Mertua Yang Baik

DI 03022022

Rut 1:17-18
di mana engkau mati, aku pun mati di sana, dan di sanalah aku dikuburkan. Beginilah kiranya TUHAN menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu, jikalau sesuatu apa pun memisahkan aku dari engkau, selain dari pada maut!”
Ketika Naomi melihat, bahwa Rut berkeras untuk ikut bersama-sama dengan dia, berhentilah ia berkata-kata kepadanya.

Rut bersikeras utk tetap ikut pulang bersama Naomi, mertuanya, setelah kematian suami dan anggota keluarga yg lainnya, tentu saja ada alasan mengapa Rut bersikap spt itu.

Tdk dijelaskan apakah Rut masih pny orgtua dan keluarga, tp seandainya memang dia sdh yatim piatu, tentu Naomi sdh menjd seorg yg bs menggantikan ibu kandungnya, memang Naomi adalah ibu mertuanya, tp ibu mertua blm tentu sebaik ibu kandung sndri. Di sinilah bs kita tarik kesimpulan bhw Naomi sebagai ibu mertua, sdh memperlakukan Rut dengan sangat baik, shga Rut memutuskan utk ikut dg ibu mertuanya kembali ke daerah asalnya. Hubungan yg harmonis antara ibu mertua dg menantu perempuan menjd sesuatu yg pasti diinginkan oleh para ibu mertua dan menantu perempuan. Kesetiaan Rut lahir dr kesadaran bhw meninggalkan Naomi adalah sesuatu yg akan merugikan dirinya. Rut jg pasti berpikir bgmna nasib Naomi jika dia pulang sendirian, apa yg nanti akan terjd di tengah perjalanan? Tentu tdk elok membiarkan seorg wanita utk menempuh perjalanan jauh seorg diri, apalagi itu bukan kampung halamannya, krna Rut itu seorg perempuan Moab, tentu mendampingi mertuanya pulang akan meminimalisir hal yg tdk diinginkan terjd di sepanjang perjalanan.

Kita belajar dr Naomi, di tengah kepahitan yg dia alami, kehilangan suami dan 2 anaknya tentu suatu pukulan telak bagi dirinya, tidak ada lagi penerus keluarga, garis keturunan akan berhenti hanya sampai anaknya yg telah mati itu. Memang kedua anak laki-lakinya sdh menikah tp blm dikaruniai anak, ini membuat Naomi merasa tangan Tuhan teracung pada dirinya, artinya Tuhan bukan sdg memberikan berkat, namun dia tetap bersikap manis pada kedua menantu perempuannya. Bgmna dgn kita, saat mengalami hal yg pahit, apakah kita masih bs bersikap manis pd org lain? Bnyk org justru emosian dan bersikap buruk saat mengalami hal yg pahit, saat tekanan begitu besar dan tdk ada kesenangan lagi. Apakah kita bs menerima realita dg lapang dada dan tdk ingin menyusahkan org lain? Keputusan Naomi menyuruh kedua menantu perempuan itu pulang krna melihat bhw mrka masih pny masa depan krna masih muda, tdk mau mrka menjd hidup susah hanya demi mendampingi ibu mertuanya yg sdh tdk punya apa-apa lagi.

Jadilah org yg baik sekalipun sedang punya bnyk hal pahit yg terjd, jgn jg menyusahkan org lain krna apa yg sdg kita alami, tunjukkan kebaikan di tengah kepahitan hidup yg ada.

Posted in Renungan | Comments Off on Mertua Yang Baik

Berubah Drastis

DI 02022022

Rut 1:19
Dan berjalanlah keduanya sampai mereka tiba di Betlehem. Ketika mereka masuk ke Betlehem, gemparlah seluruh kota itu karena mereka, dan perempuan-perempuan berkata: “Naomikah itu?”

Naomi beserta suami dan 2 anaknya pergi ke Moab meninggalkan Betlehem-Yehuda krna adanya kelaparan di sana, tentu saat mereka pergi ke Moab, keadaan ekonomi mrka cukup baik, ada 3 pria dewasa.

Saat pulang, 3 pria dlm keluarganya ternyata meninggal saat berada di Moab, Naomi cuma ditemani Rut, menantunya, tentu keadaannya tdk sekaya waktu pergi, kehilangan 3 pria dlm sebuah keluarga tentunya berpengaruh pada keadaan ekonomi keluarga. Komentar dr para penduduk kota Betlehem terlihat sangat tdk biasa, mrka tdk percaya pd apa yg mrka lihat dari diri Naomi, hingga timbul perkataan apa benar dia itu Naomi? Mgkin wajahnya masih sama, tp apa melekat di tubuhnya berbeda, 4 org pergi dan hanya pulang sendirian, hanya ditemani oleh menantu perempuan dr Moab. Ini spt ketika suatu saat kita bertemu dg org yg sudah lama tdk berjumpa, dan skrg terlihat spt org yg baru kita jumpai, apalagi saat-saat pandemi ini, yg dulunya kita tahu orgnya itu sangat optimis dan percaya diri, skrg justru mengalami depresi tingkat tinggi, bisnisnya bangkrut, keluarganya ada yg meninggal krna Covid, dan entah kita mau bilang apa tentang kondisinya, hanya bs berusaha utk mengerti apa yg sbnarnya terjd atas dirinya.

Atau mgkin kitalah yg mengalami keadaan itu shga org lain kaget melihat kita, seakan tidak percaya kita menjd seperti ini. Kita mungkin spt Naomi yg justru memberi penjelasan bhw jgn panggil dia Naomi pagi, tp ‘Mara’ yg punya arti ‘pahit’. Penamaan pd seseorg biasanya disesuaikan dg peristiwa yg dialami. Apakah kita jg berpikir bhw nama kita tdk lg sesuai dg apa yg terjd dlm hidup kita? Arti nama kita itu sbnarnya bagus, to kenyataan hidup ternyata sangat bertolak belakang, membuat kita saat mendengar org memanggil nama kita menjd teriris hati kita. Arti nama Naomi sebenarnya adalah: manis, kesukaan, menyelenggarakan, tp yg dia alami bukanlah hal yg manis, justru yg pahit. Pahitnya kenyataan hidup membuat org bs ‘down’, minder bahkan tdk mau lagi utk bersosial, cenderung menyendiri dan hilang semangat hidup. Naomi memang mengalami yg pahit, tp Tuhan mengirim seorg Rut, arti dr nama Rut ialah persahabatan, kemudian kita tahu bhw Rut tercatat sbg nenek moyang dr raja Daud dan Mesias yaitu Yesus Kristus.

Mengalami yg pahit, Tuhan beri ‘sahabat’ yg akan memberi kemanisan di tengah bnyk hal pahit yg terjd, spt Rut yg Tuhan berikan untuk mengubah kepahitan Naomi menjd sesuatu yg mulia nantinya.

Posted in Renungan | Comments Off on Berubah Drastis

Kaya dan Miskin

DI 31012022

Amsal 22:2
Orang kaya dan orang miskin bertemu; yang membuat mereka semua ialah TUHAN.

Dlm perayaan atau reuni, tak bs dihindari satu hal ini: kita temui adanya perbedaan status sosial yg disebabkan oleh banyaknya harta yg dimiliki masing-masing org.

Besok, 1 Febuari, org-org Kristen keturunan Tionghoa akan merayakan Tahun Baru Imlek, tentu ada batasan yg diperbolehkan diikuti, tp ada jg batasan yg tdk boleh dilanggar: tidak boleh mengikuti ritual keagamaan yg lain, jadi hal-hal yg masih sesuai dg nilai-nilai Kristiani tentu boleh dilakukan. Ketika keluarga dan jg kerabat berkumpul, kadang tdk bisa dihindari adanya perbedaan yg terlihat, ada yg miskin dan ada yg kaya, atau puji Tuhan semua dlm keadaan berkecukupan atau berkelimpahan, inipun kadang jd ajang ‘pamer’, mulai sekedar hanya utk happy-happy sampai yg memang ingin menyombongkan diri. Kita hrs ingat apa yg ayat ini katakan, bhw baik org kaya atau jg org miskin, semua adalah ciptaan Tuhan. Jd ingat kalau kita merendahkan mrka yg secara ekonomi tdk sebaik kita, itu berarti kita juga merendahkan Tuhan sbg Penciptanya. Ingat jg ayat ini:

1 Samuel 2:7
TUHAN membuat miskin dan membuat kaya; Ia merendahkan, dan meninggikan juga.

Kalau Tuhan tdk membuat seseorg menjadi kaya, org itu tdk akan bisa kaya, tapi ternyata kemiskinan seseorg ada juga yg disebabkan oleh Tuhan, Ayub dibuat sangat kaya tapi jg Tuhan mengizinkan Ayub diuji shga menjadi miskin scra tiba-tiba. Harta yg kita peroleh dr Tuhan hrs dikelola dan dipertanggung jwbkan di hadapan Tuhan. Kalau kita kaya, ingat itu krna Tuhan yg memberikannya pd kita, tentu ini jg krna Dia memberkati pekerjaan atau jg bisnis yg kita lakukan, kalau Dia mau, Dia bisa mengambil kekayaan kita dlm sekejap. Kalau kita ada dlm keadaan miskin atau pas-pasan, jgn lupa bersyukur masih hidup sampai hari ini, itu jg bentuk pemeliharaan Tuhan. Minder bertemu saudara atau teman saat perayaan atau reuni, memang itu manusiawi, tp jangan sampai bhw akan terus miskin, selama hidup benar di hadapan Tuhan, suatu saat Dia akan meninggikan dan memuliakan hidup kita. Jd saat berkumpul, jgn pandang org dr kaya dan miskinnya, tp bersyukur sampai hari ini kita masih bs kumpul bersama, krna kita tdk akan tahu, apakah tahun depan masih berkumpul lengkap bersama kita.

Yg terpenting adalah kebersamaannya, satu kesempatan utk saling mengasihi dan saling memberkati, keadaan ekonomi jgn sampai membuat kita kehilangan kasih persaudaraan dan kasih persahabatan.

Selamat Menyambut Perayaan Imlek 2573 🙏

Posted in Renungan | Comments Off on Kaya dan Miskin

Pantaskah Kita Marah?

DI 29012022

Yunus 4:3-4
Jadi sekarang, ya TUHAN, cabutlah kiranya nyawaku, karena lebih baik aku mati dari pada hidup.”
Tetapi firman TUHAN: “Layakkah engkau marah?”

Kadang kita tdk setuju dgn apa yang menjadi keputusan atau rencana yg dipilih oleh mrka yg secara otoritas ada di atas kita: orangtua, pimpinan dlm negara, pimpinan di kantor kita, bahkan pimpinan rohani di gereja kita, apa yg hrs menjd sikap kita?

Sistem demokrasi membebaskan tiap orang boleh mengajukan protes dan ketdk setujuan mengenai sesuatu, ada demo yang dilakukan, ada jg petisi atau menggalang dukungan dari publik utk sesuatu yg dirasakan tdk sesuai dg apa yg semestinya. Dlm ayat ini, Yunus yang saat itu kesal dan marah krna Tuhan tidak jd menghukum kota Niniwe krna mrka bertobat, menilai bhw dirinya lebih baik mati saja, yang jahat dibiarkan hidup, yg baik justru tdk dapat apa-apa, buat apa disuruh Tuhan lalu Tuhan sndri jg yg membatalkannya. Tuhan koq lebih sayang PD ‘musuh’ drpd bangsa pilihan-Nya sndri, ini mgkin spt seorg anak kandung yang merasa orangtuanya lebih sayang pada anak tetangga. Yunus tahu bhw tdk mgkin dia bisa melarang Tuhan, Tuhan bebas mau lakukan apa saja yg Dia pandang itu baik, tp kalau hal itu justru membuat nyawanya terancam, dia berpikir bhw lebih baik mati drpd hidup. Kita jg mgkin pernah mengalami hal spt ini, ada di saat di mana kita hrs menderita demi org lain yg justru menyakiti hati kita, di mana keadilan Tuhan?

Yang hrs kita sadari adalah bhw Tuhan penuh kasih, Tuhan akan memberi semua org waktu dan kesempatan utk bertobat, apakah dia org baik atau org jahat, yg Tuhan inginkan adalah pertobatan, krna org baik dan org jahat punya hak yg sama utk menikmati pengampunan dr Tihan atas dosa mrka. Terkadang justru yang Tuhan lakukan adalah memakai kita, org yang disakiti, utk ‘melayani’ org yg telah menyakiti kita. Lha dia enak terima pengampunan, tapi bgmna dg sakit hati yg masih terasa? Kenapa Tuhan tdk jg mengirim org lain utk menghibur kita, malah kita yg ‘melayani’ org lain? Kenapa org lain yg Dia urus duluan sdgkan kita masih merasakan kepedihan hati? Mana keadilan yg katanya adalah milik Tuhan? Yang perlu kita sadari adalah Tuhan berdaulat penuh untuk melakukan apa saja yg Dia inginkan, apakah kita setuju atau tdk dg itu, tidak berpengaruh pd keputusan yg Dia ambil. Apakah org jahat tdk pantas menerima pengampunan Tuhan? Apakah dosa mrka lebih bnyk drpd dosa kita? Apakah kita lebih baik drpd org jahat? Apakah surga hanya pantas bagi kita, org jahat harus masuk neraka? Kita kah yg menentukan org lain masuk surga atau neraka? Apakah kita mau menggantikan posisi Tuhan?

Boleh tdk setuju dg apa yg Tuhan dan org-org yg punya otoritas di atas kita pilih & lakukan, tp sadarlah kalau pilihan dan keputusan itu dampaknya baik buat org lain, kitapun jangan berusaha utk menghalanginya.

Posted in Renungan | Comments Off on Pantaskah Kita Marah?

Menerima Balasan Dari Tuhan

DI 28012022

Efesus 6:8
Kamu tahu, bahwa setiap orang, baik hamba, maupun orang merdeka, kalau ia telah berbuat sesuatu yang baik, ia akan menerima balasannya dari Tuhan.

Umumnya org mengenal ttg ‘karma’, apa yang kita perbuat pd org lain akan kembali pd kita, apakah yg baik atau yg buruk, tp tentu di dlm Kristen, yg kita pakai bukan hukum karma, tp apa yg Tuhan tentukan bagi kita.

Kalau kita dijahati, kita boleh membalas dgn yg jahat jg, bukankah itu sesuatu yg adil? Itu pemahaman manusia, tp dlm Kristen, hak utk memberi balasan yg jahat tdk diperbolehkan oleh Tuhan, krna ada ayat ini:

1 Tesalonika 5:15
Perhatikanlah, supaya jangan ada orang yang membalas jahat dengan jahat, tetapi usahakanlah senantiasa yang baik, terhadap kamu masing-masing dan terhadap semua orang.

Pembalasan adalah hak Tuhan, biarlah apa yg jahat mendpt balasannya dr Tuhan saja, ini utk menghindarkan kita utk memiliki hati yg dicemari oleh dendam dan kebencian, akibat yg kita rasakan adalah hidup dlm kehilangan damai sejahtera, emosi naik turun dan jg bisa merembet menjd sakit pd tubuh, meninggal bukan pd umur yg sebenarnya Tuhan berikan pd kita. Jd sbg org Kristen, kalau membalas yg jahat dg yg jahat jg, kita melanggar firman Tuhan dan akibatnya kita berdosa pd Tuhan.

Kalau begitu, enak dong org yg menjahati kita krna kita tdk boleh membalasnya? Yg Tuhan larang adalah membalas dg yg jahat jg, tidak dilarang kalau membalas yg jahat dg yg baik, ini yg hrs kita pahami. Mau balas? Silahkan, tp balaslah dg kebaikan. Hukum karma tidak berlaku bagi org Kristen, krna kita diperintah oleh Tuhan utk membalas yg jahat dg yg baik. Tapi ingat, Tuhan yg membalas dg hukum yg kita kenal dgn ‘tabur tuai’, tabur angin maka akan menabur badai :

Hosea 8:7
Sebab mereka menabur angin, maka mereka akan menuai puting beliung; gandum yang belum menguning tidak ada pada mereka; tumbuh-tumbuhan itu tidak menghasilkan tepung; dan jika memberi hasil, maka orang-orang lain menelannya.

Kalau hukum karma itu seperti pertandingan, skor 1:1, kalau tabur tuai, skornya bisa 1:100 atau lebih, jadi sbnarnya lebih ‘seru’, pastinya Tuhan membalas dgn memberi kesempatan org itu utk bertobat, jika tdk mau bertobat jg, bs langsung dicabut nyawanya, tergantung keadilan yg Tuhan tetapkan. Bnyk contoh dlm Alkitab org-org jahat yg tdk mau bertobat dan akhirnya berakhir dg kematian. Jd alasan knp kita dilarang membalas dg yg jahat jg adalah memberi kesempatan org yg menjahati kita spya mau bertobat dan kita terhindar dr dosa.

Memang sakit hati kita kalau dijahati org, tapi taatlah pd firman Tuhan, kita tidak punya hak lagi membalas yg jahat dg yg jahat, itu hak yg hanya dimiliki oleh Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Menerima Balasan Dari Tuhan

Iblis Memantau Kita

DI 27012022

Ayub 1:7 KJV
And the LORD said unto Satan, Whence comest thou? Then Satan answered the LORD, and said, From going to and fro in the earth, and from walking up and down in it.

Dan TUHAN berkata pada Satan: “Dari mana kamu datang?” Lalu Satan menjawab TUHAN: “Dari pergi ke sana kemari dalam bumi, dan dari berjalan naik dan turun di dalamnya.’

Apa yg iblis lakukan di bumi, tempat manusia itu tinggal? Dia melakukan 2 hal: berjalan ke sana kemari dan berjalan naik dan turun dlm bumi ini. Tentu saja iblis keliling dunia bukan dlm rangka hiburan, tp pasti ada tujuan lain.

Apa tujuan iblis melakukannya? Pertanyaan yg Tuhan tujukan pd iblis mengenai apakah dia melihat Ayub, agaknya menjd gambaran tujuan iblis yaitu memperhatikan memantau semua yang manusia lakukan. Ya, kita semua sadar atau tdk sadar dipantau oleh 2 pihak yg tak terlihat oleh mata yaitu Tuhan, dan iblis beserta anak buahnya. Maka tdk heran bila dlm dunia roh, ada bbrpa org yg dikenal dan memiliki reputasi yg ‘top’, sbg contoh di dlm ayat ini:

Kisah Para Rasul 19:15
Tetapi roh jahat itu menjawab: “Yesus aku kenal, dan Paulus aku ketahui, tetapi kamu, siapakah kamu?”

Paulus punya reputasi yg disegani oleh para roh jahat, jd dlm dunia roh memang ada yang kita kenal sbg ‘kepangkatan rohani’, bagi org spt ini jg disertai dg otoritas yang sesuai dgn kepangkatan yg dimilikinya.

Iblis memantau kita, dia jg berjalan naik turun di bumi ini, inilah yg rasul Paulus jelaskan di dlm pengajarannya ttg peperangan rohani:

Efesus 6:12
karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.

Bawahan iblis seperti ‘mata-mata’ yg turun dr ‘atas’ mengawasi kita lalu mrka ‘naik’ ke atas utk melaporkan pengintaian mrka. Di sinilah kita hrs waspada bhw ketika iblis mencoba utk menyerang kita, dia sdh punya data valid ttg kita, dan rencananya pasti sdh matang, ini yg menjd penyebab bhw ada saja manusia yg gagal iblis jatuhkan tp jg ada yg dgn mudah iblis jatuhkan dg tipu daya dan dia tawarkan semua yg manusia butuhkan asalkan dia jadi ‘tuhan’ yg manusia sembah.

Jgn lengah, apalg di saat kita merasa sedang diberkati dan sangat dikasihi Tuhan, tdk ada manusia yg kebal digoda iblis, tp yg menjadi perbedaannya adalah apakah kita melawan atau termakan oleh tipu dayanya.

Posted in Renungan | Comments Off on Iblis Memantau Kita

Gara-Gara Dipuji-Puji

DI 26012022

Ayub 1:8-9
Lalu bertanyalah TUHAN kepada Iblis: “Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub? Sebab tiada seorang pun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.”
Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: “Apakah dengan tidak mendapat apa-apa Ayub takut akan Allah?

Siapa yg tdk perlu dipuji org lain utk sesuatu yg telah dilakukan? Pasti jwbannya jelas, tdk ada yg tdk ingin dipuji, krna pujian merupakan wujud pengakuan dan penghargaan atas apa yg telah kita lakukan dg sebaik-baiknya.

Namun berhati-hatilah dan sadarlah, bhw ada pihak-pihak yg tdk senang kita melakukan hal yg baik bahkan luar biasa. Dlm kisah hidup dr Ayub, iblis sbnarnya sdh mengincar Ayub, ini terlihat dr jwbannya pd Tuhan bhw Ayub bgtu baik krna dia dilindungi oleh Tuhan. Di sini jg kita perlu sadar bhw org-org yg diakui Tuhan punya kualitas adalah target atau sasaran dr iblis yang ingin menjatuhkan. Tiba-tiba Tuhan memuji kualitas Ayub di hadapan semua yg ada di sana, termasuk iblis, dan iblis gunakan kesempatan itu utk menguji apakah pujian yg Tuhan berikan pd Ayub itu akan tetap ada jika keadaannya berubah. Seandainya Tuhan tdk memuji Ayub, mgkin hidup Ayub akan tetap baik-baik saja, anak-anaknya tetap hidup, dan hartanya makin bertambah bnyk. Gara-gara mendapat pujian dr Tuhan, hidup Ayub mulai berubah total, semua yang dia miliki, kecuali istrinya, diambil semua dr hidupnya. Bahkan kesehatan tubuhnyapun dirusak oleh iblis, hanya nyawanya saja yg tetap dijaga Tuhan & iblis tdk bs menyentuh nyawa Ayub.

Gara-gara dipuji, ini yg hrs kita waspadai. Org lain memang memuji krna kualitas yang kita miliki, prestasi yg kita capai, kebaikan yg kita lakukan pd sesama, dsbnya. Di sisi kita, kita hanya merasa bhw itu semua memang hal yg wajib kita lakukan sbg seorg Kristen, hanya melakukan firman Tuhan semata, bukan ingin dipuji-puji, tp kita tdk bs melarang org lain utk memuji kita, dan iblis mulai mencari celah lg utk mencobai kita. Maka jgn heran, hidup kita mgkin mulai berubah ke keadaan yg negatif, buruk bahkan merosot dgn tiba-tiba. Tentu hrs kita sadar jg bhw keadaan yg buruk bisa saja atas seizin Tuhan terjd dlm hidup kita, ini sbg pembuktian benarkah kualitas yang kita miliki itu tetap bertahan bila keadaan hidup kita berubah ke arah yg buruk. Tanpa seizin Tuhan, iblis tdk bs menjamah apapun yg ada pd diri kita. Semua yg terbaik diambil dan kita tdk punya apa-apa lagi selain nyawa kita. Org terdekat kita jg sampai geleng-geleng kepala melihat kondisi yg kita alami, dan mulai untuk menghakimi kita, tetaplah kita setia pd Tuhan dan tdk menyalahkan Dia?

Pujian dr org lain adalah spt air sejuk yg dtg mengalir dlm hidup kita, tp waspadalah, ingat bhw iblis tdk senang kita hidup bahagia dlm Tuhan, dia ingin merusak hidup kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Gara-Gara Dipuji-Puji

Pengalaman itu Berharga

DI 25012022

Amsal 14:18
Orang yang tak berpengalaman mendapat kebodohan, tetapi orang yang bijak bermahkotakan pengetahuan.

Kalau hidup kita diumpamakan spt sebuah pertandingan, maka yg terpenting adalah apa yg dihasilkan saat pertandingan final, kalau kalah di final berarti gagal menjuarai.

Tapi bs saja menang di final tp pernah kalah di pertandingan penyisihan grup, menempati posisi nomor 2 di grup sblum akhirnya bisa bertanding di semifinal dan kemudian masuk final dan menang. Pengalaman kalah di grup bs menjd pelajaran berharga saat bertanding di babak yg selanjutnya. Sebagian org punya pandangan negatif ttg sebuah kegagalan, itu dinilai sbg sebuah bukti kelemahan, gagalnya pelatihan, bahkan dianggap bukti kebodohan yg dimiliki, tp sesungguhnya pengalaman yg ‘negatif’ td justru adalah sesuatu yg berharga, org bijak akan menilai pengalaman yg buruk sekalipun ada hal berharga di dalamnya. Bisa menerima kegagalan dan kekalahan adalah bukti seseorg itu bijaksana, punya kebesaran hati dan tdk patah semangat. Kali ini kalah & gagal, tp ke depannya hrs lebih kuat dan jgn mengulangi kebodohan yg sama, kelemahan yg ada hrs diperbaiki, semua ini belum ‘final’, masih ada hari esok yg penuh harapan krna ada penyertaan Tuhan dlm hidup kita. Ingat bhw kita ini manusia, bukan Tuhan yang tidak pernah gagal.

Yg sudah terjd itu menjd sejarah, tdk lagi bisa diubah, tp masa depan masih bisa diciptakan, tergantung bgmna respon kita hr ini terhadap pengalaman buruk yg pernah kita alami. Jika kita hanya meratapinya, kita hanya akan terus tinggal dlm kepedihan sbg pecundang, tp kita hrs gunakan pengalaman buruk itu sbg satu anak tangga yg membuat kita bs naik ke level yg lebih tinggi. Org mgkin mencibir krna kita gagal, lemah, tp kita hrs hidup di atas dasar apa yg Tuhan katakan ttg kita, krna Dialah yg menciptakan kita, apa kata org hanyalah hal yg semu, kalau sukses kita dipuja, jika gagal maka kita dihujat. Sukses atau gagal, semua itu bergantung bgmba kita melihat ke depan, bukan trs menoleh ke belakang. Setiap hari adalah waktu yg baru, sebuah kesempatan yg baru Tuhan berikan, yg lalu biarlah berlalu, yg ada di depan kita itulah yg hrs menjd fokus kita, kemarin gagal dan kalah, tp hari ini dan esok hrs menang dan sukses. Tuhan senang dg org yg bersemangat, krna itulah salah satu bukti seseorang masih punya iman di dalam dirinya, masih berharap pd Tuhan & percaya pd janji-janji-Nya.

Punya pengalaman pahit, gunakan itu untuk membuat diri kita menjd berpengetahuan dan bijak, lebih kuat dr sblumnya, tetap semangat krna harapan di dlm Tuhan tdk mengecewakan.

Posted in Renungan | Comments Off on Pengalaman itu Berharga

Permintaan Yang Menyenangkan Hati

DI 24012022

1 Raja-Raja 3:10 KJV
And the speech pleased the Lord, that Solomon had asked this thing.

Dan perkataan itu menyenangkan Tuhan, bahwa Salo telah meminta hal ini.

Semua org tentu boleh mengajukan apa saja dlm doa pd Tuhan, termasuk permintaan yg kita harapkan Tuhan akan mau mengabulkan dan memberikannya pd kita, tp permintaan yg spt apa?

Kita hrs sadar bhw tdk semua permintaan yg kita ajukan pd Tuhan itu pasti dikabulkan, jadi kita perlu tahu permintaan yg spt apa yg akan dikabulkan Tuhan. Dlm ayat ini kita bs belajar bhw permintaan Salomo dikabulkan karena perkataannya menyenangkan Tuhan. Jd bkn cuma apa permintaannya, tp alasan knpa hal itu kita pintakan pd Tuhan. Kalau hal yg kita minta itu bkn hanya utk kepentingan pribadi kita saja, tp jg berguna bagi bnyk org dan juga memberi keuntungan utk Tuhan, maka Tuhan akan kemungkinan besar untuk mengabulkan permintaan kita. Jd koreksi diri, kalau ada hal yg kita minta pd Tuhan tp Dia tolak, mungkin itu hanya utk kepentingan pribadi kita saja, yg didasari krna rasa takut, kuatir atau kita cuma ingin ‘mengetes’ Tuhan saja. Selain apa yang kita minta, Tuhan jg menilai komunikasi cara kita memintanya pd Tuhan, tidak boleh untuk memaksa apalagi ‘mengancam’ Tuhan, ingat siapa kita ini di hadapan Tuhan, kita ini hanya ciptaan dan Dialah yg menciptakan kita, hrs penuh hormat dan merendahkan diri.

Berpikir sblum meminta sesuatu, ini hal yang perlu utk kita lakukan, krna itu penting untuk membangun komunikasi yang baik dg Tuhan setiap harinya. Kalau hubungan kita dengan Tuhan itu baik, maka ini menjadi jembatan yg membuat permintaan kita akan diperhatikan Tuhan, dipertimbangkan utk dikabulkan atau tdk, jd bukan tdk didengarkan atau langsung ditolak oleh Tuhan. Perhatikan jg apakah hal yang kita minta ini tepat menurut waktu-Nya Tuhan atau tdk, sampaikanlah dg perkataan yg baik dan penuh kerendahan hati. Tunduk pd kedaulatan Tuhan, berbesar hatilah kalau ternyata permintaan kita tdk dikabulkan, pasti ada alasan utk itu, dan pastinya Tuhan sudah mempertimbangkan ttg masa depan kita, jika yg kita minta itu nantinya bs membahayakan kita di waktu ke depan, maka Dia akan tidak memberikannya pd kita. Dia tahu persis brpa kapasitas yg kita miliki, apakah nantinya kita sanggup mengelolanya utk jangka panjang atau tdk, yg pastinya Dia tdk akan berikan jika itu hanya utk memuaskan hati kita saja.

Mintalah maka kamu akan diberi, tp ingat jg bhw ada syarat yg hrs kita penuhi, miliki satu komunikasi yg baik dg Tuhan, tahu apa saja yg bs menyenangkan hati-Nya.

Posted in Renungan | Comments Off on Permintaan Yang Menyenangkan Hati

Yang Penting Siap Dulu

DI 22012021

1 Raja-Raja 3:28 KJV
And all Israel heard of the judgment which the king had judged; and they feared the king: for they saw that the wisdom of God was in him, to do judgment.

Dan seluruh Israel mendengar penghakiman yang raja telah jalankan, dan mereka takut pada raja, karena mereka melihat hikmat Tuhan ada di dalam dia, untuk melakukan keadilan

Tugas seorg raja memang tdk mudah, selain memerintah tp jg dlm bbrpa kasus, raja harus memberikan keadilan, dan utk bs mengadili dg adil, raja memerlukan pertimbangan dan juga hikmat.

Kasus yg dihadapkan pd raja tentu bkn kasus biasa, krna butuh keputusan final yg tdk bisa diganggu gugat, titah raja tdk bs dibatalkan oleh siapapun. Hanya hikmat yg dr Tuhanlah yg bs memecahkan misteri kasus-kasus yang tdk biasa, salah mengadili maka keadilan yg diinginkan tentunya tdk akan terwujud, di sisi lain pihak yg merasa dirugikan bs berpikir utk melakukan pemberontakan yg akibatnya bisa menggoyahkan tahta raja. Rakyat melihat ada hikmat Tuhan dlm diri raja Salomo, bgmna bs tahu itu hikmat Tuhan dan bukan hikmat atau kecerdasan intelektual manusia? Pastinya ini disebabkan karena kasus ini telah melewati bbrpa kali pengadilan sblum dihadapkan pd raja, namun sblumnya kasus ini tdk bs diadili dg benar. Para ‘hakim’ atau mgkin tua-tua di bangsa itu gagal mengadili kasus ini, itulah sebabnya kasus ini terpecahkan bkn karena hikmat manusia, tp hikmat dr Tuhan krna Dia yg Mahatahu, tdk ada yg tersembunyi dr mata Tuhan tentunya.

Hikmat Tuhan yg ada pd diri Salomo ini ialah pemberian dr Tuhan (1 Raja-Raja 3:11-12), ini krna Salomo berketetapan utk mengerti cara mengadili sesuai dg hukum Tuhan, maka Dia memberikan hikmat-Nya pd Salomo. Di sini kita belajar bhw mudah bagi Tuhan memberi kita hal-hal yg mulia: kemuliaan, harta, hikmat dan yg lainnya, tp bgmna dg hati kita? Apakah kita jg siap utk ‘menampung’ apa yg nantinya akan Tuhan berikan pd kita? Dia tdk ingin kita nantinya menjd ‘rusak’ krna belum siap untuk menerima yg dari Tuhan, krna ada ‘bobot’ yg hrs bs kita terima dan itu butuh hati yg tulus dan jg keahlian yg khusus. Tuhan hanya akan memberi hal yg mulia pd mrka yg dinilai siap utk menerima dan menjalankannya. Seperti timbangan yg hendak dijual, hrs sudah lulus uji sblum mulai dipasarkan. Kalau daya tahan timbangnya 20 kg, maka hrs diuji dg beban yg 20 kg jg maksimalnya. Kalau diuji dgn beban 30 kg, tentu timbangannya bs rusak. Jd kita jg hrs tahu diri, sanggup atau tdk utk terima yg dari Tuhan, kalau blm siap, jgn paksakan diri utk memperolehnya.

Tuhan pasti sudah sediakan bnyk hal mulia utk kita, tp kita hrs menyiapkan diri utk bisa menerimanya, sesuaikan diri dg standart yg Tuhan tetapkan utk itu.

Posted in Renungan | Comments Off on Yang Penting Siap Dulu