Pengharapan Kekal

DI 16012023

Amsal 14:32 ILT3
Orang fasik dirobohkan oleh kefasikannya, tetapi orang benar memiliki pengharapan dalam kematiannya.

Susah utk membandingkan hidup org fasik dgn hidup org benar, tetapi masih bs dibedakan dan tentu bukan dgn menggunakan ukuran standart yg dunia tentukan.

Standart dunia ttg bahagia adalah hidup penuh dgn kebahagiaan, kaya raya, punya kekuasaan dan dihormati bnyk org. Ciri khas org yg setuju dgn standart ini adalah mereka menggunakan waktu hidupnya untuk mengejar hal-hal di atas, hingga lupa bhw semuanya itu bersifat fana, br sadar ketika menjelang kematian, semua yang dimilikinya itu tdk bs dibawa, belum siap untuk masuk dlm kehidupan setelah kematian. Ketika masih hidup tdk memperhatikan sisi kerohanian dirinya, merasa tdk butuh Tuhan, nyaman ketika dihormati dan dilayani. Tapi ingat bhw manusia itu esensinya adalah roh yg tinggal dlm tubuh & memiliki jiwa, tubuh suatu saat akan melemah & mati, namun roh itu kekal sifatnya. Di dlm iman Kristen, kita diajar bhw setelah kita meninggal, kita akan masuk dlm hidup kekekalan, apakah di surga atau di neraka. Bgmna nasib kita kelak di kekekalan nanti? Kalau kita menyerahkan hidup kita pd Tuhan Yesus Kristus, ada pengharapan ttg keselamatan, yaitu bahwa saat menghadapi pengadilan Kristus, kita dilayakkan untuk masuk ke dlm kekekalan bersama Tuhan di surga, krna kita telah ditebus oleh darah Yesus dan itulah pengharapan yg kita miliki sbg org Kristen.

Tuhan ‘membiarkan’ org fasik dgn kefasikannya, hidup semaunya sendiri, diperbudak oleh dosa, tapi Tuhan tetap menunggu pertobatan mereka. Sudah banyak peringatan yg Tuhan berikan utk para org fasik, baik dr tanda-tanda zaman, cara hidup org Kristen yg benar di sekeliling mereka, penginjilan melalui org atau medsos, maupun dr hukuman yg Tuhan berikan ketika mrka berdosa dan berbuat salah terhadap org lain. Kalau dgn org Kristen yg benar, ketika mereka berbuat yg salah atau dosa, Tuhan langsung menghukum dgn tujuan supaya cepat bertobat, kalau orang fasik, dikumpulkan dulu dosanya, baru dihukum Tuhan. Pola spt ini bs kita lihat dr bgmna Tuhan menghukum bumi dgn air bah, juga pd Sodom & Gomora. Jadi semestinya bersyukur kalau kita diperlakukan Tuhan secara tegas, itu tanda bhw kita masih disayang Tuhan, Dia tidak ingin kita nantinya binasa dlm kekekalan. Justru jangan bangga kalau terus berbuat dosa tapi Tuhan tdk menegur, itu tanda bhw kita sudah menjauh dari kasih Tuhan, kalau tdk cepat bertobat, sdh pasti kita akan binasa dlm kekekalan. Jgn iri dengan hidup org fasik, mereka kelihatannya bebas, tapi sebenarnya sedang berjalan menuju maut.

Miliki pengharapan di dlm Kristus shga kita tdk lagi takut akan kematian, ada pengharapan yg baik yaitu Tuhan menyediakan tempat bagi kita di rumah Bapa, menikmati kekekalan bersama Dia.

Posted in Renungan | Comments Off on Pengharapan Kekal

Tukar Posisi

DI 14012023

Ester 7:9-10
Sembah Harbona, salah seorang sida-sida yang di hadapan raja: “Lagipula tiang yang dibuat Haman untuk Mordekhai, orang yang menyelamatkan raja dengan pemberitahuannya itu, telah berdiri di dekat rumah Haman, lima puluh hasta tingginya.” Lalu titah raja: “Sulakan dia pada tiang itu.”
Kemudian Haman disulakan pada tiang yang didirikannya untuk Mordekhai. Maka surutlah panas hati raja.

Kisah Ester memang menarik krna tdk ada kata ‘Tuhan’ di keseluruhan kitab Ester, namun dapat terlihat bgmna cara Tuhan menolong org Yahudi yg saat itu mengalami teror pemusnahan masal dr Haman.

Tabiat Haman memang kejam, krna Mordekhai yg adalah seorg Yahudi tdk memberi dia hormat maka dia berniat memusnahkan seluruh orang Yahudi yg ada di kerajaan itu (Ester 3). Rencana jahat dirancang dgn bgtu sempurna bahkan sdh mendpt pengesahan dr raja, namun Tuhan tidak membiarkan semua itu terjd, org Yahudi luput dr rencana pemusnahan masal itu dan Hamanlah yg akhirnya jatuh ke dlm perangkapnya sndri, yg dia awalnya rencanakan untuk Mordekhai, justru dia sndrilah yg mengalaminya spt dlm ayat yang kita baca. Tukar posisi, ini yg terjd, dan ini karna Tuhan tidak tinggal diam. Semua berawal ketika suatu malam raja tdk bs tidur dan membaca ttg kitab pencatatan sejarah kerajaan & mendapati bhw Mordekhai pernah berjasa pd kerajaan tapi tdk mendapatkan balasan apapun. Akhir kisah ini adalah munculnya perayaan Purim sebagai peringatan bgmna Tuhan menyelamatkan orang Yahudi dari rencana jahat Haman. Dari kisah ini bs kita pelajari bhw kalau niat hati seseorg sdh buruk dan jahat, Tuhan bs membuat pertukaran posisi yg mengerikan, yg mau membunuh malah terbunuh, yg mau dihina malah dihormati, inilah yg hrs kita ingat.

Apa yg timbul dalam hati ketika melihat org lain sdg mengalami kesusahan? Menghakimi orang itu dgn menyebut bhw dia sedang dikutuk Tuhan atau karna punya banyak dosa? Mengata-ngatai org itu sbg org bodoh dan tdk akan bisa sukses? Meninggikan diri kita sendiri karena saat ini kita hidup kaya dan bahagia? Menganggap diri sndri sbg org yg diberkati Tuhan? Hati-hati! Kita tidak tahu persis mengapa seseorg mengalami hal yg buruk dlm hidupnya, bs jd memang karena dosa dan kesalahan yg dia buat, tapi mgkin jg dia sdg mengalami proses dan pemurnian dr Tuhan. Di Alkitabpun Yesus dan rombongan-Nya pernah mengalami kekurangan uang, bs kita lihat ketika Yesus menyuruh Petrus memancing ikan, dalam mulut ikan itu ternyata ada uang utk membayar pajak (Matius 17:27). Kalau masih ada uang di kas rombongan, utk apa sampai perlu mujizat dibuat hanya utk membayar pajak? Jgn sampai kita mengalami pertukaran posisi dgn org yang kita komentari salah, karena Tuhan melihat dan menilai hati kita, apakah benar kita ini lebih baik drpd org lain di mata Tuhan hanya karena saat ini kita kaya dan bahagia? Kaya atau miskin bkn ukurannya, tp hati dr setiap kita masing-masing.

Siapa yang menindas orang miskin menghina Penciptanya, tetapi siapa memuliakan Dia akan menunjukkan kemurahan kepada yang membutuhkan (Amsal 14:31).

Posted in Renungan | Comments Off on Tukar Posisi

Kaya di Hadapan Tuhan

DI 13012023

Lukas 12:20-21
Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti?
Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah.”

Tuhan ingin kita kaya, ini yg hrs kita pahami, tapi kaya yg bgmna? Dari ayat di atas, jelas kita lihat bhw kaya yg diinginkan Tuhan itu bagi kita ialah kaya harta sekaligus kaya di hadapan Tuhan.

Itu sepaket, jgn dipisahkan karena nanti artinya berubah. Kaya harta vs diperoleh dg kerja keras dan hikmat manusia, itu sebabnya org yg bukan Kristenpun jg bnyk yg kaya, tapi kaya di hadapan Tuhan itu apa? Apakah ukurannya jg ialah harta? Tentu tdk, ternyata ukuran kaya di hadapan Dia adalah ’emas’, apa itu? Dlm kitab Wahyu kita dpt temukan ttg hal ini: “maka Aku menasihatkan engkau, supaya engkau membeli dari pada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya, dan juga pakaian putih, supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan; dan lagi minyak untuk melumas matamu, supaya engkau dapat melihat. (Wahyu 3:18). Jd ukurannya adalah seberapa banyak kita punya ’emas yg dimurnikan’. Tentu ini bukan emas yg ada di ‘lantai surga’, tapi kata kuncinya adalah ‘murni’, artinya ada pemurnian yg terjd, hidup yg dimurnikan spt emas yg dimurnikan, inilah yang Tuhan ukurkan sbg kaya atau tdknya seseorg di hadapan Tuhan. Tapi sayangnya, org justru tdk menginginkan pemurnian itu krna membuat dia mengalami hidup yg tdk nyaman, penderitaan, dan penghinaan dr bnyk org.

Ketika bertobat ‘dihajar’ Tuhan sbg pemurnian yg Dia lakukan, dulu sblum bertobat, sombong & mendewakan uang di atas segalanya, hidup itu hanya utk uang dan uang, Pekerjaan dan bisnis yg kotor hrs dihancurkan Tuhan: jadi bangkrut & hrs memulai dgn yg baru, yg bersih, dan ini tidak mudah, menderita dan dihina org. Ketika mulai bangkit dr keterpurukan, Tuhan jg imbangi dgn pemurnian karakter dan pola pikir, harta bukan hanya utk diri sndri, tp digunakan jg utk menjd ‘berkat Tuhan’ bagi org lain. Itulah mengapa dlm kisah seorg muda yg kaya, Yesus menyuruh dia utk menjual hartanya dan membagikannya pada org miskin (Matius 19:21). Kekayaan harta dan karakter yg mulia, memampukan seseorg untuk tdk cinta uang, tdk menjd hamba uang, tp uang dipakai utk membiayai hidup dan memberkati org lain yg membutuhkan. Kejarlah ’emas’ yang nantinya membuat kita punya harta di surga & dipandang layak oleh Tuhan. Jgn senang kalau selama hidup di dunia sbg org Kristen itu selalu nyaman dan bahagia, tdk mengalami proses & pemurnian dr Tuhan, jgn-jgn nasibnya akan spt org dlm ayat yang kita baca, Tuhan mengambil semuanya dlm sekejap.

Kaya harta dan karakter yg mulia, keduanya hrs kita miliki bersamaan, jgn sombong dgn semua yg kita punya dan mendewakan uang, kejarlah ’emas yg dimurnikan’ dlm hidup kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Kaya di Hadapan Tuhan

Karena Ingin Dipuji

DI 12012023

Lukas 10:39-40
Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya,
sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: “Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku.”

Manusia itu wajar ingin dipuji, apalagi setelah ia lelah melakukan sesuatu, hasil kerjanya bukan saja dinikmati tp dinilai bagus, ini bisa membuat rasa lelah yg terasa menjd tdk sia-sia.

Melihat kisah ini dr sudut pandang psikologi bs membuat kita memahami bhw kesibukan untuk melayani Yesus dan rombongan yg datang ialah sebuah hal yang memang seharusnya dilakukan oleh Marta dan Maria sebagai tuan rumah. Kita jg pasti melakukan hal yg sama kalau ada tamu dlm jumlah bnyk yg datang ke rumah kita, pasti sibuk menyiapkan makanan dan minuman, dan kalau ada anggota keluarga yg ‘nganggur’, apalg dia seorg perempuan, pasti kita akan menyuruh dia ikut membantu menyiapkan semuanya. Hal yg agak aneh adalah Marta tdk langsung minta pd Maria utk membantunya, tp malah meminta Yesus yg menegur Maria, malah menyalahkan Yesus yg menurut Marta Yesus itu tidak peduli melihat dirinya hanya sendirian saja melayani kebutuhan para tamu. Marta tahu kalau Yesus yg bicara, pasti Maria akan taat, jd dia sengaja berkata demikian pd Yesus. Jawaban yg Yesus berikan itu mencerminkan suasana hati Marta yg kuatir dan disusahkan oleh banyak hal, kuatir kalau pelayanannya sbg tuan rumah tdk mendpt pujian, karena itu dia berusaha berbuat banyak hal supaya semuanya sempurna, itulah kenapa Marta terlihat sibuk sekali.

Marta mgkin tipe org yg perfeksionis, kelebihan dr karakter ini adalah berusaha membuat yang terbaik dan hasilnya hrs sempurna, jadi proses yg dia buat kadang terlihat lebih rumit drpd org biasanya. Jika hasil kerjanya sempurna dan juga mendpt pujian, itulah kebanggaan diri yg sangat dia nikmati, tp kalau hasilnya tdk sempurna, dia cenderung menyalahkan dirinya sndri dan tidak berani bnyk bicara. Kelemahannya ialah terlalu menuntut org lain memahami dirinya yg sedang ‘bekerja’, sekali lagi demi hasil yg sempurna dan ingin dipuji, itulah sebabnya Marta menilai bhw Yesus dan Maria tidak peduli akan kesibukan yg sedang Marta alami. Dirinya dia dorong begitu rupa utk sempurna, di sisi lain, dia jg menuntut org lain sama seperti dia, sempurna jg. Orang yg perfeksionis kadang dikejar oleh kekuatirannya sndri, dia punya target waktu, tapi kalau terlihat mulai keteteran, dirinya mulai kuatir dan kadang hilang kendali diri, mulai bicara ketus dan tajam menusuk hati. Mungkin saja Marta ini memiliki jenis temperamen ‘perfeksionis sanguin’, orang yang ingin semuanya sempurna, namun terlalu ‘blak-blakan’ dlm perkataannya, inilah yg dapat membuat orang lain segan bekerja sama karena cenderung dituntut berlebihan dan menerima perkataan yg menusuk hati.

Lihatlah manusia jg dr sisi psikologinya, karena ada unsur jiwa dlm diri tiap org, ini sangat dapat menolong ketika harus memberikan nasehat & saran pd org yg membutuhkannya.

Posted in Renungan | Comments Off on Karena Ingin Dipuji

Sesamamu Manusia

DI 11012023

Lukas 10:29, 36-37
Tetapi untuk membenarkan dirinya orang itu berkata kepada Yesus: “Dan siapakah sesamaku manusia?”
Siapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?”
Jawab orang itu: “Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya.” Kata Yesus kepadanya: “Pergilah, dan perbuatlah demikian!”

Seorg ahli Taurat bertanya pd Yesus, siapa yang dimaksud dgn sesama manusia dlm hal kasih? Kemudian Yesus menjawab dgn perumpamaan yg di dlmnya disinggung ttg org Samaria.

Org Samaria itu org ‘kelas dua’ bahkan ada org Israel yg tdk sudi bergaul dgn org Samaria krna mereka adalah org Israel yg menikahi org bukan Israel shga keturunan mereka tidak lagi murni, sebagian ada jg yg tdk bs berbahasa Ibrani lagi. Ini bisa sdkit kita lihat saat perempuan Samaria yg diajak bcra oleh Yesus dlm Yohanes 4, dalam hal mengambil air dr sumur dia lakukan setelah org-org Israel selesai melakukannya. Dipakainya org Samaria dalam perumpamaan ini bertujuan utk membuka pandangan si ahli Taurat ini yang saat itu para ahli Taurat dinilai oleh Yesus ialah org-org yg munafik, mengajarkan org lain tetapi dirinya sndri tdk mempraktekannya. Pertanyaan si ahli Taurat ini terkesan sombong: siapa yang dimaksud dgn sesamaku manusia? Jelas bhw dia ingin menunjukkan bhw yg dia nilai pantas utk dikasihi adalah org-org yg selevel, sekasta dan terhormat sama spt dia. Yesus tahu itu dan menggunakan perumpamaan itu utk menegur dan mengoreksi pola pikir si ahli Taurat, orang yg dianggap terhormat, selevel dan sekasta itu justru org-org yg kasihnya tidak tulus, ini bs kita lihat ketika Yesus memasukkan org dg jabatan iman dan org Lewi dlm perumpamaan itu.

Imam dan org Lewi, keduanya adalah mereka yg melayani di Bait Suci, org yg lebih tahu tentang Taurat, yg dihormati rakyat dan dianggap orang suci, ini memang pararel dgn kondisi ahli Taurat pd zaman itu, namun keduanya hanya melihat & malah sengaja tdk mau mendekati org yg dalam perumpamaan itu mengalami perampokan dlm perjalanannya. Org yang dirampok itu pergi dari Yerusalem ke Yerikho, jd ada kemungkinan org ini adalah org Israel krna dr Yerusalem membw banyak barang. Org sebangsa malah tdk peduli, tdk menolong, justru org Samaria yg dianggap warga ‘kelas dua’, dia yg memberi pertolongan hingga tuntas. Ini juga memberi kita peringatan bhw seringkali org yg kita nilai selevel, sekasta, org itulah yg pasti mengasihi kita dgn tulus, tapi pd kenyataannya justru merekalah yg tdk peduli ketika kita terpuruk, dlm keadaan susah. Tentu tdk semua org spt itu, masih ada org-org yang dengan tulus mengasihi kita, namun kita jg hrs sadar bhw yg pantas kita kasihi itu bukan hanya mereka yg sederajat, tapi setiap orang yg butuh pertolongan dan kita sanggup utk menolongnya.

Mengasihi itu bukan sekedar teori, wujud kasih yg kita miliki itu hrs terlihat dr perbuatan nyata dan bs dirasakan oleh org lain, dan jgn kecewa kalau mereka yg katanya terhormat dan rohani justru menunjukkan sikap tdk peduli.

Posted in Renungan | Comments Off on Sesamamu Manusia

Jangan Sembarang Libatkan Orang

DI 10012023

Lukas 8:51-53
Setibanya di rumah Yairus, Yesus tidak memperbolehkan seorang pun ikut masuk dengan Dia, kecuali Petrus, Yohanes dan Yakobus dan ayah anak itu serta ibunya.
Semua orang menangis dan meratapi anak itu. Akan tetapi Yesus berkata: “Jangan menangis; ia tidak mati, tetapi tidur.”
Mereka menertawakan Dia, karena mereka tahu bahwa anak itu telah mati.

Utk membangkitkan anak dr Yairus, Yesus tidak mengizinkan org lain ikut masuk kecuali kedua orgtua anak itu, pasti ada alasan dan tujuan dari apa yg Yesus larang itu.

Bukankah lebih spektakuler kalau Yesus dengan sengaja membangkitkan anak yg mati itu di dpn bnyk org? Kalau zaman skrg mgkin langsung IG live atau live YouTube, seluruh dunia langsung bs menyaksikannya, dan pasti ini menjadi berita yang sangat menghebohkan. Bukankah saat Dia membangkitkan Lazarus yg sdh mati 4 hari itu dilakukan di depan bnyk org? Utk memahami ini tentu hrs kita lihat kisah ini secara utuh, semua org yg ada di sana tidak ada satupun yg berani beriman bhw anak yang baru saja mati itu bisa hidup kembali, jd ini bs kita simpulkan bhw utk terjadinya mujizat, Tuhan pada kasus tertentu membutuhkan iman seseorg. Bnyk kisah dalam Alkitab yg menceritakan bgmna mujizat terjadi karena iman seseorg yg besar, namun ada juga mujizat Tuhan terjd karena 100% kehendak dari Tuhan itu sendiri. Dlm kasus ini, Yesus dg tegas hanya melibatkan orgtua anak itu karena mrka percaya Yesus sanggup membangkitkan anak mereka yg baru saja mati. Ini satu pelajaran yg penting bagi kita: jgn sembarang libatkan orang ketika kita membutuhkan mujizat Tuhan, dalam pengertian bhw jgn libatkan org-org yang justru tdk percaya akan mujizat Tuhan, tdk pny iman.

Minta dukungan doa, menopang dlm doa, harus pd org yg tepat, karena pd kasus tertentu, harus Tuhan temukan adanya org-org yg sepakat dlm meminta sesuatu pd Tuhan. Sepakat dlm artian sama-sama percaya bhw Tuhan berkuasa untuk melakukan apa yabg diminta, sama-sama tekun menantikan jwban dr Tuhan. Salah memilih org ketika ingin didukung atau ditopang dalam doa, justru akan membuat mujizat itu tdk terjd, krna Tuhan tdk melihat adanya kesepakatan iman di dlm permintaan yg diajukan pd Tuhan. Jadi jgn sembarangan curhat pd seseorg, pertama, krna org itu mgkin hanya tertarik dgn kasus kita, tapi tidak ikut mendoakan walaupun dia berjanji pd kita utk ikut mendoakan, kedua, masalah kita bs jadi konsumsi publik krna dia ingin mengambil keuntungan dr masalah yg sdg kita hadapi, tdk paham ttg etika konseling, ketiga, kalau iman dr org itu tdk teguh, atau kecil, ini berpengaruh pd waktu terjadinya mujizat itu, bs tertunda karena imannya ‘naik turun’ atau malah tdk dikabulkan Tuhan. Carilah org yg sepakat dgn kita, org yang imannya teguh dan bisa menopang kita di saat kita mulai ragu dan goyah. Dgn melibatkan org yg tepat maka hasilnyapun bs sesuai dgn yang jadi harapan kita.

Curhatlah pd org yg tepat, jika ingin memohon dukungan atau topangan dlm doa, libatkan org yg memang dewasa rohaninya dan punya iman yg teguh.

Posted in Renungan | Comments Off on Jangan Sembarang Libatkan Orang

Belum Final

DI 09012023

Matius 9:18
Sementara Yesus berbicara demikian kepada mereka, datanglah seorang kepala rumah ibadat, lalu menyembah Dia dan berkata: “Anakku perempuan baru saja meninggal, tetapi datanglah dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, maka ia akan hidup.”

Ada bbrpa hal dlm hidup manusia itu sdh menjd hal yg ‘final’ dan tak bs diubah lagi, salah satu dr hal-hal itu adalah kematian, teknologi kesehatan yg canggih sekalipun tak sanggup menahannya.

Yairus, seorg kepala rumah ibadat, anaknya sdg sakit parah dan hampir meninggal, meminta pd Yesus supaya datang ke rumahnya utk berdoa bagi anak perempuannya. Namun datang kabar yg menyedihkan bhw anaknya itu baru saja mati dan tentu saja hal ini bs membuat dia terpuruk & menyerah pd keadaan. Siapa yg sanggup untuk membangkitkan org mati selain Tuhan? Tetapi Yesus berkehendak lain, Dia tetap akan datang, bukan utk menyembuhkan, tp membangkitkan anak perempuan itu. Tentu bukan masalah bagi Yesus apakah anak itu sakit atau mati, jika sakit bs Dia sembuhkan, jika mati bisa Dia bangkitkan dan hidup kembali, namun bagi Yairus, berita ttg kematian anaknya menjd sebuah hal yang ‘final’, kematian tidak bs dibatalkan. Akhir dr kisah ini adalah anak perempuan Yairus dihidupkan lagi dan berita ttg itu membuat heboh. Yang final di mata manusia, belum tentu jg sudah final bagi Tuhan. Tentu ada alasan mengapa Yesus punya keinginan utk membangkitkan anak perempuan dr Yairus, tentunya bukan utk pamer kuasa atau mujizat, mgkin salah satunya sbg ‘reward’ atas semua yg telah Yairus perbuat sepanjang hidup.

Sehebat apapun manusia, secanggih apapun jg teknologi yg diciptakan, tetap tdk bs melampaui kuasa Tuhan atas hidup manusia. Teknologi sdh bs menyembuhkan bbrpa penyakit yg dulu cuma bs dilakukan oleh mujizat Tuhan, misalnya sakit kusta, skrg sdh ditemukan obat dan cara untuk menyembuhkannya, tp tetap saja masih ada yg belum bs disembuhkan dgn teknologi yang ada. Inilah yg membuat manusia menemukan bahwa ada bbrpa hal sudah pasti ‘final’, dan hanya bisa pasrah menerimanya. Tapi kalau Tuhan punya rencana dan kehendak, yang final itu bs diubah dan apa yg menjd harapan seseorg, itu mungkin bs menjd kenyataan. Jalan buntu diubah menjd jalan yg terhubung dgn jalan lain, yang tidak ada diubah menjadi ada, yg mustahil menjd sesuatu yg tdk mustahil. Itulah keistimewaan yg dimiliki org-org yg ‘berjumpa’ dgn Tuhan, org yg bukan sekedar berdoa, tapi berkomunikasi dgn Tuhan, org yg bukan hanya kelihatan intim dgn Tuhan, tp memang benar-benar punya keintiman dgn Tuhan. Sekali lagi, ini benar-benar bergantung pd kehendak Tuhan, jika Dia mau, terjadilah dan harapan kita dikabulkan. Tapi kalau Dia tdk mau, dgn cara apapun kita berusaha ‘merayu’ Tuhan, itu semua hanya sia-sia saja.

Apakah sesuatu yg ‘final’ bagi kita itu benar sdh final di mata Tuhan? Jgn paksa Tuhan, jika Dia berkehendak, Dia pasti melakukannya utk kita, permintaan kita dikabulkan Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Belum Final

Harus Dasarnya Percaya

DI 07012023

Markus 5:27-29
Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus, maka di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya.
Sebab katanya: “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.”
Seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa, bahwa badannya sudah sembuh dari penyakitnya.

Bolehkah kita menentukan sndri standart iman kita? Dlm kisah ini, perempuan yg sakit 12 tahun pendarahan telah disembuhkan ketika dia mulai menentukan standart imannya sndri.

Jika bisa menyentuh jubah yg dipakai Yesus, si perempuan itu beriman bhw dia pasti sembuh, ini berarti dia menentukan standart imannya dg percaya bhw walaupun bukan Yesus yg secara langsung menjamahnya, dia bs sembuh dengan menyentuh jubah-Nya saja. Percayanya ini juga dipengaruhi oleh hukum Taurat yg berlaku saat itu bhw seorg perempuan yang pendarahan ada dlm kondisi najis, hrs ada di luar pemukiman & apabila org tersentuh oleh dia bahkan duduk di tempat bekas dia duduk, org itu menjd najis jg (Imamat 15), didukung krna pasti fisiknya amat lemah akibat pendarahan selama 12 tahun, dia hanya bs merangkak, berusaha menyentuh dari jumbai jubah Yesus. Dia sadar siapa dirinya, dan yg dia lakukan sebenarnya beresiko amat tinggi karena seandainya dia tidak sembuh, maka yg terjd adalah pakaian Yesus menjd najis, dan ini tentu sedikit banyak akan menyusahkan Yesus. Tapi yg terjd kemudian adalah dia sembuh dari pendarahannya, imannya telah menyelamatkan dia. Di sini kita belajar bahwa boleh menentukan sndri standart iman kita jika ingin mujizat Tuhan terjd pd diri kita, asalkan dasarnya adalah kita percaya akan kuasa Tuhan.

Apakah kita sedang membutuhkan mujizat dari Tuhan utk kondisi yg sedang kita alami? Hal yg dilakukan perempuan yg pendarahan 12 tahun ini hrs kita sikapi dgn benar, jgn asal meniru dan tanpa pengertian yg benar. Saat itu Yesus hadir di dunia secara fisik dlm rupa manusia, jadi Dia tidak bisa hadir di banyak tempat di waktu yang bersamaan, jd ketika Yesus lewat di sana, itulah kesempatan bagi perempuan ini utk mengalami mujizat Tuhan. Jadi hrs sesuai jg dengan waktu Tuhan ketika kita ingin menentukan standart dr iman kita sndri. Yg terutama adalah kedaulatan Tuhanlah yg menentukan apakah iman kita bisa menggerakkan Tuhan utk melakukan mujizat yg kita perlukan. Ada iman tapi juga karena Tuhan ingin melakukan mujizat-Nya pd kita. Ini yg bnyk org tidak menyadarinya, sehingga bermain-main dgn imannya sndri, kalau Tuhan belum mau utk bertindak, kalau belum tiba waktunya Tuhan, tdk akan terjd mujizat apapun jg. Jgn disesatkan dg pengajaran yg menjamin bahwa dgn mengikuti metode tertentu yg katanya ‘Alkitabiah’, padahal itu imajinasi manusia belaka, maka mujizat bisa langsung terjd, apalagi diberi label bahwa ‘itu dr Tuhan’ dan kita diminta utk ‘membayar’ uang dg penipuan dianggap sbg persembahan utk Tuhan yg diwajibkan. Jelas ini mirip praktek yg banyak dilakukan oleh org yg tidak mengenal Tuhan.

Bergaul dgn Tuhan akan memperteguh iman yg kita miliki, jgn pernah memaksa Tuhan utk harus melakukan mujizat bagi kita, jgn kecewa kalau Dia belum melakukannya untuk kita, tunggu tiba waktunya Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Harus Dasarnya Percaya

Sampai Masa Tua

DI 06012023

Mazmur 71:17-18
Ya Allah, Engkau telah mengajar aku sejak kecilku, dan sampai sekarang aku memberitakan perbuatan-Mu yang ajaib;
juga sampai masa tuaku dan putih rambutku, ya Allah, janganlah meninggalkan aku, supaya aku memberitakan kuasa-Mu kepada angkatan ini, keperkasaan-Mu kepada semua orang yang akan datang.

Sejak muda, Daud banyak diajari Tuhan, tentang apa? Kalau dilihat dari kalimat berikutnya, Daud diajar Tuhan ttg perbuatan dan kuasa Tuhan, tp apakah hanya itu saja?

Tentunya belajar ttg perbuatan dan kuasa Tuhan itu bukan sekedar tahu ttg perbuatan Tuhan yg ajaib, tp bagaimana dgn mata kepalanya sendiri Daud menyaksikan dan mengalaminya. Seperti seseorg yg diajari bermain sulap, pasti ada yang berupa teori pengetahuan, dan jg latihan praktek bermain sulapnya. Diajari Tuhan itu beda sekali dgn belajar Alkitab atau teologia yg hanya dapat menambah wawasan dan pengetahuan, tapi ini ttg diajari Tuhan mengalami sendiri kuasa-Nya bekerja dlm hidup keseharian. Daud belajar ttg kuasa Tuhan ketika hrs berhadapan dgn hewan buas, dan itu berguna ketika dia berhadapan dg Goliat, Daud belajar mengasihi Tuhan ketika dia tdk dikasihi selayaknya seperti sdr-sdrnya yang lain, itu terlihat ketika dia sangat ingin membuat Tabut Tuhan ada di Yerusalem. Daud belajar ttg merendahkan diri dan itu terlihat saat tahtanya akan dikudeta oleh anaknya sendiri, Absalom, dia sadar bhw tahta kerajaannya itu Tuhan yang memberikan, kalau Dia ambil kembali, itu adalah hak Tuhan. Perang demi perang yg Daud lewati membuat dia semakin kagum pd Tuhan, lalu dg sukacita dia menulis bnyk mazmur ttg hebatnya kuasa dan perbuatan Tuhan yg dia lihat dan dia alami sndri.

Yang menarik adalah Daud meminta Tuhan utk tetap menyertai dia, sekalipun dia sudah tua & putih rambutnya, artinya dia masih belum puas belajar dr Tuhan. Bnyk org yg berhenti belajar dr Tuhan ketika dia sudah mengalami mujizat dan pertolongan Tuhan. Ini karena pemikiran sesat yg menganggap kalau Tuhan melakukan suatu mujizat pd seseorg, itu karena ‘prestasi’ yg org itu telah perbuat utk Tuhan, jd dia menganggap kalau dirinya itu telah berkenan di hadapan-Nya sehingga Tuhan mau memberinya mujizat. Dlm bnyk kisah, Tuhan melakukan mujizat pd orang tertentu itu hanya karena belas kasihan, ada jg krna iman org lain, misalnya kisah orang lumpuh yg sembuh krna ditandu 4 kawannya diturunkan dr atap rumah (Markus 2:1-11). Bbrpa org yang dinilai Tuhan memiliki iman yang besar, akhirnya diberi Tuhan mujizat. Berhenti belajar dari Tuhan hanya akan membuat kita sombong dan merasa tidak begitu perlu Tuhan lagi dlm hidup kita. Kita jgn spt itu, teruslah menceritakan ttg perbuatan dan kuasa Tuhan yg telah terjd, itu bisa memberi peneguhan bagi org lain yang sedang bimbang, perlu diyakinkan bhw Tuhan masih melakukan mujizat sampai sekarang.

Jgn puas belajar dr Tuhan, tetap rendah hati dan terus melatih iman kita, supaya kira bisa dengan yakin bersaksi ttg perbuatan & kuasa Tuhan yg masih Dia lakukan hingga saat ini.

Posted in Renungan | Comments Off on Sampai Masa Tua

Harusnya Bagaimana?

DI 05012023

2 Timotius 4:14
Aleksander, tukang tembaga itu, telah banyak berbuat kejahatan terhadap aku. Tuhan akan membalasnya menurut perbuatannya.

Tulisan rasul Paulus ini kelihatannya tdk rohani, seharusnya dia berkata supaya org yang jahat terhadapnya biar Tuhan jamah dan bs bertobat, itu kan yg bagus dan tepat?

Apakah itu salah? Jgn terlalu gegabah menilai hanya dr cara pandang kita saja. Rasul Paulus tentu seseorg yg sangat paham ttg hukum dan Taurat, yg dia tuliskan itu sesuatu yg sesuai dgn firman Tuhan: dan dari pada-Mu juga kasih setia ya Tuhan; sebab Engkau membalas setiap orang menurut perbuatannya (Mazmur 62:12). Ini juga bersesuaian dgn sifat keadilan Tuhan bhw Dia akan membalas org sesuai dgn perbuatannya, apakah perbuatan baik atau yg jahat. Berharap org yg menjahati kita supaya Tuhan jamah dan bs bertobat, itu jg benar. Tapi kita hrs sadar juga bhw nantinya ada org yg masuk surga yaitu org jahat yg akhirnya bertobat, tp ada jg yg masuk neraka artinya org jahat yg tdk bertobat. Bukan mendukung teori ttg dari masa diciptakan, ada org yg telah ditentukan masuk surga atau malah masuk neraka, kalau teori ini benar, utk apa kita melakukan penginjilan? Utk apa Yesus datang ke dunia utk menebus dosa manusia? Jd masuk tidaknya seseorg ke surga itu ditentukan bgmna cara hidup seseorg itu ketika hidup di dunia ini. Tiap org punya kesempatan yg sama utk dapat masuk surga, tp kalau kesempatan itu tdk mau diambil, maka hilanglah peluang utk masuk dlm surga.

Kadang apa yg spt rasul Paulus tuliskan ini ada benarnya jg, dgn seseorg mengalami hukuman Tuhan, mgkin itulah jalan dia menuju pertobatan dan kembali pd Tuhan. Ada org yg hampir mati baru sadar akan pertobatan, dibuat bangkrut & sakit parah, baru mau bertobat. Jadi jgn mudah utk menghakimi ketika ada seseorg yg sedang sakit hati berkata supaya org yg menjahatinya mengalami hukuman Tuhan, ini beda dgn sikap mengutuk seseorg karena dasar dendam, jadi biarkanlah seseorg meluapkan emosinya spya dia bs lebih tenang, nantinya setelah pikirannya kembali jernih, kalau ucapannya itu salah, masih ada kesempatan utk minta ampun pada Tuhan. Kita jgn mudah memberi label dr sikap seseorg, tapi teruslah siap utk memberikan nasehat dan koreksi, mgkin saat itu dia menutup hatinya utk nasehat kita karena sedang sakit hati, tp ketika nantinya dia mulai tenang, kembali kita berikan nasehat dan mungkin kali ini dia mau dengar & meresponinya dgn benar. Ucapkanlah sesuatu bukan berdasarkan suasana emosi kita, tp hrs berdasarkan pd kebenaran firman Tuhan, walau itu kelihatannya tdk rohani di mata orang lain.

Tetap miliki pikiran yg jernih sekalipun hati kita sedang tersakiti oleh perbuatan org lain, tidak mudah memang, tapi itulah tugas kita utk terus menjaga hati dan pikiran kita tetap murni.

Posted in Renungan | Comments Off on Harusnya Bagaimana?