Jadilah Leluhur Yang Baik

DI 14112025

2 Raja-raja 8:18-19
Ia hidup menurut kelakuan raja-raja Israel seperti yang dilakukan keluarga Ahab, sebab yang menjadi isterinya adalah anak Ahab. Ia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN.
Namun demikian, TUHAN tidak mau memusnahkan Yehuda oleh karena Daud, hamba-Nya, sesuai dengan yang dijanjikan-Nya kepada Daud, bahwa Ia hendak memberikan keturunan kepadanya dan kepada anak-anaknya untuk selama-lamanya.

Pada zaman Daud dan Salomo, kerajaan Israel mengalami masa kejayaan, nyaris tdk ada kerajaan lain yg berani melawan kekuasaan bangsa Israel.

Namun yg terjd kemudian, setelah Salomo mati dan keturunannya menjd raja, Israel terpecah menjd 2, keturunannya hidup dlm aneka kesalehan, ada yg hidup benar, tapi ada jg yg melakukan hal yang jahat di mata Tuhan, hingga akhirnya dikalahkan Babel & menjd tawanan. Sedikit banyak, ada suatu peranan penting dr para leluhur raja Israel
dan Yehuda, yaitu Daud dan Salomo. Daud melakukan dosa besar berkaitan dgn istri Uria dan Tuhan berkata: “Oleh sebab itu, pedang tidak akan menyingkir dari keturunanmu sampai selamanya, karena engkau telah menghina Aku dan mengambil isteri Uria, orang Het itu, untuk menjadi isterimu” (2 Samuel 12:10). Lalu jg dosa Salomo yg menyembah berhala krna pengaruh para istrinya, Tuhan berkata ini: “Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Salomo: “Oleh karena begitu kelakuanmu, yakni engkau tidak berpegang pada perjanjian dan segala ketetapan-Ku yang telah Kuperintahkan kepadamu, maka sesungguhnya Aku akan mengoyakkan kerajaan itu dari padamu dan akan memberikannya kepada hambamu” (1 Raja-Raja 11:11).

Kita belajar dr hal ini, bhw apa yg nanti bisa dialami oleh keturunan kita, bs karna dosa yg kita perbuat, mgkin itu tdk terjd di saat zaman kita masih hidup, tp anak cucu yang akan menanggungnya. Sebaliknya, apa yg baik telah kita lakukan, dampaknya jg bisa dialami oleh keturunan kita selanjutnya. Jd pertimbangkanlah dgn matang segala hal yg akan kita lakukan, apakah dampaknya itu positif? Bermanfaatkah utk kita dan jg keturunan kita selanjutnya? Jgn Jd leluhur atau nenek moyang yg menyebar kutukan pd keturunannya, hiduplah benar dan suci di hadapan Tuhan, yg kita sediakan untuk keturunan kita haruslah berkat, bkn kutuk, teladan yg baik, bukan contoh buruk, dan masih banyak lagi. Wariskan nama baik, sejarah hidup yang baik utk keturunan kita.

Jgn ceroboh dan bertindak tanpa pikir dulu tetapi bijaklah menjalani hidup ini, ada Dia yabg menilai hidup kita dan memberi upah sesuai dgn perbuatan kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Jadilah Leluhur Yang Baik

Berbohong Demi Harta

DI 13112025

2 Raja-raja 5:20, 27
berpikirlah Gehazi, bujang Elisa, abdi Allah: “Sesungguhnya tuanku terlalu menyegani Naaman, orang Aram ini, dengan tidak menerima persembahan yang dibawanya. Demi TUHAN yang hidup, sesungguhnya aku akan berlari mengejar dia dan akan menerima sesuatu dari padanya.”
tetapi penyakit kusta Naaman akan melekat kepadamu dan kepada anak cucumu untuk selama-lamanya.” Maka keluarlah Gehazi dari depannya dengan kena kusta, putih seperti salju.

Gehazi cukup lama menjd pelayan Elisa, tp dia tetap belum memahami karakter Elisa dgn baik, sebab itu terjadilah kisah dalam ayat yg kita renungkan ini.

Kadang sopan santun mengarah untuk kita berbohong, misalnya ketika kita datang ke rumah seseorg, ditanya sdh makan belum? Rata-rata org akan menjawab: terimakasih, saya sudah makan. Tp realitanya perutnya lapar dan berharap tuan rumah mendesak dia utk makan, biar kelihatan makan karna ‘dipaksa’ oleh tuan rumah. Kenyataannya tuan rumah percaya pd jawaban kita, tidak mendesak kita utk makan, akhirnya perut kita tetap lapar, karena kita berbohong dlm bersopan santun. Atau ketika org lain dgn tdk sengaja melakukan sesuatu, kita pasti bilang: oh, tidak apa-apa, padahal di dalam hati ada sedikit kejengkelan, bilang begitu biar terlihat baik di depan org banyak. Jadi berbohong demi kelihatan ramah dan baik, bukankah itu kemunafikan? Sopan santun hrs ditunjukkan, tp bukan dgn kebohongan.

Gehazi berpikir tuannya segan menerima pemberian Naaman secara langsung, jadi dia berpikir utk mengejar Naaman supaya bs menerima pemberiannya. Akibat yang hrs Gehazi tanggung sangatlah fatal, dia dan keturunannya akan menderita kusta, kariernya berhenti sejak itu. Karna pikiran yg bodoh, merusak seluruh hidupnya, hal ini jgn sampai terjd pd diri kita. Sadarlah bhw apa yg kita anggap benar, itu belum tentu pasti benar, mengatas namakan org lain demi mendapat keuntungan pribadi, itu suatu penipuan, merusak nama baik orang lain. Gehazi lupa bgmna ‘saktinya’ tuannya itu, seorg nabi yg dipakai Tuhan luar biasa, ternyata tuannya tahu perbuatannya, dan ini membawa kutuk dlm hidup Gehazi utk seterusnya. Jgn berpikir setelah lama ikut dengan seseorg, pikirannya bs sama dgn pikiran kita.

Keserakahan akan harta bs menimbulkan bnyk kutuk bagi org yg gila harta, uang tdk lagi menjd hamba yg baik, tetapi menjadi tuan yg kejam dan membinasakan.

Posted in Renungan | Comments Off on Berbohong Demi Harta

Jadilah Bawahan Yang Baik

DI 12112025

2 Raja-raja 5:13
Tetapi pegawai-pegawainya datang mendekat serta berkata kepadanya: “Bapak, seandainya nabi itu menyuruh perkara yang sukar kepadamu, bukankah bapak akan melakukannya? Apalagi sekarang, ia hanya berkata kepadamu: Mandilah dan engkau akan menjadi tahir.”

Untung saja para bawahan Naaman mau menasehati dia supaya lakukan saja apa yg diminta nabi Elisa utk kesembuhannya, dan kemudian sembuhlah Naaman.

Apa sikap kita kalau sbg karyawan melihat keadaan tempat kita bekerja mengalami yg tidak baik? Atasan kita bingung, khawatir & kehilangan semangat? Rata-rata org akan bersikap siap-siap hal terburuk akan terjadi dan hrs segera cari tempat kerja baru. Jadi fokusnya itu kepentingan diri kita sndri, yg akan terjd nanti pd bos, pd perusahaan, pd toko tempat kita bekerja, dsbnya, itu biar ditanggung mereka saja. Sikap pegawai dr Naaman dlm kisah ini sangat menegur dan mengingatkan kita, kalau pemimpin kita di dalam keadaan kurang baik, berikan suatu masukan yg baik, bangkitkan semangat & jgn ikut terbawa emosi. Ingatkan mereka utk tetap percaya pd kuasa Tuhan, yg sdg dialami pasti ada solusinya, lakukan walau tidak masuk logika dan kelihatannya aneh sekalipun.

Di sisi lain, belajar dr Naaman, dia terbuka utk nasehat dr para pegawainya, biasanya org meremehkan bawahan atau pegawai, karena tingkat pendidikan yg lebih rendah, usia jauh lebih muda, pengalaman terbatas dan banyak alasan lainnya. Org cenderung lebih percaya pd org yg ‘di atas’, biasanya itu perkataan org kaya lebih dipercaya drpd perkataan org miskin, karena pintar bodoh seseorg dinikahi dr bgmna mengumpulkan hartanya, yg kaya pasti pandai. Pikiran ini ada di sebagian dr org, sehingga terkadang perkataan Tuhan luput karena Tuhan pakai org-org ‘rendah’ di sekitar kita, Dia bebas di dlm memilih siapa org yg jadi penyampai pesan-Nya. Tuhan sdh bicara tetapi malah diabaikan, hanya karena org yg bicara itu lebih ‘rendah’ drpd kita. Jgn memandang rendah org lain, mereka jg bs dipakai oleh Tuhan utk bicara pd kita.

Berikan semangat pd mereka yg putus asa, ingatkan utk tetap pegang pengharapan di dlm Tuhan, pasti Dia bertindak dan kuasa Tuhan akan dinyatakan.

Posted in Renungan | Comments Off on Jadilah Bawahan Yang Baik

Salah Merangkai Kata

DI 11112025

2 Raja-raja 5:5-6
Maka jawab raja Aram: “Baik, pergilah dan aku akan mengirim surat kepada raja Israel.” Lalu pergilah Naaman dan membawa sebagai persembahan sepuluh talenta perak dan enam ribu syikal emas dan sepuluh potong pakaian.
Ia menyampaikan surat itu kepada raja Israel, yang berbunyi: “Sesampainya surat ini kepadamu, maklumlah kiranya, bahwa aku menyuruh kepadamu Naaman, pegawaiku, supaya engkau menyembuhkan dia dari penyakit kustanya.”

Surat raja Aram telah membuat raja Israel terkejut, karena isi suratnya meminta raja Israel utk menyembuhkan Naaman dr sakit kustanya.

Padahal Naaman sdh bercerita pd raja ttg ada nabi di Samaria yg bs menyembuhkan sakit kustanya, tapi raja Aram malah tidak paham dan malah dlm suratnya itu minta pd raja Israel yg menyembuhkan. Salah di dlm merangkai kata bs berakibat fatal, jg kadang fakta diputar balikkan demi tujuan tertentu, ini bisa menimbulkan kerusuhan bahkan perang antar negara. Orang sering bilang hal ini sbg suatu kesalah pahaman, maksudnya A tp yg dipakai kata-kata yang maksudnya B. Perlunya kita memiliki bnyk kosa kata yg benar supaya saat kita ingin menyampaikan sesuatu, tdk ada salah dlm pemahaman org yg mendengar atau yang membacanya. Belajar ttg bahasa itu amat penting, meskipun kelihatannya kita sudah fasih dlm berbicara bahasa itu, jgn sampai terjd banyak salah mengerti.

Banyak perbendaharaan kata baru yg baru dimasukkan dlm kosa kata bahasa, hal ini tentu kita jg perlu tahu ttg itu, belum lagi di setiap generasi ada bahasanya sendiri yg tidak baku, tp digunakan sehari-hari dalam kegiatan yg ada. Tentu tdk nyaman ketika membaca suatu berita, ada kata yang tidak kita pahami artinya. Ada jg 1 kata yg punya arti ganda, arti yg mana yg dimaksud dlm kalimatnya, ini jg kita perlu tahu. Misalnya kata ‘tahu’, punya arti ganda yaitu makanan bernama tahu dan arti lainnya mengetahui. Kata coklat bs berarti warna coklat dan jg makanan coklat. Kata pergi dan berangkat punya arti yg sama, namun kata berangkat biasanya digunakan utk satu perjalanan, tp kata pergi kadang bermakna sempit, pergi bs berarti sdg tdk di tempat, meninggalkan lokasi, dsbnya.

Belajar bahasa itu akan memperlancar kita dlm berkomunikasi, supaya apa yg ada di pikiran kita bs tersampaikan dgn tepat bagi org yg mendengarnya, tanpa salah paham.

Posted in Renungan | Comments Off on Salah Merangkai Kata

Anak-Anak Perlu Didoakan

DI 10112025

Matius 19:13, 15 (TB)
Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan mendoakan mereka; akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu.
Lalu Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan kemudian Ia berangkat dari situ.

Entah alasan apa yabg ada di pikiran para murid Yesus, mereka menganggap semua orgtua yg membawa anak-anak pd Yesus ini bs menjd gangguan terhadap Yesus.

Apa karena alasan kecapean karna sudah sekian waktu mendampingi Yesus hari itu? Kalau ditambah sesi mendoakan banyak anak, durasi pelayanan menjd bertambah & mgkin semakin melelahkan. Atau krna TDK tertib para orgtua itu dlm membawa para anaknya pd Yesus? Ini hanya dugaan, tapi yg kita baca adalah para murid Yesus dgn marahnya terlihat tdk senang dgn hal itu. Kadang kita tanpa sadar bertindak sangat arogan seolah-olah tindakan kita itu telah mewakili Tuhan, kita yakin Tuhan juga akan bertindak sama spt kita, pd kenyataannya justru sikap Tuhan berbeda dr yg ada dlm pemikiran kita. Para murid merasa punya hak khusus karena mereka itu murid dari org yg sedang jadi sorotan di hari-hari itu, sehingga merasa memiliki Yesus, org lain tdk boleh melakukan sesuatu pd Yesus.

Merasa dekat dgn Tuhan, intim dgn Tuhan, hal ini biasanya terjd pd mereka yg punya pikiran bhw Tuhan sering ‘bicara’ melalui mereka. Senang dipuja puji sbg orang yang intim dgn Tuhan, Tuhan pakai karunia yang dimiliki, dsbnya. Kalau org lain bicara satu pesan Tuhan, tdk mau percaya, pokoknya kalau Tuhan tdk bicara hal yg sama pada dirinya, itu dianggap pesan Tuhan palsu. Mgkin mereka perlu baca Alkitab dengan lebih berhikmat, nabi Elisa saja tdk marah kalau Tuhan tdk bicara sesuatu pd dia. Ini bs kita lihat dlm: Dan sesudah ia sampai ke gunung itu, dipegangnyalah kaki abdi Allah itu, tetapi Gehazi mendekat hendak mengusir dia. Lalu berkatalah abdi Allah: “Biarkanlah dia, hatinya pedih! TUHAN menyembunyikan hal ini dari padaku, tidak memberitahukannya kpd aku (2 Raja-Raja 4:27).

Bawalah anak-anak pd Tuhan, mereka juga perlu dibangun rohaninya, jgn tunggu telah dewasa baru membangun kerohaniannya, bs jd itu sudah terlambat.

Posted in Renungan | Comments Off on Anak-Anak Perlu Didoakan

Menganggap Diri Suci

DI 08112025

Amsal 30:12 ILT3
ada generasi yang bersih menurut pandangannya sendiri, namun belum dibasuh dari kotorannya;

Penulis amsal memperhatikan sesuatu yg terjd di sekitarnya, di zamannya, ini dapat terlihat dr yg dia tuliskan bhw generasi dia pd zaman itu ternyata menipu diri sndri.

Menghakimi org lain, biasanya didasari dr pikiran bhw dirinya jauh lebih baik daripada orang lain sehingga berani utk menghakimi org lain dgn membandingkannya dg dirinya sendiri. Contoh di dlm PB kita lihat ayat ini: “Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini; aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku” (Lukas 18:11-12). Melihat diri sndri tp membandingkannya dg orang lain dan merasa serta berpikir dirinya lebih baik, ini yg perlu kita waspadai supaya jgn terjd pd diri kita. Semua manusia berdosa, kadang hanya jenis perbuatan dosanya yg berbeda.

Taat dan melakukan firman Tuhan itu satu kewajiban, bukan prestasi yg dibanggakan. Inilah cara berpikir yg benar, bukan seperti org Farisi tadi yang berdoa, berpikir dirinya sdh baik, tdk spt pemungut cukai, tp justru org berdosa yg mengakui dosanya dan yg merendahkan dirinya di hadapan Tuhan, ia akan dibenarkan oleh Tuhan karena semua dosanya diampuni Tuhan. Kekudusan BKN sesuatu utk dipamerkan, dibanggakan, itu sebuah wujud kesombongan, kemunafikan, serta penipuan terhadap diri sendiri. Hidup org lain itu urusan dia dgn Tuhan, tak bisa kita menilai org hanya dr perbuatannya, tp hanya Tuhan yg tahu sekudus apa seseorg itu hidup, karena Tuhan melihat hati, tidak ada yg dpt disembunyikan dr Tuhan. Yang hrs kita perhatikan adalah bgmna urusan dosa kita dgn Tuhan?

Semua manusia berdosa, kesalehan hidup tdk bs dinilai hanya dr perbuatan, tp Tuhan yg melihat hati, hanya Dia yg layak menjadi Hakim yg menghakimi.

Posted in Renungan | Comments Off on Menganggap Diri Suci

Nikmati Hanya Bagian Kita

DI 07112025

Amsal 30:8-9
Jauhkanlah dari padaku kecurangan dan kebohongan. Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku.
Supaya, kalau aku kenyang, aku tidak menyangkal-Mu dan berkata: Siapa TUHAN itu? Atau, kalau aku miskin, aku mencuri, dan mencemarkan nama Allahku.

Amsal ini ditulis oleh Agur bin Yake, siapa dia memang tdk banyak informasi yg bisa didapatkan, namun pesan kehidupan dlm ayat ini sangatlah bijaksana.

Pertama, doa minta dijauhkan dari dirinya kecurangan dan kebohongan. Banyak cara utk mendapatkan sesuatu utk memenuhi kebutuhan hidup, ada yg dgn cara curang dan berbohong, ini tentu sesuatu yg sangat bertentangan dgn moral umat Tuhan. Tdk ada manusia yg selalu kebal godaan, dapat jatuh suatu saat bila terus digoda, jadi kita jgn bangga bisa menang dr godaan hari ini karena mgkin ke depannya justru kita jatuh dan mempermalukan diri. Doa ini pertanda bhw tak bs dgn sempurna siapapun orgnya utk menjaga hati dan pikirannya dr curang dan berbohong, sewaspada apapun orang itu menjaganya. Kita butuh Tuhan turut dlm menjaganya, inilah wujud merendahkan diri di hadapan Tuhan. Kedua, cukupkan diri dg yg memang adalah porsi yg Tuhan berikan utk kita, jgn ingin lebih, karena bs menarik kita masuk dlm keserakahan.

Ketiga, sadari bahaya kemiskinan dan kaya dgn mendalam. Ketika miskin seseorg bisa goyah imannya sehingga bs melakukan yg dilarang Tuhan, misalnya mencuri, menipu, dsbnya. Tindakan ini tentu mencemarkan nama Tuhan di mata org banyak. Keadaan kadang memaksa seseorg bertindak tidak berpikir matang dan panjang, yang penting bs bebas dr keadaan yg menghimpit. Juga hrs sadar bahaya ketika kita menjadi kaya, ini bs membuat kita bergantung pada harta duniawi, tdk perlu Tuhan lagi dlm hidup ini, hingga bs berujung menyangkal Tuhan, tdk mengakui campur tangan Tuhan dlm hidup sukses kita, semua kita anggap sbg suatu kehebatan manusiawi kita. 2 pesan utama dr ayat ini adalah: pertama, belajar utk bisa bersyukur dgn porsi yg Tuhan tentukan utk kita, jgn inginkan lebih, tp juga jgn kurang, kedua, kemiskinan dan kaya bs membawa hidup kita menjauh dr Tuhan.

Tuhan pelihara kita dgn sesuai porsi tetap yg Dia pertimbangkan bagi kita, membawa hidup kita masuk dlm kebahagiaan serta bebas dr godaan yg besar.

Posted in Renungan | Comments Off on Nikmati Hanya Bagian Kita

Jangan Iri Pada Orang Jahat

DI 06112025

Amsal 24:1
Jangan iri kepada orang jahat, jangan ingin bergaul dengan mereka.

Di dunia ini pastilah ada org yg ‘lebih’ drpd kita: lebih kaya, lebih bahagia, lebih cantik/ganteng, dsbnya, masalahnya adalah kita iri atau tdk pd mereka?

Iri hati muncul karena merasa org lain lebih drpd kita, tp masalahnya apakah kelebihan itu diperoleh dg cara yg legal dan benar? Di sinilah yg hrs kita ingat, dlm ayat ini sangat ditegaskan utk jgn iri pd org jahat, artinya hidup org jahat bs terlihat lebih kaya drpd org benar, lebih ‘bahagia’, lebih bebas utk melakukan apapun, dsbnya. Iri yang positif akan mengarahkan kita menjd terinspirasi dan ingin menjd spt keadaan org lain, tapi tetap mencapainya dg cara yang legal dan benar. Sangat dilarang bagi kita utk ingin meniru kelakuan org jahat, apalagi menjadi bagian dari kelompok mereka, diingatkan dlm ayat ini utk tdk bergaul dg mereka. Di dlm kehidupan ini memang perlu bagi kita utk membangun jaringan pertemanan, tapi kita jg hrs selektif dlm menentukan arah dr pergaulan kita.

Dlm Mazmur 1:1 kita melihat satu nasihat: “Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh”. Ada kebahagiaan dan berkat Tuhan ketika kita menjaga kekudusan dalam pergaulan, ini berbeda dgn apa yg dapat harta duniawi dan kekuasaan dunia yg dpt diberikan pd org yg mengejarnya. Kepuasan menjd hal yg menentukan kita utk menjalani hidup dg bersyukur dan tanpa beban: Jauhkanlah dari padaku kecurangan dan kebohongan. Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku. Supaya, kalau aku kenyang, aku tidak menyangkal-Mu dan berkata: Siapa TUHAN itu? Atau, kalau aku miskin, aku mencuri, dan mencemarkan nama Allahku (Amsal 30:8-9). Merasa cukup diberkati, ini kunci kepuasan hidup kita.

Jgn iri pd org jahat yg kelihatannya bebas melakukan apa saja karena pny kekuasaan dan harta berlimpah, semuanya itu fana & akan hilang lenyap.

Posted in Renungan | Comments Off on Jangan Iri Pada Orang Jahat

Menghormati Orangtua

DI 05112025

Amsal 23:22
Dengarkanlah ayahmu yang memperanakkan engkau, dan janganlah menghina ibumu kalau ia sudah tua.

Realita dlm kehidupan ini tentunya sangat beragam, tak jarang kita dengar berita ttg orgtua yg ditelantarkan anak-anaknya wkt mereka sdh masuk usia lansia.

Misalnya orgtua memiliki 3 anak, dibuatlah aturan utk ‘merawat’ orgtua secara bergilir, seminggu di rumah anak pertama, lalu ke anak kedua, lanjut anak ketiga, datanya. Di dlm ‘perawatan’ ini tak jarang para anak yg ‘ditumpangi’ mengeluh karena hrs merawat orgtuanya yg mulai sakit-sakitan, tubuhnya lemah sehingga tdk bisa banyak bergerak, tdk bs ikut menjaga cucu, timbullah pikiran untuk ‘membuang’ mereka ke panti jompo, tak masalah keluar sejumlah besar uang, yg penting mereka bebas dr kewajiban utk merawat orgtuanya. Tentu ini hanya suatu contoh saja, ada jg para anak yg dgn reia dan senang hati merawat orgtua sebagai bakti dan balas budi karena mereka sadar bhw hari ini mereka ada karena orangtua yg merawat dan membesarkan dg penuh kasih.

Faktor penyebab mengapa anak berani utk menelantarkan orgtua mereka ada bbrpa hal: latar belakang pendidikan orgtua yang rendah, miskin, gaptek, dsbnya, dinilai bisa membuat malu anaknya di mata orang lain sehingga tak jarang ada anak yg malu utk mengakui bhw mereka adalah orgtuanya. Ada jg karena orgtua di masa tuanya akan kembali spt ‘anak-anak’ dan rentan sakit, jd dianggap beban kalau merawatnya. Ada jg karena tdk cocok antara mertua dg mantu atau menantu, kalau satu rumah bs terjadi ‘perang nuklir’ yg kadang berujung tindakan kriminal atau pelecehan secara verbal. Apa yg Alkitab ajarkan adalah kasihi & hormati orgtua di masa tua mereka, apapun kondisi yg ada, berat atau tdk utk merawat mereka, tetaplah seorg anak hrs berbakti, merawat orgtuanya dgn telaten dan penuh kasih.

Bagi yg masih memiliki orgtua, rawat dgn baik hingga mereka menutup usia, berkat Tuhan dan panjang umur akan menjd milik kita, dan ini menjd kesaksian hidup yg bisa dibanggakan pd semua org.

Posted in Renungan | Comments Off on Menghormati Orangtua

Karena Diam Saja

DI 04112025

Kejadian 3:6
Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminya pun memakannya.

Fakta menarik yg mgkin luput ditemukan oleh para pembahas kisah manusia jatuh dlm dosa adalah selama perbincangan yg ular dan Hawa lakukan, Adam hanya diam saja.

Adam ada bersama Hawa saat ular waktu itu mengajak Hawa berbincang-bincang ttg larangan Tuhan makan buah pengetahuan baik dan jahat, ini terlihat dlm ayat ini, ada keterangan bhw Adam ada bersama Hawa. Seandainya Adam fokus dgn isi obrolan yg terjd antara Hawa dgn ular, lalu dgn berani mengoreksinya, mgkin saja kisah Kejadian 3 ini tak pernah ada. Istrinya diberitahu yg salah, Adam diam saja, istrinya mengambil dan makan buah yg dilarang itu, Adam juga diam saja, malah saat Hawa memberi dia buah itu, Adam ikut memakannya. Akibat yg hrs ditanggung adalah kehilangan yang Tuhan berikan pd manusia yaitu kemuliaan dan otoritas. Tdk selalu ‘diam itu emas’, tp terkadang diam itu awal petaka, awal dari kejatuhan bahkan kebinasaan, awal maut berkuasa atas manusia.

Diam bs berarti jg membiarkan, tidak ada pemantauan, melepas bebas lakukan apa saja. Memanjakan anak bs membuahkan si anak merasa boleh melakukan apa saja, termasuk melanggar aturan yg ada, bebas menista dan menganiaya orang lain. Kalau kita tahu sesuatu itu salah, jangan berdiam diri, minimal beritahukan apa yg salah dan apa yg benar. Diam bs diartikan setuju dgn, artinya sepakat dgn org yg berbuat salah, ini bs dilihat dr sisi hukum, bs dituduh telah terlibat dlm tindakan melawan hukum. Jika anak sdh terbukti bersalah, tegur dan beri disiplin tegas, bila perlu dimaklumi dengan memberikan hukuman pada fisik: “Engkau memukulnya dengan rotan, tetapi engkau menyelamatkan nyawanya dari dunia org mati (Amsal 23:14). Jgn diam saja, bicara ttg kebenaran supaya org lain tdk tersesat dlm jalan hidupnya.

Ada saatnya diam, ada saatnya bicara, kita hrs tahu dg tepat kapan hrs melakukannya, jgn sampai org berdosa karena kita diam & tdk peduli dgn keadaan sekitar kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Karena Diam Saja