Yang Dalam Pikiran

DI 07052024

Pengkhotbah 10:20
Dalam pikiran pun janganlah engkau mengutuki raja, dan dalam kamar tidur janganlah engkau mengutuki orang kaya, karena burung di udara mungkin akan menyampaikan ucapanmu, dan segala yang bersayap dapat menyampaikan apa yang kauucapkan.

Mengalami tekanan dari org yg lebih tinggi levelnya drpd kita? Atau kita iri dengan orang yg lebih kaya drpd kita? Mgkin itu tdk terlihat dr perbuatan, tp hanya dalam pikiran saja.

Membaca ayat ini tentu tetap butuh logika & pengetahuan bahasa yg baik, karena apakah benar burung di udara dan segala yg punya sayap bisa tahu isi pikiran seseorg? Atau jika kita mengucapkan sesuatu, bisakah seekor hewan bersayap mengatakannya pd orang lain? Mungkin kita ingat sebuah kata ‘dinding bertelinga’, itu sebuah kiasan, bukan berarti betul dinding itu punya telinga. Nasehat utk kita melalui ayat ini adalah 2 hal: ada pihak yg persis tahu apa yang ada dlm pikiran kita yaitu Tuhan, lalu ada org-org tertentu yg dgn sengaja mengutip perkataan yg kita ucapkan dan menyebarkannya pd org banyak. Hal ini mgkin lebih mudah dipahami oleh kira yang hidup di zaman teknologi canggih ini, bnyk kasus terjd karena ada org yg dgn sengaja menyebar luaskan konten video di medsos ttg perkataan seseorg yg akhirnya viral dan dinilai negatif oleh netizen. Yg awalnya ingin hanya utk diri sendiri, malah jadi kasus baru yg viral di masyarakat.

Intinya adalah waspadalah dlm berpikir krna Tuhan pasti tahu isi pikiran kita, kemudian jg waspadalah dgn apa yg kita ucapkan, hal itu bs dipakai org lain utk menjatuhkan kita. Jgn mengutuki org sekalipun dlm pikiran kita, ini karena mungkin saja di mata Tuhan, org itu memang pantas utk Tuhan berkati, diberikan otoritas dan kepercayaan, sehingga ini dapat dianggap kita melawan Tuhan. Melihat org lain lebih kaya, sukses, bahagia, jangan kita punya pikiran jahat, seringkali karena ketidak mampuan kita, kita menyalahkan org lain yg hidupnya lebih baik drpd kita. Menutupi yang menjd kelemahan kita dgn mengutuki orang lain adalah satu tindakan pengecut. Jangan sampai kita melakukan hal itu, koreksi diri sendiri itu jauh lebih bermanfaat karena kita bisa menemukan kesalahan kita sendiri dan punya kesempatan utk memperbaikinya. Yg penting adalah jgn lempar kesalahan kita pd org lain.

Jgn mengutuki siapapun karena harusnya yg ada dalam pikiran dan perbuatan kita adalah yg positif dan memberkati, pikiran hrs bersih dan bebas dr niat jahat.

Posted in Renungan | Comments Off on Yang Dalam Pikiran

Ribut Siapa Yang Terbesar

DI 06052024

Lukas 22:24
Terjadilah juga pertengkaran di antara murid-murid Yesus, siapakah yang dapat dianggap terbesar di antara mereka.

Siapa yg lebih hebat? Siapa yg lebih pantas? Siapa yg terbesar? Siapa? Siapa? Mari kita renungkan: untuk apa pertanyaan itu dibuat lalu dibahas?

Yesus mengajar kita utk melayani, bukan utk dilayani, sehingga pertanyaannya harusnya berlawanan: siapa yg dilayani paling banyak dan kurang melayani? Maka kita hrs paham mengenai apa makna pelayan di zaman itu. Yg mudah kita temukan adalah bhw seorg pelayan di zaman itu bekerja di satu rumah yg salah satu tugasnya adalah membasuh kaki dr para tamu tuannya sebelum masuk dlm rumah tuannya: “Dan sambil berpaling kepada perempuan itu, Ia berkata kepada Simon: “Engkau lihat perempuan ini? Aku masuk ke rumahmu, namun engkau tidak memberikan Aku air untuk membasuh kaki-Ku, tetapi dia membasahi kaki-Ku dengan air mata dan menyekanya dengan rambutnya.” (Lukas 7:44). Membasuh kaki tdk mgkin dilakukan sambil berdiri, tapi hrs berlutut di tanah. Merendahkan diri menjadi satu acuan bagi mereka yg memiliki jiwa utk melayani, siap utk tdk dihargai.

Biasanya org yg masuk dlm dunia pelayanan akan merasa lebih ‘rohani’ dibandingkan dgn org lain: “Saya bisa melayani karena dinilai sdh pantas utk melayani, rohani saya lebih baik drpd org lain, yg tdk melayani pasti dia punya kerohanian yg cetek.” Apalagi yg SDH pelayanan bertahun-tahun, punya jabatan di dlm gereja, merasa lebih kudus drpd org lain. Semakin level jabatan pelayanannya tinggi, makin mudah jiwa pelayannya berubah jadi ‘jiwa tuan yg terhormat’. Kita ingat kisah ttg Haman yg gila hormat, merencanakan suatu pemusnahan massal org Yahudi, tetapi yang terjd adalah sebaliknya, dia dihukum persis yg dia rencanakan pd Mordekhai: “Kemudian Haman disulakan pada tiang yg didirikannya untuk Mordekhai. Maka surutlah panas hati raja (Ester 7:10). Juga: “dan janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan saling mendengki” (Galatia 5:26).

Mudah sekali seseorg jatuh ketika dia punya banyak kekayaan, kekuasaan, jabatan, shga jiwa pelayannya mulai tersingkir dan menjd org yg gila hormat dan dipuja-puji. Waspada dan jaga tetap merendahan diri kita & saling melayani satu sama lain.

Posted in Renungan | Comments Off on Ribut Siapa Yang Terbesar

Jangan Kuatir Hari Esok

DI 04052024

Matius 6:33-34 ILT3
Namun, carilah terlebih dahulu kerajaan Elohim dan kebenaran-Nya, dan semua ini akan ditambahkan kepadamu.
Oleh karena itu, janganlah khawatir akan hari esok, karena hari esok akan mempunyai kekhawatirannya sendiri. Kesusahannya, cukuplah untuk sehari.”

Di mana letak kekuatiran itu? Ada dlm hati & pikiran manusia, timbul karena melihat fakta atau realita oleh mata jasmani, dan Yesus dg tegas memerintahkan kita agar jgn kuatir.

Kita dlm ilmu pengetahuan diajarkan untuk merancangkan masa depan dgn sempurna supaya bs menikmati hari-hari baik nantinya. Itulah sebabnya timbul pelajaran bagaimana tiap org hrs punya visi ttg masa depan, tidak baik jika kita hidup ‘mengalir’ saja mengikuti apa yg terjadi di depan kita. Tapi agaknya ini bertentangan dgn ayat di atas, kita diajar utk lebih fokus pd hari ini, besok pny kesusahan sendiri. Benarkah kedua paham ini tdk bisa sejalan beriringan? Utk memahaminya, kita butuh pemahaman dasar yg sama dulu yaitu bhw hidup manusia itu dipandang dengan 2 jenis pandangan, yaitu pandangan jasmani, apa yg kelihatan oleh mata, dan pandangan rohani, apa yg dilihat melalui iman kita. Dua pandangan ini kadang sama, tapi seringkali juga berbeda satu sama lain. Misalnya org sakit yg mustahil disembuhkan oleh dokter dan teknologi canggih, oleh mujizat Tuhan ternyata bisa disembuhkan.

Merancang masa depan itu perlu & penting, karna Tuhanpun merancang juga. Yeremia 29:11 berbunyi: “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” Jadi Tuhan jg merancang ttg hari-hari yang masih jauh, namun jg Dia mengingatkan kita bhw hidup manusia itu spt bunga di padang, yg didandani Tuhan kemudian layu, akhirnya hanya berguna menjd kayu bakar. Persiapan utk masa depan itu penting, tetapi persiapan utk waktu yg paling dekat di depan kita juga penting. Masa hidup tiap org berbeda-beda, kalau hari ini masa hidupnya berakhir, apa yg dirancangkan utk masa depan bisa terhenti, dan kalau tdk siap menghadap Tuhan hari ini maka bukankah hidup kita jadi sia-sia? Jadi lakukan keduanya, merancang masa depan dan persiapkan apa yg kita butuhkan hari ini dgn sebaik mgkin.

Hidup kita hrs seimbang, benar kita harus jd org yg visioner, tp hrs juga jadi org yg rohani, mengejar yg fana di dunia sangat membuat kita lelah, tapi mengejar apa yg rohani akan membuat kita bersukacita.

Posted in Renungan | Comments Off on Jangan Kuatir Hari Esok

Tidak Selalu Direspon Baik

DI 03052024

1 Petrus 3:13-14 ILT3
Dan siapakah yang akan menjahati kamu jika kamu menjadi para peneladan apa yang baik?
Namun jika kamu menderita juga karena kebenaran, berbahagialah dan janganlah kamu takuti ancaman mereka, bahkan jangan dapat digelisahkan.

Berbuat baik ataupun berbuat jahat, selalu ada komentar ‘miring’ yg muncul, perkataan yg bisa melukai hati dan bahkan membuat seseorg bisa malas utk berbuat baik.

Dlm ayat yg kita baca, rasul Petrus memberi nasehat utk terus meneladani apa yang baik, ini berarti trs mencontoh melakukan apa yg baik sekalipun ada ancaman. Org Kristen yg melakukan kebenaran, melakukan apa yang firman Tuhan tetapkan, masih saja diberikan ancaman oleh pihak lain, karena mereka tdk suka pd semua yg ‘berbau’ Kristen sekalipun yg dilakukan itu sesuatu yg baik, positif, dan bermanfaat buat masyarakat. Hal ini biasa didasari oleh kekhawatiran bhw org Kristen akan mendapatkan simpatik dan pengaruh yg besar akan diberikan pd orang Kristen. Ini mirip dgn alasan mengapa banyak para ahli Taurat yg membenci Yesus bahkan berniat utk membunuh Yesus, karena mereka kuatir kehilangan pengaruh dlm masyarakat, takut tdk lagi dihargai dan kehilangan kekuasaan. Yesuspun mengalami, maka jgn heran kalau kita sbg pengikut Yesus Kristus jg akan bisa mengalami hal yg serupa.

Diancam tp jgn sampai dibuat gelisah, satu nasehat penting supaya kita tetap percaya bhw penyertaan Tuhan itu ada pd kita. Yang berusaha mengancam mgkin meneror dan berusaha menghilangkan nyawa, tapi sesuai dgn nasehat Yesus: Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yg tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka (Matius 10:28). Perlu suatu iman yg besar utk menghadapi situasi yg mengancam hidup kita. Para tokoh-tokoh iman dlm Alkitab berhasil lolos dr ancaman kematian yg dibuat pihak lawan karena dgn iman yg teguh percaya bhw Tuhan dengan kedaulatan penuh yg memegang nyawa dan hidup mereka, jika Dia tetapkan kita hidup & terus bersaksi, kita pasti diselamatkan-Nya dari ancaman kematian itu. Jgn sampai kita dibuat gelisah oleh ancaman, itu nasehat yg rasul Petrus berikan utk kita jg.

Teruslah berbuat baik walaupun komentar yg kita dengar atau baca itu melukai hati kita dan jangan sampai dibuat gelisah, tetap dgn iman yg teguh kita menghadapinya.

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Selalu Direspon Baik

Berapalogetik

DI 02052024

1 Petrus 3:15
Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat,

Apologet jadi sebuah kata yg populer dalam bbrpa tahun belakangan ini, apalagi di dalam debat yg menyerang iman ke-Kristenan, tapi sebenarnya apa itu ber-apologet?

Kata pertanggung jawaban dlm ayat ini ialah terjemahan dr kata ‘apologia’ yg dlm bahasa Inggris ialah ‘defense’, yg artinya pembelaan yg sifatnya bertahan. Definisi ttg apologetika Kristen adalah
studi ttg usaha org Kristen yg bermaksud untuk
meyakinkan, menjelaskan, memberikan argumentasi dr
perspektif ilahi tentang iman
Kristiani. Jadi tidak semua org yg berdebat adalah seorg apologet, karena seorg apologet harus punya pengetahuan & pemahaman yg benar ttg tafsir Alkitab. Krna yg sering diserang adalah ttg keimanan kita sbg org Kristen, maka setiap kita hrs dengan benar belajar ttg firman Tuhan supaya ketika ada argumen yg berusaha menyimpangkan iman kita dr Tuhan, kita bs memberikan jwb yg Alkitabiah dan mematahkan argumen yg berusaha memutar balikkan logika dan iman Kristen. Setiap org hrs siap berapologet, dlm ruang lingkup yg besar atau kecil, dari pihak org non Kristen atau bahkan dr orang Kristen sendiri.

Banyak topik yg ada di dlm Alkitab menjadi perdebatan di kalangan org Kristen sendiri & ini seringkali timbul pertengkaran yg saling memberi ‘label sesat’ satu sama lain. Yg kita imani seringkali dipertanyakan karna secara logika hal itu tdk lagi bs ‘diterima’, misalnya heboh ttg persembahan persepuluhan, yang satu bilang masih berlaku sampai sekarang, yg lain berpandangan itu hanya bagian dari Taurat. Perbedaan pandangan ini timbul dari perbedaan doktrin yg ada di kalangan orang Kristen, banyaknya denominasi gereja menjd penyebabnya. Bila kita sudah tertanam dlm sebuah gereja, tundukkan pd doktrin gereja yg dianut, bila dipertimbangkan hal itu tidak sesuai dgn pemahaman pribadi kita, apakah mau kita praktekkan atau tidak, menjd satu tanggung jawab pribadi kita pd Tuhan scra langsung. Bila org lain tdk sepaham dengan kita, tdk perlu berdebat, biarkan org lain dgn apa yg diyakininya, dan dia berurusan sndri dgn Tuhan.

Banyak pemahaman yg berusaha membuat kita keluar dr iman Kristen, perdalam semua yg berkaitan dgn iman kita, hindari debat yg hanya merugikan kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Berapalogetik

Tanpa Menginginkan Imbalan

DI 30042024

2 Raja-raja 5:16
Tetapi Elisa menjawab: “Demi TUHAN yang hidup, yang di hadapan-Nya aku menjadi pelayan, sesungguhnya aku tidak akan menerima apa-apa.” Dan walaupun Naaman mendesaknya supaya menerima sesuatu, ia tetap menolak.

Nabi Elisa punya alasan tersendiri mengapa dia menolak pemberian dr Naaman setelah sembuh dr sakit kustanya, walaupun ia terus didesak utk menerimanya.

Kadang ada ‘budaya’ yg dipahami bnyk org yaitu mulut berkata tdk tetapi tangan tetap menerima, artinya cuma basa basi tetapi itu diambil jg. Tetapi bagi nabi Elisa, mulut dan tangan itu hrs saling mengkonfirmasi, mulut berkata tidak, tangan tidak menerima. Inilah yg merupakan bagian dari integritas seseorg yg hrs ditunjukkan. Tetapi ‘budaya’ yg sering dibilang hanya basa basi saja, tdk bs untuk diterapkan dlm melakukan firman Tuhan. Ini sejalan dgn ajaran Yesus bhw kita hrs bilang ya kalau ya, tidak kalau tidak (Matius 5:37). Dari ayat yang kita baca, agaknya nabi Elisa memegang sebuah prinsip bahwa dia hanya akan menerima pemberian kalau Tuhan yg mengizinkannya. Menerima pemberian yang kelihatannya sepele, tp akibatnya fatal. Yang terjd pd Gehazi karena menerima pemberian dr Naaman mengakibatkan dia menjadi sakit kusta karena berani bertindak tanpa disuruh oleh tuannya, nabi Elisa.

Prinsip hidup apa yg Tuhan tetapkan utk diri kita pribadi? Itu hanya berlaku utk kita scra personal, bagi org lain itu merupakan suatu hal yg boleh dilakukan. Sadarilah bhw yang Dia tetapkan khusus untuk kita itu bertujuan baik meskipun kelihatannya kita tdk sebebas org lain. Tuhan sdh ukur semuanya dgn baik dan tepat utk kita pribadi, taati saja dan jgn melanggarnya, sekalipun mgkin scra logika masuk akal utk dilakukan dan itu satu hal yg wajar. Sadarilah bhw Tuhan mengasihi kita dan tdk ingin kita mengalami hal yg buruk ke depannya. Dia tahu apa yg akan terjd, karena itu Dia mencegah itu terjd dg mengingatkan bhw ada batasan yg jgn kita langgar, bentuk larangan ini adalah wujud kasih Tuhan pada kita, meskipun terlihat ‘keras’ dan tegas, tapi tujuannya positif dan membawa keuntungan bagi kita. Ketaatan akan membawa kita pd situasi yg minim masalah dan resiko, karena itu teruslah setia taat pd Tuhan.

Ketetapan Tuhan bagi kita pribadi itu hal yg baik, jgn paksakan itu jg berlaku bagi orang lain, biarlah Tuhan sendiri yg mengatur hidup org itu, Dia yg lebih tahu.

Posted in Renungan | Comments Off on Tanpa Menginginkan Imbalan

Iman Yang Melampaui Kematian

DI 29042024

2 Raja-raja 4:30
Tetapi berkatalah ibu anak itu: “Demi TUHAN yang hidup dan demi hidupmu sendiri, sesungguhnya aku tidak akan meninggalkan engkau.” Lalu bangunlah Elisa dan berjalan mengikuti perempuan itu.

Ketika berhadapan dgn situasi di mana telah terjd sebuah kematian, biasanya orang akan berhenti berharap, pasrah, dan berhenti utk berdoa sekalipun imannya besar.

Perempuan Sunem ini anaknya mati, anak yg lahir dr nubuatan nabi Elisa, tetapi dia tetap percaya bhw anaknya akan tetap hidup jika dia berhasil membawa nabi Elisa datang ke rumahnya. Dia tdk akan pergi kalau Elisa tdk ikut bersamanya. Bnyk org biasanya berpikir bhw begitu sedihnya seorg ibu saat anaknya mengalami kematian hingga tetap beriman bhw anaknya masih bisa hidup. Apakah ibu itu sudah hilang kendali diri dan menjd gila? Saat ada yg berduka, biasanya org akan dgn sengaja membiarkan keluarga utk bersikap apapun demi melampiaskan kesedihannya, memaklumi dan berusaha memberikan satu dukungan, menghibur dan berusaha dengan cara apapun jg utk menguatkan. Tapi wanita Sunem ini tdk gila, tp imannya sungguh amat besar, melampaui kematian sekalipun! Saat org lain pasrah dan mengakui kematian itu sudah final sifatnya, tapi dia melawan arus dan akhirnya mengalami mujizat, anaknya yg mati itu akhirnya hidup kembali!

Beriman seringkali tampak spt org gila, tidak waras dan melawan arus berpikir yg umum. Beriman tetap harus punya dasar, bkn asal berharap dan meminta. Perempuan Sunem ini punya dasar iman yg kuat, anaknya lahir dr sebuah nubuatan, atas kehendak Tuhan, maka pasti Tuhan sanggup membangkitkan anaknya dr kematian. Yg dia lakukan adalah segera menemui nabi Elisa, org yg mewakili Tuhan untuknya, dan dgn sikap rendah hati, dia menyampaikan semuanya tanpa marah ataupun menyalahkan siapa-siapa. Iman yg besar biasanya disertai dgn kerendahan hati yg dalam. Menghormati kedaulatan Tuhan & percaya bhw keputusan Tuhan itulah terbaik utk dirinya. Beriman bukan memaksa Tuhan tapi berusaha menggerakkan hati Tuhan dgn ketulusan dan iman yg teguh. Belajar untuk bisa memiliki iman yg besar karena di depan kita mgkin akan berhadapan dgn situasi yg memerlukan kuasa Tuhan utk mengatasinya.

Bgmna kondisi iman kita? Siap menghadapi keadaan yg sulit? Org yg naik level pasti dgn sendirinya akan berhadapan dgn situasi yg level kesulitannya jg naik, siapkan diri kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Iman Yang Melampaui Kematian

Jiwa Melayani

DI 27042024

2 Raja-raja 4:8-10
Pada suatu hari Elisa pergi ke Sunem. Di sana tinggal seorang perempuan kaya yang mengundang dia makan. Dan seberapa kali ia dalam perjalanan, singgahlah ia ke sana untuk makan.
Berkatalah perempuan itu kepada suaminya: “Sesungguhnya aku sudah tahu bahwa orang yang selalu datang kepada kita itu adalah abdi Allah yang kudus.
Baiklah kita membuat sebuah kamar atas yang kecil yang berdinding batu, dan baiklah kita menaruh di sana baginya sebuah tempat tidur, sebuah meja, sebuah kursi dan sebuah kandil, maka apabila ia datang kepada kita, ia boleh masuk ke sana.”

Perempuan Sunem dlm kisah ini seorg yang kaya, bersuamikan seorg laki-laki yg sdh tua, namun dia punya kemurahan hati, seringkali menjamu makan nabi Elisa ketika melintasi daerah itu.

Melayani haruslah diawali dan didasari oleh kesadaran dan inisiatif diri sendiri, sama spt perempuan Sunem ini yang awalnya sesekali saja menjamu makan nabi Elisa, namun hal itu dilakukannya terus menerus hingga pada satu waktu, dia berdiskusi dgn suaminya utk membuat sebuah ruangan khusus utk Elisa ketika melintas di daerah itu. Suaminya juga setuju, hingga akhirnya ruangan itu menjadi sebuah ruang yang nabi Elisa tinggali ketika dia ada di daerah itu. Di sini kita belajar bhw ketika ingin melayani, keluarga hrs tahu dan menyetujuinya. Perempuan Sunem ini sudah memuliakan Tuhan dgn hartanya, melayani apa yg jadi kebutuhan seorg nabi yg levelnya sudah ‘nasional’. Melayani dgn harta, tenaga dan apa saja yg bisa dilakukan, ini hal yang harus dipahami tiap org percaya, tdk selalu semua org melayani di rumah ibadah, tetapi dlm rumah sendiripun, seseorg bisa dengan hikmatnya melayani sesuai dg kebutuhan yg ada.

Hal serupa kita temukan dlm PB, Yesus dan rombongan tercatat seringkali mampir saat melewati kota Betania, di rumah Marta dan Maria (Lukas 10:38), dan Yesus mengasihi mereka serta Lazarus (Yohanes 11:5). Dari ayat ini menunjukkan bhw komunikasi Yesus dgn keluarga Maria terjalin dgn baik, bukan sekali dua kali datang ke rumah itu. Apa yg mereka terima sbg upah dr melayani? Kalau perempuan Sunem itu mengalami mujizat yg kita tahu bhw anaknya yg mati akhirnya bisa hidup kembali, dibangkitkan Tuhan melalui nabi Elisa, maka bagi keluarga Maria, mrka mengalami mujizat serupa, saudara mereka yg telah mati 4 hari yaitu Lazarus, bangkit & hidup kembali oleh kuasa Yesus. Pelajaran yg kita dapati adalah ada upah dr Tuhan utk setiap pelayanan yg kita lakukan, di situasi yg mustahil itu, upah pelayanan Tuhan beri dgn menunjukkan kuasa-Nya yg bagi kita itu hal yg mustahil, tapi bagi Tuhan itu sesuatu yg mgkin.

“Jika ada orang yang berbicara, baiklah ia berbicara sebagai orang yang menyampaikan firman Allah; jika ada orang yang melayani, baiklah ia melakukannya dengan kekuatan yang dianugerahkan Allah, supaya Allah dimuliakan dalam segala sesuatu karena Yesus Kristus. Ialah yang empunya kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya! Amin” (1 Petrus 4:11).

Posted in Renungan | Comments Off on Jiwa Melayani

Belajar Tabah

DI 26042024

Yakobus 1:2-4 ILT3
Hai saudara-saudaraku, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai pencobaan, hendaklah kamu menganggap semuanya itu kesukacitaan,
karena mengetahui bahwa ujian imanmu itu mengerjakan ketabahan,
dan biarlah ketabahan itu menghasilkan perbuatan yang sempurna supaya kamu menjadi sempurna dan lengkap dengan tidak kekurangan suatu apa pun.

Percobaan yg kita alami memang membawa kita masuk pd situasi yg tdk menyenangkan dan tidak kita harapkan, namun kita dituntut utk siap menghadapinya.

Ayat ini mengajar kita bgmna menyikapi dan bertindak ketika mengalami situasi yg sulit & hal ini mencobai kualitas iman kita. Pertama yg hrs kita lakukan adalah menganggap hal yg sdg terjadi adalah sebuah sukacita. Tentu hal ini berlawanan dgn logika: sukacita itu yg seharusnya adalah ketika mengalami situasi yg positif, menguntungkan, dan menerima yg dari Tuhan sebagai berkat dan anugerah, tp kalau menerima hal pahit, situasi yang sulit, tekanan yg besar, sbg sebuah sukacita, perlu suatu kemampuan utk itu. Jadi bagaimana maksudnya? Dari ayat di atas kita diajar utk memandang pencobaan itu sbg ujian dari Tuhan. Ini bs kita pahami ketika Tuhan dgn ‘sengaja’ mengizinkan iblis utk merusakkan semua yg Ayub punya kecuali nyawanya. Yg terlihat mata adalah hal yg buruk, hal yg tdk nyaman, semua yg dimiliki diambil, tapi dari pandangan rohani kita, semua itu ujian yang datangnya dr Tuhan.

Kedua, ketika ujian dr Tuhan itu datang, kita sedang diproses dan mengerjakan sebuah ketabahan. Ketabahan membuat kita punya kemampuan utk bertahan dan tetap berpikir secara rohani ketika ada dlm situasi sulit yg penuh dgn tekanan. Kita tidak menyalahkan Tuhan atas apa yg terjadi, tetapi menerima semuanya itu dan menjalaninya dgn tabah & bersyukur. Ketabahan atau daya tahan inilah yg menghasilkan perbuatan yg sempurna, ini berarti kita bersikap dan bertindak tepat, bkn asal bertindak nekad dan tanpa perhitungan. Perbuatan yg sempurna tentunya dgn resiko yang minimum, kecil kemungkinan ada celah bagi iblis utk lebih merusak lagi, dan paling penting ialah kita bertindak benar sesuai dg apa yg Tuhan kehendaki. Dengan demikian, kita akan lebih cepat keluar dr situasi itu dan mengalami peningkatan level baik dalam hal rohani maupun memiliki skill yang lebih baik drpd yg sebelumnya.

Sudahkah kita bersikap dan bertindak yang benar saat berhadapan dgn pencobaan dan ujian kehidupan? Tetap bersukacita dan pny ketabahan ketika menjalani semuanya.

Posted in Renungan | Comments Off on Belajar Tabah

Beriman Teguh

DI 25042024

Yohanes 2:3-5
Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: “Mereka kehabisan anggur.”
Kata Yesus kepadanya: “Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba.”
Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: “Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!”

Kehabisan anggur dalam sebuah pernikahan yg sedang berlangsung adalah suatu hal yg harus segera ditangani, tapi kalau waktu utk membelinya tdk ada, butuh sebuah mujizat utk mengatasinya.

Di sini kita belajar dr Maria, ibu Yesus, ketika dia tahu ada masalah dlm penyajian anggur utk para tamu, ada 2 hal yg dia lakukan, yaitu pertama, dia menceritakannya pd Yesus ttg apa yg sedang terjadi. Kalau sekarang ini, yg dilakukan adalah berdoa pd Tuhan. Berdoa bukan opsi terakhir, tp opsi yg pertama. Hal ini seringkali terjd, pada saat situasi genting dan mendesak, kebanyakan orang berusaha dgn menggunakan kemampuannya sendiri, ketika tdk berhasil, baru berdoa pada Tuhan. Tapi Maria, ibu Yesus, tahu bhw yg terutama hrs dilakukan adalah menceritakan masalah itu pd Yesus. Secara logika, Maria pasti pny sebuah pemikiran: “Anak ini aku kandung dr Roh Kudus, pasti Dia bukan org biasa saja”. Dan dr jawaban Yesus, agaknya Dia pernah melakukan sesuatu yg supranatural dan Dia menyinggung bhw belum saatnya Dia untuk menyatakan diri-Nya yg sesungguhnya, yang bisa menyembuhkan dan mengusir roh jahat nantinya.

Kedua, Maria, ibu Yesus, yakin bhw Yesus yg akan menolong dlm situasi mendesak ketika itu dgn berpesan pd para pelayan utk tanpa membantah melakukan apa yg nanti Yesus akan perintahkan. Inilah contoh org yg siap mengalami kuasa Tuhan setelah berdoa, dia yakin Tuhan akan tolong dan siap lakukan yg Tuhan suruh walaupun itu sesuatu yg di luar logika dan kebiasaan. Ada org-org yg berdoa tanpa percaya bahwa Tuhan akan menolong sehingga imannya goyah: “Kalau ditolong ya puji Tuhan, kalau tidak ditolong ya cari cara alternatif, rencana A gagal ya bikin rencana B dong, situasi sdh mendesak soalnya.” Org spt ini sulit utk mengalami kuasa Tuhan yg luar biasa, imannya goyah dan dia tidak akan terima apa-apa: Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin. Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan (Yakobus 1:6-7).

Bgmna kondisi iman kita di saat berhadapan dgn situasi yg mendesak, menekan kuat, dan hampir tdk mungkin utk diatasi? Jgn goyah iman kita, tetap percaya Tuhan tolong.

Posted in Renungan | Comments Off on Beriman Teguh