Dibenarkan Oleh Perbuatan dan Iman

DI 15022022

Yakobus 2:24
Jadi kamu lihat, bahwa manusia dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya dan bukan hanya karena iman.

Pengajaran yg sering kita dengar adalah tdk ada org yang benar, semua org berdosa, dan kita semua dibenarkan oleh Tuhan melalui pengampunan dosa yg Tuhan berikan. Hal ini memang benar, tp mari kita melihat jg ayat ini dan pahami apa yg benar di dlmnya.

Galatia 2:16:
Kamu tahu, bahwa tidak seorang pun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kami pun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus …

Jd org yg dibenarkan hrs terlebih dahulu dia percaya pd Kristus Yesus, lalu imannya mulai muncul dan karena imannya, dia berhak utk menerima pengampunan dosa dr Tuhan shga dosanya diampuni dan kembali menjd orang benar, tepatnya org yg dibenarkan oleh Tuhan dan selanjutnya sbg org benar krna imannya, hrs menyatakan posisinya sbg org benar dlm hal perbuatan, krna iman tanpa perbuatan pd hakekatnya adalah mati (Yakobus 2:17). Apa artinya dibenarkan karena perbuatan? Iman itu hrs ada buktinya, dan perbuatan kitalah yg menjd bukti apakah kita punya iman atau tdk.

Mgkinkah dibuat surat perjanjian kerja sama tanpa adanya saling percaya? Bkn hanya ada rekam jejak perusahaan yg baik, tp juga krna kinerja perusahaan itu jg baik dan dinilai akan sanggup utk memenuhi isi dr perjanjian yang telah dibuat. Tuhan tahu isi hati manusia, dan apakah mgkin Dia memberi pengampunan pd mrka yang pura-pura menyesal? Tuhan hanya memberi pengampunan pd mrka yg sungguh ingin bertobat dan hidup benar. Contoh dlm kisah Zakheus yg bertemu dg Yesus (Lukas 19:1-10), ada pertobatan yg ditunjukkan yaitu memberikan setengah hartanya & membayar ganti rugi 4x lipat pd org-org yg dirugikannya. Yg Yesus katakan kemudian adalah bhw dia disebut sebagai ‘anak Abraham’, bapa orang beriman krna Zakheus telah menunjukkan ia punya iman pd Yesus dan dia nyatakan lewat perbuatannya dlm hal hartanya. Jd beriman itu tdk hanya dlm hal mujizat atau terobosan saat menghadapi masalah, tp dlm keseharian kita, iman itu hrs nyata dlm hal keselamatan dan perbuatan kita sbg org benar, yg percaya pd Yesus Kristus.

Beriman pd Yesus hrs nyata dlm perbuatan kita yg mencerminkan diri sbg orang yg telah dibenarkan oleh Tuhan: murah hati dan tidak menghakimi org lain.

Posted in Renungan | Comments Off on Dibenarkan Oleh Perbuatan dan Iman

Iman dan Perbuatan

DI 14022022

Yakobus 2:1-4
Saudara-saudaraku, sebagai orang yang beriman kepada Yesus Kristus, Tuhan kita yang mulia, janganlah iman itu kamu amalkan dengan memandang muka.
Sebab, jika ada seorang masuk ke dalam kumpulanmu dengan memakai cincin emas dan pakaian indah dan datang juga seorang miskin ke situ dengan memakai pakaian buruk,
dan kamu menghormati orang yang berpakaian indah itu dan berkata kepadanya: “Silakan tuan duduk di tempat yang baik ini!”, sedang kepada orang yang miskin itu kamu berkata: “Berdirilah di sana!” atau: “Duduklah di lantai ini dekat tumpuan kakiku!”,
bukankah kamu telah membuat pembedaan di dalam hatimu dan bertindak sebagai hakim dengan pikiran yang jahat?

Dlm lingkungan dan komunitas di mana kita beraktivitas, pasti kita temui bnyk perbedaan dr org-org yg ada di dlmnya, termasuk dalam hal kondisi ekonomi mrka.

Iman dan memperlakukan org lain, ternyata keduanya berkaitan. Beriman pd Tuhan bukan hanya masalah keselamatan dan percaya kita pd Tuhan, tp bgmna menyatakan iman kita di dlm hal pergaulan kita dgn sesama. Knpa hal ini dikaitkan dg iman, bukankah iman itu ialah hal yg arahnya ‘ke atas’ saja? Beriman itu kan ke arah Tuhan, bukan ke arah ‘horizontal’ atau ke arah sesama? Beriman pd Tuhan memang arahnya ke Tuhan, berkaitan dgn hubungan pribadi kita dgn Tuhan. Kadang iman sering kita kaitkan saat kita menghadapi masalah & situasi yang rumit, masalahnya adalah Tuhan melihat hati dan pikiran kita, kalau kita dalam pergaulan, membeda-bedakan org dari kaya atau miskinnya, itu berarti kita sudah menjadi ‘hakim’ bagi org lain, artinya mengambil porsi atau posisi yang seharusnya itu adalah posisi Tuhan, artinya kita menyamakan diri sejajar dgn Tuhan, ‘sama-sama’ berhak menghakimi manusia, mana mgkin kita beriman pd pribadi yg sejajar dgn kita? Itulah sebabnya kita tidak boleh memperlakukan org berdasarkan kaya atau miskinnya.

Org yg miskin, yang susah, yang hidup selalu berkekurangan, yAng ada dlm komunitas kita, jgn pandang mrka sbg beban, tp lihatlah mrka sbg org-org yg Tuhan kirim utk membukakan kita kesempatan utk mempraktekkan kasih & firman Tuhan, kita menjadi perpanjangan dari tangan Tuhan utk menjangkau mrka, org-org yg melatih kita untuk sabar, untuk tdk mudah memandang rendah org, untuk belajar selalu menjd berkat, dsbnya. Memang kadang tidak membuat kita nyaman krna ada sebagian dr org-org itu berusaha menggunakan keadaan dirinya yg miskin itu utk ‘meminta-minta’ dan mengambil keuntungan dr kebaikan kita, tapi tentunya dlm sebuah komunitas ada aturan yg disepakati bersama, kitapun hrs siap utk menerima resiko saat kita melakukan apa yg baik pd org lain. Tp bukankah kita ini hanya org yg ‘menyalurkan’ berkat Tuhan, artinya yg kita berikan pd mrka adalah milik Tuhan, yang penting adalah kita taat pd firman Tuhan dlm hal hubungan kita dgn sesama. Kebaikan yg kita lakukan mgkin tdk mendpt balasan dari mrka, tp Tuhan mencatat dan akan memberi upah atas perbuatan baik kita.

Beriman dan memperlakukan sesama, 2 hal ini hrs berjalan beriringan sesuai dgn firman Tuhan, jgn kita memperlakukan org lain dgn memposisikan diri kita sbg hakim atas mrka.

Posted in Renungan | Comments Off on Iman dan Perbuatan

Menipu Hati Sendiri

DI 12022022

Yakobus 1:26 KJV
If any man among you seem to be religious, and bridleth not his tongue, but deceiveth his own heart, this man’s religion is vain.

Jika siapapun di antaramu terlihat menjadi religius, dan tidak mengekang lidahnya, tapi menipu hatinya sendiri, ibadah orang itu sia-sia.

Lidah kita menjd anggota tubuh yang sangat penting, bukan hanya dlm hal kesehatan, tapi juga dlm hal kerohanian kita, ada dosa yang disebabkan krna lidah kita, oleh perkataan kita.

Menjd religius di zaman itu tentu suatu posisi yg mendpt penghormatan khusus dr banyak org, dinilai sbg org yg ‘lebih dekat’ dgn Tuhan, lebih tahu ttg hukum Taurat dan cara hidup yg lebih sesuai dg apa yg Tuhan inginkan. Ini membuat sebagian org dan golongan berniat untuk mendpt penghormatan ini dgn memiliki penampilan luar yang religius, tapi sayangnya ini tdk diikuti dgn mengekang lidahnya sndri. Sesuatu yg perlu dikekang tentunya pasti ada alasannya, biasanya spya keliaran yg masih ada bs dikendalikan shga tidak menimbulkan hal-hal yg tdk diinginkan. Perlu dikendalikan, ini kata yg tepat berkenaan dgn lidah kita. Di dlm hal kesehatan misalnya, perlu menahan lidah kita utk mengkonsumsi sesuatu karena memiliki pantangan oleh sebab penyakit yg kita derita, maka dlm hal perkataan, kita perlu mengekang lidah dr mengucapkan hal-hal yg efeknya menjd negatif untuk diri kita. Seperti bumerang, perkataan yang kita ucapkan akan kembali pd kita disertai dgn dampak yg bisa negatif atau justru positif, dan hukum tabur tuai jg berlaku dlm hal perkataan.

Pantangan apa yg hrs kita perhatikan dlm hal ucapan kita? Perkataan yg kotor, yg menyakiti perasaan org lain, yg menghakimi, yg berisi hoax dan fitnah, kebohongan, bersaksi dusta, dan masih bnyk lagi. Kalau diumpamakan spt org yg punya penyakit komplikasi, pantangan makanan yg hrs dihindari sangat banyak, jika dilanggar pantangannya, waktu kematiannya akan semakin cepat. Jd kita hrs sadar bahwa menjaga lidah dan mengekangnya dgn baik akan menghindarkan kita dari bnyk masalah yg sebenarnya tdk perlu kita alami. Lidah yg tdk dikekang akan membuat ibadah kita jadi sia-sia, tdk ada gunanya. Di hadapan Tuhan kita mengucapkan puji-pujian, tapi pada org lain kita mengucapkan hal yg tdk pantas, ini berarti sbnarnya hati kita masih kotor, apakah bisa hati kita menjd tempat di mana Tuhan berbicara pd kita? Kita tdk menyiapkan dgn baik hati kita supaya Tuhan berkenan untuk menyampaikan isi hati-Nya pd kita kalau hati kita masih berisi benih ucapan-ucapan kotor yang nantinya akan keluar lewat ucapan kita.

Tidak salah menjd religius, itu satu hal yang mulia, namun itu perlu disertai dgn usaha utk mengekang lidah kita dgn baik, janganlah kita menipu hati kita sendiri dan juga menipu org lain.

Posted in Renungan | Comments Off on Menipu Hati Sendiri

Tambah Memuji Tuhan

DI 11022022

Mazmur 71:13-14
Biarlah mendapat malu dan menjadi habis orang-orang yang memusuhi jiwaku; biarlah berselubungkan cela dan noda orang-orang yang mengikhtiarkan celakaku!
Tetapi aku senantiasa mau berharap dan menambah puji-pujian kepada-Mu;

Menjd raja atas Israel tentu bukan sesuatu yg selalu menyenangkan bagi Daud, selain ada musuh dr bangsa-bangsa lain, dr dalam sndri ada org-org yg tdk menyukai dia, shga hidup Daud seringkali terancam.

Keluarga Saul dan keluarga Daud, tercatat di dlm Alkitab memang terjd perperangan yang trs menerus (2 Samuel 3:1). Walaupun Daud adalah mantu dr Saul, tp dlm hal posisi raja di Israel, mertua ini takut mantunya akan menjd raja menggantikan dia. Sejak Daud bs sukses mengalahkan Goliat, Saul mulai kuatir posisi raja akan berpindah ke tangan Daud, tercatat bbrpa kali Saul ingin membunuh Daud. Dalam doanya yg dimazmurkan, Daud justru makin menguatkan dirinya dgn melakukan 2 hal ini: terus berharap pd Tuhan dan makin banyak memuji Tuhan. Pasti ada ketakutan, kuatir, tp dia berusaha utk menguatkan bagian dalam dirinya, menguatkan rohnya, menguatkan jg imannya kepada Tuhan. Dia percaya bahwa Tuhan yg telah memilih dan mengurapinya menjd raja atas Israel, siapapun yg berusaha utk menggagalkannya pasti tdk akan berhasil dan Tuhan akan menyelamatkannya, semua musuhnya akan Tuhan taklukkan di bawah kakinya, walaupun saat itu keadaan yang dia hadapi sangat berbeda dgn harapannya.

Berharap pd Tuhan berarti menanti-nantikan Tuhan utk bertindak melaksanakan kehendak dan rencana-Nya. Tuhan itu sempurna, tidak perlu kita ‘menambahi atau mengurangi’ satu hal pun dr apa yg sdh menjd rencana Tuhan. Daripada merasa tertekan oleh keadaan, dia memilih utk lebih lagi memuji Tuhan, karena dgn memuji Tuhan, dia tdk sdg meninggikan keadaan yg ada, tp meninggikan Tuhan, dan pujian pd Tuhan yg menjd persembahan yang harum di hadapan Tuhan akan menciptakan ‘atmosfir’ damai sejahtera, dan pada waktu yg Tuhan tetapkan, Dia akan bertindak sesuai dg kuasa dan kemuliaan-Nya. Ini contoh baik yg bs kita lakukan saat menghadapi situasi yang kurang baik dan menekan kita, perbanyak utk memuji Tuhan, mengingat ttg siapa Tuhan itu dan tdk memberi ruang bagi ketakutan untuk menguasai diri kita trs menerus. Lebih baik energi yg kita miliki dipakai utk memuliakan Tuhan drpd memberi energi kita pd ketakutan shga pd akhirnya kita kehilangan kekuatan & dikuasai oleh ketakutan, iman kita melemah dan akhirnya kita kalah oleh keadaan.

Terus menerus berharap pd Tuhan, pd waktu yg Dia tetapkan, Dia akan bertindak untuk kita dan perbanyaklah memuji-muji Tuhan, pujilah Tuhan dan bukan masalah kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Tambah Memuji Tuhan

Nasib Akhir Meninggalkan Tuhan

DI 10022022

Yesaya 1:28
Tetapi orang-orang yang memberontak dan orang-orang berdosa akan dihancurkan bersama, dan orang-orang yang meninggalkan TUHAN akan habis lenyap.

Ada bbrpa org yg dgn beragam alasan sesuai dgn apa yg mrka anggap benar, tdk lg menjd Kristen, ada yg atheis, ada yg menjd pengikut bidat dan ada yg berganti agama. Apa kata firman Tuhan mengenai nasib mereka?

Dlm ayat yg kita baca, jelas bhw Tuhan sndri akan membuat mrka yg meninggalkan Tuhan menjd habis lenyap, dlm terjemahan lainnya, digunakan kata ‘consume away’ yang artinya merana. Tapi kenyataannya kita lihat mereka yg meninggalkan Tuhan sepertinya malah tdk merana atau dihukum Tuhan, apakah Tuhan tdk serius dgn ucapan-Nya sndri? Pola pikir kita hrs disesuaikan dgn pola pikir Tuhan, jadi mari kita melihatnya dr sudut pandang Tuhan supaya kita memahami hal ini dgn benar. Yg perlu kita ingat adalah bhw hidup manusia itu tdk hanya di dunia saja, setelah kematian ada kehidupan yg berlanjut, tubuhnya mati, tetapi rohnya kembali pd Sang Pencipta yaitu Tuhan sndri, jd keliru kalau menilai perkataan Tuhan dlm ayat ini hanya sekedar melihat keadaan hidup mrka di dunia: kaya, bahagia, berkuasa, status sosial tinggi, dsbnya, bukanlah tolak ukur bhw Tuhan tdk menghukum mereka. Jd kita perlu ingat kisah yg pernah Yesus pakai utk menggambarkan keadaan manusia:

Lukas 16:22-23
Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham.
Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya.

Org yg kaya blm tentu krna diberkati Tuhan, waspadalah dgn pola pikir yg menyesatkan dgn menilai perkenanan Tuhan atas seseorg dinilai dr kaya atau miskinnya, kaya blm tentu krna diberkati, miskin jg blm tentu krna kutuk.

Jadi jgn heran, org yg murtad meninggalkan Tuhan kelihatannya hidupnya malah semakin ‘baik’ drpd sewaktu masih menjd Kristen. Hal lain yg perlu kita pahami adalah: Tuhan tetap menunggu pertobatan hingga nafas akhir yg masih tersisa, itulah sebabnya bnyk org yang bertobat di menit-menit terakhir hidupnya. Setelah mati, tdk ada lagi kesempatan untuk bertobat, tinggal menunggu keputusan Tuhan apakah masuk surga atau neraka. Merana itu keadaan di neraka, dihabisi artinya tidak ada ampunan, jelas ini gambaran mereka yg nanti akan ada dlm kekekalan di neraka. Spt dalam cerita film, nasib semua tokohnya terlihat di saat mendekati akhir ceritanya, kalau masih di tengah-tengah cerita, semua yg kita duga bs saja benar atau malah salah. Itulah knpa dlm perenungannya, Asaf menuliskan ini:

Mazmur 73:16-19
Tetapi ketika aku bermaksud untuk mengetahuinya, hal itu menjadi kesulitan di mataku,
sampai aku masuk ke dalam tempat kudus Allah, dan memperhatikan kesudahan mereka.
Sesungguhnya di tempat-tempat licin Kautaruh mereka, Kaujatuhkan mereka sehingga hancur.
Betapa binasa mereka dalam sekejap mata, lenyap, habis oleh karena kedahsyatan!

Kasih Tuhan sangat besar, bangsa Israel yg berulang kali jatuh dlm penyembahan berhala tetap ditunggu pertobatannya, dan Tuhan yg penuh kasih menerima kembali mereka, Dia juga menunggu org-org yg murtad utk sadar dan bertobat, kembali menyembah Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Nasib Akhir Meninggalkan Tuhan

Mempelajari Kristus

DI 09022022

Efesus 4:20
Tetapi kamu bukan demikian. Kamu telah belajar mengenal Kristus.

Manusia pasti mengalami perubahan seiring dgn perjalanan waktu, dahulu anak-anak dan skrg menjd dewasa, nantinya akan nenjd tua, demikian jg dlm hal-hal lainnya, dulu sabar tp skrg kurang sabar, dsbnya.

Org yg tdk menyadari bhw dirinya mengalami perubahan, akan tetap bersikap & melakukan sesuatu spt biasanya, dan hal ini tentu akan membawa bbrpa masalah, krna apa yg biasa dilakukan blm tentu cocok utk dilakukan lagi setelah adanya perubahan. Kita mengenal ttg kata ‘adaptasi’, menyesuaikan sesuai dengan keadaan dan posisi, dsbnya. Perubahan yang perlu kita perhatikan juga ada dlm hal rohani, dulu kita manusia berdosa, skrg kita menjadi org yg dibenarkan Tuhan, dulu bukan Kristen, skrg menjd Kristen, dulu masih kanak-kanak rohani, seharusnya skrg sudah hrs menjd org yg dewasa rohani. Perubahan ini terjd karena kita telah belajar ttg Kristus, belajar bgmna Kristus telah hidup, belajar bgmna melayani sbg seorg yg mengemban tugas dr Bapa yg diutus spt domba ke tengah-tengah serigala (Matius 10:16), bgmba bertindak sesuai dgn otoritas dan kuasa yg Tuhan berikan, dan jg pastinya belajar bgmna menang atas godaan dosa yg ingin menjerat kita. Hidup spt Kristus telah hidup.

Apakah org melihat perubahan yg kita alami sbg sebuah kemajuan atau kemunduran? Sbg sebuah pertumbuhan atau penurunan? Lebih dewasa rohani atau justru lebih buruk drpd sblum mengenal Kristus? Atau kita merasa ‘aman’ krna org-org di sekitar kita juga punya kondisi rohani yg sama spt kita? Ingat bahwa yg menilai kita itu Tuhan, Dia ingin kita makin hari makin mengenal Dia, artinya makin hari makin bertumbuh ke arah Dia, makin serupa dgn Dia, ada perubahan yg signifikan, bukan lagi org yg kompromi dgn yg bukan dr Tuhan. Ingat bhw kalau pohon yg tdk berbuah, pada saatnya nanti akan ‘dibakar’, jd patokan kita bukan kondisi rohani org-org di sekitar kita, tp bgmna penilaian Tuhan terhadap kita, dan ini tentunya butuh perjuangan yg serius, kita spt berkejaran dgn waktu, tdk tahu umur kita ini masih tersisa brpa lama, kalau waktunya tiba utk kita meninggal, apakah Tuhan ‘puas’ dgn hidup kita? Apakah kita bs mencapai target yg Tuhan inginkan kita capai dgn hidup kita? Ujungnya: apakah kita masuk surga atau ……

Bertambah hari kita hrs makin serupa dengan Tuhan, artinya ada perubahan-perubahan yg trs kita tunjukkan ke arah yg lebih baik, bukan justru kita tunjukkan penurunan atau bahkan penurunan kualitas sbg pengikut Kristus.

Posted in Renungan | Comments Off on Mempelajari Kristus

Menghina Tuhan

DI 08022022

Roma 2:23
Engkau bermegah atas hukum Taurat, mengapa engkau sendiri menghina Allah dengan melanggar hukum Taurat itu?

Membaca ayat ini seharusnya kita sadar bhw ketika kita melanggar hukum Tuhan, apa yg firman Tuhan telah katakan, apa yang Tuhan larang, sesungguhnya kita sedang menghina Tuhan.

Menghina tentu krna merasa lebih baik, lebih tinggi, lebih pandai, lebih bijak, dr pihak yang kita hina. Tdk mgkin menghina seseorg yang ada ‘di atas’ kita dlm hal kualitas, kepandaian, kebaikan, dsbnya. Sebaliknya, menghormati tentu diarahkan pd org yg ada ‘di atas’ kita, yg tentunya minimal setara atau pny kelebihan dr yg kita miliki. Jd ketika kita berbuat dosa, berarti kita spt sdg ‘menginjak-injak’ hukum Tuhan dgn kaki kita, menganggapnya seperti sampah yg tdk bernilai dan tdk ada gunanya jika dilakukan. Di sisi lain, kita bs mengambil keuntungan dg status kita sbg org Kristen di mata org lain krna bbrpa faktor, apalg kalau kita memiliki posisi yg lumayan tinggi dalam gereja misalnya, atau dlm sebuah komunitas, kita mencoba menciptakan image sbg seorg Kristen yg kelihatannya baik, berkarakter yg dipuji-puji org, pdhal dlm keseharian, kita ini sering berbuat dosa dgn melanggar apa yang hukum Tuhan telah tetapkan. Kemunafikan, inilah kata yg tepat utk menggambarkan apa yg ayat ini ingin sampaikan pd kita.

Tdk mau nurut, tidak mau taat, adalah suatu bentuk pemberontakan, tidak rela dianggap lebih rendah dan tdk mau diatur. Ketika kita berbuat dosa, kita sdg memberontak, tdk taat pd Tuhan, tdk mau tunduk, tanpa kita sadari, kita sdg meninggikan diri di hadapan Tuhan, menganggap diri setara bahkan mungkin kita merasa sama bijaksananya dg Tuhan, jd tidak perlu dinasehati Tuhan, hukum Tuhan tidak perlu kita perhatikan krna kita pikir bisa untuk membuat hukum bagi diri kita sndri. Org yang berpikir bhw tdk butuh Tuhan dlm hidupnya jelas dia sdg menghina Tuhan. Apakah kita lebih baik dr Tuhan? Lebih pintar? Lebih tahu segalanya? Menghina Tuhan akan membuat seseorg direndahkan oleh Tuhan suatu saat. Contoh dlm Alkitab, Ananias dan Safira, mrka mendustai Roh Kudus, berani berbohong dan tdk menghormati para rasul, mrka akhirnya mati mengenaskan. Berbuat dosa bkn hanya mendukakan hati Tuhan, tp jg menghina Dia, merendahkan Tuhan. Bersyukur Tuhan masih menyediakan pengampunan utk dosa kita, Dia masih mau berdamai dg kita, shga kita ini masih diberi kesempatan utk hidup benar di hadapan-Nya.

Biarlah kita bukan sekedar beragama Kristen, tp dlm keseharian kita, tunjukkan rasa hormat kita pd Tuhan dlm segala hal, taat pada apa yg telah Dia tetapkan sbg hukum bagi kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Menghina Tuhan

Mengabaikan Hati Nurani

DI 07022022

1 Timotius 1:19 KJV
Holding faith, and a good conscience; which some having put away concerning faith have made shipwreck:

Memegang iman, dan hati nurani yang baik, yang mana beberapa orang telah menyingkirkannya telah dibuat seperti kapal karam

Kapal yg karam, bs terjd karena mengalami kecelakaan saat berlayar, bs krna ada badai yg dahsyat shga kapal kehilangan kendali & hanya bs mengikuti arah angin dan ombak laut yg mengganas, hingga akhirnya terbawa arus ke suatu tempat.

Hidup manusia bs diumpamakan spt sebuah kapal yg sdg berlayar, pasti sudah disiapkan dg sebaik-baiknya spya bs mencapai tempat yg jd tujuan pelayarannya. Sebaik-baiknya yg dipersiapkan, ada faktor cuaca yang bisa saja terjadi perubahan buruk saat di tengah laut. Mgkin sdh ada peringatan dr BMKG misalnya, akan ada potensi badai dan gelombang tinggi namun sedahsyat apa cuaca buruk itu baru akan diketahui saat itu terjd. Apakah bs lolos dr amukan badai itu, tergantung bnyk faktor, selain teknologi yg dimiliki kapal, nakhoda yg berpengalaman, semuanya jg pasti ada faktor doa dr semua penumpang. Persiapan andai terjd kemungkinan terburuk jg pasti dilakukan dan nyawa bs jd taruhannya. Kapal yg karam mgkin hanya menyisakan sisa-sisa bagian dr kapal, bs saja penumpang kapal hilang dan bahkan meninggal di tengah laut. Hidup kita jg bs terjd spt kapal yg karam karena badai yg dahsyat, apa yg menyebabkan hal itu terjadi dan bgmna kita bs mengantisipasinya ketika hal itu terjd?

Rasul Paulus menasehatkan agar kita jangan menyingkirkan atau menolak iman dan hati nurani. Iman berhubungan dg percaya kita pd Tuhan, kalau sdh kehilangan percaya, maka kita pasti tdk ingin lagi memiliki hubungan dg Tuhan. Inilah yg ingin iblis lakukan pd kita, dia ingin merusak hubungan kita dg Tuhan, lalu membuat kita jauh dr Tuhan, ini spt kapal yg tanpa nakhoda, kemudi kapal tdk ada yg bisa mengendalikan dg baik. Hidup tanpa Tuhan itu spt berlayar ke suatu tempat tanpa tahu arah yg benar yg mana. Hati nurani menjadi tempat di mana ada hukum Tuhan di dlmnya:

Roma 2:15
Sebab dengan itu mereka menunjukkan, bahwa isi hukum Taurat ada tertulis di dalam hati mereka dan suara hati mereka turut bersaksi dan pikiran mereka saling menuduh atau saling membela.

Hukum Tuhan diberikan pada kita agar hidup dijauhi dr semua yg merugikan dan merusak, spya hidup kita tertib, supaya kita bs hidup dg tenang. Tp org yg mengabaikan hati nurani akan hidup dlm keterombang ambingan dan pd akhirnya ‘karam’, tdk sampai di tujuan dlm keadaan rusak parah, hidupnya hancur.

Di masa pandemi ini, kalau hidup kita seperti kapal yg karam, perbaiki hubungan dg Tuhan, miliki kembali iman dan jgn singkirkan hati nurani dari hidup kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Mengabaikan Hati Nurani

Kekuatan Massa

DI 05022022

Matius 21:46
Dan mereka berusaha untuk menangkap Dia, tetapi mereka takut kepada orang banyak, karena orang banyak itu menganggap Dia nabi.

Ada golongan org yang kalau dia seorang diri saja tdk berani, tp kalau beramai-ramai malah menjd ganas dan brutal, itulah kekuatan yang kita kenal dg kekuatan massa.

Bbrpa waktu lalu kita dengar peristiwa yg tdk baik, seorg kakek tua meninggal dikeroyok oleh massa krna diteriaki maling, jg kadang di dlm suatu peristiwa, massa dikerahkan untuk menekan pihak-pihak tertentu agar mengikuti apa yg massa inginkan. Dlm peristwa di dlm ayat yg kita baca, golongan org Farisi tidak berani utk menangkap Yesus krna takut dgn massa yg saat itu memposisikan Yesus sbg seorg nabi bagi mereka. Org Farisi takut jika suatu saat mrka kehilangan simpati dr massa oleh krna kemunculan Yesus ywng mengajar dan disertai dg pelayanan kesembuhan serta pengusiran roh jahat, sesuatu yg tdk mampu dilakukan oleh mrka yg hanya mampu untuk meneliti hukum Taurat. Di zaman sekarang, kadang sesama hamba Tuhan saling kritik & bahkan ada yg ‘menyerang’ pelayanan hamba Tuhan lain krna iri atau merasa takut tidak lg akan menjd populer di kalangan org Kristen, ini mirip spt raja Saul yang merasa terancam akibat kehadiran Daud yg bisa mengalahkan Goliat, yg langsung mendpt pujian dr seluruh bangsa Israel saat itu.

Massa yg besar pny kekuatan yg sanggup utk memberi tekanan terhadap pihak yg menjadi sasaran, misalkan demo dilakukan massa yg menuntut sesuatu agar pemerintah berbuat sesuatu, bahkan tdk jarang utk menekan saat ada satu pengadilan perkara yg berlangsung di sebuah pengadilan. Kekuatan massa kalau diarahkan utk tujuan yg positif akan berguna tentunya, tp tak jarang kekuatan massa yang besar disusupi oleh kepentingan negatif, jadi memang harus ada yg mengendalikan saat pengerahan massa akan dilakukan. Kita juga hrs berpikir sehat sblum memutuskan untuk bergabung dg kekuatan massa, jgn asal ikut saja tanpa menyadari tujuan dr apa yang kita lakukan bersama org lain. Jgn sampai kita ini justru dimanfaatkan pihak lain demi apa yang menjd tujuan jahat mereka dan kitalah yang menjd ‘tumbal’ pd akhirnya, bergabunglah ke dlm kekuatan massa yg bertujuan baik, tidak brutal dan tetap patuh pd hukum yg berlaku. Kepada siapa kita menggabungkan diri, akan ada keuntungan & resiko yg hrs kita pahami akan terjadi atas kita.

Seorg diri pasti kurang kuat, tp kalau kita bisa bergabung dg org-org yg positif dan baik, kita bersama-sama dg mereka akan menjd satu kekuatan massa yg berdampak positif.

Posted in Renungan | Comments Off on Kekuatan Massa

Tuan Yang Memberkati

DI 04022022

Rut 2:4
Lalu datanglah Boas dari Betlehem. Ia berkata kepada penyabit-penyabit itu: “TUHAN kiranya menyertai kamu.” Jawab mereka kepadanya: “TUHAN kiranya memberkati tuan!”

Seorg tuan mengucapkan kata-kata yg isinya adalah ucapan berkat pd para bawahannya, agaknya ini sdh jarang terjadi di zaman skrg ini, tp zaman itu Boas melakukannya.

Tuan dan para penyabit, penyabit ini ada dlm pengawasan seorg bujang, jadi kalau secara kasta atau status sosial, para penyabit ini ada pd posisi yg rendah, namun Boas sbg tuan yg baik, mengucapkan salam dan ucapan berkat pd mereka dan dibalas oleh para penyabit dg ucapan berkat jg. Bayangkan ini semua terjd di tempat kerja setiap orang Kristen berada, setiap kali bertemu Boss, bkn cuma sekedar mengucapkan ‘Selamat Pagi, Pak/Bu’, tapi jg diikuti dg ucapan ‘Tuhan kiranya memberkati Bapak/Ibu. Yg memberi salam dahulu bukan para penyabit, tp Boas, jd ini bs menjd sebuah contoh yg baik bagi para boss, atasan atau jg pimpinan di tempat kerja, lebih dulu memberi salam dan ucapan berkat bagi para bawahan dan karyawan. “Saya ini boss, pimpinan, kan harusnya diberi salam dulu, itupun tdk harus dibalas salamnya”, pemikiran spt ini mungkin sdh perlu utk dikoreksi, scra struktur dalam pekerjaan atau usaha, memang pimpinan itu lebih tinggi, tp dlm hal memberkati, bukankah berkat itu ‘turun’ dr atas, bukan ‘naik’, karena yg ‘naik’ itu korban persembahan.

Inipun bs dipraktekkan di rumah, orgtua lebih dahulu mengucapkan berkat pd anak-anak, & kemudian anak-anak membalasnya juga dgn salam berkat. Di kantor, di gereja, di toko, dan di tempat lainnya, jika ini dipraktekkan, maka atmosfir atau suasana yg ada menjd ‘adem’ dan tentu saja ini bs ‘menarik’ bnyk hal baik ke dlm tempat kita. Org umum saja percaya kalau ada suasana harmonis, akan menarik rezeki utk datang. Dlm Mazmur 133, kita baca bhw Tuhan memerintah berkat di tengah org yg hidup dlm kesatuan dan rukun. Keluarga yg ribut terus maka suasananya spt ‘neraka’, membuat tidak betah. Mgkin saat kita mulai utk mempraktekkannya, ada rasa canggung dan blm terbiasa, tp harus ada start-nya utk membuatnya menjd satu ‘budaya’ yg berlaku di tempat kita bekerja dan beraktivias. Mnrut penelitianpun, org yg didukung doa oleh bnyk org, maka keinginan atau doanya akan menjd terwujud, makin bnyk org mendukung dalam doa, keinginan itu akan jd lebih cepat menjadi kenyataan. Setiap hari atasan dan bawahan saling mengucap kata berkat, bukankah itu akan membawa dampak jg pd pertumbuhan perusahaan?

Yg lebih tinggi memberkati yg lebih rendah, dan yg lebih rendah membalas dgn ucapan berkat jg, itulah makna saling memberkati dan saling menghormati satu sama lain.

Posted in Renungan | Comments Off on Tuan Yang Memberkati