Perbendaharaan Hati

DI 04112023

Lukas 6:45 ILT3
Orang yang baik mengeluarkan hal yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik, dan orang yang jahat mengeluarkan hal yang jahat dari perbendaharaan hatinya yang jahat, karena mulutnya mengucapkan apa yang meluap dari hatinya.

Hati ternyata punya perbendaharaan, suatu ruang yg bs diisi apa saja yg menurut kita itu penting dan disukai, bs berupa hal yg buruk atau hal yg baik.

Mau diisi dgn apa perbendaharaan hati kita? Ini kadang tergantung pd kesukaan kita pd sesuatu, dan apa yg kita sukai itu tergantung dari apa yg menarik utk dilihat, didengar dan dirasakan. Karakter yg dimiliki seseorg juga dapat mempengaruhi org itu utk memilih hal apa saja yg akan dia simpan ke dalam hati. Org yg sulit memaafkan cenderung utk dgn sengaja menyimpan dendam dlm hatinya & itu dianggapnya sbg sesuatu yg wajar karna dialah yg disakiti, dialah yg jd korban, orang lain tdk punya hak utk menyalahkan dia, itu adalah hak pilihan seseorg. Ada org yg bisa menyimpan dendam seumur hidupnya. Ada jg org yg mengagumi seseorg dan mencoba mengikuti dan meniru apa yg dilakukan org yg dia kagumi itu. Hal yg baik dan yg buruk, keduanya bs tersimpan dlm perbendaharaan hati tiap org, karenanya pilihlah apa yg baik utk disimpan dlm hati, karena hal baik juga yg akan keluar dr perkataan kita.

Menjaga mulut dan lidah kita dimulai dr apa yg akan kita masukkan dlm hati kita, apa yg akan jd ‘harta’ dlm hati kita. Org bisa menipu dgn mulut manisnya, hatinya jahat tp mulut dia sangat ‘manis’, apakah ini bertentangan dgn ayat di atas? Org yg :bermulut manis’ pd akhirnya akan membuka ‘kedok aslinya’ saat apa yg dia inginkan itu tercapai atau karena kelicikannya terbongkar. Jadi kita perlu utk berhati-hati, org yg kedengarannya bicara yg baik belum tentu hatinya jg baik, perlu diuji oleh waktu atau Tuhan sendiri yg membuka kebohongannya. Jgn sampai kita berlaku spt itu. Mulailah dgn menyukai hal-hal yang baik pengaruhnya bagi hidup kita dan orang lain. Yg hrs dimiliki dlm perbendaharaan hati org Kristen adalah isi dr Alkitab atau firman yang dr Tuhan, maka perkataan yg keluar adalah nasehat yg baik, pengetahuan ttg Tuhan yg benar, kejujuran, dsbnya. Menyimpan hal yg jahat sama dgn pelan-pelan menghancurkan hidup kita sendiri dan org lain.

Apa yg sudah kita masukkan dlm hati kita? Bila ada hal-hal yg tdk berkenan di hadapan Tuhan, segera keluarkan dr perbendaharaan hati kita, jgn sampai hati kita menjd ‘sakit’.

Posted in Renungan | Comments Off on Perbendaharaan Hati

Praktekkan Semuanya

DI 03112023

Filipi 4:9
Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu.

Ada bbrpa hal yg telah kita dengar dan lihat itu perlu dipraktekkan, bukan sekedar menjd satu pengetahuan tambahan saja, demikian jg halnya dgn hal yang berkaitan dgn rohani.

Bbrpa kalangan dari jemaat biasanya punya bbrpa hamba Tuhan ‘favorit’, ada yg katanya khotbahnya bagus, ada yang katanya ‘sakti’, dsbnya. Hal ini tentu sah-sah saja, tdk salah asalkan kelebihan yg dimiliki hamba Tuhan itu berdampak positif, menginspirasi jemaat utk hidup benar di hadapan Tuhan, dsbnya. Kalau hanya suka khotbahnya saja, nanti bs terbiasa menjd kolektor khotbah, malah bisa lebih parah menjd ‘juri’ yg menilai khotbah si hamba Tuhan, maka nanti akan muncul satu pendapat yg sifatnya mengeliminasi bbrpa nama hamba Tuhan: “Ah kalau Pdt A hebat khotbahnya, bikin semangat dengarnya, Pdt B mah khotbahnya biasa aja.” Padahal yang Tuhan ajarkan adalah kita menjd pelaku dari firman Tuhan, bukan juri yg menilai khotbah atau kolektor khotbah, karena baik kita dan hamba Tuhan sama-sama akan diminta oleh Tuhan pertanggung jawaban dlm hal apakah sudah menjd pelaku firman atau tidak.

Rasul Paulus menasehati jemaat di Filipi ini utk menjd ‘duplikat’ dr dirinya, spt seorg yang belajar satu ilmu dr gurunya, berlatih hingga satu saat bs menguasai ilmu itu dan menjadi sama spt gurunya. Hal ini pernah dikatakan oleh Yesus: “Seorang murid tidaklah lebih besar daripada gurunya, tetapi setiap orang yang telah disempurnakan akan menjadi seperti gurunya” (Lukas 6:40 ILT3). Orangtua biasanya juga punya harapan yg sama, anak kandungnya semoga bs meneruskan semua yang telah orgtuanya lakukan, ini tentu wajib belajar ketrampilan itu dr orgtuanya. Menjadi serupa dgn Kristus, itu yg biasa kita dengar, dan memang demikian seharusnya hidup di dlm kekristenan, bukan sekedar pny Tuhan utk disembah, tapi menjd serupa dgn Tuhan. Ini tentu hal yg butuh proses, pengorbanan, bayar harga, kerendahan hati, dsbnya. Kalau ini sudah terwujud, Tuhan berkenan dan Dia akan memakai org-org ini utk tugas yg lebih besar lagi, menyatakan kemuliaan-Nya lewat hidup org ini.

Ikutilah teladan pemimpin yg baik, tapi tentu tdk ada manusia yg sempurna, buang yang buruk, ikuti yang baiknya, dan terus berjuang utk menjd serupa dgn Kristus.

Posted in Renungan | Comments Off on Praktekkan Semuanya

Mengapa Roti dan Anggur?

DI 02112023

Matius 26:26-28
Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya dan berkata: “Ambillah, makanlah, inilah tubuh-Ku.” Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka dan berkata: “Minumlah, kamu semua, dari cawan ini. Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa.

Perjamuan Malam Paskah sesaat sebelum Yesus ditangkap menjd awal penetapan apa yg dikenal sbg Perjamuan Kudus yg hingga saat ini terus dilakukan oleh Gereja Tuhan.

Mengapa yg digunakan adalah roti & anggur dlm perjamuan malam Paskah saat itu? Hal ini tentu saja bs digali lebih dlm dr sisi ilmu teologia yg ada, namun saya pribadi teringat bhw 2 jenis makanan dan minuman itu juga digunakan Yesus saat Dia membuat mujizat. Pertama, kita ingat ketika Yesus melakukan mujizat 5 roti dan 2 ikan, yg memberi makan lebih dari 5000 org, kemudian juga peristiwa serupa kembali terjd pd lebih dr 4000 orang. Roti dipakai Tuhan utk memberi makan, ini mengingatkan saya bhw selama kita hidup di dunia, Tuhan memberikan apa yg menjadi kebutuhan kita. Lebih spesifik lagi bagi kita yg ‘lapar’ akan firman Tuhan. Dlm peristiwa mujizat pelipatgandaan roti dan ikan, semua diperuntukkan bagi org-org yang berhari-hari mengikuti Yesus karena ingin mendengar yg Yesus ajarkan. Jadi ini bs dimaknai sebagai pemeliharaan Tuhan bagi kita selama hidup di dunia ini.

Kedua, kita ingat bhw mujizat pertama yang dilakukan Yesus adalah mengubah air menjd anggur dlm sebuah pesta. Dlm kitab Wahyu ada peristiwa ‘Pernikahan Anak Domba’, yg biasa menyertai dlm sebuah pernikahan itu adalah sebuah pesta, dan mujizat air menjd anggur terjd di sebuah pesta pernikahan. Yg bs dimaknai dr pemahaman ini ialah Tuhan melalui anggur Perjamuan Kudus, menjamin kita akan melihat ‘Pernikahan Anak Domba’ itu: Dan dia berkata kepadaku, “Tuliskanlah: Berbahagialah dia yang dipanggil ke dalam perjamuan pesta perkawinan Anak Domba.” Dan dia berkata kepadaku, “Perkataan Elohim ini adalah benar.” (Wahyu 19:9 ILT3). Tentu 2 pemahaman ini hanyalah satu jenis pemahaman pribadi, bukan sebuah doktrin yg diakui, namun bagi saya pribadi, ini menjd sebuah peneguhan bhw Tuhan bukan hanya menyediakan kebutuhan hidup kita di dunia, tp jg menjamin kita melihat hal yg baik dlm kekekalan nantinya.

Jangan anggap biasa ketika kita melakukan perjamuan kudus, pahami maknanya secara benar dan persiapkan diri secara serius saat kita akan mengambil bagian di dalamnya.

Posted in Renungan | Comments Off on Mengapa Roti dan Anggur?

Bergunul Dalam Doa

DI 01112023

Kolose 4:12
Salam dari Epafras kepada kamu; ia seorang dari antaramu, hamba Kristus Yesus, yang selalu bergumul dalam doanya untuk kamu, supaya kamu berdiri teguh, sebagai orang-orang yang dewasa dan yang berkeyakinan penuh dengan segala hal yang dikehendaki Allah.

Doa seringkali disempitkan pengertiannya dgn cara kita meminta pd Tuhan, butuh ini & itu dr Tuhan, ya tinggal berdoa saja, mudah & praktis, bukan?

Kalau hanya berpikiran bhw dlm doa isinya hanya meminta saja, maka kita kehilangan pengertian ttg kegunaan dr sebuah doa, satu bukti bhw kita menganggap Tuhan sbg yang mengabulkan permintaan saja. Dlm ayat ini, ternyata Epafras bergumul dlm doanya utk jemaat di Kolose, spt seorg yg sedang serius berjuang utk sesuatu. Doa itu komunikasi 2 arah antara kita dgn Tuhan, bukan sekedar kita meminta di dlm doa, tp kita jg berjuang di dalam doa. Knpa perlu sampai bergumul di dlm doa, bukankah Tuhan sudah tahu isi hati kita? Ternyata tdk sesederhana itu. Kita bs melihat contohnya ketika Daniel sedang berpuasa, seharusnya jwban doanya datang dlm satu hari, tetapi karena malaikat utusan Tuhan dihadang oleh ‘penguasa Persia’, jadi butuh waktu 21 hari barulah jawaban doa itu dtg (Daniel 10). Kita jg mengenal istilah ‘doa peperangan rohani’, ini jg termasuk ke dalam pergumulan di dlm doa.

Bnyk kesaksian dr mereka yg bergumul dlm doa ketika minta sesuatu pd Tuhan, ada yg berbulan-bulan baru terlihat pertolongan dr Tuhan, atau bahkan ada yg bertahun-tahun barulah masalahnya selesai. Kenapa Tuhan tidak cepat saja menjawab doa kita? Tuhan itu kan Mahakuasa, seharusnya tidak perlu ada masalah utk menjwb doa kita? Lambat atau cepatnya Tuhan menjawab doa, semua itu ada dlm kedaulatan Tuhan, kadang doa yg dinaikkan itu hrs terus menerus, ini karna apa yg diminta dlm doa itu butuh ketekunan dr kita, sesuatu yg ‘keras’ kadang perlu untuk dipukul berkali-kali supaya bs ‘pecah’, itulah mengapa perlu ketekunan dlm berdoa, harga yg perlu kita ‘bayar’ tidak selalu sama dalam pergumulan doa kita, tetapi ingat, janganlah memaksa Tuhan utk mengabulkan apa yang kita minta, perlu kerendahan hati utk terima apapun keputusan Tuhan, dan jgn jd kecewa bila permintaan kita ditolak.

Apa yang sedang kita perjuangkan dlm doa? Tekunlah berdoa, berjuanglah dgn semangat juang yg tinggi, ketika jawaban dr Tuhan itu datang, terima dgn ucapan syukur.

Posted in Renungan | Comments Off on Bergunul Dalam Doa

Apa Upahnya?

DI 31102023

Matius 5:44, 46
Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.
Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?

Standart mengasihi sbg org Kristen memang berbeda dgn yg lainnya, mengasihi org yang mengasihi kita, di mata manusia itulah etika dan moral yg berlaku secara umum, tapi dari sudut pandang Tuhan, bagaimana?

Karena yg bicara ttg hal ini adalah Yesus yg adalah Tuhan, maka hrs kita pahami bahwa upah yg dimaksud adalah upah yg dr Tuhan. Ingat bahkan upah diberikan Tuhan utk doa yang kita naikkan di kamar pribadi kita sndri (Matius 6:6). Kalau kita berbuat baik pd org lain, biasanya kita mgkin akan ada balasan dr org itu, walaupun ada kemungkinan jg kita tdk menerima balasan apa-apa. Jd kita sdh terima upahnya dr sesama manusia. Hukum tabur tuai sdh digenapi, tidak ada upah dari Tuhan lagi. Hah? Apakah kebaikan kita tidak dicatat oleh Tuhan? Tetap dicatat, tepi tidak dapat upah dr Tuhan? Apa dasar ayatnya? Di dlm Matius 6:5 dikatakan: “Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Dipuji manusia itulah upahnya, tidak ada upah lagi dr Tuhan.

Dlm hal memberi sedekah (Matius 6:4), dlm hal berpuasa (Matius 6:18), juga digunakan hukum yg sama. Dlm Lukas 14:12-14, Yesus berfirman kalau mengundang makan org yg mampu, mereka pasti membalasnya, artinya sdh terima upah dr kebaikan, tp kalau yang diundang org-org yg tdk mampu, nanti Tuhan yg akan membalasnya. Jadi pertanyaannya: apakah sia-sia berbuat baik pd org yg secara ekonomi digolongkan org mampu? Tentu ini tidak sia-sia, kecuali kalau mereka ternyata tdk bersikap baik pd kita, memusuhi & tidak membalas kebaikan kita, maka hukum yang berlaku adalah Tuhan yg memberikan upah bagi kita. Jadi yang perlu kita pahami adalah bhw ada kebaikan yg dibalas oleh Tuhan dan ada kebaikan yg dibalas oleh sesama kita. 2 jenis upah ini sangat kita perlukan, upah dari manusia bs langsung kita nikmati di dunia, upah dr Tuhan bs Dia berikan saat kita hidup di dunia atau nanti dlm kekekalan.

Jgn lelah untuk terus berbuat baik, sekalipun kebaikan kita tdk dibalas dgn kebaikan, tapi percayalah bahwa kebaikan yg kita perbuat tetap Tuhan catat dan Dia ingat.

Posted in Renungan | Comments Off on Apa Upahnya?

Ditolak Karena Orang Biasa

DI 30102023

Matius 13:55-56, 58
Bukankah Ia ini anak tukang kayu? Bukankah ibu-Nya bernama Maria dan saudara-saudara-Nya: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas?Dan bukankah saudara-saudara-Nya perempuan semuanya ada bersama kita? Jadi dari mana diperoleh-Nya semuanya itu?”
Dan karena ketidakpercayaan mereka, tidak banyak mujizat diadakan-Nya di situ.

Yang org Nazaret tahu, Yesus hanyalah org biasa, anak dr Yusuf dan Maria, ketika Yesus kembali ke Nazaret, org-org di sana heran & meragukan kuasa Yesus berasal dr Tuhan.

Dr data di atas, agaknya semasa Yesus kecil hingga berumur kurang lebih 30 tahun sblum Dia pergi mengajar dan melayani, tidak terjd suatu peristiwa ajaib apapun yg menggiring pandangan orang ttg Yesus berubah, artinya Yesus hidup layaknya manusia biasa, tidak terlihat memiliki sesuatu yang supranatural, hidup layaknya spt org kebanyakan. Pertama kali Yesus membuat mujizat saat pesta dgn mengubah air menjd anggur di Kana. Orang umumnya kagum melihat ada org sedaerah yg hebat, tp org-org Nazaret malah curiga & meragukan bhw Yesus memiliki hikmat dan kuasa yg berasal dr Tuhan. Mgkin org zaman skrg bilang: kenapa tiba-tiba berubah jenius? Jangan-jangan main kuasa gelap!! Akibat dr penolakan ini, Yesus tdk banyak melakukan mujizat di tempat asalnya, dikatakan itu krna ketidak percayaan mereka, sesuatu yg amat merugikan bagi kepentingan umum, karena pasti bnyk orang sakit di sana membutuhkan kesembuhan dr Yesus.

Karena tdk percaya, tdk banyak terjd mujizat, ini suatu rumusan yg patut kita ingat, bahwa utk sebuah mujizat terjd, dibutuhkan percaya dr org yg membutuhkannya. Memang dalam bbrpa kisah dicatat bhw mujizat terjd karna Tuhan menginginkannya, sekalipun tdk ada iman, namun dr kisah ini kita bs tahu bahwa mujizat itu perlu percaya dari org yang butuh akan mujizat Tuhan. Sebagian orang berpikir bhw mujizat itu hanya terjd saat Yesus hidup di dunia ini, apakah itu benar? Kesaksian dr mereka yg mengalami mujizat Tuhan menjd jawabannya bhw mujizat itu masih terjd saat ini dan seterusnya. Selama masih ada orang yg percaya, Tuhan akan trs melakukan kuasa dan mujizat-Nya di dunia ini. Jd bagi kita yg sedang butuh mujizat Tuhan, berharaplah & percaya bhw mujizat masih Tuhan sediakan bagi org yg percaya, asalkan tdk kehilangan iman dan percaya kita pd Tuhan, tdk tunduk pd realita dan batas kemampuan manusia.

Dunia bgtu mengalami perkembangan yang dahsyat dlm ilmu pengetahuan & teknologi, tp ada bbrpa hal yg tidak sanggup dilakukan dgn itu semua, hanya Tuhan yg bisa.

Posted in Renungan | Comments Off on Ditolak Karena Orang Biasa

Terjatuh di Akhir

DI 28102023

1 Raja-raja 11:4, 6
Sebab pada waktu Salomo sudah tua, isteri-isterinya itu mencondongkan hatinya kepada allah-allah lain, sehingga ia tidak dengan sepenuh hati berpaut kepada TUHAN, Allahnya, seperti Daud, ayahnya.
dan Salomo melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, dan ia tidak dengan sepenuh hati mengikuti TUHAN, seperti Daud, ayahnya.

Salomo menjd raja atas Israel meneruskan tahta dr ayahnya, raja Daud, kerajaan Israel dlm masa keemasan, tp di masa tuanya, dia jatuh dlm penyembahan berhala.

Kurang baik apa perlakuan Tuhan pd Salomo shga dia akhirnya menyembah yg lain? Jelas dikatakan dlm ayat di atas bhw bukan karna kurang berkat dari Tuhan, tp karena cintanya pd isteri-isterinya yang melebihi ketaatannya pd Tuhan. Mgkin org banyak berpikir orang bisa saja menyembah berhala karena sedikit berkat yg dia terima dr Tuhan, tapi pikiran ini tidak selalu benar, Salomo sangat diberkati, tp justru dlm berlimpahnya berkat dr Tuhan, dia jatuh dlm dosa penyembahan berhala. Ini jd peringatan bagi kita, kita bs jatuh di dalam situasi baik atau buruk, dan hati-hati dengan pergaulan yg kita miliki. Awal kejatuhan dari Salomo adalah salah memilih kriteria istri yg baik, mgkin demi politik kerajaan, terjd suatu kerjasama yg ditandai dgn pernikahan, celah inilah yg akhirnya membuat iblis merusak isi perjanjian antara Tuhan dengan Daud, tahta kerajaan ‘batal’ kokoh karena Salomo telah berdosa melawan Tuhan.

Di ujung akhir kekuasaan, inilah titik rawan yg jarang org perhatikan, dlm pikirannya itu semua sudah baik, aman, terkendali, namun justru itulah celah kejatuhan org-org penting yg memegang kekuasaan. Ini bukan bicara hanya dlm politik saja, tp jg dlm semua jenis situasi dlm kehidupan setiap org. Yang kaya merasa aman karena kekayaannya, org yang bugar merasa aman dlm kesehatannya, org yg paruh baya merasa bijak dgn pengalaman yg dia miliki. Sadarlah bhw seseorg bs jatuh dlm dosa di usia berapapun, di semua jenis situasi, ketika dia kehilangan kendali diri dlm hal yg paling dia sukai. Di akhir pertandingan seringkali kemenangan berubah menjd satu kekalahan yg mengenaskan, yakin menang sehingga jd santai dan sombong, kemudian semua itu berubah menjd sebuah kekalahan yang memilukan. Waspadalah dgn keinginan hati kita, bukankah Daud jatuh ke dlm dosa di saat dia santai di istana?

Diberkati Tuhan dgn berlimpah? Puji Tuhan! Tp waspada karena iblis terus melihat kapan kita lengah, begitu ada celah terbuka, dia yg begitu licik akan masuk merusak hidup kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Terjatuh di Akhir

Iblis Suka Yang Kosong

DI 27102023

Matius 12:43-45
“Apabila roh jahat keluar dari manusia, ia pun mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian. Tetapi ia tidak mendapatnya. Lalu ia berkata: Aku akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan itu. Maka pergilah ia dan mendapati rumah itu kosong, bersih tersapu dan rapi teratur.
Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat dari padanya dan mereka masuk dan berdiam di situ. Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk dari pada keadaannya semula. Demikian juga akan berlaku atas angkatan yang jahat ini.”

Punya rumah yg bersih tentu satu hal yg baik dan memang seharusnya demikian, tp kalau tdk ada penghuninya, rumah itu bs saja ada pihak lain yg tinggal di situ dan berbuat apa yg dikehendakinya.

Ternyata tubuh manusia itu ibarat rumah yg ditempati oleh roh manusia itu sendiri, maka tidak mengherankan jika ada kejadian orang yg kesurupan, ada roh lain yg masuk dalam tubuh org itu. Bbrpa kepercayaan mengakui bhw dewa dewi bs masuk dlm tubuh orang yg mrka pilih dan dianggap sbg suatu ritual yg positif, beda dgn peristiwa kesurupan yg biasanya dikaitkan dgn roh setan ataupun yg gentayangan di tempat itu. Yg kita bahas ini tentu dr sudut pandang Kristen, sesuai yang kita baca, roh jahat ternyata lebih menyukai tubuh manusia utk ditempati drpd tempat yg tandus, apalagi yg rapi dan ‘kosong’. Kosong berarti tdk ada isinya. Apa isi dr tubuh seorg manusia? Ini bukan bcra ttg anatomi tubuh secara biologi, tp roh siapa yg mendiaminya. Kalau pemilik rumah itu org yg lemah, maka pencuri atau perampok bs dgn mudah untuk masuk dan melakukan niat jahatnya. Ini satu pesan rohani utk kita: Jangan kosong!

Tubuh yg ‘kosong’ jgn diartikan spt tubuh org mati yg sdh tdk ada rohnya lagi, dlm ayat yg kita baca, diterangkan bhw ketika tubuh org itu dimasuki 8 roh jahat, keadaan orang itu lebih buruk drpd sebelumnya ketika hanya 1 roh jahat saja yg merasukinya. Jd org ini ada dlm keadaan masih hidup, bukan mayat. Tp bukankah masih ada roh org itu? Nah ini yg perlu kita pahami sbg org Kristen: dlm tubuh orang Kristen ada roh org itu sendiri dan ada Roh Tuhan di dalamnya. Kita mengenal ada keadaan dipenuhi Roh Kudus, inilah idealnya keadaan roh org Kristen. Rumah yang tertata rapi tp kosong adalah gambaran dr orang yg tdk punya Roh Tuhan di dalamnya, sehingga iblis bs lebih mudah masuk dan menguasai tubuh org yg dirasukinya. Logikanya seperti 1 maling berhadapan dgn 2 penghuni rumah yang ahli main senjata, kemungkinan maling itu bs masuk sangat kecil, bahkan bs dengan mudah ditangkap dan diserahkan ke polisi.

Jangan kosong! Tetap dlm kepenuhan Roh Kudus setiap hari, isi dgn kebenaran firman Tuhan, renungkan siang dan malam, hidup dlm keintiman dgn Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Iblis Suka Yang Kosong

Lebih Berharga

DI 26102023

Matius 10:31
Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit.

Dari ayat ini kita melihat adanya hubungan antara ketakutan dan merasa diri tidak lagi berharga, itulah sebabnya ayat ini ada untuk mengingatkan kita bhw kita ini berharga.

Kenapa seseorg merasa tidak berharga lagi? Umumnya krna dia mengalami penolakan dr lingkungan pergaulannya. Misalnya dulu dia seorg yg kaya raya, di manapun dia ada, org akan menyambutnya dgn gembira, tp ketika dia jatuh ekonominya, org-org yg dulu begitu menyanjungnya, kini berbalik menjauhinya & bahkan menghinanya. Seorg istri yg dulunya sangat cantik, karena faktor usia, mulai tidak begitu cantik lagi, suaminya selingkuh dgn yg muda dan cantik, dia merasa dirinya tidak lagi dicintai dan itu membuatnya sakit hati & marah. Merasa diri tidak berharga lagi untuk bbrpa org ada yg memilih mengakhiri hidup dgn cara yg tragis. Jadi ketakutan bs timbul dr penolakan yg bersumber pd org-org yang dulunya sangat berkualitas, tp kini tidak lagi diperhitungkan. Tidak lagi dikasihi membuat seseorg merasa dirinya spt ‘sampah’ yg tdk ada gunanya lagi.

Gengsi seorg pria ada pada kemampuannya utk mencari uang, gengsi seorg wanita ada pd kecantikan lahiriahnya. Dgn berjalannya waktu, perubahan bs terjd begitu cepat dan bnyk org yg tdk siap menghadapinya. Di dlm dunia kerja misalnya, kehadiran karyawan yg baru bs menjd pemicu timbulnya persaingan tidak sehat di kantor karena dia ternyata pny keterampilan dan daya tarik yg kuat. Bgmna dgn ayat di atas? Dalam konteksnya, ayat ini berkaitan dgn jaminan proteksi Tuhan ketika kita mengalami penganiayaan sbg orang yg percaya pd Kristus. Org bs merancangkan yg jahat pd kita, tp jika Tuhan tdk mengizinkan itu terjd, kita pasti diluputkan dari semuanya. Tapi sekalipun Tuhan mengizinkan itu terjadi pada kita, bahkan sampai kehilangan nyawa, ada upah yg menanti kita sbg martir, tp ingat bhw tidak semua org layak menjd martir, ini ada faktor pilihan Tuhan. Intinya adalah bisa saja kita mengalami yg buruk, tp tetap Tuhan memperhatikan keadaan kita.

Kita ini berharga di mata Tuhan, Dia pasti jg menjaga dan melindungi kita, jgn takut dan perkuat iman kita, Tuhan selalu menyertai di segala situasi yg kita hadapi.

Posted in Renungan | Comments Off on Lebih Berharga

Iman Yang Tidak Dipaksakan

DI 25102023

Matius 14:36
Mereka memohon supaya diperkenankan menjamah jumbai jubah-Nya. Dan semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh.

Peristiwa ini terjd di Genesaret, bnyk orang sakit yg ingin disembuhkan oleh Yesus, dan mereka beriman bhw hanya dgn menjamah jumbai jubah Yesus, mereka akan sembuh.

Ini contoh iman yg tdk dipaksakan, dan iman yg benar seharusnya spt itu. Iman suatu saat perlu disesuaikan dg keadaan. Dlm kisah ini, org-org sakit itu berpikir sangat realistis bhw utk didoakan langsung oleh Yesus itu butuh antrian yg lama dan pasti berebutan, adakah cara yg lebih sederhana dan beretika? Mrka mendapatkan ide untuk memohon pd Yesus supaya ketika mereka bs menjamah jumbai dr jubah Yesus, apapun sakit yg mrka derita akan disembuhkan, dan ini akhirnya terjadi atas diri mereka. Beriman itu harus, tapi jgn mengatur Tuhan atau memaksa Tuhan untuk mengikuti cara kita. Pasti ada maksud yang terselubung jika kita ingin Tuhan mengikuti cara kita, ada yg ingin pamer keintiman dgn Tuhan, ada yg ingin dipuji sbg org yg punya iman besar, dsbnya. Jgn lupa bhw Tuhan itu Pencipta dan kita ini hanya ciptaan, yg jadi penguasa itu Tuhan, bukan kita, kitalah yang hrs mengikuti cara Tuhan!

Beriman yg sembarangan tentu hasilnya tdk akan baik dan bahkan mempermalukan diri sendiri. Misalnya ketika membesuk org sakit, org biasanya memberi kata-kata penguatan dgn janji bhw Tuhan akan sembuhkan. Yang jd pertanyaan: apakah Tuhan bicara pd org itu bhw si sakit ini akan disembuhkan? Asal memberi janji kesembuhan, tapi ternyata si sakit ini malah meninggal dunia! Sesuatu yg memalukan nama Tuhan! Sebaiknya jangan menjanjikan Tuhan pasti menyembuhkan, tp kalau memang Tuhan sudah bicara bhw org sakit itu akan Dia sembuhkan, tentu itu harus disampaikan. Doakanlah supaya org sakit ini mengalami yg terbaik dari Tuhan dan sesuai dgn kehendak Tuhan. Inilah contoh iman yg realistis, tahu diri siapa kita ini di hadapan Tuhan, Dia yg punya otoritas dan jgn sampai nama Tuhan dipermalukan justru oleh iman yg sembarangan dan ngawur, jgn perkatakan sesuatu yg asalnya dr diri kita sendiri, bukan dari Tuhan.

Mendengar suara Tuhan bukan berarti harus dengar secara ‘audible’ spt suara org sedang bicara pd kita, bnyk cara Tuhan utk bicara pd kita, jgn paksa Tuhan mengikuti apa yg kita mau.

Posted in Renungan | Comments Off on Iman Yang Tidak Dipaksakan