Tuhan Menyatakan Diri-Nya

DI 12042024

Yohanes 14:21 ILT3
Siapa yang memiliki perintah-perintah-Ku dan memeliharanya, dia itulah yang mengasihi Aku; dan siapa yang mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku, dan Aku akan mengasihinya dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.”

Seperti apa rupa Tuhan yg kita sembah? Jika dlm pikiran kita, kita sudah tahu rupa Tuhan lewat rupa Yesus, itu adalah rupa Tuhan dlm rupa seorg manusia, namun rupa sejatinya itu seperti apa?

Menyatakan diri bs memiliki beragam arti, 1 di antaranya adalah spt seorg yg menyamar lalu melepas atau membuka penyamarannya dan terlihat spt apa sebenarnya wajah orang itu. Jadi rupa Yesus yg selama ini kita lihat dlm lukisan maupun ilustrasi, barulah hasil dr penelitian dr peninggalan bentukan wajah dr kain kafan penutup muka yg dipakai saat Yesus dikafani setelah meninggal. Jadi itu masih ‘kira-kira’. Kesaksian org yg mengaku pernah melihat Tuhan dlm alam spiritualnya jg kadang mengacu pd ‘gambar’ yg selama ini secara umum kita anggap sebagai wujud Tuhan saat mengambil rupa seorg manusia. Tapi pentingkah bagi kita untuk mengetahui rupa Tuhan yg sebenarnya? Agaknya yg jauh lebih penting adalah apakah Tuhan berkenan menyatakan diri-Nya pd kita dlm pengertian bhw Dia akan datang menemui kita secara langsung, bukan utk memberi hukuman, tapi memberikan keselamatan kekal bagi kita.

Kesaksian ttg org menjelang kematiannya yg Tuhan sendiri menjemputnya, adalah salah 1 kebahagiaan tersendiri bagi org itu. Atau di saat berdoa, Tuhan menyatakan diri-Nya dan menyampaikan sesuatu, inipun sesuatu yang sangat berkesan, tapi terlebih dr semuanya, saat Dia menyatakan diri-Nya saat nantinya kita berhadapan di pengadilan Tuhan, bahwa memang kita berdosa, tetapi dosa kita telah ditebus melalui pengorbanan Yesus, di saat seharusnya kita dihukum karena dosa-dosa yg kita lakukan, tetapi Yesus menunjukkan pd Bapa bhw nama kita tertulis di dlm kitab kehidupan, ini adalah penyataan diri Yesus yg amat sangat berharga. Syaratnya adalah kita hrs hidup mengasihi Tuhan dgn memiliki dan melakukan perintah Tuhan dgn sungguh hati dan hidup berkenan di hadapan-Nya. Ini yg hrs kita miliki, bukan suatu kehidupan yg religius tapi tanpa mengasihi Tuhan dengan kesungguhan hati.

Kalau kita mengasihi Tuhan, kita pasti akan melakukan perintah-Nya, dan Tuhan pun jg mengasihi kita, Dia akan menyatakan diri dg nyata dan membela kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Tuhan Menyatakan Diri-Nya

Setengah-Setengah Taatnya

DI 11042024

2 Raja-raja 10:30-32
Berfirmanlah TUHAN kepada Yehu: “Oleh karena engkau telah berbuat baik dengan melakukan apa yang benar di mata-Ku, dan telah berbuat kepada keluarga Ahab tepat seperti yang dikehendaki hati-Ku, maka anak-anakmu akan duduk di atas takhta Israel sampai keturunan yang keempat.”
Tetapi Yehu tidak tetap hidup menurut hukum TUHAN, Allah Israel, dengan segenap hatinya; ia tidak menjauh dari dosa-dosa Yerobeam yang mengakibatkan orang Israel berdosa pula.
Pada zaman itu mulailah TUHAN menggunting daerah Israel, sebab Hazael mengalahkan mereka di seluruh daerah Israel

Yehu melakukan apa yg Tuhan perintahkan kepadanya, tetapi di lain hal, dia terjerat dgn dosa-dosa Yerobeam, sehingga akibat yang harus dialami bangsa Israel sangat buruk.

Apakah teori ttg dosa nenek moyang itu bisa turun ke keturunan berikutnya itu benar? Hal ini memang perlu penelitian mendalam dan valid hasilnya. Apakah itu terjadi lewat gen atau DNA keturunan di atas kita? Tapi fakta dlm sejarah raja-raja di zaman itu, ada bnyk raja yg melakukan dosa yg sama dgn yang Yerobeam lakukan. Dari ayat di atas, kita bs pelajari bhw ketaatan pd Tuhan itu hrs scra penuh, bukan sebagian saja. Kisah serupa bs kita lihat dari raja Saul yg hanya mentaati sebagian dr perintah Tuhan, akibatnya Tuhan tdk lagi membuat Saul dan keturunannya bs tetap menjadi raja atas Israel, tetapi tahta itu dialihkan kepada Daud. Mengapa seseorang hanya taat sebagian saja? Karena dia punya pikiran yang menurutnya jauh lebih baik drpd pikiran Tuhan, bisa dimanfaatkan pdhal sdh jelas-jelas Tuhan menyuruh hal itu jgn coba dilakukan. Akibat yg hrs ditanggung adalah masa depan yg tdk sesuai dgn rencana-Nya.

Pertanyaan klasik yg selalu jadi perdebatan adalah: mampukah kita melakukan seluruh perintah Tuhan? Kalau kita mengandalkan kemampuan diri sendiri, pasti gagal, karena kita seumur hidup hrs melawan kedagingan dan cobaan dr si jahat. Realitanya kadang bs menang, di lain waktu justru kalah melawan kegadingan dan cobaan. Jadi apa yg harus kita lakukan? Tingkatkan level kasih kita pd Tuhan: “Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Aku pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.” (Yohanes 14:21). Jadi makin kita mengasihi Tuhan, makin tinggi & besar kemampuan kita utk melakukan yang Tuhan perintahkan pada kita. Maka jika kita belum taat penuh, bs dipastikan level kasih kita pd Tuhan itu belum cukup, masih perlu utk ditingkatkan lagi.

Jangan setengah-setengah ketaatan kita pd perintah Tuhan, harus taat sepenuhnya, hal ini bs kita lakukan kalau kita mengasihi Dia dgn kesungguhan hati.

Posted in Renungan | Comments Off on Setengah-Setengah Taatnya

Punya Koneksi itu Baik

DI 09042024

2 Raja-raja 8:5-6
Sedang ia menceritakan kepada raja tentang Elisa menghidupkan anak yang sudah mati itu, tampaklah perempuan yang anaknya dihidupkan itu datang mengadukan perihal rumahnya dan ladangnya kepada raja. Lalu berkatalah Gehazi: “Ya tuanku raja! Inilah perempuan itu dan inilah anaknya yang dihidupkan Elisa.”
Lalu raja bertanya-tanya, dan perempuan itu menceritakan semuanya kepadanya. Kemudian raja menugaskan seorang pegawai istana menyertai perempuan itu dengan pesan: “Pulangkanlah segala miliknya dan segala hasil ladang itu sejak ia meninggalkan negeri ini sampai sekarang.”

Perempuan Sunem melakukan sesuai apa yg nabi Elisa katakan padanya utk pergi ke luar wilayah dr Israel karena akan terjadi 7 tahun masa kelaparan, namun setelah lewat masa itu, harta bendanya bermasalah.

Harta yg tak terurus memang kadang dapat menimbulkan masalah, rumah dan ladang yg 7 tahun ditinggalkan, tentu apapun bs terjadi spt yg dialami perempuan Sunem dlm kisah ayat di atas. Salah satu alasan kenapa raja bersedia menolong perempuan Sunem ialah karena raja baru saja mendengar kisah nabi Elisa yg membangkitkan anak perempuan dr wanita Sunem ini. Raja sangat hormat pada nabi Elisa, apalagi perempuan Sunem ini dlm masa lalu seringkali memberkati pelayanan nabi Elisa dgn menyediakan ruangan khusus utk nabi Elisa ketika lewat di wilayah itu. Hal ini bs kita ketahui di 2 Raja-Raja 4:8-37. Jadi hukum tabur tuai terjd pd perempuan Sunem ini, apa yg dia perbuat utk nabi Elisa, mendpt balasan bhw masalah harta bendanya dapat penyelesaian yg menggembirakan krna raja memerintahkan utk mengembalikan rumah dan ladangnya. Dan yg perlu diingat, ini juga berkaitan dgn nabi Elisa yg dihormati raja.

Dlm profesi apapun, memiliki koneksi dalam suatu komunitas itu penting. Semua org sdh paham bhw bbrpa kalangan dengan sengaja membangun hubungan dgn pejabat ataupun aparat keamanan supaya bila terjadi sesuatu maka diharapkan koneksi org-org penting & berkuasa bs membantu mempermudah dan menyelesaikan masalah yg ada. Hal ini tentu baik utk dilakukan selama kita bertujuan yg baik dan bukan menyulitkan org lain. Yesus jg punya koneksi org-org penting yg akhirnya menjd ‘donatur’ membiayai keperluan ketika Yesus melayani bersama para murid-Nya dr satu tempat ke tempat yg lain. Tuhan jg bisa pakai koneksi org-org ini utk menolong kita keluar dr situasi sulit yg kita alami. Kita pun bisa menjadi berkat bagi sesama ketika kita menolong org-org yg punya koneksi baik dg kita. Bergantung pd Tuhan bukan berarti tdk punya koneksi dgn org lain, jgn berpikir yang sempit yg justru merugikan kita nantinya.

Bgmna koneksi kita dgn Pemilik Surga? Atau kita malah belum berkoneksi dgn Tuhan? Yg perlu kita lakukan adalah bangun hubungan yg intim dgn Tuhan dan jadilah koneksi yang baik bagi sesama kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Punya Koneksi itu Baik

Di Luar Kebiasaan

DI 08042024

2 Raja-raja 6:21-23
Lalu bertanyalah raja Israel kepada Elisa, tatkala melihat mereka: “Kubunuhkah mereka, bapak?”
Tetapi jawabnya: “Jangan! Biasakah kaubunuh yang kautawan dengan pedangmu dan dengan panahmu? Tetapi hidangkanlah makanan dan minuman di depan mereka, supaya mereka makan dan minum, lalu pulang kepada tuan mereka.”
Disediakannyalah bagi mereka jamuan yang besar, maka makan dan minumlah mereka. Sesudah itu dibiarkannyalah mereka pulang kepada tuan mereka. Sejak itu tidak ada lagi gerombolan-gerombolan Aram memasuki negeri Israel.

Punya kesempatan utk membunuh musuh, tapi malah disuruh menjamu makanan, tapi ternyata cara ini efektif meredam ancaman kejahatan yg sering dilakukan org Aram pd org Israel.

Kalau kita ada di pihak yg mendengar semua yg nabi Elisa katakan mengenai org Aram di ayat di atas, apakah kita akan melakukannya dgn tanpa debat? Peran seorg nabi di zaman itu tentu saja sangat besar, bahkan seorang raja Israel percaya dgn yg dikatakannya dan melakukan persis spt yg disarankan. Seorg nabi di zaman itu dipandang sbg perwakilan Tuhan dlm hal menyampaikan perintah-Nya. Tak jarang yg disampaikan nabi itu sesuatu yg di luar kebiasaan, spt dlm kisah ini, Elisa menyuruh raja Israel menyiapkan 1 jamuan makan utk org Aram, org-org yg merugikan & seringkali berperang dgn bangsa Israel. Raja Israel memilih mengikuti perkataan Elisa dgn tanpa debat karena percaya bhw apa yg nabi Elisa katakan adalah langsung dr Tuhan, dan yakin bhw hasilnya pasti baik. Hal ini terjadi karena 2 hal penting yg saling berkaitan dan tanpa salah satunya, mustahil sebuah hasil yg baik akan terjadi.

Pertama, Elisa menjalankan peran nabinya dgn baik, benar dan setia, sehingga Tuhan terus memakai dia utk menyampaikan suatu firman yg diperlukan pd org atau pihak yang Tuhan inginkan. Elisa bukan hanya dipercaya oleh Tuhan utk terus menjadi nabi bagi Israel tetapi jg bangsa Israel percaya bhw Elisa itu seorg nabi yg benar dan bertanggung jawab dlm menjalankan tugasnya. Pelajaran yg kita dapat adalah jadilah org yg bs dipercaya utk menjadi ‘perwakilan’ Tuhan di mana kita ada, sbg ayah dlm keluarga, sbg pemimpin dalam pekerjaan dan komunitas, sbg hamba Tuhan, dsbnya. Berkenan di hadapan Tuhan dan jg dihormati oleh manusia. Kedua, raja Israel yg dgn taat tanpa debat, melakukan sesuai dgn yg dikatakan nabi Elisa walaupun itu sesuatu yg di luar logika, di luar kebiasaan. Kita tentu hrs melakukan firman Tuhan dgn yakin bhw yg kita lakukan itu pasti berdampak baik utk kita dan semua.

Dlm mengikut Tuhan, kita harus terbiasa dgn cara Tuhan yg di luar kebiasaan dan di luar logika kita, Dia lebih tahu situasi yang terjadi dan cara yg tepat utk menolong kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Di Luar Kebiasaan

Penyesatan Memang Ada

DI 06042024

Lukas 17:1
Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Tidak mungkin tidak akan ada penyesatan, tetapi celakalah orang yang mengadakannya.

Belakangan ini banyak diperbincangkan ttg pernyataan seorg pendeta yg dinilai sangat bertentangan dgn doktrin yg diakui sebagian besar denominasi gereja: keselamatan bisa dialami tanpa perlu menjd Kristen karena dia org yg hidupnya baik.

Yesus berkata bhw penyesatan itu pasti ada, dlm terjemahan lain, penyesatan disebut sbg sandungan yg membuat org lain ‘jatuh’, baru sandungan yg seringkali tdk diwaspadai dgn seksama. Kita hrs paham bgmna bentuk dari penyesatan itu: sebagian mengandung satu kebenaran, selebihnya adalah hal yg salah & menentang kebenaran Tuhan. Kalau kita tdk teliti dan salah menafsirkannya, maka tidak heran bhw nantinya kita tersesat. Mgkin hal ini bs menjd contoh utk menjelaskan bahwa penyesatan itu sangat berbahaya: angka yg mirip yaitu 6 dan 9, tergantung kita lihat dari mana, 6 bisa jadi 9, dan 9 bisa jadi 6. Supaya kita tahu itu angka 6 atau 9, lihatlah angka lain yg ada di sebelahnya. Misalnya 76, tidak mgkin kita sebut 97 karena angka 7 tdk bisa terbaca sbg angka jika dilihat dari atas. Jadi untuk tahu sesuatu itu sesat atau tidak, perlu ada pembandingnya supaya kita terhindar dr sesat pikiran.

Dgn mudahnya memperoleh Alkitab, punya 2 sisi yg berbeda: semua org bs membacanya dgn mudah tapi di sisi lain, semua org punya kebebasan utk menafsirkannya. Ini sesuatu yg jadi dilema: bolehkah jemaat menafsirkan ayat Alkitab menurut pandangannya sendiri? Semua org boleh menafsirkan, tapi wajib utk menggunakan metode yg benar dan tdk lari dari konteks dari pasal di mana ayat itu ada. Jadi bukan asal menafsirkan, perlu metode yg benar. Jgn lupa utk berkonsultasi dengan mereka yg lebih paham dari kita: gembala di gereja, org-org yg sekolah teologia, termasuk para ‘leader’ di komunitas rohani kita. Punya pemahaman yg benar ttg isi Alkitab sangat penting supaya kita tdk tersesat oleh ajaran yg kelihatannya menarik dan benar, tapi jika diuji, ternyata isinya menyesatkan. Berbeda doktrin itu sesuatu yg normal, tp doktrin yg bertentangan dgn sebagian besar doktrin yg dianut sebagian besar gereja, perlu diuji lagi kebenarannya.

Penyesatan memang ada, tapi kita hrs jaga pikiran kita dr ajaran-ajaran yg kelihatannya benar dan Alkitabiah, pdhal ajaran itu isinya menyesatkan kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Penyesatan Memang Ada

Menginjil Dengan Berani

DI 05042024

Kisah Para Rasul 4:31
Dan ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani.

Menginjil bukan hanya perlu kemampuan utk berkomunikasi, tetapi jg butuh keberanian yg cukup karena ada saja pihak-pihak yang tdk suka dgn Injil Kristus.

Dari ayat yang kita renungkan ini, setidaknya ada 3 hal yg perlu diketahui ketika kita ingin memberitakan Injil pd org lain, pertama yaitu kita hrs punya kekuatan doa yg kuat, baik di dlm doa pribadi maupun dlm berjemaat. Hal ini bs kita lihat bgmna doa jemaat dlm kisah ini bgtu sangat kuat sehingga doa mereka ini bs ‘menarik’ perhatian Tuhan sehingga saat itu mereka dipenuhi Roh Kudus. Tempat yg mereka pakai utk berdoa sampai bergoyang karena akibat doa yg mereka naikkan. Kalau kita bandingkan dengan peristiwa datangnya malaikat di kubur Yesus pd saat Dia bangkit, di situ terjd gempa bumi (Matius 28:2), bisa saja kita sedikit menyimpulkan, goyangan yg terjd saat mereka berdoa adalah akibat dari datangnya ‘sesuatu’ yg dari surga, yg terlihat adalah bhw mereka semua dipenuhi dengan Roh Kudus. Jadi yg hrs dimiliki saat kita mau menginjil ataupun memberitakan kebenaran firman Tuhan adalah memiliki kekuatan doa yg kuat.

Kedua, tentu saja harus dipenuhi Roh Kudus. Hal ini mgkin ditafsirkan berbeda oleh pihak gereja sesuai dengan doktrin denominasinya masing-masing. Doa yg kuat dapat berakibat terjadinya sesuatu yg supranatural, spt yang sudah dibahas di atas, terjadi koneksi antara kita dgn Tuhan sehingga Tuhan memenuhi mereka dgn Roh Kudus. Doa yang terkoneksi dgn Tuhan itu sangat penting, bukan doa yg satu arah saja. Ketika kita dipenuhi dgn Roh Kudus, maka kita menjd berani dlm menginjil ataupun memperkarakan firman Tuhan. Roh Kudus yg ambil alih diri kita sehingga apa yg kita katakan yaitu yg firman Tuhan, itu penuh dgn kuasa dan org yg mendengarnya menjd percaya dan bertobat spt di saat pencerahan Roh Kudus saat hari Pentakosta (Kisah Para Rasul 2). Ketiga, tentunya hrs memiliki satu penguasaan pengetahuan ttg firman Tuhan yg benar, supaya kita bs memberitakan Injil dan mengatakan firman Tuhan dgn lancar & baik, siap menjawab apa yg org tanyakan pd kita ttg Tuhan dan firman-Nya.

Tuhan ingin kita mengabarkan keselamatan pd mereka yg membutuhkannya, siapkan diri dengan bekal pengetahuan firman Tuhan yg cukup sehingga Roh Kudus memakai itu dgn leluasa.

Posted in Renungan | Comments Off on Menginjil Dengan Berani

Tidak Sia-Sia

DI 04042024

1 Korintus 15:58 ILT3
Karena itu, hai saudara-saudaraku yang terkasih, jadilah teguh, tak tergoyahkan, seraya berkelimpahan selalu dalam pekerjaan Tuhan, karena mengetahui bahwa jerih payahmu di dalam Tuhan tidaklah sia-sia.

Nasehat rasul Paulus ini berlatar belakang dr pembahasannya ttg pengorbanan Kristus yg telah mengalahkan maut, jadi ini ttg bgmna kita hidup di dlm keselamatan yg Tuhan sdh sediakan bagi kita.

Ini ttg bgmna kita hidup sbg org Kristen, yg diawali dgn nasehat supaya kita hrs menjadi teguh dan tak tergoyahkan. Percayalah bhw hanya dlm Yesus Kristus ada keselamatan, tdk bisa kita temukan dari siapapun di luar ke-Kristenan. Apapun kata org ttg yg mereka percayai di luar ke-Kristenan, tetap kita hrs hargai, tetapi soal keselamatan, yg kita yakin dan patut percayai sbg org Kristen ialah bhw keselamatan hanya ada di dalam Yesus: Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.” (Kisah Para Rasul 4:12). Jangan tertipu dgn analogi apapun yg berusaha membenarkan bhw keselamatan ada jg di ‘jalan yg lain’. Kita hrs beriman dgn teguh sampai akhir hidup kita bahwa hanya Yesuslah yg menyelamatkan kita.

Kemudian, kita hrs selalu berkelimpahan dlm pekerjaan Tuhan, artinya bukan hanya nanti kita melayani di gereja atau persekutuan, tp dlm apapun yg kita kerjakan, itu kita lakukan utk Tuhan, apapun profesi kita. Apakah kita terlibat dlm pelayanan di gereja atau tdk, yg hrs ada dlm hati dan pikiran kita adalah bhw kita semua adalah ‘hambanya’ Tuhan, sudah ditebus dgn darah-Nya sendiri, jadi sepenuh hidup kita ini adalah miliknya Tuhan, bukan lagi hamba dosa, karena itulah hidup ini hrs memuliakan Tuhan, mengerjakan apapun itu harus membawa dampak positif bagi nama Tuhan. Lalu kita diingatkan bhw semua yang kita kerjakan itu tdk sia-sia, apa yg kita telah lakukan utk Tuhan itu ada upahnya, baik yg akan kita terima selama hidup di dunia, atau yg nanti akan kita terima saat berhadapan dgn Tuhan saat Dia mengadili dan memberi upah sesuai dgn perbuatan kita. Jd jangan kita jemu-jemu mengerjakan semua yg Dia berikan pd kita.

Iman kita jgn goyah dgn teori apapun yang org di luar ke-Kristenan coba masukkan dlm pikiran kita, tetap setia sampai akhir, Tuhan akan memberi upah sesuai dgn iman kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Sia-Sia

Dibebaskan Dari Maut

DI 03042024

Amsal 11:4
Pada hari kemurkaan harta tidak berguna, tetapi kebenaran melepaskan orang dari maut.

Yang paling mengerikan bukankah kematian fisik, karena semua org mengalaminya, tapi yg paling mengerikan adalah kematian kekal yg adalah hasil dari dosa.

Karna dosa, tubuh kita mengalami kematian, maka apa yg terjd nantinya dgn roh kita? Di dlm banyak bagian dr Alkitab, kita nanti akan punya tubuh baru: “Yang ditaburkan adalah tubuh alamiah, yang dibangkitkan adalah tubuh rohaniah. Jika ada tubuh alamiah, maka ada pula tubuh rohaniah” (1 Korintus 15:44). Tubuh rohaniah inilah yang bersifat kekal, tidak mati spt tubuh rohani. Ingat bhw roh manusia itu sifatnya kekal, tubuh kita yg jasmani pasti mati: “Dan sama seperti kita telah mengenakan gambar yang dibuat dari tanah, kita juga akan mengenakan gambar yang surgawi” (1 Korintus 15:49 ILT3). Lalu bgmna dgn org yg di luar Tuhan, mereka yg tdk percaya pd Yesus? “dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah” (1 Korintus 15:52).

Jadi yg hrs kita pahami ialah bahwa semua org yg mati, apakah dia percaya Yesus atau tidak, akan bangkit dan mengenakan tubuh yg tdk binasa, tetapi bedanya adalah bahwa org yang percaya Yesus akan mengenakan tubuh yang surgawi. Tubuh surgawi nantinya akan mengalami hidup yg kekal di surga dan mereka yg tdk percaya Tuhan Yesus, mereka akan mengalami hidup kekal tetapi di neraka selama-lamanya. Jadi sudahkah kita selama hidup di dunia ini mempersiapkan diri untuk hidup kekal di surga? Harta tdk berguna pd hari kemurkaan, harta hanya berguna ketika kita hidup di dunia, tetapi kesalehan kitalah yg diperhitungkan Tuhan pd saat nanti akan berhadapan dgn pengadilan Tuhan. Jangan hanya mengejar harta, tetapi kejarlah hidup benar di hadapan Tuhan, jgn biarkan dosa & maut menguasai hidup kita kelak. Jgn kita bermain-main dgn dosa, bertobatlah selama masih Tuhan beri waktu.

Harta tdk bs dibawa mati, tetapi kesalehan hidup kita selama di dunia, itulah yang tetap akan menyertai kita dan itu akan berguna di saat kita menghadapi pengadilan Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Dibebaskan Dari Maut

Uang Penyebab Dosa

DI 02042024

Amsal 10:16 ILT3
Pekerjaan orang benar adalah bagi kehidupan, penghasilan orang fasik adalah bagi dosa.

Kita bekerja dan berbisnis utk hidup, sesuai dgn ayat yg kita baca, maka bs kita sedikit menyimpulkan bhw alasan mencari uang dg bekerja atau berbisnis adalah utk tetap bisa memenuhi kebutuhan hidup supaya hidup ini ba bertahan lama alias berumur panjang.

Kalau uang penghasilan kita ternyata malah menyeret kita pd terus menerus berbuat hal yg berkaitan dgn dosa, berarti diri kita sndri termasuk golongan org fasik menurut ayat di atas. Orang fasik memakai uang utk berbuat dosa, namun bagi orang benar, uang dipakai utk hidup dan memuliakan Tuhan. Mengapa bisa muncul kedua cara memakai uang ini? Kuncinya terletak pd bgmna ketaatan penuh pd firman Tuhan. Org fasik tahu mana yang benar dan yg salah, tp tetap melakukan yang salah demi tujuan tertentu. Mulut bicara yg rohani, tetapi kelakuan bertolak belakang dg yg rohani, mencintai dosa dan dgn sengaja tega mendukakan Tuhan dgn tetap berbuat dosa sekalipun itu salah. Tetapi orang benar takut akan Tuhan, ngeri pd penghukuman yg Tuhan bs jatuhkan. Bs disimpulkan bhw org benar itu takut pd Tuhan, tetapi org fasik tdk takut pd Tuhan, berani melawan Tuhan.

Coba koreksi diri kita: makin punya uang yg banyak, apakah semakin cinta Tuhan atau semakin cinta dosa? Kalau punya bnyk uang justru jadi selingkuh, gila-gilaan bermain judi, melakukan perbuatan asusila, dsbnya, dapat disimpulkan bhw kita tergolong dlm org yg fasik, berarti kita org yg tdk takut pd Tuhan. Jgn sampai uang justru membinasakan kita karena membuat kita berpikir bhw kita bisa hidup tanpa Tuhan karena kita punya banyak uang. Dulu apa-apa kita bawa dlm doa, tapi sekarang tidak perlu berdoa lagi, tinggal beli atau bayar saja, uangnya banyak. Dulu jujur pd istri tentang semua penghasilan, tp skrg sudah mulai tdk jujur lagi, punya simpanan utk pribadi, dipakai untuk bersenang-senang, mengikuti keinginan yang selalu ‘lapar’. Jujur pd diri sndri, apakah watak kita berubah saat punya banyak uang? Masihkah kita peduli dg kebutuhan sesama ataukah kita sibuk untuk memuaskan hasrat duniawi kita?

Pakailah uang utk kehidupan, untuk panjang umur dan hidup sehat, utk menolong orang yg membutuhkan, dan semua yg positif dan memuliakan nama Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Uang Penyebab Dosa

Kenapa Berbeda

DI 01042024

Matius 5:38-39
Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi.
Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.

Mata ganti mata, gigi ganti gigi, peraturan ini ada dlm bagian dr penerapan hukum Taurat, kita dapat temukan dlm Keluaran 21:24, dan juga di Imamat 24:20, semua berlaku secara khusus dlm kondisi sesuai konteksnya.

Lalu saat Yesus datang ke dunia, peraturan ini mengalami suatu perluasan kondisi, dan ini bukan berarti hukum itu batal dan berlaku hukum baru. Yg hrs kita sadari ialah bahwa hukum Taurat berlaku khusus utk kalangan org Israel atau Yahudi pada umumnya. Jadi yg menganut Yudaism tetap berpegang pd hukum Taurat, sedangkan kita yg percaya pd Yesus lalu menjd Kristen, maka yg kita anut adalah apa yg Yesus ajarkan, bukan hukum Taurat. Jadi kalau dikatakan berbeda, benar keduanya berbeda, tapi kalau dikatakan bhw hukum yg awal itu diganti oleh Yesus, ini yg keliru. Supaya kita lebih mudah memahami, walau dlm PL, Tuhan memerintahkan untuk mempersembahkan korban berupa hewan & hasil cocok tanam, tp kita sbg gereja Kristen tdk mempraktekan hal itu, karena gereja tdk terikat dgn hukum Taurat, tetapi berpegang pd ajaran Yesus melalui para rasul dan juga bapa-bapa gereja yg bersumber pd Alkitab.

Beragamnya doktrin yg ada di zaman ini jg sedikit membuat kebingungan di kalangan jemaat, misalnya gereja A melarang sesuatu hal, tp gereja B memperbolehkannya, belum lagi ditambah dogma atau pengajaran yang sifatnya personal diakui oleh hamba Tuhan, yg satu bilang begini, yg lain bilang itu sesat dan melanggar firman Tuhan. Jd bagaimana kita menyikapinya? Pertama, pastikan gereja yg kita menjd jemaatnya adalah gereja yang berdiri di atas kebenaran Tuhan, percaya dg teguh bahwa Alkitab adalah firman Tuhan yg mengatur hidup kita menuju kekudusan. Yg kedua, jika kita sudah yakin untuk berjemaat di sebuah gereja, patuhilah doktrin yg diakui dan dipraktekkan oleh gereja kita, meskipun doktrin gereja kita berbeda dgn gereja yang lain. Tdk usah bingung dgn doktrin yg tidak sama dgn gereja di nana kita berjemaat, itu hanya membuat iman kita goyah dan terus mengganggu pikiran kita.

Peganglah dan praktekkan firman Tuhan, ini yg penting drpd berdebat ttg doktrin yg beda satu sama lain, tanyakan pd team pastoral & para pengajar yg melayani di gereja kita bila ada sesuatu yg masih belum kita mengerti.

Posted in Renungan | Comments Off on Kenapa Berbeda