Pengendalian Diri

DI 29092025

2 Timotius 1:7 ILT3
Sebab Elohim tidak memberikan kepada kita roh ketakutan, melainkan kuasa dan kasih dan pengendalian diri.

Pengendalian diri itu berasal dr Tuhan atau diri masing-masing org? Dlm ayat ini jelas dikatakan bhw Tuhan yg memberikan satu pengendalian diri bagi setiap umat-Nya.

Secara logika, pengendalian diri hasil dari pribadi masing-masing org itu terlalu tidak konsisten dan lemah, buktinya adalah tiap org hingga hari ini masih melakukan dosa, tdk disiplin dan pikirannya kadang tidaklah ‘sehat’. Dlm pengendalian diri itu terdapat 2 unsur utama yaitu pikiran yang sehat dan disiplin. Tanpa satu unsur dari keduanya ini maka pengendalian dirinya menjadi kacau dan melemahkan diri kita. Misalnya ketika pikiran kita tidak ‘sehat’, berpikir didorong oleh pengaruh nafsu, berpikir kotor & najis, berpikir jahat, dsbnya, hal ini akan sangat mempengaruhi apa yg akan kita perbuat selanjutnya. Kita akhirnya berbuat sesuatu yg jahat, najis, kotor, merugikan orang lain, dsbnya. Kenapa kita gagal menahan untuk munculnya pikiran yg jahat? Karena mulai longgar disiplin kita dlm berpikir.

Kita mengalami sakit sebagian karena kita tdk disiplin dlm menjaga pola makan sehat sehingga kita makan berlebihan, apa saja disantap sehingga akibat sembarangan ini mengakibatkan kita terkena berbagai jenis penyakit mematikan. Gagal disiplin dalam mengontrol emosi, membuat kita jd ringan tangan dgn amarah meledak-ledak. Iseng mencoba apa yg sdh dilarang, tanpa sadar kita menjd ketagihan dan terikat olehnya. Jd kita butuh pengendalian diri yg asalnya dr Tuhan, bkn dr usaha kita sendiri. Dalam pengendalian diri dr Tuhan itu ada didikan dan hukuman, ini supaya kita sadar untuk tdk melakukan yg dilarang Tuhan supaya hidup kita aman dan bahagia. Kelihatannya spt tdk bebas, tetapi batasan yg Tuhan beri itu dampaknya baik utk hari ini dan masa depan kita. Inilah wujud penjagaan Tuhan yg sempurna dlm hidup kita.

Miliki pengendalian diri yg dari Tuhan, rela dibentuk Tuhan dan menjauhi larangan yg Dia tetapkan, jgn keluar dr batas penjagaan yg Tuhan tetapkan bagi kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Pengendalian Diri

Resiko Mengikut Yesus

DI 27092025

Yohanes 16:1-2 ILT3
Aku telah mengatakan hal-hal ini kepadamu supaya kamu jangan tersandung.
Mereka akan membuat kamu terkucil dari Sinagoga, tetapi saatnya tiba, bahwa setiap orang yang membunuh kamu, ia berpikir sedang mempersembahkan ibadah kepada Elohim.

Kita perlu pahami bhw di zaman itu belum ada kitab-kitab Perjanjian Baru spt Alkitab zaman skrg, yg ada hanya kitab Taurat dan bbrpa kitab lainnya.

Munculnya Yesus sbg seorg guru dan nabi di zaman itu memang fenomenal, mereka takjub dgn pengajaran serta mujizat yang Yesus lakukan, hal ini berdampak terhadap para ahli Taurat dan bbrpa golongan lain yg ada pd zaman itu, sehingga Yesus di mata mereka adalah ‘musuh bersama’, sehingga dlm bbrpa bagian dr Injil, dikisahkan bahwa ada rencana utk membunuh Yesus. Menjd pengikut Yesus zaman itu punya resiko yg besar, bukan sekedar dikucilkan, tp dapat difitnah sehingga menjd target ditangkap hingga dibunuh. Tak heran ketika Petrus ditanya 3x apakah mengenal Yesus, bagian dr team Yesus, dia menyangkalnya 3x dan akhirnya dia menyesal. Sejarah kelam dlm kisah para martir yg mempertahankan dgn kuat iman mereka, rela kehilangan nyawa demi tetap menjd pengikut Yesus, penginjil serta org Kristen.

Di zaman ini jg masih terjd hal yg serupa, di bbrpa belahan dunia, org-org Kristen menjd target penangkapan, penyiksaan hingga jg target pembunuhan, tujuannya utk dengan kejam menghentikan penginjilan yg tentu saja akan menambahkan jumlah org yang percaya di suatu wilayah. Memang Tuhan jg berkata bhw ada org-org tertentu yang ditentukan menjd martir bagi Tuhan. Tentu ini pilihan Tuhan, dan mereka diberi suatu kesanggupan utk menanggungnya. Hal ini bs kita lihat dalam: Barangsiapa ditentukan untuk ditawan, ia akan ditawan; barangsiapa ditentukan untuk dibunuh dengan pedang, ia harus dibunuh dengan pedang. Yang penting di sini ialah ketabahan dan iman orang-orang kudus (Wahyu 13:10). Hingga masa akhir zaman nantinya, para martir akan selalu ada.

Jgn takut akan hal buruk yg dirancangkan oleh mereka yang membenci Injil, ingatlah bhw penyertaan Tuhan sempurna, walau mungkin kita kehilangan nyawa, tapi tetap memiliki keselamatan kekal.

Posted in Renungan | Comments Off on Resiko Mengikut Yesus

Permintaan Yang Dikabulkan

DI 26092025

Yohanes 15:7
Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.

Janji Tuhan dlm ayat ini bukan cuma-cuma diberikan, ada kata ‘jikalau’ yg berarti suatu kondisi yang terpenuhi, maka janji Tuhan ini akan terjadi dlm hidup kita.

Yg perlu kita perdalam, permintaan yg spt apa dlm ayat ini, apalah semua permintaan jenis apapun? Di sinilah tidak semua orang berani utk ‘membedahnya’ sehingga menjd kecewa ketika mengajukan permintaan pd Tuhan tetapi ditolak utk dikabulkan. Perlu kita pahami kondisinya: jikalau kita tinggal di dalam Tuhan, dan firman-Nya tinggal di dlm kita, artinya hidup kita selaras dengan kebenaran firman Tuhan. Yg kita ikuti BKN lagi nafsu kedagingan manusia kita, tetapi tuntunan ilahi dr Tuhan. Hidup benar dalam Tuhan tentu tdk akan membuat kita untuk meminta suatu permintaan yg najis, jahat, atau memuaskan nafsu kedagingan kita. Jd Tuhan mengabulkan ketika permintaan kita itu berisi ttg hal-hal yg baik, indah, dan sesuai dgn kebenaran firman Tuhan. Orang benar dan kudus tdk akan meminta suatu hal yg kotor, jahat, dan merusak sifatnya.

Bukan sembarang permintaan, ini hal yang hrs kita pahami benar ketika ingin meminta sesuatu pd Tuhan dan akal dikabulkan. Jd ketika kita tinggal dlm Tuhan dan firman itu tinggal dlm kita, maka akan banyak hal yg awalnya kita ingin minta pd Tuhan itu akan tersaring, yg tdk pantas tentu kita tarik dari daftar permintaan kita. Firman Tuhan akan membuat kita paham ttg yg benar dan yg salah, yg kudus dan yg najis, yg baik dan yg jahat. Maka permintaan org benar adalah permintaan yg diarahkan Tuhan utk orang benar ini mengucapkannya. Bukan hal yg aneh-aneh, yg menyimpang dari kebenaran firman Tuhan. Jadi jgn sembarangan untuk meng-claim ayat ini tapi tdk menyadari ada persyaratan yang hrs terpenuhi kondisinya. Jgn malas atau takut mendalami isi firman Tuhan, supaya kita jgn tersesat.

Kita hrs paham ttg apa permintaan yg baik dan sesuai dgn kehendak Tuhan, supaya yg kita minta itu akan diperhatikan Tuhan dan dikabulkan-Nya.

Posted in Renungan | Comments Off on Permintaan Yang Dikabulkan

Yesus dan Bapa

DI 25092025

Yohanes 14:28
Kamu telah mendengar, bahwa Aku telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku.

Ayat ini sering digunakan org yg bernafsu utk menjatuhkan ketuhanan Yesus, bahkan dlm bbrpa pengajaran tertentu, kedudukan Yesus diurutkan ada di bawah Bapa.

Bapa, Yesus, dan Roh Kudus bukan dilihat sbg 3 pribadi yg berbeda sehingga punya ‘kehebatan’ yg tdk sama levelnya, jangan samakan spt manusia yg memang dapat dibanding-bandingkan sesuai kategori yg ada. Dlm ayat ini, Yesus mengatakan bhw Bapa lebih besar drpd diri-Nya, ingat bhw Tuhan dan manusia itu berbeda, keadaan Yesus saat itu adalah Dia sbg Tuhan yang utk sementara waktu berdiam dlm sebuah tubuh manusia, sementara pd hakekatnya, Tuhan itu Roh, tdk pny tubuh spt manusia, itulah mengapa kita tdk tahu sosok Bapa dan Roh Kudus itu spt apa, kalau sosok yg kita ketahui hanyalah Yesus dlm rupa yang saat Dia menjd manusia. Mengapa timbul ada lukisan ttg Yesus spt yg diketahui saat ini, itu hanya sebuah perkiraan, tapi apakah itu benar-benar wajah Yesus, masih belum bs dikatakan akurat 100%.

Jadi saat dlm rupa seorg manusia, Yesus dgn tepat mengatakan bhw Bapa itu lebih besar drpd Dia, Tuhan yg tinggal dlm satu tubuh manusia, ini berbeda dgn saat Tuhan itu memperlihatkan diri-Nya spt satu sosok manusia spt yang banyak terjd dlm Alkitab. Jadi berbeda ya antara Tuhan mengambil rupa seorg manusia yaitu Yesus dgn Tuhan yg memperlihatkan diri-Nya spt sosok satu manusia. Yesus yang harusnya Tuhan yaitu Roh, demi menyelamatkan manusia, turun ke dunia bukan dgn memperlihatkan diri & sementara saja, tapi Dia menjd manusia yg nantinya akan mati dan bangkit, perlu satu tubuh manusia supaya bs mati, inilah yang hrs kita pahami, roh tdk bs mati karena roh sifatnya kekal, tapi tubuh manusia itu fana, suatu saat akan ditinggalkan roh sehingga manusia mengalami kematian.

Kita hanya punya satu Tuhan, Bapa, Yesus dan Roh Kudus itu pribadi yg sama, meski manusia mengenal ada 3 pribadi, ini karna keterbatasan pemikiran manusia yg jauh berbeda dgn Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Yesus dan Bapa

Karunia Untuk Mengerti

DI 24092025

Matius 13:11, 13
Jawab Yesus: “Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak.
Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti.

Tidak semua org yg membaca Alkitab, bisa memahami apa yg dibacanya itu, ini karena utk memahaminya, diperlukan karunia utk mengetahui rahasia kerajaan surga.

Mengikuti sekolah teologia memang hal yg sangat membantu utk bs lebih memahami apa isi Alkitab, bgmna menafsirkan sebuah ayat bahkan kalimat sesuai dgn konteks yg berlaku di pasal di mana ayat itu ada. Tapi tdk semua jemaat Tuhan yg mengikuti hal ini yaitu sekolah teologia, tetapi hal ini bkn berarti mustahil utk BS memahami Alkitab, asalkan spt dlm ayat ini: diberi karunia utk mengetahui rahasia kerajaan surga. Untuk bs memilikinya maka perlu ada usaha yang perlu kita lakukan. Pahami ini: rahasia yang dibukakan pasti kepada org yang sdh teruji dlm banyak hal oleh si pemilik rahasia. Dlm konteks para murid Yesus, mereka dengan komitmen tinggi telah memilih mengikuti panggilan Yesus utk nantinya menjd murid yg kemudian menjd para rasul. Ada Yesus yg selalu membuka pengertian ttg apa yg Dia katakan dlm perumpamaan, khususnya hanya utk para murid.

Zaman ini kita bs memahami isi Alkitab dg benar ketika Roh Kudus mengajar kita ttg firman Tuhan: “tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yg telah Kukatakan kepadamu (Yohanes 14:26). Ini alasan mengapa pentingnya membangun hubungan dgn Tuhan, supaya Roh Kudus ini tinggal dlm diri kita, mengajar kita apa yg Yesus ajarkan pd para murid, termasuk ttg bgmna memahami apa yg kita baca di dlm Alkitab, bukan mengandalkan logika atau kepintaran ilmu teologia semata. Ilmu teologia itu baik, namun tetap pencerahan dr Roh Kuduslah yg memberi pengertian yg benar ttg ayat-ayat dlm Alkitab. Keduanya sama pentingnya, tetapi hrs seimbang dan saling berkaitan satu sama lainnya.

Tuhan ingin kita tdk sekedar membaca isi Alkitab, tetapi memahaminya dgn benar & melakukannya dlm hidup keseharian kita, jadi pelaku firman.

Posted in Renungan | Comments Off on Karunia Untuk Mengerti

Mengapa Jadi Lebih Buruk?

DI 23092025

Matius 12:44-45
Lalu ia berkata: Aku akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan itu. Maka pergilah ia dan mendapati rumah itu kosong, bersih tersapu dan rapi teratur.
Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat dari padanya dan mereka masuk dan berdiam di situ. Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk dari pada keadaannya semula. Demikian juga akan berlaku atas angkatan yang jahat ini.”

Rumah tak berpenghuni, hanyalah sebuah benda mati tak bertuan, siapa saja dapat dgn bebas memasukinya dan mengklaim kepemilikan atasnya.

Roh jahat atau roh najis yg keluar dr tubuh seseorg akan selalu mencari tempat yang bs didiaminya, dlm Alkitab jelas dikisahkan bhw roh jahat bs merasuki tubuh manusia, juga bs merasuki tubuh binatang, spt kisah roh jahat Legion yg masuk ke tubuh hewan babi. Jd perlu diingat bhw selesai seseorg dilayani pelepasan, jgn anggap dia itu sdh bebas selamanya dr roh jahat yang pernah merasukinya. Susuai ayat ini, roh jahat bisa saja kembali merasuki orang yg pernah dia rasuki sebelumnya apabila org itu ternyata ‘kosong’, bukan ‘otak kosong’ atau bodoh, tapi org yg tdk memiliki Roh Kudus dalam dirinya. Digambarkan spt rumah indah tapi tak berpenghuni. Sudah dilayani pelepasan, bukan berarti sudah selesai, hrs dilanjutkan dgn pemantauan dan kewaspadaan penuh terhadap serangan lanjutan dr roh jahat yg bs 7x lebih parah dr sebelumnya.

Diampuni dosanya bukan berarti bebas dr berbuat dosa selanjutnya, pengertian ini yg hrs kita tanamkan dlm pikiran kita. Datang beribadah bukan berarti otomatis bebas dr serangan roh jahat, Yesus saja setelah Dia selesai berpuasa 40 hari 40 malam, iblis datang mencobai-Nya di Padang gurun. Yg perlu kita perhatikan adalah jgn biarkan diri kita ‘kosong’, penuhi hidup kita dgn segala yg baik. Ibarat sebuah rumah, hidup kita ini hrs berpenghuni, hrs ada Roh Tuhan dalam diri kita. Bangun hubungan dgn Tuhan tiap saat, lakukan disiplin rohani dgn rutin dan berkualitas, berjaga-jaga dlm doa, supaya kita punya kekuatan dan kuasa melawan iblis dan rencana jahatnya. Jgn biarkan dia masuk kembali dan menguasai hidup kita yg telah dikuduskan oleh Tuhan. Jgn buat celah utk iblis masuk dan merusak kembali hidup yg telah dipulihkan Tuhan.

Iblis tak pernah berhenti menargetkan kita utk dijadikan ‘tempat tinggal’nya, jgn lelah atau lengah dlm menjaga hidup kita tetap kudus dan berkenan di hadapan Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Mengapa Jadi Lebih Buruk?

Pohon dan Buahnya

DI 22092025

Matius 12:33 KJV
Either make the tree good, and his fruit good; or else make the tree corrupt, and his fruit corrupt: for the tree is known by his fruit.

Matius 12:33 TB
Jikalau suatu pohon kamu katakan baik, maka baik pula buahnya; jikalau suatu pohon kamu katakan tidak baik, maka tidak baik pula buahnya. Sebab dari buahnya pohon itu dikenal.

Matius 12:33 ILT3
“Peliharalah setiap pohon yang baik maka buahnya pun baik, sebaliknya, peliharalah pohon yang buruk maka buahnya pun buruk. Sebab dari buahnyalah pohon itu dikenal.

Kali ini kita lihat ayat yg sama dgn 2 jenis terjemahan yg agak berbeda. Intinya sama yaitu baik buruknya sebuah pohon dinilai dr pohonnya.

Terjemahan KJV dan ILT3 memiliki sesuatu kesamaan, yg satu menekankan cara yang dipakai utk memelihara sebuah pohon yg ingin dinikmati hasil buahnya (KJV), kalau diurus dgn baik, pohon itu menjd baik lalu menghasilkan buah yg baik juga, lalu jika kita lihat terjemahan ILT3, ditekankan ttg benih pohonnya, memelihara benih pohon yg baik, tentu nanti pohonnya jadi baik jg, kalau memelihara benih pohon yg buruk, maka buah yg dihasilkan jg buruk. Banyak khotbah cenderung hanya menekankan ttg mengenali org dr perbuatannya (buahnya), tapi tdk membahas bgmna cara utk dapat memelihara sebuah pohon supaya nanti bs menghasilkan buah yg baik. Misalnya dlm harapan ingin memiliki anak yang hebat di masa depan, semua tergantung orgtua di dlm mendidik anak dan mempersiapkan masa depannya. Jadi fokusnya bukan pd ‘buah’, tapi pd ‘pohon’nya.

Manusia bs berpura-pura baik demi suatu kepentingan, misalnya ingin mendapatkan pencitraan positif, mendapat kepercayaan, ingin mendapat pujian dan terkenal, masih banyak lagi motivasi yg buruk. Suatu saat terbongkarlah sifat aslinya, banyak orang yg tertipu oleh penipuan yg dilakukannya, tiba-tiba melakukan tindakan kriminal yang mengejutkan banyak orang, hanya org-org terdekatnya saja yg tahu persis bagaimana karakter dan sifat yg sebenarnya. Menilai org tdk cukup hanya jangka pendek, sekali lagi ingat, org bs berpura-pura, jadi pahami ayat ini dgn benar: jangan lihat perbuatan yg dilakukannya (buah), tetapi lihat dengan jelas karakternya (pohonnya), lebih jernih kita menilai seseorg dr karakternya, bukan perbuatannya saja, tapi sayangnya hanya org-org terdekat yg bs melihat karakter yg aslinya.

Fokus pd karakter, bukan perbuatan baik, karakter yg mulia pasti menghasilkan bnyk perbuatan baik, milikilah karakter yg mulia dan memuliakan Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Pohon dan Buahnya

Menguji Perbuatan Sendiri

DI 20092025

Galatia 6:4-5 ILT3
Namun hendaklah tiap-tiap orang menguji pekerjaannya sendiri dan pada waktunya dia akan memperoleh kemegahan hanya bagi dirinya sendiri dan bukannya bagi orang lain,
karena setiap orang akan menanggung tanggungannya sendiri.

Lebih banyak mana: membicarakan orang lain dgn segala kelebihan dan kekurangan yg dimilikinya, atau menguji diri sndri dgn jujur dan rindu memperbaiki diri?

Terkadang sebagian orang mudah dg teliti menemukan kesalahan dan kekurangan yg org lain miliki, sampai detail, hingga orang itu tak berkutik utk menyangkalnya. Dalam Lukas 6:42 dikatakan bhw :Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Saudara, biarlah aku mengeluarkan selumbar yang ada di dalam matamu, padahal balok yang di dalam matamu tidak engkau lihat? Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu.” Ayat ini mengingatkan kita utk intropeksi diri terlebih dahulu dgn teliti sblum kita menilai org lain. Dlm ayat lain diingatkan supaya kita jgn spt orang buta yg menuntun org buta (Matius 15:14). Jadi ujilah diri kita terlebih dahulu, bukan malah mengurusi hidup org lain.

Setiap org akan menerima kemuliaan utk dirinya sendiri, apa bangganya melihat org lain dimuliakan tp diri kita sendiri terpuruk dan gagal? Membicarakan keadaan orang lain memang lebih mengasyikan daripada mengakui kesalahan dan kekurangan yang kita miliki. Itulah sebabnya kenapa banyak org memilih utk memiliki idola: si idolanya ini bs mencapai apa yg tdk bs dia lakukan dan peroleh. Kebanggaannya ditaruhan pd diri org lain. Terkadang dlm didikan orang tua zaman dulu, anak dibebankan banyak harapan karena orgtua tak sanggup untuk meraihnya, akibatnya anak jadi tumpuan harapan dan tulang punggung keluarga, si anak tdk punya pilihan utk menjadi dirinya sendiri. Ujilah pekerjaan atau perbuatan yg kita lakukan, sudah beres belum? Karakter sdh oke belum? Rohani kita sdh dewasa?

Bangga pd prestasi org lain hanyalah satu impian yg semu, sementara realita sangat menyedihkan, mulailah lebih banyak waktu utk intropeksi diri sejujur-jujurnya.

Posted in Renungan | Comments Off on Menguji Perbuatan Sendiri

Dosa Membuat Murka

DI 19092025

Yesaya 64:9
Ya TUHAN, janganlah murka amat sangat dan janganlah mengingat-ingat dosa untuk seterusnya! Sesungguhnya, pandanglah kiranya, kami sekalian adalah umat-Mu.

Dosa itu membuat murka Tuhan bangkit & hukuman Tuhan dijatuhkan. Jadi dosa itu sesuatu yg tdk menyenangkan hati Tuhan, jangan kita sengaja melakukannya.

Kadang pikiran negatif berseliweran dalam otak sebagian manusia: tak apalah berbuat dosa, itu sudah kodratnya manusia, tinggal nanti minta ampun, kan selesai, berbuat lg ya tinggal minta ampun lagi, susah amat! Dgn dalih semua manusia berdosa, tdk ada yg benar dlm pengertian tdk berbuat dosa, maka pikiran spt inilah yang menyesatkan sebagian org yg pd akhirnya berani dengan sengaja ‘mempermainkan Tuhan’: “Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya. Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu (Galatia 6:7-8). Bermain-main dgn dosa, itu hanya membinasakan diri kita sendiri saja.

Tuhan menyediakan pengampunan, bukan berarti kita bebas terus berbuat dosa. Dia tahu ke depannya, kita masih trs berjuang melawan keinginan daging kita, mungkin suatu saat kita berhasil melawannya, tapi di saat yg lain kita kalah dan jatuh, di saat inilah kita butuh pengampunan Tuhan. Yg membuat Tuhan murka adalah dosa yang tdk diakui sbg dosa oleh org yg melakukan dosanya. Di pikirannya itu sesuatu yg tidak penting, normal, karena banyak orang yang juga melakukannya. Jd kita perlu waspada, bukan berarti kalau banyak org melakukan sesuatu, hal itu bukan sebuah dosa. Suatu pikiran atau prinsip yg berbahaya, sesuatu itu dosa atau bukan, ditentukan sesuai dgn standart Tuhan, kalau Dia sudah tegaskan bhw sesuatu itu dosa, maka apapun alasan yg manusia berikan utk membenarkannya, itu sebuah pembelaan yg duniawi.

Jgn sengaja membangkitkan murka Tuhan dgn sengaja berbuat dosa terus menerus, ingat upah dosa adalah maut, binasa, dan kita kehilangan keselamatan.

Posted in Renungan | Comments Off on Dosa Membuat Murka

Susah Payah Diselamatkan

DI 18092025

1 Petrus 4:17-18 ILT3
Sebab, ini saatnya untuk memulai penghakiman dari bait Elohim, dan jika pertama-tama dari kita, bagaimanakah akhirnya dengan mereka yang tidak taat kepada injil Elohim?
Dan, jika orang benar dengan susah payah diselamatkan, di manakah orang fasik dan orang berdosa akan nampak?

Org benar susah payah diselamatkan saat penghakiman Tuhan terjadi, ini sesuatu yg perlu kita pahami supaya kita jgn sampai meremehkan anugerah keselamatan yang kita terima dr Tuhan.

Setiap manusia termasuk org Kristen tentu melakukan dosa, kadang menang melawan keinginan berbuat dosa, kadang kalah dan akhirnya berbuat dosa. Jadi pengertian ttg org benar dlm Kristen adalah pertama, org yg dibenarkan, artinya dosanya diampuni: “Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah (Roma 5:9). Jadi tdk ada manusia satupun yg sanggup menyelamatkan dirinya dr jerat maut yang diakibatkan oleh dosa yang diperbuatnya, hanya oleh darah Kristus, kita dibenarkan dan diperdamaikan dgn Bapa. Sbg orang yg menerima pengampunan Tuhan, hidup harus benar-benar menghargai kemurahan Tuhan, jgn hidup lagi sbg org berdosa dan jgn diperhamba oleh dosa, kita telah bebas dan dimerdekakan, jgn kembali pd hidup yg gelap, karena kita adalah anak-anak terang yg menerangi dunia ini.

Kedua, orang benar adalah org yg dg sadar ingin hidup benar di hadapan Tuhan. Dlm ayat ini: “Jadi kamu lihat, bahwa manusia dibenarkan karna perbuatan-perbuatannya dan bukan hanya karena iman (Yakobus 2:24). Jadi dgn iman kita percaya bhw kita sudah dibenarkan oleh darah Kristus, lalu perbuatan-perbuatan kita seharusnya juga mentaati perintah Tuhan, inilah yg disebut sbg hidup benar di hadapan Tuhan. Bukan hanya bertobat tetapi menanggalkan yang lama, meninggalkan kegelapan dan hidup dlm kebenaran firman Tuhan. Buah harus muncul dr pertobatan kita, perbuatan kita itulah buah pertobatan. Tetapi perbuatan kita tdk bs menyelamatkan kita dari maut, sebenar-benarnya perbuatan kita, hal itu spt: “Namun kami semua menjadi seperti orang yang najis dan semua kebenaran kami seperti kain yang najis. Dan kami semua layu seperti daun, dan kejahatan kami seperti angin mengembus kami (Yesaya 64:6 ILT3). Kita selamat karena Tuhan yg menyelamatkan kita.

Hiduplah sbg org yg bertobat, taati semua perintah Tuhan, jadi pelaku firman, jangan anggap murah kebaikan Tuhan, hidup dgn takut akan Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Susah Payah Diselamatkan