Atas Nama Cinta?

DI 08022023

Ulangan 7:3-4
Janganlah juga engkau kawin-mengawin dengan mereka: anakmu perempuan janganlah kauberikan kepada anak laki-laki mereka, ataupun anak perempuan mereka jangan kauambil bagi anakmu laki-laki;
sebab mereka akan membuat anakmu laki-laki menyimpang dari pada-Ku, sehingga mereka beribadah kepada allah lain. Maka murka TUHAN akan bangkit terhadap kamu dan Ia akan memunahkan engkau dengan segera.

Bicara ttg cinta itu memang hak asasi manusia yang perlu dihormati, namun bila cinta ternyata melibatkan org yg tdk menyembah Tuhan, apa yg hrs jd sikap kita sbg seorg Kristen?

Dari ayat yg kita baca jelas tergambar apa yang Tuhan kehendaki dlm hidup umat-Nya, menikah dgn org yg sama-sama menyembah Tuhan, dlm pengertian di zaman skrg ini harus menikah dgn org yang sama-sama menyembah Tuhan Yesus, ini yg hrs kita pahami. Beda suku, status sosial, latar belakang pendidikan bahkan mgkin umur yg terlalu jauh, itu masih dlm batas yg normal & diizinkan, tp jelas bhw Tuhan tdk ingin umat-Nya jatuh dlm penyembahan berhala karna menikah dgn yg tdk menyembah Tuhan. Di sinilah harus dipahami bhw dlm pernikahan Kristen, itu bukan hanya urusan cinta antara laki-laki & perempuan saja, bkn hanya menghubungkan 2 keluarga dari kedua mempelai, tp pernikahan Kristen itu ialah melibatkan Tuhan di dlmnya. Jangan atas nama cinta dan hak asasi manusia lalu boleh dengan sengaja melanggar aturan firman Tuhan. Tuhan sdh menyatakannya pd kita, bahkan contoh dlm Alkitab jelas terlihat, akibat menikah dgn orang yg tidak menyembah Tuhan, raja Salomo justru jatuh dalam penyembahan berhala, kerajaannya mengalami kehancuran di masa berikutnya, kita lihat bgmna dosa nenek moyang hrs ditanggung oleh keturunan-keturunan yg selanjutnya.

Dosa penyembahan berhala akan tertanggung sampai keturunan yg keempat: Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku (Keluaran 20:5). Melakukan 2 prosesi pernikahan dengan 2 cara yg berbeda, tentu itu suatu penghinaan bagi Tuhan, sdh melanggar perintah Tuhan, lalu mohon dilegalkan dan diberkati, keterlaluan itu namanya! Lebih parah lagi memilih mengganti iman pd Kristus dan menyembah yg pasangan hidupnya sembah, jgn berpikir Tuhan diam dan tdk akan menghukum. Manusia mgkin terpaksa diam karena menghormati hak asasi manusia dlm hal memilih yg dipercayai, tp Tuhan tetap akan meminta pertanggung jawabannya kelak di saat penghakiman Tuhan. Di sisi lain, gereja hrs menekankan pentingnya kesetiaan jemaat pd Tuhan dlm hal iman, tekankan bhw menikah dgn org yg tdk menyembah Tuhan Yesus jelas suatu pelanggaran firman Tuhan, ada kutuk dari setiap dosa yg dilakukan manusia, apalagi yang sengaja dilakukan pdhal sdh tahu dilarang oleh Tuhan.

Ada saat di mana kesetiaan kita diuji Tuhan, apa yg Tuhan temukan dlm diri kita? Kita punya hak utk melakukan yg kita mau, tapi jangan pancing kemarahan Tuhan dgn sengaja melanggar apa yg Dia larang utk kita lakukan.

Posted in Renungan | Comments Off on Atas Nama Cinta?

Memakai Tangan Orang Lain

DI 07022023

Daniel 6:7, 9, 14
Semua pejabat tinggi kerajaan ini, semua penguasa dan wakil raja, para menteri dan bupati telah mufakat, supaya dikeluarkan kiranya suatu penetapan raja dan ditetapkan suatu larangan, agar barangsiapa yang dalam tiga puluh hari menyampaikan permohonan kepada salah satu dewa atau manusia kecuali kepada tuanku, ya raja, maka ia akan dilemparkan ke dalam gua singa.
Sebab itu raja Darius membuat surat perintah dengan larangan itu.
Setelah raja mendengar hal itu, maka sangat sedihlah ia, dan ia mencari jalan untuk melepaskan Daniel, bahkan sampai matahari masuk, ia masih berusaha untuk menolongnya.

Tidak semua pejabat istana senang dgn Daniel yg dipromosikan raja Darius menjd seorg dari 3 pejabat tinggi yang membawahi mereka semua, maka dicarilah cara utk menyingkirkan Daniel.

Mencari-cari kesalahan biasanya dilakukan oleh org yg iri dan dengki, ini yg dilakukan oleh mrka yg tdk menyukai Daniel menjd pemimpin, stlah gagal menemukan kesalahan Daniel dalam hal tanggung jwb pekerjaannya, mulailah kelicikan muncul dgn memprovokasi raja Darius melalui sebuah penetapan surat perintah raja melarang semua org utk menyampaikan permintaan pada dewa atau siapapun, kecuali pd raja. Di sinilah kita melihat kualitas iman seorang Daniel, tetap dia berdoa spt biasa. Kisah selanjutnya bs kita baca dlm pasal ini scra keseluruhan. Pelajaran yg bs kita ambil dr kisah ini adalah orang akan lakukan cara apapun utk menjatuhkan org lain yg tdk disukainya. Kalau gagal dgn cara frontal maka digunakanlah cara ‘halus’, menggunakan siasat licik melalui tangan org lain utk menjerat dan menyingkirkan org yg tdk disukai. Mereka memprovokasi raja Darius karena mereka tahu bahwa raja menyukai Daniel, dan tanpa disadari raja Darius termakan tipu daya para pejabat dan mengeluarkan surat perintah raja, dan siasat ini berhasil menjerat Daniel dan raja tdk bs menarik kembali surat perintah itu, raja sangat sedih dan berusaha utk menyelamatkan Daniel.

Yg hrs kita waspadai adalah bila ada pihak yang memprovokasi kita dgn tujuan memakai tangan kita utk ‘menggebuk’ org lain sehingga kita yang akan merasa bersalah. Biasanya kita terus akan dipuji-puji, dilayani secara berlebihan shga saat kita mulai merasa terlalu bahagia, pihak lain itu menyarankan sesuatu yg kelihatannya logis dan menguntungkan & pd akhirnya kita menyetujui saran mereka. Sbg pemimpin memang jangan mudah utk mengikuti saran dr bawahan, walau kedengarannya itu menguntungkan kita, namun justru bs menjerat org lain tanpa kira sadari. Ini tentu sangat mengenaskan bila ternyata kitalah yang terjerat tindakan pidana, dianggap sebagai pencetus dan pelaku utama, karena itulah harus benar-benar mempertimbangkan segalanya dan dengarkan jgn 1 pihak saja. Tdk semua org yang berkata manis di depan kita itu adakah org yang tulus mendukung kita, waspada jgn sampai kita dijadikan ‘alat’ utk menyerang pihak lain, apalagi sasarannya adalah org yg kita kasihi. Bersyukur saat itu Tuhan bertindak shga Daniel selamat & kerajaan tetap memiliki pejabat tinggi yg punya kualitas dan integritas spt Daniel. Waspada dan jangan sampai diperalat.

Jgn terlena dgn perkataan manis yg kita terima, tdk semua org tulus terhadap kita, sblum ambil sebuah keputusan penting, berdoalah pd Tuhan dan jgn termakan tipu daya org lain.

Posted in Renungan | Comments Off on Memakai Tangan Orang Lain

Karena Kesalahan Orang Lain

DI 06022023

Yosua 1:1-2
Sesudah Musa hamba TUHAN itu mati, berfirmanlah TUHAN kepada Yosua bin Nun, abdi Musa itu, demikian:
“Hamba-Ku Musa telah mati; sebab itu bersiaplah sekarang, seberangilah sungai Yordan ini, engkau dan seluruh bangsa ini, menuju negeri yang akan Kuberikan kepada mereka, kepada orang Israel itu.

Yosua dipilih Tuhan utk menggantikan Musa yg karena kesalahannya, dia tidak diizinkan masuk ke tanah Kanaan, sehingga tugas memimpin org Israel diberikan pd Yosua.

Seandainya Musa tdk berbuat salah, Yosua akan tetap jadi hamba yg melayani Musa. Seandainya raja Saul tdk berbuat salah, maka Daud tdk akan menjd raja menggantikan Saul. Kepercayaan yg Tuhan berikan pd kita mgkin saja akibat dari org pilihan Tuhan yg sebelumnya terpilih, dia telah melakukan kesalahan dan kitalah yg dipilih utk menggantikan org itu. Ingat spt perumpamaan talenta, talenta yg tdk dikelola oleh hamba yang malas dan jahat itu diberikan ke hamba yg setia mengelola 5 talenta yg dipercayakan. Jgn heran jika standart Tuhan untuk kita itu dinaikkan lebih drpd yg sblumnya, itu karena Tuhan ingin kita ini berhasil dlm menjalankan kepercayaan yg kita terima dr Tuhan. Dampak lain adalah selalu ada pihak-pihak yg tdk mendukung kita karena kita dinilai kurang pantas utk menduduki posisi kita yg skrg. Latar belakang kita dicari-cari sisi buruk dan negatifnya, kita dicoba utk ‘dibunuh karakter dan nama baik’ yg kita punya, kalau segala cara itu gagal, yg jd alasan adalah iman kita sebagai org Kristen. Hal spt ini bs kita temukan di dalam kisah Daniel yg tdk disukai bnyk pejabat karena dipercaya raja sehingga ibadahnya pd Tuhan itu dijadikan sebuah ‘jebakan’ utk menjerat Daniel (Daniel 6).

Sebaliknya, kalau kita di posisi org yg digantikan karena berbuat kesalahan, jgn protes pd Tuhan, koreksi diri dan bertobat. Raja Saul sdh tahu dia bersalah pd Tuhan, namun dia membiarkan diri jatuh lebih dlm ke banyak perbuatan dosa. Spt Musa yg menerima keputusan Tuhan, sikap ini patut kita contoh. Jgn justru mengusik org yang Tuhan pilih sbg pengganti kita, tapi dukunglah & berusaha utk kembali mendptkan kepercayaan dr Tuhan, buktikan pertobatan kita dan setelah dg apa yg masih Tuhan berikan pd kita. Bs jadi nanti Tuhan mempromosikan kita lebih tinggi dr yg sblumnya, itu kedaulatan Tuhan. Memulihkan nama dan citra diri yang pernah rusak memang tdk mudah, hrs rendah hati dan sabar, tdk boleh mendendam apalg punya niat jahat, bljar miliki hati yg tulus, maka Tuhan melihat hal itu sbg hal yg baik dan dia memulihkan keadaan kita. Kalau Dia beri kesempatan kedua, gunakan dgn sebaik mgkin, karena belum tentu itu akan terulang lagi utk berikutnya. Jgn mencintai jabatan, harta dan kekuasaan hingga kita takut kehilangan semua itu, ingat bhw semuanya adalah pemberian dari Tuhan, kita dipercaya utk menerima utk dikelola sehingga menghasilkan ‘keuntungan’ bagi Dia.

Jgn meninggikan diri seakan-akan lebih hebat dan lebih baik drpd orang lain, sadarlah bhw itu terjd mgkin karena org lain berbuat salah shga Tuhan menunjuk kita utk menggantikannya.

Posted in Renungan | Comments Off on Karena Kesalahan Orang Lain

Jangan Takut Pada Manusia

DI 04022023

Amsal 29:25
Takut kepada orang mendatangkan jerat, tetapi siapa percaya kepada TUHAN, dilindungi.

Mempraktekkan ayat ini butuh keberanian yang ganda, karena pd realita kehidupan, kita mgkin saja akan berhadapan dgn org-org yg memiliki kekuasaan besar dan pengaruh yg menentukan nasib kita.

Takut pd org mendatangkan jerat, jerat apa? Yg hrs kita pahami dulu apa itu jerat. Di dlm Kamus Besar Bahasa Indonesia, jerat adalah tali yang ujungnya disimpulkan membentuk lubang yang dapat disempitkan atau dilonggarkan utk dapat menangkap burung, kijang, dsbnya. Jerat juga berarti tipu muslihat utk menyusahkan dan juga mencelakakan org. Takut pd org mendatangkan sebuah situasi di mana keadaan kita spt hewan yg terperangkap dan pasti nanti akan celaka. Ini sebuah dilema, kalau takut kita bisa celaka, tapi kalau kita tidak takut, sanggupkah kita memberi perlawanan dan menang? Utk memahami ayat ini maka lihatlah keseluruhan kalimat ayatnya, kita bs temukan pesan yang ingin disampaikan oleh penulis amsal ini, dia membandingkan dua keadaan dr seseorg yg takut pd manusia dgn yg percaya pd Tuhan. Ada kata takut dibandingkan dg kata percaya, jadi ini seperti dihadapkan pd 2 pilihan ketika berhadapan dgn orang lain yaitu mau percaya pd Tuhan atau takut pd manusia? Percaya pd Tuhan maka kita akan selamat dari tangan manusia, kalau takut pd manusia, justru kita akan ditaklukkan dan mengalami celaka.

Kalau Tuhan itu kelihatan, kita mgkin berani dan tdk takut pd manusia, tp Tuhan itu tdk kelihatan. Tapi ada org-org khusus yg bs melihat keadaan di alam roh, contohnya ketika nabi Elisa dengan yakin memberitahu bujangnya yaitu Gehazi bhw ada banyak tentara Tuhan yg menolong mereka saat dikepung musuh (2 Raja-Raja 6:17). Tentu kita jg ingat kisah Daniel yg melanggar perintah raja dan dimasukkan ke dlm goa singa, 3 teman Daniel jg pernah dimasukkan ke dlm dapur api yg dipanaskan 7x lipat karena tdk menyembah patung raja, nyawa taruhannya, menurut pikiran manusia pasti mati, tp karna mrka percaya pd Tuhan, mereka justru diselamatkan dr kematian dan dampaknya membuat raja percaya bahwa Tuhannya org Israel itu hebat. Beranikah untuk percaya pd Tuhan saat nyawa kita terancam? Tp bgmna dgn para martir yg justru mati di tangan org-org yg membenci Tuhan? Kita lihat dlm ayat: Barangsiapa ditentukan untuk ditawan, ia akan ditawan; barangsiapa ditentukan untuk dibunuh dengan pedang, ia harus dibunuh dengan pedang. Yang penting di sini ialah ketabahan dan iman orang-orang kudus (Wahyu 13:10). Jd itu kejadian khusus atas ketentuan Tuhan.

Percaya pada Tuhan, itu pilihan yg paling tepat, sebesar apapun tekanan yg org lain lakukan pd kita, jgn kehilangan keberanian utk percaya, kita akan diselamatkan oleh Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Jangan Takut Pada Manusia

Bahaya Kekayaan dan Kemiskinan

DI 03022023

Amsal 30:8-9
Jauhkanlah dari padaku kecurangan dan kebohongan. Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku.
Supaya, kalau aku kenyang, aku tidak menyangkal-Mu dan berkata: Siapa TUHAN itu? Atau, kalau aku miskin, aku mencuri, dan mencemarkan nama Allahku.

Apa alasan penulis amsal meminta pada Tuhan utk tdk memberinya kekayaan atau kemiskinan? Menurut pandangannya, kedua hal ini ternyata punya dampak yg berbahaya.

Ketika kaya, seseorg bs menyangkal Tuhan, dlm pengertian berani berkata bhw Tuhan bukanlah yang menentukan kebahagiaan hidupnya, tetapi kekayaannyalah yg membuatnya bahagia. Yang disangkal adalah dia kaya bukan karena Tuhan, tetapi karena kehebatan dirinya sendiri, tanpa Tuhan bisa koq hidup bahagia di dunia, malah kalau ikuti cara Tuhan, lambat sekali untuk bisa menjadi cepat kayanya. Pemikiran semacam ini tentu saja benar menurut mereka yang berpikir bhw kekayaannya bisa menjamin seumur hidup bahkan sampai anak cucu utk hidup bahagia & tdk kuatir akan apapun jg. Sebaliknya, ketika org mengalami kemiskinan, org bs banyak berbuat dosa demi mencukupi kebutuhan hidupnya. Dlm ayat ini digambarkan bhw dia bisa saja mencuri ketika dia lapar, sehingga ketika ketahuan, nama Tuhan jd dipermalukan karna dinilai tdk mampu memelihara hidup umat yg menyembah Dia. Jd mnrut penulis amsal ini, kekayaan & kemiskinan, keduanya bs menarik dirinya untuk melakukan perbuatan dosa, bs membuatnya menyangkal & meremehkan Tuhan, hingga dia bs memalukan nama Tuhan karena terdesak akibat keadaan yg buruk dlm hidupnya.

Jadi, apakah kita lebih baik menolak utk menjd kaya? Jgn salah memahami ayat di atas, penulis amsal ini dia sadar akan batas kemampuan yg dirinya miliki, dia bisa menyangkal Tuhan kalau dia kaya dan dia bisa memalukan nama Tuhan kalau dia miskin. Itu ukuran utk dirinya sendiri. Kita jg ingat bhw Yesus memberikan gambaran melalui perumpamaan talenta, ada 3 hamba yg dipercayakan harta tuannya, tapi ada yang bisa mengelola dgn baik, ada jg yg tdk mampu. Hal inilah yg harus kita pahami, bhw ada org yang dgn kekayaannya bisa hidup bahagia dan tetap takut akan Tuhan, ada jg yg justru menyangkal Tuhan ketika dia kaya. Ada yg miskin tapi tidak sampai mencuri, ada jg yg justru jatuh berbuat dosa karena kemiskinannya. Jadi ini kembali pd kesanggupan tiap-tiap org dlm menguasai diri baik saat dia kaya atau miskin. Hal positif yang bs kita ambil dr penulis amsal ini adalah bahwa dia tahu bersyukur dan mencukupkan diri dgn apa yg dimilikinya, ini terlihat dr perkataan bhw dia ingin makan dr makanan yg memang adalah porsinya, hasil kerja kerasnya, bukan pemberian dr org yg merasa kasihan karna kemiskinannya, dan jg bukan makan dr hasil penipuan atau yang melanggar firman Tuhan, intinya adalah yg dia nikmati adalah yang dia dpt secara ‘halal’, bukan secara curang atau menipu.

Coba lihat diri kita, dgn apa yg kita miliki, semua itu membw kita makin hidup takut akan Tuhan ataukah justru membuat kita meninggikan diri karena kekayaan kita?

Posted in Renungan | Comments Off on Bahaya Kekayaan dan Kemiskinan

Jangan Terus Berdosa

DI 02022023

Matius 5:29-30
Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka.
Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka.

Memaknai ayat ini tentu harus bijak, bkn berarti kita praktekkan secara hurufiah, karena jika itu dilakukan maka habislah semua anggota tubuh kita, tentu bukan ini yg dimaksud oleh Yesus.

Dlm dunia kedokteran, kita mengenal tindakan penyelamatan, mengamputasi, yaitu tindakan memotong bagian tubuh tertentu yg sdh rusak utk menghindari perusakan yg lebih meluas ke bagian tubuh yg lain. Dlm bbrpa kasus, aborsi dilakukan misalnya akibat janin ternyata sudah meninggal saat masih dlm kandungan, ini demi keselamatan sang ibu supaya tidak keracunan. Dlm ayat ini diingatkan bhw dosa menggunakan anggota tubuh kita utk sbg alat melahirkan satu perbuatan dosa. Dosa bs dimulai dr apa yg kita lihat oleh mata, merangsang keinginan daging yg pd akhirnya melahirkan perbuatan dosa. Dlm ayat ini Yesus mengajar utk bertindak tegas, tdk kompromi terus menerus dgn kelemahan, lebih baik kehilangan sesuatu drpd seluruhnya menjd rusak dan hancur. Jika harta yang banyak justru mendorong kita melakukan banyak dosa, lebih baik kita hidup dgn harta yg secukupnya namun tidak berdosa karena kekayaan: Jauhkanlah dari padaku kecurangan dan kebohongan. Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku. (Amsal 30:8). Penulis Amsal sadar akan bahaya kekayaan dan kemiskinan yg mendorong manusia bs berbuat banyak dosa.

Dosa apa yg masih sulit utk kita taklukkan? Jika perbuatan dosa yg bs terlihat oleh mata, orang biasanya masih mau menahan diri karena malu jika ketahuan org lain, tp dosa yg ada di pikiran dan dlm hati, yg org lain tdk bs tahu, biasanya ini sulit utk ditaklukkan. Yg hrs kita lakukan adalah segera ‘memotong’ semua yang bs merangsang hati dan pikiran kita utk berdosa. Contohnya jika dosa yg kita perbuat dlm hati dan pikiran itu ada kaitannya dgn smartphone yg kita pakai, segera hapus aplikasi yg isinya menghubungkan kita dg semua rangsangan dosa: judi, percabulan, dan yg lainnya. Selama masih ada dlm smartphone kita, itu akan menggoda kita trs menerus setiap saat, ketegasan kita dan disiplin diri sangat kita perlukan dlm hal ini. Kalau kita berdosa karena lingkaran pertemanan yang salah, pisahkan diri kita, keluar dr sana. Salah satu hal yg mungkin bs sedikit membantu adalah mengakui dosa itu di hadapan Tuhan dan org yang bs kita percayai karena manusia cenderung trs berbuat dosa yg sama kalau dosa itu tidak diketahui org lain. Yg paling penting adalah tekad dr diri sndri untuk mau terbebas dr belenggu dosa, menjd pribadi yg merdeka dlm Kristus.

Buanglah semua yg bs merusak hidup kita, pilih pergaulan yg baik, jgn mencintai harta, lebih lagi tingkatkan pengendalian diri, ini akan menolong kita menang melawan godaan dosa.

Posted in Renungan | Comments Off on Jangan Terus Berdosa

Sakit Karena Menyimpan Dosa

DI 01022023

Yakobus 5:16
Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.

Sakit fisik bs karna akibat dari faktor kesehatan tubuh, tp bs jg disebabkan dr jiwa yg terganggu, ada jg yg disebabkan karena menyimpan dosa, inilah yg dimaksud dr ayat yg kita baca.

Supaya mudah mengerti ttg ini, kita misalkan 2 org bertengkar hebat hingga berakhir dg saling membenci satu sama lain. Sekian lama tdk juga mau bertemu dan bertegur sapa, hingga pd satu saat, keduanya jatuh sakit, sudah periksa ke RS dan dokter spesialis ahli, tdk diketahui pasti apa sebabnya. Diberi obat hanya minim efeknya. Ini yg sering terjd dlm kehidupan org pd umumnya, menyimpan dosa di balik label sbg ‘korban’ atau merasa dirinya benar dan org lain yg salah. Dlm bnyk kasus, sulit membedakan mana yg adalah sebab dan mana yg adalah akibat, hingga terjd sebuah mediasi dan kedua pihak saling terbuka menceritakan isi hati dan keberatannya, barulah diketahui bhw akar masalahnya ternyata hal yg sepele, atau ada pihak ketiga yg sengaja turut memperkeruh suasana, memprovokator semua pihak sehingga semuanya menjd semakin tidak nyaman dan timbul permusuhan. Hal yg harus dilakukan adalah saling mengakui dosa, sekecil apapun itu, hrs diakui dan minta pengampunan dari Tuhan maupun org yg kepadanya kita telah berbuat salah. Dilanjutkan dg saling mendoakan serta berdamai, maka penyakit yg diderita karna hal itu bs disembuhkan.

Koreksi diri bila suatu saat sakit, sdh didoakan oleh hamba Tuhan, sdh berobat ke dokter atau RS, tp tdk jg sembuh, mgkin penyakit itu akibat dr dosa yg belum diakui, baik pd Tuhan maupun pd org lain. Bisa saja kejadiannya sdh tahunan dan dibiarkan bgtu saja, segeralah berdamai dg Tuhan dan org itu, akui dosa dan ampuni dosa org lain terhadap kita. Siapa yg salah atau siapa yg benar kadang harus diabaikan demi kebaikan yg lebih besar. Misalnya org yg berseteru dg kita itu dlm keadaan sekarat, segera ampuni dosa & kesalahannya, tdk penting lagi ttg siapa yg salah dan siapa yg benar, yg penting adalah dia dapat dgn tenang meninggal dan masalahnya dgn kita bs diselesaikan. Jgn lupa jg akui dosa kita dan minta pengampunan supaya keadaan kita juga bs kembali tenang dan penuh damai sejahtera. Dosa yg tdk diakui itu tidak akan mendapatkan pengampunan, hrs diakui supaya ada legalitas dr pengampunannya. Tdk sah kalau orang lain yg berkata dlm hatinya sdh mengampuni tp kita belum mengakui dosa dan minta pengampunan karena itu blm berdamai, masalah masih ada & hrs diselesaikan. Hrs ada pengakuan dosa dan perkataan telah mengampuni yg keluar dr mulut kedua belah pihak, barulah pengampunan yang terjadi itu punya legalitas di mata Tuhan.

Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau,
tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu (Matius 5:23-24).

Posted in Renungan | Comments Off on Sakit Karena Menyimpan Dosa

Berikan Juga Untuk Tuhan

DI 31012023

Matius 26:9, 11
Sebab minyak itu dapat dijual dengan mahal dan uangnya dapat diberikan kepada orang-orang miskin.”
Karena orang-orang miskin selalu ada padamu, tetapi Aku tidak akan selalu bersama-sama kamu.

Firman Tuhan mengajar kita untuk berbuat baik kepada org miskin, namun diingatkan jg bahwa kita hrs berbuat baik terhadap Tuhan dgn harta kita, walaupun Tuhan tdk butuh harta kita.

Kisah seorg perempuan mengurapi Yesus dlm ayat ini mengingatkan kita ttg porsi Tuhan yang tdk boleh terlupakan dlm hal penggunaan harta yg kita miliki. Penulis Amsal mengingatkan kita untuk menghormati Tuhan dg harta kita (Amsal 3;9), itulah sebabnya dlm hukum Taurat, kondisi korban hewan yg dipersembahkan haruslah dlm keadaan yg tdk boleh ada cacatnya, hewan juga adalah bagian dr harta, jika tidak sanggup untuk menyediakannya, diperbolehkan utk mengganti dlm bentuk persembahan yg lain. Menolong org miskin tentu sesuatu yg baik bahkan mulia, dan bnyk kesempatan utk melakukannya karena org miskin akan selalu ada dr waktu ke waktu, tapi kita jg diingatkan untuk datang pd Tuhan jangan dg tangan hampa (Keluaran 23:15). Apa saja yg bisa kita lakukan dg harta kita utk menghormati Tuhan? Yg rutin misalnya saat dtg beribadah ke gereja, kita memberi persembahan dlm bentuk uang, persembahan lainnya ialah persembahan diakonia, yg khusus dikelola utk membantu org yg kesusahan, baik dari jemaat gereja lokal atau masyarakat pd umumnya. Ketika kita tiap bulan mengembalikan Persepuluhan pd Tuhan melalui gereja, itu dipakai utk membiayai operasional dr gereja supaya tetap bs terus menyelenggarakan kegiatan ibadah.

Ikut terlibat dlm kegiatan misi penginjilan dapat kita lakukan melalui ikut mendanai kegiatan ini, ikut berdonasi dlm pembangunan gereja dapat jg kita lakukan. Sekali lagi memang Tuhan tidak membutuhkan uang kita, Dia beri kesempatan & cara bagi kita utk melakukan sesuatu utk Tuhan melalui gereja yg adalah rumah Tuhan. Bentuk lainnya adalah berbuat baik terhadap org kudus yg berkekurangan, ini bs kita lihat dlm Matius 25 yg menulis ttg pemisahan antara ‘kambing’ dgn ‘domba’, ketika kita memberi bantuan pd orang yg ialah pelaku Firman Tuhan tetapi kondisinya sdg tdk baik: lapar, telanjang, haus, di penjara, sakit, orang asing: Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku (Matius 25:40). Siapa itu saudara-Ku? Sebab siapa pun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku.” (Matius 12:50). Jadi kita hrs sadar, bhw org yang melakukan firman Tuhan bs saja mengalami keadaan buruk secara ekonomi, dan itu tugas kita utk melayani mereka dgn harta kita, itu diperhitungkan Tuhan sebagai sesuatu yg kita langsung perbuat utk Tuhan.

Hormati Tuhan dgn harta kita bs kita lakukan dg memberi persembahan uang melalui gereja dan jg melayani kebutuhan org-org kudus yg dalam kesulitan ekonomi.

Posted in Renungan | Comments Off on Berikan Juga Untuk Tuhan

3 Golongan Penerima Harta

DI 30012023

Matius 25:16-18
Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. Ia menjalankan uang itu lalu beroleh laba lima talenta.
Hamba yang menerima dua talenta itu pun berbuat demikian juga dan berlaba dua talenta.
Tetapi hamba yang menerima satu talenta itu pergi dan menggali lobang di dalam tanah lalu menyembunyikan uang tuannya.

Perumpamaan ttg talenta ini mengandung bnyk pelajaran ttg harta yg diterima dr Tuhan, bgmna sikap seseorg berkenaan dgn harta yang dimiliki yg dimaknai sbg pemberian Tuhan.

Golongan yg pertama, mereka yg memiliki harta banyak, ini diwakili oleh hamba yang diberikan 5 talenta utk dikelola. Orang kaya biasanya dilihat sebagai org yg banyak uang, hidup senang dan semua serba mudah, namun org kaya yg di dlm Tuhan paham bhw harta berlimpah yg ada ialah kepercayaan yang Tuhan berikan padanya, harta yg ada adalah milik Tuhan dan itu semua harus dikelola utk berlipat ganda, menyenangkan hati Tuhan dan justru harta yg dimilikinya dipandang sbg sebuah tanggung jawab. Beda dgn org yang serakah, melipat gandakan hartanya hanya utk memuaskan jiwanya sendiri, memperkaya diri & menerima hormat dr bnyk org. Sulit sekali untuk memiliki karakter seperti hamba yg menerima 5 talenta, tdk cinta uang dan siap mengembalikan semuanya kembali pd Tuhan disertai dgn hasil yg menyenangkan hati Tuhan: uang berlipat dan dipakai utk menyatakan kasih Tuhan bagi mrka yg membutuhkan. Mgkin bs dikatakan orang ini adalah konglomerat yg dermawan, harta makin berlipat ganda, tp hatinya tdk terikat oleh harta. Harta hrs menjd alat, bukan kita diperalat oleh harta, kaya bukan utk dipuji manusia, tapi untuk menyalurkan kasih Tuhan pd sesama.

Golongan kedua, mereka yg memiliki harta yang tdk terlalu banyak, ini diwakili oleh hamba yang menerima 2 talenta. Tdk kaya tp juga tdk miskin, bersyukur pd Tuhan seberapapun harta yg ada, tdk iri pd yg lebih kaya, namun mengelola harta yg ada utk dilipat gandakan. Karakternya mirip dgn hamba yg menerima 5 talenta. Golongan yg ketiga, org yg memiliki harta sedikit, ini diwakili oleh hamba yg menerima 1 talenta, mengubur 1 talenta itu di dlm tanah. Ini gambaran org yang tdk bersyukur dgn harta yg ada, protes pd Tuhan dan menganggap Tuhan itu jahat, membedakan dirinya dgn org lain yg ‘lebih diberkati’ Tuhan, tdk mau bekerja keras dan tidak mau menghormati Tuhan di dlm hidupnya. Akhir dr hidup golongan ini jelas, tdk pernah bertambah hartanya, malah justru dihukum Tuhan. Jadi yg penting bukan ttg bnyk atau sedikitnya harta yg kita miliki, tp apa yg jadi sikap kita dgn harta yg ada, karena kaya atau miskin, keduanya tetap akan Tuhan minta pertanggung jawaban ttg bgmna pengelolaan harta yang Tuhan percayakan, apakah didapati sbg hamba yg setia dan taat, atau hamba yang malas dan berani melawan Tuhan, apa hasilnya nanti tergantung bgmna kita mengelola harta selama hidup di dunia.

Kalau dipercaya punya harta banyak, jgn angkuh dan menyenangkan diri sendiri, muliakan Tuhan dgn harta yg Tuhan percayakan, ingat kita nanti semuanya hrs bertanggung jwb pd Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on 3 Golongan Penerima Harta

Kasih Tuhan Yang Sempurna

DI 28012023

1 Yohanes 2:5-6
Tetapi barangsiapa menuruti firman-Nya, di dalam orang itu sungguh sudah sempurna kasih Allah; dengan itulah kita ketahui, bahwa kita ada di dalam Dia.
Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.

Bgmna kita bs tahu kalau dlm hidup seseorg itu ada kasih Tuhan? Dari kesaksiannya mengalami mujizat kah? Dari urapannya kah? Ternyata bkn semua itu kalau dilihat dr ayat yg kita baca.

Bukti nyata bhw seseorg memiliki kasih Tuhan dlm dirinya adalah bhw dia disanggupkan Tuhan utk memelihara dan melakukan firman-Nya. Jd bukan dr bnyknya kesaksian dia mengalami dan menerima pertolongan Tuhan atau dari urapan Tuhan yg dia miliki, karena itu bs terjd di dalam hidup org yg kasih Tuhan di dlm dirinya belum jg sempurna. Di sinilah kita bs memahami apa yg menjd tolak ukur atau penilaian yang Tuhan lihat dlm diri tiap org yaitu ketaatannya memelihara & melakukan firman Tuhan. Ini mematahkan teori yg bahkan sering para pengkhotbah katakan di saat berkhotbah: melakukan firman Tuhan dlm hidup ini itu berat dan tdk mudah. Pernyataan ini mgkin benar kalau dilihat dr sisi usaha manusia utk taat pd firman Tuhan dgn kekuatan manusia senata, tp menjd tdk benar kalau dilihat dr ayat di atas, melakukan firman Tuhan itu tdk berat & bisa dilakukan kalau kasih Tuhan dlm diri setiap kita itu sudah sempurna. Pertanyaannya tentu bgmna kasih Tuhan dlm diri kita itu bisa menjadi sempurna? Jawabannya mgkin bs kita temukan lewat ilustrasi ttg siapa yg menguasai stir ketika berkendara, dialah yg menentukan bagaimana kendaraan itu dijalankan.

Ada 2 org yg bs menyetir pergi bersama menuju sebuah tempat. Yg satu masih baru belajar dan yg satu lagi sudah mahir. Tentu akan ada bnyk kesulitan bila si pengendara yg baru belajar ini berhadapan dgn kondisi jalan yang kurang baik, kalau salah dlm mengendarai maka bs terjd hal yang tdk diinginkan bahkan bs merusak bagian tertentu dr mobil itu, tp ketika diambil alih oleh org yg sudah mahir menyetir, bs melewati jalan itu dgn baik dan mobil tetap dlm keadaan baik, ini karena dia tahu teknik yg tepat utk melewati jalan yg rusak. Siapa yg menguasai hidup kita: Tuhan atau diri kita sendiri? Di sinilah ditemukan perbedaannya, kalau Tuhan yg memimpin hidup kita, maka kita akan mengikuti keinginan Roh: Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging (Galatia 5:16). Bnyk org yg hanya menjadikan Tuhan sbg ‘pendamping’ dirinya saja tp bukan ‘penguasa’ di dlm hidupnya. Org bs saja mempersembahkan hartanya yg banyak tp belum mau utk memberi hidupnya pd Tuhan. Koreksi diri kita sendiri, apa posisi Tuhan dlm hidup kita? Kalau masih gagal dlm mentaati firman Tuhan, berarti kasih Tuhan dlm diri kita belum sempurna.

Semua org pasti ingin dikasihi Tuhan, tapi blm semua org ingin kasih Tuhan menjd sempurna di dlm dirinya, karena masih banyak hal-hal yang ingin dilakukan sendiri tanpa melibatkan Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Kasih Tuhan Yang Sempurna