Hidup Dalam Terang

DI 27012023

1 Yohanes 1:7
Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.

Seringkali kita berpikir bhw disucikan Tuhan itu hanya tinggal meminta saja, namun dr ayat yang kita baca ini, ternyata ada syaratnya, ada hal yg hrs kita lakukan sblumnya.

Ada 2 hal yg hrs kita alami terlebih dahulu untuk nanti bs mengalami penyucian oleh darah Yesus yaitu pertama, hidup di dlm terang sama spt Dia ada di dlm terang, artinya kita hidup spt Kristus telah hidup. Yesus diutus Bapa ke dunia ini, tapi Dia hidup bukan dgn gaya hidup dunia, tapi dgn gaya hidup ‘surgawi’, ini yg hrs kita tiru sekaligus kita praktekkan dlm keseharian hidup kita. Kita punya Alkitab yg berisi pedoman bgmna hidup dgn gaya ‘surgawi’, hidup spt Kristus telah hidup di dunia. Pelajari kitab-kitab Injil spya kita dapat memahami bagaimana Yesus hidup dan punya gaya hidup ‘surgawi’ di tengah-tengah budaya & adat istiadat yg berlaku di dunia ini. Apa yg Dia lakukan dan tdk Dia lakukan, bgmna bersikap di saat berhadapan dgn org-org dan golongan yg tdk menyukai kehadiran-Nya di tengah-tengah masyarakat, bgmna memberi teladan yg benar dan berani mempertanggung jwbkan apa yang Dia perbuat dan katakan, dan yg terpenting dari semuanya adalah bagaimana Yesus dgn tubuh jasmani sbg manusia, bisa hidup tanpa berbuat dosa satupun juga. Hidup di dlm terang, itulah yg hrs kita lakukan.

Kedua, memiliki persekutuan seorang akan yang lain, artinya kita menjd bagian dari komunitas yg kita kenal sbg ‘keluarga’ yg rohani sifatnya, yang dimaksudkan di sini ialah persekutuan bersama dgn saudara-saudara seiman yg lain, bs berupa menjd bagian dr keanggotaan gereja lokal, atau komsel misalnya. Tapi esensi yg hrs kita pahami adalah persekutuan ini membuat kita memiliki gaya hidup yg sama dg saudara seiman lainnya karena sama-sama hidup mengikuti teladan yg Yesus berikan, hidup mengikuti kebenaran dari firman Tuhan. Jgn salah masuk dlm komunitas yg kelihatannya rohani tp org-orgnya hidup dlm kemunafikan dan bergaya hidup duniawi. Akhir zaman akan menunjukkan perbedaan antara yg hidup benar dlm terang Tuhan dan yg hidup dlm kemunafikan, bs jadi keduanya Kristen, tp beda dlm gaya hidupnya. Org munafik sbnarnya tahu ttg kebenaran dan firman Tuhan, tp mereka tdk percaya akan manfaat dr hidup benar sesuai dg yg Tuhan ajarkan, shga mereka hidup dgn tidak mengikuti ajaran Tuhan, tetapi hidup semaunya sendiri, apa yg menurut pikirannya itu benar, itu yg dilakukannya, namun tetap berusaha terlihat rohani dan religius.

Hidup dlm terang Tuhan dan bersekutu dgn sdr seiman yg juga hidup dlm terang, inilah yg akan menuntun kita masuk dlm penyucian oleh darah Yesus, menyucikan kita dr segala dosa.

Posted in Renungan | Comments Off on Hidup Dalam Terang

Dosa Akan Diadili

DI 26012023

1 Timotius 5:24 ILT3
Dosa beberapa orang itu nyata, itulah yang mengantarnya ke dalam penghakiman, tetapi bagi beberapa orang dosa itu juga mengikutinya.

Semua manusia pasti berdosa, tak ada yg tidak pernah berbuat dosa, tapi ada yg diadili ketika masih hidup di dunia, ada yg diadili nanti ketika menghadap pengadilan Tuhan.

Ini yg mematahkan teori ttg adanya manusia yg selain dr Adam dan Hawa, kalau itu benar, maka artinya ada manusia yg tdk berdosa, maka tentu ini bertentangan dgn Alkitab yg mengatakan dg jelas bahwa semua manusia itu berdosa (Roma 3:23). Benar bhw semua manusia itu berdosa, tp ada perbedaan yg tampak jelas, dlm ayat ini kita temukan bhw ada org yg langsung dosanya itu dihakimi Tuhan selama dia hidup di dunia, tentu ini berlaku bagi org berdosa yg mengakui dosa & memohon pengampunan dr Tuhan. Dosa yang diampuni adalah dosa yg telah dihakimi dan yg telah menerima pengampunan dosa dari Tuhan melalui darah-Nya: Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan 1 Yohanes 1:9). Beres dosanya tp akibat dr perbuatan dosa tetap hrs ditanggung. Jd nanti ketika menghadap Tuhan setelah meninggal, urusan dosanya sdh selesai, meninggal dalam keadaan damai, wajahnya spt sedang tidur, tdk menakutkan. Dosa yang diakui itu nyata, orang lain tahu, dan dosa menghantar org ke penghakiman Tuhan, tp bagi yg mengakui dan bertobat, urusan dosanya telah selesai.

Tapi bagi bbrpa org, dosa itu mengikuti dia, hal ini menggambarkan org yg tdk mengakui dosa dan tdk meminta pengampunan dosa dr Tuhan sehingga ke manapun dia melangkah, dosa yg diperbuatnya selalu mengikutinya. Ini terjadi pd org-org yg meremehkan Tuhan, tdk butuh Tuhan dlm hidupnya bahkan dia tdk percaya Tuhan itu ada dan nyata. Nanti ketika meninggal, orang ini mengalami ketakutan yg amat sangat, wajahnya tdk damai sejahtera krna saat meregang nyawa, dia melihat alam roh yg sebenarnya, dia terkejut karena alam roh itu ada dan dosanya blm diurus sehingga tdk menerima pengampunan dosa dr Tuhan. Bbrpa org ketika hendak meninggal, dia bs melihat malaikat bahkan Tuhan Yesus, alam roh itu ada, dan bagi org awam br terlihat saat hendak meninggal. Dosa yg blm diampuni tentu membawa kepada maut, binasa kekal dan tidak diizinkan Tuhan utk masuk ke dlm surga. Itulah yg akan menimpa mereka yg tdk percaya bahwa Tuhan itu ada, yg meremehkan Tuhan dan tetap hidup dlm dosanya. Mungkin dia bs hidup aman dan senang di dunia, tapi ketika dihakimi Tuhan, itulah moment yg sangat mengerikan baginya.

Akuilah dosa kita pd Tuhan setiap hari, jangan ditutupi dan dibiarkan begitu saja, Tuhan selalu sediakan pengampunan bagi mereka yg sadar akan dosanya, mengakuinya dan bertobat.

Posted in Renungan | Comments Off on Dosa Akan Diadili

Berbuat Dosa Bersama-Sama

DI 25012023

1 Timotius 5:22 ILT3
Janganlah cepat-cepat menumpangkan tangan kepada seorang pun, dan janganlah ambil bagian dalam dosa orang-orang lain. Jagalah dirimu sendiri tetap murni.

Jangan ambil bagian dlm dosa orang-orang lain, ini apa maksudnya? Ini hrs dipahami duku scra hurufiah, karena ada kata ‘orang-orang’, berarti org dlm jumlah banyak.

Dunia ini tdk punya kebenaran yg sehati, yg dulu dianggap salah, nantinya bs dianggap lumrah & boleh dilakukan. Yg dulu boleh, nantinya justru bs dianggap salah dan dilarang. Contoh yg bisa kita lihat adalah zaman dulu seorg guru sekolah boleh memukul murid kalau muridnya nakal, tp di zaman skrg ini, memukul murid yg nakal bisa dianggap tindakan melanggar HAM dan dinilai sbg sebuah tindakan melawan hukum. Bs terjd perubahan spt ini dipengaruhi oleh brpa banyak org yg mendukung paham tertentu, kalau yang mendukung itu banyak, yg dulu salah, bs menjd sesuatu yg boleh dan dibebaskan di waktu yang sekarang ini. Tentu kalau sesuatu yg positif dan baik itu didukung orang banyak, ini merupakan 1 keuntungan, tp kalau yg didukung itu hal yg tdk sejalan dg norma dan moral, ini yg berbahaya & bs mendorong bnyk org utk melakukannya. Hal inilah yg diperingatkan melalui ayat ini; ada dosa yg dilakukan banyak org, diperbolehkan, jangan melarang org utk melakukannya, tapi tdk sejalan dgn kebenaran firman Tuhan, kita jgn terlibat & turut melakukannya. Dunia mgkin tdk melarang dan menghukum kita, tp tetap kita akan diadili dgn hukum Tuhan.

Istilah yg memudahkan kita utk memahami hal ini adalah ‘dosa berjamaah’ dosa yg dilakukan secara bersama-sama, bukan lagi ‘oknum’ yang melakukannya. Tak jarang kita mungkin pernah ditawari utk melakukan sesuatu yg negatif dan diimng-imingi akan saling melindungi jika nanti terbongkar perbuatannya. Tak heran ketika satu pelaku tertangkap, ada deretan nama-nama lain yg terseret dalam kasus itu. Mengambil bagian dlm dosa org-org bisa diartikan awalnya kita tdk ingin berbuat dosa itu, tp akhirnya tergoda untuk ikut terlibat di dlmnya, karena tergiur dgn apa yg nanti kita dapatkan dan akan saling melindungi satu sama lain. Waspada dgn tawaran yang dtg kepada kita, selidikilah apakah itu berlawanan dgn firman Tuhan dan hukum yg berlaku, harus teliti karena jgn sampai kita terjebak oleh janji manis org lain, ingatlah bhw keluarga kita masih membutuhkan kita, kalau sampai nanti dihukum dan masuk penjara sekian tahun, nama baik dan masa depan kita yg menjd taruhannya. Jauhilah godaan utk berbuat dosa, jgn serakah, takutlah akan Tuhan senantiasa, hidup kita bukan saja di dunia ini, nantinya kita semua akan diadili Tuhan dan diberi upah jika kita hidup benar, tapi nanti diberi hukuman kalau kita bersalah.

Jgn mudah ikut-ikutan melakukan sesuatu yang dilakukan bnyk org, pelajari dulu dgn seksama & telitilah apakah itu sejalan dgn kebenaran yang ada dlm firman Tuhan atau tidak.

Posted in Renungan | Comments Off on Berbuat Dosa Bersama-Sama

Uang dan Kehidupan

DI 24012023

Lukas 21:3-4
Lalu Ia berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang itu.
Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya.”

Dlm terjemahan lain, memberi nafkah diartikan sbg memberi hidup, dan memang ada kaitan yg erat antara uang dan kehidupan, dan apa yang bs kita pelajari dr ayat yg kita baca ini?

Persembahan si janda ini dinilai Tuhan bukan dr jumlah persembahan uangnya, tp apa arti uang bagi hidup si janda itu. Kalau mengikuti apa yg diterjemahkan sbg nafkah, maka pengertian yg ada dlm pikiran kita itu adalah uang terakhir yg dimilikinya, setelah dipersembahkan maka dia tdk punya uang lagi. Tapi tdk dicatat dlm Alkitab bhw itu uang terakhir, jadi agaknya kurang tepat kalau memahami ini hanya sekedar bicara soal uang. Kalau kita mengikuti terjemahan bhw yg dinilai oleh Yesus itu bukan sekedar jumlah yg dipersembahkan, tetapi keseluruhan hidup dari si janda ini. Makna memberi seluruh hidup hrs kita lihat dr sisi aturan-aturan yg diterapkan pd waktu itu mengenai kehidupan seorg janda, apa dan bgmna seorg janda hrs menjalani hidupnya di tengah-tengah masyarakat. Informasi yg kita dapatkan adalah bhw dia seorg janda miskin, ini kita maknai bhw dia masih bisa mencari nafkah bagi dirinya sendiri ataukah anggota keluarga yg menanggung nafkah hidupnya, artinya dia dg kondisinya sbg janda membaktikan hidupnya pd keluarganya. Contoh aturan mengenai hidup dr seorg janda bs kita lihat di dlm 1 Timotius 5:10: ‘dan yang terbukti telah melakukan pekerjaan yang baik, seperti mengasuh anak, memberi tumpangan, membasuh kaki saudara-saudara seiman, menolong orang yang hidup dalam kesesakan — pendeknya mereka yang telah menggunakan segala kesempatan untuk berbuat baik.

Bagi Yesus, lebih berarti memberikan hidup kita sbg persembahan pd Tuhan drpd uang yg bnyk, krna memberi persembahan uang bs dilakukan tanpa hati yg mengasihi Tuhan, hanya sekedar menjalankan aturan keagamaan. Uangnya bisa dipersembahkan pd Tuhan, tp belum tentu bisa jg mempersembahkan hidupnya pd Tuhan. Kita bs rajin datang ke gereja, tapi keseharian hidup kita tdk libatkan Tuhan di dalamnya, pokoknya Tuhan cuma hrs menyediakan tempat di surga saja, urusan hidup di dunia sepenuhnya diatur oleh kita sndri. Jgn sampai itu yg kita jalankan dlm hidup kita, di bibir mengatakan mengasihi Tuhan tetapi dlm hati sebenarnya kita tdk ada ‘rasa’ lagi sama Tuhan. Kita hanya menjalankan ritual keagamaan saja, supaya terlihat religius di mata org, namun Tuhan tahu hati kita, Dia tidak perlu uang kita, di surga uang kita tdk berlaku & tdk ada gunanya sama sekali, yang Dia inginkan adalah hidup kita yg berkenan di hadapan Tuhan dan hati yg mengasihi Dia. Kitapun pasti kecewa jika anak kita cuma ingin uang kita saja tp tidak menyayangi kita, jadi nilai sebuah kehidupan itu tidak sebanding dgn jumlah uang yg sebanyak apapun jg.

Jgn hanya mempersembahkan uang saja, tapi beri juga hidup utk Tuhan, jgn hidup hanya utk kesenangan diri sndri, tp gunakan hidup untuk jg menyenangkan hati Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Uang dan Kehidupan

Tuhan Sudah Mengaturnya

DI 21012023

1 Raja-raja 19:16, 21
Juga Yehu, cucu Nimsi, haruslah kauurapi menjadi raja atas Israel, dan Elisa bin Safat, dari Abel-Mehola, harus kauurapi menjadi nabi menggantikan engkau.
Lalu berbaliklah ia dari pada Elia, ia mengambil pasangan lembu itu, menyembelihnya dan memasak dagingnya dengan bajak lembu itu sebagai kayu api; ia memberikan daging itu kepada orang-orangnya, kemudian makanlah mereka. Sesudah itu bersiaplah ia, lalu mengikuti Elia dan menjadi pelayannya.

Kalau sekedar membaca perikop ttg panggilan Elisa menjd pelayan nabi Elia, tampaknya sulit dimengerti scra logika, ada org yg melemparkan jubahnya lalu org itu menjd tuan yg dilayani.

Ada ‘cerita’ di balik peristiwa ini tentunya, yang kita tahu bhw Alkitab mencatat Tuhan dengan tegas memerintahkan nabi Elia utk melakukan 3 hal, salah satunya utk menjadikan Elisa sebagai nabi yg akan menggantikan Elia, tp tentu saja ini hrs mengikuti budaya yg ada, hrs jd pelayannya dahulu, baru nanti bs menggantikan Elia. Tp dari mana Elisa tahu bhw dirinya dipilih Tuhan untuk menggantikan posisi Elia sbg nabi? Kalau dilihat dr ceritanya, Elisa ini ada dlm keluarga yg cukup kaya, itu bs dilihat dr 12 pasang lembu dipakai utk membajak. Org mana yg berani melepaskan kenyamanan dan hartanya hanya utk mengikuti seorg nabi utk menjd pelayannya? Kita mungkin bisa sedikit membandingkannya dgn peristiwa kehamilan Maria, ibu jasmani Yesus, di satu sisi Maria didatangi malaikat Gabriel, di sisi yg lain Yusuf diberitahu lewat mimpi spya jgn bercerai krna kehamilan Maria, jd Tuhan bicara pd pihak yg berkaitan dgn suatu perkara, dari sini bs kita pahami bhw Tuhan jg bcra pd Elisa, dia terpilih utk menggantikan nabi Elia, dan tandanya ialah nabi Elia akan datang dan melemparkan jubah kepadanya. Memang ini tdk tertulis dlm Alkitab, namun kita bs pahami cara kerja Tuhan ketika Dia ingin melibatkan manusia.

Peristiwa lain yg bs kita lihat sbg perbandingan adalah saat Yesus akan masuk Yerusalem dgn menunggang seekor keledai (Matius 21:2). Dia sudah mengatur segala sesuatunya termasuk keledai betina muda yang diperlukan, tertambat, dan nantinya hrs dilepaskan dan dibawa kepada Yesus. Jadi ketika Tuhan menyuruh melakukan sesuatu, Dia sudah mengatur segala sesuatunya dgn baik, kita tinggal taat saja dan jgn berpikir yg tidak perlu. Memang tdk mudah, logika yang kita miliki seringkali mengolah data yg bs saja membuat kita meragukan perintah Tuhan. Benar atau tidak itu suara Tuhan? Atau ini cuma karna kita terlalu banyak berpikir dan tiba-tiba sesuatu muncul di pikiran kita. Kita tfk akan tahu benar atau tdk, sblum kita melakukannya dan nantinya kita bisa tahu melalui hasil yg ada, terjadi sesuai tdk dgn yg muncul di pikiran kita tadi. Keraguan seringkali membuat kita diam dan keadaan tdk terjd perubahan apapun, karena itu lakukanlah dan bila ternyata itu bukan suara Tuhan, belajar dr kesalahan kita ini, di lain waktu kita menjadi lebih paham utk membedakan mana yg adalah suara Tuhan dan mana yg bukan.

Tuhan sudah mengaturnya, walau belum dilihat oleh mata kita, tapi yakinlah bahwa perhitungan Tuhan itu selalu tepat dan benar, perkataan-Nya layak utk kita percayai.

Posted in Renungan | Comments Off on Tuhan Sudah Mengaturnya

Makanlah

DI 20012023

1 Raja-raja 19:5-7
Sesudah itu ia berbaring dan tidur di bawah pohon arar itu. Tetapi tiba-tiba seorang malaikat menyentuh dia serta berkata kepadanya: “Bangunlah, makanlah!”
Ketika ia melihat sekitarnya, maka pada sebelah kepalanya ada roti bakar, dan sebuah kendi berisi air. Lalu ia makan dan minum, kemudian berbaring pula.
Tetapi malaikat TUHAN datang untuk kedua kalinya dan menyentuh dia serta berkata: “Bangunlah, makanlah! Sebab kalau tidak, perjalananmu nanti terlalu jauh bagimu.”

Nabi Elia dalam situasi stres dan ketakutan, dia diancam utk dibunuh oleh permaisuri Izebel, istri raja Ahab, menjd buronan kerajaan, merasa bhw semua yg dikerjakannya sia-sia belaka.

Malaikat Tuhan datang menemuinya 2x, dan dg tujuan yg sama yaitu membangunkan Elia dan menyuruhnya makan makanan yg disediakan. Agaknya ini kedua kalinya Tuhan menyediakan makanan dr surga utk manusia, pertama tentu ttg Manna saat bangsa Israel keluar dari tanah Mesir. Makanan dan minuman dr surga dibawa malaikat utk Elia, dan hasilnya 2x makan dan jg minum itu membuat Elia kuat berjalan selama 40 hari 40 malam ke gunung Horeb. Bisa dinilai bhw 2x makan itu utk persiapan Elia pergi tapi dalam keadaan berpuasa total. Itulah bedanya antara makanan buatan manusia dgn makanan dr surga, makanan dr surga bisa bikin kenyang utk jangka panjang. Dari kisah ini ada hal yang bisa kita pelajari bhw Tuhan ingin kita menjaga kesehatan dgn sebaik-baiknya, bnyk beraktivitas tp jgn sampai tdk teratur dlm hal makan, apalah artinya bnyk bekerja tp kesehatan justru ambruk dan membuat kita hrs menanggung sakit parah. Ada waktunya utk makan ya makan, jgn ditunda dgn alasan apapun jg. Perlu jasmani yg kuat utk bs beraktivitas dgn baik supaya apa yg jd tujuan kita bs tercapai dan bs kita nikmati hasilnya dg hati yg gembira.

Kemudian ttg jenis makanan, pasti ada alasan knpa Tuhan menyediakan roti bakar utk Elia, ini mungkin karena roti bakar surga ini tepat untuk menempuh perjalanan sangat panjang sambil berpuasa, kita tidak tahu persis. Pelajaran bagi kita adalah perhatikan jenis mknan yang bukan sekedar membuat kenyang, tapi makanan yang membuat tubuh kita sehat dan kuat. Di sinilah Tuhan ingin kita mengatur pola makan dan pola hidup sehat yang sebenarnya, jgn sampai justru karena makan makanan yg kita sukai, misalnya yg manis-manis, berakhir dengan amputasi kaki akibat diabetes level parah. Hak kita utk makan makanan yg kita sukai, tp jgn berlebihan apalagi tdk diatur pola makannya, justru membuat kita mengalami sakit berkepanjangan dan umur kita jd diperpendek olehnya. Kuasai lidah bkn hanya ttg perkataan, tp jg apa yg kita makan, ini yang seringkali para pengkhotbah lupakan, makanan itu berpengaruh pd tubuh dan kejiwaan seseorg, perbanyaklah belajar dr ahli gizi, cari artikel ttg kesehatan atau konten medsos ttg pola makan yg benar, tubuh sehat berarti umur kita menjadi bisa panjang dan saatnya kita meninggal nanti sesuai dgn jatah umur yg Tuhan berikan pd kita

Makanan yang lezat dan yg kita suka, nikmatilah sebagai berkat Tuhan, jgn rakus sekalipun bnyk uang yg kita miliki utk menikmatinya, kesehatan kita lebih penting.

Posted in Renungan | Comments Off on Makanlah

Siapa Tuhan Menurutmu?

DI 19012023

Markus 8:29
Ia bertanya kepada mereka: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” Maka jawab Petrus: “Engkau adalah Mesias!”

Setelah sekian lama menjd murid Yesus, suatu saat Yesus bertanya pada mereka ttg siapakah diri-Nya menurut mereka, dan Petrus menjawab bhw Yesus adalah Mesias.

Kalau pertanyaan itu ditanyakan pd kita, apa yg jadi jawaban kita? Yang mengalami pertolongan Tuhan akan menjawab Tuhan itu Penolong yang setia, yg disembuhkan oleh Tuhan akan menjwb Tuhan itu Penyembuh, dsbnya. Menilai Tuhan dr apa yg Dia lakukan dlm hidup kita memang bisa dimaklumi, apalagi kalau yg kita alami itu bnyk hal yg baik, tapi bgmna ketika doa kita tdk dijwb, permintaan kita ditolak Tuhan, org yg kita kasihi meninggal mendadak, dsbnya? Selain hal yang ‘manis’, jg ada hal-hal yg di luar harapan dan yg tdk kita inginkan itu terjd, namun Tuhan dengan ‘sengaja’ membiarkan kita mengalaminya. Janji Tuhan seakan spt sesuatu yg ‘abstrak’, sulit utk dijangkau, apalagi direalisasikan. Di sekeliling kita pasti ada org-org Kristen yg kecewa dan jg marah pada Tuhan, di saat terjepit malah Tuhan diam, org-org menjauh dan hrs mengalami bnyk penderitaan hingga semuanya habis dan nyawa hampir ikut melayang. Kalau mgkin kita pernah mengalaminya, apa kata kita ttg Tuhan? Apakah sama baiknya spt saat kita mengalami hal yang baik dr Tuhan? Atau justru pendapat kita negatif ttg Tuhan dan malah berpikir lebih baik menjadi org yg atheis saja?

Nabi Elia pernah merasa ingin mati saja setelah lelah melakukan perintah Tuhan namun justru nyawanya terancam oleh ancaman permaisuri Izebel, istri raja Ahab (1 Raja-Raja 19:4). Menjadi buronan satu kerajaan tentu secara logika sulit utk bs lolos. Elia tetaplah manusia biasa, punya rasa takut dan gentar, tapi Tuhan menguatkan Elia dan trs menyertainya. Mgkin kita pernah di dlm situasi spt Elia, apakah kita tetap setia? Ini yg akan mengubah pendapat kita ttg siapakah Tuhan itu menurut kita. Kalau kita tdk setia, kita pastinya memberi pendapat yg negatif, seperti org yg pergi meninggalkan ruang bioskop pdhal film blm selesai, karena akhir dr sebuah film itu bs saja di luar prediksi kita, demikian jg jika kita tetap setia dan menjalani semuanya sampai di akhir, pendapat kita ttg Tuhan malah jadi positif dan iman kita makin diperkuat lagi. Yang Tuhan uji dr kita itu bukan kehebatan yg kita punya, tp kesetiaan dan kematangan karakter kita di saat yg buruk dan penuh penderitaan. Di saat duka & pahitlah maka keaslian kita akan nampak, pola pikir kita akan terlihat jelas, dan ketahanan utk mengendalikan emosi itu bs dinilai. Apakah kita didapati tetap setia dan tahan uji?

Mungkin Tuhan izinkan kita kehilangan semua yg berharga, tapi itulah pemurnian diri kita yang harus kita jalani, ketika semuanya berakhir, Dia berikan kita kemuliaan hidup yg jauh lebih besar dr sblumnya.

Posted in Renungan | Comments Off on Siapa Tuhan Menurutmu?

Memahami Perkataan Tuhan

DI 18012023

Markus 8:15-16
Lalu Yesus memperingatkan mereka, kata-Nya: “Berjaga-jagalah dan awaslah terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes.”
Maka mereka berpikir-pikir dan seorang berkata kepada yang lain: “Itu dikatakan-Nya karena kita tidak mempunyai roti.”

Kalau kita waktu itu ada di posisi murid Yesus, mgkin kita sering bingung dgn apa yg Yesus sdg katakan, apakah itu makna rohani atau makna yg sesuai dgn situasi yg telah atau sedang terjd.

Misalnya ttg kitab Kidung Agung, kitab yg ditulis sbg sebuah sastra tingkat tinggi yg melukiskan ttg hubungan mesra antara raja Salomo dengan wanita yg dicintainya, seringkali dimaknai scra rohani sbg gambaran hubungan Tuhan dengan jemaat-Nya, pdhal bukan bgtu tujuan penulisnya menulis kitab itu, tp yg menafsirkannya berpikir spt itu. Ada lagi misalnya ttg ‘menabur benih’ di dlm kisah Ishak di negri Filistin (Kejadian 26:12) malah diputar balikkan maknanya dgn menabur uang dgn iming-iming akan nanti memperoleh maksimal 100 kali lipat dr taburannya. Hal yang bkn rohani diartikan rohani, hal yg rohani justru diartikan yg bukan rohani, sehingga timbul bnyk pengajaran yg justru merugikan jemaat, ada yg merasa dimanipulasi krna ‘terpaksa’ memberi sejumlah uang karena embel-embel itu perintah dr Tuhan dan akan meraup hasil 100x lipat dari yang ‘dirabur’, mau didoakan dan diberkati oleh hamba Tuhan hrs kasih ‘persembahan’ dulu baru bs didoakan dan diberkati, dsbnya. Inilah justru yg membuat bnyk org Kristen menjd trauma dgn gereja, oknum hamba Tuhan, oknum org Kristen lainnya, dimanfaatkan dgn memanipulasi ayat di dlm Alkitab demi meraup keuntungan.

Ragi org Farisi, ragi Herodes, dlm pemikiran dan logika para murid, itu benar-benar ttg ragi karna mereka sblumnya tdk membawa roti. Kalau sdh salah mengerti maka selanjutnya adalah keliru dlm mempraktekkan. Yesus tahu ttg itu, dengan tegas Dia meluruskan pemikiran dari para murid dgn memberikan penjelasan yg Dia maksudkan. Ini penting jg bagi kita saat ingin lebih jelas saat belajar dr apa yg kita baca dlm Alkitab, mana yg memang pny makna rohani, dan mana yg tidak perlu dibuat-buat punya makna rohani, artinya pahami scra hurufiah sesuai artinya. Tuhan juga ingin kita mengerti dgn benar, karena itulah Dia memakai manusia utk menuliskan semuanya yg Dia sampaikan dan mereka alami dalam bahasa manusia yg mudah dimengerti. Mengambil satu pelajaran dlm kisah di Alkitab bukan berarti dgn sengaja mencari-cari ‘makna rohani’, jgn keliru, jgn justru dengan pemahaman kita yg keliru itu malah membuat org lain tersandung dan jatuh serta merasa ‘dimanfaatkan’. Kalau memang ini bcra ttg makna rohani, sampaikan makna rohani yg kita temukan, kalau tidak ada makna rohani, jgn dipaksakan hrs ada, nanti malah menjd satu pemahaman yg sesat dan berbahaya.

Alkitab memang berisi kisah-kisah hidup tokoh yg bs kita dapati bnyk pelajaran ttg kehidupan, dan sebagian lagi berisi perintah Tuhan, nasehat dan pengajaran yg perlu dipahami sesuai dgn konteks dan tujuannya.

Posted in Renungan | Comments Off on Memahami Perkataan Tuhan

Jangan Viralkan

DI 17012023

Markus 7:35-36 ILT3
Seketika itu juga terbukalah pendengarannya dan terlepaslah ikatan lidahnya, dan dia berbicara dengan baik.
Dan Dia memberi peringatan kepada mereka agar mereka tidak mengatakan kepada siapa pun. Namun, semakin keras Dia memberi peringatan kepada mereka, semakin bertambah-tambah mereka memberitakannya.

Kalau kita baca dgn cermat, setelah melakukan mujizat, bbrpa kali Yesus melarang orang untuk menyebarkan peristiwa itu, istilah zaman skrg ini dilarang memviralkannya.

Mgkin kalau peristiwa itu terjd di zaman skrg ini, Yesus melarang org merekam dgn HP, melarang masuk dlm berita baik di medsos maupun yang lainnya. Beda dgn bbrpa oknum hamba Tuhan yg malah sengaja membuat pelayanannya untuk diviralkan, sengaja dipublikasi besar-besaran yg tujuannya untuk mengangkat namanya spya jadi populer. Hamba Tuhan yg satu ‘menyerang’ yang lain, khotbahnya dikritik, karakternya ‘dibunuh’, diberi label ‘sesat’, dsbnya. Kenapa Yesus saat itu tdk ingin menjd viral? Kalau secara logika itu tentunya bagus, pelayanan Yesus bs makin luas dan tersebar, makin bnyk jiwa yg dijangkau, org makin banyak yg disembuhkan dan dibebaskan dr roh jahat, pengajaran-Nya makin tersebar. Ini perlu kita pahami alasannya, satu hal yang bisa kita pahami adalah soal ‘waktu Tuhan’, Dia mau segala sesuatunya terjadi sesuai dgn perintah Bapa. Secara logika bs dipahami bhw semakin bnyk orang mengagumi Yesus, para ahli Taurat, golongan Farisi dan Saduki, dan pemerintah di saat itu tentu akan semakin mengincar Yesus. Di bbrpa bagian kitab Injil kita bisa temukan ada rencana utk membunuh Yesus, pdhal Yesus hrs mati di saat yg Bapa tentukan, dan itu sebabnya bbrpa kali Yesus lolos dr usaha pembunuhan.

Viral lalu populer, di zaman ini itulah cara instant utk mendptkan uang. Begitu viral, mulai banyak pihak melirik sesuai kepentingannya, pihak TV mengundang demi rating TV supaya naik, banjir iklan tentunya. Podcast di medsos mengundang supaya viewernya naik dan dapat monetasi dari iklan. Org yg viral jadi bnyk dapat ‘amplop’ krna diundang sana sini, dapat endorse. Kehilangan kepopuleran itu rasanya setengah mati, karena duit mulai jarang bertambah di rekening, mulai cari sensasi dgn pansos dr kasus org lain. Lalu bgmna dgn kita? Menjd terkenal jgn jadi tujuan utama, tp menjd terkenal itu biarlah hanya satu dampak dr perbuatan baik yg kita kerjakan. Ini yg kita pelajari dr sejarah hidup Yesus di dunia, Dia terkenal tapi tdk memakainya demi hal-hal yg negatif. Tentu dlm pelayanan-Nya perlu dana yg besar karena Dia bersama 12 murid-Nya, tapi Dia tdk memanipulasi ajaran-Nya utk memaksa org menyumbang dan mendanai pelayanan-Nya. Beda dgn zaman skrg, bnyk oknum yg terkenal malah memanipulasi jemaat dgn menggunakan nama Tuhan dan ayat-ayat Firman Tuhan untuk ‘menggalang dana’, tp tentu masih banyak pihak yg sungguh-sungguh murni dalam mengajarkan Firman Tuhan.

Menjd viral kadang tdk bs dihindari, tapi jangan sengaja utk membuat diri viral, gunakan potensi diri utk hal-hal yg baik, jgn sampai kita menjadi hamba uang dan hidup dr perkataan org lain.

Posted in Renungan | Comments Off on Jangan Viralkan

Pengharapan Kekal

DI 16012023

Amsal 14:32 ILT3
Orang fasik dirobohkan oleh kefasikannya, tetapi orang benar memiliki pengharapan dalam kematiannya.

Susah utk membandingkan hidup org fasik dgn hidup org benar, tetapi masih bs dibedakan dan tentu bukan dgn menggunakan ukuran standart yg dunia tentukan.

Standart dunia ttg bahagia adalah hidup penuh dgn kebahagiaan, kaya raya, punya kekuasaan dan dihormati bnyk org. Ciri khas org yg setuju dgn standart ini adalah mereka menggunakan waktu hidupnya untuk mengejar hal-hal di atas, hingga lupa bhw semuanya itu bersifat fana, br sadar ketika menjelang kematian, semua yang dimilikinya itu tdk bs dibawa, belum siap untuk masuk dlm kehidupan setelah kematian. Ketika masih hidup tdk memperhatikan sisi kerohanian dirinya, merasa tdk butuh Tuhan, nyaman ketika dihormati dan dilayani. Tapi ingat bhw manusia itu esensinya adalah roh yg tinggal dlm tubuh & memiliki jiwa, tubuh suatu saat akan melemah & mati, namun roh itu kekal sifatnya. Di dlm iman Kristen, kita diajar bhw setelah kita meninggal, kita akan masuk dlm hidup kekekalan, apakah di surga atau di neraka. Bgmna nasib kita kelak di kekekalan nanti? Kalau kita menyerahkan hidup kita pd Tuhan Yesus Kristus, ada pengharapan ttg keselamatan, yaitu bahwa saat menghadapi pengadilan Kristus, kita dilayakkan untuk masuk ke dlm kekekalan bersama Tuhan di surga, krna kita telah ditebus oleh darah Yesus dan itulah pengharapan yg kita miliki sbg org Kristen.

Tuhan ‘membiarkan’ org fasik dgn kefasikannya, hidup semaunya sendiri, diperbudak oleh dosa, tapi Tuhan tetap menunggu pertobatan mereka. Sudah banyak peringatan yg Tuhan berikan utk para org fasik, baik dr tanda-tanda zaman, cara hidup org Kristen yg benar di sekeliling mereka, penginjilan melalui org atau medsos, maupun dr hukuman yg Tuhan berikan ketika mrka berdosa dan berbuat salah terhadap org lain. Kalau dgn org Kristen yg benar, ketika mereka berbuat yg salah atau dosa, Tuhan langsung menghukum dgn tujuan supaya cepat bertobat, kalau orang fasik, dikumpulkan dulu dosanya, baru dihukum Tuhan. Pola spt ini bs kita lihat dr bgmna Tuhan menghukum bumi dgn air bah, juga pd Sodom & Gomora. Jadi semestinya bersyukur kalau kita diperlakukan Tuhan secara tegas, itu tanda bhw kita masih disayang Tuhan, Dia tidak ingin kita nantinya binasa dlm kekekalan. Justru jangan bangga kalau terus berbuat dosa tapi Tuhan tdk menegur, itu tanda bhw kita sudah menjauh dari kasih Tuhan, kalau tdk cepat bertobat, sdh pasti kita akan binasa dlm kekekalan. Jgn iri dengan hidup org fasik, mereka kelihatannya bebas, tapi sebenarnya sedang berjalan menuju maut.

Miliki pengharapan di dlm Kristus shga kita tdk lagi takut akan kematian, ada pengharapan yg baik yaitu Tuhan menyediakan tempat bagi kita di rumah Bapa, menikmati kekekalan bersama Dia.

Posted in Renungan | Comments Off on Pengharapan Kekal