Dosa Manipulasi 

DI 01082016 
2 Raja-raja 5:22 

  • Jawabnya: “Selamat! Tuanku Elisa menyuruh aku mengatakan: Baru saja datang kepadaku dua orang muda dari pegunungan Efraim dari antara rombongan nabi. Baiklah berikan kepada mereka setalenta perak dan dua potong pakaian.” 

Naaman sembuh dr sakit kusta atas petunjuk Tuhan melalui nabi Elisa, dan Elisa menolak persembahan yg ingin Naaman berikan, namun Gehazi, pelayan Elisa berpikir lain. Dg mengatas namakan tuannya, dia membohongi Naaman demi mendapatkan bbrpa pemberian dr Naaman. 
Serakah akan uang dan harta bs menggerakkan seseorg utk melakukan berbagai jenis dosa, korupsi, laporan anggaran palsu, pencurian hingga cara yg terselubung spt ‘money loundrying’ atau pencucian uang utk menghilangkan jejak asal usul uang yg diperoleh dg cara tdk benar. Setelah niat timbul, mulailah dipikir bgmna cara mendptkannya, tak perduli org lain dirugikan bahkan dijadikan ‘kambing hitam’, yg penting semua bs dimiliki. Tak jarang nama seseorg digunakan spya bs menyakinkan pihak-pihak yg jd sasaran penipuan. 
Akal diberikan Tuhan bkn utk memanipulasi yg sifatnya negatif dan merugikan org lain, krna ada jg manipulasi yg tujuannya positif. Keinginan utk berbuat dosa dan semua yg jahat bs timbul kpn saja, apakah seseorg bs ‘melumpuhkan’ keinginan berbuat dosa atau tdk bs, ini yg menentukan apakah keinginan itu menjd perbuatan dosa atau tdk. Penguasaan diri dan ketaatan terhadap pemimpin di atas kita menjd faktor yg ikut menentukannya. Spt ikan yg hidup bs melawan arus, tp ikan yg mati akan terbawa oleh aliran arus, bgtu jg perlawanan kita terhadap keinginan yg negatif. Mengatas namakan pihak lain demi sebuah niat jahat sangatlah keji, akibatnya rusaklah kepercayaan yg semula ada, dan blm tentu ada kesempatan kedua, ketiga, dstnya. 
Gunakan otak kita utk memikirkan sesuatu yg berdampak positif, bkn yg berdampak negatif, jgn bergaul dg org yg hidupnya tdk berdasar pd kebenaran Firman Tuhan, kita bs ‘tertular’ buruknya 

Posted in Renungan | Comments Off on Dosa Manipulasi 

Sendirian Dengan Tuhan

DI 30072016 
2 Raja-raja 4:33 

  • Sesudah ia masuk, ditutupnyalah pintu, sehingga ia sendiri dengan anak itu di dalam kamar, kemudian berdoalah ia kepada TUHAN. 

Mengapa nabi Elisa hrs menutup pintu dan sndrian berdoa pd Tuhan? Tentu ada alasannya. 
Kecenderungan yg bnyk terjd skrg ini adalah bnyk org yg berdoa ‘sengaja’ mempertontonkan dirinya spya org bnyk melihat apa yg terjd akibat doa yg dikatakannya pd Tuhan. Bnyk org senang dipuji dan dianggap ‘sakti’, berdoa bkn lg menjd bagian dr plynannya malah menjd bahan ‘iklan’ agar dirinya terkenal dan menerima bnyk permintaan plynan. 
Elisa menutup pintu lalu berdoa. Ada saatnya kita hanya sndrian dg Tuhan. Satu sisi kita diajar ttg doa sepakat, tentu saja perlu org lain, tp ada saatnya kita sndrian dg Tuhan. Bahkan Elisa tdk mengajak si ibu dr anak yg mati ini utk ikut berdoa bersamanya. Gejazi yg adalah ‘asisten’ Elisapun tdk diajak masuk. 
Membangkitkan org mati tdk semudah menyembuhkan org sakit. Org sakit nyawanya masih ada, tp membuat org mati hidup kembali itu perlu kuasa Tuhan yg ajaib. Ada saatnya ketika menghadapi sebuah tekanan dan kemustahilan, kita tdk minta didoakan hamba Tuhan, tp langsung berperkara dg Tuhan. Setiap kita diberi otoritas dr Tuhan sesuai dg kapasitas kita masing-masing, otoritas ini bkn utk dipajang, tp diaktifkan saat diperlukan. Biasakan utk tdk meminta dukungan doa krna kita tdk akan pernah bertumbuh dlm iman dan pengharapan jika selalu bergantung pd org lain. 
Apa yg sdg kita alami akan memunculkan komentar beragam dr bnyk org, ini yg kadang-kadang bs melemahkan iman kita, sdgkan utk sebuah kemustahilan, fungsi iman memegang peranan penting. Abaikan perkataan yg melemahkan iman, berperkaralah langsung dg Tuhan, jgn selalu mengharapkan dukungan doa. 
Setiap doa kita didengar Tuhan, terima dg sukacita apapun jwban Tuhan, jgn protes jika tdk sesuai dg harapan kita. Tuhan selalu merencanakan semua yg mendtgkan kebaikan utk hidup kita 

Posted in Renungan | Comments Off on Sendirian Dengan Tuhan

Tidak Mudah Percaya 

DI 29072016 
2 Raja-Raja 4:16 NKJV 

Then he said, “About this time next year you shall embrace a son.” And she said, “No, my lord. Man of God, do not lie to your maidservant!” 

  • Kemudian dia berkata: “Seperti waktu ini tahun depan kamu akan mendekap seorang anak laki-laki.” Dan perempuan itu berkata: “Tidak, tuanku. Manusia Tuhan, janganlah berbohong pada pelayanmu ini.” 

Memang tdk mudah meng-aminkan sesuatu yg ‘spektakuler’, yg tdk masuk akal dan menurut kita sndri, kita tdk memperdulikannya lagi. Perempuan Sunem ini sdh menerima kenyataan hidup bhw dia dan suaminya hidup tanpa memiliki anak, begitu nabi Elisa bcra ttg kehadiran seorg anak, tentu ini spt sebuah kata hiburan dan mustahil. Pd kenyataannya perkataan Elisa terbukti terjd. 
Kalau Tuhan yg kehendaki, meskipun iman seseorg itu tdk kuat, tetap yg Tuhan katakan pasti terjd. Tdk semua hal bergantung pd iman seseorg, ada memang Tuhan memperhitungkan iman seseorg utk melakukan sebuah mujizat, tp tetap semuanya terjd krna kuasa Tuhan yg sanggup melakukan hal yg mustahil sekalipun. Akuilah kalau iman kita blm sanggup menerima perkataan Tuhan ttg diri kita, kuasa Tuhan yg membuat semuanya digenapi. 
Peran seorg nabi zaman itu sbg org yg dipercaya Tuhan utk menyampaikan Firman-Nya pd pribadi maupun sekelompok org hingga suatu bangsa. Seorg nabi yg benar dibuktikan melalui apakah yg dikatakannya atas nama Tuhan itu terjd atau tdk. Jika tdk terbukti terjd, maka dialah nabi palsu dan hukum zaman itu org bnyk akan menghukum nabi palsu itu. Zaman ini para pemimpin rohani kita yg berfungsi sbg ‘nabi’ bagi umat Tuhan, dan apa yg mrka katakan atas nama Tuhan harus diperhatikan dan jg tetap diperhadapkan pd Tuhan, tdk boleh dianggap remeh tp jg tdk boleh langsung dipercayai. Ujilah segala sesuatu, setelah teruji, aminkan dan percaya apa yg Tuhan katakan itu pasti jadi. 
Belajar percaya bhw kita diizinkan mengalami kuasa Tuhan, melihat hal yg luar biasa terjd bagi kita

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Mudah Percaya 

Mana Yang Lebih Baik

DI 28072016 
Pengkhotbah 7:1 NKJV 

A good name is better than precious ointment, And the day of death than the day of one’s birth; 

  • Sebuah nama baik itu lebih baik daripada balsam berharga, dan hari kematian daripada hari kelahiran seseorang. 

Balsam adalah sejenis damar harum yang sangat mahal. Dipakai untuk memelihara kecantikan dan sebagai obat, juga untuk mempersiapkan jenazah orang untuk penguburan. Jd balsam berguna semenjak seseorg itu hidup hingga org itu meninggal. Dlm ayat ini nama baik seseorg diperbandingkan dg balsam berharga. 
Akhir hidup seseorg itu menentukan pendapat akhir ttg nama baiknya. Misalkan saja seorg penjahat sadis semasa blm bertobat tentu nama baiknya rusak, dihujat bnyk org, tp ketika dia bertobat dan menjd org yg baik hingga dia meninggal, nama baiknya terselamatkan, org akan mengingatnya sbg mantan penjahat yg menjd org baik. Sebaliknya, seorg pemuka agama yg awalnya dihormati dan dikagumi, ternyata terlibat kriminalitas, dan kemudian meninggal, nama baiknya rusak dan org seterusnya mengingatnya sbg mantan pemuka agama pelaku kejahatan. 
Tentu setiap dr kita ingin tetap memiliki nama baik yg ‘harum’, spt harumnya balsam yg tercium sampai radius jarak tertentu. Tdk mudah menjaga nama baik tetap ‘harum’, org di sekitar kita trs menerus memantau kehidupan kita, apa yg kita buat, katakan, sikapi dan putuskan. Apalg sbg pengikut Kristus, kita ‘dibebankan’ utk jg menjaga nama Tuhan tdk dihujat org, di tengah komunitas yg masih menilai org berdasarkan agama yg dianutnya, tentu kita hrs teliti dan hati-hati dlm bersikap. Salah sedikit saja langsung nama Tuhan kita dihujat. Walaupun sbnarnya setiap umat dr agama apapun ada yg baik dan ada yg jahat jg. 
Bijaksanalah dlm hidup bersama dg sesama kita, baik dlm lingkungan tempat tinggal kita, tempat kerja, gereja, dan di manapun jg. Satu sisi kita punya privacy dan hak melakukan apa yg kita mau, di sisi lain ada kepentingan umum yg hrs kita pertimbangkan.

Posted in Renungan | Comments Off on Mana Yang Lebih Baik

Bergunakah Hikmat?

DI 27072016 
Pengkhotbah 1:18 NKJV 

For in much wisdom is much grief, And he who increases knowledge increases sorrow. 

  • Karena di dalam banyak hikmat adalah banyak kesedihan, dan dia yang meningkatkan pengetahuan meningkatkan kepedihan 

Membaca ayat ini rasanya membingungkan, krna ini diucapkan oleh org paling berhikmat di zamannya, bkn ucapan ngawur org tdk berpendidikan, tp ucapan seorg raja yg dikagumi seluruh dunia, diberi hikmat oleh Tuhan. 
Di dlm bnyk hikmat adalah bnyk kesedihan, aneh, bknkah hikmat bs menolong org yg sedih keluar dr kesedihannya? Mari kita sdkit membandingkan dg seandainya kita org yg sukses dan kaya, dtg ke suatu daerah yg miskin dan penduduknya malas, apa yg kita rasakan? Geregetan krna sbnarnya jika tdk malas, penduduk daerah itu bs keluar dr kemiskinannya. Tp org miskin yg melihat sesama org miskin tdk merasa geregetan, yg ada sama-sama mgkin pasrah terima nasib saja. Org yg berhikmat melihat kondisi org yg tak berhikmat mgkin geregetan, knpa tdk berusaha memperoleh hikmat dan membuat hidupnya jauh lebih baik, malah trs tinggal dlm kebodohannya. Satu sisi merasa kasihan, sisi lain ‘marah’ dan kecewa. 
Utk mengerti sesuatu kadang perlu pengorbanan, dr konglomerat dibuat jd melarat spya bs menghargai harta yg dipercayakan Tuhan. Atau krna kurang mengasihi anak, dibuat anaknya meninggal, baru sadar betapa pentingnya memberi kasih sayang pd anak yg cukup. 
Dunia kedokteran maju pesat, tp jenis penyakit makin aneh-aneh dan penyakit jenis baru muncul. Komunikasi dlm keluarga bs terganggu krna masing-masing sibuk dg gadgetnya, ‘kegilaan’ bermain games berakibat negatif, bnyk pengetahuan justru membuat kriminalitas makin ‘canggih’ modusnya. 
Semua kembali pd diri kita, hikmat dan pengetahuan kita perlu, tp jgn sampai justru salah menggunakannya, ini membuat bnyk kepedihan dan kesedihan. Bijaklah menggunakan hikmat dan pengetahuan yg kita miliki utk membuat hidup penuh kebahagiaan dan menolong bnyk org.

Posted in Renungan | Comments Off on Bergunakah Hikmat?

Tidak Ada Yang Baru 

DI 26072016 
Pengkhotbah 1:10 

  • Adakah sesuatu yang dapat dikatakan: “Lihatlah, ini baru!”? Tetapi itu sudah ada dulu, lama sebelum kita ada. 

Memahami ayat ini rasanya bertentangan dg pikiran kita, bukankah perkembangan teknologi itu bukti bhw bnyk hal yg baru di dunia ini? Knpa ayat ini berkata bhw tdk ada yg baru? 
Misalnya saja ttg teknologi gadget atau hp kita, bisakah kita menciptakan alat teknologi utk berkomunikasi dg Tuhan? Yg baru bs diciptakan adalah alat komunikasi antar manusia di seluruh belahan dunia. Tuhan ciptakan doa sbg akses kita dg surga dan Tuhan, lebih canggih mana? Misalnya lagi ttg ‘cctv’ yg sanggup merekam dan memantau situasi di mana daya tangkap cctv itu ada, bukankah nanti di pengadilan Tuhan akan terbuka seluruh hidup manusia sejak dlm kandungan hingga dia mati? Lebih canggih mana? 
Tentu saja jika bcra ttg benda atau materi, terjd perkembangan pesat dlm teknologi, namun pelaku kehidupan di dunia ini tetaplah sama, di bumi hanya ada Tuhan, manusia dan iblis beserta anak buahnya. Dari generasi ke generasi mulai dr zaman Adam hingga hari ini, terjd ‘pertandingan’ antara manusia dg iblis, iblis dg segala cara berusaha merusak hubungan manusia dg Tuhan, mulai dg cara menggoda, menawarkan kemewahan dan kenikmatan dunia, menciptakan bencana dan kecelakaan, hingga teror kematian. Setiap saat iblis berusaha membunuh manusia, menyesatkan manusia dan menjadikannya budak. 
Perkembangan teknologi menjd sarana bagi iblis utk merusak manusia. Manusia mulai lebih menyukai ‘hobby’ mrka dibandingkan mengasihi Tuhan. Lihat saja saat ibadah di gereja, saat Firman Tuhan dikhotbahkan, bnyk jemaat yg sibuk dg handphonenya masing-masing. Dulu jemaat bnyk yg ‘ngantuk’, skrg bnyk yg ‘nge-chat dan nge-game’. 
Tdk ada yg baru di dunia ini, rasul Yohanes di pulau Patmos diberi penglihatan ttg situasi akhir zaman, jd apa yg terjd skrg telah diperlihatkan kurang lebih 2000 thn lalu. Spt ada pola yg berulang.

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Ada Yang Baru 

Karunia Khusus

DI 25072016 
2 Raja-raja 4:27 

  • … “Biarkanlah dia, hatinya pedih! TUHAN menyembunyikan hal ini dari padaku, tidak memberitahukannya kepadaku.” 

Seorg nabi pd zaman itu dilengkapi dg sebuah karunia khusus yaitu bs mengetahui sesuatu walaupun blm pernah ada yg menceritakannya. Contohnya bs mengetahui strategi musuh dlm peperangan (2 Raja-Raja 6:12). Sekilas karunia seorg nabi mirip dg peramal, tapi apa bedanya? 
Elisa tdk tahu bhw anak dr perempuan Sunem ini telah mati, dan ternyata sebabnya adalah krna Tuhan tdk mengatakannya pd Elisa. Jadi sbnarnya Elisa bkn peramal, dia hanya tahu jika Tuhan yg memberitahukan hal itu kepadanya. Kalau Tuhan diam, Elisa tdk tahu apa-apa. 
Di zaman skrgpun bbrpa org diberi Tuhan karunia khusus spt ini. Walau kita blm cerita, dia sptnya tahu persis keadaan kita, bahkan masa lalu kitapun bs diketahuinya. Tapi kita hrs waspada utk bs membedakan apakah org itu memang diberi karunia khusus oleh Tuhan, atau org itu dikuasai oleh ‘roh peramal’ yg tentunya bkn dr Tuhan. Bgmna membedakannya? Keduanya mgkin bs tahu masa lalu seseorg krna iblis sdh ada sejak manusia diciptakan, jd iblis tahu persis masa lalu setiap org, tdk heran para peramal bs bercerita masa lalu kita dg tepat. Sampai di titik ini kita sulit membedakan mana yg berkarunia dr Tuhan dan mana yg dikuasai roh peramal. 
Perbedaannya terletak dlm hal apa yg akan terjd di masa depan. Roh peramal tdk bs tahu masa dpn seseorg, yg dia buat adalah berusaha menyakinkan seseorg dg secara detail menceritakan yg akan terjd sedangkan org yg berkarunia khusus ini hanya menyampaikan sesuatu yg Tuhan beritahukan ttg apa yg akan terjd, jd tdk detail. Ada hal-hal yg dia tdk tahu ttg apa yg akan terjd. Inilah sebabnya org lebih percaya pd peramal krna bs detail mengungkap masa dpn, pdhal itu semua blm tentu terjd. Sebaliknya, walaupun tdk detail, apa yg disampaikan org yg berkarunia khusus ini pasti terjd, krna Tuhan yg menggenapinya. 
Jgn percaya pd ramalan

Posted in Renungan | Comments Off on Karunia Khusus

Mengasihi Secara Benar

DI 23072016 
Filipi 1:9-10 NKJV 

And this I pray, that your love may abound still more and more in knowledge and all discernment,

that you may approve the things that are excellent, that you may be sincere and without offense till the day of Christ, 

  • Dan ini doaku, supaya kasihmu boleh tetap berlimpah-limpah lebih dan lebih lagi di dalam pengetahuan dan semua kearifan, supaya kamu boleh memperkuat hal-hal yang baik sekali, supaya kamu boleh menjadi tulus dan tanpa pelanggaran hingga hari Kristus 

Pepatah mengatakan bhw cinta itu ‘buta’, tp ayat ini mengajar bhw cinta ataupun kasih hrs dilengkapi dg pengetahuan dan kearifan. Jd org Kristen jgn sampai mencintai atau mengasihi secara ‘buta’. 
Org yg arif/cerdas tdk sembarangan bertindak, dg kata lain org yg arif itu ‘otaknya dipakai’, bkn asal melakukan sesuatu tanpa pengertian dan hanya berdasarkan perasaan dan kata hati. 
Contoh: ada larangan memberi uang pd pengemis di pinggir jalan atau di sisi jalan lainnya. Kalau scra perasaan pasti timbul rasa kasihan, hati ingin memberi uang, tp otak berpikir bhw benarkah mrka itu hidup susah atau mrka ini sbnarnya pemalas dan pengemis yg terorganisir, inilah dasar pemikiran timbulnya larangan memberi pd pengemis. 
Menurut penelitian yg pernah ada, baru sekitar 10-12% dr kemampuan yg dimiliki otak yg baru manusia gunakan. Tentu ada tujuan Tuhan ciptakan manusia dilengkapi dg otak. Sebagian kalangan menganggap tdk rohani kalau mengandalkan otak, dikaitkan dg mengandalkan kemampuan manusia, bkn kemampuan Tuhan. Lho, memangnya otak manusia itu diciptakan siapa? Bkn berarti tdk rohani bila kita memaksimalkan fungsi otak yg kita miliki, justru yg kelihatan rohani sekali sering mengalami penipuan dan kerugian, bkn krna tdk dilindungi Tuhan, tp krna otaknya ‘dingangurin’ saja alias tdk dipakai. 
Doa rasul Paulus spya kasih itu berlimpah dlm pengetahuan dan kearifan, mengasihi itu hrs ‘pintar dan bijak’, bkn asal mengasihi saja 

Posted in Renungan | Comments Off on Mengasihi Secara Benar

Tuhan Membuka Hati 

DI 22072016 
Kisah Para Rasul 16:14 NKJV 

Now a certain woman named Lydia heard us. She was a seller of purple from the city of Thyatira, who worshiped God. The Lord opened her heart to heed the things spoken by Paul. 

  • Sekarang seorang perempuan khusus bernama Lydia mendengarkan kami. Dia adalah seorang penjual kain ungu berasal dari kota Tiatira, yang menyembah Tuhan. Tuhan membuka hatinya untuk menyimak hal-hal yang dikatakan Paulus. 

Bgmna cara spya seseorg bs bertobat melalui penginjilan? Kisah ini membuat kita mengerti bhw semua bkn krna hebatnya manusia, tp krna Tuhan yg membuka hati org yg mendengar Injil Kristus. 
Hati yg ‘terbuka’ bisa menerima perkataan yg masuk ke telinga seseorg. Setiap perkataan disimak dg baik, direnungkan dan dipertimbangkan. Bisa dinasehati, diajar, ditegur dan diajak berdiskusi. Anak yg baik bisa mendengar apa yg orgtuanya katakan, krna hatinya terbuka sbg akibat kasih sayang yg dia rasakan dr orgtuanya. Namun anak yg kurang kasih sayang orgtuanya cenderung menjd ‘pemberontak’ dan tdk bisa diajari. Hatinya tertutup bagi apapun yg orgtuanya katakan. 
Ternyata ada kaitan antara hati yg terbuka dg kehidupan ibadah/penyembahan pd Tuhan. Dlm kisah ini disebut bhw Lydia seorg yg menyembah Tuhan, seorg yg beribadah pd Tuhan. Akibatnya hatinya mudah utk dijamah oleh Tuhan. Ada org yg hatinya sangat ‘keras’, mendengar nama Yesus saja sdh sangat sebal, apalg dinasehati utk bertobat. Kalau bkn Tuhan yg membuka hatinya, mustahil dia mau percaya dan bertobat. 
Bgmna dg hati kita: terbuka atau tertutup bagi Tuhan? Kalau ditegur Tuhan lewat org lain, bs atau tdk mendengar dan menyimak perkataan yg disampaikan? Org yg sombong sulit utk didekati dan dinasehati. Semua dianggap ‘tdk selevel’ dg dirinya. Cenderung utk meremehkan perkataan org lain yg kelihatannya tdk menyakinkan, selalu merasa dirinya benar dan org lain selalu salah. 
Kalau kita merasa sulit utk membuka hati bagi Tuhan dan org lain, koreksi diri

Posted in Renungan | Comments Off on Tuhan Membuka Hati 

Ajaran Lama 

DI 21072016 
Kisah Para Rasul 15:1,5 

Beberapa orang datang dari Yudea ke Antiokhia dan mengajarkan kepada saudara-saudara di situ: “Jikalau kamu tidak disunat menurut adat istiadat yang diwariskan oleh Musa, kamu tidak dapat diselamatkan.”

  • Tetapi beberapa orang dari golongan Farisi, yang telah menjadi percaya, datang dan berkata: “Orang-orang bukan Yahudi harus disunat dan diwajibkan untuk menuruti hukum Musa.” 

Sebagian org Kristen dahulunya bkn org yg percaya pd Kristus, dan ketika menjd Kristen, timbul masalah dlm hal adat istiadat. 
Agama seringkali tercampur dg budaya shga sulit dibedakan mana yg adalah aturan agama dan mana yg adalah aturan adat istiadat. Saya pribadi dulu bkn org Kristen, saya Tionghoa, ketika menjd Kristen, saya tetap org Tionghoa, di sinilah terjd pergesekan antara aturan agama Kristen dg adat istiadat Tionghoa, krna sebagian adat istiadat Tionghoa sdh menyatu dg aturan agama lain, hrs teliti menentukan mana yg sesuai dg ke-Kristenan dan mana yg bertentangan. 
Kisah dlm ayat yg kita baca membuat kita yg hidup di zaman ini hrs ‘pintar rohani’, punya pengetahuan yg benar ttg Tuhan dan Firman-Nya shga tdk mudah disesatkan atau dibingungkan oleh ajaran sesat ataupun ikatan adat istiadat dlm hidup kita. Budaya dan adat istiadat tdk boleh disejajarkan dg kebenaran Firman Tuhan, hrs tunduk pd aturan dlm Firman Tuhan. Kalau ada aturan dlm adat istiadat yg tdk sesuai dg Firman Tuhan maka jgn kita lakukan. Lalu bgmna dg perkataan bhw kalau tdk melakukannya maka kena ‘kutuk’? Jgn takut, kita ada dlm perlindungan kuasa darah Tuhan Yesus yg melindungi kita dr semua yg jahat. Kalau orgtua yg ‘memaksa’ kita melakukannya? Kita hrs lebih takut dan taat pd Tuhan drpd kpd manusia. Tuhan Pembela kita. 
Pelajari Alkitab, jgn sekedar dibaca tp tdk diberi pengertian yg benar dr Tuhan. Bnyk ajaran sesat yg muncul di zaman ini, kelihatannya benar tp isinya hal yg merusak aturan Tuhan. Waspada jgn sampai kita tertipu olehnya 

Posted in Renungan | Comments Off on Ajaran Lama