Menggunakan Iman

DI 25072025

Matius 15:28
Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: “Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kau kehendaki.” Dan seketika itu juga anaknya sembuh.

Mengusir setan tanpa datang ke lokasi, tidak ada yg dapat melakukannya kecuali Yesus di dlm kisah ini, semuanya terjd karena iman yg dimiliki oleh seorg ibu.

Kadang nyeleneh, org non Kristen percaya pd kuasa Yesus drpd org Kristen sendiri, kadang doktrin justru menghalangi kerja iman kita, yg sebenarnya sederhana dibuat rumit oleh apa yg diyakini sbg doktrin. Misalnya dlm hal spt kisah ini, doktrin ttg pengusiran roh jahat yg merasuki seseorg itu berkata hrs begini, hrs begitu, dsbnya. Dlm kisah ini bahkan tdk ada perkataan Yesus yg mengusir roh jahat spya keluar dr tubuh anak perempuan ibu itu, yang terjd hanyalah percakapan ttg perumpamaan yg sebenarnya menguji iman ibu itu. Iman yg sejati harus sejalan dgn perkataan imannya, kadang ada org yg di mulut saja berkata dia percaya kuasa Tuhan, tp dlm hati dan pikiran justru meragukannya. Beriman harus disertai dgn perkataan iman yg sejalan dgn pikiran yg Tuhan miliki, barulah iman itu mengerjakan sesuatu yg jadi keinginan kita, ini sesuatu yg sangat luar biasa, bukan sekedar memohon sesuatu pd Tuhan, tp menggunakan iman utk mencapai keinginan yg dicari, ini mgkin mirip dg kisah wanita yg sdh 12 tahun pendarahan.

Doktrin memang berguna, tp jgn kaku dalam mengimani kuasa Tuhan. Tiap kasus mgkin berbeda cara penanganannya, bertanya pada Tuhan, apa yg hrs dilakukan, karena Tuhan yg paling tahu solusi dr masalah yg kita hadapi. Pengalaman dulu blm tentu bs diterapkan di keadaan yg sekarang, jgn bangga punya bnyk pengalaman, karena masih banyak masalah yg lebih rumit dan sukar drpd yg pernah kita hadapi. Ibarat permainan games, tiap level yg dilalui punya tingkat kesulitan yang berbeda, biasanya justru makin sulit di level berikutnya dan perlu strategi utk nenang. Org bijak beda dgn org yg punya banyak pengalaman, orang bijak bs menemukan celah utk keluar, dengan ketepatannya bisa menemukan akar masalah yg sebenarnya. Org sombong biasanya puas dgn banyak pengalaman, tdk mau belajar lagi karena merasa sudah cukup ahli dlm bidang tertentu. Pengalaman memang berguna, tapi ada saatnya tdk berpatokan pd pengajaran itu karena yg dihadapi adalah sesuatu yang baru dan berbeda drpd sebelumnya.

Aktifkan iman kita maka keinginan kita akan bisa terjadi dan kita alami, tentu ini keinginan yg sifatnya murni, bukan keinginan yg hanya utk memuaskan nafsu kedagingan kita saja.

Posted in Renungan | Comments Off on Menggunakan Iman

Menyucikan Diri

DI 24072025

2 Korintus 7:1
Saudara-saudaraku yang kekasih, karena kita sekarang memiliki janji-janji itu, marilah kita menyucikan diri kita dari semua pencemaran jasmani dan rohani, dan dengan demikian menyempurnakan kekudusan kita dalam takut akan Allah.

Menyucikan diri adalah sebuah kesadaran yg paling awal setelah kita bertobat, ibarat kita pulang ke rumah dlm keadaan motor, begitu sampai maka kita langsung mandi supaya jd bersih badan kita.

Salah satu tahapan yg dilalui semua org yang menjd Kristen adalah tahap dikuduskan atau disucikan setelah dibenarkan oleh Tuhan. Di dlm ayat ini disebutkan ada 2 golongan jenis ‘kotoran’ yang hrs kita bersihkan dari diri kita, yaitu yg bs mencemari jasmani atau daging kita, dan yg bisa mencemari roh atau rohani. Pencemaran jasmani atau daging bs mudah kita pahami sbg perbuatan dosa. Salah satu yg disebutkan dlm Alkitab: “Lidah pun adalah api; ia merupakan suatu dunia kejahatan dan mengambil tempat di antara anggota-anggota tubuh kita sebagai sesuatu yang dapat menodai seluruh tubuh dan menyalakan roda kehidupan kita, sedang ia sendiri dinyalakan oleh api neraka (Yakobus 3:6). Lidah atau perkataan bs menodai tubuh kita, jadi ada pencemaran jasmani yg terjadi disebabkan karena lidah atau perkataan kita, hal ini tentunya perlu utk kita mengekang dg ketat lidah kita, kendalikan perkataan yg kita ingin ucapkan, pengaruhnya besar baik untuk diri kita sendiri maupun org lain.

Bila dlm PL, diperintahkan utk tdk menyentuh sesuatu yg najis supaya tetap kudus, dlm PB standart kenajisan itu lebih tinggi: “sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan,
perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang” (Markus 7:21-23). Pencemaran yg dari hati sumbernya, inilah standart dlm PB yang Yesus berikan utk kita. Bukan hanya jasmani yg dicemari tetapi rohani jg, artinya tubuh kita jd tdk kudus, demikian jg roh kita tidak kudus. Jadi perhatikan apa yg kita simpan dlm hati kita, yg keluar dr hati dlm wujud perbuatan, ini yang membuat kita jd kudus atau sebaliknya. Prinsip kekudusan ini memang hrs dipahami dgn benar dan menyeluruh, banyak org yang hanya mengedepankan prestasi dan karya yg hebat tetapi tdk membenahi hatinya. Semua jd sebuah pencitraan demi terlihat rohani dan religius. Ini sebuah penipuan, bukan?

Isi hati ini yg perlu kita perhatikan, jgn simpan ‘sampah dan kotoran’ dlm hati, ini hanya akan membuat langkah hidup kita tertahan untuk maju dan sulit mengalami keberhasilan.

Posted in Renungan | Comments Off on Menyucikan Diri

Makan Makanan Berhala

DI 23072025

1 Korintus 8:7
Tetapi bukan semua orang yang mempunyai pengetahuan itu. Ada orang, yang karena masih terus terikat pada berhala-berhala, makan daging itu sebagai daging persembahan berhala. Dan oleh karena hati nurani mereka lemah, hati nurani mereka itu dinodai olehnya.

Sebagian org Kristen dahulunya seorang yg menyembah allah lain, mudahnya kita sebut sbg penyembah berhala, salah satu ritualnya adalah makan makanan yg dipersembahkan pd berhala itu.

Perdebatan doktrin ttg ini, bolehkah seorg yg sudah menjd Kristen masih ikut makan yang jadi makanan persembahan pd berhala? Kita berpedoman pd Alkitab saja, kadang doktrin yang diciptakan manusia atau gereja tertentu tdk Alkitabiah, hanya berdasar menghormati kepercayaan yg lain dan bersifat toleran. Ini sesuatu yg melanggar ayat ini yaitu org yang sudah Kristen, tetapi masih makan makanan yang dipersembahkan pd berhala, dia masih terikat pd berhala-berhala itu! Titik! Tdk perlu ditafsir model apapun, ini sudah jelas! Ibarat sdh menikah tp masih makan romantis dgn mantan pacar, apakah pasangannya tdk akan cemburu? Di pandangan kebenaran Alkitab, makan makanan yg dipersembahkan kepada berhala itu suatu keterikatan dgn berhala yg dulu disembah. Siapa yg menjd Tuhan dalam hidupnya? Masih cari ‘beking’ lain selain Dia? Kurang percaya kalau Yesus menjamin hidup kita? Atau kita pikir mau dapat berkat Tuhan sekaligus dapat rezeki dr berhala? Sesat!

“Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya” (Yakobus 1:8). Jelas ada akibat dan konsekuensi jika seorg yang sudah Kristen tp masih terikat pd berhala yg dahulu dia sembah. Hidup tdk akan tenang & bukan naik tetapi turun. Ah, ini kan cuma ttg makanan, koq ribet sih? Pikiran org semacam ini jelas bukan org yg setia. Mau ‘main mata’ padahal sdh punya pasangan. “Persamaan apakah yang terdapat antara Kristus dan Belial? Apakah bagian bersama orang-orang percaya dengan orang-orang tak percaya? (2 Korintus 6:15). Org yg menyembah berhala itu disebut org tidak percaya. Jadi sbg orang percaya, jangan menyentuh sesuatu yg tidak kudus. Jgn kompromi demi sesuatu yg tidak sebanding dgn keselamatan kekal yg Tuhan berikan pd kita. Jadi jgn ikut makan makanan yg dipersembahkan pd berhala! Kalau masih mau makan jg, makan di resto, bayar harga harga utk taat pd Tuhan dan firman-Nya.

Setia pada Tuhan hingga akhir hidup kita, dan jangan bangkitkan murka Tuhan karena kita masih terikat dgn berhala yg dulu disembah, kita sudah jadi milik-Nya Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Makan Makanan Berhala

Tidak Melampaui Kemampuan

DI 22072025

1 Korintus 10:13 ILT3
Pencobaan tidak pernah menimpa kamu kecuali yang manusiawi; dan Elohim itu setia, Dia tidak akan mengizinkan kamu dicobai di atas apa yang kamu mampu; sebaliknya, bersama pencobaan itu Dia juga akan membuat jalan keluar agar kamu sanggup menanggungnya.

Pencobaan itu asalnya dr mana? Ada suatu perdebatan yg dalam ttg ini, apakah Tuhan itu tdk mencobai? Apakah selalu pencobaan itu asalnya dr iblis?

Kata pencobaan berasal dr kata Yunani yaitu peirasmos yang berarti utk membuktikan dgn pencobaan yang baik melalui pengalaman yg tidak baik sebagai ajakan utk berdisiplin dan memprovokasi. Jadi kita pahami spt ini: saat kita mengalami pencobaan, yg terjadi adalah hal yg buruk atau jahat, Tuhan menggunakan itu utk mendisiplinkan kita serta sengaja utk memprovokasi kita menjd seorg pribadi yang lebih baik. Jadi Tuhan bs menguji kira dengan pencobaan yg dilakukan oleh si jahat. Contoh dalam kisah hidup Ayub, Tuhan mengizinkan iblis utk mengambil semua yang Ayub miliki kecuali nyawanya. Yg Ayub alami itu sangat buruk utk ukuran manusia, iblis yg telah dgn kejamnya berbuat demikian, namun Tuhan yg pd akhirnya bekerja memulihkan kembali yg Ayub miliki bahkan dibuatnya jadi 2x lipat dari sebelumnya. Jadi pencobaan itu asalnya dari mana? Tuhan mengizinkan kita dicobai untuk membuktikan siapa kita yg sebenarnya, iblis bs diizinkan Tuhan utk mencobai kita, namun iblis jg kadang bertindak sendiri.

Pencobaan yang kita alami masih manusiawi, artinya di bawah batas kemampuan yang kita miliki, namun karena peristiwa yang dialami tdk baik atau jahat, seringkali mental kita yg pertama kali ‘down’ dan kita merasa masalah ini amat besar. Dlm ayat ini jelas bhw kendali tetap di pihak Tuhan, Dia tdk membiarkan kita dicobai melebihi kekuatan dan kemampuan kita, artinya kita sebenarnya mampu utk bisa mengatasi dan nenang dr pencobaan ini. Spt saat Yesus dibawa Roh utk dicobai di padang gurun oleh iblis, Yesus pd akhirnya menang dan iblis undur. Tuhan ingin membuktikan dr pencobaan yg kita alami, seberapa kualitas yg kita miliki, apa saja yg masih hrs kita atasi dan benahi supaya ke depannya kita menjadi pribadi yg lebih baik. Iblis merancangkan yg jahat, tp Tuhan menggunakannya utk hal yg baik bagi kita, bukan peristiwanya yg diubah, tp Dia akan memberi kita jalan keluar supaya kita sanggup utk menanggungnya. Ingat lho, bukan diangkat bebannya, kita tetaplah yang hrs menanggungnya, tp ada kemampuan utk itu.

Tuhan yg tetap pegang kendali atas peristiwa yg sdg kita alami, Dia gunakan itu utk tujuan membuktikan siapa kita sebenarnya, supaya ke depannya kita punya kualitas rohani yang lebih baik.

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Melampaui Kemampuan

Mudah Percaya Begitu Saja

DI 21072025

Amsal 14:15
Orang yang tak berpengalaman percaya kepada setiap perkataan, tetapi orang yang bijak memperhatikan langkahnya.

Ada org yg mudah percaya apa kata org, baik itu benar atau tdk, tdk diuji dan ditelaah, tdk dipertimbangkan dan dipahami dulu, akibat yg terjd adalah mudah terprovokasi.

Tdk semua perkataan atau informasi yg kita terima itu valid dan benar, bahkan perkataan yg kedengarannya spt sebuah nasehat bijak, bs saja ternyata isinya adalah tipuan, info yg menyesatkan. Apakah ini bagian dari sebuah kebodohan? Bisa jadi spt itu, jd janganlah kita percaya saja setiap perkataan. Terkadang di dalam sebuah pertengkaran anak-anak, siapa yg benar dan salah kadang sulit diketahui. Yg satu memang bandel, tapi mgkin saja kali itu dia tdk melakukan apapun. Dia dituduh menjd biang kerok masalah. Zaman skrg bisa dicek mgkin melalui rekaman CCTV, tp kalau tidak ada cctv, bgmna kita menemukan kebenaran dari perkataan dua pihak itu? Ditambah tidak ada saksi, sangat sulit menentukan siapa yg benar dan siapa yg salah. Di sinilah hikmat dr Tuhan itu diperlukan, pengalaman tdk selalu bs memecahkan sebuah masalah, tdk hanya mendengar salah satu pihak saja, penting utk tdk tergesa-gesa menyimpulkan sesuatu dgn keterangan salah satu pihak saja.

Tawaran yg menggiurkan, menjd sebuah hal menarik yg kadang mudah memanipulasi org utk percaya bhw tawaran itu pasti amat besar keuntungan yg bakal diperoleh. Intimidasi yg berupa kata-kata penghinaan, perendahan, ini jg perlu kita cermati, kebanyakan isinya tidak benar dan hanya bertujuan membuat mental kita lemah, mengakui perkataan intimidasi itu sbg suatu kebenaran. Pujian yg konyol dan yg sebenarnya kebohongan yg disalut perkataan yg manis, kadang membuat org terlena karna pujian itu, berpikir dirinya hebat padahal sdg akan dipermalukan. Jadi memang perlu utk mencermati perkataan apapun, apakah layak utk dipercayai atau tdk, jgn cepat menilai org padahal baru dekat, mgkin ada org yang ingin merusak pertemanan kita dgn org lain. Coba utk berpikir jernih, tdk terpengaruh suasana hati, kendalikan emosi kita ketika org lain dgn seenaknya bicara sembarangan. Ingatlah ada saja org-org disekitar kita yg tdk senang kita diberkati Tuhan, mereka ingin membuat kita banyak mengalami penderitaan.

Telaah dulu semua perkataan, apakah masuk logika, normal, atau ada maksud terselubung di baliknya, tetapi yakinlah 100% kebenaran yg firman Tuhan katakan utk kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Mudah Percaya Begitu Saja

Jangan Salah Bergaul

DI 19072025

Amsal 13:20
Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang.

Berteman itu membangun network, sebuah habitat yg di mana kita akan banyak mengisi waktu dgn org-org yg kita temani, namun kita diingatkan agar jgn sembarangan berteman.

Tujuannya bukan supaya terlihat ekslusif, tp membentengi diri kita dr pengaruh buruk yg negatif terhadap kualitas diri kita. Dlm ayat ini dijelaskan bhw ada ‘penularan’ kualitas yg terjadi, bergaul dgn org bijak akan menjd org bijak juga, tapi bergaul dg org bebal nantinya akan menjadi malang, banyak mengalami yg buruk bahkan bs menghancurkan hidup kita. Bergaul dgn para penjudi maka kemungkinan besar kita ikut berjudi dan menghilangkan yg semua kita miliki begitu saja. Perlu memilih dlm hal berteman, ada yg sebatas berkenalan saja, ada yg kita jadikan teman, ada yg menjd sahabat hingga jd org terdekat dlm hidup kita ini. Kita bebas berkenalan, tapi tdk semua org yg kita kenal itu bisa dijadikan teman. Hal ini tentu saja perlu sebuah ‘standart’ khusus yg kita tentukan sendiri, karena ke depannya tdk semua teman ternyata adalah teman, ada jg ‘musuh dlm selimut’ yabg menginginkan kita hancur dan mengalami kemalangan. Baik di depan kita tapi ‘menusuk’ kita dr belakang di saat kita terlalu percaya padanya.

Lalu bgmna dgn Yudas Iskariot, 3 tahun lebih dia mengikuti Yesus sbg murid, tp kenapa dia tidak punya moral yg baik? Mencuri uang kas, bahkan mengkhianati Yesus, apakah Yesus tdk berdampak dlm hidupnya? Ingin berubah menjd lebih baik atau tdk, keputusan ada di tangan kita sendiri. Yesus adalah teladan yg sempurna bagi Yudas Iskariot, tetapi dirinya sendiri yg menjatuhkan diri dlm dosa. Orang spt ini hanya ingin mengambil keuntungan dr posisinya sbg bendahara rombongan Yesus dan para murid. Kalau ada teori kalau Yudas ini memang sejak awal ‘ditentukan’ menjd org yg menyerahkan Yesus, ini hal yg berbeda. Tp kalau seseorg berubah menjadi jahat, pasti di dlm hal Ini ada yg salah, Yudas Iskariot dgn sengaja membangun hubungan dgn mereka yg ingin membunuh Yesus, jadi dia bisa juga dikatakan salah memilih teman bergaul. Yg dia pilih adalah org-org yg memusuhi Yesus yg adalah gurunya sendiri, karena dis hanya dimanfaatkan supaya mudah menangkap & mengadili Yesus hingga akhirnya dihukum.

Jgn salah bergaul dgn teman kita, miliki satu standart mulia mengenai siapa yg ingin kita jadikan teman. Ingatlah jg bahwa tdk semua teman memang benar-benar teman.

Posted in Renungan | Comments Off on Jangan Salah Bergaul

Sok Pamer

DI 18072025

Amsal 13:10

Keangkuhan hanya menimbulkan pertengkaran, tetapi mereka yang mendengarkan nasihat mempunyai hikmat.

Org angkuh biasanya suka pamer, biasanya yg dipamerkan kekayaannya, kekuasaannya, dsbnya, semuanya bertujuan untuk mendapat pujian bagi dirinya sendiri dan merendahkan org lain.

Org angkuh bisa memicu timbulnya rasa tdk nyaman hingga terjadinya pertengkaran. Dlm sebuah komunitas misalnya, golongan orang dgn latar belakang ekonomi berbeda, ketika ada yg sengaja pamer barang branded harga ratusan juta, biasanya org yg pamer ini bicara terus menerus dan mengganggu konsentrasi org lain yang sdg ngobrol. Topik pembicaraan sengaja diputar ke topik barang branded trs, hingga kemudian pembicaraan menjd hanya satu arah saja, org lain hanya mendengar dan tdk diberi kesempatan berbicara. Penghinaan terhadap org yg miskin biasanya ikut muncul ketika sedang pamer, hingga akhirnya menjd pertengkaran mulut dan berlanjut bertengkar melibatkan fisik. Keangkuhan membuat org menjd terbagi-bagi dlm beberapa level, yang merasa levelnya tinggi akan menusuk orang lain dgn perkataannya yang tajam, membuat telinga jadi ‘panas’, hati terluka hingga mulai timbul niat membalas dr org yg merasa jadi terhina oleh ucapan org yg angkuh itu. Suka pamer justru merenggangkan hubungan yg ada dlm sebuah komunitas.

Org yang ‘haus’ pujian, ingin selalu dihormati spt seorg raja, merasa tdk selevel dgn orang miskin, dsbnya, biasanya punya masa lalu yg kurang baik. Mungkin dulu dia miskin, dihina kerabat dekatnya, mengalami perlakuan yang buruk, hingga menjadi dendam dlm hatinya, ingin membalas jika nanti sudah kaya. Dihina makanya balas menghina, roda kehidupan itu akan trs berputar, ketika dia ada di ‘puncak’ yg tinggi posisinya, kepahitan hatinya muncul dg tanpa terkendali. Bicara mulai kasar, tdk mau bergaul dgn yg tdk selevel, hingga dirinya tdk sadar bhw kekuasaan dan kekayaannya sdh berhasil mengendalikan dirinya, tdk lagi coba berpikir ttg moral, etika, menilai org dr harta miliknya, tingkat pendidikannya, pengalaman serta skill yg dimiliki. Semua hrs berfokus pd dirinya yang hebat, semakin dihormati justru semakin ingin dihormati, takut kehilangan & kekurangan rasa hormat dr org lain. Ketika suatu saat dia kembali ke level bawah, tidak jarang muncul penyakit kejiwaan dan tingkah laku yg tdk normal.

Jgn suka pamer, nikmatilah berkat Tuhan dan pakai berkat itu utk memberkati org lain juga. Jgn angkuh, tp rendah hatilah karena yg kita nikmati dan miliki, itu berasal dr Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Sok Pamer

Perhatikan Hewan Piaraan

DI 17072025

Amsal 27:23 ILT3
Kenallah baik-baik keadaan kawanan dombamu, condongkanlah hatimu pada ternakmu;

Memelihara hewan terbagi dlm 2 tujuan, yaitu utk tujuan komersial misalnya beternak ayam utk dijual misalnya, ada jg yg tujuannya untuk menghibur diri spt memelihara anjing.

Dlm ayat ini memang yg disinggung itu ialah domba, jadi hewan yg diternakkan utk tujuan komersial, jadi sebuah bisnis dan menjd satu sumber penghasilan bagi pemilik ternaknya. Di sini dinasehatkan utk memantau dgn baik keadaan hewan ternak, supaya sehat dan bs menghasilkan uang sesuai kegunaannya. Yg unik adalah domba termasuk salah satu dari jenis hewan korban, jadi di sini jg ada sebuah anjuran karna mempersembahkan domba itu tdk boleh yg cacat, supaya berkenan sebagai korban persembahan. Ada rumusannya yang perlu kita ketahui: spt domba yg diternak utk tujuan komersil, tp jg utk persembahan bagi Tuhan, maka bisnis yg kita kelola itu harus jg ada sebagian penghasilannya diperuntukkan bagi Tuhan sbg persembahan, jgn yg ‘cacat’, artinya jgn uang yg didapat dgn cara yg tidak sesuai kebenaran firman Tuhan. Itulah knpa uang hasil korupsi tdk berkenan bagi Tuhan utk jadi persembahan: ada ‘cacat’ dr cara utk mendapatkannya, sekalipun jumlahnya besar tapi ‘cacat’.

Memperhatikan keadaan hewan piaraan juga penting, sbg sebuah wujud komitmen dan jg tanggung jawab, berani memelihara hewan, berarti berani bertanggung jawab merawat dgn baik. Mereka memberi kita kesenangan dan hiburan, karenanya perlakukan dgn baik dan sepantasnya. Org yg menyiksa binatang piaraannya tentu bs dianggap sbg org kejam dan sadis: Orang benar memperhatikan hidup hewannya, tetapi belas kasihan orang fasik itu kejam (Amsal 12:10). Jadi perlakukan dan rawat hewan piaraan dgn baik, sampai suatu saat hewan piaraan kita mati, sembuhkanlah sakit mereka jika kita masih mampu, jika ada yang perlu surat khusus karena memelihara hewan tertentu, urus suratnya juga supaya ke depannya tdk ada masalah. Tapi jgn jg menjd berlebihan, lebih sayang hewan piaraan drpd manusia lain, kadang makanan hewan yang kita piara lebih mahal drpd makanan utk org, artinya berkatilah org lain dgn sepantasnya, jgn pelit pd org lain, tp royal utk hewan yang kita piara, manusia jauh lebih berharga drpd hewan manapun jg.

Rawat hewan piaraan kita dgn baik, jgn kasar dan menyiksa mereka, tanggung jawab kita sbg pemiliknya adalah berkomitmen peduli dgn keadaan mereka, terutama kesehatannya setiap saat.

Posted in Renungan | Comments Off on Perhatikan Hewan Piaraan

Ibadah Jadi Sia-Sia

DI 16072025

Yakobus 1:26
Jikalau ada seorang menganggap dirinya beribadah, tetapi tidak mengekang lidahnya, ia menipu dirinya sendiri, maka sia-sialah ibadahnya.

Mengekang lidah dimaknai mengendalikan apa yg ingin kita ucapkan, menahan diri untuk tdk terbawa emosi lalu mengatakan hal yang sia-sia dan merusak.

Perkataan yg kita ucapkan akan berdampak terhadap ibadah yg kita lakukan. Mgkin kita banyak bertemu dgn org-org spt ini, rajin dtg beribadah tp mulutnya penuh ‘racun’, dimulai dr bergosip, ngomongin org di belakang, tdk bs simpan rahasia, hingga menusuk hati org lain dgn perkataannya yang tajam. Rumusan dari perkataan sebenarnya ialah: “Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya.” (Lukas 6:45). Jadi perkataan berasal dr hati, ini rumusannya. Perkataan seseorang akan mencerminkan isi yg terdapat dlm hati, maka bs dinilai hati seseorg dr perkataanya yg terucap. Ada org berdalih bhw perkataan yg dia ucapkan kadang kasar karena bawaan dr lahir dan pengaruh lingkungan dia tinggal, jadi dia ingin dimaklumi, tp masalahnya ialah Tuhan tdk bs memaklumi itu, hukum-Nya itu berlaku utk semua org, apapun latar belakang yg dimilikinya.

Yg bs dimaklumi ialah: wajah sangat tapi hati ternyata lembut. Jadi tdk bs juga menilai org hanya dr wajahnya, tdk cantik bukan berarti cara dia berkata-kata itu buruk, tapi org cantik terkadang sangat buruk dlm berkata-kata. Yg bs kita terima adalah raut wajah seseorg itu mencerminkan suasana hatinya, bukan isi dr hatinya: “Seperti air mencerminkan wajah, demikianlah hati manusia mencerminkan manusia itu” (Amsal 27:19). Cara berbicara seseorg berbeda-beda satu sama lain, ada yg bernada tinggi karena dia tinggal di dekat laut jadi bicara spt teriak, ada yg lembut bicaranya nyaris spt berbisik, bukan ini masalahnya, tp isi dari perkataannya, apakah mencerminkan seorg yg religius, tekun beribadah? Orang yg beribadah akan banyak belajar ttg bagaimana mengatur hidup dirinya sendiri supaya menjd berkat bagi sesama, termasuk dlm perkataan yg diucapkan. Jgn membuat org lain berbuat dosa karena perkataan kita, spt ketika orang Israel bersungut-sungut hingga akhirnya hal itu membuat Musa berbuat kesalahan yang berakibat fatal bagi tugasnya sbg pemimpin.

Kalau rajin beribadah, itu hal yg terpuji, tetapi kekanglah perkataan kita, jgn sembarangan mengeluarkan perkataan yg justru membuat org lain menilai kita sbg org munafik.

Posted in Renungan | Comments Off on Ibadah Jadi Sia-Sia

Rusak Karena Perkataan

DI 15072025

Pengkhotbah 5:6 ILT3
Janganlah mulutmu mengakibatkan tubuhmu berdosa, dan janganlah berkata di hadapan malaikat bahwa itu suatu kekeliruan. Haruskah Elohim menjadi murka atas perkataan-perkataanmu dan merusakkan pekerjaan-pekerjaan tanganmu?

Suasana rusak bisa terjadi karena perkataan yg kita ucapkan, dlm ayat ini dijelaskan bhw perkataan kita bs membuat Tuhan merusak pekerjaan tangan kita.

Terkadang bukan karena kinerja dlm bekerja kita yg buruk mengakibatkan timbul banyak masalah dlm pekerjaan yg kita lakukan, tetapi itu disebabkan perkataan kita yg dinilai Tuhan ‘tdk pantas’ kita ucapkan sehingga Dia murka dan merusak pekerjaan tangan kita. Ada org yg berdalih bhw mulutnya memang spt ‘rem blong’, kadang mengatakan sesuatu tanpa bs dikendalikan, jd dia berharap org lain akan bs memakluminya. Mgkin org bs memakluminya tetapi Tuhan tdk mungkin kompromi dengan kelemahan kita. Apa yg telah diucapkan, itu nanti harus dipertanggung jawabkan org yg mengucapkannya itu di hadapan Tuhan. Jadi org itu sendirilah yg hrs bisa mengendalikan lidah atau perkataannya, apapun caranya, dia hrs dgn keras berusaha menjinakkan lidah & perkataanya. Walaupun dlm Alkitab ada ayat ttg lidah: “Namun tidak seorang pun yang mampu menjinakkan lidah, dia adalah suatu kejahatan yang tidak dapat dikendalikan, penuh racun yang mematikan” (Yakobus 3:8 ILT3), minimal harus meminimalisir lidah utk jgn berucap secara sembarangan.

Ada baiknya kita koreksi diri jika suatu waktu pekerjaan kita mengalami kendala, apa mgkin ada perkataan kita yg salah, baik di hadapan manusia maupun di hadapan Tuhan. Apakah ada janji atau nazar kita pd Tuhan yg tdk kita tepati? Adakah pikiran atau perkataan dalam hati yg menyalahkan Tuhan atas semua yang sedang terjadi? Adakah perkataan kita salah terhadap orgtua, keluarga, atau org lain? Jika memang ada, segeralah minta pengampunan pd Tuhan dan minta maaf pd org lain, supaya pekerjaan kita tdk terhambat dan rusak. Yang perlu kita ketahui adalah perkataan kita tidak bs ditarik kembali, jadi berhati-hatilah ketika ingin mengucapkan sesuatu, jangan didorong emosi belaka, tetapi berpikirlah dahulu: “Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah (Yakobus 1:19). Masalah kadang timbul karena ucapan, jadi bijaklah dan kuasai diri sedisiplin mungkin.

Perkataan yg salah bs menghilangkan nyawa org yg mengatakannya, karena itu waspada & jgn cepat mengucapkan sesuatu, pikirkan dg jernih dan ucapkanlah apa yg baik.

Posted in Renungan | Comments Off on Rusak Karena Perkataan