DI 03022022
Rut 1:17-18
di mana engkau mati, aku pun mati di sana, dan di sanalah aku dikuburkan. Beginilah kiranya TUHAN menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu, jikalau sesuatu apa pun memisahkan aku dari engkau, selain dari pada maut!”
Ketika Naomi melihat, bahwa Rut berkeras untuk ikut bersama-sama dengan dia, berhentilah ia berkata-kata kepadanya.
Rut bersikeras utk tetap ikut pulang bersama Naomi, mertuanya, setelah kematian suami dan anggota keluarga yg lainnya, tentu saja ada alasan mengapa Rut bersikap spt itu.
Tdk dijelaskan apakah Rut masih pny orgtua dan keluarga, tp seandainya memang dia sdh yatim piatu, tentu Naomi sdh menjd seorg yg bs menggantikan ibu kandungnya, memang Naomi adalah ibu mertuanya, tp ibu mertua blm tentu sebaik ibu kandung sndri. Di sinilah bs kita tarik kesimpulan bhw Naomi sebagai ibu mertua, sdh memperlakukan Rut dengan sangat baik, shga Rut memutuskan utk ikut dg ibu mertuanya kembali ke daerah asalnya. Hubungan yg harmonis antara ibu mertua dg menantu perempuan menjd sesuatu yg pasti diinginkan oleh para ibu mertua dan menantu perempuan. Kesetiaan Rut lahir dr kesadaran bhw meninggalkan Naomi adalah sesuatu yg akan merugikan dirinya. Rut jg pasti berpikir bgmna nasib Naomi jika dia pulang sendirian, apa yg nanti akan terjd di tengah perjalanan? Tentu tdk elok membiarkan seorg wanita utk menempuh perjalanan jauh seorg diri, apalagi itu bukan kampung halamannya, krna Rut itu seorg perempuan Moab, tentu mendampingi mertuanya pulang akan meminimalisir hal yg tdk diinginkan terjd di sepanjang perjalanan.
Kita belajar dr Naomi, di tengah kepahitan yg dia alami, kehilangan suami dan 2 anaknya tentu suatu pukulan telak bagi dirinya, tidak ada lagi penerus keluarga, garis keturunan akan berhenti hanya sampai anaknya yg telah mati itu. Memang kedua anak laki-lakinya sdh menikah tp blm dikaruniai anak, ini membuat Naomi merasa tangan Tuhan teracung pada dirinya, artinya Tuhan bukan sdg memberikan berkat, namun dia tetap bersikap manis pada kedua menantu perempuannya. Bgmna dgn kita, saat mengalami hal yg pahit, apakah kita masih bs bersikap manis pd org lain? Bnyk org justru emosian dan bersikap buruk saat mengalami hal yg pahit, saat tekanan begitu besar dan tdk ada kesenangan lagi. Apakah kita bs menerima realita dg lapang dada dan tdk ingin menyusahkan org lain? Keputusan Naomi menyuruh kedua menantu perempuan itu pulang krna melihat bhw mrka masih pny masa depan krna masih muda, tdk mau mrka menjd hidup susah hanya demi mendampingi ibu mertuanya yg sdh tdk punya apa-apa lagi.
Jadilah org yg baik sekalipun sedang punya bnyk hal pahit yg terjd, jgn jg menyusahkan org lain krna apa yg sdg kita alami, tunjukkan kebaikan di tengah kepahitan hidup yg ada.