Manusia Baru

DI 22022021

Kolose 3:10 KJV
And have put on the new man, which is renewed in knowledge after the image of him that created him:

  • Dan telah mengenakan manusia baru, yang mana diperbaharui dalam pengetahuan mengikuti gambaran Dia yang menciptakannya.

Apa itu manusia baru? Dulu saya berpikir bhw manusia baru itu diri kita yg telah diperbaharui, menjd spt seorg pribadi yg berbeda. Namun ternyata itu bkn yg dimaksud dlm ayat ini.

Perhatikan kata mengenakan atau put on, dlm bhsa aslinya adalah enduoÌ„ yg berarti to sink into clothing (menenggelamkan ke dalam pakaian), clothe one’s self (menutupi diri sendiri). Jd manusia baru itu sesuatu yg kita umpamakan spt pakaian yg kita pakai, sesuatu yg ada di luar diri kita. Mengenakan manusia baru berarti kita menenggelamkan diri atau menutupi diri kita dg kelakuan kita yg baru sbg org Kristen. Sesuatu yg tertutupi dan tenggelam tentu tdk langsung terlihat dan ternyata inilah yg ingin rasul Paulus tunjukkan bhw yg perlu kita tanggalkan adalah manusia lama dan perbuatannya. Jd ini satu paket: manusia lama atau baru, masing-masing menghasilkan perbuatan yg berbeda.

Kita ingat bhw setelah Adam dan Hawa jatuh dlm dosa, mrka melihat diri mrka telanjang. Telanjang itu tdk berpakaian yg menimbulkan rasa malu. Berarti sblum jatuh dlm dosa, ada sesuatu yg menutupi ketelanjangan mrka, apakah itu sebuah ‘pakaian kemuliaan’ krna akibat dosa maka manusia kehilangan kemuliaan dr Tuhan (Roma 3:23)? Jd mengenakan manusia baru itu berarti kita kembali dlm keadaan manusia sblum jatuh dlm dosa. Kita kembali mulia dan tanpa cacat di hadapan Tuhan. Ini berarti perbuatan dan kelakuan kita hrs bkn lagi hal-hal yg telah dikotori oleh dosa, tp hrs sesuai dg gambar Tuhan ketika Dia menciptakan manusia, baik dlm pandangan Tuhan.

Manusia lama atau barukah yg kita kenakan hingga saat ini? Sbg seorg yg percaya pd Kristus tdk sepantasnya kita berbuat hal-hal yg masih digerakkan oleh nafsu dunia dan keinginan dosa.

Posted in Renungan | Comments Off on Manusia Baru

Ketika Letih Lesu

DI 20022021

Yunus 2:7

  • Ketika jiwaku letih lesu di dalam aku, teringatlah aku kepada TUHAN, dan sampailah doaku kepada-Mu, ke dalam bait-Mu yang kudus.

Suatu saat pasti kita akan menghadapi satu hal setelah kita sekian lama terus menerus melakukan hal yang sama yaitu kejenuhan, kita merasa bosan, lelah dan depresi.

Ketika jiwa kita letih lesu, ingatlah akan Tuhan, diingatkan kembali bhw kita tdk sndrian dlm menghadapi semuanya, kejenuhan bs saja dtg namun semua hal yg ada di dunia ini ada ‘masa berlakunya’. Cepat atau lambat perubahan itu pasti terjd, tinggal bgmna kita menyikapinya, apakah merasa tertekan atau justru kita merasa tertantang utk menang atas apa yg sdg kita hadapi. Kekuatan kita punya keterbatasan, namun Tuhan memberi kita kekuatan baru ketika kita mengingat Dia di saat kita letih lesu. Jgn terfokus pd realita yg ada, ingatlah bhw kuasa Tuhan sanggup mengubah segala hal yg bagi kita itu sesuatu yg mustahil, yg buntu bahkan tdk ada pengharapan lagi.

Saat letih lesu jgn lupa kita hrs tetap berdoa, sekalipun pikiran kita meragukan fungsi dr doa yg kita arahkan pd Tuhan. Setelah selesai berdoa, keadaan tdk lebih membaik, jd apakah tetap berdoa itu masih berguna? Ada doa yg hanya perlu dinaikkan sekali saja lalu Tuhan langsung bertindak, namun ada doa yg memang membutuhkan ketekunan, butuh iman yg besar dan tdk kehilangan pengharapan. Tetap berdoa hingga pd level doa yg masuk tempat kudus Tuhan, artinya doa yg didengar dan dijawab Tuhan. Maka rasa letih lesu dan jenuh akan berubah menjd semangat utk berbuat yg terbaik dan menang atas masalah dan situasi yg sdg ada di depan mata kita. Jgn terlalu mengikuti ‘mood’ yg kita rasakan, tp ikuti apa yg Tuhan firmankan utk kita.

Tetaplah berdoa, sungguh-sungguh berdoa dan pegang pengharapan di dlm Tuhan, jenuh boleh ada namun Tuhan akan menyegarkan jiwa kita dg kasih-Nya.

Posted in Renungan | Comments Off on Ketika Letih Lesu

Carilah Tuhan

DI 19022021

Amos 5:4-5
Sebab beginilah firman TUHAN kepada kaum Israel: “Carilah Aku, maka kamu akan hidup!

  • Janganlah kamu mencari Betel, janganlah pergi ke Gilgal dan janganlah menyeberang ke Bersyeba, sebab Gilgal pasti masuk ke dalam pembuangan dan Betel akan lenyap.”

Mencari sesuatu yg tdk kelihatan, bisakah kita menemukannya? Bentuknya spt apa, kita tdk tahu, bgmna mgkin kita tahu letak benda itu di mana?

Tuhan tdk kelihatan, lalu bgmna kita bs menemukan Tuhan? Ke surga, tdk mgkin, lalu apa yg hrs kita lakukan? Mari kita sdkit berlogika: sebuah magnet dg daya tarik yg besar maka akan menarik benda yg memiliki unsur besi dan kemudian menempel, asalkan magnetnya kita taruh sesuai dg daya jangkau daya tarik magnetnya, bergeser sdkit saja maka mgkin tdk ada benda berunsur besi yg akan tertarik. Jd ada 2 faktor: kekuatan daya tarik magnetnya dan jg jarak daya tariknya. Bgmna kita bs menemukan Tuhan, tergantung seberapa tertariknya kita pd Tuhan, dan ‘jarak’ hubungan kita dg Tuhan: jauh atau dekat. Ketika kita dg Tuhan ada dlm sebuah hubungan yg baik maka Tuhan akan mendekat pd kita.

Mencari Tuhan adalah rasa butuh akan Dia dlm hidup kita. Perlu dekat dg Tuhan dg membangun hubungan yg intim dg Tuhan setiap saat. Suami dan istri yg ribut dan blm berdamai akan memiliki ‘jarak’ yg mengakibatkan mrka tdk lg bs saling berkomunikasi scra normal. Awalnya masih seranjang saling bertolak punggung, lama-lama pisah kamar, dan bs berakhir dg pisah rumah hingga pisah scra sah atau bercerai. Tuhan memang tdk kelihatan oleh mata kita, namun ada hadirat Tuhan yg adalah sebuah dimensi yg memungkinkan kita bertemu dg Tuhan dan berkomunikasi dg Dia. Apakah kita masih merasakan hadirat Tuhan dlm doa dan ibadah kita di masa pandemi ini yg memaksa kita utk lebih mengutamakan uang di atas segalanya?

Tuhan sanggup memberkati keuangan kita di masa pandemi ini, namun kita yg menjauh dr hadirat Tuhan shga kita mulai kehilangan ketertarikan kita akan Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Carilah Tuhan

Di Bawah Tangan Tuhan Yang Kuat

DI 18022021

1 Petrus 5:6

  • Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.

Apa arti dr merendahkan diri? Rendah itu ada di posisi bawah, memposisikan diri lebih rendah dr yg sbnarnya, dan tahu diri bila ada yg lebih baik, lebih mulia, dsbnya.

Merendahkan diri berarti meninggikan org lain lebih drpd kita. Jd di sini bkn sebuah penyangkalan diri, tp sebuah pengakuan bhw ada sesuatu atau seseorg yg lebih drpd kita. Misalkan, seorg camat tentu menjd pemimpin lokal di kecamatan yg dia pimpin, jika yg hadir itu lurah, ketua RW, maka dia menjd org yg akan paling dihormati dan biasanya diberi wewenang utk memimpin rapat atau meresmikan sesuatu. Namun bila Gubernur yg dtg, maka dia memberikan posisi pemimpin utamanya pd sang Gubernur, dia hanya mendampinginya saja. Merendahkan diri bkn spt mombodoh-bodohkan diri sndri, tp sadar bhw kedudukannya bknlah yg tertinggi, dia masih pny pemimpin di atasnya.

Rendahkan diri kita di bawah tangan Tuhan yg kuat, artinya tangan Tuhan itu ada di atas kita, sesuatu yg menutupi shga yg terlihat hanyalah tangan Tuhan, bkn diri kita. Kita dg segala kehebatan dan prestasi, hrs sadar bhw ada peranan Tuhan di dlmnya, shga tdk bisa sepihak kita meng-claim itu krna hasil kerja kita sndri. Org yg tahu diri akan merasa ‘kecil’ di hadapan Tuhan, tdk berani utk pamer prestasi di hadapan Tuhan walaupun di mata bnyk org kita ini terhormat, disegani dan berprestasi. Tuhan senang dg org yg merendahkan diri di hadapan-Nya dan Dia akan meninggikannya pd waktunya. Jd sbnarnya bagi org yg merendahkan diri telah Tuhan sediakan ‘promosi’ yg akan diterima pd waktu yg Tuhan telah tentukan.

Tak ada gunanya menjd sombong, bkn hanya akan tdk disukai oleh bnyk org, tp jg akan dibenci Tuhan, rendahkan diri di bawah tangan Tuhan yg kuat.

Posted in Renungan | Comments Off on Di Bawah Tangan Tuhan Yang Kuat

Siap Dihakimi Tuhan?

DI 17022020

Ibrani 9:27

  • Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi,

Setelah kematian, bukan langsung surga atau neraka spt yg sering kita bayangkan, apalg dlm khotbah kedukaan selalu dikatakan ‘sekarang sudah bersama Bapa di surga’. Mari kita berpikir sesuai firman Tuhan.

Ayat di atas menjelaskan bhw setelah kematian, maka ada satu peristiwa yg hrs dihadapi yaitu ‘penghakiman’ Tuhan. Tentu seseorg yg akan masuk dlm ruang pengadilan mengalami rasa yg berbeda dr biasanya, ada yg takut, gelisah, dsbnya, apalg jika ada dlm posisi terdakwa, lihat para hakim spt jantung serasa berdetak tak beraturan. Apakah kita jg merasakan hal yg sama ketika nantinya kita mati dan masuk dlm penghakiman Tuhan? Dlm Kristen, penghakiman Tuhan bkn berdasarkan bnyk sedikitnya perbuatan baik yg kita lakukan selama hidup di dunia ini, tp apakah kita ini termasuk dlm golongan org-org yg telah ditebus oleh darah Anak Domba dan nama kita ada tercatat dlm Kitab Kehidupan atau tdk?

Baptisan tdk menyelamatkan, krna hanya sbg tindakan iman ketika kita meresponi panggilan Tuhan utk bertobat dan oleh anugerah-Nya menerima pengampunan Tuhan atas dosa kita. Jd baptisan itu br langkah awal hidup kita di dlm Kristus, selanjutnya tergantung bgmna kita hidup, apakah hidup sbg org percaya yg sesuai dg firman Tuhan atau malah hidup dg kebenarannya sndri. Kristen tp duniawi, tdk sepenuhnya menjalankan apa yg ada dlm firman Tuhan dan masih ada ‘berhala’ yg disembunyikan. Sdh tahu bhw hidup sbg Kristen sejati itu tdk mudah, takut mengalami penderitaan krna Kristus, jd kompromi dg dunia, mau hidup enak di dunia tp nanti masuk surga. Tuhan tdk bs dipermainkan, Dia Hakim Yangadil, akan membalas sesuai perbuatan kita.

Tak tahu kapan kita akan mati, artinya penghakiman Tuhan itu sbnarnya sdh dekat, tdk lama lagi, apakah kita siap utk menghadapinya? Jgn main-main hidup sbg org Kristen.

Posted in Renungan | Comments Off on Siap Dihakimi Tuhan?

Memberi Teladan

DI 16022021

1 Petrus 5:3 KJV
Neither as being lords over God’s heritage, but being ensamples to the flock.

  • Juga tidak menjadi sebagai tuan-tuan atas warisan Tuhan, tapi menjadi contoh pada kawanan itu.

Kita sbg org Kristen dikenal jg sbg ‘pengikut Kristus’, artinya org-org yg hidup mengikuti contoh kehidupan yg Yesus telah contohkan pd kita melalui hidup-Nya selama di dunia ini.

Dlm dunia medsos ada istilah ‘followers’ yaitu org-org yg ‘sengaja’ secara rutin mengikuti semua kegiatan dan apa saja berita baru yg dibuat oleh akun yg telah ‘difollow’, tujuannya macam-macam, tp yg pastinya tak mau ketinggalan berita ‘update’nya dan kadang ingin jg meniru apa yg dilihat dlm akun tsb. Jd ada unsur suka dan tertarik atau malah butuh. Yg kita ikuti contohnya itu pasti yg kita pikir itu akan menambah ‘nilai’ kita, misalnya model rambut mirip artis A misalnya, kita berharap org akan melihat kita lebih fresh, lebih ganteng atau cantik, dan kalau beruntung kita dibilang mirip dg si artis, rasanya hati jd senang dipuji spt itu. Tp sbrpa org yg hidupnya mengikuti apa yg telah Yesus contohkan bagi kita selama Dia hidup di dunia ini?

Kita tdk mgkin bs menjd spt Yesus, krna Dia itu Tuhan dan kita manusia biasa. Namun kita bs mengikuti apa yg telah Dia tunjukkan melalui hidup-Nya ketika menjd manusia. 1 hal yg tdk mgkin bs kita samakan dg Yesus adalah dlm hal tdk berbuat dosa, selebihnya bgmna Dia hidup, semua sikap, perbuatan dan semua perkataan-Nya bs kita jadikan contoh dan kita ikuti. Contoh ini pula yg nantinya kita terapkan dlm hidup kita, spya org yg melihatnya terdorong jg utk mencontoh apa yg kita lakukan. Tentu kita hrs sampaikan jg bhw kita bkn org yg sempurna, namun tunjukkanlah bhw apa yg kita telah lakukan itu adalah hal yg baik, benar, positif dan bs dipertanggung jwbkan.

Bnyk org berprestasi tp mgkin tak bnyk org yg hidupnya bs kita teladani dan kita ikuti, jgn lupa utk jg kita menjd contoh bagi org lain agar hidup mrka lebih bernilai dan berdampak positif bagi komunitasnya.

Posted in Renungan | Comments Off on Memberi Teladan

Berbuat Dosa Karena Bodoh

DI 15022021

Bilangan 12:11 KJV
And Aaron said unto Moses, Alas, my lord, I beseech thee, lay not the sin upon us, wherein we have done foolishly, and wherein we have sinned.

  • Dan Harun berkata pada Musa: “Ah, tuanku, aku mohon padamu, jangan timpakan dosa ini atas kami, dimana kami telah melakukan dengan bodohnya, dan dimana kami telah berdosa.

Harun pd akhirnya mengakui dosa yg dia dan Miryam lakukan terhadap Musa yg mengakibatkan Miryam menderita 7 hari dg penyakit kusta akibat murka Tuhan, mrka bertiga adalah kakak beradik.

Dosa dilakukan dg bodohnya, tp bknkah Harun dan Miryam bkn org yg bodoh? Mrka dipilih Tuhan jg utk membantu Musa dlm tugasnya memimpin bangsa Israel keluar dr Mesir menuju tanah yg Tuhan janjikan. Di sinilah kita perlu sadari bhw siapapun orgnya, apapun jenjang pendidikannya, bs saja berbuat dosa dan ternyata org yg berbuat dosa itu sdg dlm keadaan ‘bodoh’, bkn kurang pengetahuan dlm hal ilmu yg bs dipelajari di dunia ini, tp bodoh dlm hal memahami firman Tuhan dan karakter-Nya. Jd kurangnya memahami firman Tuhan scra benar itu adalah sebuah ‘kebodohan’ yg bs menjd penyebab seseorg berbuat dosa. Kurang pengetahuan yg benar ttg firman Tuhan akan menyebabkan seseorg menjd ‘bodoh’ dlm hal kerohaniannya.

Org menjd bodoh krna tdk mau atau malas belajar, dlm belajar ada 1 kegiatan penting yaitu membaca, dan utk bs membaca perlu kemampuan utk membc. Tdk mau atau malas membc firman Tuhan akan membuat kita dg mudahnya melakukan dosa dlm kebodohan kita. Tdk tahu bhw sesuatu itu salah, dan kita tetap lakukan, akibatnya membangkitkan murka Tuhan dlm hidup kita, berkat Tuhan menjd ‘terhalang’ utk sampai ke tangan kita. Jd membc firman Tuhan ada kaitan dg hidup diberkati Tuhan atau tdk. Bgmna mau taat pd Tuhan kalau tdk pernah membaca apa yg dilarang dan dibenci oleh Tuhan? Jd dlm hal membaca Alkitab, perlu mendisiplinkan diri setiap hari, spya kita bs terhindar melakukan apa yg tdk disukai dan dibenci oleh Tuhan shga kita hidup diberkati Tuhan.

Mulailah buang kemalasan dlm hal membaca Alkitab setiap hari, jgn menjd org bodoh yg trs menerus melakukan dosa shga tdk hidup diberkati Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Berbuat Dosa Karena Bodoh

Pemicu Emosi

DI 13022021

Mazmur 106:32-33
Mereka menggusarkan Dia dekat air Meriba, sehingga Musa kena celaka karena mereka;

  • sebab mereka memahitkan hatinya, sehingga ia teledor dengan kata-katanya.

Apa yg kita ucapkan terhadap org lain itu pasti punya dampak bagi yg mendengar, apakah menyejukkan hati atau justru menaikkan emosi sehingga org itu bs saja melakukan hal-hal buruk yg sbnarnya tdk perlu terjd.

Akibat diprovokasi oleh bangsa Israel, Musa akhirnya melakukan sesuatu yg pd akhirnya membuat dia tdk diperbolehkan Tuhan utk melanjutkan memimpin bangsa Israel utk masuk tanah Kanaan. Alkitab mencatat sbnarnya Musa itu org yg paling lembut hatinya (Bilangan 12:3), namun krna selama hampir 40 tahun dia trs menerus menerima bnyk keluhan dan tuntutan dr bangsanya, akhirnya emosinya terpancing naik dan akhirnya dia bertindak tdk sesuai dg apa yg Tuhan perintahkan. Sesabar-sabarnya org pasti ada batasnya, selembut-lembut hati bs saja suatu saat terluka. Tdk ada manusia yg sempurna, sebaik-baiknya menjaga langkah, suatu saat bs tersandung jg.

Coba kita koreksi diri, adakah sifat buruk, karakter buruk, perkataan dan tindakan kita yg bs dgn sengaja memancing emosi org lain shga tdk terkendali? Candaanpun bs membuat sakit hati bagi yg mendengarnya, sifat malas dan teledor kita bs membuat org lain geram dan pd akhirnya mrka bertindak di luar kesadaran yg bahkan bs memicu ke arah tindakan kriminal. Benahi diri kita shga kita ini menjd ‘berkat’ bagi hidup org lain, ada damai bkn pertengkaran, ada solusi bkn justru kita menjd pembuat masalah. Ingat bhw kitapun jg mengalami hal yg mirip dg yg Musa alami, sepandai-pandainya kita menjaga hati, suatu saat bs saja lengah dan terjadilah apa yg buruk, yg akan mendatangkan penyesalan di kemudian hari.

Hormati usaha org lain utk menjaga hati sebaik-baiknya, jgn bersikap konyol dan kekanak-kanakan, jadilah berkat dan bkn menjd sumber masalah bagi org lain.

Posted in Renungan | Comments Off on Pemicu Emosi

Tak Ada Keinginan Lagi

DI 11022021

Kejadian 46:30

  • Berkatalah Israel kepada Yusuf: “Sekarang bolehlah aku mati, setelah aku melihat mukamu dan mengetahui bahwa engkau masih hidup.”

Berita kematian Yusuf menjd sebuah hal yg membuat gairah hidup Yakub menjd nyaris hilang, untunglah dia masih mau bertahan hidup hingga pd akhirnya dia menemukan kebenaran bhw anaknya itu ternyata masih hidup.

Kalau kita blm mendapatkan yg kita inginkan, tentu kita menjd tdk tenang, apalagi jika sesuatu itu ada di luar batas kemampuan kita, yg ada kita hanya bisa pasrah dan menyesalinya. Di masa tua biasanya org mulai memiliki pemikiran yg lebih menghargai sesuatu yg selain harta. Dulu masih muda giat bekerja, berdagang dan mencari uang sesuai kemampuan yg dimilikinya, setelah hidup berkelimpahan dlm harta maka fokus hidupnya mulai bergeser ke arah apa sesungguhnya yg paling bernilai dlm hidupnya. Umumnya bs kita sederhanakan dg 1 hal: perhatian dan kasih sayang dr keluarga. Kehilangan anggota keluarga tentu tdk bs tergantikan oleh limpahan harta yg besar, harta tdk bs mengembalikan anggota keluarga yg telah pergi meninggalkan kita krna semua org pd akhirnya pasti meninggal atau ditinggalkan.

Bagi Yakub, Yusuf sangat bernilai krna dia anak yg istimewa shga menjd anak kesayangannya. Kelahiran Yusuf adalah mujizat besar krna ibunya itu sbnarnya mandul, namun Tuhan membuka rahimnya shga bs melahirkan. Rahel itu cinta pertama Yakub dan Yusuf menjd anak kesayangan. Setiap dr kita pasti pny seseorg yg teristimewa bagi diri kita, apakah itu pasangan hidup, anak-anak, atau kerabat sedarah. Ada harapan terakhir yg kita miliki sblum pd akhirnya kita meninggalkan dunia ini, pasti kita berharap Tuhan mau mengabulkannya utk kita. Berharap utk hal itu tentu boleh, namun keputusannya ada dlm kedaulatan Tuhan sepenuhnya.

Kejarlah impian kita selama kita masih hidup dan kuat, nikmati kebersamaan bersama dg org-org yg kita sayangi krna ada waktunya nanti kita tdk lg bersama dg mereka, jgn hanya mengejar harta.

Posted in Renungan | Comments Off on Tak Ada Keinginan Lagi

Menerima Yang Sudah Berlalu

DI 10022021

Kejadian 45:5

  • Tetapi sekarang, janganlah bersusah hati dan janganlah menyesali diri, karena kamu menjual aku ke sini, sebab untuk memelihara kehidupanlah Tuhan menyuruh aku mendahului kamu.

Apa yg akan kita lakukan jika suatu saat kita dipertemukan kembali dg org-org yg telah membuat kita menderita, kehilangan bnyk hal? Apa reaksi kita yg sejujurnya?

Menerima yg sdh terjd sbg sebuah hal yg memang Tuhan atur itu tdklah mudah, krna bkn saja hal yg baik, tp jg hal yg tdk baik, buruk, membuat kita kehilangan bnyk hal, waktu, dsbnya. Reaksi org bs saja berbeda-beda, spt Yusuf dlm kisah ini, reaksinya justru memberikan sebuah kesejukan bagi saudara-saudaranya, Yusuf memandang bhw semua yg terjd itu memang bagian dr proses Tuhan spya apa yg baik itu terjd di masa yg akan dtg. Sptnya memang perlu ada org yang jadi ‘korban’ dan ‘pelakunya’, dan tentu hal itu bs saja merusak hububgan baik yg ada. Menerima apa yg sdh terjd dg pikiran yg jernih dan hati yg mengampuni itu perlu memerlukan kerelaan hati dan jg kasih yg besar dlm hidup kita.

Menerima keadaan diri kita bkn berarti menerima tanpa batasan yg wajar. Org yg berlebihan menerima kelebihan yg dia miliki maka itulah kesombongan, dan org yg berlebihan menerima kelemahannya akan membuat dirinya menjd minder. Jd bkn menerima diri apa adanya krna itu bs membuat kita bhw semuanya itu ‘takdir’ dr Tuhan, tdk bs diubah dan akan terjd di sepanjang hidup kita. Yg benar itu bukan ‘self acceptance’ tp ‘past acceptance’, artinya masa lalu tdk bs kita ubah, baik dan buruknya telah menjd sejarah, namun hari ini dan masa dpn itu bs kita ‘ciptakan’ bersama Tuhan. Kita masih bs lebih baik dr hr yg lalu, dulu gagal tp nanti kita bs berhasil, jd kita hidup bkn berdasarkan pd masa lalu.

Kita mgkin sdg dlm keadaan terpuruk, namun jgn biarkan masa lalu menjd masa dpn kita, ada Tuhan dan kuasa-Nya yg sanggup mengubahkan hidup kita menjd lebih baik asalkan kita pny tatapan ke masa dpn yg lebih baik.

Posted in Renungan | Comments Off on Menerima Yang Sudah Berlalu