Mewarisi Kemuliaan

DI 21012022

Amsal 3:35 KJV
The wise shall inherit glory: but shame shall be the promotion of fools.

Orang bijak akan mewarisi kemuliaan, tapi promosi orang bodoh akan menjadi hal yang memalukan

Kata mewarisi tentu berhubungan dg warisan yaitu memiliki apa yg orgtua kita miliki krna kita ini adalah anak dr orgtua kita, sesuatu yg sbnarnya tdk butuh perjuangan utk mendapat semuanya itu.

Jadi org bijak akan mewarisi kemuliaan, yang jd pertanyaannya, mewarisi kemuliaan milik siapa? Tentu dr ‘orgtua’, yg bs kita artikan sbg org-org yg ‘melahirkan’ kita sehingga kita ini menjd org yg bijak sekarang. Kalau orgtua & anak punya hubungan darah, maka org-org yg menjadikan kita menjd bijak, hubungan mrka dg kita adalah hubungan pembelajaran dan jg penggemblengan yg kuat. Kalau orgtua kita bijak, maka kita yg adalah anak yg mrka ajari dan didik, maka suatu saat kita akan menjadi serupa dg mrka dlm hal kebijaksanaan yang mrka miliki. Dlm kerohanian, mrka adalah org yg mendidik kita scra rohani, org-org yg kita menundukkan diri di bawah otoritas Tuhan yg Dia berikan pd pemimpin rohani kita. Contoh yg paling akurat adalah para murid Yesus yg akhirnya ‘mewarisi’ apa yg Guru mrka miliki, apa yg Yesus lakukan, mrka lakukan jg pada akhirnya, apa yg milik orgtua pd akhirnya juga menjd hak milik anak-anaknya, itulah warisan yg sesungguhnya, dan orang bijak mewarisi kemuliaan pd akhirnya.

Kemuliaan spt apa yg org bijak akan warisi? Dlm segi kedudukan, orgtua kedudukannya sangat terhormat bagi anaknya, tanpa mrka tentu sang anak tdk akan ada di dunia ini, jadi dr pengertian ini, bs kita simpulkan bhw org bijak akan mewarisi kemuliaan yg Bapa kita miliki, itulah kemuliaan Tuhan. Itulah alasan knpa dlm keKristenan, Tuhan itu menjd Bapa bagi umat-Nya, supaya apa yg Dia miliki, nanti suatu saat akan jd milik anak-anak-Nya. Tidak akan terhitung kemuliaan Bapa yg akan Dia ‘wariskan’ pd org-org percaya yg bijak, bukan pd org-org yg katanya percaya Tuhan tp tidak memiliki kebijaksanaan dlm hidupnya. Tidak semua org yg beragama Kristen akan masuk surga, tp hanyalah org-org Kristen sejatilah yg dipastikan oleh Tuhan akan masuk surga, tdk ada Kristen sejati yg bodoh, krna di surga itu tempat semua org-org yg mulia, org-org yang memiliki karakter yg jg Tuhan miliki, spt anak yg wajahnya mirip dg wajah orangtuanya, org bisa mengenal kita ini anaknya siapa ketika mrka melihat wajah kita yg mirip dg orgtua.

Jgn jadi org bodoh, artinya tdk punya hikmat dr Tuhan dlm hidup kita, berusahalah untuk menjd bijaksana, karena suatu saat kita akan mewarisi kemuliaan yg Bapa sediakan untuk kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Mewarisi Kemuliaan

Kelihatannya Kejam

DI 20012022

1 Raja-raja 3:24-26
Sesudah itu raja berkata: “Ambilkan aku pedang,” lalu dibawalah pedang ke depan raja.
Kata raja: “Penggallah anak yang hidup itu menjadi dua dan berikanlah setengah kepada yang satu dan yang setengah lagi kepada yang lain.”
Maka kata perempuan yang empunya anak yang hidup itu kepada raja, sebab timbullah belas kasihannya terhadap anaknya itu, katanya: “Ya tuanku! Berikanlah kepadanya bayi yang hidup itu, jangan sekali-kali membunuh dia.” Tetapi yang lain itu berkata: “Supaya jangan untukku ataupun untukmu, penggallah!”

Hikmat dr Tuhan tdk selalu sejalan dg pikiran kebanyakan org, contohnya dlm kasus bayi yg diperebutkan oleh 2 orang ibu, bgmna cara utk menemukan ibu kandung yg sbnarnya dr bayi itu, Salomo memakai cara yg ‘kejam’.

Memenggal bayi? Bgmna mgkin cara ini bisa keluar dr mulut seorg raja yg berhikmat? Apa yg dikatakan raja adalah titah, hrs dilakukan, kalau tdk maka raja akan murka dan memberi hukuman berat, bahkan bs berupa hukuman mati. Kasih seorg ibu kandung tentu tdk rela melihat anak kandungnya mati dg cara yang kejam spt itu, dan dia akhirnya melepaskan anaknya demi spya anaknya tetap hidup. Ini hal yang kita pelajari: kadang Tuhan kelihatan sangat ‘kejam’ pada kita demi memunculkan apa yg sbnarnya ada dlm diri kita. Dlm kasus rebutan bayi ini, yg bkn ibu kandungnya tentu tdk punya ikatan batin dg bayi itu dan ketika raja Salomo berkata demikian, hatinya malah senang, anakku mati dan anak diapun mati jg, sama-sama kehilangan anak. Di dunia ini jg bnyk org yg berusaha menyeret org lain untuk masuk dlm keadaan buruknya, kalau aku mati maka dia jg hrs mati, kalau aku tdk menang, dia jg hrs kalah, kalau aku tdk bs memilikinya, dia jg tdk boleh memilikinya. Org yg kelihatan setia bs saja menjd ‘musuh dlm selimut’.

Tuhan ‘kejam’ terhadap kita supaya kita jujur, jujur pd Tuhan dan jg jujur pd diri sndri. Bnyk org walaupun sadar bhw Tuhan itu Mahatahu, masih jg berani ‘bersilat lidah’ dg Tuhan. Utk naik ke level selanjutnya, apa yg ‘kurang’ dari diri kita hrs dibuat sempurna oleh Tuhan, dan ini dilakukan dg cara-Nya yg kadang tdk kita duga sblumnya. Masuk dlm situasi spt Tuhan itu ‘pergi’ dr hidup kita, kita sndrian, orang yg terdekat dlm hidup kita berubah sikapnya dan mgkin malah mengkhianati kita. Dlm hati dan pikiran kita muncul kesimpulan bahwa Tuhan seakan tdk peduli dg kita, sampai kita mgkin berpikir: apakah Tuhan itu ada dan nyata? Ya, inilah pergumulan kita utk naik level sebelum Dia mempercayakan pd kita sesuatu yg lebih dr sblumnya. Tuhan ‘kejam’ supaya kita kenal diri kita yg sbnarnya skrg, apa yg baik mnrut org akhirnya kita sadari bhw itu belum sesuai dg apa yg Tuhan mau, kita di mata org sudah kelihatan ‘wow’, padahal di mata Tuhan, kita masih jauh dari standart yg Dia inginkan bagi kita, dan itu menyadarkan kita bhw kita telah menjd sombong sblumnya.

Utk org yg diistimewakan Tuhan, maka Tuhan memberikan proses yg spesial jg, jgn berpikir Tuhan itu ‘kejam’, Dia hanya ingin kita jujur & memperbaiki kekurangan yg masih kita miliki.

Posted in Renungan | Comments Off on Kelihatannya Kejam

Kenapa Tidak Langsung Dijelaskan?

DI 19012022

Matius 13:36
Maka Yesus pun meninggalkan orang banyak itu, lalu pulang. Murid-murid-Nya datang dan berkata kepada-Nya: “Jelaskanlah kepada kami perumpamaan tentang lalang di ladang itu.”

Yesus seringkali mengajar org bnyk dengan meninggalkan ‘teka teki’ yg tdk selalu mudah utk dipahami dan ditemukan maksud dr apa yg Dia sampaikan melalui perumpamaan.

Knpa tdk langsung dijelaskan saja? Spt ayat yg kita baca, Yesus menyampaikan pd orang banyak perumpamaan ttg lalang di ladang, para murid yg tdk memahaminya akhirnya jg langsung bertanya pd Yesus ttg artinya, dan kemudian Yesus memberi penjelasan. Pasti ada alasan mengapa yg disampaikan Yesus itu dlm bentuk perumpamaan. Perumpamaan biasanya digunakan spya org yg mendengar mau berpikir, bkn sekedar mendengar. Untuk mendengar kita tidak sampai bdrpikir keras, malah kadang sambil mengantukpun masih bs mendengar sedikit-sedikit. Selain hal itu, perumpamaan dipakai utk bs mendapatkan gambaran dr makna yg ingin disampaikan. Misalnya saja seperti ‘katak dlm tempurung’, situasi di mana seseorg tdk bs berbuat bnyk. Jd memang perumpamaan ini membutuhkan otak yg berpikir keras, menggali makna yang ingin disampaikan dan memahami situasi yg ingin disampaikan. Bukankah kita jg pernah ada dlm situasi di mana keadaan yg sedang kita alami itu penuh dg ‘teka teki’? Tdk tahu apa yg ingin Tuhan sampaikan lewat situasi yg sdg kita alami.

Hal yg hrsnya dilakukan adalah bertanya pd Tuhan, spt yg para murid lakukan dlm ayat yg kita baca. Bertanya pd Tuhan lewat doa, dlm perenungan firman Tuhan, lewat doa puasa, dsbnya. Butuh waktu dan ketekunan kita utk trs bertanya, trs berpikir dan menggali makna apa yg ingin Tuhan sampaikan dlm situasi yg sdg kita hadapi. Tuhan menjwb lewat banyak cara, bs saat kita berdoa, saat perenungan, di saat kita belajar Alkitab, atau saat mendengar khotbah, saat berbicara dgn seseorg, dsbnya. Sabar menunggu jawaban dari Tuhan, butuh rasa haus dan lapar, kerinduan utk mengerti apa yg Tuhan ingin sampaikan pd kita. Pasti ada saat di mana pikiran kita buntu, hati kita cemas, namun tetaplah rindu utk mendptkan jwban Tuhan, pada saat kita dibuat mengerti, maka kita bs melihat situasi yg ada spt cara Tuhan melihatnya, kita bs menemukan jalan keluar dan bebas dr situasi yg ada, menjadi lebih dr pemenang dan bs membagikan satu kesaksian pengalaman hidup kita yg pastinya itu akan membantu orang lain yg mengalami hal yg sama.

Pada waktu-Nya, Tuhan akan singkapkan apa yg menjd ‘teka teki’ bagi kita, sabar dan tekun menantikan jwban Tuhan, jgn tawar hati dan kehilangan semangat.

Posted in Renungan | Comments Off on Kenapa Tidak Langsung Dijelaskan?

Manusia Lebih Berharga

DI 18012022

Matius 12:12
Bukankah manusia jauh lebih berharga dari pada domba? Karena itu boleh berbuat baik pada hari Sabat.

Menarik sekali kalau kita merenungkan ayat ini, terutama kalimatnya yg pertama, manusia itu jauh lebih berharga drpd domba, hal apa yg bs kita dapatkan dr kalimat ini?

Bbrpa org memelihara hewan piaraan dan jg tanaman hias sbg sebuah hobi, ini beda dgn mrka yang memang berprofesi sbg peternak atau bercocok tanam utk dijual hasilnya. Kita tahu bhw pengeluaran yg dikeluarkan untuk biaya perawatan hewan atau tanaman ini tdk murah, selain harga beli hewan dan tanaman yg kadang menguras isi dompet yg lumayan. Bahkan ketika hewan piaraannya mati, mrka memperlakukannya spt memperlakukan org yang meninggal, terlalu sayang sampai sedih sekali. Tentu ini adalah privacy tiap org, kita tdk boleh menilai negatif ttg hal ini, toh mrka menggunakan uang mrka sndri dan mungkin hobi ini mendatangkan hiburan bagi mrka. Tp yg menjadi pertanyaan apakah kita terhadap sesama manusia jg memperlakukan mrka dg selayaknya manusia? Kalau hewan piaraan kita berikan makanan yang terbaik dan tentu saja mahal, apakah ketika melihat ada org yg kelaparan, reaksi kita jg memberikan mknan yg baik atau justru kita mengabaikan, menjd spt pura-pura tdk melihat dan tdk tahu.

Menilai manusia dr apa yg dia miliki, tentu ini akan membuat kita menggolongkan mrka di dlm bbrpa ‘kelas atau level’, dan kita pastinya memperlakukan mrka sesuai dgn kelas atau levelnya, sampai di batas tertentu, hal ini msh wajar dan memang pantas dilakukan, tp jika dlm hal menyatakan kasih Tuhan pd sesama lewat diri kita, maka kita tdk lagi hrs memakai penilaian berdasarkan kelas dan levelnya, tp mengasihi mrka sebagai sesama anak-anak Tuhan, layaknya sesama sdr kandung, tentu memperlakukan dg pantas dan memberikan yg terbaik. Misalkan spt ini: pantaskah baju bekas kita berikan pd kakak atau adik kita? Kalau kita memandang sesama kita adalah org-org yg ‘berharga’, maka berikan mereka jg sesuatu yg berharga. Memberikan baju bekas itu tdk keluar uang, bukan? Beda dg kalau kita memberikan mrka baju yg baru. Apakah kita salah menyumbang baju bekas yg seringkali kita istilahkan masih ‘layak pakai’? Tentu tdk salah, tp apakah tindakan ini mencerminkan penghargaan kita terhadap sesama?

Kalau kita menyayangi hewan piaraan atau tanaman hias kita begitu rupa, harusnya kita mengasihi sesama dg kasih yg lebih dari itu, krna manusia jauh lebih berharga dr hewan dan jg tanaman.

Posted in Renungan | Comments Off on Manusia Lebih Berharga

Membuat Aturan Sendiri

DI 17012022

Bilangan 14:3-4
Mengapakah TUHAN membawa kami ke negeri ini, supaya kami tewas oleh pedang, dan isteri serta anak-anak kami menjadi tawanan? Bukankah lebih baik kami pulang ke Mesir?”
Dan mereka berkata seorang kepada yang lain: “Baiklah kita mengangkat seorang pemimpin, lalu pulang ke Mesir.

Mengapa kita menjadi org Kristen? Biasanya kita sdh menyiapkan jawaban yg rohani: itu krna bukan saya memilih Tuhan, tapi Tuhan yg memilih saya, sebuah jwban yg blm tentu sama dg isi hati kita.

Kalau mau jujur, tidak semua aturan yg Tuhan tetapkan bagi kita itu sejalan dg cara berpikir kita, shga masih ada aturan-aturan Tuhan yg tdk 100% kita jalani tepat spt yg tertulis, kita masih mencoba ‘memodifikasi’ aturan Tuhan itu shga sesuai dg standart kita. Itulah knpa masih ada org yg trs menerus berbohong, yg masih setengah hati berbuat baik, hidup dlm kemunafikan, dsbnya. Spt kisah dlm ayat yg kita baca, bangsa Israel menolak dipimpin lg oleh Tuhan dan berencana memilih mencari seorg pemimpin yg baru, pemimpin yg akan memimpin kembali ke Mesir. Menjd Kristen itu beda dg memilih menjd seorg penganut agama Kristen, agama bisa dipilih, mana yg pas dg pola pikir kita, mana yg masuk logika kita, dsbnya. Menjadi Kristen itu menjd umat Tuhan, tunduk sepenuhnya pd Tuhan, bukti yg ditunjukkan adalah melakukan aturan hukum Tuhan itu 100%, tdk dimodifikasi, tdk takut pd resiko yg hrs dihadapi jika taat 100%, taat pd Tuhan krna mengasihi Tuhan. Jgn mengotak atik aturan Tuhan demi keuntungan pribadi yg ingin kita dapatkan.

Ketika berhadapan dg aturan Tuhan yg ‘ideal’ itu, kita mgkin berpikir bahwa sulit melakukan aturan itu secara murni, bahkan kita berpikir bhw itu mustahil dilakukan krna tdk sejalan dg sistem yg ada di dunia ini. Kita seringkali mendengar: Wah sulit kalau kita tidak ikuti semua yg sdh biasa dilakukan sejak lama, iya itu tdk sesuai dg aturan Tuhan, tp kalau tidak begitu mana mgkin kita bs maju, bs untung … banyak koq yg melakukan, itu sdh wajar. Tapi ingatlah bhw suatu saat semua perbuatan yg kita lakukan akan diminta pertanggung jwban oleh Tuhan. Inilah pergumulan yg pasti telah dihadapi semua org Kristen, termasuk saya jg. Keputusan akhir tergantung sbrapa kita ini takut akan Tuhan, sbrpa kita beriman teguh di dlm Tuhan, dan sbrpa kita ingin berkenan di hadapan Tuhan. Apakah kita tdk yakin kalau Tuhan akan membela kita kalau kita mentaati aturan-Nya dg murni? Kalau kita berlaku jujur, apakah Tuhan akan memelihara hidup kita? Inilah pikiran yg masih bnyk ditemui saat kita ingin taat pd aturan Tuhan.

Koreksi diri bgmna ketaatan kita pd Tuhan, bgmna keadaan iman kita, dan apakah kita sdh taat pd firman Tuhan dgn sepenuhnya? Selama masih ada waktu, perbaiki diri kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Membuat Aturan Sendiri

Jangan Salah Menilai

DI 15012022

Yesaya 53:2-3
Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan TUHAN dan sebagai tunas dari tanah kering. Ia tidak tampan dan semaraknya pun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupa pun tidak, sehingga kita menginginkannya.
Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kita pun dia tidak masuk hitungan.

Ayat ini berisi nubuatan ttg apa yg nantinya akan dialami Yesus sbg Mesias saat nantinya Dia datang ke dunia sbg manusia, dan bnyk org tdk menyangka bhw Mesias akan seperti itu dlm menjalani hidup-Nya di dunia.

Org yg hidupnya memilukan, penuh dengan air mata, kesengsaraan, apa penilaian kita terhadap org spt itu? Gambaran ttg Mesias bagi org Israel mgkin spt seorg pahlawan yg gagah perkasa memimpin mrka utk bs bebas dari penjajah lalu kemudian dia menjd besar dan menjd raja atas mereka. Namun justru pd kenyataannya, Mesias lebih terlihat sbg org yg menimbulkan kontroversial, lebih banyak mengajar dan melakukan mujizat, berani utk melawan para ahli Taurat, tapi tdk ada tanda bhw Dia akan memimpin bangsanya utk bisa merdeka dr penjajah Romawi. Akhirnya mati bkn karena melawan penjajah, tp mati karena tuduhan menghujat Tuhan yg diajukan oleh para pemimpin agama. Dlm kenyataan hidup kita sehari-hari, jg pasti pernah menemui org yg spt itu, harusnya dia jd org sukses, kenapa justru hidupnya menderita? Harusnya dia itu begini, begitu, tapi ah … apa yg bs dilihat sbg sesuatu yg bagus dr dirinya? Miskin, gagal, sakit-sakitan, sptnya ada kutuk dlm hidupnya, mgkinkah dia ini akan menjd ‘org’ suatu saat nanti?

Kita terbiasa terpengaruh oleh pola pikir yang mengarah pd sesuatu yg ideal dan sempurna, org dg profesi A misalnya, dlm pikiran banyak org sdh punya standartnya masing-masing, dan ketika ada hal yg tdk sesuai dgn standart kita, maka kita tidak ‘rela’ org itu menempati posisi tertentu. Atau krna org itu punya suatu kecacatan, apakah itu cacat fisik, jejak digital masa lalu, dsbnya, bs menjd penghalang utk kita bs menghargai org lain dg benar. Kita hrs bs menilai seseorg bkn hanya apa yg dilihat oleh mata jasmani, tp jg dgn ‘mata hati’ kita, artinya melihat bkn hanya realita, tapi melihat jg dr berbagai sisi yg berbeda shga kita bisa menilai seseorg dg menyeluruh, ini akan bisa menghindarkan kita dr memfitnah, menghina atau meremehkan org lain, yg nantinya akan mendatangkan hal-hal negatif dlm hidup kita. Yg hrs kita ingat bhw kita akan berurusan dg Tuhan langsung kalau kita melakukan hal yg salah pd org yg memang dipilih Tuhan, spt yg kita tahu ketika Musa dikomentari oleh Harun dan Miryam, Tuhan membuat Miryam terkena kusta sbg hukuman dr perbuatannya.

Kasih membuat kita menghargai keadaan org lain apapun keadaan yg ada pd diri mrka, jgn merasa lebih mulia, ingatlah keadaan kita di mata Tuhan mgkin tdk lebih mulia drpd orang lain.

Posted in Renungan | Comments Off on Jangan Salah Menilai

Salam Yang Dahsyat

DI 14012022

Lukas 1:41
Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus,

Kadang kita membaca sesuatu berulang kali namun tdk menemukan hal yg istimewa, dan saat suatu kali kita membacanya, barulah bs menemukan hal yg istimewa itu.

Dari ayat ini saya temukan satu hal yang tdk biasa: ucapan salam dari Maria membuat Elisabet yang sedang mengandung Yohanes Pembaptis menjadi penuh dg Roh Kudus. Ini luar biasa, krna Maria bkn seorg nabiah, dia hanya seorg gadis muda yg baru saja dipilih Tuhan utk menjd ‘ibu kandung’ bagi Yesus, bgmna ini bs terjd? Tdk ada penumpangan tangan atau hal lainnya, hanya mengucapkan salam spt kebiasaan pada umumnya jika dtg bertamu ke rumah org, org yg mendengarnya menjd penuh dg Roh Kudus. Inilah bukti jika Tuhan itu ada dlm diri seseorg, org yg biasa menjd ‘luar biasa’, dan kadang org itu sendiri tdk menyadarinya, hingga sesuatu yg dahsyat terjd. Misalnya org yg sdg ‘berapi-api’ dengan Tuhan, saat mendoakan org sakit lalu terjadi kesembuhan, walaupun dia blm pny karunia utk menyembuhkan, tp saat itu dia sdg dalam kondisi ‘on fire’ dan Tuhan memakai dia utk menyatakan kuasa-Nya. Kalau Tuhan ada di dlm diri kita, kita yg adalah org biasa menjadi org yg ‘luar biasa’.

Seandainya setiap ‘usher’ di gereja spt Maria dlm ayat ini, jemaat yg dtg beribadah, tentu akan banyak yg mengalami kuasa Tuhan saat disambut sblum masuk ruangan ibadah. Jika setiap dari kita memiliki Tuhan dlm diri kita, maka perkataan kita menjadi perkataan yang pny kuasa. Contoh dlm kasus Ananias dan Safira, yang telah berbohong di depan rasul, akibatnya mrka mati krna hal itu dinilai sbg satu dosa pd Tuhan (Kisah Para Rasul 5:1-11) dan mrka menerima akibatnya. Jadi jgn kita main-main dg seseorg, dg mata kita tentu tdk terlihat apakah ada Tuhan dalam diri org itu, krna itulah Tuhan ingin kita saling mengasihi dan saling hormat. Biarlah perkataaan yg kita ucapkan itu mengandung kuasa Tuhan, org yg mendengarnya menjd terberkati, walaupun yg kita ucapkan itu hanya kalimat yang biasa, tp bagi yg mendengarnya, itu menjd satu yg dr Tuhan, menjd satu konfirmasi yg dia perlu, doa-doa yg kita naikkan menjd kenyataan dan kuasa Tuhan dinyatakan saat itu jg. Bkn oleh gagah dan kuat kita, tp oleh Roh Tuhan.

Apakah ada Tuhan dlm hidup kita? Salah satu hal yg bs membuktikannya adalah perkataan kita, apakah perkataan yg kudus, yg manis, yg membangun, dsbnya.

Posted in Renungan | Comments Off on Salam Yang Dahsyat

Menjadi Baru

DI 13012022

2 Korintus 5:17 KJV
Therefore if any man be in Christ, he is a new creature: old things are passed away; behold, all things are become new.

Karena itu jika siapapun yang ada di dalam Kristus, dia adalah ciptaan baru, hal-hal lama sudah berlalu, lihatlah, segala sesuatunya menjadi baru.

Hal menjd ciptaan baru seringkali dipahami dg persepsi yg tdk tepat sehingga kita salah dlm menilai hidup kita sbg seorg Kristen, hal ini tentu bs membuat kita menyimpang dari kebenaran.

Kata ciptaan baru memang bs diartikan bnyk hal, misalnya sesuatu yg diciptakan sdh ada tapi ada keluaran yg baru, mgkin spt HP yang kita pakai, bbrpa bulan ke depan pasti keluar varian yang baru lagi. HP adalah ciptaan, tapi ada keluaran terbaru, inipun bs disebut suatu ciptaan baru. Arti lainnya adalah sesuatu yg betul-betul belum pernah ada sblumnya dan skrg tercipta. Bs juga pengertiannya seperti kita memperbarui sesuatu, contohnya adalah kita merenovasi rumah scra total, yang lama dirobohkan lalu dibangun rumah dgn design yang sama sekali berbeda dr sblumnya. Lalu apa makna kita ini adalah ciptaan yg baru? Pendapat saya pribadi adalah spt merenovasi total sebuah rumah, yg lama dirobohkan dan dibangun yg baru, beda sekali dg rumah yang sblumnya. Dlm ayat ini dikatakan hal yg lama itu ‘passed away’, kata yg sering dipakai utk menggantikan kata ‘meninggal’, sudah tidak ada lagi dan tak mgkin kembali. Ini sejalan dg ayat ini:

Roma 6:4
Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

Sblum bertobat, bnyk bagian dr hidup kita yg mengalami kerusakan, spt rumah tua sudah rusak parah di banyak bagiannya, biaya untuk renovasi jika dihitung-hitung hampir sama dg jika membangun rumah yg baru, maka lebih baik dirobohkan dan dibangun yg baru. Hidup di dlm Kristus itu spt membangun rumah yg baru di atas puing yg lama, ada hal-hal yang perlu Tuhan ‘robohkan’ terlebih dahulu dalam hidup kita: keegoisan, ketdk dewaaaan, ketdk sabaran, cinta uang dan cinta dosa, dsbnya. Di sinilah kita terlihat ‘hancur’ dan spt ‘mati’, tdk ada yg bagus kelihatannya. Saat pondasi hidup kita diperkuat, blm bs terlihat hidup kita akan spt apa nantinya, bentuk ‘rumah’ masih dlm bentuk design atau maketnya, baru nanti setelah selesai dibangun, kita melihat hidup kita yg baru, makin sabar, bs menahan emosi, perkataannya baik, lebih mengasihi, dsbnya. Inilah hidup yg baru, ciptaan yg baru, yg lama sudah ‘passed away’, sdh ‘terkubur’, dan lihat bhw segala sesuatunya menjd baru, berbeda dari sblumnya, kita yg skrg bukan lagi kita yg dahulu.

Apakah ‘rumah’ hidup kita sdh selesai Tuhan bangun? Atau masih diperkuat pondasinya? Tuhan tdk pernah gagal membangun hidup kita menjd ‘ciptaan baru’.

Posted in Renungan | Comments Off on Menjadi Baru

Sehebat Apakah Manusia?

DI 12012022

Mazmur 8:4-5
apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?
(8-6) Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat.

Dalam pemahaman Daud, kedudukan seorg manusia itu berada sedikit lebih rendah drpd Tuhan, ciptaan hampir menyamai Pencipta, satu hal yg memang tdk biasa.

Namun yg hrs kita pahami adalah tentu saja Tuhan itu Roh, manusia itu roh yg pny jiwa & berdiam dlm tubuh jasmani, keduanya tidak sama. Jd apa yg ada dlm diri manusia yang dipahami Daud itu hampir menyamai Tuhan? Maka kita harus melihat ayat-ayat berikutnya spya kita jgn salah mengerti. Ternyata hanya hampir menyamai Tuhan dlm hal kuasa untuk berkuasa atas semua ciptaan Tuhan di bumi ini, jd bkn dlm segala hal walaupun manusia diciptakan serupa dan segambar dgn Tuhan. Kalau kita melihat kisah penciptaan dunia ini, memang manusia diberi kuasa utk berkuasa atas ciptaan-Nya yang ada di bumi (Kejadian 1:26-28). Di luar hal ini maka tdk ada yg dlm diri manusia yg bs menyamai apa yg ada dlm diri Tuhan, apalg setelah manusia jatuh dlm dosa. Karena itulah, jgn sombong di hadapan Tuhan, apalg berpikir bhw tdk butuh Tuhan di dlm hidup kita, hidup kita ada dalam bahaya jika kita ada di luar Tuhan, walaupun kita pny semuanya yg ada di dunia ini. Kita ini ciptaan yg hrs menyembah Sang Pencipta kita.

Apakah ini hanya sebuah gambaran ataukah sebuah penglihatan, Daud melihat manusia itu dimahkotai dg kemuliaan dan hormat, ini tentu saja sulit utk memastikannya. Keadaan manusia yg mulia pastinya sblum jatuh dlm dosa, penuh kemuliaan dan terhormat. Tuhan Yesus telah menang atas dosa dan maut, itu menyebabkan kita yg berdosa ini bs kembali mengalami keadaan spt manusia yang mulia, sebelum jatuh dlm dosa. Ada mahkota yang akan diberikan Tuhan Yesus saat Dia nanti akan mengadili setiap org kudus-Nya dalam pengadilan Kristus:

2 Korintus 5:10
Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat.

Pengadilan ini bukan utk menentukan masuk surga atau neraka nantinya, tp utk memberi upah dr setiap perbuatan yg kita perbuat, dan ada mahkota yg Dia sediakan bagi mrka yang memenuhi syarat-syarat tertentu (2 Timotius 4:8).

Apakah kita merindukan memakai mahkota saat nanti bersama Tuhan di dlm kekekalan? Hiduplah di dlm Tuhan, penuhi apa yg menjd syarat bagi kita utk nantinya layak menerima mahkota yg Tuhan sediakan bagi kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Sehebat Apakah Manusia?

Antara Berdoa dan Kepastian

DI 11012021

Mazmur 6:6, 9
Lesu aku karena mengeluh; setiap malam aku menggenangi tempat tidurku, dengan air mataku aku membanjiri ranjangku.
TUHAN telah mendengar permohonanku, TUHAN menerima doaku.

Mazmur ini ditulis Daud pd suatu saat di mana dia terhimpit oleh musuh yang kuat, berhari-hari bergumul dalam doa hingga suatu hari dia tahu doanya sdh didengar dan diterima oleh Tuhan.

Tuhan pasti mendengar doa kita, ya ini suatu kepastian, tapi apakah doa kita diterima dan didengar oleh Tuhan, ini yg perlu kita pahami kondisinya. Doa yg didengar Tuhan berarti doa yg mendpt perhatian Tuhan. Spt kita mendengar sesuatu, ada yg hanya kita dengar tapi tdk kita perhatikan, misalnya ketika kita ada di tempat keramaian, apa yg orang bicarakan di dekat kita bisa terdengar, tp kita tdk perhatikan krna itu bkn hal yg ada kaitannya dg kita. Ternyata ada jedah waktu tertentu antara saat kita menaikkan doa permohonan dan saat dia kita diterima dan didengar Tuhan. Selama bbrpa malam Daud menangis di tempat tidurnya, air matanya itu spt membanjiri ranjangnya, ini suatu hal yg berat, Daud seorg laki-laki dan kalau sampai menangis spt itu, berarti apa yg dia gumulkan saat itu sangat berat dan jg menakutkan.

Tantangan terbesar dlm hal iman tentu saja saat kita selesai berdoa, tdk selalu doa kita langsung saat itu jg Tuhan beri jawabannya, butuh berhari-hari utk tahu bhw doa kita diterima Tuhan, doa yang Tuhan perhatikan. Kita berpikir apakah kita ada berbuat yg salah saat berdoa tp tdk langsung Tuhan jawab, akibatnya iman kita menjd lemah dan kita merasa spt org yg penuh dosa, yg doanya tidak didengar Tuhan. Ada alasan yg khusus knpa Tuhan tidak langsung menerima doa kita saat kita selesai berdoa, bkn Tuhan tega melihat kita sengsara dan ketakutan, tp ada pertimbangan dan jg perhitungan Tuhan yg sempurna untuk segala sesuatunya, termasuk dlm hal menjwb doa kita. Berdoa dan meratap spt yg Daud lakukan jgn kita nilai sbg suatu bukti dia kehilangan iman. Kita sering salah diajari bhw org yg meratap berarti dia tdk percaya doanya dijawab Tuhan, tp ini adalah sisi manusia setiap org, yg hrs kita lakukan adalah bukan menghakimi, tetapi memberi dukungan spya dia tetap bertahan sampai apa yg dia doakan itu dijawab Tuhan.

Apakah kita mengalami spt yang Daud alami dlm ayat ini? Tunggu dgn penuh iman dan percayalah sesuai dg waktu Tuhan, doa kita akan Dia jawab, apapun yg jd jawaban Tuhan, terima dg penuh ucapan syukur.

Posted in Renungan | Comments Off on Antara Berdoa dan Kepastian