Bermuka Dua

DI 22042021

Lukas 16:14
Semuanya itu didengar oleh orang-orang Farisi, hamba-hamba uang itu, dan mereka mencemoohkan Dia.

Golongan org Farisi sangat menekankan pelaksanaan hukum Taurat, terutama dlm hal Sabat, kebersihan fisik dan jd dlm hal persepuluhan. Org Farisi menggabungkan hukum Taurat Musa dg tradisi nenek moyang.

Dlm pandangan kebanyakan org jika ada seseorg yg mendalami kehidupan rohani yg lebih detail (religius), maka tdk lg bisa ditemukan hal-hal duniawi yg menonjol dlm diri org itu, salah satunya mgkin dlm hal uang, krna dianggap lebih tahu detail ttg aturan Tuhan mengenai uang/harta, maka tentunya org ini sdh paham bhw tdk boleh menjd ‘hamba uang’. Ini pandangan scra umum, mgkin setiap org bs saja pny pandangan yg berbeda. Seorg yg disebut ‘hamba uang’ akan melakukan apa saja demi (mendapatkan) uang, hampir semua diukur dg uang, termasuk dlm hal rohani. Yesus menegaskan bhw kita tdk mgkin bs menjd hamba dr 2 tuan, krna kita akan mengasihi yg satu dan membenci yg lainnya (Matius 6:24).

Apakah berarti kita hrs ‘membenci’ uang? Kita hrs pahami darimana sumber cinta dan benci itu. Keduanya diawali dg rasa ketertarikan atau tdk tertarik. Org yg menjd hamba uang pny ketertarikan yg  sangat tinggi terhadap pengaruh uang dlm hidup seseorg: bs membuat org jd terhormat, bs memegang kekuasaan, bahkan dlm arti sempitnya digambarkan spt bs ‘membeli’ org, membuat org lain melakukan apapun yg kita perintahkan demi uang yg kita janjikan. Org yg bkn hamba uang tentu memandang uang sbg sesuatu yg memang diperlukan namun tdk menaruh minat yg berlebihan krna sadar bhw ketika sdh cinta uang maka akan menjd hamba uang dan justru bs berujung pd maut dan kebinasaan.

Uang bkn hal duniawi, tp cinta uang itulah duniawi, jadilah religius yg murni, bkn demi utk dilihat org dan memanipulasi aturan Tuhan demi mendapatkan uang dr org lain.

Posted in Renungan | Comments Off on Bermuka Dua

Diberkati Karena Orang Lain

DI 21042021

Kejadian 39:5

  • Sejak ia memberikan kuasa dalam rumahnya dan atas segala miliknya kepada Yusuf, TUHAN memberkati rumah orang Mesir itu karena Yusuf, sehingga berkat TUHAN ada atas segala miliknya, baik yang di rumah maupun yang di ladang.

Tuhan memberkati rumah dan harta milik Potifar karena Yusuf yg mengelolanya, ini tentu hal menarik yg bs kita pelajari bhw ada berkat Tuhan yg kita alami itu bukan krna faktor kitanya, tp krna org lain.

Potifar itu org Mesir, jd tdk ada hubungan perjanjian apapun dg Tuhan. Tuhan hanya mengikat perjanjian dg Abraham dan jg keturunannya, termasuk Yusuf, cicit dr Abraham, ada berkat yg menyertai semua keturunan Abraham, shga ketika Yusuf dipercaya utk mengelola harta Potifar, maka harta milik Potifar ikut mengalami berkat Tuhan. Tentu ini jg disebabkan oleh cara hidup Yusuf yg dinilai berkenan oleh Tuhan sndri, shga apapun yg Yusuf kerjakan itu ada penyertaan dan berkat Tuhan yg menyertai pekerjaannya. Jd pd siapa kita mempercayakan sesuatu utk dikelola, akan berpengaruh jg apakah itu akan ada berkat Tuhan yg menyertainya atau tdk. Jgn salah memilih org yg ingin kita percayai mengelola milik kita.

Biarlah kita jg menjd ‘Yusuf’ bagi org lain, artinya org lain mengalami berkat Tuhan oleh krna mempercayakan sesuatu pd kita utk dikelola. Sebagian org berpikir melakukan kualitas pekerjaan sesuai dg gaji yg diterima, kalau gajinya kecil ya tdk perlu kita bekerja semaksimal mgkin, tp kalau gajinya besar, barulah pantas kita bekerja semaksimal mgkin. Tp sbg org percaya kita diajar setia dlm hal yg kecil dulu maka kita nantinya akan diberikan kepercayaan yg lebih besar (Matius 25:23). Jd memang kita hrs melihat jg dr sudut pandang firman Tuhan, apa yang Tuhan inginkan dr diri kita. Yusuf dalam keadaan sbg budak akibat dijual oleh saudara-saudaranya memilih utk tetap bekerja secara maksimal, walaupun mgkin dlm hatinya merasa pedih oleh krna perlakuan yg diterimanya saat itu.

Jadilah karyawan yg jd berkat bagi boss kita, jadilah pekerja yg jd berkat bagi majikan kita, dlm profesi apapun biarlah kita menjd berkat bagi org-org yg telah menaruh kepercayaannya pd kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Diberkati Karena Orang Lain

Berani Berdosa

DI 20042021

Yohanes 12:5-6
“Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?”

  • Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya.

Yudas Iskariot dipercaya utk memegang ‘kas’ rombongan Yesus dan para murid, namun justru dia sering mencuri dari kas itu, pdhal dia sdg mengikuti seseorg yg ‘sakti’, tp dia tdk takut trs mencuri.

Yesus pasti tahu Yudas Iskariot sering mencuri uang kas mereka, tp tdk tercatat dlm Alkitab bhw Yesus memarahi Yudas Iskariot, mengapa demikian? Dan apakah para 11 murid yg lain tdk mengetahuinya? Ini memang suatu misteri, kita yakin bhw Yesus Mahatahu isi hati dan perbuatan yg dilakukan manusia, kalau Dia sampai dg sengaja membiarkan seseorg trs berbuat dosa, maka itu bertujuan utk membuat org itu menjd ‘alat’ bagi iblis utk tujuan yg dia inginkan. Pd akhirnya kita tahu bhw iblis memakai Yudas Iskariot dlm upaya penangkapan Yesus yg berujung pada kematian Yesus. Pilihan ada di tangan kita: mau dipakai Tuhan atau dipakai iblis, jgn salah memilih.

Kita sdh tahu bhw Tuhan itu Mahatahu, tp knpa kita tetap saja nekad berbuat dosa? Spt pelaku kejahatan nekad beraksi di tempat yg bnyk terpasang CCTV yg aktif, semua gerak geriknya terpantau, kita masih saja berbuat dosa. Bknkah itu satu ‘keberanian’ yg keliru? Berbuat dosa itu berarti berani menunjukkan perlawanan terhadap Tuhan, tdk lg merasa takut dan jg malu, tp saya yakin seandainya mata kita bs melihat Tuhan berdiri di samping kita, pasti kita tdk berani berbuat dosa apapun, jd masalahnya adalah krna kita tdk bs melihat Tuhan, bkn Tuhannya yg tdk ada, tp ‘gangguan’ ada di otak kita, sdh tahu bhw Tuhan melihat semua apa yg kita lakukan, kita masih saja nekad utk berbuat dosa. Itukah yg kita sebut ‘takut akan Tuhan’? Banyaknya dosa yg kita perbuat adalah bukti kita ini memiliki jiwa memberontak terhadap Tuhan.

Dosa ada pengampunannya, tp bkn berarti kita bs bermain-main dg trs saja berbuat dosa, kalau Tuhan membiarkan bgtu saja, siap-siap hidup kita akan bernasib buruk spt Yudas Iskariot.

Posted in Renungan | Comments Off on Berani Berdosa

Ketenangan Jiwa

DI 19042021

Matius 11:29 KJV
Take my yoke upon you, and learn of me; for I am meek and lowly in heart: and ye shall find rest unto your souls.

  • Ambillah kuk-Ku ke atasmu, dan belajarlah dari-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati, dan kamu akan mendapatkan ketenangan untuk jiwamu.

Kuk adalah kerangka kayu yg menghubungkan dua ekor binatang (biasanya lembu jantan), maupun secara metaforis untuk melukiskan takluknya seorang pribadi kepada orang lain.

Rumusan yg kita dpt ttg bgmna kita bisa memiliki ketenangan jiwa adalah mengambil kuk milik Yesus dan ‘memakai kuk itu ke leher’ kita dan bersama-sama dg Yesus ‘menarik’ sesuatu dlm pimpinan Yesus langsung. Lembu jantan muda akan dipasangkan dg lembu jantan yg lebih tua utk membantu lembu jantan yg muda utk membajak misalnya. Apa itu kuk Yesus? Kuk melambangkan sebuah penundukan diri sepenuhnya, takluk pd kuasa yg lebih tinggi. Yesus dtg ke dunia digambarkan spt seekor lembu jantan yg memiliki tugas menyelamatkan manusia dr penindasan dosa. Jd memang ada beban, tp krna tunduk maka bs dg kasih dan kerelaan Yesus melakukan semuanya itu.

Bekerja bersama Yesus krna ada pd kuk yg sama, ini sebuah pembelajaran spt lembu jantan muda belajar dr yg lebih tua dan berpengalaman. Belajar ttg apa? Ttg lemah lembut dan rendah hati. Meredam emosi dan tdk mencari kemuliaan utk diri sndri. Ingat dan sadar: hidup kita sdh bkn milik kita lg krna kita sdh menjd milik Kristus, maka apapun yg dihasilkan dlm hidup kita, itu ada milik dan andil Tuhan di dlmnya, mulai dr pasangan hidup, anak, harta, bisnis, karier, prestasi, dsbnya. Rendah hati berarti mengakui bhw semua yg ada pd kita itu milik Tuhan, bkn diri kita yg layak disanjung, tp hanya Tuhan saja. Lemah lembut berarti bersikap mudah utk diajar, menerima apapun ketentuan Tuhan dan tdk memiliki pikiran negatif ttg org lain.

Mau hidup tenang? Satu ‘kuk’ dg Tuhan, tunduk pd Dia, belajar dr Tuhan bgmna bs memiliki kelemah lembutan dan rendah hati, maka jiwa kita akan tenang, beban hidup ‘ditarik’ bersama dg Tuhan, tdk lg sndrian dan berjalan dlm pimpinan Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Ketenangan Jiwa

Belum Tentu Cocok

DI 17042021

1 Samuel 17:39

  • Lalu Daud mengikatkan pedangnya di luar baju perangnya, kemudian ia berikhtiar berjalan, sebab belum pernah dicobanya. Maka berkatalah Daud kepada Saul: “Aku tidak dapat berjalan dengan memakai ini, sebab belum pernah aku mencobanya.” Kemudian ia menanggalkannya.

Saul kita tahu bhw dia memiliki tinggi badan yg lebih di antara org Israel, tentu baju perangnya tdklah pas utk dipakai oleh Daud, ukurannya pasti beda.

Mengapa Daud mencoba dahulu pakaian perang Saul? Tentu ini sbg penghormatan pd Saul yg adalah raja Israel. Dicoba dan ternyata membuat gerakan Daud menjd tdk leluasa dan akhirnya dia tdk jd utk memakainya. Lewat peristiwa ini kita bs bljar ttg sesuatu, apa yg dipakai oleh org lain belumlah tentu cocok utk kita pakai jg, ini bkn bcra ttg pakaian, tp ttg prinsip hidup, ide, saran, nasehat, dsbnya. Walau mgkin kita hrs menolak dg sdkit rasa ‘tdk enak hati’, namun kita hrs melakukannya, ini spya kita bs mewujudkan apa yg jadi tujuan hidup, cita-cita, dan lain-lain. Kita hrs tahu pasti apa yg cocok dg hidup dan karakter kita, jgn sampai ketika kita paksa utk menggunakan apa yg org lain berikan justru berakhir dg kegagalan dan sia-sia.

Demi menghormati tawaran baik org lain, ada baiknya kita mencobanya dulu, stlah terbukti tdk cocok maka tentu org itu akan sadar bhw yg dia tawarkan itu hal yg baik namun tdk cocok utk kita. Jd ditolak bkn krna tdk menghargai, tp krna tdk pas, kita kalau ada dlm posisi yg menawarkan jg jgn sampai tersinggung, yg penting itu org tsb bs melakukan apa yg baik, tepat dan memang sesuai dg kebutuhannya. Jadilah org yg trs mensupport seseorg sampai dia menggenapi apa yg menjd tujuan hidupnya. Minimal doakan scra rutin, memberi perhatian dan memberi bantuan sesuai dg kemampuan kita. Setiap org tentu membutuhkan semuanya itu krna tdk ada kesuksesan yg dilakukan hanya seorg diri saja.

Bersyukurlah kalau kita diperhatikan scra rutin, kitapun hrs memperhatikan org lain jg, mensupport mrka utk mencapai tujuan hidup yg mulia.

Posted in Renungan | Comments Off on Belum Tentu Cocok

Mengabaikan Logika

DI 16042021

1 Samuel 17:33

  • Tetapi Saul berkata kepada Daud: “Tidak mungkin engkau dapat menghadapi orang Filistin itu untuk melawan dia, sebab engkau masih muda, sedang dia sejak dari masa mudanya telah menjadi prajurit.”

Kisah pertarungan Daud melawan Goliat tentu sangat kita kenal, bahkan sejak ada di Sekolah Minggu, anak-anak kecil sdh diceritakan ttg kisah ini dan ada hal yg bs kita pelajari dari dlmnya.

Saat raja Saul bertemu dg Daud maka dia menceritakan Goliat spt ayat yg kita baca, ini adalah logika, sesuatu yg diterima oleh pikiran kita dan kita perkatakan sbg suatu hal yg sesuai dg realita yg ada. Realita dan logika itu sejalan, saling mendukung satu sama lain. Dlm realita hidup kita tentu pernah mengalami situasi yg ‘buntu’ artinya kita sdh tdk bs berbuat apa-apa, pasrah dan dikuasai kekuatiran dan juga ketakutan. Sbg org percaya maka kita jg dilengkapi dg iman, sesuatu yg ‘mampu’ utk ‘menggerakkan’ tangan Tuhan atau membuat Tuhan ‘turun tangan’ dlm situasi yg sdg kita alami. Namun logika justru bs menjd penghalang utk kita mengaktifkan iman di saat kita menghadapi masalah, kemustahilan bahkan mengancam nyawa kita.

Mau beriman ada saatnya hrs melepas atau mengabaikan logika kita. Bkn selalu hrs mengabaikan logika, tp kita mulai utk tdk berdiri di atas dasar logika dan realita, tapi berdiri di atas iman yg dilandasi oleh kuasa Tuhan yg dahsyat. Ini spt kita ada di tengah laut, kapal kita sdh hampir tenggelam dan ada kapal lain yg dtg utk menolong, pindah kapal atau tenggelam, hanya itu pilihannya. Abaikan realita akan dianggap nekat bahkan gila, namun inilah yg hrs kita lakukan, spt Saul yg akhirnya mengabaikan logika, dan mencoba utk percaya apa yg diimani oleh Daud, kita pd akhirnya tahu bhw Goliat dikalahkan dan kemenangan menjd milik bangsa Israel, ketakutan diubah menjd sukacita besar, yg mustahil menjd mgkin dan kemuliaan Tuhan pd akhirnya dinyatakan.

Abaikan logika dan realita saat kita ingin mengaktifkan iman kita, tp ingat, bkn asal mengimani tanpa ada dasar kebenaran firman Tuhan, kalau tdk maka semuanya hanya sia-sia saja.

Posted in Renungan | Comments Off on Mengabaikan Logika

Cuma Senang Dengar Firman

DI 15042021

Matius 7:26-27
Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir.

  • Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya.”

Suka dengar firman Tuhan itu satu hal yg tentu saja baik dan positif, tp kalau hanya dengar tapi tdk mempercayainya apalagi mau melakukannya, org ini akan rusak hidupnya.

Firman Tuhan bknlah dongeng, bkn jg spt kata-kata motivasi, filsafat, apalg hikmat manusia, jd bkn sesuatu yg hanya utk suka didengar, tp wajib utk dilakukan oleh org yg percaya pd Tuhan. Sebagian org hanya mau berkat-Nya saja, tp tdk yakin, tdk percaya pd firman Tuhan shga tidak mau atau ragu-ragu utk melakukannya. Ada org suka dengar khotbah bahkan dia selalu memuji-muji si pengkhotbah dan selalu hadir di manapun si pengkhotbah ini melayani firman, mgkin pikirnya kalau khotbah itu spt ‘drama Korea’ yg ber-seri, kalau tdk selalu update nanti ketinggalan ‘rhemanya’. Tuhan tdk mencari org-org yg menjd ‘fans’ khotbah dr hamba Tuhan yg terkenal atau senior, yg Tuhan cari adalah org yg mendengar lalu kemudian berniat utk mempraktekkannya.

Motivasi org ikut Yesus itu beragam, ada yg memang ingin sungguh-sungguh hidup benar dlm Tuhan, ada jg yg cuma ingin diberkati/menjd kaya, ada jg yg cuma main-main, ingin tahu hidup Kristen itu spt apa. Di sinilah kita temukan 2 macam golongan org Kristen: org Kristen pelaku firman Tuhan dan org Kristen ‘palsu’, tdk berani mengingkari Yesus itu Tuhan tapi berani utk tdk mau percaya akan firman Tuhan, tdk mau dilakukan krna memang tdk percaya akan firman-Nya. Masih suka dg kebenaran versi ‘gue’, firman yg bisa diterima logikanya ya diterima, yg tdk bs diterima akal sehat ya ditolak. Kalau dia percaya firman Tuhan, tdk boleh pilih-pilih mana yg mau dilakukan, semua firman dr Tuhan wajib dilakukan kalau mengaku sbg pengikut Kristus atau org Kristen.

Apakah ini fanatik? Bacalah ayat ini:
Yakobus 2:10
Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya.

Posted in Renungan | Comments Off on Cuma Senang Dengar Firman

Perkataan Yang Dapat Diterima

DI 14042021

Pengkhotbah 12:10 KJV
The preacher sought to find out acceptable words: and that which was written was upright, even words of truth.

  • Pengkhotbah mencari untuk menemukan kata-kata yang bisa diterima, dan bahwa yang ditulis itu jujur, bahkan kata-kata kebenaran

Utk menyampaikan pemahaman yg kita miliki supaya org lain bs memahami yg sama dg pemahaman kita itu bkn suatu hal yg mudah, pemilihan kata yg tepat itu sangat diperlukan.

Penulis Kitab Pengkhotbah menjelaskan bhw dlm penulisannya dia mencari dan memilih kata-kata yg dpt diterima oleh org yg membacanya, krna yg membaca tentu saja beragam dlm usia dan tingkat memahami apa yg dibacanya. Org yg sdh lanjut usia mgkin bs lebih memahami apa yg ditulis ttg kehidupan krna sdh banyak memiliki pengalaman hidup, sedangkan org muda mgkin akan memahaminya dr sudut pandang yg berbeda. Kata-kata yg bs diterima oleh pikiran dan logika tentu tdk boleh sembarangan dipilih, ada bbrpa kata yg memiliki arti yg sama namun beda dlm penggunaannya. Kita jg perlu belajar memilih kata-kata yg tepat ketika ingin menyampaikan pemahaman kita pd org yg mendengarkan perkataan kita.

Selain kata-kata yg tepat, yg ditulis itu jg ternyata hrs jujur, apa adanya. Realita dlm hidup ini memang hrs disampaikan dg apa adanya spya org lain bs mendptkan gambaran yg jelas dan memahami scra benar. Tragedi, kecurangan, kemalangan, dsbnya, hrs disampaikan scra jujur, jg ttg keadaan yg baik dan positif, spya org bs memiliki pengharapan ttg sesuatu yg baik dan bs menghindari agar jgn sampai terjd sesuatu yg buruk nantinya. Yg paling inti dr semuanya adalah yg disampaikan itu hrslah suatu kebenaran, bukan sebuah kesimpulan yg msh bs diperdebatkan atau disanggah, tp sesuatu yg sifatnya sdh final, teruji dan sdh terlihat dlm hidup bnyk org. Kitapun hrs menyampaikan hal yg adalah kebenaran, bkn asumsi pribadi.

Kata-kata yg bs diterima, jujur dan yg adalah kebenaran, biarlah itu menjd perkataan yg keluar dr mulut kita, shga apa yg kita katakan adalah perkataan yg menjd berkat bagi yg mendengarnya.

Posted in Renungan | Comments Off on Perkataan Yang Dapat Diterima

Iman dan Kuasa Tuhan

DI 13042021

1 Korintus 2:5 KJV
That your faith should not stand in the wisdom of men, but in the power of God.

  • Supaya imanmu tidak berdiri di dalam hikmat manusia, tapi di dalam kuasa Tuhan

Kadang kita sulit utk membedakan mana yg adalah hikmat manusia dan mana yg adalah hikmat dr Tuhan, krna keduanya pasti berisikan hal-hal yg baik, positif, dan jg membangun.

Jd bgmna kita bs membedakannya? Satu hal yg mgkin bs menjd acuannya adalah apakah hikmat yg disampaikan berasal dr org yg hidupnya mengandalkan Tuhan atau tdk, walaupun terlihat bijaksana isi dr perkataan hikmatnya, kita bs menilai ‘arah’ dr hikmat itu: memuliakan Tuhan atau memuliakan kehebatan manusia. Ini mgkin bs menjd sedikit patokannya, dan kita hrs bs membedakan keduanya shga tdk terjebak dlm kesombongan yg tdk kita sadari mulai muncul ketika memakai hikmat manusia. Hikmat manusia bs kita lihat dlm berbagai macam wujud, seperti ilmu pengetahuan, kata-kata motivasi, filsafat, dsbnya. Hikmat manusia bersifat masuk logika, sementara hikmat dr Tuhan bs melampaui logika manusia.

Iman hrs berdiri di atas kuasa Tuhan, jd iman itu berhubungan dg hal-hal yg tdk bs manusia lakukan dg keterbatasan yg dia miliki. Kalau kita memiliki iman, maka kita percaya bhw Tuhan itu ada, Dia punya kuasa yg tdk terbatas, bahkan berkuasa menentukan apa yg akan terjd atas hidup kita. Hikmat manusia mgkin terdengar hebat, tp hanya bs mempengaruhi tetapi tdk bs menentukan masa dpn seseorg. Jd jgn salah mengimani sesuatu, bahkan apa yg hamba Tuhan katakan sekalipun, bs jd yg dikatakannya masih tergolong ke dlm hikmat manusia. Uji segala sesuatu krna kalau ‘salah’ mengimani maka hasil yg terjd nantinya justru meleset dr apa yg kita harapkan. Iman menghubungkan kita dg kuasa Tuhan, maka sesuatu yg dr Tuhan itu akan terjd dlm hidup kita.

Sebagian org menganggap kuasa Tuhan sdh berakhir di zaman ini, itu tanda bhw mrka tdk memiliki iman, tp sbg org yg percaya pd Tuhan Yesus, kita percaya bhw kuasa-Nya itu kekal.

Posted in Renungan | Comments Off on Iman dan Kuasa Tuhan

Nafsu Daging

DI 12042021

Galatia 5:17 KJV
For the flesh lusteth against the Spirit, and the Spirit against the flesh: and these are contrary the one to the other: so that ye cannot do the things that ye would.

  • Karena nafsu daging melawan Roh, dan Roh melawan daging, dan ini saling bertentangan satu sama lain, sehingga kamu tidak dapat melakukan hal-hal yang kamu inginkan.

Sedikit perbedaan dlm terjemahan, dlm versi ini tdk disebut ‘keinginan Roh’ tp Roh itu sndri, jg bkn keinginan daging, tetapi nafsu daging.

Kita masih hidup dlm tubuh jasmani yg di dlmnya terdapat ‘nafsu daging’ yg cirinya bertentangan dg Roh Tuhan itu sndri. Jd sadarlah bhw ada ‘musuh’ Tuhan dlm diri setiap dr kita yaitu ‘nafsu daging’ yg tentu saja sifatnya selalu melawan Roh Tuhan. Apa itu ‘daging’? Dlm bhsa aslinya adalah ‘sarx’ yg artinya kealamian duniawi manusia yg cenderung kepada dosa dan menjd oposisi Tuhan. Jd ketika Tuhan itu melihat diri kita, Dia melihat 2 sisi kita sekaligus, sbg umat tebusan sekaligus wadah bagi nafsu daging utk melawan diri-Nya. Gambarannya mgkin spt ini: anak yg durhaka, satu sisi mengasihi krna dia adalah anak kita, di sisi lain kita benci dg perbuatan jahatnya. Kita ini sekutu yg di dlm diri kita ada seteru dr Tuhan.

Mau hidup kudus dan benar di hadapan Tuhan itu suatu yg butuh perjuangan berat krna bkn hanya kita hrs berhadapan dg hambatan dr luar diri kita, tp justru aoa yg ada dlm diri kita sndri. Nafsu daging itu melawan Roh Tuhan, jd dr dlm diri kita sndri sdh muncul penolakan utk berbuat apa yg baik dan kudus. Seumpama seorg penjahat ingin berhenti berbuat jahat, ini sangat berat, tangan sdh terbiasa berbuat jahat, mata sdh terbiasa mencari peluang utk berbuat jahat, hati sdh terbiasa tdk punya belas kasihan, mau maju tp kaki spt terasa berat utk digerakkan. Kita hrs bisa mengalahkan nafsu daging barulah bs melakukan apa yg baik dan kudus, jika gagal maka yg kita lakukan justru adalah dosa dan kita melawan Tuhan pd akhirnya.

Kita berbuat dosa krna kita kalah melawan nafsu daging dlm diri kita, jd sadarlah bhw tdk selalu dosa yg kita buat itu krna godaan iblis atau terpancing oleh org lain, tp krna kita gagal atau kalah melawan nafsu daging kita sndri.

Posted in Renungan | Comments Off on Nafsu Daging