Keluar Dari Kesukaran

DI 05052021

Amsal 12:13 KJV 
The wicked is snared by the transgression of his lips: but the just shall come out of trouble.

Orang fasik terperangkap oleh pelanggaran bibirnya, tapi orang benar akan keluar dari kesukaran

Penulis amsal seringkali membandingkan antara org benar dg org fasik, dlm ayat ini mrka diperbandingkan dlm hal perkataan yg mrka ucapkan.

Salah satu hal yg berkaitan dg perkataan adalah hal kejujuran. Seringkali org mulai berpikir bhw dg berkata tdk jujur maka mrka akan ‘selamat’ dr situasi yg tdk mrka inginkan terjd apabila mrka memilih utk berkata jujur. Tdk mengakui dirinya sbg ‘pelaku’ dan malah menunjuk org lain sbg pelakunya, akibatnya org lain yg kena hukuman atau sanksi, sementara dirinya ‘bebas’ dr hukuman itu. Tp ternyata satu kebohongan yg dia ucapkan itu justru akan menjd sebuah ‘perangkap’ baginya di masa depan. Hal yg pernah mgkin kita lakukan adalah ketika ditanya: sdh makan belum? Krna sungkan kita menjwb sudah makan, dan akhirnya kita tetap lapar krna jwban td dianggap adalah jwban yg jujur oleh org yg justru ingin memberi kita makanan. Meskipun sptnya ‘selamat’ dr hukuman, tp itu akan membuat kita bisa masuk dlm masalah yg lebih besar.

Sementara itu org benar yg berkata jujur, berani mengakui kesalahan, memang akan menerima hukuman atau sanksi, tp itu justru membuat dirinya bs keluar dr kesukaran di masa depan. Sdh menerima hukuman ya selesai masalahnya, ibarat sdh dipenjara sekian lama dan masa tahanannya sdh selesai, keluar sbg org yg ‘merdeka’. Berbohong atau jujur, tetap akan menerima akibatnya, tp org akan lebih menghormati org jujur drpd org yg sering berbohong. Org yg tdk menepati perkataan dan janjinya, tdk akan ada org yg mau memberikan kepercayaan utk mengerjakan atau mengelola sesuatu yg besar dan berharga. Org yg menepati janji dan perkataannya justru akan ditawarkan bnyk kepercayaan dr org lain utk posisi atau jabatan yg lebih tinggi.

Perkataan yg kita ucapkan akan kembali kepada kita dg membawa dampaknya, apakah justru membawa kita masuk dlm masalah dan kesukaran besar atau justru membuat kita bisa keluar dari kesukaran itu.

Posted in Renungan | Comments Off on Keluar Dari Kesukaran

Hikmat Mengubah Raut Wajah

DI 04052021

Pengkhotbah 8:1 KJV
Who is as the wise man? and who knoweth the interpretation of a thing? a man’s wisdom maketh his face to shine, and the boldness of his face shall be changed.

Siapa yang sebagaimana orang bijaksana? Dan siapa yang tahu penafsiran dari sebuah hal? Hikmat seseorang membuat wajahnya bersinar dan kekerasan wajahnya akan diubah.

Seseorg menjd bijaksana krna dia telah memiliki hikmat dlm hidupnya, sehingga perbuatan, perkataan, pikiran dan sikap jg terpengaruh oleh hikmat itu dan hikmat jg mempengaruhi raut wajah seseorg.

Kita mengenal istilah ‘muka sangar’ yg seringkali dikaitkan dg para penjahat yg bengis dan kejam. Tentu ini bkn bcra ttg bentuk wajah yg terbentuk sesuai dg tulang wajahnya, namun lebih kepada kesan yg ditangkap seseorg ketika melihat raut wajah kita. Sedih, gembira, bs terlihat melalui raut wajah, jd kalau raut wajah seseorg itu ‘keras’ maka tentu telah terjd sesuatu atas org itu dan hatinya sdg dlm keadaan terpengaruh oleh emosinya. Beda kesan kalau kita sdg melihat raut wajah yg lembut, suasana hati kita bs terhibur, penuh damai dan tdk merasa takut berdekatan dg dia. Org bijak bs mengendalikan diri dan menjaga hati dan pikirannya sehingga bs tetap ramah dan rendah hati di hadapan bnyk org.

Wajah yg bersinar bkn bcra ttg kulit wajah yg ‘kinclong’ shga terlihat segar, tp wajah yg bersinar itu spt matahari yg bersinar, dari dlm dirinya memang ada sumber sinarnya, memancar keluar shga terlihat bersinar. Ada ‘terang’ dlm diri org yg bijak, terang yg berasal dr Tuhan yg memang adalah sumber terang itu sendiri. Org bijak akan menarik perhatian dr org-org di sekitarnya, terang yg mengusir kegelapan shga yg timbul bkn rasa takut tetapi rasa damai dan kehangatan kasih, org bs ‘melihat’ Tuhan itu ada dlm hidup kita dan mrka akan memuliakan Tuhan. Biarlah kita menjd org-org yg membawa damai, menjd berkat dan ‘menerangi’ hidup bnyk org, walaupun wajah kita tdk terlalu cantik atau tampan, namun enak utk dilihat dan memancarkan rasa damai.

Milikilah hikmat dlm hidup kita, dimulai dg hidup takut akan Tuhan, terus belajar utk mengendalikan diri dlm setiap situasi dan memiliki hubungan yg intim dg Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Hikmat Mengubah Raut Wajah

Melakukan Untuk Tuhan

DI 03052021

Matius 25:40 KJV
And the King shall answer and say unto them, Verily I say unto you, Inasmuch as ye have done it unto one of the least of these my brethren, ye have done it unto me.

Dan Raja itu akan menjawab dan berkata pada mereka: “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, seberapa yang telah kamu melakukannya kepada satu dari yang terkecil dari saudara-saudara-Ku ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.”

Pada saatnya nanti semua org akan dipisah menjd 2 golongan yaitu golongan kambing dan domba, dan tentunya kita hrsnya masuk dlm golongan ‘domba’ sesuai dg pasal yg ada dr ayat ini.

Yesus bcra ttg diri-Nya yg pd waktu-Nya akan datang kembali bersama semua malaikat-Nya sbg Anak Manusia (Matius 25:31), dan jg bertindak sbg Raja dlm ayat yg kita baca. Hal menariknya adalah ada perkataan ‘satu dari yg terkecil’ atau ‘yg sedikit’ dari saudara-saudara-Ku, nah siapa yg dimaksudkan Yesus dlm ayat ini, dlm bagian Alkitab lain kita temukan apa yg Yesus katakan sbg ‘saudara-saudara’ Yesus, ternyata bkn adik-adik-Nya scra jasmani, yaitu mrka yg lahir dari Maria dan Yusuf, tp inilah yg Yesus maksudkan: org yg mendengar dan menjd pelaku firman Tuhan (Lukas 8:21), melakukan kehendak Bapa (Matius 12:50). Ternyata org-org yg disebut sbg ‘saudara-Ku’ ini tergolong org yg ‘kecil’ dan jg hina, mrka kelaparan, kehausan, sakit, telanjang, di penjara, sbg org asing, dsbnya.

Koq bs pelaku firman malah menderita spt keadaan itu? Bknnya pelaku firman seharusnya diberkati Tuhan? Memahami hal ini tdk boleh hanya memakai logika saja, kita ingat bhw Yesus berkata bhw org miskin akan selalu ada (Markus 14:7) dan kita bs berbuat baik pd mereka. Ini sejalan dg ayat yg kita baca bhw ketika kita menolong para pelaku firman Tuhan yg hidupnya berkekurangan, kita sdg melakukannya jg utk Tuhan, dan Tuhan akan membalasnya pd saat Dia datang kembali dan mengadakan pemisahan. Jd ini kriteria khusus, selain pastinya kita jg berbuat kebaikan terhadap org miskin pd umumnya, apakah dia pelaku firman atau tidak. Jd kita hrs bijak dlm hal ini, krna yg Tuhan perhitungkan bkn yg kriteria umum, tp yg kriteria khusus: para pelaku firman yg hidupnya berkekurangan.

Sering mengadakan baksos utk umum itu baik, tp jgn sampai kita mengabaikan para pelaku firman yg jg perlu kita tolong dan berkati, ketika kita melakukannya, kita sdh lakukan itu utk Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Melakukan Untuk Tuhan

Bahaya Tidak Memahami Alkitab

DI 30042021

Matius 22:29 KJV
Jesus answered and said unto them, Ye do err, not knowing the scriptures, nor the power of God.

Yesus menjawab dan berkata pada mereka: “Kamu melakukan kekeliruan, tidak mengetahui kitab suci, maupun kuasa Tuhan.”

Kata kekeliruan dlm bhsa aslinya adalah planaō yg berarti menyebabkan tersesat, menyimpang dari jalan yg benar, menuju pada kesalahan dan dosa, memungkiri kebenaran.

Pola pikir yg sesat adalah menganggap bisa memahami firman Tuhan itu sbg sebuah kemampuan yg tdk semua org bs memilikinya. Hanya para teolog, hamba Tuhan, org yg terbiasa berkhotbah atau sharing firman, mrkalah yg dianggap bs memahami firman Tuhan dan Alkitab. Jemaat umum dianggap tdk perlu utk bs memahami firman Tuhan scra mendalam, akibatnya jemaat bs saja salah dlm hal mempraktekkan firman Tuhan krna dasar pemahamannya sdh salah. Pola pikir ini hrs kita singkirkan dr otak kita, pikiran kita jgn sampai ‘teracuni’ oleh pikiran yg spt itu, bukankah nanti setiap kita akan berhadapan dg pengadilan Kristus? Kitab hidup kita akan dibuka dan kita dihakimi menurut apa yg kita buat selama hidup di dunia, termasuk dlm hal mempraktekkan firman Tuhan.

Salah memahami akibatnya bs tersesat dan langkah kita mengarah pd dosa. Jadi sebagian dosa yg kita perbuat itu terjd krna kita tdk mampu memahami firman Tuhan scra benar, salah menafsirkannya shga dlm prakteknya justru kita malah melakukan hal yg salah bahkan dosa. Lho mempraktekkan firman Tuhan justru yg dibuat adalah dosa? Ya, itulah bahayanya jika kita tdk memahami firman Tuhan dg benar. Selain itu kita jg hrs memahami kuasa Tuhan dg benar, bhw kita sbg org percaya dan anak-anak Tuhan menerima kuasa dr Tuhan ketika Roh Kudus turun ke atas kita (Kisah Para Rasul 1:8), hrs bisa paham apa kuasa itu, penggunaannya hrs bgmna, batasan yg tdk boleh dilanggar, dsbnya. Bila tdk memahami justru bisa terjd perbuatan dosa (Matius 7:21-23).

Semua org wajib memahami firman Tuhan scra benar, krna setiap kita akan mempertanggung jwbkannya di hadapan Tuhan, bkn rombongan, tapi masing-masing diri kita sndri.

Posted in Renungan | Comments Off on Bahaya Tidak Memahami Alkitab

Makin Berhikmat Makin Buruk?

DI 29042021

Pengkhotbah 1:18 KJV
For in much wisdom is much grief: and he that increaseth knowledge increaseth sorrow.

Karena di dalam banyak hikmat itu banyak kekesalan, dan orang yang memperbanyak pengetahuan memperbanyak kepedihan

Apa yg ditulis oleh pengkhotbah dlm ayat ini sptnya berlawanan dg logika, makin berhikmat justru bnyk mengalami hal yg membuat kesal, makin pandai justru makin menemui bnyk kepedihan hati.

Apakah begitu menakutkannya menjd org yg berhikmat (bijak), punya pengetahuan yg banyak (pandai), bknkah seharusnya keduanya membuat hidup jd lebih baik lg kualitasnya? Utk mengetahui alasan knpa kesimpulan ini ditulis maka kita hrs teliti melihatnya scra konteks, artinya lihat ayat sblum atau sesudahnya di mana ayat ini ada, kita temui ada 2 ayat di atas yaitu Pengkhotbah 1 ayat 16-17, awalnya pengkhotbah sukses memperoleh dan menambah hikmat serta pengetahuan, lalu dlm ayat 17, dia melanjutkan utk mencoba memahami hal gangguan jiwa dan kebodohan, di sinilah pd akhirnya si pengkhotbah ini merasakan ‘kekesalan dlm roh’nya (vexation of spirit).

Knpa ingin jg memahami ttg gangguan jiwa dan kebodohan? Si pengkhotbah ini ternyata memiliki keinginan yg tulus utk menolong org yg jiwanya terganggu dan jg org yg bodoh. Dg hikmatnya dia ingin menolong org yg jiwanya terganggu dan dg pengetahuannya dia ingin menolong org bodoh utk menjd pandai, tetapi pd akhirnya justru dia mengalami kekesalan. Kita hrs sadar bhw ketika kita dg tulus ingin menolong org lain, ada saja kita temukan org-org yg tdk bs kita tolong, mgkin krna bebal, bodoh, tdk mau diberi nasehat, dsbnya. Ketika kita menolong org yg ‘salah’ maka itu bs justru membuat kita jengkel, frustasi bahkan kecewa dan ini bs membuat kita spt ‘menjaring angin’, melakukan sesuatu tp hasilnya sia-sia.

Jgn salah memahami ttg memiliki hikmat dan pengetahuan, keduanya sangat baik dampaknya bagi hidup kita, namun dlm hal menggunakannya utk menolong org lain, kita jg hrs menghindari utk menolong org yg ‘salah’, spya kita tdk kesal tp malah bersukacita.

Posted in Renungan | Comments Off on Makin Berhikmat Makin Buruk?

Kasih itu Aktif Bukan Reaksi

DI 28042021

Lukas 6:31
Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka.

Kasih dlm Kristen itu bukanlah suatu yg sifatnya ‘reaksi’ artinya hrs ada sesuatu terjd dulu baru kita melakukan sesuatu sbg balasannya atau respon kita.

Kasih dlm Kristen tdk bersifat ‘menunggu’ org lain berbuat baik terlebih dahulu, baru kita membalasnya dg kebaikan juga. Di sinilah kita belajar bhw kasih itu sifatnya ‘aktif’, tdk perlu menunggu org berbuat apa yg baik dulu kepada kita, kasih kita praktekkan sbg wujud ketaatan kita pd Tuhan, baik terhadap org yg sdh kita kenal maupun blm kenal, bahkan kita jg diajar utk mengasihi org yg membenci kita, pastinya yg benci kita tdk akan lagi berbuat baik terhadap kita, tp perintah Tuhan menyuruh kita justru ‘memberkati’ mrka dg membalas kejahatan mrka dg kebaikan kita, inilah knpa kasih dlm Kristen itu bersifat aktif, bkn pasif, bkn sebuah reaksi tp justru memberi contoh yg baik dan patut diteladani.

Jika ingin org bersikap memperlakukan kita dg baik maka kita hrs terlebih dulu melakukannya pd org lain. Realita yg kita temukan adalah ada saja org yg sengaja memanfaatkan kebaikan kita demi tujuan yg tdk benar. Di sini agaknya kita sedikit hrs mengabaikan hukum ‘tabur tuai’, tp bkn berarti ‘tabur tuai’ ini tdk benar. Yg bs kita pahami adalah masalah waktu saja, kita bersikap dan berbuat baik pd org lain belum tentu dlm wkt yg relatif cepat kita menerima perlakuan yg sama. Bahkan ada org yg baru tersadar sdh bersikap tdk baik pd kita di saat mendekati ajalnya. Jd sbnarnya memang masalah wkt saja, dan ‘tabur tuai’ itu tetap relevan dan berlaku, hanya saja waktu kpn kita menuainya bs saja cepat, tp bs saja jg lambat, di sinilah kesabaran diperlukan ketika kita sedang mempraktekkan kasih sbg seorg Kristen.

Aktiflah dlm mempraktekkan kasih, respon org lain bknlah sebuah hal yang jadi tolak ukurnya, taburlah apa yg baik dan suatu saat kita akan menuai jg yg baik dan menerima upah dr Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Kasih itu Aktif Bukan Reaksi

Belajar Berbuat Yang Baik

DI 27042021

Yesaya 1:17
belajarlah berbuat baik; usahakanlah keadilan, kendalikanlah orang kejam; belalah hak anak-anak yatim, perjuangkanlah perkara janda-janda!

Ayat ini merupakan firman Tuhan sendiri yg disampaikan pd Yesaya utk nantinya diteruskan pd bangsa Israel yg di zaman itu mengalami kebobrokan rohani dan jg moral.

Belajar berbuat baik, kalau kita renungkan maka sebenarnya berbuat baik itu spt ada ‘ilmunya’ shga itu hrs dipelajari. Org pd umumnya pny pandangan bhw berbuat baik itu sesuatu yg ‘alamiah’ atau spontan bs dilakukan siapa saja. Mgkin awalnya dg melihat contoh dr org lain, kemudian kita tiru dan kita beranggapan bhw itu sdh berbuat yg baik. Namun benarkah hanya cukup meniru dan mempraktekkanya? Apa makna dr ‘belajar berbuat yg baik’? Sederhana saja: kita pny keahlian dlm bidang sesuatu krna sblumnya kita sudah mempelajarinya, awalnya belajar teori lalu dilatih trs menerus hingga akhirnya kita menjd ahli dan terampil melakukan yg kita sdh pelajari. Belajar supaya bisa, ini kata kuncinya, tdk belajar ya tdk bisa apa-apa nantinya, tdk pny keahlian.

Hal yg baik menurut kita belum tentu dlm pandangan Tuhan itu jg hal yg baik, krna bukan dinilai dr wujud perbuatan baiknya saja, tp Tuhan jg menilai motif di balik perbuatan yg baik itu, tujuannya bahkan jg cara melakukannya. Berbuat apa yg baik tp merugikan org lain misalnya, tentu ini patut dipertanyakan apakah bs disebut hal yg baik. Jd kita perlu belajar dlm hal berbuat apa yg baik, terutama belajar dr Tuhan sndri. Melalui firman-Nya yg bs kita baca dlm Alkitab, bnyk ayat dan contoh yg berkaitan dg bgmna berbuat apa yg baik terhadap Tuhan dan sesama kita. Misalnya kita menolong seseorg itu hal yg baik, tp kalau hal itu membuat org yg ditolong justru menjd ‘manja’ dan malas, tentu pertolongan kita bs menjd hal yg sia-sia pd akhirnya. Jd kita hrs belajar mempertimbangkan bnyk sisi ketika ingin berbuat apa yg baik.

Walaupun kita sdh sering berbuat apa yg baik, tetaplah mempelajarinya spya apa yg kita lakukan itu bkn hanya menjd satu berkat bagi yg menerimanya, tetapi jg mendpt perkenanan dr Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Belajar Berbuat Yang Baik

Mengampuni itu Urusan Hati

DI 26042021

Matius 18:35 KJV
So likewise shall my heavenly Father do also unto you, if ye from your hearts forgive not every one his brother their trespasses.

Jadi demikian juga akan Bapa-Ku di surga lakukan pula kepadamu, jika kamu dari hatimu tidak mengampuni setiap orang saudaranya pelanggaran-pelanggaran mereka.

Mengampuni itu ternyata urusan hati kita, dan kita tahu persis tdk ada seorgpun di dunia ini yg bs mengetahui isi hati org lain sehingga apakah kita mengampuni atau tidak, hanya kita dan Tuhan yang tahu.

Dlm perumpamaan pasal ini, sbnarnya yg dipermasalahkan adalah urusan hutang piutang antara si hamba raja ini dg kawan sesama hamba raja, urusan hutang dg raja sdh dianggap selesai sblumnya. Ini menggambarkan ttg kesalahan atau dosa yg dilakukan antar sesama manusia, bkn dosa terhadap Tuhan. Si kawan sesama hamba ini dipaksa utk tetap membayar hutangnya hingga akhirnya dimasukkan dlm penjara sampai hutangnya dibayar. Ini gambaran ttg ‘memaksa’ org lain utk meminta maaf atau minta pengampunan dr kita, baru dimaafkan kalau ‘uang hrs jg dibayar dg uang’ artinya balas dendam dulu baru diampuni. Tentu ini bkn prinsip kasih dlm hal mengampuni kesalahan org lain terhadap kita. Balas dendam itu bkn sebuah syarat pengampunan.

Berita itu sampai ke telinga raja shga spt kisah yg kita baca maka si hamba raja ini akhirnya diserahkan ke algojo, hutangnya yg dulu dianggap lunas krna tdk sanggup bayar, dimunculkan lg dan tetap dituntut utk dibayar. Tdk berbelas kasihan pd sesama dan mengampuni sesama, maka dosa kita terhadap Tuhan akan Tuhan ‘munculkan’ kembali, bisakah menebus dosa kita terhadap Tuhan? Tdk mungkin! Jd bgmna dg dosa kita yg dulu sempat diampuni? Hanya satu cara dlm kasus ini: mengampuni dr hati kesalahan dan dosa org lain, barulah dosa kita terhadap Tuhan jg akan ‘diselesaikan ulang’ oleh Tuhan. Apakah hati kita bs mengampuni? Tdk bs tanpa adanya belas kasihan, akan mustahil jika yg ada dlm hati itu ternyata adalah dendam.

Kasih tdk mendendam, berilah maaf atau pengampunan dg tanpa syarat spt kita telah menerima pengampunan dr Tuhan dg tanpa syarat, kita hanya perlu akui dosa dan minta pengampunan. Cukuplah org lain mengakui dosa dan kesalahan yg dia perbuat pd kita, lalu kita ampuni mrka dg pengampunan yg keluar dari hati kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Mengampuni itu Urusan Hati

Cara Iblis Mengalahkan Manusia

DI 24042021

Matius 4:8-9
Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya,
dan berkata kepada-Nya: “Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku.”

Iblis itu mantan malaikat Tuhan di surga, krna ingin menyamai dirinya dg Tuhan maka dia beserta para malaikatnya diusir dr surga, di bumi iblis trs berusaha utk membuat manusia mengikutinya ke neraka nantinya.

Kita hrs memahami cara iblis utk menang dr manusia, spt yg kita bc dlm ayat ini, dia menawarkan seluruh kemuliaan dunia pd Yesus jika Dia mau menyembah iblis. Apa sulitnya menyembah? Cuma berlutut sekali lalu mendapat semua yg ada dlm dunia, mudah bukan? Tp Yesus paham bhw ini bkn ttg brpa kali menyembah iblisnya, tp sekali saja itu dilakukan, justru iblislah yg nantinya akan merampas semua yg ada dlm diri Yesus saat itu yg ada dlm rupa manusia. Kelihatannya iblis memberi, tp sbnarnya dia mengambil, mencuri bahkan merampas, dan ini yg hrs kita pahami. Tdk pernah ada ketulusan dlm diri iblis, dia menawarkan 100 tp dia akan mengambil 10.000 dari kita, dan ini tentu saja cara yg sangat licik.

Cuma sekali menyembah, apa salahnya? Kita tentu ingat kisah Sadrakh, Mesakh dan Abednego, ketika ada perintah utk menyembah patung emas yg dibuat oleh raja Nebukadnezar, mrka tetap tdk mau menyembah hingga akhirnya mrka dihukum dg dimasukkan dlm dapur api yg dipanaskan hingga 7x dr biasanya. Mrka paham bhw dg menyembah patung maka sdh melanggar hukum Taurat dan justru berdosa di hadapan Tuhan. Inilah yg hrs kita pahami: iblis cuma minta sekali saja kita menuruti kemauannya, ketika kita mengikutinya maka kita kehilangan semuanya, spt saat manusia jatuh dlm dosa, hanya makan buah pengetahuan baik dan jahat sekali saja, tp dampaknya seumur hidup manusia bahkan hingga ke semua keturunannya.

Sekali saja korupsi, sekali saja berbohong, sekali saja menipu, dll, sekali kita melakukannya maka semua milik kita yg adalah pemberian dr Tuhan akan dicuri dan dirampas iblis. Mau?

Posted in Renungan | Comments Off on Cara Iblis Mengalahkan Manusia

Saling Memperhatikan

DI 23042021

1 Korintus 12:25
supaya jangan terjadi perpecahan dalam tubuh, tetapi supaya anggota-anggota yang berbeda itu saling memperhatikan.

Rasul Paulus menggambarkan jemaat Tuhan sbg sebuah tubuh yg terdiri dr bnyk anggota bagiannya. Tentunya org waras tdk akan melukai tubuhnya sndri tp pasti akan merawatnya dg baik.

Nasehat rasul Paulus agar jgn sampai  terjd perpecahan dlm jemaat adalah dg saling memperhatikan atau saling peduli satu sama lain. Spt mata yg kita miliki disebut mata saya, tangan saya, kaki saya, jari saya, dsbnya, semuanya itu milik ‘saya’, demikian jg kita hrs ingat bhw setiap jemaat Tuhan adalah milik Tuhan sndri, hrs diperlakukan dg hormat dan penuh kasih, spt kita menjaga benda milik org lain yg dititipkan pd kita, sampai pd saatnya benda itu diambil maka kita hrs menjaganya utuh spt kondisi awal kita menerimanya. Dlm hal menjaga agar kita tetap sehat, maka hrs peduli dg semua anggota tubuh kita, bkn hanya kaki dan tangan, tp jg ginjal, paru-paru, dsbnya, yg tdk terlihat mata namun merupakan organ tubuh yg vital bagi kehidupan kita.

Dlm hal memperhatikan, butuh wkt yg cukup utk itu, jd memang komunikasi kita dg sdr seiman yg lainnya hrs disediakan wkt yg khusus dan cukup. Peduli berarti ingin tahu kondisinya dan memberi apa yg terbaik utk tetap menjaga kondisinya tetap baik. Biasakan setiap hari bertanya ttg kabar mrka spya bila terjd sesuatu yg kurang baik, kita bs antisipasi lebih awal. Org yg rutin ‘check up’ kesehatan bs lebih dini utk mengetahui munculnya gangguan kesehatan, tdk sampai menimbulkan gejala yg sdh akut baru diobati. Dlm hal saling mendoakan jg itu penting spya apa yg Tuhan ingin sampaikan utk org itu bs diterima lewat kita krna kita dipakai Tuhan utk menyampaikan pesan-Nya. Jd hrs saling memperhatikan dan saling peduli dg sesama sdr seiman.

Taburlah perhatian dan kepedulian maka yg kita akan tuai jg adalah org lain peduli dan memperhatikan kita, itulah yg diinginkan Tuhan dlm hal kasih persaudaraan.

Posted in Renungan | Comments Off on Saling Memperhatikan