Sumber Kasih

DI 02112016 
1 Timotius 1:5 NKJV 

  • Now the purpose of the commandment is love from a pure heart, from a good conscience, and from sincere faith, 

Sekarang tujuan dari perintah adalah kasih dari hati yang murni, dari hati nurani yang baik, dan dari iman yang tulus ikhlas 
Apa tujuan dr kita tekun membaca Alkitab, mendengar khotbah, dinasehati dg nasehat rohani? Ternyata tujuannya supaya kasih itu ‘mengalir keluar’ dr hidup kita : mengalir dr hati yg murni, dr hati nurani yg baik dan iman yg tulus ikhlas, dlm terjemahan lain kata tulus ikhlas diartikan ‘tdk munafik/tdk pura-pura’. 
Ternyata kasih dlm diri kita itu berhubungan dg hati dan iman, pertama, kasih dr hati yg murni, bcra ttg mengasihi sampai ke hati, bkn sekedar sampai di mulut atau berbuat kebaikan. Org bs berbuat baik tanpa didasari kasih, mgkin krna balas budi atau perbuatan amal kemanusiaan. Hati yg murni bcra ttg hati yg bebas dr sgla yg jahat, negatif dan buruk. Org bs berkata memaafkan tp blm tentu hatinya benar-benar memaafkan. 
Kedua, kasih yg berasal dr hati nurani yg baik. Hati nurani itu bagian dr hati yg terdalam, tempat Tuhan berbicara dg setiap org. Di bagian ini seseorg mulai mengasihi krna dia mengasihi Tuhan, mengasihi bkn sekedar perintah agama, tp krna kesadaran dan kasih akan Tuhan, bkn sekedar ‘balas budi’ semata. Org yg atheis jg membalas kebaikan dg kebaikan jg. 
Ketiga, kasih dr iman yg tulus ikhlas, tdk munafik atau tdk pura-pura. Kita mengasihi bkn krna ‘ada maunya’, bkn krna ingin mendpt pujian dan sanjungan, bkn pencitraan, tp mengasihi krna memang hrs mengasihi, krna beriman pd Tuhan, kita tdk mengharapkan balasan dr org lain. Ini jg berarti tdk memanipulasi hukum-hukum Tuhan. Misalkan menolong org dlm dana sejumlah tertentu krna beriman menerima 100x lipat dr yg diberikan. Ini manipulasi hukum Tuhan dan ternyata ada jg org yg melakukannya. 
Perhatikan keadaan hati dan iman kita, kalau ada gangguan, pasti kasih kita jg terganggu

Posted in Renungan | Comments Off on Sumber Kasih

Dia Bukan Musuh

DI 01112016 
2 Tesalonika 3:15 

  • tetapi janganlah anggap dia sebagai musuh, tetapi tegorlah dia sebagai seorang saudara. 

Latar blkg ayat ini adalah dlm jemaat Tesalonika ada sebagian yg tdk mau mendengar nasehat rasul Paulus mengenai hidup yg tertib. Dan respon rasul Paulus sangat bijak. 
Rasul Paulus tdk sakit hati ataupun mengumpat, nasehatnya diabaikan tp dia masih punya niat utk menegur, walaupun kali ini melalui jemaat yg masih setia dg pengajaran para rasul. Rasul Paulus tetap memandang mrka sbg sdr dlm Tuhan dan tdk memusuhinya. 
Saya pribadi memang dikenal sbg pengkritik yg ‘sadis’, yg mendengar bs saja tdk terima atau sakit hati. Prinsip saya adalah memberi cara pandang lain yg mgkin tdk terpikirkan dan bs saja membuat bnyk celah utk mengalami gagal atau salah memahami. Saya mengkritik ‘sengaja’ dg nada yg ‘tinggi’, bkn krna tdk suka atau benci, tp dg perkataan yg bernada tinggi biasanya akan terekam lebih lama di pikiran org yg mendengarnya. Kalau mengkritik dg nada lembut, biasanya ‘numpang lewat’ di telinga, tdk masuk ke otak apalg masuk dlm hati. 
Resikonya saya akan dipandang sbg org yg selalu ‘kontra’ dg apapun yg dilakukan org itu, pdhal semuanya utk kebaikan. Spt rasul Paulus, ada saja jemaat yg tdk bgtu suka dg nasehatnya, itulah ‘seni’nya mengasihi, krna dikasihi makanya dikritik, sama spt Tuhan yg sering mengkritik dan menegur org yg dikasihi-Nya. 
Kalau kita yg dikritik bgmna? Selama yg dikatakan org lain itu benar, akui dan terimalah dg sukacita. Kita memang hrs punya prinsip, tp bkn berarti prinsip kita sdh sempurna. Kerendahan hati berarti membuka diri utk ditegur dan dinasehati, berterimakasih sdh diperhatikan dan ditunjukkan apa yg salah dan kurang. Memang tdk mudah, saya sndri msh berusaha utk itu, kadang egois msh lebih dominan drpd akal sehat, namun saat direnungkan kembali, saya temukan ada bbrpa hal yg dikatakan memang benar. Butuh wkt utk merenungkan nasehat yg kita terima 

Posted in Renungan | Comments Off on Dia Bukan Musuh

Bersukacita Selalu

DI 31102016 
1 Tesalonika 5:16 

  • Bersukacitalah senantiasa. 

Mengutip sebuah penjabaran ttg apa itu sukacita: Sukacita adalah perasaan bahagia bercampur perasaan diberkati. Bersukacita berarti telah mengalami kebahagiaan dan menikmati berkat. 
Knpa rasul Paulus memberi nasehat spya trs bersukacita? Kalau menurut pikiran logika, mana mgkin sedang menderita bisa bersukacita? Bukankah penderitaan itu bukti kita tdk bahagia dan diberkati? Kalau mengikuti jln pikiran logika memang tdk akan masuk akal. 
Dlm sukacita ada unsur bahagia dan berkat. Contohnya, ketika ada anggota keluarga yg meninggal, misalkan sang ibu meninggal di usia 46 tahun krna sakit kanker, keluarga mgkin berkata knpa ibu meninggal dlm usia yg masih terbilang muda. Pdhal di keluarga lain, ada anak yg kehilangan ibunya saat dia masih bayi, bahkan saat dia dilahirkan, ibunya meninggal. Kalau direnungkan, bknkah lebih bahagia keluarga yg ibunya meninggal di usia 46 thn dibanding keluarga lain yg ibunya meninggal saat melahirkan? Sang ibu sdh terbebas dr rasa sakit, bebas dr masalah hidup di dunia, dia bahagia bersama Tuhan. Jd hrs sedih atau bersukacita? 
Org yg hidupnya ‘datar’ kelihatannya hidup enak, tdk mengalami goncangan finansial, tdk mengalami proses kehidupan, tdk mengalami hambatan berarti dlm hidupnya, tp sbnarnya tdk ada sesuatu yg bs membuat dia bersukacita, ya krna hidupnya ‘datar’ saja, beda dg org yg hidupnya penuh dinamika, diperhadapkan dg masalah besar, tp di situ dia melihat bgmna Tuhan bekerja dlm hidupnya, dia bnyk belajar ttg hal-hal baru shga dirinya ter-upgrade menjd lebih bijak, bnyk pengetahuan dan imannya makin teguh dlm Tuhan. Dia pny alasan utk bersukacita, dia bahagia merasa dikasihi Tuhan dan dia menikmati berkat sbg ‘upah’ dr menang atas masalah yg dialami. 
Wkt menjalaninya memang tdk enak, rasanya ingin meledakkan amarah krna trs ditindas, tergantung respon kita, apakah mau jalani trs dan melihat Tuhan itu nyata dlm hidup kita? 

Posted in Renungan | Comments Off on Bersukacita Selalu

Menjauhi Kejahatan 

DI 29102016 
1 Tesalonika 5:22 KJV 

Abstain from all appearance of evil. 

  • Jauhilah diri dari segala wujud kejahatan. 

Kejahatan semakin beragam dan sulit ditelusuri, apalg dg menggunakan kecanggihan teknologi, dulu utk mengambil uang org lain dilakukan dg kontak fisik: menodong, menjambret hingga membunuh, skrg org bs mengambil uang org lain dg menggunakan teknologi internet, tabungan org di bank bs dikuras habis. 
Wujud dr kejahatan semakin nyata di sekitar kita, mulai dr tindakan kriminal, kebencian antar golongan, pembunuhan karakter, dsbnya, jika kita tdk pandai membedakan, kita bs terjebak dlm perbuatan jahat. 
Sulit membedakan antara membahas sebuah topik dg ‘ngomongin org’, sama-sama menyinggung ttg kisah seseorg, mgkin jg bcra ttg kejelekannya. Sampai batas mana bs dikatakan hanya membahas sebuah topik, atau sdh kebablasan menjd ‘ngomongin org’, tiap org pny pendapat masing-masing. Apa yg baik jika sdh terlewat batas, bs berubah menjd jahat. 
Menjauhi segala wujud kejahatan berarti menjaga pergaulan dg org yg biasa berbuat jahat. Ini jg berarti kita hrs bs menyaring ketat apa yg akan masuk ke dlm pikiran dan hati kita. Tayangan tv kadang justru menjd pemicu bagi org-org tertentu timbul niat utk berbuat yg jahat. Yg tdk terpikir, saat menonton tayangan tv, malah termotivasi utk meniru dan melakukan. Ketika ada niat dan kesempatan, terjadilah tindakan kejahatan. 
Jgn turuti rasa penasaran yg arahnya sekedar ‘coba-coba’, seringkali ini menyeret kita utk mencoba hal-hal yg mulai melanggar batas Firman Tuhan. Dari coba-coba kemudian ketagihan, ketagihan kemudian menjd kebiasaan. Krna sdh terbiasa, yg salah dianggap benar, yg jahat dianggap tdk jahat. Semua diawali dg rasa penasaran. Hati-hati !
Menjauhi yg jahat berarti mendekat pd Tuhan. Berbahaya jika seseorg tdk punya prinsip hidup, sebentar kelihatan rohani, sebentar kelihatan duniawi, standart ganda, ini bnyk ditemui di kehidupan sehari-hari 

Posted in Renungan | Comments Off on Menjauhi Kejahatan 

Menyimpan Rahasia

DI 28102016 
Amsal 11:13 KJV 

A talebearer revealeth secrets: but he that is of a faithful spirit concealeth the matter. 

  • Seorang penggosip membeberkan rahasia-rahasia: tapi orang yang rohnya setia merahasiakan hal itu. 

Gosip memang bikin telinga ‘gatal’, yg suka gosip pasti senang dengar berita yg meskipun baru rumor, blm tentu benar, langsung membicarakan dan menceritakannya pd org lain sebanyak-banyaknya. Kita tahu bhw hampir setiap stasiun TV punya acara khusus ttg selebriti dan entertainment, penontonnya jg rela berjam-jam nonton tv beragam chanel demi memuaskan rasa ingin tahunya ttg sebuah berita atau kasus. 
Org yg suka menggosip ternyata suka membeberkan rahasia, apakah itu rahasia dirinya sndri maupun rahasia org lain. Siapa yg ingin rahasia pribadinya jd konsumsi publik? Tentu tdk ada, krna itu jgn sembarangan curhat pd seseorg, kalau ternyata dia penggosip, habislsh rahasia kita diceritakan kemana-mana. 
Ternyata urusan gosip bkn sekedar urusan mulut atau tabiat, tp ternyata berhubungan dg kualitas roh seseorg. Ayat ini berkata bhw org yg memiliki roh kesetiaan ternyata bs menyimpan rahasia. Jd penggosip adalah org yg tdk setia, org yg setia tdk menggosip. 
Kalau membicarakan seseorg atau sesuatu, apalg ceritanya seru, sulit utk mulut berhenti bcra, ditambah tdk sopan memotong pembicaraan org lain, tapi kita hrs berhati-hati, kebiasaan bergosip ini bs menular lewat pergaulan jangka panjang, maka sebaiknya kita jgn bergaul terlalu dekat dg org yg senang bergosip. Rahasia org lain tdk boleh dijadikan bahan lelucon, tdk pantas utk dibocorkan ke umum, jgn merusak nama baik seseorg, kalaupun yg digosipkan ternyata nanti terbukti benar, kita tdk berhak menghakimi. 
Jgnlah mulut kita menjd alat yg melukai perasaan org lain, tp biarlah mulut kita menjd alat Tuhan yg memberkati bnyk org lewat perkataan kita, beritakanlah Injil keselamatan, bkn malah menyebar gosip dan fitnah, jgn memfitnah, tp perkatakan apa yg benar

Posted in Renungan | Comments Off on Menyimpan Rahasia

Malapetaka atau Kebaikan?

DI 27102016 
Amsal 13:21 NKJV 

Evil pursues sinners, But to the righteous, good shall be repaid. 

  • Yang jahat (bencana) mengejar para pendosa, tapi terhadap orang benar, dibayar kembali yang baik. 

Pendosa itu org yg hidup dlm dosa, beda dg org yg pernah berbuat dosa. Pendosa itu blm bertobat dr dosanya, jd menikmati hidup dlm dosa, sdgkan org benar itu org yg berdosa, bertobat dan dibenarkan Tuhan. 
Penulis amsal berkata bhw bencana itu mengejar para pendosa, artinya si bencana ini scra aktif berusaha masuk dlm kehidupan para pendosa dan tentu tujuannya adalah menghancurkan hidup si pendosa itu. Bencana tdk ‘diundang’ tp dtg silih berganti, habis peristiwa buruk satu lewat, dtg lg bencana lainnya, shga hidup terasa sangat berat dan menderita. 
Jgn main-main dg dosa, meskipun mgkin kelihatannya Tuhan ‘tdk bereaksi’, namun bencana dan segala yg sifatnya jahat scra aktif mengejar org yg hidup menikmati dosanya. Namanya bencana, bkn sesuatu yg ‘ringan’ atau sesuatu yg biasa terjd, tp pasti sesuatu yg dahsyat dan punya kekuatan besar utk merusak dan menghancurkan. Hidup yg hancur pasti disebabkan krna hidup dlm dosa. 
Sebaliknya, org benar akan ‘dibayar kembali’ dengan apa yg baik. Utk menjd org benar butuh ‘membayar’ dg bnyk hal: kesabaran, pengorbanan, air mata, penderitaan, ketaatan, penundukkan diri, kedewasaan rohani, dan masih bnyk lg. Pd awalnya tdk terlihat dampak nyata dr hidup benar, namun hingga suatu saat, semua yg kita ‘bayarkan’ akan dikembalikan dlm bentuk segala yg baik: kebahagiaan, kelimpahan, kesehatan, mujizat, terobosan, dan masih bnyk lagi. 
Pilihan ada di tangan kita, mau dikejar oleh bencana dan segala yg jahat, atau diupahi dg segala yg baik? Mau yg awalnya enak dan nikmat lalu kemudian penderitaan dan kesengsaraan trs mensrus, atau mau yg awalnya menderita krna melakukan yg benar lalu kemudian menikmati semua yg baik? Apa yg kita tabur akan kita tuai, pikirkanlah dg bijaksana 

Posted in Renungan | Comments Off on Malapetaka atau Kebaikan?

Keutuhan Tuhan

DI 26102016 
Matius 7:21 KJV 

Not every one that saith unto me, Lord, Lord, shall enter into the kingdom of heaven; but he that doeth the will of my Father which is in heaven. 

  • Tidak setiap orang yang berkata kepada-Ku: “Tuhan, Tuhan,” akan masuk ke dalam kerajaan surga; tapi dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang ada di dalam surga. 

Percaya Yesus pasti masuk surga? Kalau jwbannya tdk, maka timbul pertanyaan berikutnya: mengapa? Kalau jwbannya iya, semudah itukah masuk surga? Alkitab mencatat perkataan Yesus sndri bhw masuk surga itu butuh perjuangan (Lukas 13:24). 
Lalu bgmna spya kita masuk surga? Kpn scra sah kita masuk surga? 
Sadarilah, bhw ketika seseorg meninggal dunia, roh org itu tdk lgsg masuk surga atau neraka. Lho, bknkah setiap kali pendeta khotbah di ibadah kedukaan selalu blg bhw almarhum/ah sdh bersama Tuhan di surga? 
Suatu kali Yesus memberi sebuah kisah ttg 2 org yaitu seorg yg kaya dan Lazarus yg miskin (Lukas 16:19-31), setelah keduanya meninggal, mrka ada di 2 tempat yg terpisah oleh jurang besar, itu tempat berkumpul sementara sblum nantinya setiap org berdiri di depan Tahta Putih, diadili dan disitulah vonis kekekalan diputuskan. Siapakah yg duduk di Tahta Putih itu? Itulah pribadi Tuhan, Bapa, Yesus dan Roh Kudus dlm kesatuan. Bukan tiga, tapi satu. 
Jadi, sbg org percaya, hrs paham prinsip ke-Tuhanan yg benar, percaya Tuhan berarti percaya Bapa, Anak dan Roh Kudus sbg satu kesatuan yg utuh, bkn 3 pribadi. Ini buktinya: 
Yohanes 8:42 

Kata Yesus kepada mereka: “… sebab Aku keluar dan datang dari Tuhan …” 
Yohanes 15:26 

Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku. 
Yesus dan Roh Kudus berasal dr Bapa, mrka ‘keluar’ demi tugas masing-masing, artinya Bapa, Yesus dan Roh Kudus itu satu, esa, bkn 3 pribadi yg berbeda. 
Lakukan kehendak Bapa, itulah yg sempurna, bkn memanipulasi karunia Roh 

Posted in Renungan | Comments Off on Keutuhan Tuhan

Harus Dari Hati

DI 25102016 
Matius 18:35 KJV 

So likewise shall my heavenly Father do also unto you, if ye from your hearts forgive not every one his brother their trespasses. 

  • Jadi begitu juga Bapa Surgawi-Ku akan melakukannya juga terhadapmu, jika kamu dari dalam hati tidak mengampuni setiap saudaranya kesalahan-kesalahan mereka. 

Soal mengampuni memang hanya Tuhan dan org yg bersangkutan yg tahu persis apakah benar sdh mengampuni ataukah memberi pengampunan ‘palsu’ terhadap org yg bersalah terhadapnya. 
Dan ini akibat fatal bagi org yg memberi pengampunan palsu: dosanya sndri tdk diampuni Bapa, sekalipun dahulu sdh diampuni. Apakah penyataan ini keliru? 
Bacalah perumpamaan dlm bacaan ayat ini: dosa digambarkan sbg ‘hutang’ yg hrs dibayar, setiap dosa hrs ‘dibayar’ artinya dipertanggung jwbkan pd Tuhan. Hamba raja itu berhutang dan tak mampu membayar, namun dibebaskan oleh raja dr kewajiban membayar hutangnya. Cerita berikutnya raja diberitahu bhw si hamba ini bertindak kejam dg memaksa seseorg hamba yg berhutang padanya utk membayar hutangnya dan dipenjarakan. Raja akhirnya mencabut belas kasihannya dan hutang si hamba ini akhirnya kembali ‘ditagih’, hrs dibayar pdhal sblumnya sdh dianggap selesai. 
Apakah firman Tuhan salah, dosa yg diampuni bs kemudian tdk diampuni di wkt ke dpn? 
Urusan dosa paling final akan diurus pd saat setiap org, baik atau jahat, berdiri di pengadilan Tahta Putih dlm Wahyu 20:11-12, di sinilah setiap org ditentukan akan hidup kekal di surga atau hidup selamanya di neraka. Dlm rentang wkt sblum pengadilan Tahta Putih, Bapa berkuasa utk menentukan status pengampunan dosa kita, salah satu alasan yg bs mengubah status ini adalah bila seseorg dr dlm hatinya tdk mengampuni kesalahan org lain terhadapnya. 
Hati-hati, mulut bs berucap memaafkan, air mata bs mengalir terlihat spt mampu mengampuni, pdhal hati masih tertutup memberi pengampunan. Ini penipuan di hadapan Bapa, dan akan ada hukuman utk ini 

Posted in Renungan | Comments Off on Harus Dari Hati

Dikumpulkan Tuhan

DI 24102016 
Matius 18:20 NKJV 

For where two or three are gathered together in My name, I am there in the midst of them.” 

  • Karena di mana 2 atau 3 dikumpulkan bersama di dalam nama-Ku, Aku di sana di tengah mereka. 

Membaca ayat ini dlm terjemahan lainnya tentu membuat kita bingung, krna sdh diberi pengertian dr dulu bhw 2 atau 3 org berkumpul di dlm nama Tuhan Yesus, Dia ada di tengah mrka. Pdhal arti dr ‘berkumpul’ dan ‘dikumpulkan’ itu beda. Berkumpul bs krna inisiatif sndri, tp dikumpulkan itu krna inisiatif org lain demi sebuah kepentingan. 
Kalau 2 atau 3 org dikumpulkan bersama, pasti ada sesuatu yg penting utk dibahas hingga diambil sebuah keputusan. Kalau Tuhan yg mengumpulkan, berarti ada sesuatu yg penting yg ingin Tuhan kerjakan bersama org-org yg Dia pilih dan dikumpulkan, sesuatu yg tdk bs dikerjakan sndrian, atau sesuatu yg diperlukan saksi sbg syarat sebuah hal itu sah menurut hukum. 
Mengapa dipakai kata ‘2 atau 3 org’? 2 org menggambarkan kesehatian, sepakat, sdgkan 3 org menggambarkan kerja team dan hubungan yg kudus, spt suami-istri dg Tuhan, yg saling terikat oleh perjanjian satu sama lainnya. 2 org sehati dan sepakat, Tuhan ada di tengah mrka, 3 org bekerja scra team dlm sebuah hubungan yg kudus, Tuhan ada di antara mrka. 
Jd ingat, Tuhan yg mengumpulkan, artinya Tuhan yg memilih. Artinya mgkin saja 2 atau 3 org ini ada rasa kurang ‘sreg’ satu sama lain, misalkan saja seorg wanita berdoa minta pasangan hidup dr Tuhan, ternyata diberi Tuhan seorg pria yg bukan kriterianya, mau diterima atau ditolak? Kalau Tuhan yg menyatukan, Dia hadir dlm hubungan pernikahan. Dlm contoh lain, dlm bekerja, dlm sebuah tugas kantor, kita ditugaskan bersama dg rekan kerja yg tdk kita sukai, selama ini adalah inisiatif Tuhan, maka ada penyertaan Tuhan ketika mulai bekerja scra team. 
Kalau Tuhan hadir dlm sebuah hubungan jenis apapun, maka ada jaminan bhw yg Dia rencanakan pasti bs terwujud, semua halangan bs diatasi 

Posted in Renungan | Comments Off on Dikumpulkan Tuhan

Mampu Menolong

DI 22102016 
Ibrani 2:18 KJV 

For in that he himself hath suffered being tempted, he is able to succour them that are tempted. 

  • Karena di dalam itu, Dia diri-Nya sendiri telah menderita menjadi dicobai, Dia sanggup untuk menolong mereka dalam kesusahan yang dicobai. 

Kehidupan Tuhan Yesus sewaktu menjd manusia di dunia ini tdk spt yg kita pikirkan, krna Dia Tuhan pasti bs menjalani semuanya dg baik, tp ayat ini menulis bhw Dia jg menderita ketika mengalami pencobaan dan godaan. 
Kalau menderita sewaktu disalib mgkin bs kita pahami dan bayangkan, tp penderitaan yg Yesus alami dlm ayat ini bkn sewaktu Dia disalibkan, tp dlm kehidupan sehari-hari. Spt apa penderitaan-Nya? 
Yesus pernah ingin dijadikan raja setelah lebih dr 5000 org diberi mkn roti dan ikan hingga kenyang, apa respon Yesus? 
Yohanes 6:15 

Karena Yesus tahu, bahwa mereka hendak datang dan hendak membawa Dia dengan paksa untuk menjadikan Dia raja, Ia menyingkir pula ke gunung, seorang diri. 
Yesus senang mengajar, menyembuhkan org sakit, dsbnya, namun Dia terpaksa menyingkir dr bnyk org krna Dia tdk mau keluar dr rencana Bapa yg hrs Dia selesaikan. Kitapun rasanya miris saat sdh mau menolong org lain tp tertutup kesempatan utk itu. 
Bbrpa kali Yesus dicobai, bahkan dlm hal ekonomi. Percayakah bila ternyata pd suatu saat Yesus dan para murid sedang tdk punya uang, dan Yesus dicobai mengenai membayar pajak Bait Suci? Kisah dlm Matius 17:24-27 diceritakan bhw uang utk membayar pajak bkn dr perbendaharaan, tp dr mulut seekor ikan. Artinya tdk sdg ada uang, dan bknkah bnyk manusia yg sdg bermasalah dlm hal keuangan? 
Pencobaan yg dialami manusia, jg pernah Tuhan Yesus alami, dan Dia sanggup menolong di masa kesusahan, tp seringkali pikiran manusia selalu berharap akan terjd mujizat, pdhal seringkali Tuhan tdk membuat mujizat saat kita susah, tp Dia ingatkan kita akan Firman Tuhan, dan saat kita mempraktekkan Firman Tuhan, maka kita bs keluar dr kesukaran yg ada

Posted in Renungan | Comments Off on Mampu Menolong