  • Yang mengingat kita dalam keadaan rendah kita, karena rahmat-Nya bertahan untuk selamanya. 

Ada saat kita dlm keadaan yg ‘rendah’, misalnya saat terpuruk dlm hal bisnis, status sosial, jatuh miskin, berbuat kesalahan fatal, gagal, dsbnya. Di saat spt ini bisa jadi org-org yg sblumnya dekat dan mengagumi, mrka pergi meninggalkan kita, dan ini bisa membuat kita ‘down’, tdk dihargai dan kehilangan harga diri, kecewa, marah dan jg sedih. 
Ayat ini berkata bhw Tuhan tdk meninggalkan kita, Dia mengingat kita di saat kita dlm keadaan ‘rendah’, manusia bs ‘membuang’ dan meninggalkan kita, tp Tuhan peduli dan mengangkat derajat kita kembali. Mengapa demikian? Krna Dia yg menciptakan kita, Dia punya tanggung jwb atas hidup kita, Dia tahu bhw kita butuh pendampingan di saat tdk ada seorgpun yg bersama kita. 
Hubungan kita dg Tuhan ‘diikat’ oleh sebuah perjanjian antara kita dg Tuhan. Apapun bs terjd saat kita berjalan bersama Tuhan, namun Dia selalu ada utk kita, krna itulah jgn pernah putus pengharapan, masih ada Tuhan, masih ada kuasa yg tdk terbatas. Jgn menjauh dr Tuhan saat masalah dan tekanan ada dlm hidup ini, semua bs terlewati dg baik, tetap percaya. 
Rahmat Tuhan diberikan pd kita krna ada perjanjian antara Tuhan dg kita. Dia tdk lalai menepati firman dan janji-Nya, butuh waktu dan proses utk mewujudkan semuanya. Belajar sabar dan ikuti apa mau-Nya Tuhan. Jgn bersungut-sungut, hargai setiap kebaikan Tuhan dlm hidup kita. Selama kita hidup benar di hadapan Tuhan, Dia membela kepentingan hidup kita. 
Rahmat-Nya tetap bertahan utk selamanya, itulah kesetiaan Tuhan, saat kita dlm keadaan ‘rendah’, tetap belajar setia pd Tuhan. Utk setiap hal ada waktu dan batasannya. Dia ingin kita masuk dlm masa-masa yg luar biasa baiknya, jgn tergiur dg apa yg awalnya kelihatan luar biasa, pdhal ujungnya justru kebinasaan

Posted in Renungan | Comments Off on Dalam Kerendahan Kita 

Luar dan Dalam

DI 19102016 
Amsal 3:33 KJV 

The curse of the LORD is in the house of the wicked: but he blesseth the habitation of the just. 

  • Kutuk Tuhan ada di dalam (gedung) rumah orang fasik, tapi Dia memberkati kediaman orang benar. 

Kata rumah dlm bahasa Indonesia bs menggambarkan ttg gedung dan suasana dlm rumah, tp dlm bhsa Inggris, terdpt 2 kata ttg rumah yaitu house (gedung) dan home (suasana dlm gedungnya). 
Dlm rumah org fasik ada kutuk Tuhan, artinya tdk ada dlm kondisi diberkati Tuhan. Org fasik bkn berarti org yg tdk kenal Tuhan, tp justru mrka tahu Tuhan dan perintah-Nya, tp tdk mau mempraktekkannya, tuhan mrka adalah diri mrka sndri. Jd di dlm kategori org fasik itu ada jg org Kristennya, sekedar beragama tp tdk melakukan Firman Tuhan. 
Seringkali plynan pemberkatan rumah disalah artikan sbg sebuah ‘pembasmi hantu’, dipikirnya kalau rumahnya sdh bebas dr hantu pasti suasana dlm rumahnya tenang dan damai. Menciptakan ‘home’ sbg tempat kediaman bkn sekedar bersih dr setan-setan, tp bgmna membangun hubungan antar anggota keluarga tetap dlm keadaan rukun dan damai. 
Prinsip yg salah bnyk dipegang oleh org Kristen bahkan para hamba Tuhan: berkat Tuhanlah yg membuat keluarga damai sejahtera. Maaf itu salah sekali. Mazmur 133 mengatakan Tuhan memerintahkan berkat utk org-org yg hidup dlm kesatuan. Jd hrs ada kesatuan dulu br berkat Tuhan dtg, bkn berkat Tuhan yg membuat hidup rukun. 
Siapkan wadah utk berkat Tuhan sblum berkat Tuhan itu dtg, ayat ini berkata bhw Tuhan memberkati kediaman org benar, hidup benar dulu br berkat Tuhan Dia berikan. Sehebat apapun hamba Tuhan yg mendoakan rumah kita, tp kalau kita sndri tdk hidup benar dlm Tuhan, jgn heran jika suasana rumah kita spt neraka, bkn surga. Yg punya otoritas atas rumah kita ya kita sndri, bkn hamba Tuhan yg mendoakan rumah kita, mau bgmna keadaan ‘home’ rumah kita bergantung pd apa yg kita lakukan dlm rumah. Ciptakan ‘home’ dg perkataan yg baik dlm rumah, setia pd keluarga

Posted in Renungan | Comments Off on Luar dan Dalam

Akibat Berhikmat

DI 18102016 
Amsal 3:16 

  • Umur panjang ada di tangan kanannya, di tangan kirinya kekayaan dan kehormatan. 

Ayat ini dinyanyikan saat perayaan ulang tahun, tp sbnarnya ayat ini bkn bcra ttg seseorg, tp ttg hikmat. Jd agak keliru ayat ini dikaitkan dg perayaan ulang tahun, walaupun isi ayatnya bs saja menjd ‘wish’ atau harapan bagi setiap org. 
Penulis amsal menggambarkan hikmat spt seorg perempuan, dlm bhsa Inggris digunakan kata ‘her’. Hikmat memiliki umur panjang di ‘tangan kanannya’, serta kekayaan dan kehormatan di ‘tangan kirinya’, ini menggambarkan bhw hikmat itu tdk tangan kosong, bkn janji bohong, bkn omongan kosong, kalau hikmat ada dlm hidup seseorg, maka akan ada umur panjang, kekayaan dan kehormatan dlm hidup org itu. Jd jgn salah mengerti ttg ayat ini, ini bkn ttg ‘birthday wish’ pd Tuhan. 
Kalau tdk memiliki hikmat dr Tuhan, maka yg ada pd kedua ‘tangan’ hikmat itu tdk terjd dlm hidup kita. Mendpt hikmat berarti mendpt ketiga hal itu. Yg jd fokus kita adalah bkn bgmna bs berumur panjang, bgmna bs menjd kaya dan terhormat, tp bgmna kita bs memperoleh hikmat. 
Org yg menjd kaya tp bkn krna kehendak Tuhan tentu bnyk kita temui, bahkan yg tdk percaya Tuhanpun bnyk yg kaya. Tp apakah ada yg berumur panjang? Ada, selanjutnya apakah mrka jg terhormat? Mgkin ada, tp apakah mrka punya ketiga hal itu dlm hidupnya? Mgkin dia kaya dan panjang umur tp tdk terhormat krna korupsi, mgkin dia kaya dan terhormat tp tdk panjang umur. Paket lengkapnya ada dlm hikmat dr Tuhan. 
Takut akan Tuhan adalah awal utk memperoleh hikmat, takut akan Tuhan membuat kita tdk berani berbuat dosa, kalau ingin berhikmat, jauhilah dosa. Org yg diperhamba oleh dosa sulit utk memiliki hikmat dr Tuhan, itulah sebabnya perlu berusaha sungguh-sungguh utk memperoleh hikmat dr Tuhan, tdk mudah didapat tp bisa didapat, kalau kita tdk menghargai betapa pentingnya hikmat bagi kita, pasti kita tdk tertarik utk memilikinya. Org lebih suka uang drpd hikmat

Posted in Renungan | Comments Off on Akibat Berhikmat

Makin Disayang Tuhan

DI 17102016 
Amsal 3:12 NKJV 

For whom the Lord loves He corrects, Just as a father the son in whom he delights. 

  • Karena siapa yang Tuhan kasihi, Tuhan koreksi, sebagaimana seorang ayah, anak laki-laki yang dia suka 

Anak kesayangan zaman skrg justru lebih dimanja shga pd masa dewasanya tdk punya katakter yg kuat, dewasa dan mandiri. Ini krna salah orgtua mengasihi anaknya. 
Seringkali sbg orgtua punya pandangan yg salah ttg anak kesayangan, sebagian org menilai anak dr prestasi yg dia raih, misalnya menjd juara di sekolah, kalau si anak nilainya buruk biasanya orgtuanya kecewa dan cenderung tdk diberi kasih sayang yg seharusnya. Tentu ini keliru. 
Ayat ini sbnarnya cukup aneh bila kita pny cara pandang yg salah. Kata ‘koreksi’ pny arti membenarkan, artinya ada kesalahan yg diperbuat sang anak. Setiap kesalahan pasti ada hukumannya, tentu ini benar, tapi apakah dg hukuman itu si anak bs memperbaiki kesalahannya sndri? Perlu bimbingan orgtua utk membuat si anak mengerti kesalahan yg dia perbuat dan tahu apa yg hrs dibenarkan. Disiplin tanpa kasih bs menimbulkan luka hati dan merasa tdk dikasihi, tp kasih tanpa disiplin justru merusak masa dpn anak kita. 
Anak yg bnyk buat kesalahan atau ‘nakal’ justru hrs mendpt kasih yg lebih dr orgtuanya, ingat bhw hubungan darahlah yg mendasari hubungan orgtua dg anak, bkn krna si anak hebat dan berprestasi. 
Makin disayang Tuhan, makin Tuhan senang mengkoreksi kita. Bapa mengasihi kita bkn krna kita hebat, tp krna kita ditebus oleh darah Anak-Nya yaitu Yesus Kristus. Ketika kita berbuat dosa, Tuhan tetap mengasihi kita, Dia adil, artinya Dia tetap mengasihi kita, tp Dia jg hrs berperkara dg dosa kita, ada kasih dan disiplin yg berjalan beriringan, itulah cara Tuhan mengasihi kita. 
Tuhan sdg mempersiapkan sesuatu yg mulia dlm hidup setiap kita, apakah kita mempersiapkan diri utk itu? Akan ada bnyk koreksi Tuhan dlm hidup kita, masih ditegur Tuhan berarti masih disayang Tuhan 

Posted in Renungan | Comments Off on Makin Disayang Tuhan

Makin Disayang Tuhan

DI 17102016 
Amsal 3:12 NKJV 

For whom the Lord loves He corrects, Just as a father the son in whom he delights. 

  • Karena siapa yang Tuhan kasihi, Tuhan koreksi, sebagaimana seorang ayah, anak laki-laki yang dia suka 

Anak kesayangan zaman skrg justru lebih dimanja shga pd masa dewasanya tdk punya katakter yg kuat, dewasa dan mandiri. Ini krna salah orgtua mengasihi anaknya. 
Seringkali sbg orgtua punya pandangan yg salah ttg anak kesayangan, sebagian org menilai anak dr prestasi yg dia raih, misalnya menjd juara di sekolah, kalau si anak nilainya buruk biasanya orgtuanya kecewa dan cenderung tdk diberi kasih sayang yg seharusnya. Tentu ini keliru. 
Ayat ini sbnarnya cukup aneh bila kita pny cara pandang yg salah. Kata ‘koreksi’ pny arti membenarkan, artinya ada kesalahan yg diperbuat sang anak. Setiap kesalahan pasti ada hukumannya, tentu ini benar, tapi apakah dg hukuman itu si anak bs memperbaiki kesalahannya sndri? Perlu bimbingan orgtua utk membuat si anak mengerti kesalahan yg dia perbuat dan tahu apa yg hrs dibenarkan. Disiplin tanpa kasih bs menimbulkan luka hati dan merasa tdk dikasihi, tp kasih tanpa disiplin justru merusak masa dpn anak kita. 
Anak yg bnyk buat kesalahan atau ‘nakal’ justru hrs mendpt kasih yg lebih dr orgtuanya, ingat bhw hubungan darahlah yg mendasari hubungan orgtua dg anak, bkn krna si anak hebat dan berprestasi. 
Makin disayang Tuhan, makin Tuhan senang mengkoreksi kita. Bapa mengasihi kita bkn krna kita hebat, tp krna kita ditebus oleh darah Anak-Nya yaitu Yesus Kristus. Ketika kita berbuat dosa, Tuhan tetap mengasihi kita, Dia adil, artinya Dia tetap mengasihi kita, tp Dia jg hrs berperkara dg dosa kita, ada kasih dan disiplin yg berjalan beriringan, itulah cara Tuhan mengasihi kita. 
Tuhan sdg mempersiapkan sesuatu yg mulia dlm hidup setiap kita, apakah kita mempersiapkan diri utk itu? Akan ada bnyk koreksi Tuhan dlm hidup kita, masih ditegur Tuhan berarti masih disayang Tuhan 

Posted in Renungan | Comments Off on Makin Disayang Tuhan

Respon Didikan 

DI 15102016 
Wahyu 3:19 NKJV 

As many as I love, I rebuke and chasten. Therefore be zealous and repent. 

  • Sebanyak yang Aku kasihi, Aku tegur dan hajar. Karena itu jadilah tekun dan bertobat. 

Biasanya kalau kita melihat seseorg sdg ditegur dan dimarahi, responnya hanya 2 yaitu diam sambil mendengarkan atau marah dan membela diri habis-habisan. Namun Firman Tuhan mengajar kita ttg respon yg benar ttg ini. 
Respon yg seharusnya adalah tekun dg bersemangat dan bertobat. 
Saat ditegur dan dihajar oleh Tuhan, kita hrs tetap bersemangat, tekun dan bertobat. Tdk mgkin org bertobat jika tdk tahu apa kesalahannya. Namun utk bisa bertobat, diperlukan semangat dan ketekunan. Kita berbuat salah bkn berarti kita sdh gagal. Ketika kita dikoreksi, terimalah dg semangat, melihat bhw utk di waktu ke depan, kita bs tdk mengulangi kesalahan dan kegagalan yg sama. 
Org yg dihajar pasti sakit, hajaran scra fisik membuat tubuh merasakan sakit, scra emosional maka emosi bs dlm keadaan yg tdk stabil, terganggu, bs menjd ‘down’ atau justru bersemangat. Tekun berarti mau dan berani mencoba lagi, tdk berhenti meskipun ada hambatan dan rintangan, menyelesaikan proses demi proses hingga selesai. Ketika dididik Tuhan, bersemangatlah dan bertobat, ditegur Tuhan berarti masih disayang Tuhan. Dia ingin kita sukses, berhasil dan punya masa dpn yg baik. Dia tdk ingin kita hidup dlm kutuk, tp dlm keadaan diberkati. Itulah sebabnya Dia mendidik kita dg keras, disiplin tinggi namun tetap berada dlm naungan kasih setia-Nya. Bertobat berarti kita kembali mendekat pd Tuhan, hidup kita terarah pd Dia. Kalau kita kecewa, kita cenderung mulai menjauh dr Tuhan. Tambah kecewa tambah jauh dr Tuhan. Jgn kita punya respon yg salah ketika ditegur dan dihajar Tuhan. Makin kita bersemangat, semua bs kita jalani dg tdk terbebani, masih punya harapan di dlm Tuhan. Bersemangatlah krna tujuan dr didikan Tuhan adalah hidup yg ada dlm kebahagiaan, kelimpahan, dan trs menerus dikasihi

Posted in Renungan | Comments Off on Respon Didikan 

Dituruti Permintaannya

DI 14102016 
Matius 9:18-19 

Sementara Yesus berbicara demikian kepada mereka, datanglah seorang kepala rumah ibadat, lalu menyembah Dia dan berkata: “Anakku perempuan baru saja meninggal, tetapi datanglah dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, maka ia akan hidup.” 

  • Lalu Yesus pun bangunlah dan mengikuti orang itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya. 

Ada waktunya Yesus tdk langsung mengabulkan permintaan org yg meminta Dia melakukan sesuatu, kadang hrs melewati percakapan panjang, kadang terlihat spt ditolak, tp dlm kisah ini, Yesus langsung memenuhi permintaan Yairus, pemimpin rumah ibadah yg anaknya baru saja meninggal. 
Kita jg pasti pernah mengalami, ada saatnya permintaan kita pd Tuhan diterima dan tdk butuh wkt lama, Tuhan segera bertindak, tp di lain waktu kita hrs bergulat dg kesabaran kita menantikan jwban Tuhan. Apa penyebabnya? Tentunya itu kedaulatan Tuhan, tp adakah hal yg menjd pertimbangan Tuhan utk kasus-kasus tertentu? 
Melihat peristiwa yg lain, ketika Yesus membangkitkan Lazarus yg telah dikubur slma 4 hari, saat itu Yesus tersentuh hatinya ketika Maria berkata sesuatu ttg Lazarus dan diri-Nya, ini terjd krna ada hubungan yg dekat dan khusus antara Yesus dg keluarga Maria, Marta dan Lazarus, setiap kali melintasi daerah itu, Yesus singgah di rumah Maria dan Marta. 
Dr kisah itu, kemungkinan ada hubungan baik yg pernah terjd antara Yesus dg Yairus, pemimpin rumah ibadat itu, yg paling bs diterima logika adalah Yairus mempersilahkan Yesus mengajar di rumah ibadat yg diurusnya, ketika pengajaran Yesus menimbulkan pro dan kontra di tengah masyarakat dan penguasa, Yairus tdk menentang Yesus. Mgkin ketika Yesus mengajar, Yairus melihat bnyk org jg disembuhkan oleh kuasa Tuhan dan dia menjd percaya. Ketika anak perempuannya mati, dia minta Yesus meletakkan tangan-Nya di tubuh anaknya dan dia percaya anaknya akan hidup kembali. 
Hubungan yg baik dg Tuhan dan jg iman yg besar, menggerakkan Tuhan bertindak.

Posted in Renungan | Comments Off on Dituruti Permintaannya

Sisi Lain Pertobatan

DI 13102016 
Lukas 17:4 NKJV 

And if he sins against you seven times in a day, and seven times in a day returns to you, saying, ‘I repent,’ you shall forgive him.” 

  • Dan jika dia berdosa terhadapmu 7x dalam sehari, dan 7x dalam sehari kembali kepada kamu, berkata: “Aku bertobat.” kamu harus mengampuni dia. 

Kalau dipikir, 7x melakukan dosa yg sama dlm sehari dan 7x bilang bhw org itu bertobat, percayakah kita bhw org itu sungguh-sungguh bertobat? Logika saya berkata bhw org itu main-main dan mempermainkan saya. 
Jd apa maksud dr ayat ini? Pelajaran yg saya dpt adalah bhw pertobatan itu ternyata sebuah proses, bkn sesuatu yg instant terjd. Itu digambarkan dg org yg telah mengatakan sebanyak 7x bhw dirinya bertobat, mgkin setelah yg ke-7 kalinya baru pertobatan seseorg itu murni dan tdk diragukan. Tdk selalu hrs 7x, tergantung bgmna pertobatan seseorg. 
Dr menyesal, sadar telah berdosa, mengakui dosa, bertobat ingin meninggalkan dosa, ternyata tdk terjd secara mendadak, org pd keadaan menyesali dosanya, masih ada kemungkinan dia kembali mengulangi dosanya bahkan pd keadaan ingin meninggalkan dosapun, seseorg masih mgkin kembali jatuh pd dosa yg sama. Pertobatan itu sebuah hasil proses kembalinya seseorg utk meninggalkan dosa, butuh waktu dan tekad yg kuat utk hidup benar. 
Firman Tuhan menyuruh kita utk tetap mengampuni setiap kali org yg berdosa pd kita meminta maaf dan bilang ingin bertobat. Pasti kita akan terlihat spt org bodoh, dibohongi trs dan hrs memberi pengampunan. Tapi inilah perintah Tuhan, sekalipun mnrut logika itu tdk wajar, aneh, bodoh, tetap hrs ditaati, krna setiap perintah Tuhan itu baik dampaknya utk kita. 
Kalau mau jujur, kita masih punya dosa yg sampai saat ini masih dilakukan. Hanya kita dan Tuhan yg tahu persis apa dosanya itu. Ingat, jika tdk mengampuni dosa org lain terhadap kita, dosa kitapun tdk akan diampuni Tuhan. Kita mgkin lebih dr 7x berdoa pd Tuhan dan bilang bertobat, ternyata berdosa lg

Posted in Renungan | Comments Off on Sisi Lain Pertobatan

Menjaga Perkenanan

DI 12102016 
Matius 17:5 

  • Dan tiba-tiba sedang ia berkata-kata turunlah awan yang terang menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara yang berkata: “Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia.”  

Perkataan yg sama dlm ayat ini muncul saat Yesus dibaptis oleh Yohanes Pembaptis, kira-kira 3,5 thn sblum peristiwa dlm ayat ini. Sblum Yesus memulai plynan-Nya, hingga hampir menyelesaikan plynan-Nya di dunia, ternyata hidup-Nya berkenan bagi Bapa. 
Pasti bnyk yg berpikir, Yesus kan Tuhan, ya pasti tdk buat dosa dan kudus. Benarkah begitu? 
Saya pribadi tdk setuju pengajaran bhw Yesus itu 100% Tuhan 100% manusia, krna Tuhan itu bkn manusia dan manusia bkn Tuhan. Jelas Alkitab mencatat bhw Tuhan Yesus yaitu sang Firman, telah menjd manusia. Tdk ada prinsip ‘manusia setengah dewa’ dlm memahami ke-Tuhanan Yesus Kristus. Yesus itu bkn 100% Tuhan 100% manusia, tp Tuhan yg menjd manusia, bkn berubah menjd manusia. Selama Dia ada di dunia, Roh Yesus tetap Roh Tuhan, jiwa-Nya tetap dlm ke-Tuhanan-Nya, namun tubuh-Nya 100% tubuh manusia. Peristiwa di Taman Getsemani hingga penyaliban di Golgota adalah bukti bhw ada pergumulan melawan keinginan daging krna ingat bhw Yesus tetap dikandung spt bayi lainnya dlm rahim slma 9 bulan lebih. Ke-Tuhanan-Nya memampukan Yesus tdk berbuat dosa, menaklukkan kedagingan. 
Tdk bnyk org yg mampu menjaga perkenanan Tuhan dlm hidupnya terus menerus. 10 thn lalu punya reputasi baik, tp skrg dicemooh krna jatuh dlm dosa. Tdk mudah utk tetap setia, tetap sabar, tetap rendah hati, tetap beriman teguh, dsbnya di tengah tekanan dan masalah hidup yg melanda. Yesus mengalami apa yg pernah manusia alami, kita sering gagal tp Yesus tdk pernah gagal. Kalau roh kita dipenuhi dg Roh Kudus, kita mampu menaklukkan keinginan daging, tp seringkali org Kristen tdk peduli dg keadaan rohnya sndri. Semua dianggap bs diselesaikan dg uang, koneksi dan ilmu pengetahuan, tdk butuh Tuhan

Posted in Renungan | Comments Off on Menjaga Perkenanan