DI 03032026
Amsal 23:15
Hai anakku, jika hatimu bijak, hatiku juga bersukacita.
Setiap orangtua pastinya ingin tdk kuatir dengan hidup anak-anaknya, dr sejak lahir hingga dewasa dan berkeluarga nantinya, salah satunya spt yg disebut dlm ayat ini.
Bnyk org berpikir yg penting anak menjadi kaya barulah hati orgtua tenang. Tdk salah jg dgn pemikiran ini karena sebagian dari masalah yg timbul disebabkan kesulitan finansial atau keuangan yg buruk. Namun masalah timbul bkn hanya dari keuangan saja, kadang bersumber dr karakter serta tingkat kedewasaan anak-anak kita. Tdk semua masalah bs selesai dgn uang, hal ini yg perlu kita ingat. Dlm Alkitab dapat kita temui contoh spt ini, misalnya Nabal, meskipun kaya, punya istri Abigail yang bijak, namun karena buruk karakternya, ia akhirnya dihukum Tuhan dan mati: “Dan kira-kira sepuluh hari sesudah itu TUHAN memukul Nabal, hingga ia mati (1 Samuel 25:39). Absalom, anak raja Daud, jg menjd contoh anak yg tdk bijak.
Kekayaan dan bijak, 2 kombinasi penting yg sebaiknya dimiliki oleh anak-anak kita semuanya. Walau terkadang orang sering menilai kesuksesan hidup lewat harta yg dimiliki, namun ini hanya benar sebagian saja. Daud yg kaya raya, namun tidak gila tahta, Tuhan membuatnya meninggal dgn keadaan yg baik, membawa nama harum utk leluhurnya, ini satu hal yg sebenarnya menjd incaran semua org. Kita akan bisa dikenal sbg keturunan yg membawa nama harum bagi orgtua hingga leluhur kita. Di dlm silsilah Yesus, nama Daud selalu jadi nama yg disinggung. Karenanya, didiklah anak-anak kita bukan hanya pengetahuan atau ilmu saja, tp didiklah moralitas serta takut akan Tuhan, seimbang antara yang hal sekuler dan kerohaniannya.
Status kaya bs berganti, tetapi karakter yg baik dan berkualitas, sulit utk diubah jika org yg memilikinya selalu hidup dlm takut akan Tuhan.