Perkataan Iman

DI 11102016 
Matius 15:22, 28 

Maka datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru: “Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita.”

  • Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: “Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki.” Dan seketika itu juga anaknya sembuh. 

Biasanya utk mengusir setan dr seseorg yg dirasuki roh jahat dilakukan dg cara mendoakan org itu, kalau zaman skrg biasanya meminta bantuan hamba Tuhan dan team yg biasa menangani masalah spt itu. Namun dlm kisah ini ternyata berbeda. 
Tdk ada adegan seru layaknya pengusiran setan yg pernah kita saksikan, entah scra lgsg atau melalui video dokumentasi, tdk ada tengking menengking roh jahat, bahkan dlm kisah ini tdk ada pertemuan jarak dekat antara Tuhan Yesus dg anak perempuan yg kerasukan itu. Tp realitanya si anak disembuhkan, bebas dr gangguan roh jahat hanya karena perkataan iman ibunya di hadapan Yesus. Percakapan sekian menit dg Tuhan ternyata membawa dampak yg luar biasa. 
Sama spt si ibu yg awalnya menginginkan Yesus berbuat sesuatu utk putrinya, kita jg seringkali terjebak dg metode dan cara utk menyelesaikan suatu perkara. Doa puasa seringkali jd metode umum yg dilakukan utk menemukan solusi dr Tuhan, pd kenyataannya tdk semua hal bs diselesaikan dg cara berdoa puasa. Berdoa puasa tanpa didasari oleh iman, tentu hanya menjd sebuah ‘ritual’ saja, tdk ada efeknya, justru yg hrs ditunjukkan saat menghadapi situasi apapun itu adalah iman, bkn saja dg perbuatan, tp juga lewat perkataan. Dr perkataan yg diucapkan bs terlihat kondisi iman seseorg. Dan iman yg sesuai standart Tuhan bs mewujudkan apa yg kita inginkan, spt apa yg Yesus katakan pd ibu ini. Di 2 tempat yg berbeda, terjd sebuah hal yg luar biasa pd saat yg sama. Itulah iman yg mengubah keadaan. 
Jgn terjebak dlm penyesatan rohani, ketika sesuatu kita lakukan tanpa iman, itulah ‘ritual’, jgn jatuh dlm hal ini 

Posted in Renungan | Comments Off on Perkataan Iman

Karena Tradisi

DI 10102016 
Matius 15:3 NKJV 

He answered and said to them, “Why do you also transgress the commandment of God because of your tradition? 

  • Dia menjawab dan berkata pada mereka: “Mengapa kalian juga melanggar perintah Tuhan karena tradisimu?” 

Tradisi dan perintah Tuhan, kadang terlihat sama, kadang terlihat berbeda. Tradisi ada krna suatu kebiasaan yg telah berlaku turun temurun dan diakui punya dampak dlm kehidupan. Tradisi sedikit bnyk terpengaruh oleh peraturan dlm agama yg berkembang di wilayah tradisi itu berlaku. 
Misalkan saja acara 7 hr setelah seseorg meninggal, dlm bbrpa kalangan masih melakukan tradisi peringatan 7 hari, pdhal dlm Firman Tuhan, tdk ada ayat yg menulis bhw wajib membuat peringatan 7 hari, atau setahun utk mengenang almarhum/ah yg meninggal. Tradisi mengharuskan tp Firman Tuhan tdk, realitanya bnyk org Kristen melakukannya. Alasannya jelas krna tradisi yg berlaku di lingkungannya. 
Tuhan Yesus dlm ayat ini jelas tdk membolehkan melanggar Firman Tuhan demi tradisi yg ada, artinya jgn masukkan tradisi yg bertentangan dg Firman Tuhan dlm keseharian hidup kita. Ada tradisi yg tdk bertentangan dg Firman Tuhan, jika dilakukan tdk melanggar Firman Tuhan, tdk berdosa. Jd hrs benar-benar memahaminya. 
Perlu waspada terhadap tradisi apapun, selidiki dg teliti alasan tradisi itu dilakukan. Kalau alasannya berhubungan dg ajaran sebuah agama, atau okultisme, jelas kita tdk boleh melakukannya. Jgn ‘menantang’ Tuhan, kita akan menanggung akibatnya. Belajarlah Firman Tuhan lebih dlm, sehingga kita tahu batasan dr tradisi, mana yg boleh dan tdk boleh, bkn berarti bnyk org yg melakukannya berarti itu hal yg benar atau boleh. Jgn ikut-ikutan atau takut dicemooh org lain, kita hrs lebih taat pd Tuhan drpd terhadap manusia, kesetiaan kita akan terlihat saat diperhadapkan taat pd Tuhan atau taat pd manusia. 
Hidup perlu bertoleransi, tp bkn berarti boleh kompromi dg dosa dan kebiasaan buruk. Pegangan kita tetap Firman-Nya

Posted in Renungan | Comments Off on Karena Tradisi

Bawa Pada Tuhan

DI 08102016 
Matius 14:18 

  • Yesus berkata: “Bawalah ke mari kepada-Ku.” 

Siapa yg menyangka bhw 5 roti dan 2 ikan bs membuat kenyang lebih dr 5000 org? Bkn krna roti dan ikannya, tp siapa yg menginginkannya sbg obyek mujizat. Tuhan yg meminta 5 roti dan 2 ikan itu dibawa kepada-Nya lalu kemudian terjd mujizat pelipatgandaan. 
Di tangan si anak kecil maupun para murid Tuhan Yesus, 5 roti dan 2 ikan tdk akan pernah berubah menjd berlipat ganda jumlahnya. Masalah jika kita trs pikirkan tetap menjd sebuah masalah, tp ketika kita membawanya ke hadapan Tuhan, Dia bertindak atas masalah kita. Bawa ke Tuhan, maka sesuatu yg ajaib terjd. 
Namun bnyk org yg sdg berhadapan dg masalah, justru menjauh dr Tuhan, ada yg meminta bantuan manusia lain, ada yg pakai cara okultisme, dsbnya. Kelihatannya selesai masalahnya, namun masalah yg baru mulai timbul. iblis tdk pernah mengambil lebih sedikit drpd yg dia berikan pd seseorg. iblis merusak hidup mrka, masalah demi masalah mulai muncul. 
Datang pd Tuhan dan bawalah apa yg ada pd kita kepada Tuhan, ingat itu terjd dlm sekejap, ada waktu yg dibutuhkan utk sebuah solusi diberikan. Kelihatannya mustahil, tp itu bkn masalah bagi Tuhan. Sabar menunggu solusi dr Tuhan, tetap percaya dan mendekat pd Tuhan. Keadaan mgkin menekan kita, tp jgn sampai dikuasai oleh kekuatiran dan ketakutan, jgn biarkan iman kita ‘lumpuh’, percayakan semuanya pd Tuhan dan biarkan Dia bertindak sesuai cara-Nya yg ajaib. Tak perlu coba tebak-tebak apa yg akan Tuhan kerjakan, cukup lihat dan saksikan dan mengucap syukur. Jaga iman kita tetap teguh dlm Tuhan. 
Si iblis ingin kita menjauh dr Tuhan, dipenuhi stress, kecewa dg Tuhan dan akhirnya tdk lg percaya pd Tuhan. Jgn sampai termakan strategi si iblis, makin berat masalah dan tekanan justru hrs semakin dekat dg Tuhan. Hrs makin bnyk mengucap syukur, memperkatakan apa yg baik, tdk bimbang, tetap bersukacita dlm setiap keadaan. Kita ditentukan utk menang atas masalah kita

Posted in Renungan | Comments Off on Bawa Pada Tuhan

Tuhan Sengaja

DI 07102016 
Yohanes 9:3 KJV 

Jesus answered, Neither hath this man sinned, nor his parents: but that the works of God should be made manifest in him. 

  • Yesus menjawab: “Juga tidak orang ini telah berdosa, maupun orangtuanya: tetapi supaya pekerjaan-pekerjaan Tuhan dapat dimanifestasikan di dalam dia.” 

Kalau bukan karena dosa orgtuanya, adilkah seseorg dilahirkan dlm keadaan buta? Org buta dlm kisah ini mengalaminya, buta sejak lahir tp ternyata bkn krna dosa dia maupun orgtuanya. Cacat seringkali dikaitkan dg kutuk akibat dosa. 
Jwban Yesus rasanya tdk adil bagi org buta ini, dia diciptakan lalu dilahirkan dlm keadaan buta spya pd waktu-Nya Tuhan, Yesus melakukan mujizat kesembuhan atas kebutaannya. Entah brpa usia org ini, tdk disebutkan, tp tercatat dia sdh dewasa, sdh di atas 12 tahun, misalkan saja dia berusia 20 thn, selama 20 thn matanya buta, tdk bebas bergerak, mgkin dituduh org sbg org yg kena kutuk. 20 thn hidup sia-sia dan itu ‘sengaja’ Tuhan buat dia mengalaminya. 
Tdk semua keadaan buruk yg kita alami itu disebabkan oleh dosa, dlm kasus tertentu itu atas seizin dan direncanakan Tuhan. Introspeksi diri memang wajib, tp ketika kita tdk menemukan kesalahan pd diri kita, maka persis spt org buta ini, yg terjd adalah spya Tuhan mengerjakan pekerjaan-Nya dlm hidup kita. Ini yg dimaksud dg penderitaan utk kemuliaan Tuhan. Tdk mudah memahami maksud Tuhan dlm situasi spt itu, bs timbul kekecewaan dan meninggalkan Tuhan, namun Tuhan pasti bertindak tepat pd waktu-Nya. 
Mgkin sulit menerima pemahanan bhw Tuhan ‘sengaja’ dlm bbrpa situasi kehidupan, tp bkn sengaja yg tanpa perencanaan yg berakhir dg kemuliaan Tuhan dinyatakan. Awalnya menderita tp ujungnya diberi kesempatan melihat dan mengalami kuasa Tuhan scra langsung. Tetaplah beriman pd Tuhan, sekalipun yg kita alami adalah sengsara dan masa sukar, jika semuanya itu ‘skenarionya’ Tuhan, jgn takut, ada penyertaan Tuhan dan mujizat-Nya disediakan bagi kita 

Posted in Renungan | Comments Off on Tuhan Sengaja

Menurut Daging

DI 06102016 
Yohanes 8:15 KJV 

Ye judge after the flesh; I judge no man. 

  • Kamu menghakimi menurut daging; Aku tidak menghakimi manusia. 

Dlm berbagai hal, perlu diadakan penilaian utk bs melihat apa yg ada dlm diri seseorg, misalnya utk diterima kerja atau ingin mengetahui kesehatan kejiwaan seseorg, maka diadakanlah psikotes, dr jwban yg diberikan bs terlihat bgmna kondisi jiwa seseorg. 
Penilaian manusia sangat bnyk dipengaruhi oleh apa yg kelihatan, zaman skrg turut dibantu dg kecanggihan teknologi, tp apakah hasilnya itu benar 100%? Contoh kasus ttg kematian seseorg yg diduga diracuni, sampai hr ini membuat ada 2 golongan org, yg satu yakin si terdakwa adalah pembunuhnya, golongan yg lain tdk yakin si terdakwa benar-benar adalah si pembunuh, para saksi ahlipun yg dihadirkan dlm persidangan terbelah menjd 2: yg menguatkan dakwaan jaksa penuntut umum, dan di sisi lain menyanggah keterangan saksi ahli lainnya. Mgkin para hakimpun bingung memutuskan hasil perkara ini. 
Pembentukan opini publik ternyata bs digolongkan dlm kriteria menghakimi sesama, blm ada keputusan pengadilan tp masyarakat sdh terlanjur dibuat yakin bhw terdakwa memang bersalah. Dlm keseharian bnyk jg hal spt ini terjd, misalnya ada seseorg yg sdg marah di dpn bnyk org, org bs menyimpulkan bhw watak org ini pemarah. Org yg lupa blm tentu memang dia pelupa. Manusia menilai menurut ‘daging’ atau standar manusiawi. Tindakan yg benarpun bs dianggap pelanggaran HAM. 
Contohnya, zaman dulu anak dipukul dg mgkin ‘sadis’ dianggap itu urusan intern keluarganya, tp zaman skrg bs dikatakan tindakan kriminal. Standar manusia berubah sejalan dg perkembangan zaman. Dulu yg benar bisa dianggap salah skrg, keadilan manusia tdklah mutlak, tp kadang bs diperjual belikan dan diubah-ubah sesuai kepentingan sekelompok org. Jgnlah menilai org hanya dr apa yg kelihatan, jgn menghakimi krna kita benci atau merasa tersaingi, jgn merusak citra baik org lain. Belajarlah dr Tuhan Yesus 

Posted in Renungan | Comments Off on Menurut Daging

Kenapa Tidak Dihukum?

DI 05102016 
Yohanes 8:11 

  • Jawabnya: “Tidak ada, Tuhan.” Lalu kata Yesus: “Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.” 

Hukum dibuat utk mengatur kehidupan menjd baik dan teratur, namun dlm bbrpa kesempatan Tuhan Yesus semasa hidup di dunia sptnya tdk memperdulikan hukum yg ada, dlm kisah perempuan yg kedapatan berzinah, justru Tuhan Yesus tdk melakukan sesuai hukum yg telah ada. 
Kalau seseorg berdosa, kemudian sakit, kita mgkin bs memahami saat Tuhan Yesus berkata dosa seseorg diampuni, maka penyakitnya jg sembuh. Kesembuhan terjd krna dosanya diampuni. Namun dlm kisah ini, tdk dikatakan bhw dosa perempuan ini diampuni, tp Tuhan Yesus tdk menghukumnya. 
Adalah kedaulatan Tuhan utk membuat hukum dan memberlakukannya pd manusia. Namun Tuhan itu adil, siapa yg salah pasti dihukum, tp knpa perempuan ini bebas? Bkn berarti Tuhan Yesus tdk menghormati hukum, justru Dia memakai hukum itu dg sebuah keadilan. 
Sesuai hukum Taurat, setiap org yg berzinah, akan dihukum rajam dg batu, artinya bkn Tuhan yg melakukan rajam, tp sesama manusia. Itulah sebabnya Dia menantang para ahli Taurat dan Farisi merajam perempuan itu, tp demi keadilan, perempuan ini dihakimi, maka para ahli Taurat dan Farisi jg hrs dihakimi, krna Tuhan Yesus tahu dosa-dosa mrka. Ini yg dimaksud dg jgn kita menghakimi krna kita sndripun akan dihakimi Tuhan. 
Sering kita menghakimi org lain, secara langsung melalui ucapan kutuk, ancaman, intimidasi fisik dan jiwa, maupun scra halus melalui komentar yg isinya berisi kata-kata sindiran maupun umpatan. Tanpa sadar kita mulai berperan sbg ‘Tuhan’, dan ternyata kita tanpa sadar membw diri masuk dlm pengadilan Tuhan, Tuhan membongkar dosa kita di depan umum, ingat tabur-tuai, mempermalukan org lain akan menuai dipermalukan Tuhan dan manusia. 
Menemukan kebodohan dan kesalahan org lain memang mengundang niat utk berkomentar, jgn sampai kita bersalah dlm perkataan.

Posted in Renungan | Comments Off on Kenapa Tidak Dihukum?

Mencari Kesalahan

DI 04102016 
Yohanes 8:6 NKJV 

This they said, testing Him, that they might have something of which to accuse Him. But Jesus stooped down and wrote on the ground with His finger, as though He did not hear. 

  • Ini mereka katakan, menguji Dia, supaya mereka mungkin memiliki sesuatu untuk menyalahkan Dia. Tapi Yesus membungkuk dan menulis di atas tanah, seolah-olah Dia tidak mendengar. 

Kisah ttg para ahli Taurat dan Farisi yg membawa seorg perempuan yg kedapatan berzinah pd Yesus, memberi kita bnyk pelajaran ttg bgmna menyikapi ‘serangan’ org-org yg tdk menyukai kita. 
Membaca media sosial tentu penuh dg crta ttg calon gubernur yg satu menyerang calon gubernur yg lain, tujuannya utk menjatuhkan lawan politiknya. Mulai dr cara yg ‘santun’ hingga kasar. Mgkin kita pun pernah mengalami hal yg serupa, ada saja org yg ingin menjatuhkan kita, merebut posisi kita, ingin reputasi kita hancur, ingin membuat kita salah berucap dan bertindak, lalu bgmna kita menyikapinya? 
Ayat ini mencatat Yesus bersikap seolah-olah tdk mendengarnya. Tentu tdk mudah bersikap demikian, kita tdk pedulipun, ada saja rumor atau tudingan itu sampai ke telinga kita. Apakah kita mau ikuti emosi atau berpikir dg jernih? 
Dlm sebuah pertempuran, jgn biarkan diri kita terseret oleh jebakan strategi lawan, tentu kita hrs mampu ‘membaca’ strategi lawan, dan menemukan cara yg tepat utk mengatasinya. Dan ini membutuhkan hikmat yg dr Tuhan. Jgn biarkan sesuatu yg negatif membuat kita stress dan mencuri damai sejahtera dr hidup kita. Jgn cepat berkomentar, pikirkan dulu sblum memberi jwban. Segala sesuatunya hrs kita pertimbangkan, nama baik kita hrs tetap dijaga, jgn dikuasai oleh amarah dan dendam, tetapi mulailah siap mengampuni. 
Kalau kita memang benar, Tuhan pasti membela kita, jgn takut dan hilang pengendalian diri. Yg org itu inginkan adalah kita membuat kesalahan sndri dan membungkam aktivitas kita, krna mrka merasa dirugikan oleh apa yg kita kerjakan

Posted in Renungan | Comments Off on Mencari Kesalahan

Teman dan Saudara

DI 03102016 
Amsal 17:17 NKJV 

A friend loves at all times, And a brother is born for adversity. 

  • Seorang teman mengasihi pada segala waktu, dan seorang saudara dilahirkan untuk kesukaran 

Membaca ayat ini rasanya aneh, kalau dibaca terjemahan LAI, rasanya normal krna disebutkan bhw ‘dan menjd saudara dlm kesusahan’. Beda dg ‘seorg saudara dilahirkan untuk kesukaran, bukan masa kesukaran, jd beda maknanya. 
Kalau melihat kisah-kisah dlm Alkitab, sptnya memang terjd spt ayat di atas, misalkan Esau dg Yakub, sdr kembar tp justru keduanya saling menyusahkan, Yakub memperdaya Esau, Esau membuat Yakub takut. Kemudian Yusuf dg 11 saudaranya, Yusuf dinilai menjd sosok yg membuat semua saudaranya tdk bgtu dikasihi ayah mrka shga akhirnya Yusuf dibuat susah oleh sdr-sdrnya. Anak-anak Daud saling bunuh satu sama lain. Tentu ada jg kisah antar sdr yg hidup rukun, tp apa maksud dr perkataan penulis amsal ini? 
Org yg Tuhan pakai utk memproses kita biasanya org yg dekat dg kita, yg paling pasti tentunya sdr kandung, yaitu kakak atau adik kita. Bahkan Tuhan Yesuspun mengalami, adik-adik-Nya yaitu adik yg lahir dr kandungan ibu mrka yaitu Maria dicatat tdk mempercayai Yesus : 
Yohanes 7:5 

Sebab saudara-saudara-Nya sendiri pun tidak percaya kepada-Nya. 
Tentu suatu ganjalan bagi Yesus utk mengajar org bnyk namun sdr-sdr Yesus sndri tdk percaya pada Dia. 
Bersyukurlah saat proses hidup sdg kita alami, selalu ada ‘saudara’ yaitu mrka yg dipakai Tuhan utk memproses kita, jg selalu ada ‘teman’ yaitu mrka yg setiap wkt mengasihi kita. Tuhan kadang izinkan kita sndrian tanpa ‘teman’, sbnarnya Dia ingin mengajar kita bgmna mengenal Tuhan itu sbg ‘teman’ yg selalu mengasihi kita. Bentuk kasih tdk selalu berarti mensupport, tp jg menyatakan kesalahan dan kadang ‘memukul’ utk menyadarkan kita. Jadilah pribadi yg dewasa, tdk cepat curiga dan berpikir negatif. Nikmati proses hidup kita, itu yg membuat kita kuat hingga garis akhir 

Posted in Renungan | Comments Off on Teman dan Saudara

Mewujudkan Rencana

DI 01102016 
Amsal 16:9 NKJV 

A man’s heart plans his way, But the Lord directs his steps. 

  • Hati seseorang merencanakan jalannya, tapi Tuhan mengarahkan langkah-langkahnya. 

Kita pasti pernah mengalami apa yg kita rencanakan ternyata mengalami perubahan, tp hasilnya ternyata melampaui perkiraan atau target kita. Ini disebabkan krna inisiatif Tuhan mengarahkan langkah kita. 
Kata ‘direct’ mengingatkan pd kata ‘director’ yg artinya sutradara. Skenario yg sdh ada diwujudkan dlm akting para pemainnya, dan sutradaralah yg mengarahkan bgmna para pemain berakting maksimal shga apa yg ada di dlm skenario menjd visual yg hidup dan bernilai seni tinggi. 
Meminjam istilah ‘dunia ini panggung sandiwara’, langkah hidup kita yg ada di dlm Tuhan, mendpt arahan atau petunjuk dr Tuhan. Apa yg hrs kita buat, apa yg hrs jd keputusan kita, apa yg perlu kita siapkan, mendpt arahan dr Tuhan. Lewat apa? Lewat Firman Tuhan yg kita baca dan dengar, lewat suara Tuhan dlm doa kita, jg melalui pendampingan org-org yg ada di sekitar kita yg memang Tuhan tempatkan utk menolong kita mewujudkan apa yg kita rencanakan. 
Ada saatnya kita hrs melangkah jauh, melakukan hal yg besar, ada saatnya kita melangkah sedikit, melakukan hal yg detail, ada saatnya mempercepat langkah, sebaliknya ada saatnya memperlambat langkah. Masalahnya apakah kita mau taat atau tdk? Merasa sdh hebat, tdk perlu masukan dr Tuhan, pokoknya Tuhan hanya perlu setuju saja dg rencana yg kita buat. Hal-hal spt ini yg seringkali membuat rencana kita gagal, akibat kesombongan dan terlalu percaya diri. 
Tuhan tdk ingin kita mengalami kegagalan, Dia ingin kita sukses, tp kita hrs bersama Tuhan sbg sebuah ‘team’ solid yg saling mempercayai. Kita bs taat kalau kita percaya pd Tuhan. Kecenderungan manusiawi kita adalah bertindak berdasarkan ‘insting’ dan logika, tp sbg manusia rohani, kita libatkan Tuhan dlm perencanaan yg kita buat, tak ada kesuksesan yg hanya dilakukan seorg diri 

Posted in Renungan | Comments Off on Mewujudkan Rencana

Tunjukkan Hikmat

DI 30092016 
Yakobus 3:13 KJV 

Who is a wise man and endued with knowledge among you? let him shew out of a good conversation his works with meekness of wisdom. 

  • Siapa yang adalah seorang bijaksana dan diperlengkapi dengan pengetahuan di antara kalian? Biarlah dia menunjukkan sebuah percakapan yang baik perbuatan-perbuatannya dengan kelembutan hati hikmat. 

Berhikmat itu beda dengan berpengetahuan, org pintar blm tentu berhikmat. Pengetahuan terhubung dg akal dan logika manusia, tetapi hikmat tdk hanya sampai di pikiran, tp masuk sampai ke dlm hati. 
Dlm ayat ini kita temukan bhw hikmat memiliki sebuah sisi yg disebut ‘kelembutan hati’. Hati yg lembut bermakna hati yg mudah Tuhan sentuh, artinya mudah diajar, mau taat, sabar, mudah memahami maksud Tuhan. Kelembutan hati terlihat dr cara seseorg berkata-kata. Kalau ditegur tdk tersinggung atau marah, kalau difitnah tdk emosional, disuruh Tuhan lakukan sesuatu, mudah taat, dsbnya. Hikmat bkn utk adu ilmu pengetahuan atau pemahaman agama, tp hikmat utk mengatur bgmna kita bs hidup maksimal dan berkenan di hadapan Tuhan. 
Bgmna tahu seseorg itu berhikmat dan bijaksana? Ukurannya bkn IQ nya, tp bgmna cara seseorg itu menjalani kehidupannya, cara hidupnya baik atau buruk. Pengetahuan itu melengkapi hikmat, ketika keduanya digunakan dlm kehidupan sehari-hari, maka perbuatan org itu akan selalu dikerjakan dg tuntas dan hasilnya memuaskan. Menjd rohani bkn berarti otaknya tdk usah dipakai, itu bodoh. Menjd rohani justru hrs memiliki bnyk pengetahuan, namun tetap bersandar pd Tuhan. Tdk cukup menjd pintar, tp jg hrs jd org bijaksana krna memiliki hikmat. 
Spt iman tanpa perbuatan adalah mati, maka org bijaksana bs terlihat melalui perbuatannya yg tdk gegabah, bisa mengetahui mana yg benar dan salah, bisa menyelesaikan masalah dg cara yg tepat. Org bijaksana bs menghindari jebakan yg ada di depannya, tdk jatuh dlm kebodohan yg sama, bs menolong org yg mengalami masalah yg rumit 

Posted in Renungan | Comments Off on Tunjukkan Hikmat