Israel, Anak-Ku Yang Sulung

DI 20072024

Keluaran 4:22
Maka engkau harus berkata kepada Firaun: Beginilah firman TUHAN: Israel ialah anak-Ku, anak-Ku yang sulung;

Kalau seseorang dikatakan sbg anak sulung maka dipastikan ada anak lainnya yang lahir kemudian, hingga akhirnya sampai pd anak yg bungsu.

Tentu apa yg Tuhan firmankan itu sesuatu yg benar dan tak perlu diragukan, maka dlm perkataan di ayat yg kita baca, Israel adalah anak sulung Tuhan. Lalu kemudian siapa yg jadi anak-anak berikutnya? Dapatkah hal ini diartikan bhw bangsa-bangsa lain jg adalah anak-anak Tuhan? Kita pasti sering dengar khotbah ttg anak yg hilang dlm Lukas 15 yg di dalamnya ada 2 org anak, yg sulung dan yg bungsu. Banyak khotbah mengartikan 2 org anak ini sbg anak-anak yg umum ada di dlm sebuah keluarga utk menggambarkan betapa seorg bapa tetap mengasihi anak yg telah berdosa terhadapnya. Tapi bagaimana jika kita menempatkan bangsa Israel dalam posisi sbg anak sulung dlm perumpamaan ini? Bukankah perumpamaan ini Yesus beri di tengah-tengah pengajaran-Nya di Israel? Maka bs dipahami kalau bangsa Israel yang jg memakai 5 kitab Musa, perkataan di dlm ayat ini jg mereka kenal: Israel adalah anak sulung Tuhan. Bukankah ini lebih mudah utk mereka memahami perumpamaan itu?

Kalau bangsa Israel adalah anak sulung, jd siapakah anak bungsu? Pemahamannya ini sangat sederhana, kedua anak tinggal dlm rumah bapanya, kalau perumpamaan yang Yesus sampaikan ini bertujuan menjelaskan ttg kasih Tuhan, rumah bapa bs mudah utk diartikan sbg tempat di mana Bapa ada: di surga. Maka siapa yg bisa tinggal bersama dgn Bapa di surga? Mereka yg diselamatkan oleh pengorbanan Kristus dan hidup kudus sepanjang hidupnya. Keselamatan datang dr bangsa Israel (Yohanes 4:22). Pertama yg mengalami keselamatan atau yg sulung adalah bangsa Israel, sesuai dgn urutan yg Yesus katakan sendiri sebelum terangkat ke surga: menjadi saksi di Yerusalem, Yudea, Samaria lalu sampai ujung bumi. Bangsa yg non Yahudi atau bukan Israel, jg menerima keselamatan yang Tuhan sediakan, spt anak bungsu yg lahir kemudian, inilah gambaran ttg bangsa-bangsa non Yahudi yg diberikan jg keselamatan oleh Tuhan.

Bersyukurlah jika kita turut diselamatkan & bs tinggal dlm kekekalan bersama Bapa di surga, jgn sia-siakan anugrah keselamatan yg Tuhan berikan pd kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Israel, Anak-Ku Yang Sulung

Terlalu Banyak Alasan

DI 19072024

Keluaran 4:13-14 (TB)
Tetapi Musa berkata: “Ah, Tuhan, utuslah kiranya siapa saja yang patut Kauutus.”
Maka bangkitlah murka TUHAN terhadap Musa dan Ia berfirman: “Bukankah di situ Harun, orang Lewi itu, kakakmu? Aku tahu, bahwa ia pandai bicara; lagipula ia telah berangkat menjumpai engkau, dan apabila ia melihat engkau, ia akan bersukacita dalam hatinya.

Panggilan Tuhan utk sebuah tugas khusus terkadang dipandang sbg sebuah beban yg sangat berat, berbagai alasan dibuat-buat supaya Tuhan mau memilih org lain saja utk melakukannya.

Musa bbrpa kali mengajukan alasan dengan tujuan supaya dirinya batal dipilih dan orang lain saja yg mengerjakannya, dan ini sangat membuat Tuhan murka. Tentu pilihan Tuhan yg jatuh pd Musa sudah sangat tepat, tetapi Musa tanpa sadar menyinggung kedaulatan Tuhan, pertama, dia meragukan pilihan yang jatuh pada dirinya, berarti menyangsikan yg jadi pikiran Tuhan, Tuhan salah memilih org, kedua, Musa berani berdebat dengan Tuhan dan menyarankan sesuatu yg membela diri sendiri, kurang berhikmatkah Tuhan sampai harus diberi saran oleh seorg manusia? Jadi wajar bila Tuhan murka dan menghentikan perdebatan itu dgn mengutus jg Harun, utk menolong Musa melakukan tugas itu. Dari hal ini kita belajar bhw ketika Tuhan memilih seseorg utk sebuah tugas tertentu, pilihan itu sudah pasti tepat, tidak perlu disanggah atau diragukan lagi, apalagi kalau yg dipilih adalah diri kita.

Pilihan Tuhan pasti tepat, tp ada faktor dari manusianya yg perlu kita perhatikan. Awal tugas Musa seharusnya membawa bangsa Israel masuk ke tanah Kanaan, tp realita yg terjadi adalah Musa hanya dibolehkan utk menghantar bangsa Israel sampai di sungai Yordan saja, lalu tugasnya dilanjutkan oleh Yosua. Suatu peristiwa membuat Musa tdk diizinkan Tuhan masuk tanah Kanaan. Satu contoh lagi adalah Saul, raja pertama orang Israel, dia org pilihan Tuhan, tetapi dia jatuh dlm berbagai dosa dan banyak melanggar apa yg Tuhan perintahkan kepadanya, akhir dr hidupnya sangat mengenaskan dan Daud dipilih Tuhan utk menggantikan dia. Faktor manusia jg menentukan apakah tujuan dari panggilan Tuhan itu terpenuhi atau tdk, jadi benar pilihan Tuhan atas seseorg itu sangat tepat, tetapi org yg menjalankan panggilan itulah yg menjadikan terpenuhinya seluruh panggilan itu atau hanya sebagian saja.

Apakah ada panggilan Tuhan yg khusus utk kita dan kita masih mempertimbangkannya dan mungkin ragu? Jgn membuat Tuhan jd murka karena sikap kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Terlalu Banyak Alasan

Terserah Tuhan Soal Waktunya

DI 18072024

Keluaran 7:7
Adapun Musa delapan puluh tahun umurnya dan Harun delapan puluh tiga tahun, ketika mereka berbicara kepada Firaun.

Musa mendapat penugasan Tuhan pd saat dia berumur 80 tahun, kenapa bukan waktu berusia jauh lebih muda? Pasti ada hikmat dan pertimbangan Tuhan mengenai hal ini.

Utk mempersiapkan diri seseorg utk tugas yang khusus, Tuhan butuh mempersiapkan org itu dan memperlengkapinya dg berbagai keahlian dan kualitas yg diperlukan sesuai dgn tugas atau panggilan yg Dia khususkan bagi seseorg. Musa perlu diperlengkapi dgn berbagai macam ilmu pengetahuan, hal ini Tuhan atur ketika sewaktu bayi, Musa saat itu diasuh oleh putri Firaun dan masuk dlm istana (Keluaran 2:1-10). Selama hidupnya hingga usia 80 tahun, pasti banyak hal yang dialami Musa sbg proses pembentukan dari Tuhan dan di usia 80 tahun itu, barulah dia mulai melaksanakan tugas yang Tuhan beri dan ternyata menghabiskan waktu 40 tahun hingga akhirnya tiba di sungai Yordan, tapi ternyata Musa tdk diizinkan Tuhan utk bisa membawa bangsa Israel menyeberangi dan memimpin masuk ke Tanah Perjanjian, kita tahu akhirnya Yosua yg dipilih Tuhan menjd penerus Musa.

Ada yg Tuhan pakai sejak usia Muda, ini bs kita lihat ketika Tuhan menyuruh Samuel di zaman raja Saul utk mengurapi Daud menjd raja berikutnya, saat itu Daud diperkirakan berumur maksimal 17 tahun. Apakah dapat langsung menjadi raja menggantikan Saul? Ada persiapan yg Tuhan perlu lakukan saat itu hingga baru saat dia berumur 40 tahun, dia baru menduduki posisi raja atas seluruh Israel (2 Samuel 5:4). Masalah waktu, hal ini sepenuhnya kedaulatan Tuhan, apakah ada yg dipanggil Tuhan utk melayani satu tugas atau panggilan tertentu di usia muda atau di usia yg tdk muda lagi. Musa dan Daud bisa menjd contoh utk kita memahami ttg waktu Tuhan mempersiapkan seseorg. Bagian yg perlu kita rutin lakukan adalah selalu punya kerinduan meng-update kualitas diri sendiri supaya saat penggilan pelayanan dr Tuhan itu tiba, kita punya dasar utk berkembang & siap menerima tugas dr Tuhan.

Jangan iri jika ada org yg lebih muda lebih dahulu menerima panggilan pelayanan dari Tuhan, masalah waktunya kapan bagi kita, itu kedaulatan Tuhan sepenuhnya.

Posted in Renungan | Comments Off on Terserah Tuhan Soal Waktunya

Sama Dengan Berzinah

DI 17072024

Hosea 3:1 ILT3
Berfirmanlah YAHWEH kepadaku, “Pergilah, kasihilah lagi wanita yang dicintai oleh banyak teman dan yang gemar bersundal, seperti kasih YAHWEH terhadap bani Israel, meski mereka berpaling kepada ilah-ilah lain dan menyukai kue kismis dari anggur.”

Dlm jenjang prioritas hidup kita, Tuhan ada di prioritas utamakah atau bukan? Adakah yang lebih menarik atau menakutkan selain drpd Tuhan di dlm hidup kita?

Org yg tdk takut pd Tuhan akan berani untuk tdk mengutamakan Tuhan dan melawan yg Dia perintahkan. Berani melanggar biasanya karena berpikir bahwa suatu larangan itu bs boleh ditaati atau tdk, merasa diri hebat dan tdk akan ada yg berani menindaknya. Orang yg tdk takut akan Tuhan akan menganggap ‘sepi’ semua perintah Tuhan, baik yg ada dlm Alkitab maupun suara Tuhan lewat hati kecil atau nuraninya. Firman Tuhan dianggap sbg suatu yg tdk berharga, Tuhan dianggap tdk akan bertindak apa-apa, dan inilah pola pikir org yg mencintai dirinya sendiri. Sesuatu yg dianggap melebihi Tuhan dan dikasihi, sama dgn sebuah berhala yg disembah. Dlm ayat yg kita baca, bangsa Israel seringkali tidak lagi menyembah Tuhan, berpaling pd banyak berhala yg disembah oleh bangsa-bangsa yg tdk mengenal Tuhan. Penyembahan berhala disamakan dgn perbuatan zinah, orang yang melakukannya disamakan spt seorg wanita sundal.

Kalau bangsa Israel sering menyembah para berhala, kenapa Tuhan mengasihi mereka? Tuhan itu kasih, kasih yg ada pada Tuhan itu tak terbatas, tp bukan berarti manusia boleh mempermainkan kasih Tuhan. Dalam batas tertentu, kasih Tuhan bs berwujud hukuman yabg sangat menakutkan, tujuannya supaya setelah dihukum dan mengalami yg sangat buruk, ada timbul pertobatan, kembali pada Tuhan. Tuhan tetap menantikan pertobatan, tergantung manusianya, apakah meresponi niat pertobatan itu atau tdk. Perumpamaan ttg anak yg hilang (Lukas 15), adalah satu gambaran ttg Bapa yang selalu mengasihi & menantikan pertobatan, kembali ‘pulang’ dan berkumpul bersama lagi. Yesus datang ke dunia utk menebus dosa, memberikan suatu solusi ttg dosa supaya manusia bs kembali berdamai dgn Tuhan dan menikmati hidup yg damai dan berkelimpahan. Semuanya ini Tuhan sediakan, tetapi bergantung pd yang menjd respon kita, mau bertobat atau tidak.

Apakah kita sedang ‘berzinah’ dg mengasihi sesuatu lebih drpd Tuhan? Apakah ada yang lebih kita takuti drpd Tuhan? Bertobatlah dan kembali pd Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Sama Dengan Berzinah

Apa Tidak Salah?

DI 16072024

Hakim-hakim 14:2, 4
Ia pulang dan memberitahukan kepada ayahnya dan ibunya: “Di Timna aku melihat seorang gadis Filistin. Tolong, ambillah dia menjadi isteriku.”
Tetapi ayahnya dan ibunya tidak tahu bahwa hal itu dari pada TUHAN asalnya: sebab memang Simson harus mencari gara-gara terhadap orang Filistin. Karena pada masa itu orang Filistin menguasai orang Israel.

Rencana Tuhan memang sulit utk dipahami secara logika, bukan saja tak masuk logika akal sehat, tetapi juga sepertinya hal itu dgn sengaja melawan peraturan yg ada. Dlm hal mengambil seorg perempuan utk dijadikan istri, aturan yg berlaku adalah jangan ambil perempuan di luar dari bangsa Israel karena hal ini: “Mereka mengambil anak-anak perempuan, orang-orang itu menjadi isteri mereka dan memberikan anak-anak perempuan mereka kepada anak-anak lelaki orang-orang itu, serta beribadah kepada allah orang-orang itu” (Hakim-Hakim 3:6). Kita jg bs melihat contoh yaitu raja Salomo yg menikahi banyak perempuan non Israel yang pada akhirnya jatuh dlm penyembahan berhala, jd inilah yg sebenarnya ingin Tuhan hindarkan terjadi atas bangsa Israel, supaya jangan hukuman Tuhan dijatuhkan & nasib bangsa Israel akan mengenaskan. Dilarang Tuhan berarti hal itu sangat berbahaya.

Tapi dr ayat ini, kita membaca bhw kemauan Simson menikahi wanita Filistin ini justru hal itu dari Tuhan. Bgmna kita bs memahaminya dgn benar? Contoh lain adalah ketika Hosea diperintah Tuhan utk menikahi seorg wanita sundal (Hosea 1:2). Semua yg Tuhan izinkan dilakukan walau itu bertentangan dg hukum yg sebelumnya Dia tetapkan, pasti ada satu tujuan yg Dia ingin sampaikan atau ingin Dia perbuat melalui hal itu. Masalahnya bgmna bs tahu bhw sesuatu yang diperintahkan itu memang dari Tuhan? Butuh bnyk konfirmasi dan peneguhan dr pihak Tuhan sendiri yang hrs kita terima, karena orang lain biasanya akan melarang kita melakukannya. Mungkin diri kita sendiri jg bergumul dgn hal itu dan ragu kalau itu memang dr Tuhan. Ketaatan menjd penentu bagi kita untuk memutuskan apakah melakukannya atau tidak sekalipun itu sesuatu yg tdk lazim. Ketika kita taat, yg akan terlihat adalah kemuliaan Tuhan terjadi dan membawa keuntungan bagi kita.

Jgn cepat bertindak tetapi jg jgn terlambat utk melakukannya, waktu Tuhan itu terbaik dan tepat bagi kita, taat saja dan semuanya akan nampak jelas maksud Tuhan melalui hal itu.

Posted in Renungan | Comments Off on Apa Tidak Salah?

Bermain-Main Dengan Dosa

DI 15072024

Hakim-hakim 16:1
Pada suatu kali, ketika Simson pergi ke Gaza, dilihatnya di sana seorang perempuan sundal, lalu menghampiri dia

Simson sebenarnya seorg nazir yaitu orang yg ditentukan Tuhan utk melakukan fungsi tertentu sejak masih dlm kandungan, namun kemudian dia bnyk melakukan pelanggaran dan dosa tanpa merasa bersalah.

Awalnya memang terlihat tdk terjadi apapun yg membuat Simson kehilangan ‘kesaktian’ yg diberikan Tuhan padanya, namun setelah kita mengetahui akhir hidupnya, kita sangat
terkejut karena seorg yg Tuhan tetapkan utk menjd penyelamat bangsanya malah menjd seseorg yabg tragis nasibnya. Semua karena dia bermain-main dgn dosa, terutama zinah dgn banyak wanita. Kejatuhan para pria, jika kita pelajari, banyak disebabkan oleh faktor wanita yg ada dlm hidupnya. Hasrat seksual yg tak terkendali, keharmonisan rmh tangga yg rusak serta godaan dari kaum wanita yg begitu kuat, bisa membuat pertahanan iman para pria menjd goyah. Akibat dr dosa zinah memang tdk selalu cepat muncul, sehingga banyak yang terus menerus mengulangnya, barulah suatu saat Tuhan menunjukkan apa yg harus kita tanggung setelah hidup dalam dosa sekian lama, pastinya adalah binasa & kemalangan trs menghantui hidup kita.

Di mulut berjanji pd Tuhan: mau hidup kudus dan taat pd firman Tuhan, tapi tetap bermain dgn dosa, ini realita dr banyak org Kristen yg ada di sekitar kita. Pikiran bhw dosa itu tidak merusak hidup, hrs dibuang dan kembali pd kebenaran yg sesungguhnya, dosa memberi kesenangan tapi kemudian ‘menagih’ berkali lipat dr hidup kita, mulai dari mencuri semua kesehatan tubuh jasmani kita hingga kita JD kehilangan keselamatan kekal. Secara tegas kita hrs tentukan, mau masuk surga ataukah masuk neraka? Jgn bermain-main dgn dosa dan mempermainkan kasih karunia Tuhan, ada batas kesabaran Tuhan menunggu kita utk bertobat, jika waktu kesabaran Tuhan itu sudah habis, maka hukuman-Nyalah yg akan kita alami, pembelaan Tuhan tidak tersedia lagi dan nasib hidup kita berakhir dgn sangat tragis, harusnya hidup kita terhormat, mulia dan berharga, namun berubah menjadi suatu kehinaan yg mengenaskan.

Bgmna dgn hidup kita? Sudahkah kita hidup meninggalkan dosa? Tak ada tempat antara surga dan neraka, pilihlah salah satunya dan arahkan langkah kita kepada surga.

Posted in Renungan | Comments Off on Bermain-Main Dengan Dosa

Nabi Palsu

DI 13072024

Yeremia 14:14
Jawab TUHAN kepadaku: “Para nabi itu bernubuat palsu demi nama-Ku! Aku tidak mengutus mereka, tidak memerintahkan mereka dan tidak berfirman kepada mereka. Mereka menubuatkan kepadamu penglihatan bohong, ramalan kosong dan tipu rekaan hatinya sendiri.

Nabi palsu sudah ada sejak zaman dulu dan akan tetap ada hingga akhir zaman, di kitab Wahyu dijelaskan bhw salah satu musuh org percaya di akhir zaman adalah nabi palsu.

Dlm ayat yg kita renungkan, dijelaskan bbrpa ciri nabi palsu yg perlu kita ketahui. Di dalam praktek masa kini, ada bbrpa hamba Tuhan yang sengaja menggelari dirinya sendiri dgn label ‘nabi’, demi tujuan keuntungan pribadi, berusaha mendapatkan keuntungan berupa materi dan ketenaran dr bernubuat palsu. Ini tentu perlu kita waspadai, jgn sampai jemaat Tuhan terperdaya oleh tipu daya mereka. Dr ayat di atas, ciri pertama nabi palsu adalah Tuhan tdk mengutus mereka utk bernubuat, jadi mereka bernubuat bukan karena Tuhan menyuruhnya. Nubuatan berisi firman Tuhan mengenai masa depan, apa yg nanti terjadi oleh karena kehendak Tuhan. Nubuatan tdk berbicara masa lalu, ini yg perlu dimengerti oleh setiap kita. Kemudian, nubuatan nabi palsu bukan karena perintah Tuhan, jadi tdk ada firman Tuhan di dalamnya, isinya justru mirip dgn ramalan, tersamarkan dgn istilah supranatural.

Karena bukan diutus dan diperintah Tuhan, isi nubuatan mereka adalah penglihatan yg bohong, tdk melihat apa-apa tapi mengaku melihat penglihatan dr Tuhan. Isi nubuatan hanyalah buatan pikiran dan hatinya sendiri, sehingga nubuatannya tdk pernah menjadi 1 kenyataan. Praktek nubuatan palsu ini tentu berdampak buruk pd jemaat yg jadi korban kebohongan mereka, jemaat menjd anti dgn hal yg berbau supranatural dan lebih percaya dgn segala hal yg masuk logika saja. Dalam prakteknya masa kini, fungsi kenabian tetap ada di sebagian kalangan, misalnya pendoa syafaat, walaupun mereka bukan nabi, tetapi Tuhan bicara pd mereka ttg penglihatan dan terkadang menerima pesan Tuhan. Gembala jemaat juga menjalani fungsi kenabian, dan jg org-org tertentu yg Tuhan pilih utk menjd perpanjangan lidah Tuhan. Intinya kita harus waspada terhadap para nabi palsu yg masih ada hingga zaman ini.

Penasaran dgn nasib masa depan? Berdoa pd Tuhan, kalau memang Dia kehendaki, Dia akan utus org utk menyampaikan pesan dan firman yg memang diperuntukkan bagi kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Nabi Palsu

Manusia Baru

DI 12072024

Efesus 4:22-24
yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan,
supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu,
dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.

Manusia baru, apanya yg baru? Ini sesuatu yg banyak orang hindari utk membahasnya karena memang bukan sesuatu yang mudah dipahami apalagi tidak tahu pasti apakah ia sudah ‘mengenakannya’?

‘Manusia lama’, sederhana kita maknai sbg manusia yg hidup dlm penghambatan dosa, karakter yg buruk serta kehidupannya tanpa kepastian ttg keselamatan setelah kematian. Kita tentu pernah mendengar kesaksian knp seseorg memilih Tuhan Yesus sebagai Juru Selamatnya, alasannya adalah karena dalam Yesus ada kepastian ttg keselamatan kekal. Manusia lama itu hrs ditanggalkan, seperti kita mengganti pakaian utk menutupi tubuh kita yg telanjang, keadaan telanjang di dpn umum adalah sesuatu yg memalukan! Jadi harus ditanggalkan manusia lama dan lalu mengenakan manusia baru. Tentu kalimat yg rasul Paulus pakai dlm kalimat ini sangat sulit utk dipahami. Jadi mengapa digunakan kata menanggalkan dan mengenakan? Hal ini ada kaitannya dgn kejadian saat Adam & Hawa menyadari bhw diri mereka telanjang setelah berdosa dgn melanggar perintah yg Tuhan berikan.

Manusia ‘telanjang’ berarti kehilangan apa yg disebut kemuliaan: “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah” (Roma 3:23). Karena itulah Tuhan menyediakan ‘manusia baru’ yg Tuhan ciptakan sendiri, diciptakan dlm kebenaran & kekudusan yg benar. Seperti sebuah pakaian yg perlu proses perencanaan dulu, di-design lalu dibuat, maka manusia baru yg nantinya setiap kita bisa kenakan juga ada proses utk pembuatannya, di dlm kebenaran yaitu perlu pengenalan akan Tuhan lewat firman Tuhan yg tertulis maupun hubungan pribadi dengan Tuhan setiap hari, dan di dlm kekudusan yg sebenarnya, yaitu hidup khusus utk Tuhan & terpisah dari kehidupan yg duniawi sifatnya. Bukan berarti hidup ekslusif tanpa bergaul dgn org lain tetapi hidup seturut dgn firman Tuhan dan tdk dicemari dgn semua hal yang duniawi sifatnya.

Apakah manusia baru kita sudah ‘jadi’? Hal ini bergantung seberapa komitmen kita utk hidup benar di hadapan Tuhan, terpisah dari semua yg duniawi dan menanggalkan yang lama.

Posted in Renungan | Comments Off on Manusia Baru

Tidak Terombang Ambing

DI 11072024

Efesus 4:14 ILT3
sehingga kita tidak lagi menjadi kanak-kanak yang diombang-ambingkan dan terbawa oleh pelbagai angin pengajaran, dalam tipu daya manusia, dalam kelicikan, dengan cara penyesatan.

Rasul Paulus menasehati jemaat Efesus ttg berbagai banyak doktrin atau pengajaran yg digambarkan spt angin, angin yg membuat ombak dahsyat yg bs menelan kapal yg sdg berlayar.

Kedewasaan rohani salah satunya bs terlihat dr kuatnya seseorg memahami mana doktrin pengajaran yg benar, dlm ayat ini dijelaskan bhw org yg masih bingung ttg doktrin mana yg benar itu spt org yg masih kanak-kanak, mudah diperdaya dan dibuat bingung. Angin berbagai pengajaran ini membuat org yang masih kanak-kanak rohani spt kapal yg akan tenggelam oleh ombak besar akibat dilanda badai besar. Disebutkan ada 3 metode yang digunakan oleh angin berbagai pengajaran ini yaitu: pertama, dalam tipu daya manusia, sederhananya begini, sebuah pengajaran yg baru sengaja diciptakan dengan sedikit hal yg sama dgn doktrin yg telah ada, ditambahi dgn logika pikiran manusia dan dimasukkan unsur adat istiadat yg tdk selaras dgn firman Tuhan. Kalau doktrin sblumnya melarang utk melakukan A, maka doktrin baru ini sengaja membolehkan melakukan A dgn alasan bhw hal itu tdk relevan lagi dgn zaman sekarang, dulu dilarang, sekarang boleh karena zaman sudah berubah.

Kedua, dalam kelicikan, sederhananya ialah satu doktrin baru muncul utk membuat kita berdosa pd Tuhan tanpa kita sadari. Contoh yg jelas adalah spt ular memperdaya Hawa di Taman Eden, larangan Tuhan sengaja ada dimanipulasi artinya shga menarik hati, jika logika sdh mengakui hal itu masuk akal, itu menjd sebuah hal yg tdk dilarang lagi. Ingat bhw sesuatu yg masuk akal, bs dimengerti secara logika belum tentu benar utk dibuat & dilakukan. Ketiga, dengan cara penyesatan, ini berarti dipakai sebagian dr firman Tuhan, sebagian lagi tipu daya iblis sehingga orang yg mengakui dan memegang doktrin seperti itu menjd tersesat. Doktrin harusnya ke arah Tuhan, bukan menyenangkan hasrat & nafsu manusia. Terkadang tipis sekali bedanya dg doktrin pengajaran yg benar, terlihat sangat memuliakan manusia yg justru sengaja utk membuat kita menjauh dr Tuhan dan yakin dgn kebenaran versi buatan manusia.

Inilah mengapa pentingnya menjadi dewasa rohani, bukan saja hidup spt Kristus hidup, tetapi memahami mana pengajaran yg benar dan mana yg menyesatkan.

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Terombang Ambing

Memuliakan Tuhan

DI 10072024

Galatia 1:22-24 ILT3
tetapi secara rupa, aku belumlah dikenali oleh gereja-gereja Yudea yang ada di dalam HaMashiakh.
Dan mereka hanya mendengar, “Orang yang dulu menganiaya kita, sekarang memberitakan iman yang dulu berusaha dihancurkannya.”
Maka mereka memuliakan Elohim karena aku.

Mari kita renungkan ayat di atas dan apa yg bs kita peroleh dari kesaksian rasul Paulus ini, beberapa hal dapat kita jadikan teladan yg kita terapkan dlm hidup kita.

Apa yg org ingat ketika nama kita disebut & dibicarakan? Apakah ttg yg positif atau yang negatif? Spt ttg kesaksian rasul Paulus, dari yg negatif berubah ke positif, dulu dia seorg yg menganiaya jemaat Tuhan, tapi berubah menjd pemberita Injil yg luar biasa. Jangan sampai ketika nama kita disebut, yg muncul dlm pikiran org lain adalah yg dulunya amat positif, tetapi sekarang berubah negatif, ini tentu bukan suatu kesaksian hidup yg menjd berkat. Pertahankan reputasi dan nama baik kita ke depannya, waspadalah dlm bertindak dan berkata-kata, setiap saat akan selalu bs terjadi kita ‘tersandung’ dlm perbuatan atau jg ‘terpeleset’ dlm perkataan yg kita ucapkan padahal kita sudah berusaha mengendalikan diri sepenuhnya. Banyak org hanya mengejar menjd viral hingga terkenal tetapi reputasi & nama baiknya justru negatif, yg dikejar cuma bgmna menarik perhatian dan menghasilkan uang dari sana.

Kemudian apakah org yg tahu ttg kita itu pd akhirnya memuliakan Tuhan? Artinya bukan kagum pd apa yg terjd pada hidup kita, tapi mereka merasakan dan mengakui dampak yg timbul dr apa yg kita lakukan dan katakan setiap waktu. Apa yg rasul Paulus buat, hal itu membuat jemaat di gereja-gereja Yudea memuliakan Tuhan. Seringkali org bersaksi tapi menonjolkan kehebatan dirinya sendiri, padahal seharusnya menonjolkan karya-Nya yg terjadi pada ketidak mampuan kekuatan yg dimilikinya. Kesaksian dimanipulasi jadi sebuah promosi diri, ini tentu suatu kelicikan yg dibalut dgn label ‘rohani’. Sudahkah hidup kita membawa suatu keharuman bagi nama Tuhan ataukah justru org lain mencibir karna hidup kita yg buruk kualitasnya? Mgkin kita terbatas dlm kualitas vocal, tapi kesaksian hidup kita yg ‘tidak fals’, itu lebih merdu drpd org yg suaranya bagus tapi kesaksian hidup yg dimilikinya sangat buruk.

Apakah lewat hidup kita, nama Tuhan menjd dimuliakan? Jagalah perbuatan & perkataan kita, jgn sembarangan, kendalikan diri dan jg jangan mengejar hal yg sia-sia.

Posted in Renungan | Comments Off on Memuliakan Tuhan