Ada Waktunya Mengeluh

DI 02062023

Mazmur 6:6
Lesu aku karena mengeluh; setiap malam aku menggenangi tempat tidurku, dengan air mataku aku membanjiri ranjangku.

Hidup tidak selalu penuh tawa dan sukacita, ada saatnya musim kehidupan berubah dgn sangat cepat dan yg dialami adalah situasi yg membuat semuanya terasa berat.

Keluhan seringkali dinilai sbg sesuatu hal yg negatif dan mgkin dianggap sbg bukti tidak ada iman dlm hidup seseorg. Kalau beriman harusnya berkata positif dan tdk pesimis, di dlm diri ada semangat hidup, dsbnya. Daud dlm pasal ini mengungkapkan isi hatinya yg penuh dgn keluhan, dia menggambarkan yg dia alami spt sedang berenang di kolam yg diisi penuh oleh air matanya, ranjangnya dia gambarkan spt kolam yg penuh air. Dr ayat di atas, kita bs tahu bahwa bukan semalam dua malam dia mengeluh, tp setiap malam, ini karena Daud mengalami sesuatu yg tidak biasa, sesuatu yg di luar batas kemampuan untuk menanggung penderitaan. Sebenarnya jgn melarang org mengeluh, karena ada dua perbedaan, yg satu mengeluh dan membuat org lain tdk nyaman bahkan terganggu, tapi ada org yg mengeluh dan dia terus mencari Tuhan. Di sinilah kita seringkali salah dalam menyikapi org yg sedang mengeluh.

Jika kita sedang mengalami sesuatu hal yg membuat kita mengeluh, pastikan tindakan yg kita ambil kemudian adalah curhat pada Tuhan dan berharap pada pertolongan-Nya. Berharap pd pertolongan manusia seringkali membuat kita kecewa. Apakah salah kalau keluhan itu kita posting di status medsos dg apa adanya? Ini masih menimbulkan pro & kontra, ada yg bilang bhw itu hanya merusak nama baik kita, ada jg yg bilang itulah cara yang bs dia lakukan utk sedikit mengurangi beban dlm hati dan pikirannya. Apakah yang Daud lakukan dgn menuangkan keluhannya dgn membuat mazmur itu sama saja dengan memposting status di medsos? Org lain jadi tahu kalau Daud sedang bermasalah, dan ini bs menimbulkan beda pendapat bagi orang yg mendengarnya. Keluhan Daud dia sebar luaskan, tapi ingat bhw ketika dia mengeluh, yg dia lakukan adalah mencari Tuhan.

Keluhan bukan bukti seseorg tidak beriman, jgn sembarangan berkomentar, lebih baik ini kita bawa dlm doa supaya org itu bs dengan sukacita melewati situasi yg sedang dialami.

Posted in Renungan | Comments Off on Ada Waktunya Mengeluh

Diikuti Dosa

DI 31052023

1 Timotius 5:24 ILT3
Dosa beberapa orang itu nyata, itulah yang mengantarnya ke dalam penghakiman, tetapi bagi beberapa orang dosa itu juga mengikutinya.

Apa rasanya kemana-mana harus membawa beban yg berat? Tentu menyulitkan kita utk berlari, bahkan bs sangat menekan saat kita bernafas, spt itulah kalau ada dosa yg selalu mengikuti kita.

Pilih yg mana: beres di dunia atau diadili di dunia org mati nantinya? Kalau kita berbuat dosa, lalu selama hidup di dunia sdh diakui, diberikan vonis, menjalani hukuman ataupun sanksinya, serta diampuni Tuhan, pasti kita tdk akan takut terhadap kematian, tapi bagi org yg dosanya belum selesai selama hidup di dunia, belum diampuni Tuhan, kematian menjd sesuatu yg sangat menakutkan, akan terbayang bgmna nanti tersiksa di neraka & saat diadili oleh Tuhan, vonisnya adalah yg paling menakutkan yaitu kematian yg kekal. Tapi masalahnya adalah tdk semua orang yg masih hidup di dunia ini siap ketika dosanya terbongkar. Rasa malu, penolakan, hujatan hingga vonis secara sosial hrs siap diterima dan bahkan hrs ada yang sampai menjalani hukuman penjara sekian tahun sesuai vonis pengadilan. Sebagian orang takut dosanya terbongkar dan berusaha utk menutupinya.

Tentu kita pernah dengar cerita & kesaksian dr seorg pembunuh yg awalnya menutupi yg dia lakukan tp akhirnya dia mengakuinya dg rasa takut. Alasannya adalah krna bayangan dr org yg dibunuhnya selalu menghantui dia ke manapun dia pergi dan setiap saat ketika memejamkan mata. Ketakutannya itulah yg mendorong dia mengakui dosanya. Tp pada kenyataannya, bnyk org bukan takut akibat dosa yg dia perbuat, tp takut dosanya malah ketahuan oleh org lain. Mgkin org lain tetap tdk tahu, tp dosanya akan trs mengikuti dia dan membebani hidupnya setiap saat. Jadi mana yg kita pilih? Dipermalukan saat hidup di dunia tp masuk surga, atau dosanya aman tdk terbongkar tp akhirnya masuk neraka? Di dalam firman Tuhan jelas ada pengampunan dosa yg Tuhan sediakan, ini kalau kita tegas mengakui dosa kita, tdk menutupinya. Lebih baik kita bereskan masalah dosa kita, drpd hidup dihantui rasa takut seumur hidup.

Dosa itu sampah kehidupan, bukan disimpan tp hrs dibuang dr hidup kita. Hanya org jorok yg menyimpan sampah dlm rumahnya, dan hanya org bodoh yg menyimpan dosa dalam hidupnya.

Posted in Renungan | Comments Off on Diikuti Dosa

Menafkahi Keluarga

DI 30052023

1 Timotius 5:8 ILT3
Akan tetapi, jika seseorang tidak menafkahi miliknya sendiri, dan khususnya seisi keluarganya, dia telah menyangkal iman, dan dia lebih buruk daripada orang yang tak beriman.

Menafkahi keluarga adalah tanggung jawab seorg suami dan sekaligus ayah, namun jika disesuaikan dgn keadaan, bisa saja si isteri atau si ibu yg menafkahi keluarga.

Zaman kini istilah wanita ‘single parent’ sdh tidak asing lagi kita dengar, istilah ini berarti seorg pria atau wanita yg sdh bercerai hidup atau bercerai mati (suami atau istrinya telah meninggal dunia), yg tdk menikah lagi dan ia tinggal bersama dgn anak-anaknya. Jadi jgn menilai semua single parent itu buruk, karna jika disebabkan oleh pasangan hidupnya itu meninggal, tentu ini bukan suatu aib. Ayat di atas muncul di tengah pembahasan ttg apa yg berkaitan dgn cara seorg janda hidup di tengah keluarga dan masyarakat. Dl dalam ayat ini, yg dimaksud bukanlah janda, karna dlm terjemahan bahasa Inggrisnya dipakai kata ‘his’ bukan ‘her’, artinya merujuk pada pria. Kalau seorg pria sekaligus seorg ayah dg sengaja tdk menafkahi keluarganya, ini dipersamakan dgn org yg menyangkal iman atau bisa disebut murtad, pria ini dikatakan dia lebih buruk drpd org yg tdk beriman.

Bisa menikah tentu saja itu sebuah anugerah dr Tuhan karena ada bbrpa org yg tidak bisa mengalaminya karena berbagai alasan. Tapi terkadang pernikahan dianggap sbg hal yg biasa saja, toh org lain bnyk yg mengalami juga, sehingga terlalu menganggap rendah tanggung jawab utk tetap mempertahankan pernikahan menjd langgeng dan harmonis. Salah satu alasan yg menjd penyebab suatu perceraian adalah masalah nafkah, suami dipandang tdk menafkahi keluarganya dgn baik. Suami tdk peduli dgn biaya hidup yang besar, memberi tapi jumlahnya terbatas dan tentu saja itu tdk cukup utk membiayai hidup seluruh anggota keluarga. Hal ini tidak boleh terjadi dlm keluarga Kristen, seorang suami dan ayah hrs menafkahi keluarganya dengan semestinya, jgn menggunakan uang dengan tujuan yg negatif: berjudi, berselingkuh, dan hal negatif lainnya.

Nafkahi keluarga dgn semestinya, ini pasti akan membuat keharmonisan dlm keluarga menjd lebih stabil dan ada berkat Tuhan yg Dia sediakan utk setiap keluarga Kristen yg harmonis.

Posted in Renungan | Comments Off on Menafkahi Keluarga

Awasilah Ajaranmu

DI 29052023

1 Timotius 4:16 ILT3
Berilah perhatian terhadap dirimu sendiri dan terhadap pengajaran, teruslah tinggal di dalamnya, karena dengan melakukan hal itu engkau juga akan menyelamatkan dirimu sendiri, bahkan mereka yang mendengarkan engkau.

Pada dasarnya kita semua adalah pengajar, walaupun bukan spt guru, dosen, pendeta & yg lainnya, sbg orgtua, kita menjadi pengajar utk anak-anak kita.

Dlm ayat ini Timotius diingatkan oleh Paulus utk memperhatikan diri dan doktrin, artinya antara doktrin hrs terlihat dari tindak tanduk dalam keseharian. Ini jg berarti perlu untuk memperhatikan doktrin dgn seksama. Pada awal-awal mula gereja berkembang di masa itu, ada saja muncul pengajaran yg berbeda dari apa yg diajarkan oleh para rasul, hal ini membuat jemaat menjd bingung dan kalau tdk ditangani dgn baik, maka doktrin ini akan menyebar dan mempengaruhi kehidupan dr jemaat. Memperhatikan diri sndri berarti hrs bs menjd contoh dr apa yg kita ajarkan pada org lain. Sbg orgtua tentunya kita wajib utk memberi teladan bagi anak-anak kita, bukan hanya itu saja, kita jg hrs teliti menilai semua yg ditonton oleh anak-anak kita di media yg ada di zaman ini. Itulah makna dr perhatikan pengajaran, apa yg tidak baik yg dilihat oleh anak-anak kita di media sosial, hrs mampu kita nilai, kalau kita bilang itu salah, artinya kita hrs bs memberitahu apa yg benar.

Benar atau salah memang perlu penelitian yg mendalam dan perlu berdiskusi dgn yang adalah ahli di bidangnya. Menilai sesuatu dr sudut pandang tertentu saja kadang kurang tepat, apalagi zaman selalu berubah, pikiran orgtua dgn anak-anak zaman skrg pastinya ada perbedaan. Penting bagi orgtua untuk aktif melihat apa yg sedang jadi trend bagi anak-anak kita, kalau ada yg dianggap tidak baik, pelajari dulu. Komunikasi yg baik dgn anak-anak sangat penting ketika sbg orgtua ingin berdiskusi dgn anak-anak, carilah tahu bgmna pendapat mereka ttg hal itu dan kita berikan penjelasan yg tentunya bukan dalam bentuk argumen, tp ada fakta dan data, akan lebih baik disertai dgn sudut pandang firman Tuhan ttg hal itu. Memang terkadang butuh waktu utk anak-anak kita memahami semua yg kita katakan, hrs sabar dan doakan mrka agar terlindungi dr ajaran dan trend yg tidak baik.

Jadilah teladan bagi anak-anak kita, dan jgn lupa menjd ‘filter’ bagi mereka utk memilih apa yang benar dan pantas utk mereka ikuti, komunikasikan dgn baik.

Posted in Renungan | Comments Off on Awasilah Ajaranmu

Pikir Dulu Sebelum Meminta

DI 27052023

Matius 14:28-30
Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: “Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air.”
Kata Yesus: “Datanglah!” Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus.
Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: “Tuhan, tolonglah aku!”

Jam 3 malam Yesus mendatangi perahu yg mana terdapat para murid yg sedang ada di dlm keletihan berjuang melawan angin sakal yg melanda perahu yg mereka naiki, jadi saat itu situasi cukup mencekam.

Jam 3 malam di tengah laut, ada satu sosok mendatangi perahu para murid dgn berjalan di atas air, tentu ini sesuatu yg magis dan bs membuat ketakutan, terbukti para murid dgn jelas menyangka Yesus itu hantu. Itu hal yg wajar karena mereka belum pernah melihat Yesus berjalan di atas air sebelumnya, jadi utk memastikannya, Petrus meminta supaya dia jg berjalan di atas air mendatangi Yesus yg masih di atas air. Permintaan yg terlihat sangat fantastis, melawan hukum alam dan mungkin terlihat ‘keren’, tapi kemudian yang terjd adalah baru bbrpa saat berjalan di atas air, Petrus oleng karena tiupan angin, hampir saja tenggelam kalau saja Yesus tdk dengan cepat menolongnya. Permintaan yg fantastis tanpa dipikir panjang dulu, justru berakibat fatal, nyawa Petrus taruhannya. Dr pelajaran ini, bs kita dapati bahwa sebaiknya berpikir dulu sblum kita meminta sesuatu pd Tuhan, jgn berdasarkan emosi belaka.

Dlm situasi yg genting, mencekam, nyawa jg terancam, manusia cenderung berpikir tanpa banyak pertimbangan, akibatnya pilihan dan keputusan yg diambil menjd terlihat hebat tp tdk didukung dengan kemampuan, didasari oleh kenekatan semata. Apalagi kalau ingin cepat lolos dr situasi, bernazar pd Tuhan dg sesuatu yg di luar kesanggupan kita. Tuhan sanggup melakukan apapun, tp kadang kita spt Petrus dlm kisah ini, berani karena nekat tapi kemudian kembali ketakutan ketika dia dihadapkan dg realita: kuatnya tiupan angin yg akan membuatnya tenggelam. Awalnya dia akan tenggelam karena gelombang laut yg besar karena tiupan angin sakal, setelah dia berjalan di atas air, tiupan angin sakal jg yg menggoyahkan dia. Iman ketika kembali berhadapan dgn realita akan mudah goyah kalau imannya hanya ditopang oleh mujizat semata, mujizat mgkin bagian dr solusi, tapi solusi yg sebenarnya adalah ketika Tuhan dg kuasa-Nya menyelesaikan masalah kita.

Kadang kita mengharapkan mujizat terjadi tp belum siap utk mengalaminya, mental yg kuat sangat dibutuhkan ketika masalah yang besar sedang terjd dlm kehidupan kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Pikir Dulu Sebelum Meminta

Disesuaikan Dengan Iman

DI 26052023

Matius 14:36
Mereka memohon supaya diperkenankan menjamah jumbai jubah-Nya. Dan semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh.

Mujizat yg Yesus lakukan tdk selalu harus dg cara yg sama, contoh kisah di Genesaret bs mengungkap bhw mujizat terjd boleh Tuhan sesuaikan dgn iman manusia.

Penduduk di Genesaret memohon untuk bs menjamah jumbai jubah Yesus supaya yang sakit bs disembuhkan. Knpa tidak meminta dijamah langsung oleh tangan Yesus? Pasti ada alasan mengapa mereka meminta hal itu namun Alkitab tidak mencatat alasannya. Dr kisah ini bs kita bs melihat bhw ada saat di mana mujizat Tuhan terjd itu disesuaikan dgn iman yang dimiliki seseorg. Tingkatan iman yg dimiliki masing-masing orang tentu berbeda-beda, ada yg imannya besar, ada yg imannya kecil. Kalau kita memakai logika yg umum, alasan mereka mengajukan utk bisa menjamah jumbai jubah Yesus ialah supaya memudahkan bagi mereka yg lumpuh untuk bs dgn mudah menjamah jumbai jubah dari Yesus dan mengalami kesembuhan. Mgkin Yesus berjalan di dekat org-org yg lumpuh & hanya bs berbaring, maka jumbai jubah yang terletak paling bawah dr tubuh Yesus, dapat dgn mudah dipegang.

Kadang org egois ketika membutuhkan satu mujizat dlm hidupnya, yg penting dia dulu yg diberi mujizat, org lain setelah dia saja. Dlm kisah di atas, terlihat bagaimana penduduk Genesaret mengatur segala sesuatunya dgn baik demi bs banyak org sakit disembuhkan, dan caranya sederhana, memohon Yesus utk menyembuhkan hanya dgn dijamah jumbai jubah-Nya. Diatur supaya suasana bisa tetap kondusif dan yg penting semua org sakit bs berkesempatan memegang jumbai jubah dr Yesus dan disembuhkan. Ada saatnya Tuhan setuju dgn cara yang kita mohon untuk boleh dilakukan demi mengalami mujizat-Nya. Jd boleh saja kita memohon sesuai iman kita, namun semua bergantung pada Tuhan, jika diterima permohonan kita, bersyukurlah, tp kalau Dia menginginkan cara yg lain, tetap jgn kecewa, itu adalah kedaulatan Tuhan yg tidak bs diganggu gugat oleh siapapun.

Kuasa Tuhan tdk bs dibatasi oleh cara yang sama, di saat lain Dia bekerja dgn cara yang berbeda, yg penting adalah jaga iman kita tetap teguh pd Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Disesuaikan Dengan Iman

Jangan Jadi Batu Sandungan

DI 25052023

Matius 17:25-27
Jawabnya: “Memang membayar.” Dan ketika Petrus masuk rumah, Yesus mendahuluinya dengan pertanyaan: “Apakah pendapatmu, Simon? Dari siapakah raja-raja dunia ini memungut bea dan pajak? Dari rakyatnya atau dari orang asing?”
Jawab Petrus: “Dari orang asing!” Maka kata Yesus kepadanya: “Jadi bebaslah rakyatnya.
Tetapi supaya jangan kita menjadi batu sandungan bagi mereka, pergilah memancing ke danau. Dan ikan pertama yang kaupancing, tangkaplah dan bukalah mulutnya, maka engkau akan menemukan mata uang empat dirham di dalamnya. Ambillah itu dan bayarkanlah kepada mereka, bagi-Ku dan bagimu juga.”

Melakukan apa yang menjd hak kita itu tentu tdk perlu meminta izin dr org lain, tapi kalau yang kita lakukan itu akan dijadikan contoh bahkan bahan pembicaraan umum, ada saat dan waktunya utk kita mempertimbangkan mau melakukannya atau tdk.

Supaya jgn org lain tersandung dan kita jgn menjd batu sandungan, ini yg menjd sebuah polemik dalam diri kita. Kita hidup di tengah dunia yang penuh dgn hal ketidak pastian ttg sesuatu, misalnya ttg berbahasa lidah bagi org Pantekosta dan Kharismatik, tentu wajar jika dilakukan di wadah atau gereja lokalnya sendiri, ketika misalnya hadir dlm ibadah di gereja Protestan, maka harus menghormati doktrin dan aturan yg dianut oleh gereja tsb, tahanlah diri utk berbahasa lidah demi bisa menjaga ketertiban saat beribadah. Hal yg umumnya terjadi adalah perbedaan tafsiran mengenai aturan-aturan di Perjanjian Lama, apakah masih relevan utk dilakukan zaman sekarang? Ada jg pandangan bhw aturan yg ada dlm Kitab Taurat itu tdk wajib dilakukan oleh org Kristen, shga hal spt persepuluhan menjd perdebatan yang tdk menemukan titik temunya, wajib atau tdk?

Apa yg kita lakukan, perlu dipertimbangkan dampaknya bagi org lain, karena tingkatan iman setiap orang tdklah sama. Tentang apa yg boleh dan tdk boleh kadang blm berlaku secara merata di semua tempat, artinya ada org atau golongan tertentu yg tidak masalah kalau sesuatu dilakukan, tl bagi orang atau golongan di tempat lain, hal itu bermasalah jika dilakukan. Kalau kita ada pd posisi sbg org yg dijadikan panutan, tentu sangat perlu utk berhati-hati dlm bersikap, bertutur kata & bertindak, sekalipun sesuatu itu sudah biasa kita lakukan, namun demi menjd iman orang lain, kita menahan diri utk melakukannya di depan bnyk org. Karena kita hidup bersama dlm sebuah komunitas, maka perlu utk siap sedia bertoleransi dgn org lain, bagi org lain mgkin hal biasa, tp bagi kita itu sesuatu yg tdk wajar, toleransi ditunjukkan dg memberi kesempatan org lain melakukannya tanpa kita menghakimi perbuatan itu.

Jangan menjadi batu sandungan bagi orang lain, bijaklah dlm berbuat sesuatu yg masih dlm beda pandangan ttg wajib atau tidaknya, benar atau salah.

Posted in Renungan | Comments Off on Jangan Jadi Batu Sandungan

Kadang Tidak Cukup Satu Cara

DI 24052023

Matius 17:18, 21
Dengan keras Yesus menegor dia, lalu keluarlah setan itu dari padanya dan anak itu pun sembuh seketika itu juga.
[Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa dan berpuasa.]”

Pelayanan pelepasan memang butuh kuasa, tp jg butuh ketajaman menganalisa masalah yg sedang dihadapi, dlm kisah ini pengusiran roh jahat perlu dilakukan dengan gabungan antara berdoa dan berpuasa.

Tiap masalah bisa saja berbeda cara untuk menanganinya, meskipun sama-sama untuk mengusir roh jahat, tp perlu diingat roh jahat itu bermacam-macam jenis dan tingkatan, jd kadang perlu hikmat dr Tuhan utk tahu cara apa yg tepat utk mengusir jenis roh jahat yg sedang dihadapi. Hal ini jg berlaku utk jenis permasalahan lain di luar plynan pelepasan, bgmna cara menkonseling misalnya, antara masalah rumah tangga dgn masalah antara teman, tentu tidak sama, rumah tangga A dg rumah tangga B tentu cara mengatasinya bs sangat berbeda. Ingat jg bhw kadang perlu kombinasi lebih dr 1 cara untuk mengatasi sebuah masalah, jgn terpaku pd metode yg pernah kita praktekkan, dulu berhasil dan jg cocok, tp utk masalah yg sekarang bs saja tdk cocok dan hasilnya tdk maksimal. Yang jg perlu kita ingat bhw pengalaman belum tentu terulang dgn kondisi yg sama persis, jd pengalaman bukanlah metode yg tepat.

Hal yang menarik adalah Yesus menekankan satu cara yang kelihatannya biasa saja yaitu berdoa. Biasanya org berkata sdh berdoa tp tdk terjd perubahan apa-apa, keadaan malah tambah buruk. Yg perlu kita pahami adalah berdoa kadang belum cukup, hrs disertai dg cara yg lain, bisa saja disertai dgn berpuasa, atau disertai dg pemberian, atau disertai dgn suatu tindakan tertentu. Hikmat sangat perlu utk dimiliki oleh setiap kita, kalau kita belum memilikinya, mintalah pd Tuhan dan selalu mau belajar ttg sesuatu yg baru. Mendengar nasehat org lain serta mempertimbangkan nasehat itu kadang merupakan hikmat yang Tuhan berikan pd kita. Jgn menganggap diri kita sdh hebat, sadarlah bhw masalah dapat memiliki keruwetan dan kompleksitasnya yg berbeda-beda. Jgn melakukan sembarangan tp mintalah petunjuk Tuhan supaya apa yang kita lakukan bisa menghasilkan yg maksimal dan tdk membuang banyak waktu.

Berdoa saja belum cukup, perlu ditambah dg cara yg lain, sertakan Tuhan dlm semua yg sedang kita hadapi, hikmat dr Tuhan adalah awal solusi yg tepat.

Posted in Renungan | Comments Off on Kadang Tidak Cukup Satu Cara

Menertawakan Kuasa Tuhan

DI 23052023

Kejadian 18:13-15
Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Abraham: “Mengapakah Sara tertawa dan berkata: Sungguhkah aku akan melahirkan anak, sedangkan aku telah tua?
Adakah sesuatu apa pun yang mustahil untuk TUHAN? Pada waktu yang telah ditetapkan itu, tahun depan, Aku akan kembali mendapatkan engkau, pada waktu itulah Sara mempunyai seorang anak laki-laki.”
Lalu Sara menyangkal, katanya: “Aku tidak tertawa,” sebab ia takut; tetapi TUHAN berfirman: “Tidak, memang engkau tertawa!”

Sesuatu yg menurut pikiran manusia itu sdh mustahil, dan ketika ada perkataan bhw hal itu akan berubah menjd tdk mustahil, reaksi yg timbul bs sangat beragam.

Kalau yg didengar itu bhw sakitnya akan bs disembuhkan, reaksinya tentu positif, bukan menertawakan tp bersukacita. Jadi memang kita perlu sedikit memahami reaksi Sara yg saat mendengar perkataan Tuhan yg sangat berlawanan dgn logika dan ilmu kesehatan itu sbg sesuatu yg wajar. Tapi reaksi seperti itu dlm penilaian Tuhan ternyata tidak patut krna meremehkan kuasa Tuhan yg sanggup melakukan apapun, termasuk yang mustahil menurut pikiran manusia. Karena Tuhan yg berjanji, reaksi Sara ini tdklah membatalkan apa yg Tuhan katakan ttg Sara, namun akan beda situasinya kalau yg Tuhan janjikan itu memerlukan persyaratan dr kita, reaksi yang salah bs saja membatalkan apa yang Tuhan telah janjikan pd kita. Karena Saul tidak taat maka janji Tuhan bhw tahta kerajaan tetap akan menjd milik Saul akhirnya dibatalkan & Tuhan memilih Daud. Namun karena reaksi yg salah dr keturunan Daud, akhirnya bangsa Israel menjd tawanan di Babel.

Reaksi kita ttg kuasa Tuhan itu penting, baik saat iman kita teguh maupun ada keraguan di dlm diri kita. Yg jd fokus kita adalah reaksi yg lahir dr keraguan dan ketdk percayaan yg kita miliki, krna mgkin kita berpikir bhw org lain mengalami, apakah kita jg akan bisa utk mengalaminya jg? Apalagi kita sadar kalau kita bnyk berbuat dosa, tdk layak di hadapan Tuhan dan manusia. Ketdk percayaan atau keraguan ini jgn sampai muncul di perkataan atau sikap tubuh kita, berdoalah minta pada Tuhan utk membuat kita sanggup utk menjd percaya akan perkataan dan kuasa Tuhan. Yg penting jg adalah jujur di hadapan Tuhan saat kita tdk percaya akan perkataan Tuhan ini spt dlm kisah saat Yesus menyembuhkan seorg anak bisu yg kerasukan roh jahat dlm ayat ini: Jawab Yesus: “Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!” Segera ayah anak itu berteriak: “Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!” (Markus 9:23-24).

Apa yg Tuhan katakan pasti terjd, percayalah walaupun ada keraguan dlm diri kita, jangan bereaksi yg salah ttg janji Tuhan, kuasa-Nya tdk terbatas.

Posted in Renungan | Comments Off on Menertawakan Kuasa Tuhan

Tuhan Tidak Sembunyikan

DI 22052023

Kejadian 18:17 ILT3
Dan YAHWEH berfirman, “Apakah Aku akan merahasiakan dari Abraham apa yang sedang Aku lakukan?

Membaca ayat ini rasanya sedikit terkejut, ini ttg rencana Tuhan utk menghukum Sodom & Gomora, lalu apa urusannya dgn Abraham? Jgn lupa bahwa Lot, keponakan Abraham itu ternyata tinggal di dekat kedua daerah itu.

Perpisahan Abraham dengan Lot membuat keduanya tinggal di 2 daerah yg berbeda. Di dalam Kejadian 13:12, Abraham menetap di tanah Kanaan, tetapi Lot tinggal di kota-kota Lembah Yordan & berkemah dekat Sodom, jd di sinilah kita pahami bhw Tuhan memang hendak menghukum penduduk Sodom dan Gomora, tetapi jg ingin menyelamatkan Lot beserta keluarganya demi Abraham. Tuhan menceritakan rencana-Nya itu dan Abraham diperbolehkan untuk bernegosiasi mengenai jumlah org benar yg ada di sana, kalau ada 10 org benar, rencana Tuhan bs dibatalkan. Namun ternyata hanya Lot dan keluarganya yg diperhitungkan Tuhan, jumlahnya tdk 10, karena itu hukuman Tuhan terhadap Sodom dan Gomora tetap dilakukan. Satu hal yang jarang terjadi ketika Tuhan membiarkan org utk bernegosiasi dgn Dia, dan itu dilakukan hanya pd org-org tertentu yg dipilih Tuhan.

Abraham itu org pilihan Tuhan utk rencana besar, karena dr benih Abraham akan lahir satu bangsa besar yaitu Israel yg hingga kini masih eksis keberadaannya, bahkan hingga akhir zaman nanti, posisi Israel dlm nubuat akhir zaman sangat penting. Tuhan banyak bicara pd mereka yg menjalankan rencana Tuhan, Abraham, Yusuf, Musa, Yosua, Elia, Daud, dan para nabi. Jadi keintiman dengan Tuhan bukan terjd karena berjam-jam dalam berdoa, rajin berpuasa, dsbnya, tapi intim dg Tuhan itu terjd karena kita melakukan apa yg menjd rencana Tuhan di dunia ini. Mau bisa dengar suara Tuhan? Mulailah dgn banyak mempraktekkan firman Tuhan dalam hidup kita, nantinya saat dipercaya Tuhan utk ikut dlm melakukan rencana-Nya, Dia pasti akan banyak berbicara pd kita. Jgn percaya dgn ajaran-ajaran yg menjadikan kegiatan rohani diubah menjd sebuah ritual utk memperoleh sesuatu dr Tuhan.

Org yg diberitahu banyak hal oleh Tuhan, dia pasti org pilihan Tuhan yg dipercaya untuk menjalankan rencana Tuhan bagi dunia ini, dan pasti dia punya keintiman dgn Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Tuhan Tidak Sembunyikan