Hal Yang Memalukan

DI 19052021

Kejadian 11:30
Sarai itu mandul, tidak mempunyai anak.

Sarai sblum nantinya namanya menjd Sara, disebutkan dlm silsilah keluarga Abram (Abraham) dg sebuah keterangan yg tidak membanggakan tentunya: dia disebutkan dg keterangan bhw dia itu tdk punya anak krna mandul.

Jd ketika org mendengar nama Sarai, yg teringat di ingatan bnyk org bkn hanya dia itu sangat cantik, namun jg mrka ingat bhw Sarai itu mandul, pd zaman itu hal kemandulan dipandang sbg sesuatu yg negatif, tanda bhw kandungannya itu tdk diberkati oleh Tuhan bahkan bs dianggap sbg sebuah kutuk. Kalau org ingat akan kita dg hal-hal yg positif, tentu kita sangat merasa bangga, tp kalau yg melekat pd diri kita itu sesuatu yg negatif, tentunya kita akan merasa malu. Saat kita berjalan maka org akan membicarakan hal negatif itu dan tentu saja ini sangat menyakitkan. Kita ingat ketika Hana, ibu dr Samuel, saat dia blm memiliki anak, istri lain dr suaminya atau madunya, merendahkan dia trs menerus dan itu sangat menyiksa batinnya.

Mengapa keterangan bhw Sarai mandul itu dicatat? Kalau sesuatu dicatat dlm Alkitab, berarti sesuatu itu penting utk diketahui. Setelah dia pergi bersama dg Abraham, suaminya, diapun masih hrs menanggung malu selama 24-25 tahun, barulah pd akhirnya Tuhan menepati janji utk memberi mrka keturunan. Selama puluhan tahun menanggung malu, apakah kita sanggup? Namun dlm perencanaan Tuhan yg sempurna, hal yg memalukan itu merupakan ‘bahan dasar’ utk Tuhan menyatakan kuasa dan mujizat-Nya. Utk kuasa kesembuhan dinyatakan, perlu ada org yg sakit, utk mujizat kebangkitan hrs ada yg mati dahulu. Jd hiduplah dg tetap bersyukur krna kalau memang itu bagian dr rencana Tuhan, maka hal memalukan yg kita alami bs Tuhan pakai sbg ‘bahan dasar’ utk Dia menyatakan kuasa-Nya.

Rencana Tuhan tdk selalu bs kita pahami, namun tetaplah percaya akan kuasa Tuhan, Dia itu adil, mujizat dan pemulihan jg adalah hak kita sbg anak-anak Tuhan utk mengalaminya.

Posted in Renungan | Comments Off on Hal Yang Memalukan

Tuhan Merusak Pekerjaan Kita

DI 18052021

Pengkhotbah 5:6 KJV
Suffer not thy mouth to cause thy flesh to sin; neither say thou before the angel, that it was an error: wherefore should God be angry at thy voice, and destroy the work of thine hands?

Jangan biarkan mulutmu menyebabkan tubuhmu (daging) berdosa, juga kamu berkata di hadapan malaikat, bahwa itu sebuah kesalahan, oleh karena itu haruskah Tuhan menjadi marah akan suaramu, dan menghancurkan apa yang dikerjakan tanganmu?

Banyak anggota tubuh kita yg bs memicu kita utk berbuat dosa, salah satunya ialah mulut kita, dlm hal ini berkaitan dg apa yg kita ucapkan, baik terhadap sesama maupun pd Tuhan.

Dosa yg berkaitan dg perkataan misalnya berbohong, menghujat Tuhan, menipu, bersaksi dusta, bahkan dlm hal memberi nasehat, ternyata nasehat yg kita berikan justru menyesatkan dan tdk berdampak baik, perkataan kita bs merusak apa yg kudus dlm hidup kita. Menjaga perkataan memang sangat penting krna apa yg kita katakan mgkin tdk melukai tubuh, tp bisa melukai hati org yg mendengarnya. Kita diingatkan agar jgn berdalih bhw yg kita ucapkan itu suatu kekhilafan atau ketidak sengajaan, krna seharusnya kita berpikir dahulu sblum mengeluarkan perkataan, belajar utk mempertanggung jwbkan apa yg sdh kita ucapkan, bijak dlm hal memilih perkataan yg baik, membangun, menghibur dan menguatkan.

Ada 2 akibat dr dosa yg disebabkan oleh perkataan, pertama, ini bs membuat Tuhan marah lalu murka, pasti hukuman Tuhan siap utk dijatuhkan atas kita jika kita tdk bertobat. Kedua, Tuhan akan menghancurkan apa yg kita kerjakan, bs merusak sumber penghasilan, pekerjaan, rencana bahkan impian kita. Koreksi diri apabila yg sedang kita kerjakan itu trs menerus mengalami bnyk hambatan jg semakin ‘turun’ mgkin disebabkan oleh perkataan yg memicu diri kita berbuat dosa. Apalg bila itu berupa jani atau nazar di hadapan Tuhan, kalau tdk ditepati tentunya Tuhan tdk berkenan, biasakan utk bertanggung jwb atas apa yg sdh kita ucapkan, sehingga kita bebas dr murka Tuhan.

Jgn ‘bercabang lidah’, jgn ‘bocor mulut’, jgn jg disebut sbg penyebar berita bohong, jgn sampai kita kehilangan rasa hormat dr org lain krna perkataan yg kita ucapkan.

Posted in Renungan | Comments Off on Tuhan Merusak Pekerjaan Kita

Tuhan Atur Kedudukan Kita

DI 17052021

Lukas 1:52 
Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah;

Posisi, kedudukan, jabatan, semuanya ini adalah pemberian Tuhan pd org-org yg Dia nilai pantas utk mendudukinya, selain memang ada unsur penilaian kelayakan dr sesama manusianya.

Diturunkan dr jabatan atau tahta, tentu sesuatu yg memalukan, krna perlakuan ini sangat tdk terhormat dan bs mencoreng nama baik seseorg. Biasanya krna terjd pelanggaran hukum dan norma berkaitan dg aturan yg mengikat sebuah jabatan, sebagian dipecat scra tdk terhormat, ada yg dimutasi pindah ke jabatan yg lebih rendah, sebagian lg dikenakan sanksi dan dicabut fasilitasnya. Ini dr sisi pandang manusia, bgmna dg dr sisi pandang Tuhan? Pastinya Tuhan pny kriteria atau standart yg sangat tinggi sblum Dia akan menentukan seseorg turun dr jabatannya atau justru Dia promosikan utk menjabat posisi yg lebih tinggi dr sblumnya. Ini tentu jg berkaitan dg kaya atau miskinnya seseorg. Intinya Tuhan pny otoritas penuh mengenai hal ini.

Apa respon kita? Jgn kita berpikir bhw kita bs menjabat sesuatu dlm jangka wkt yg cukup lama krna kita kenal dg cukup bnyk org-org penting yg pny kekuasaan. Kawan bs berubah menjd lawan, sekejap saja seseorg bs dikhianati org yg justru dekat dan dipercaya. Apalg kalau Tuhan menilai kita sdh tdk pantas ada di jabatan itu, maka kita tdk bs menahan Tuhan utk menggantikan posisi kita utk org lain yg menurut Dia lebih pantas utk menduduki posisi itu. Bersikaplah bijaksana, bangun hubungan baik dg lingkungan di jabatan kita dan jg pastinya mengerjakan tugas dan kewajiban dg penuh tanggung jwb, jgn sampai ada ‘celah’ bagi org lain untuk menjatuhkan kita. Hidup benar dan kudus di hadapan Tuhan, ini jg penting.

Jabatan atau profesi adalah tanggung jwb besar, inipun tdk bersifat abadi, suatu saat Tuhan bs membuat kita ‘naik’ atau ‘turun’ dr jabatan kita yg sekarang ini. Jgn sombong dan arogan.

Posted in Renungan | Comments Off on Tuhan Atur Kedudukan Kita

Berkebutuhan dan Miskin

DI 15052021

Mazmur 9:18 KJV
For the needy shall not alway be forgotten: the expectation of the poor shall not perish for ever.

Karena yang berkebutuhan akan tidak selalu dilupakan, harapan orang miskin tidak akan binasa selama-lamanya.

Kata ‘needy’ sedikit berbeda dg ‘poor’, org yg tergolong ‘needy’ (ebyôn = lebih dari sekedar miskin, perlu pertolongan dr Tuhan, tertindas, melarat) lebih parah keadaannya drpd org yg sekedar miskin (harta).

Mengapa penulis mazmur ini berkata bhw org yg tergolong berkebutuhan atau ‘needy’ justru sering dilupakan krna ditulis bhw mrka tdk akan selalu dilupakan? Kalau sesuatu atau seseorang dilupakan berarti ada org yg melupakannya. Kita tahu bhw dlm bermasyarakat ada saja hubungan antar masyarakat dikaitkan berdasar pd status ekonominya, ada org kaya yg tdk mau pny hubungan dg org yg miskin dlm bermasyarakat. Tentu ada alasan mengapa mrka melakukan itu. Krna berteman hanya dg yg ‘selevel’ maka timbullah ‘tembok’ pemisah yg tentu saja membuat mrka tdk bs melihat keadaan satu sama lain. Nasib para ‘needy’ ini biasanya terungkap setelah terjd sesuatu yg mengenaskan, diviralkan lewat media sosial, televisi, dsbnya, barulah org sadar bhw ada org lain yg sangat buruk keadaannya.

Org miskin pasti pny harapan utk bebas dr kemiskinannya, namun mgkin banyak menghadapi kendala, ketdk mampuan, dsbnya, shga sebagian dr mrka berpikir bhw yg bs mrka lakukan hanya memiliki impian utk bebas dr kemiskinan, dan itu tdk akan pernah bs menjd sebuah realita. Tuhan melihat org kaya dan org miskin, apa yg diperbuat org kaya dg kekayaan yg dimilikinya, dan jg apa yg diperbuat org miskin dg kemiskinannya, keduanya akan dinilai oleh Tuhan shga bs saja terjd satu pertukaran tempat: yg miskin jd kaya dan org kaya jd miskin. Melalui ayat ini kita belajar dlm keadaan yg ‘tdk baik’ bs kita lewati dan lepas dr itu kalau kita tetap memiliki harapan dan aktif utk berusaha dg tekun, tdk malas dan putus asa. Ada Tuhan yg mendengar doa dan melihat apa yg manusia kerjakan, apakah msh punya iman atau menyerah pd keadaan.

Jgn lupakan mrka yg ‘needy’ dan miskin ketika mrka ada dlm kesukaran, krna mata Tuhan melihat apa yg kita perbuat dg kekayaan yg Tuhan percayakan pd kita utk dikelola dan jg dinikmati, ingat bhw dlm hal kekayaan atau kemiskinan, tiap org akan mempertanggung jwbkannya di hadapan Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Berkebutuhan dan Miskin

Tuhan Sebagai Raja

DI 12052021

Mazmur 5:2 KJV
Hearken unto the voice of my cry, my King, and my God: for unto thee will I pray.

Dengarkanlah suara seruanku, Rajaku, dan Tuhanku, karena kepada-Mu aku akan berdoa.

Hubungan Daud dg Tuhan memang unik, sejak Daud masih remaja, dia sdh dipilih Tuhan utk menjd raja atas bangsanya, dlm ayat ini kita temukan jg sesuatu yg menarik utk dipelajari.

Daud yg adalah seorg raja justru memiliki prinsip bhw Tuhan adalah Raja atas dirinya, jd ini agaknya memudahkan Daud utk memahami bgmna seorg rakyat dlm hal memperlakukan rajanya dg layak, dia mudah mempelajarinya krna dia sndri adalah raja, bgmna rakyat menghormati dirinya sbg seorg raja. Kemudian Daud praktekkan itu terhadap Tuhan, baginya Tuhan itu Raja, dan dirinya rakyat biasa, hormat pd raja bs dikatakan hampir sama spt menghormati orgtua sndri. Jd inilah yg bs membuat seseorg pny kerendahan hati, memposisikan Tuhan dan org lain di atas dirinya sndri, shga bs menghindar dr kesombongan ataupun sifat arogan. Daud tdk terikat pd semua yg dia miliki di dunia ini, tp dia sengaja mengikatkan diri dg Tuhan.

Dlm bbrpa hal, raja itu pny otoritas yg lebih tinggi dr manusia lainnya, bahkan kalau raja sdh bersabda, orgtua kitapun tdk bs melawannya. Tuhan adalah Raja bagi kita, Dialah pemegang otoritas tertinggi atas hidup kita, jd kita tdk boleh bersikap sembarangan terhadap Tuhan. Jgn kita membangkitkan murka Tuhan dg sengaja, tp rendahkan diri di hadapan-Nya dan taat pd hukum-hukum yg Dia berikan utk kita. Dekat dg Tuhan bkn berarti tdk lg menghormati Tuhan, tp justru kita hrsnya semakin takut dan gentar pd Tuhan. Ikuti apa yg Dia atur, maka hidup kita akan menjd lebih baik dan bahagia, walaupun jalan menuju ke sana tdklah mudah, namun kemuliaan yg Tuhan sediakan akan membuat kita bs melupakan air mata dan rasa lelah yg telah kita alami, spt kebahagiaan seorg ibu yg berhasil utk melahirkan anaknya, rasa sakitnya terganti oleh sukacita.

Apakah kita sdh memposisikan Tuhan sbg Raja atas hidup kita? Ingatlah bhw keintiman dg Tuhan bkn berarti kita mengurangi penghormatan kita pd Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Tuhan Sebagai Raja

Tuhan Membawa Kita ke Tempat-Nya

DI 11052021

Wahyu 3:20
Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.

Pesan Tuhan utk jemaat di Laodikia ini mengandung makna rohani yg dalam dan kalau kita bs memahaminya maka ada kesempatan bagi kita utk bersiap diri sblum Tuhan datang kembali.

Di ayat ini kita temukan bbrpa tahapan yg menggambarkan ttg kehidupan kita sbg org percaya. Pertama, Tuhan dtg ke ‘rumah’ kita dan mengetuk pintu, ini bcra ttg Dia dtg dlm hidup kita, ingin masuk ke dlm hidup kita, bs disebut sbg ‘panggilan pertobatan’. Kedua, krna blm ada yg dtg membuka pintu, maka Dia bersuara, ini  artinya Dia memberikan firman-Nya yg sanggup utk membuat kita memberikan perhatian, Dia ingin kita meresponi suara Tuhan, respon utk bertobat. Pertobatan bs digolongkan 2 macam, pertobatan awal yg menuntun kita pd baptisan air, dan pertobatan setiap hari atas dosa yg kita perbuat. Ketika ada org yg meresponi suara Tuhan utk bertobat, itu spt org yg membuka pintu spya Tuhan bs masuk ke dlm rumah.

Ketiga, Tuhan masuk ke dlm rumah, inilah yg dimaksud bhw kita hidup di dlm Tuhan dan firman-Nya hidup di dlm kita. Utk apa Tuhan masuk? Keempat, ternyata Tuhan masuk utk mkn bersama dg org yg tadi membukakan pintu, org yg dengar suara Tuhan dan meresponinya dg pertobatan. Mknan tentu saja disediakan oleh tuan rumah, berarti kitalah yg menyiapkan ‘makanan’ utk Tuhan, yaitu buah dr hasil pertobatan dan hidup di dlm Tuhan, apa keuntungan yg Tuhan dapat dr hidup kita yg telah ditebus dg darah-Nya yg mahal. Kemudian, kelima, kita akan ada bersama dg Tuhan, di mana? Di mana Dia berada, di situ jg kita akan berada, ternyata Tuhan dtg utk menjemput kita, namun Dia ingin ‘makan’ sesuatu yg kita telah siapkan utk Tuhan.

Apa yg dpt Tuhan ‘makan’ dr hidup kita? Sudahkah kita bersiap sblum tiba waktunya utk Dia dtg menjemput kita? Jgn sampai kita dengar suara Tuhan tp tdk meresponinya, akibatnya kita tdk akan ada bersama Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Tuhan Membawa Kita ke Tempat-Nya

Tidak Ada Manusia Yang Baik

DI 10052021

Markus 10:18 KJV
And Jesus said unto him, Why callest thou me good? there is none good but one, that is, God.

Dan Yesus berkata kepadanya: “Mengapa kamu menyebut Aku baik? Tidak ada satupun yang baik tapi satu, adalah, Tuhan.

Pandangan Tuhan terhadap sesuatu tdk selalu sama dg pandangan manusia, ini terbukti dari ayat yg kita baca, tdk ada yg baik, cuma satu pribadi saja yg baik, Dialah Tuhan.

Apa pandangan Tuhan ttg org yg baik bs saja berbeda dg pandangan manusia. Org dianggap baik krna terlihat sering berbuat apa yg baik, sedangkan org jahat itu krna selalu perbuatannya jahat. Benarkah org baik tdk mgkin berbuat jahat, sebaliknya benarkah org jahat tdk mgkin berbuat yg baik? Mari kita temukan fakta penting dlm Alkitab bhw manusia yaitu Adam dan Hawa telah makan buah dari pohon pengetahuan baik dan jahat, artinya sejak itu manusia bs pny kecenderungan utk berbuat baik dan jg berbuat apa yg jahat. Lihatlah diri kita sndri, sekalipun mgkin kita mungkin dikenal sbg org yg sering melakukan kebaikan, bukankah kita ini jg pernah berbuat apa yg jahat? Jd tdk salah apa yg diucapkan Yesus bhw hanya Tuhan saja yg baik.

Kalau demikian, knp Tuhan menghukum bumi dg air bah? Mengapa Tuhan juga membunuh? Mengapa ada penderitaan di dunia? Yg perlu kita pahami adalah bhw yg Tuhan lakukan tentu ada penyebab dan alasannya, hampir semua krna dosa yg manusia buat. Jd di dlm diri Tuhan tdk ada kejahatan atau sesuatu yg jahat, tapi dlm diri manusialah ada pengaruh dr mkn buah pengetahuan baik dan jahat, bs dia berbuat baik dan jg bs berbuat yg jahat. Pilihan utk berbuat apa yg baik atau jahat itu ditentukan oleh manusia itu sndri. Hari ini bs jahat, di lain wkt justru melakukan kebaikan, demikian jg sebaliknya. Inilah contoh sudut pandang Tuhan berbeda dg sudut pandang manusia. Tidak ada yg baik selain hanya Tuhan saja.

Orang yg melakukan apa yg baik krna dia mampu menahan dirinya utk berbuat jahat, orang yg melakukan apa yang jahat krna dia menahan dirinya utk berbuat apa yg baik.

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Ada Manusia Yang Baik

Pejabat dan Rohaniwan

DI 08052021

Filipi 4:22
Salam kepadamu dari segala orang kudus, khususnya dari mereka yang di istana Kaisar.

Zaman itu Injil makin tersebar luas bagi para org di luar Yahudi (Israel) atau kita kenal sbg ‘Gentile’, dan ternyata Injil jg diterima oleh bbrpa org pejabat yg ada di istana Kaisar.

Politik dan kerohanian, bgmna kita hrs memandang keduanya? Apakah sejalan atau justru bertolak belakang? Apakah yg satu disebut profesi yg kudus dan yg lain disebut profesi tdk kudus? Di sinilah kita hrs melihat adanya kehidupan yg ‘pararel’ bagi kita sbg org Kristen, di satu sisi kita hidup dlm tubuh jasmani, dunia nyata, secara umum kita sebut sbg ‘sekuler’, di sisi yg lain kita hidup sbg org ‘rohani’, roh yg menghidupi tubuh, roh yg bs terhubung dg Tuhan, biasa kita jg kenal sbg ‘dunia roh’, maka 2 jabatan dlm 2 kehidupan ini menjd sangat penting, terutama jabatan yg berkaitan dg kekuasaan, pejabat politik bs mengatur dan menggunakan kekuasaan sbg pemerintah maupun sbg wakil rakyat, sementara para rohaniwan berkaitan dg kepercayaan yg Tuhan beri utk mrka gunakan yaitu kekuasaan dan otoritas dr Tuhan.

Utk yg berkaitan dg pejabat pemerintah dan wakil rakyat, maka utk masuk ke sana hrs melalui jalur partai politik, krna itulah penting keberadaan umat Kristen di dlm perpolitikan negara kita, rohaniwan tentu tdk bs masuk partai politik sbg kader krna nanti fungsi penggembalaan bs terganggu, krna itulah jemaat yg bs masuk dlm area ini dan kitapun patut memberi mrka dukungan dan apresiasi utk itu. Namun realita yg sering kita lihat adalah ketika mrka sdh masuk ke dalam pemerintahan atau menjd wakil rakyat, justru mrka tertangkap krna melakukan hal-hal yg melanggar undang-undang dan hukum, kita hrs melihatnya sbg ‘oknum’, tdk bs kita menilai semua politikus itu spt yg melakukan tindakan pidana atau perdata.

Kalau memang ada panggilan Tuhan utk kita di 2 jabatan ini, apakah sbg pejabat penerintah ataupun rohaniwan, jalanilah dg penuh tanggung jwb dan tetap hidup takut akan Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Pejabat dan Rohaniwan

Permulaan Hikmat

DI 07052021

Amsal 9:10
Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian.

Permulaan atau sesuatu yg menjd awal tentunya sangat penting, tanpa adanya awal maka sesuatu tdk bs dijalankan atau diteruskan.

Permulaan hikmat justru adalah takut akan TUHAN, jd takut akan TUHAN itu adalah bagian dr hikmat. Awal itu sesuatu yg pertama kali terlihat, maka kalau ada org yg kelihatannya bijaksana tapi hidup rohaninya tdk baik, bs dipastikan yg dia miliki itu bukanlah hikmat dr Tuhan, krna kalau hikmat dr Tuhan maka pertama kali yg terlihat adalah org itu hidup dlm takut akan TUHAN. Kalau dr awal tdk ada takut akan TUHAN, bisa sangat dipastikan bhw org itu hanya memiliki hikmat manusia yg bersumber dr pengalaman, budaya dan ilmu pengetahuan, memang bs membuat seseorg terlihat spt org bijaksana, namun tidaklah menjd jaminan bhw hikmat itu bs menyelesaikan atau menemukan solusi dr situasi maupun masalah yg sdg dihadapi.

Kalau ingin memiliki hikmat dr Tuhan, maka hrs dimulai dg kita berkomitmen utk hidup takut akan TUHAN. Berarti hrs belajar ttg firman Tuhan, tdk membiarkan diri tergoda oleh dosa dan memiliki kasih Tuhan dlm hidupnya. Sebagian org yg terlihat spt memiliki hikmat dr Tuhan, tapi ternyata itu adalah hikmat ‘campuran’, campuran dr pemahaman Alkitab, filsafat, budaya, ilmu pengetahuan, pengalaman, dsbnya. Pemilik hikmat ‘campuran’ ini mudah dikenali krna tdk percaya hingga 100% apa yg firman Tuhan ajarkan pd kita. Yg masuk logika diterima, yg tdk cocok dg logika ditolak utk dipraktekkan. Bs diumpamakan spt sebuah model agama yg merupakan gabungan dr semua agama yg telah ada sblumnya. Mgkin kelihatannya menarik, tp justru bs sangat menyesatkan.

Kita hrs mampu membedakan antara hikmat dr Tuhan dg hikmat manusia, mudah utk dibedakan: lihatlah pemiliknya apakah hidup takut akan Tuhan atau tidak.

Posted in Renungan | Comments Off on Permulaan Hikmat

Yesus Punya Salah?

DI 06052021

Matius 27:3-4
Pada waktu Yudas, yang menyerahkan Dia, melihat, bahwa Yesus telah dijatuhi hukuman mati, menyesallah ia. Lalu ia mengembalikan uang yang tiga puluh perak itu kepada imam-imam kepala dan tua-tua,
dan berkata: “Aku telah berdosa karena menyerahkan darah orang yang tak bersalah.” Tetapi jawab mereka: “Apa urusan kami dengan itu? Itu urusanmu sendiri!”

Kalimat Yudas Iskariot ini menyiratkan bhw dia menganggap Yesus yg adalah Gurunya itu memiliki kesalahan shga saat Yesus disidang dan tdk didapati satupun kesalahan tp dijatuhkan dg hukuman mati maka dia menyesal telah melakukannya.

Apa ‘salah’ Yesus di mata Yudas Iskariot? Memang hrs ada yg menyerahkan Yesus, namun coba kita lihat dr sisi hidup Yudas Iskariot yg kurang lebih 3,5 tahun menjd murid Yesus, jd kita lihat hubungan mrka sbg guru dg murid-Nya. Sewajarnya para murid pernah buat kesalahan dan ditegur oleh Yesus sbg Guru mrka, perbedaan sudut pandang memungkinkan timbulnya perbedaan pendapat. Contohnya adalah ketika para murid ditegur saat berdebat ttg siapa yg terbesar di antara mereka (Markus 9:33-37). Lebih spesifik lagi mengenai Yudas Iskariot yg sering mencuri ‘uang kas’ rombongan Yesus dan para murid (Yohanes 12:6). Yudas Iskariot mgkin saja merasa iri tdk masuk dlm 3 murid utama Yesus pdhal peran dia lumayan penting krna sbg ‘bendahara’ yg mengatur pengelolaan rombongan mrka.

Scra rohani memang kita lihat bhw Yudas Iskariot dipakai iblis utk menyerahkan Yesus, tp scra psikologi, kita temukan bhw ada kemungkinan dia merasa tdk istimewa di mata Yesus spt 3 murid utama-Nya, shga sbg bentuk ‘protesnya’ dia sering mencuri uang kas rombongan, tdk dicatat digunakan utk apa uang hasil curian itu, apakah demi memberi dana bagi teman-teman seperjuangannya krna dia tergolong orang-orang Zealot, yaitu kaum nasionalis yang mendukung usaha pemberontakan bersenjata terhadap Romawi saat itu, mengingat bhw ada bnyk donatur kaya yg melayani kebutuhan rombongan Yesus (Lukas 8:3). Bknkah baik mensupport perjuangan melawan penjajah? Tp apakah pencurian uang ini bs dibenarkan? Dosa tetaplah dosa.

Di mata Yudas Iskariot mgkin Yesus pny ‘kesalahan’, namun ternyata dia keliru, dan akhirnya dia menyesal. Jgn sampai kita jg pny pemikiran yg salah ttg Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Yesus Punya Salah?