Mendengar Dengan Gembira

DI 02022026

Markus 12:37 ILT3
Jadi, Daud sendiri menyebut-Nya sebagai Tuhan, dan bagaimana mungkin Dia adalah anaknya?” Dan kerumunan orang banyak itu mendengarkan Dia dengan gembira.

Kerumunan org mendengar apa yg Yesus katakan saat itu, dengan gembira, dengan penuh minat, layaknya mendengar sebuah kabar sukacita untuk semua org.

Perkataan Yesus zaman ini terwakili oleh renungan, khotbah, pembacaan Alkitab, yg semuanya mudah diperoleh dan didengar. Tinggal buka sosmed, khotbah dari hamba Tuhan manapun bs kita dapatkan dg cepat, bahkan yg sdh bertahun-tahun lalu. Alkitab ada di hp kita berupa aplikasi, bahkan radio rohani jg masih bersiaran. Sebagian orang berkesempatan mendalami Alkitab melalui program sekolah teologia. Apa yg kita bisa rasakan saat mendengar perkataan Yesus melalui sarana yg disebutkan tadi? Apakah spt org-org dlm ayat ini? Atau tdk antusias dan cenderung merasa biasa saja sebagai sebuah rutinitas harian? Kadang sesuatu yg mudah didapat dan dijangkau itu menjd kurang berharga dibandingkan yg terbatas dan susah didapat. Kisah bbrpa tahun lalu ttg Alkitab yg dimasukkan ke negara yang ketat menjd suatu yg sangat berharga.

Setiap hari kita makan nasi, tapi begitu di dlm situasi sulit pangan, nasi jd makanan yg ‘mahal’ dan berharga. Seberapa Alkitab itu berharga bagi kita? Itu bergantung pada apa pengaruhnya Alkitab bagi hidup setiap kita. Dengar khotbah di gereja masih dapat merasakan gembira dan antusias? Atau yg terjd malah berharap khotbah jgn panjang dan kelamaan. Memang kadang khotbah terasa membosankan karena bbrpa faktor, ada yg suka pengkhotbah tertentu, yg suka humor diselipkan dlm khotbah, atau yang berkhotbah nadanya datar-datar saja yang mengundang rasa kantuk datang. Kita hrs mulai belajar utk menghargai firman Tuhan bkn dr siapa atau cara penyampaiannya, tp memperhatikan isi khotbahnya. Membaca Alkitab jgn saat badan lelah, sehingga jadi ‘obat tidur’ yg ‘manjur’, baca Alkitab malah ngantuk, ada yg salah dgn itu.

Dengarkan perkataan Yesus dgn gembira, penuh minat utk memahaminya, cintailah firman Tuhan setiap waktu, jgn terjebak di dalam rutinitas yang menjd sebuah ritual rohani semata.

Posted in Renungan | Comments Off on Mendengar Dengan Gembira

Yang Lebih Berharga

DI 31012026

Matius 9:13 ILT3
Namun, seraya pergi, pelajarilah apa artinya: Aku mengingini kemurahan dan bukan kurban, karena Aku datang tidak untuk memanggil yang benar, melainkan yang berdosa ke dalam pertobatan.”

Apa yg lebih berharga di mata Tuhan, tentu ini tdk bs memakai standar atau pemikiran manusia kita karena pikiran Tuhan sangat berbeda dgn pemikiran manusia.

Dlm hal persembahan, memang dalam PL diturunkan hukum ttg persembahan yang hrs umat-Nya patuhi utk dilakukan, harus sesuai syarat yg diberikan, kalau tdk maka itu dianggap ‘cacat’ dan tdk layak diberikan pd Tuhan. Org bs mentaati hukum secara pandangan mata jasmani, tapi bagaimana suasana hatinya itu hanya dia dan Tuhan saja yg tahu. Kaya akan harta bs memberi persembahan yg besar dan banyak, tetapi kalau tdk diimbangi dgn ‘kaya hati’, orang hanya akan terhormat di mata manusia, tp tdk di mata Tuhan. Dlm ayat ini Yesus dgn tegas mengatakan bhw lebih mulia orang yg menunjukkan kemurahan pd sesamanya drpd org yg memberi persembahan besar & banyak. Tuhan yg menciptakan segala yg ada di dunia, Dia mau apa, cukup berfirman dan langsung tercipta, tdk butuh tambahan materi dr manusia.

Di dunia, banyak ilmu yg mengajar bgmna bs menjd kaya, bahkan iblis jg tahu hal itu dan menawarkan cara utk menjadi kaya, tp hanya firman Tuhan yg mengajar kita untuk punya ‘kaya hati’ yg sesungguhnya. Orang bs terlihat dermawan, sering memberikan sumbangan, beramal, tp apakah itu dengan ketulusan hati? Atau sbg pencitraan demi tujuan tertentu? Persembahan bukan soal materinya, tp soal hati seseorg waktu dia mempersembahkannya. Kisah janda yang miskin saat memberi persembahan uang, ini yg jadi pelajaran bagi kita, meskipun yg dipersembahkan jumlahnya sedikit, tidak spt persembahan org kaya, tp janda miskin ini dipuji oleh Yesus karena dia memberi yg ada padanya (Markus 22:41-44). Memberi persembahan dgn pengorbanan, itu yang menguji ketulusan hati, memberi utk Tuhan atau menikmati utk diri sndri?

Belajar utk memiliki ‘kekayaan hati’, jangan kejar penghormatan dr manusia, semua itu semu dan sementara, hari ini kita dipuji, tp mgkin nanti kita dihujat.

Posted in Renungan | Comments Off on Yang Lebih Berharga

Sepakat Meminta

DI 30012026

Matius 18:19
Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apa pun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga.

Ayat ini telah sekian lama salah dipahami, akibatnya salah mengimani dan yg terjadi justru tdk spt yg tertulis dlm ayat ini, jelas bukan salah firman-Nya, tp kitalah yg telah sembarangan menafsirkannya.

Memahami sebuah ayat perlu dilihat bbrpa hal, misalnya konteks di mana ayat ini ada: Yesus sdg bicara pd murid-murid ttg cara menegur yg benar, lalu siapa saja yg ada di dlm ayat ini: ada kata Aku: ini jelas Yesus, lalu kamu: para murid, lalu mereka. Mereka itu bukan Yesus, bukan jg para murid, jadi ini pihak lain, obyek pembicaraan dlm ayat ini ttg menegur mereka: org-org yg berbuat salah atau dosa. Maka kalau dipahami dgn benar, Yesus sdg berkata bhw kalau ada 2 org di antara para murid sepakat meminta sesuatu, maka permintaan org-org yg tadi ditegur akan dikabulkan oleh Bapa. Supaya mudah dimengerti kita ilustrasikan seperti ini: 2 org pemimpin gereja menegur seorg pengerja yg berbuat kesalahan, si pengerja ini akhirnya mau mengakui kedaulatan dan bertobat, meminta 2 org pemimpin ini utk mendoakannya ttg sesuatu yg baik.

Doa org yg ditegur lalu bertobat ini dinilai sbg sesuatu yg baik dan sesuai dg apa yg jadi kehendak Tuhan, lalu 2 pemimpin ini sepakat mendoakannya pd Bapa beserta dgn permintaan si pengerja ini, maks nanti Bapa di surga akan mengabulkannya. Jadi ada brpa org yg meminta? 2 pemimpin dan si pengerja = 3 org, ini bkn ttg permintaan pribadi kita pd Tuhan, tapi perkara khusus ttg permintaan org yg bertobat yg mendpt kesepakatan dr 2 org yg punya otoritas di kerohanian. Tdk bisa dipraktekkan untuk permintaan pribadi. Inilah pentingnya kita melihat ayat sesuai konteks keberadaan, siapa saja yg disebut, kapan itu terjadi. Hal ini bisa menghindari kita keliru memahami apa yg sebenarnya dimaksud Tuhan. Tidak mudah utk memahaminya, tp Tuhan akan memberikan pencerahan dan pengertian yg benar ketika kita belajar ttg kebenaran Tuhan.

Bukan salah ayatnya, tapi kitalah yg salah dlm memahaminya, sehingga yg terjadi itu berbeda dgn yg dimaksud dlm ayat ini, jadi teruslah belajar dgn berhikmat.

Posted in Renungan | Comments Off on Sepakat Meminta

Menjadi Musuh?

DI 29012026

Galatia 4:16
Apakah dengan mengatakan kebenaran kepadamu aku telah menjadi musuhmu?

Apa sikap kita saat mendengar kebenaran ttg sesuatu? Memperhatikan atau cuek? Ini bergantung pd kebenaran personal yg kita pegang.

Contohnya, teman kita yg berjemaat gereja beda dgn kita, berbeda doktrin ttg sesuatu, dlm satu kesempatan ngobrol, jelas terlihat perbedaan pemahaman ttg sesuatu, sikap kita bgmna? Kadang beda doktrin berubah jadi beda persaudaraan dlm Tuhan. Hanya yg sedoktrin diakui sbg sesana sdr seiman, bahkan ada yg menganggap ‘musuh’ yang sebaiknya dijauhi saja. Bukankah mereka yg percaya pd Tuhan Yesus Kristus adalah kesatuan sbg tubuh Kristus? Beda doktrin jgn sampai memecah belah kesatuan yang ada dlm tubuh Kristus di dunia ini. Lakukan saja apa yg kita yakini sbg doktrin, apakah org lain tdk melakukannya, itu urusan yang pribadi antara dia dgn Tuhan, kita bukanlah Hakim yang berhak mengadili, serahkanlah itu pd Tuhan Sang Hakim Yangadil, jangan mencuri posisi Tuhan.

Ketika kita ditegur dan dijelaskan lakukan kesalahan, apakah kita menerimanya dgn kerendahan hati? Kita kadang gengsi utk mengakuinya, dan curiga org itu ingin utk menjatuhkan kita di depan umum. Alkitab menjelaskan bahwa menegur itu dilakukan spt ini: “Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali. Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan (Matius 18:15-16). Tetap jaga martabat orang yang kita tegur, kalau kesalahannya itu sesuatu yg bersinggungan dgn kepentingan umum, bawalah org lain utk menjd saksi, niatnya bukan utk menjatuhkan tp menyadarkan saja.

Menegur atau ditegur, lakukan dgn sikap hati yg benar, kita belum sempurna, pasti akan bisa buat kesalahan di satu waktu, tp jgn menutup hati pd teguran yang memang benar dan terbukti.

Posted in Renungan | Comments Off on Menjadi Musuh?

Menimpakan Kesalahan

DI 28012026

Kejadian 3:12-13 (TB) Manusia itu menjawab: “Perempuan yang Kau tempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan.”
Kemudian berfirmanlah TUHAN Allah kepada perempuan itu: “Apakah yang telah kau perbuat ini?” Jawab perempuan itu: “Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan.”

Kebiasaan menimpakan kesalahan pd org lain ternyata pertama kali terjadi peristiwa kejatuhan manusia pertama dlm dosa, dan ini terus berlanjut hingga sekarang.

Adam menyalahkan Hawa, tp secara tidak langsung menyalahkan Tuhan jg, dia bilang ttg Hawa ialah perempuan yg ditempatkan Tuhan di sisinya. Seandainya tdk ada Hawa mgkin saja Adam berpikir dia tdk berdosa karena makan buah pohon yg dilarang oleh Tuhan. Kadang org jg berpikir: Tuhan pasti Mahatahu, Dia tahu Adam dan Hawa akan berdosa, kenapa Dia tidak mencegahnya? Hal ini kadang menjd bahan perdebatan di kalangan pecinta teologi, ujungnya selalu mengatakan bhw karena Tuhan beri satu kebebasan bagi manusia utk memilih dan melakukan apa yg dia mau. Manusia bkn robot, ada kehendak bebas (free will), tapi ini dr sisi manusia, tak ada yg tahu ttg apa yg Tuhan pikirkan saat itu hingga peristiwa itu terjd.

Setelah disalahkan Adam, Hawa memberi jawaban dgn menimpakan kesalahan pada si ular yg memperdaya dia. Di satu sisi dia akui dan tdk menyangkali bhw diaiah yang memberi makan buah itu pd suaminya, dia ingat ada ular yg bs ditimpakan kesalahan atas semua yg terjd. Hal serupa masih jg terjd hingga skrg, saat ketahuan bersalah, manusia menyalahkan org lain, situasi, ini dilakukan untuk sedikit membela diri atau supaya hukumannya diperingan. Jarang yg dgn berani mengakui kesalahannya tanpa menimpakan sebagian kesalahannya pada org lain. Mgkin dlm kesalahan yg dilakukan secara berkelompok, benar yg salah ialah sekelompok org itu, jadi nenang tergantung pd kasusnya. Tetapi jgn pernah berpikir utk menyalahkan Tuhan jg, karena Tuhan tidak pernah menginginkan kita berbuat salah & berdosa.

Akuilah kalau memang kita yg salah, berani berbuat ya berani jg bertanggung jawab, ini sebuah wujud perilaku org yg berintegritas tinggi, sebuah sikap kedewasaan rohani.

Posted in Renungan | Comments Off on Menimpakan Kesalahan

Ada Yang Tidak Cukup Hanya Sekali

DI 27012026

2 Raja-raja 13:17-19
serta berkata: “Bukalah jendela yang di sebelah timur!” Dan ketika dibukanya, berkatalah Elisa: “Panahlah!” Lalu dipanahnya. Kemudian berkatalah Elisa: “Itulah anak panah kemenangan dari pada TUHAN, anak panah kemenangan terhadap Aram. Engkau akan mengalahkan Aram di Afek sampai habis lenyap.”
Sesudah itu berkatalah ia: “Ambillah anak-anak panah itu!” Lalu diambilnya. Setelah diambilnya, berkatalah Elisa kepada raja Israel: “Pukulkanlah itu ke tanah!” Lalu dipukulkannya tiga kali, kemudian ia berhenti.
Tetapi gusarlah abdi Allah itu kepadanya serta berkata: “Seharusnya engkau memukul lima atau enam kali! Dengan berbuat demikian engkau akan memukul Aram sampai habis lenyap. Tetapi sekarang, hanya tiga kali saja engkau akan memukul Aram.”

Tdk semua cara penyelesaian masalah itu selalu sama, masalah yg ini mgkin selesai dgn cara A, tp masalah yg lain dgn cara B, tergantung bgmna kita memahami cara yg tepat utk setiap masalah.

Kisah ini ttg tindakan profetik, sdh dibilang itu anak panah kemenangan, tetapi yg raja lakukan hanya memukulnya 3x saja, tetapi masalah musuh ini ternyata butuh 5-6 kali dikalahkan, artinya tindakan profetiknya ini kurang tepat, dan nantinya ini berdampak pd kenyataan hanya 3x menang tapi tidak cukup utk membinasakan sama sekali. Di dlm menghadapi masalah yg ada, selalu dibutuhkan pengamatan dan ‘mengukur’ dg benar solusi yg hrs dilakukan. Mgkin ini ttg frekuensi, spt menebang pohon besar yang tdk cukup hanya 1x pukulan saja. Mgkin di masalah yg lain itu soal waktu, harus cepat atau jgn terlalu cepat, hrs cara damai atau ketegasan, dsbnya. Hikmat dibutuhkan utk itu, kalau memang Tuhan ingin kita dengan iman melakukan tindakan profetik, lakukan dgn tepat.

Mengapa masalah yg sudah cukup lama tp belum jg teratasi, mgkin ada yg perlu untuk dikaji ulang, tdk tepatnya di mana? Apakah cara yg dipakai itu salah sehingga perlu utk diganti? Harus pakai cara baru? Atau kita kurang memberi perhatian, putus asa dan menyerah begitu saja? Jgn lupa bertanya pd Tuhan ttg cara mengatasi masalah itu, supaya tdk berlarut-larut dan menyita bnyk waktu, yg seharusnya sebentar tp malah jd lama, yg sebenarnya sederhana malah jadi rumit, yg sebenarnya kecil tp sekarang jadi besar. Masih banyak hal yg perlu kita beri perhatian dan waktu, utk dilakukan, jangan sampai akhirnya bnyk hal yg tertunda dan malah berujung kegagalan, kerusakan dan kerugian besar. Atasi segera dan jgn tunda lebih lama. Kelegaan kita alami ketika yang jadi masalah itu bs teratasi.

Libatkan Tuhan, jgn ragu kalau Tuhan yang menyuruh kita melakukan tindakan profetik karna hasilnya pasti luar biasa, melampaui kemampuan manusiawi kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Ada Yang Tidak Cukup Hanya Sekali

Harus Tegas Mau Hidup Bagaimana

DI 26012026

Wahyu 22:11-12
Barangsiapa yang berbuat jahat, biarlah ia terus berbuat jahat; barangsiapa yang cemar, biarlah ia terus cemar; dan barangsiapa yang benar, biarlah ia terus berbuat kebenaran; barangsiapa yang kudus, biarlah ia terus menguduskan dirinya!”
“Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah-Ku untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya.

Apa pandangan kita terhadap orang yang kadang baik, kadang jahat, kadang benar, kadang ngawur, kadang rohani, tp kadang jg duniawi?

Ketegasan itu penting utk menentukan apa yg kita inginkan. Kalau ditanya mau makan apa tp jawabannya terserah, ini membuat kebingungan tersendiri. Tuhan ingin kita ini punya ketegasan dlm hidup, mau jadi org kudus atau hidup cemar? Mau jadi rohani atau duniawi? Org yg tdk tegas bs dibilang sbg org berpikiran ganda: A double minded man is unstable in all his ways (Yakobus 1:8 KJV). Hidup tdk stabil, langkah-langkah hidupnya tdk menentu arahnya, ibarat anak kecil yg bingung cita-citanya mau jadi apa? Dlm kuliah jg demikian, harus menentukan fakultas apa yg ingin dimasuki, kalau tiap semester ganti fakultas terus, rugi waktu & biaya, bs jadi nantinya tdk akan pernah jadi sarjana bidang apapun. Di akhir zaman ini, kita hrs tegas, jenis kehidupan apa yg jadi tujuan hidup kita.

Dari pihak Tuhan, Dia sediakan upah atau reward utk setiap perbuatan kita. Tapi kita hrs jelas dlm menentukan hidup kita dalam dunia ini, sbg org kuduskah atau org najis? Ketegasan ini yg hrs kita tunjukkan, kita tdk tahu masih tersisa brpa lama hidup dalam dunia ini, cukupkah waktu yg tersedia utk membangun pondasi hidup kita? Di akhir hidup kita, ditemukan sbg org benar? Atau justru sedang berbuat yg cemar? Fungsi pertobatan sejati itu muak terhadap dosa dan berjalan masuk dlm kekudusan hidup yg Tuhan inginkan. Biasanya kalau belum dibuat Tuhan tersudut, org berani melawan Tuhan dan menolak bertobat. Jgn sampai ini terjd pd hidup kita, tunggu kehilangan semuanya baru terpaksa bertobat. Jangan permainkan Tuhan, selama masih hidup & diberikan nafas, bertobatlah.

Upah bagi org yg bertobat dan hidup benar adalah keselamatan kekal, jgn sampai kita menyesal nantinya hidup kekal tapi bukan dalam surga.

Posted in Renungan | Comments Off on Harus Tegas Mau Hidup Bagaimana

Manusia Yang Dia Selamatkan

DI 24012026

Ibrani 2:16-17
Sebab sesungguhnya, bukan malaikat-malaikat yang Ia kasihani, tetapi keturunan Abraham yang Ia kasihani.
Itulah sebabnya, maka dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-saudara-Nya, supaya Ia menjadi Imam Besar yang menaruh belas kasihan dan yang setia kepada Allah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa.

Malaikat yg jatuh dlm dosa yaitu iblis serta anak buahnya, tdk diselamatkan Tuhan, tp manusia yg berdosa, Dia Selamatkan karna Dia mengasihani kita.

Ini bs dimengerti sbg suatu pemahaman yg sederhana: manusia sbg ciptaan Tuhan itu lebih berharga dr para malaikat. Tak heran Dia mengutus malaikat utk melayani para manusia yang menerima keselamatan-Nya (Ibrani 1:14). Dlm beberapa kisah Alkitab, malaikat jg melarang manusia utk hormat dgn menyembahnya: “Dan aku, Yohanes, akulah yang telah mendengar dan melihat semuanya itu. Dan setelah aku mendengar dan melihatnya, aku tersungkur di depan kaki malaikat, yang telah menunjukkan semuanya itu kepadaku, untuk menyembahnya. Tetapi ia berkata kepadaku: “Jangan berbuat demikian! Aku adalah hamba, sama seperti engkau dan saudara-saudaramu, para nabi dan semua mereka yang menuruti segala perkataan kitab ini. Sembahlah Allah!” (Wahyu 22:8-9) Jadi kita dilarang utk menyembah semua malaikat jenis apapun, hanya Tuhan yang patut disembah.

Kita semua berharga di mata Tuhan, tetapi itu bukan alasan bagi kita utk menunda dr hidup benar di hadapan Tuhan. Ada orang yg berpikir hidup benar nanti di masa tua saja, masa muda gunakanlah utk santai & tdk berpikir ttg kerohanian, toh nanti juga pasti diselamatkan jg, hidup hanya sekali di dunia, kan? Kadang org-org spt itu lupa, umur itu rahasia Tuhan, kalau blm sempat bertobat lalu meninggal, masuk ke neraka! Jgn tunda pertobatan, hiduplah dg serupa sebagaimana Kristus telah hidup, selama Tuhan masih memberi nafas. Kenikmatan dunia hanya fana sifatnya, tdk sebanding dgn kebahagiaan kita hidup kekal di dalam surga nanti. Hidup di dunia layaknya hanya sebuah titik dibanding garis kekekalan yg tanpa akhir, jgn salah mengejar sesuatu di dlm hidup ini, hrs seimbang antara jasmani dan rohani.

Kita berharga di mata Tuhan, tapi tdk boleh kita meremehkan kasih Tuhan, hiduplah dg benar di hadapan Tuhan, sampai nanti kita hidup kekal bersama Dia.

Posted in Renungan | Comments Off on Manusia Yang Dia Selamatkan

Malaikat Yang Menguatkan

DI 23012026

Lukas 22:43 ILT3
Dan seorang malaikat dari surga tampak kepada-Nya untuk menguatkan Dia.

Malaikat dr surga menguatkan Yesus saat Dia berdoa di Taman Getsemani, dari sini kita bs memahami salah satu peran yang malaikat lakukan yaitu menguatkan.

Beberapa peran malaikat dapat kita temui di bbrpa peristiwa dlm Alkitab, ada peran sbg pembawa pesan, berperang, melayani, bahkan dlm kitab Wahyu dituliskan bahwa malaikat jg nantinya memberitakan Injil di akhir zaman: “Dan aku melihat seorang malaikat lain terbang di tengah-tengah langit dan padanya ada Injil yang kekal untuk diberitakannya kepada mereka yang diam di atas bumi dan kepada semua bangsa dan suku dan bahasa dan kaum (Wahyu 14:6). Jd ketika kita lemah, Tuhan bisa utus malaikat utk menguatkan serta melayani kita, karena memang tugas yang mereka miliki: “Bukankah mereka semua adalah roh-roh yang melayani, yang diutus untuk melayani mereka yang harus memperoleh keselamatan?” (Ibrani 1:14).

Jadi malaikat itu roh, namun ketika suatu saat mereka ditugaskan ke dunia, mereka bisa dilihat manusia dan disentuh, namun seringkali lebih sering terlihat jika karunia penglihatan seseorg sdg aktif. Ketika kita lemah, Tuhan menguatkan kita, malaikat Dia utus utk melayani kita. Jadi setiap org memiliki malaikat yg Tuhan utus melayani, dlm kalangan kharismatik ptofetik, mereka yakin bs ‘memerintah’ malaikat dlm batas tertentu. Yang kita yakini adalah Tuhan itu peduli dgn kita, Dia melindungi, menjaga, menolong kita, salah satunya dgn peran malaikat yg Dia utus. Kita tdk sendirian di dlm menghadapi berbagai keadaan hidup kita di dunia. Jgn cepat menyerah dan juga putus asa, walau malaikat tdk terlihat mata jasmani kita, mereka selalu melihat kita dg penuh kewaspadaan.

Malaikat diutus Tuhan utk melayani orang yg akan diselamatkan, karena itu pastikan kita tetap tinggal dlm keselamatan yg sdh kita terima.

Posted in Renungan | Comments Off on Malaikat Yang Menguatkan

Belum Seberapa Melawan

DI 22012026

Ibrani 12:2, 4 ILT3
sambil memandang kepada YESHUA, Penguasa dan penyempurna iman, yang dengan mengabaikan aib ganti sukacita yang disediakan bagi-Nya, Dia tabah memikul salib; maka Dia telah duduk di sebelah kanan takhta Elohim.
Ketika bergumul dengan dosa, kamu belum melawannya sampai tetesan darah.

Peristiwa Yesus memikul salib disebutkan dlm ayat ini dihubungkan dgn pergumulan kita melawan dosa, yg kita gumulkan tidak seberapa dibandingkan apa yg Yesus telah nyatakan saat Dia memikul salib.

Penderitaan Yesus saat proses menuju & saat disalibkan, tentu sangat berat, semua Dia tanggung dgn tabah, karena Dia tidak ingin apa yg Bapa perintahkan itu menjadi gagal. Peristiwa mencucurkan darah bisa kita lihat dimulai sejak pergumulan Yesus di Taman Getsemani, di mana Dia sangat paham beratnya apa yg akan terjadi nanti, ayat ini: “Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah” (Lukas 22:44) Tingkat pergumulan yg sangat tdk biasa, tapi demi misi penyelamatan manusia, Yesus tabah menghadapinya. Pergumulan kita melawan dosa belumlah sampai yg terjd pada Yesus di dlm kisah ini, kita terkadang hanya bisa bertahan sebentar dan akhirnya mengakui ‘kehebatan’ daya tarik dan kuasa dosa yg akhirnya membuat kita toleran mengikuti kemauannya.

Pertanyaan bagi kita: seserius apa niat kita utk melawan keinginan dosa? Sebagian dr org pd umumnya berpikir logika: manusia bukan Tuhan, masih berdosa, wajarlah jika masih kadang berbuat dosa. Pikiran yg spt ini pasti melemahkan kekuatan seseorg di saat menghadapi godaan berbuat dosa, ini ditambah lagi kalau tdk ada orang lain yg melihat, aman, lebih bahaya lagi jika dosa itu dlm wujud pikiran dan niat jahat, tidak ada org yg sanggup mengetahui isi pikiran kita. Ada org yg bahkan tdk malu ketika yg dia lakukan sbg dosa itu ketahuan, berkilah bhw dia khilaf sesaat, terbawa emosi, juga berkata bhw dia tdk sengaja berbuat dosa. Benarkah ada dosa yg tdk disengaja? Hal ini jelas hanya alasan yg dicari-cari untuk membenarkan diri sndri dan menghindari hukuman yg seharusnya dia terima.

Lawanlah dosa dimulai dari memadamkan keinginan berbuat dosa, seriuslah di saat bergumul melawannya, jgn toleran apalagi menyerah begitu saja.

Posted in Renungan | Comments Off on Belum Seberapa Melawan