Boleh Terus Berdosa?

DI 24042014

1 Korintus 15:34
Sadarlah kembali sebaik-baiknya dan jangan berbuat dosa lagi! Ada di antara kamu yang tidak mengenal Allah. Hal ini kukatakan, supaya kamu merasa malu.

Ada anggapan org yg non Kristen bhw orang Kristen boleh terus berbuat dosa karna telah dibayar lunas dosanya oleh penyaliban yang Yesus lakukan. Benarkah demikian?

Dari ayat yang kita baca, jelas disinggung ttg org yg terus menerus berbuat dosa ialah org yg tdk mengenal Tuhan. Org ini hrsnya malu dan bertobat! Jadi tidaklah benar ungkapan yg menyatakan bahwa bebas berbuat dosa karena Yesus sudah menebus dosa-dosa & termasuk dosa yg belum diperbuat. Ajaran spt ini jgn sampai masuk dlm pemikiran org Kristen karena kita tdk boleh trs hidup dalam dosa, apa yg kita tabur akan kita tuai, jangan bermain-main dgn Tuhan! Walaupun orang Kristen memiliki kemerdekaan dari belenggu dosa, bukan berarti selamanya menang atas godaan utk berbuat dosa. Itulah sebabnya di setiap hari yg kita hidupi, koreksi diri, apakah ada dosa yg kita lakukan hari ini? Dosa yang tdk hanya dlm bentuk perbuatan, perkataan dan sikap kita, tp pikiran yg timbul dlm hati kita, yg hanya Tuhan serta diri kita sendiri yg tahu, bisa saja dosa dlm hati inilah yg paling tdk kita sadari.

Kita tdk mengenal Tuhan kalau trs hidup dlm dosa, terus berbuat dosa tanpa merasa hrs minta ampun pd Tuhan. Dosa sdh dianggap sbg sesuatu yg normal karena banyak orang jg melakukannya dan Tuhanpun seolah-olah diam membiarkannya. Kalau kita mengenal Tuhan dgn benar, kita sadar bhw dosa akan terus jadi penghalang bagi kita utk memiliki hubungan yg intim dgn Tuhan. Jika dibiarkan terus berbuat dosa, kita bs kehilangan yang kekal yaitu keselamatan kita. Benar Tuhan mengasihi org yg berdosa, tapi Tuhan benci terhadap dosa, Dia selalu menunggu orang berdosa utk bertobat, mengeluarkan mereka dari gelap menuju terang-Nya, supaya tidak lagi terus berbuat dosa, tetapi hidup di dlm kekudusan dan kebenaran. Jgn trs berbuat dosa, ingatlah bhw ada akibat yang hrs kita tanggung dr setiap perbuatan kita, dan hal ini dapat merusak masa depan kita, paling parahnya kita bs kehilangan keselamatan yg Tuhan sediakan bagi kita.

Hiduplah dlm kekudusan, trs berusaha untuk mengenal Tuhan dgn benar, miliki takut akan Tuhan dlm hidup kita, jangan hidup dikuasai oleh belenggu dosa lagi.

Posted in Renungan | Comments Off on Boleh Terus Berdosa?

Pengaruh Musik

DI 23042024

2 Raja-Raja 3:15 ILT3
Maka sekarang, jemputlah seorang pemetik harpa bagiku.” Maka terjadilah, pada waktu pemetik harpa itu memainkannya, tangan YAHWEH menguasainya.

Harpa atau kecapi memang punya cerita yg menakjubkan dlm Alkitab, setidaknya ada 2 peristiwa yg menggambarkan pengaruh dari musik yg dimainkan terhadap suasana yang ada.

Kisah pertama ada dalam ayat ini, nabi Elisa meminta dicari seorg pemain kecapi sblum dia mulai menyampaikan firman Tuhan utk raja Yosafat. Mengapa perlu seorg pemain kecapi utk bernubuat/menyampaikan firman Tuhan? Agaknya ini hanya dapat dimengerti oleh nabi Elisa sendiri, di saat yang berbeda, dia menyampaikan firman Tuhan tanpa perlu memanggil seorg pemain kecapi. Utk kisah dlm ayat di atas, yg bs kita pelajari ialah bhw memang musik memiliki pengaruh yg tidak bs secara detail dijelaskan secara ilmiah, tp secara spiritual, hal ini bs diterima. Kisah yg kedua adalah saat raja Saul mengalami satu gangguan roh jahat sehingga disarankan utk mencari seorg pemain kecapi, maka Daud yg akhirnya terpilih dan dibawa menghadap. Ini bs kita temukan dlm 1 Samuel 16:23: “Dan setiap kali apabila roh yang dari pada Allah itu hinggap pada Saul, maka Daud mengambil kecapi dan memainkannya; Saul merasa lega dan nyaman, dan roh yang jahat itu undur dari padanya.”

Di zaman inipun peranan musik sangat bisa terlihat saat ibadah berlangsung, puji-pujian atau ‘praise and worship’ menjd bagian yang utama dr liturgi sebuah ibadah gereja. Musik juga seringkali mengiringi pengkhotbah saat dia menyampaikan khotbah. Ada jg sekolah khusus pujian penyembahan. Sebagian dari hamba Tuhan jg meminta ada pemain musik saat melakukan pelayanan pelepasan. Jadi musik bukan hanya sekedar sebuah seni, tp sebuah media bagi Tuhan utk ‘mengalirkan kuasa-Nya’. Ada baiknya jg kita bisa bermain alat musik, baik secara profesional ataupun sekedar utk manfaat pribadi, karena ini bisa menolong kita utk bernyanyi lebih baik saat memuji dan menyembah Tuhan setiap hari, saat mezbah keluarga maupun komunitas sel di mana kita ada. Tidak ada musik tetap bs bernyanyi, tapi akan lebih baik bernyanyi sambil diiringi musik, memberi yg terbaik utk Tuhan.

Musik yg digunakan utk memuji Tuhan akan punya dampak spiritual, dan banyak hal bisa terjadi saat Tuhan menyatakan kehadiran & kuasa-Nya di tengah-tengah kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Pengaruh Musik

Harta dan Hati

DI 22042024

Matius 6:21
Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.

Yesus mengingatkan kita sbg manusia bhw harta dan hati kita ada di ‘tempat/wilayah’ yg dekat atau bahkan sama, apa maksud Yesus mengatakan hal ini?

3 hal yg iblis cobakan terhadap Yesus ketika Dia selesai berpuasa 40 hari 40 malam saat berada di padang gurun, yaitu ttg rasa lapar (makanan), ttg iman kita pd Tuhan dan juga ttg harta serta kemuliaan duniawi. 3 hal ini menjd hal yg sangat berkaitan dengan hidup jasmani manusia. Dlm ayat yg kita baca, hal ketiga yg disinggung oleh Yesus yaitu harta, dan dikaitkan dgn hati. Kenapa hati? Bukan pikiran ataupun panca indera? Karena hati itu tidak turut mati ketika tubuh jasmani kita mati. Jadi pesan yg ingin Yesus sampaikan adalah karena hati kita itu tdk ikut mati, jadi fokuslah pd apa yg kekal sifatnya. Di ayat yg sebelumnya dr ayat ini, Yesus mengajar bhw ada 2 jenis harta yaitu harta kekayaan dunia dan harta di surga. Kalau kita hanya fokus di harta dunia, maka kita akan mencintai harta dunia, tetapi kalau kita fokus mengumpulkan harta di surga, maka hati kita juga akan cinta pd harta surgawi. Mari kita bedakan antara butuh dan cinta.

Kita yang masih hidup di dunia, masih butuh harta atau uang utk membiayai hidup, uang harus tetap dicari karena kita butuh. Tetapi jgn sampai cinta uang, diperhamba uang, tp hrs bs mengendalikan uang itu. Contoh yang sederhana, suami istri setelah menjalani rmh tangga sekian tahun pasti ada kebiasaan yg berubah mengikuti kebiasaan pasangannya. Jd org yg cinta uang pasti uang itu berhasil melakukan perubahan pd sifatnya, karakter bahkan kebiasannya. Dulu mudah bersyukur dgn harta yg secukupnya, setelah pny harta banyak, rasa cukupnya berubah jadi serakah dan tamak. Jadi mudah utk mengkoreksi diri kita apakah cinta uang atau tdk: apakah ada sifat baik, karakter yg baik, berubah ke arah yg negatif? Uang mengubah kepribadian org yg mencintainya, inilah yg harus kita hindari. Jaga hati kita agar tetap cinta Tuhan di atas segalanya walaupun kita butuh banyak hal di dlm dunia ini.

Sudahlah kita mengumpulkan harta di surga atau kita hanya mengumpulkan harta dunia? Carilah yg utama, yg kekal sifatnya, yg akan dapat kita miliki dlm kekekalan nanti.

Posted in Renungan | Comments Off on Harta dan Hati

Kenapa Jadi Lama Waktunya?

DI 20042024

Bilangan 32:10-11, 13
Maka bangkitlah murka TUHAN pada waktu itu dan Ia bersumpah:
Bahwasanya orang-orang yang telah berjalan dari Mesir, yang berumur dua puluh tahun ke atas, tidak akan melihat negeri yang Kujanjikan dengan bersumpah kepada Abraham, Ishak dan Yakub, oleh karena mereka tidak mengikut Aku dengan sepenuh hatinya,
Sebab itu bangkitlah murka TUHAN kepada orang Israel, sehingga Ia membuat mereka mengembara di padang gurun empat puluh tahun lamanya, sampai habis mati segenap angkatan yang telah berbuat jahat di mata TUHAN.

Jarak antara keluar dari Mesir menuju tanah perjanjian yaitu daerah Kanaan sebenarnya bs ditempuh hanya belasan hari saja, tetapi akhirnya Tuhan buat perjalanan itu menjadi 40 tahun!

Belasan hari berubah jadi 40 tahun, karena apa? Dari ayat yg kita baca, penyebabnya itu adalah karena Tuhan murka, perbuatan dan sikap bangsa Israel selama perjalanan, telah membuat kemarahan Tuhan bangkit. Akibat yg terjd adalah org-org Israel yg keluar dari Mesir, yg berusia 20 tahun ke atas, tdk dapat masuk tanah perjanjian, bahkan sampai mati karena mereka didapati jahat di mata Tuhan. Walaupun ada alasan lainnya bs kita lihat di bagian kitab yg lain, namun perenungan kita hari ini didasari oleh ayat di atas. Proses yg harusnya tdk perlu lama, karena salah dalam sikap dan bersungut-sungut, Tuhan buat hal itu menjd lebih lama, panjang, dan rumit. Inti dari ayat ini adalah pelajaran buat kita untuk jangan menjd jahat di mata Tuhan sehingga membangkitkan murka-Nya, dan kita gagal utk menikmati apa yg seharusnya kita terima dr Tuhan. Berhati-hatilah dlm berpikir, dalam bersikap bahkan berucap dlm hati.

Apakah kita merasa terlalu lama dlm situasi yg tdk kita inginkan? Seringkali kita memberi label situasi ini sbg proses dr Tuhan, supaya kedengarannya rohani, pdhal mgkin situasi ini terjd karena kita berbuat jahat pd Tuhan di masa lalu. Kita merasa sudah benar, tidak melakukan hal yg jahat di mata Tuhan, tapi bagi Tuhan itu jelas suatu masalah. Dgn tdk percaya bhw Tuhan pasti menyediakan yang terbaik untuk kita, itu sudah cukup membuat murka Tuhan bangkit, tdk yakin bhw Tuhan itu baik walaupun situasi yabg terjadi sangat tdk kita harapkan sama sekali. Kalau benar situasi yg kita hadapi ini adalah proses dari Tuhan, pasti ada masa akhirnya, tapi kalau situasi yang kita hadapi adalah wujud murka Tuhan, biasanya jangka waktunya panjang & pertolongan Tuhan tdk akan Dia berikan. Yg hrs kita lakukan adalah koreksi diri dan juga bertobat dr kesalahan kita. Jgn kita terlalu yakin merasa tdk berbuat dosa, karena yang ada dlm hati kita, Tuhan tahu semuanya.

Jangan lakukan apapun yg membangkitkan murka Tuhan atas hidup kita, sangat buruk situasi yg akan kita alami nantinya, bertobat dan kembali pd jalur yg Tuhan tetapkan bagi setiap kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Kenapa Jadi Lama Waktunya?

Jangan Mengasihi Dunia

DI 19042024

1 Yohanes 2:15
Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu.

Kita masih hidup di dunia, tapi ayat yang kita renungkan mengajar kita utk tdk mengasihi dunia dan apa yg ada di dalamnya. Jadi apa sebenarnya maksud dr ayat ini?

Melihat keseluruhan ayat ini, kita temukan 2 pihak yg diperbandingkan yaitu: dunia dan Bapa, dari sinilah kita bs memandang bahwa yg dimaksudkan adalah bhw kasih kita harus tertuju pd Bapa, bukan pd dunia. Bapa tentu ada di surga, jadi di sini kita diarahkan untuk mengutamakan kehidupan di surga nantinya drpd kehidupan di dunia ini. Ungkapan klasik yg kita sering dengar misalnya: kita memang perlu uang, tp jgn cinta uang, jgn jadi hamba uang. Ini memang ada dasar ayatnya: “Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Ini pun sia-sia” (Pengkhotbah 5:10). Kenapa menjd sia-sia? Karena semua manusia suatu saat pasti akan mati, meninggalkan dunia ini dan tdk bs membawa harta apapun setelahnya. Yg bisa kita bawa adalah semua perbuatan yg kita lakukan sepanjang hidup di dunia.

Dunia dlm konteks ayat ini bukanlah dunia sbg tempat kita hidup, tetapi gambaran dari semua yg bersifat fana, yg dikuasai nafsu & kedagingan manusia. Mengasihi dunia bisa mengakibatkan kita tdk peduli akan apa yg nantinya terjd setelah kita meninggal, tidak peduli dgn kasih dan mengutamakan hormat utk diri sendiri dgn berupaya memiliki harta dan kekuasaan yg besar. Sbg org Kristen, yg jadi contoh adalah kehidupan Yesus selama ada di dunia ini. Yesus pernah dicobai iblis dgn menawarkan semua kemegahan dunia, dan Yesus menolaknya. Mengasihi isi dunia ini seringkali membuat seseorg menyembah iblis dan kehilangan keselamatan kekal yang awalnya akan menjadi miliknya. Mengasihi dunia membuat kita menjauh dr Tuhan dan selalu memikirkan kenikmatan hidup tanpa menyadari bhw semua itu fana semata. Jadi apakah kita mengasihi Bapa atau dunia?

Hidup di dunia hanya sementara, kita masih membutuhkan apa yg fana, tapi firman yang kita renungkan mengingatkan kita utk tidak mengasihi dunia beserta segala yang ada di dalamnya.

Posted in Renungan | Comments Off on Jangan Mengasihi Dunia

Mengalahkan Yang Jahat

DI 18042024

1 Yohanes 2:14
Aku menulis kepada kamu, hai anak-anak, karena kamu mengenal Bapa. Aku menulis kepada kamu, hai bapa-bapa, karena kamu mengenal Dia, yang ada dari mulanya. Aku menulis kepada kamu, hai orang-orang muda, karena kamu kuat dan firman Allah diam di dalam kamu dan kamu telah mengalahkan yang jahat.

Bagaimana cara kita menang melawan rasa ingin berbuat dosa, melawan godaan dr luar yg ingin menggoyahkan iman kita? Dari ayat di atas, ada 3 hal yg perlu kita lakukan.

Pertama, kita hrs mengenal Bapa dgn benar. Pemahaman ttg Bapa, Yesus dan Roh Kudus perlu dipahami dgn benar, karena Tuhan yg kita sembah itu esa, tetapi ada 3 pribadi yg ditunjukkan-Nya pd kita. Walaupun banyak teori yang berusaha menggambarkan ketiga pribadi ini sebagai kesatuan, tetapi yang bs dgn mudah kita lakukan ialah menerima hal ini sbg bagian dr iman kita. Banyak doktrin yg ada ttg ketri-tunggalan Tuhan, namun jgn sampai kita tidak mengimani bahwa Tuhan itu esa adanya. Dlm kitab-kitab Injil, banyak pengajaran Yesus yg menjelaskan ttg pribadi Bapa, jd memang kita butuh terus belajar utk semakin mengenal Bapa hari demi hari. Lalu yg kedua adalah mengenal Yesus yg sudah ada sejak dari mula. Jgn dibingungkan dgn munculnya kisah kehidupan dari tokoh lain yg menyerupai kehidupan Yesus di dunia ini, karena itulah penting bagi kita mengenal & tahu ttg sejarah kehidupan Yesus di dunia.

Bukan hanya mengenal ttg sejarah hidup dr Yesus saja, tetapi perlu mengenal Dia dalam hal pengajaran dan kepribadian-Nya selama hidup melayani di dunia ini. Ketiga, hrs kuat karena firman Tuhan ada di dlm kita, bukan saja membaca atau mendengar, tetapi bisa memahami dan mempraktekkannya dengan benar sehingga kita mampu mengalahkan yg jahat walaupun kita masih hidup di dalam tubuh yg fana ini. Harus kuat supaya punya kemampuan utk melawan, menjd kuat karna firman Tuhan ada di dlm kita. Kita jgn hanya menjd pakar Alkitab dan berdebat, tapi yang lebih utama adalah bagaimana kuasa firman itu bekerja dlm diri kita sehingga mampu utk menang melawan yg jahat. Kalau kita lemah maka kita yg dikuasai dosa, itu karna firman Tuhan dlm diri kita hanya sekedar hafalan tp tdk dimengerti dgn benar. Mulailah utk setia membaca dan merenungkan firman Tuhan setiap hari serta melakukannya dgn benar.

Kita bs menang melawan yg jahat kalau kita kuat dan mengenal Tuhan dgn benar, walau kekuatan fisik kita mungkin terbatas, tapi roh kita hrs semakin kuat hari demi hari.

Posted in Renungan | Comments Off on Mengalahkan Yang Jahat

Garam Yang Tawar

DI 17042024

Markus 9:50 ILT3
Garam itu berguna, tetapi jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah kamu akan mengasinkannya? Milikilah garam di dalam dirimu, dan berdamailah seorang terhadap yang lain!”

Garam berfungsi utk mengawetkan dan juga sbg bumbu masakan, tapi bgmna prosesnya garam bs menjd tawar? Kita coba melihat ini dari proses pembuatan garam di zaman itu.

Sumber garam di zaman ayat ini diperoleh dr bebatuan garam di daerah pesisir pantai Laut Mati, bebatuan itu lalu dilarutkan dlm air. Kandungan garam di dlm batu tsb perlahan akan larut, kandungan garam di batu itu berkurang dan menyisakan mineral dan zat batuan yang tdk bermanfaat untuk masyarakat. Proses ini yang dimaksud Tuhan Yesus sbg garam yg kehilangan rasa. Batu bekas melarutkan garam tadi tidak lagi bisa digunakan, dan menurut kemungkinan beberapa sejarawan, orang Yahudi memakai batu-batu bekas larutan garam itu membuat jalan setapak. Jika ini benar, maka apa yang Yesus katakan ‘dibuang dan diinjak orang’ itu tepat. Batu garam yg tidak lagi mengandung rasa asin, dibuang utk dibuat jalan setapak yg akan diinjak oleh orang-orang yg berjalan di atasnya. Dari informasi ini, kita bisa sdkit memahami apa yg Yesus ingin sampaikan dg mengambil analogi garam yg kehilangan rasa asinnya.

Pelajaran yg bs kita dapat ialah bhw kita sbg org Kristen diperlengkapi Tuhan utk berbuat baik (2 Timotius 3:17), banyak fungsi orang Kristen yang seharusnya bs dinikmati semua org yg ada di sekitarnya. Sederhananya, jadi berkat yg ‘memberi rasa dan mengawetkan’, artinya membuat lingkungan di mana orang Kristen berada menjd lebih damai, penuh dg kasih yg hangat dan berdampak positif bagi semua org. Ini idealnya, tapi ketika menjalani hidup dan melihat realita yg ada, ‘garam’ yg sblumnya ada dlm diri seseorg, perlahan tapi pasti mulai ‘larut’, larut dalam arus pemikiran dunia yg seringkali bertentangan dgn hukum kasih, membuat seseorg berpikir utk apa trs menjd org baik, jujur, peduli dgn sesama, tapi hidupnya penuh penderitaan, tidak dihargai, dan keadaan lingkungan tetap saja sama spt biasanya. Hal inilah yg perlu kita waspadai & ingatlah ayat ini: Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah (Galatia 6:9).

Masihkah kita memiliki ‘garam’ dlm diri kita? Ataukah kita mulai lelah berfungsi sbg orang Kristen yang seharusnya ‘menggarami’ dunia ini? Koreksi diri kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Garam Yang Tawar

Apa Untungnya Berdebat?

DI 16042024

Titus 3:9-10 ILT3
Namun hindarilah perdebatan yang bodoh, dan silsilah-silsilah, dan pertengkaran, dan perbantahan tentang torat, karena hal-hal itu tidak menguntungkan dan sia-sia.
Tolaklah orang yang menyebabkan perpecahan setelah peringatan yang pertama dan yang kedua,

Berdebat itu sesuatu yg sebenarnya memiliki sisi baiknya, kita ditantang utk mampu untuk menyakinkan org lain bhw apa yg kita yakini itu sesuatu yg benar dan bisa dipercaya.

Kita patut bersyukur kalau di zaman ini bisa memiliki Alkitab dan mempelajarinya secara langsung, kalau zaman dulu mungkin hanya para pemimpin rohani yg memilikinya, tetapi sekarang jemaat bisa jg memilikinya. Di sisi lain timbul masalah, akibat bnyk pertanyaan ketika membaca dan mempelajari isi Alkitab, org berusaha menemukan pembayarannya lewat jalur debat, tetapi dampak buruknya ini sangat merugikan, tidak ada titik temu, maka yg timbul adalah pertengkaran mulut hingga memberi label ‘sesat’ pd pihak lainnya. Dlm ayat ini dinasehati utk menghindari debat & apapun yg bs menimbulkan perpecahan dan penyesatan. Diskusikan apa yg belum dapat kita pahami dgn org yg kompeten di bidang itu, kalau adu argumen dgn orang yg tingkat pemahaman Alkitabnya biasa-biasa saja, yg timbul biasanya perdebatan yg berujung pd pertengkaran yg berakibat perpecahan.

Kedewasaan dalam berdebat yg sehat perlu dimiliki oleh mereka yg ingin mendapatkan pengertian yg lebih mendalam ttg isi Alkitab, kalau ternyata pemahaman kita dibuktikan keliru, ada bagian yg benar tp ada bagian yg salah, seharusnya kita bersyukur ditunjukkan bagian yg salahnya. Tapi banyak org yg sdh ditunjukkan kekeliruannya, tetap tdk mau utk mengakuinya, malah menyerang pribadi org lain, hal ini tentu sangat memalukan. Materi yg hrs didebatkan, bukan kepribadian orang lain. Setelah berdebat, hubungan baik yang telah terjalin baik tetap berlanjut, inilah debat yg sehat, beradu argumen dan fakta tentang materi atau topiknya. Kalau ternyata dinilai perdebatan yg dilakukan itu tdk sehat, maka hindarilah perdebatan yg bodoh, yang sia-sia dan ujungnya menimbulkan perpecahan. Hal ini perlu kita lakukan mengingat yg justru hrs dijaga adalah kesatuan dan hubungan baik.

Kita hrs bisa menentukan apa yg baik untuk diri kita dan org lain, hindari perdebatan jika hanya akan merusak hubungan baik, belajar menjd dewasa ketika kita memilih untuk ada dlm suatu perdebatan.

Posted in Renungan | Comments Off on Apa Untungnya Berdebat?

Jangan Meninggalkan Ibadah

DI 15042024

Ibrani 10:25
Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.

Apakah kita masih setia beribadah di gereja setiap hari Minggu? Ternyata sejak zaman dr kitab Ibrani ditulis, sdh ada sekelompok org yg meninggalkan pertemuan ibadah.

Pertemuan ibadah dlm ayat ini berasal dari bahasa Yunani episunagógé yang punya arti Christian meeting for worship (pertemuan org-org Kristen utk menyembah), berkumpul bersama. Jadi memang ini spt yg kita alami di gereja masa kini, jemaat berkumpul untuk menyembah Tuhan di gereja dlm ibadah yg biasa dilakukan setiap hari Minggu. Pernah suatu tokoh bertanya kenapa orang Kristen sudah beribadah di rumah, beribadah juga di gereja? Agaknya pemaknaan ibadah ini yang berbeda antara Kristen dgn yg lainnya. Yang dimaknai ibadah sbg sebuah kegiatan rohani bagi umat Kristen adalah pertemuan secara bersama-sama, sedangkan kegiatan berdoa atau bersabar teduh lebih dimaknai sebagai hubungan pribadi dgn Tuhan walaupun dlm hal ini sama-sama punya unsur yg sama spt doa, pujian penyembahan dan merenungkan firman Tuhan. Dlm keyakinan lain apapun yg dilakukan sehubungan dgn kewajiban rohani meskipun itu di rumah, dinilai sbg ibadah jg.

Jd yg dimaksud ayat ini adalah ibadah yang dilakukan melibatkan perkumpulan org-org percaya di luar rumah, kalau zaman ini ada di gereja atau tempat persekutuan. Ada juga kantor-kantor yg seminggu sekali membuat ibadah. Jgn tinggalkan ibadah, ini spt orang yg berjalan menjauhi sebuah lokasi. Sudah ada golongan org spt ini di zaman dulu, jadi bukan hal yg baru. Anggapan bhw sdh ada berdoa di rumah, tdk perlu lagi ke gereja, ini jelas anggapan keliru dan menyesatkan. Hal ini timbul dgn berbagai pendapat yang aneh: “Tuhan itu kan ada di mana-mana, apa salah berdoa di rumah saja?” Kita lihat ini: “Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati” (Kisah Para Rasul 2: 46). Jangan kita mengartikan sendiri ayat-ayat Alkitab hanya utk membela argumen kita yg keliru.

Tetap tekun beribadah di gereja, apapun yg sedang kita alami. Di saat kita bersekutu & beribadah, kita bs menyatakan kasih kita pd Tuhan sekaligus menyalurkan kasih kita pd sesama.

Posted in Renungan | Comments Off on Jangan Meninggalkan Ibadah

Bukan Perbuatan Baik Yang Menyelamatkan

DI 13042024

Titus 3:5
pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus,

Titus 3:5 ILT3
bukan atas dasar perbuatan-perbuatan yang ada dalam kebenaran yang telah kita lakukan, melainkan berdasarkan rahmat-Nya, Dia telah menyelamatkan kita melalui permandian kelahiran kembali dan pembaruan Roh Kudus,

Orang yg hidupnya baik pasti masuk surga? Topik ini menjd viral dibahas setelah seorg yg mengaku hamba Tuhan berpendapat bhw org yg tdk percaya Yesus bs selamat masuk surga.

Kalau kita ingin menguji sesuatu apakah itu benar atau salah, tentu hrs diuji dgn apa yg tertulis dlm Alkitab yg kita percayai sebagai firman Tuhan. Ayat di atas menjd penguji utk apa yg dikatakan hamba Tuhan tadi, jelas di situ dituliskan bhw kita selamat bukan karna perbuatan baik kita, tetapi oleh pemandian kelahiran kembali yaitu baptisan air dan juga pembaharuan yg dikerjakan oleh Roh Kudus. Maka hasil pengujiannya terlihat jelas, apa yg dikatakan hamba Tuhan tadi berlawanan dgn firman Tuhan, dia telah salah belajar dan memahami firman Tuhan dgn benar. Di dlm 2 versi terjemahan di atas, kita temukan ada 2 hal yaitu perbuatan baik dan perbuatan yg kita lakukan dlm kebenaran. Perbuatan baik tentu dimiliki semua org, apapun keyakinan yg dianutnya, sedangkan perbuatan di dalam kebenaran, ini berlaku utk org Kristen, karna sudah tahu kebenaran dan melakukannya.

Jadi sudah hidup benar, belum pasti masuk surga? Mari lihat bgmna Tuhan melalui ayat ini melakukan keselamatannya bagi setiap org, termasuk org Kristen. Kita selamat oleh rahmat Tuhan: Tuhan bersedia & berinisiatif memberikan jalan keselamatan bagi setiap org supaya mereka bs selamat karena tidak ada 1 orangpun yg bisa menyelamatkan diri dr hukuman atas dosa-dosa yg dilakukannya selagi hidup dalam dunia ini. Tuhan memberi jalan keselamatan, itulah Yesus yg diutus ke dunia: “Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. (Yohanes 14:6). Tp jika seseorg memilih tdk percaya pd Yesus, maka dia tidak selamat karena berjalan bkn di jalan menuju keselamatan, tdk akan bisa hidup kekal di surga. Jika percaya Yesus, dia harus dibaptis air sbg pemandian kelahiran kembali, dan dlm hidupnya Roh Kudus akan mengerjakan pembaharuan sehingga menjd seorg pribadi yg siap utk menerima apa yg diharapkan yaitu keselamatan kekal.

Ibrani 9:28
demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia.

Posted in Renungan | Comments Off on Bukan Perbuatan Baik Yang Menyelamatkan