DI 22042021
Lukas 16:14
Semuanya itu didengar oleh orang-orang Farisi, hamba-hamba uang itu, dan mereka mencemoohkan Dia.
Golongan org Farisi sangat menekankan pelaksanaan hukum Taurat, terutama dlm hal Sabat, kebersihan fisik dan jd dlm hal persepuluhan. Org Farisi menggabungkan hukum Taurat Musa dg tradisi nenek moyang.
Dlm pandangan kebanyakan org jika ada seseorg yg mendalami kehidupan rohani yg lebih detail (religius), maka tdk lg bisa ditemukan hal-hal duniawi yg menonjol dlm diri org itu, salah satunya mgkin dlm hal uang, krna dianggap lebih tahu detail ttg aturan Tuhan mengenai uang/harta, maka tentunya org ini sdh paham bhw tdk boleh menjd ‘hamba uang’. Ini pandangan scra umum, mgkin setiap org bs saja pny pandangan yg berbeda. Seorg yg disebut ‘hamba uang’ akan melakukan apa saja demi (mendapatkan) uang, hampir semua diukur dg uang, termasuk dlm hal rohani. Yesus menegaskan bhw kita tdk mgkin bs menjd hamba dr 2 tuan, krna kita akan mengasihi yg satu dan membenci yg lainnya (Matius 6:24).
Apakah berarti kita hrs ‘membenci’ uang? Kita hrs pahami darimana sumber cinta dan benci itu. Keduanya diawali dg rasa ketertarikan atau tdk tertarik. Org yg menjd hamba uang pny ketertarikan yg sangat tinggi terhadap pengaruh uang dlm hidup seseorg: bs membuat org jd terhormat, bs memegang kekuasaan, bahkan dlm arti sempitnya digambarkan spt bs ‘membeli’ org, membuat org lain melakukan apapun yg kita perintahkan demi uang yg kita janjikan. Org yg bkn hamba uang tentu memandang uang sbg sesuatu yg memang diperlukan namun tdk menaruh minat yg berlebihan krna sadar bhw ketika sdh cinta uang maka akan menjd hamba uang dan justru bs berujung pd maut dan kebinasaan.
Uang bkn hal duniawi, tp cinta uang itulah duniawi, jadilah religius yg murni, bkn demi utk dilihat org dan memanipulasi aturan Tuhan demi mendapatkan uang dr org lain.