Minyak Kesukaan

DI 09052019

Mazmur 45:7 KJV
Thou lovest righteousness, and hatest wickedness: therefore God, thy God, hath anointed thee with the oil of gladness above thy fellows.

  • Engkau mencintai kebenaran, dan membenci kefasikan, karena itu Tuhan, Tuhanmu, telah mengurapi engkau dengan minyak kesukaan di atas sekutu-sekutumu

Tindakan mengurapi seseorg pd zaman itu merupakan bukti bhw Tuhan memilih dan mempercayakan org itu utk menjabat dan mengerjakan sesuatu sesuai jabatannya. Dlm ayat ini disebut diurapi dg minyak kesukaan.

Menjabat sbg raja memang sebuah kebanggaan tp jg pny tanggung jwb yg besar. Utk itulah diperlukan kesukaan yg trs menerus spya bs mengimbangi bnyknya tanggung jwb yg hrs dikerjakan. Survey mengatakan bhw org yg bnyk tertawa akan lebih kuat menghadapi tantangan hidup ini, dan ayat ini sejalan dg hasil survey tsb. Kalau mgkin kita sering melihat film ttg kerajaan, ada kisah raja dg santai menikmati tarian dan nyanyian yg dibawakan oleh mrka yg sengaja dipanggil ke istana utk menghibur raja. Kita jg tahu bhw bnyk artis penyanyi yg scra khusus bernyanyi di istana kepresidenan dlm moment khusus. Jd memang perlu hiburan dan kesenangan utk mengimbangi kesibukan dlm aktivitas yg kita lakukan.

Minyak adalah alat yg dipakai utk mengurapi, org yg diurapi akan dilihat sbg org yg dipilih Tuhan dan diperlengkapi Tuhan dlm melaksanakan tanggung jwbnya. Urapan kesukaan bcra ttg dimampukan Tuhan utk mengemban tugas, hasilnya baik shga disukai oleh bnyk org, dlm ayat ini raja akan dicintai rakyatnya. Ini krna raja mencintai kebenaran dan membenci kefasikan. Raja berusaha mensejahterakan rakyat dan tdk berlaku fasik, tdk semena-mena dlm menjalankan kekuasaan, shga rakyat menikmati hasil dr pemerintahan yg berjalan dg baik dan benar. Org yg mencintai kebenaran akan bnyk mengalami kesukaan dr Tuhan sbg balasannya.

Cintailah kebenaran, bencilah kefasikan, jgn mengupayakan yg jahat tp usahakanlah apa yg baik, jgn dibenci org krna perbuatan kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Minyak Kesukaan

Menyalahkan Tuhan

DI 08052019

Kejadian 3:12

  • Manusia itu menjawab: “Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan.”

Apa maksud dr jwban Adam atas pertanyaan Tuhan? Tersirat bhw ada sedikit Adam menyalahkan Tuhan krna telah memberikan Hawa kepadanya.

Memang benar sblum ada Hawa, Adam tercatat tdk melanggar aturan Tuhan ttg larangan makan dr buah pohon pengetahuan baik dan jahat. Itu logikanya, tetapi Adam sbnarnya punya pilihan utk melakukan menolak ikut mkn spt Hawa, tp dia tdk lakukan. Menutupi kesalahan dg menyalahkan org lain bahkan Tuhan, itulah sifat manusia.

Pertama mgkin Adam berpikir bhw sangat beruntung krna Tuhan menciptakan Hawa dan memberikannya sbg penolong dan pasangan hidup. Semua berjalan baik dan indah hingga akhirnya Hawa terperdaya oleh kata-kata ular yg mengandung kebohongan. Awalnya dipandang sbg berkat, tp kemudian berubah menjd jerat. Mgkin kita pernah mengalami keadaan spt ini, kita terima sesuatu sbg berkat pd awalnya, namun ternyata di kemudian hari berubah menjd jerat, dan tanpa sadar kita menyalahkan Tuhan.

Mengelola pemberian Tuhan itu tdk mudah, kita diberi pasangan hidup, pekerjaan, usaha bisnis, keturunan, pelayanan, dsbnya, semuanya hrs dikelola dg baik krna iblis ingin membuat kita menyesal telah mengalami hal yg buruk krna pemberian dr Tuhan. Iblis ingin kita kecewa dan marah pd Tuhan, menjauh dr Dia shga dg mudah iblis siap menghancurkan kita tanpa adanya perlindungan dr Tuhan. Itu strategi iblis yg terlihat sangat halus dan licik, kita hrs waspada dan berhati-hati.

Itulah sebabnya Tuhan mengajar kita utk mengucap syukur dlm segala hal, baik atau buruk yg kita alami. Kita hrs menerima keduanya sbg konsekuensi berhasil atau gagalnya kita dlm mengelola sesuatu. Berkat Tuhan jgn sampai berubah menjd jerat bagi kita utk jatuh dlm dosa. Jgn salah mengelola, tp gunakan hikmat dan jgn lengah krna iblis selalu menunggu wkt yg baik utk mengecoh dan mencobai kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Menyalahkan Tuhan

Seandainya Tidak Menjadi

DI 07052019

1 Samuel 31:6

  • Jadi Saul, ketiga anaknya dan pembawa senjatanya, dan seluruh tentaranya sama-sama mati pada hari itu.

Kalau kita mengingat kembali asal mula Saul menjd raja, mgkin kita berpikir ini salahnya org Israel, krna sbnarnya Tuhan tdk memakai sistem kerajaan pd awalnya utk bangsa Israel, tdk perlu ada seorg raja yg memerintah, tp mrka mendesak Tuhan.

Kita mgkin menimpakan semua kesalahan pd Saul, memang stlah menjd raja pertama di Israel, Saul bnyk berbuat dosa terhadap Tuhan,. itupun sebagian krna tekanan rakyat yg mengancam meninggalkan Saul. Tp bgmna jika Saul tetap menjd rakyat biasa pd wkt itu? Mgkin hidupnya tdk berakhir dg tragis spt yg kita baca.

Org yg menjabat sebuah profesi atau jabatan, memang pny tanggung jwb besar yg hrs dia pikul, Memang kelihatannya enak jd penguasa, tp kita tdk tahu persis beban mental yg ditanggung, rasa takut kehilangan posisi, diserang dr segala arah dg berbagai macam cara, tekanan dr masyarakat, dsbnya. Inilah yg kadang mendorong mrka utk melakukan apapun spya mrka tetap pd posisinya, bahkan terkadang melanggar aturan utk itu.

Saul takut kehilangan kedudukannya sbg raja, shga dia berusaha membunuh Daud yg diketahui telah diurapi sbg raja utk menggantikannya. Saul melanggar aturan krna takut kehilangan dukungan dr rakyat, hingga membuat Samuel marah dan Tuhan undur dr padanya. Bgmna dg kita? Apakah posisi atau profesi kita saat ini kita pandang sbg sebuah kepercayaan dr Tuhan atau sesuatu yg hrs kita pertahankan? Daud menilai kedudukannya sbg raja adalah kepercayaan dr Tuhan, dia tdk berusaha mempertahankannya, saat anaknya yaitu Absalom memberontak, Daud memilih meninggalkan istana dan menyerahkan semuanya pd Tuhan. Absalom akhirnya mati dan Daud tetap menjd raja. Inilah bedanya Saul dg Daud, walaupun keduanya adalah dipilih Tuhan, tp kualitas diri akan membedakan satu sama lain.

Jalani profesi kita dg penuh tanggung jwb, jgn kecewakan Tuhan dan mrka yg percaya pd kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Seandainya Tidak Menjadi

Kalah Tanpa Tuhan

DI 06052019

Bilangan 14:44

  • Meskipun demikian, mereka nekat naik ke puncak gunung itu, tetapi tabut perjanjian TUHAN dan Musa juga tidaklah meninggalkan tempat perkemahan.

Bangsa Israel menyadari telah berdosa, tp malah membuat dosa yg baru yaitu maju berperang melawan Amalek dan Kanaan, pdhal Tuhan tdk menyertai mrka.

Setiap profesi pny ‘naluri’nya masing-masing, artinya ada perhitungan sndri kpn utk bertindak atau menahan diri, dsbnya. Kita mgkin mengenal istilah ‘strategi’, tp naluri lebih dipengaruhi oleh emosi dan kepercayaan diri yg dimiliki seseorg. Salah naluri berarti mengalami kekalahan, kegagalan, hal buruk hingga nyawa bs melayang sia-sia. Naluri itu manusiawi, tp kita sbg anak Tuhan tak bs mengandalkan naluri semata, kita butuh Tuhan.

Tabut Perjanjian adalah lambang kehadiran Tuhan di tengah umat-Nya, sdgkan Musa adalah pemimpin pilihan Tuhan yg diurapi dan disertai Tuhan. Tanpa keduanya, bangsa Israel dlm kisah ini mencoba dan nekad naik ke atas gunung utk menyerang Amalek dan Kanaan, ternyata mrka kalah. Ini pelajaran buat kita, jgn pernah bertindak tanpa penyertaan Tuhan dan bkn krna janji Tuhan. Apa yg Tuhan janjikan pasti Dia berikan, namun waktu dan cara bgmna mendapatkannya, jgn memakai cara kita sndri, justru kita bs berbuat dosa dan dihukum Tuhan pd akhirnya.

Keadaan yg terjepit bs membuat seseorg lebih mengikuti nalurinya drpd tenang lalu menyusun strategi dan minta perkenanan Tuhan. Naluri tdk selalu tepat, terkadang naluri justru membuat keadaan semakin mencekam. Jgn nekad lakukan yg Tuhan tdk katakan, jgn jg melanggar larangan-Nya. Hidup kita bkn barang mainan, hidup hanya sekali, usahakan yg terbaik utk hidup kita, sayangi hidup kita. Terkadang sesuatu hanya tergantung masalah wkt yg tepat saja, kita sering tdk sabar dan mengikuti naluri semata. Tdk selalu naluri kita itu salah, tp ujilah dg logika dan pikiran yg tenang. Untung rugi, baik buruknya, hrs dipertimbangkan jg, spya resiko yg kita ambil itu minimal.

Posted in Renungan | Comments Off on Kalah Tanpa Tuhan

Jangan Buat Tuhan Kecewa

DI 04052019

1 Samuel 28:6

  • Dan Saul bertanya kepada TUHAN, tetapi TUHAN tidak menjawab dia, baik dengan mimpi, baik dengan Urim, baik dengan perantaraan para nabi.

Kasih Tuhan memang sifatnya kekal, artinya tak akan pernah ada habisnya, tp kalau sampai Dia dikecewakan oleh seseorg, kasih-Nya bs berhenti terhadap org itu.

Raja Saul awalnya dipilih Tuhan menjd raja yg pertama di Israel, namun ketika dia mulai memerintah, dia mulai takut kehilangan dukungan rakyat drpd kehilangan perkenanan dr Tuhan. Lebih mengikuti suara rakyat drpd perintah Tuhan, inilah awal kekecewaan Tuhan terhadap Saul hingga akhirnya Tuhan undur drpdnya.

Tuhan tdk menjwb pertanyaan Saul krna Saul dan bangsa Israel jatuh dlm dosa okultisme yaitu membiarkan bangsa itu bertanya pd arwah org mati dan roh peramal. Tuhan hendak menghukum mrka dg menyerahkan mrka ke tangan org Filistin. Tdk ada firman Tuhan utk situasi yg sdg terjd saat itu, itu pertanda perkenanan Tuhan sdh hilang dr tengah-tengah bangsa itu. Tp Saul tetap bertanya pd arwah org mati dan minta diramal.

Dlm situasi yg menegangkan memang kita butuh kepastian ttg nasib kita, kita ingin tahu apa yg bakal terjd nantinya, apakah baik atau buruk. Tuhan punya jwbannya, Dia akan beritahukan pd org yg mengasihi-Nya, namun jika Dia sdh dikecewakan, Tuhan tdk menjwb doa apapun jg sekalipun dg berpuasa. Sehrsnya bertobat, tp justru Saul mengulang dosa yg sama. Jgn meniru Saul dlm hal ini, kalau ingin masih pny hubungan yg baik dg Tuhan.

Bertenung dan diramal adalah dosa di hadapan Tuhan, dosa yg membuat seseorg menjauhi Tuhan dan menyerahkan nasibnya bkn lg pd Tuhan, tp pd roh-roh peramal yg tdk berkuasa atas hidup kita sbnarnya. Diramal berarti menyerahkan nasib pd roh peramal, mengikuti apa katanya dan memang pasti terjd. Tdk percaya lg pd Tuhan itu sebuah awal dr kejatuhan seseorg, apa yg Tuhan sdh beri, Dia ambil kembali dan diberikan-Nya pd org lain. Akhir hidupnya menjd sangat menderita, tdk ada yg baik.

Posted in Renungan | Comments Off on Jangan Buat Tuhan Kecewa

Melupakan Tuhan

DI 03052019

Mazmur 50:22 KJV
Now consider this, ye that forget God, lest I tear you in pieces, and there be none to deliver.

  • Sekarang pertimbangkan ini, kamu yang melupakan Tuhan, jangan sampai Aku mencabik-cabik engkau dalam potongan-potongan, dan di sana tak ada yang menyelamatkan.

Melupakan itu tindakan yg sengaja dilakukan, jd beda dg benar-benar lupa krna mgkin bnyknya hal yg dipikirkan. Mengapa sampai bs seseorg melupakan Tuhan?

Biasanya org akan mengingat yg penting dan melupakan sesuatu yg tdk penting. Melupakan sesuatu mgkin krna hal itu tdk ingin diingat krna membw kesedihan atau trauma. Peristiwa yg pahit biasanya akan diusahakan utk dilupakan krna membuat suasana hati menjd kacau. Jd ada apa dg Tuhan sampai sengaja dilupakan?

Kecewa pd Tuhan bs menjd alasannya, mgkin krna permintaannya ditolak Tuhan, mgkin krna berharap pd Tuhan tp Tuhan tdk melakukan apa-apa. Biasanya krna seseorg menemukan sesuatu yg lebih menarik hati dibandingkan Tuhan, perhatiannya tdk lg ke Tuhan, tp pd sesuatu yg menarik hatinya. Kasih pd Tuhan mulai menurun shga lebih menyukai yg lainnya. Ini yg perlu kita waspadai, jgn sampai kasih kita hilang pd Tuhan.

Sadarkah bhw semua yg Tuhan izinkan utk kita alami itu mendtgkan kebaikan bagi kita pd akhirnya. Di saat menjalaninya memang berat, merasa sndrian, Tuhan diam, org lain tdk memahami keadaan kita, namun jgn kita tertipu oleh perasaan dan pikiran kita sndri yg dlm keadaan tergoncang, tp gunakan iman menjd perisai yg melindungi hati dan pikiran kita dr segala hal yg dpt merusaknya. Iman seringkali bertentangan dg realita dan jalan pikiran kita, krna kuasa Tuhan memang bs mengubah keadaan, membuat yg mustahil menjd mgkin terjd. Jgn melupakan Tuhan saat kita sukses dan berhasil, jg saat kita terpuruk dan tdk berdaya. Ingatlah selalu pd Tuhan, bhw Dia ada, mengasihi kita, tahu masa dpn kita dan bhw Dia tak akan meninggalkan kita melewati musim-musim hidup kita. Jgn menjd kecewa dan dendam pd Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Melupakan Tuhan

Hati-Hati Dengan Yang Kita Suka

DI 02052019

1 Raja-raja 11:1, 4
Adapun raja Salomo mencintai banyak perempuan asing. Di samping anak Firaun ia mencintai perempuan-perempuan Moab, Amon, Edom, Sidon dan Het,

  • Sebab pada waktu Salomo sudah tua, isteri-isterinya itu mencondongkan hatinya kepada allah-allah lain, sehingga ia tidak dengan sepenuh hati berpaut kepada TUHAN, seperti Daud, ayahnya.

Kata mencintai dlm ayat di atas berasal dr kata ‘âhab ‘âhêb’ yg berarti memiliki kasih sayang pada seseorg secara seksual atau hal lainnya (to have affection for (sexually or otherwise), ada unsur gemar, gandrung.

Para gamers mgkin lebih mudah mengerti mengapa mrka menjd gamers, dimulai dr ketertarikan pd game, mulai menjd suka, kemudian menggandrungi atau tergila-gila dan pd akhirnya itu menjd bagian dr kehidupan sehari-harinya.

Jd kita hrs berhati-hati dg apa dan siapa yg kita sukai, pasti dimulai dr ketertarikan, tentu ini hal yg wajar, namun pertimbangkan apakah yg kita sukai atau org yg kita sukai akan membw dampak positif bagi hidup kita. Terpenting adalah apakah kita sanggup mengendalikan diri atau justru dikendalikan oleh apa dan siapa yg kita sukai.

Salomo jatuh di masa tuanya, tentu fisiknya sdh agak menurun staminanya, knpa dia jatuh bkn di masa mudanya? Pasti krna di masa mudanya Salomo sangat mengasihi Tuhan, masih sanggup utk menguasai diri sepenuhnya. Kita sering terkecoh berpikir bhw krna jumlah istri Salomo yg sangat bnyk menjd penyebabnya, itu salah, krna br pd saat masa tuanya, Salomo br berubah menjd tdk setia pd Tuhan. Bkn masalah jumlahnya, tp Salomo gagal membw semua istrinya ikut menyembah Tuhan spt dirinya, jd yg terjd adalah kebalikannya, Salomo terbw utk menyembah berhala.

Hal apa dan siapa yg kita sukai, apakah membuat kita semakin dekat dg Tuhan atau justru membuat kita menjauh dr Tuhan? Pikirkan itu baik-baik, sblum terlambat terjd sesuatu yg membuat kita jatuh dan menjauh dr Tuhan. Jgn sepelekan sesuatu yg kelihatannya bs kita atasi.

Posted in Renungan | Comments Off on Hati-Hati Dengan Yang Kita Suka

Berani Jujur dan Tegas

DI 30042019

Lukas 20:46

  • “Waspadalah terhadap ahli-ahli Taurat yang suka berjalan-jalan memakai jubah panjang dan suka menerima penghormatan di pasar, yang suka duduk di tempat terdepan di rumah ibadat dan di tempat terhormat dalam perjamuan,

Satu hal yg saya dpti dlm ayat ini adalah bhw Yesus itu jujur dan tegas, artinya ketika Dia berbicara ttg sesuatu, dikatakan apa adanya dan tegas.

Kalau kita hidup di zaman itu, beranikah kita langsung menyebut bhw kita sdg membicarakan para ahli Taurat, atau kita menyamarkan mrka dg menyebut sbg golongan pencinta Taurat dan pemimpin agama? Sebagian dr kita mgkin malah memakaikan inisial nama buat mrka: golongan itu tuh, AT (ahli Taurat). Tetapi Yesus tdk takut menyebut mrka tanpa disamarkan, itulah tegas dan jujur, bkn penakut dan ‘buram’.

Selama perkataan kita berdasarkan fakta yg sesungguhnya, ditopang dg bukti dan dasar yg kuat, berbicaralah tanpa rasa takut krna kita bkn sdg berbohong atau memfitnah org atau golongan lain. Tentu ada resikonya dan mgkin sebagian dr kita tdk setuju dg pemikiran spt itu. Hrs bijak dan jgn memancing masalah, ini pikiran sebagian org. Tp sadarkah kita bhw membiasakan diri berkata dg tdk jelas, itu akan menjd kebiasaan bahkan gaya hidup kita?

Kalau dg alasan menjaga perasaan org lain lalu pd akhirnya kita tdk berkata jujur dan tegas, bukankah integritas diri kita menjd taruhannya? Kejujuran memang kadang menyakitkan hati dan pikiran, tdk spt yg kita sangka, lalu apakah krna itu kita menghindari utk berkata apa adanya? Tdk mau dibohongi tp tdk siap menerima kejujuran yg setegas-tegasnya, aneh bkn? Krna itulah mengapa kita sering dibohongi, itu krna org lebih menjaga perasaan kita ketimbang berkata jujur pd kita.

Selama org lain bcra sesuai fakta dan dg alasan yg benar dan jujur, terimalah perkataannya dg lapang dada, kita tdk sdg dibohongi meskipun kejujuran itu membuat kita terkejut dan mgkin marah. Mau dibohongi atau diberitahu yg sbnarnya, tergantung kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Berani Jujur dan Tegas

Ada Mata Tuhan

DI 29042019

Zakharia 4:10

  • Sebab siapa yang memandang hina hari peristiwa-peristiwa yang kecil, mereka akan bersukaria melihat batu pilihan di tangan Zerubabel. Yang tujuh ini adalah mata TUHAN, yang menjelajah seluruh bumi.”

Mata Tuhan itu menjelajah seluruh bumi, kata menjelajah dlm bhsa aslinya adalah shûṭ yg berarti berlari mondar mandir, jd mata Tuhan mengawasi seluruh dunia, semua yg terjd Tuhan melihatnya.

Krna itulah Tuhan tahu apa yg sdg kita alami, bahkan apa yg kita sembunyikan, apa yg tdk kita ketahui. Mata Tuhan melebihi milyaran CCTV yg ada di dunia ini, melebihi X-ray yg paling canggih sekalipun. Jgn merasa sendirian ketika kita sdg ada dlm masalah, sdg butuh pertolongan, tp ingat jg bhw mata Tuhan melihat ketika kita berbuat dosa.

Krna itulah mari kita hidup di dlm terang, artinya siap terlihat dan tdk menyembunyikan sesuatu. Kita pny kelemahan dan kekurangan, jgn malu jika ada yg memberi masukan secara jujur, itu resiko hidup di dlm terang, org lain bs melihat kita dg jelas. Biasakan diri utk malah berterimakasih ketika org lain berkata jujur ttg keadaan kita, sekalipun mgkin kita sedikit tersinggung atau merasa direndahkan, tersinggung adalah bukti bhw kita merasa yang dikatakan org ttg kita itu benar. Tentu setiap apa kata org itu hrs diuji, benar atau tdk, jika memang benar, akui dan terima dg kebesaran hati. Mata Tuhan sanggup melihat isi dr hati kita, bahkan yg tersembunyi bagi org lain. Benahi hati kita, jaga hati kita.

Tuhan melihat gerak gerik kita, kemana kita pergi, apa yg kita buat, Dia menjaga tapi jg mengawasi kita. Apa yg kita alami atas seizin Tuhan berarti sdh lulus dr pertimbangan dan perhitungan Tuhan, jalani dg hati yg bersyukur, Dia tahu bhw ujungnya adalah kebaikan bagi kita dan kemuliaan bagi nama Tuhan. Tuhan peduli, Tuhan mengerti, tp Dia jg mendidik kita agar kita menjd dewasa dan mengerti caranya utk mengatasi masalah hidup. Dia menuntun kita di jalan-Nya, memberi arahan dan petunjuk.

Posted in Renungan | Comments Off on Ada Mata Tuhan

Bernasib Sama

Di 27042019

Bilangan 33:56 KJV
Moreover it shall come to pass, that I shall do unto you, as I thought to do unto them.

  • Bahkan itu akan terjadi bahwa Aku akan melakukan padamu, sebagaimana Aku pikirkan untuk melakukannya pada mereka.

Tuhan berencana membasmi habis semua bangsa-bangsa yg tinggal di daerah Kanaan dan sekitarnya krna mrka telah melakukan bnyk dosa dan jika tdk dibasmi maka mrka akan bisa menyusahkan bangsa Israel di kemudian hari. Tapi Tuhan memberi ancaman jg bagi bangsa Israel jika tdk membasmi mrka.

Bangsa Israel akan mengalami nasib yg sama spt yg akan Tuhan perbuat pd bangsa-bangsa di tanah Kanaan jika mrka tdk membasmi habis spt yg Tuhan perintahkan. Ini gambaran ttg kita dg dosa, jika dosa tdk kita bereskan, nasib kita akan sama dg org-org berdosa lainnya yg tdk bertobat.

Tuhan janjikan hidup kekal bagi kita, tp jika kita tetap membiarkan dosa berkuasa atas hidup kita, maka nasib kita nanti akan ada di tempat yg tdk Tuhan janjikan sbnarnya yaitu neraka. Ibarat kita memelihara anak macan atau anak ular sejak mrka kecil, ketika makin besar bs jd mrka melukai bahkan memangsa kita krna mrka sbnarnya tergolong binatang buas. Kalau bermain-main dg dosa, pd akhirnya kita menjd budak dosa.

Bersyukur kalau kita masih ditegur Tuhan, masih diberi kesempatan utk bertobat, itu tandanya Tuhan ingin menyelamatkan kita, terhindar dr hukuman-Nya terhadap org berdosa. Kita hrs menguasai diri kita, berani melawan keinginan utk berbuat dosa, menaklukkan kedagingan kita dan hidup takut akan Tuhan. Kasihi Tuhan dg sungguh-sungguh, benci apa yg Tuhan benci, sukai apa yg Tuhan suka, ini yg memampukan kita utk hidup kudus di hadapan Tuhan. Jgn pindah tempat dr surga ke neraka, stlah kita mati, tdk ada kesempatan utk mengubah keputusan Tuhan ttg hidup kekal kita. Selama kita hidup, bertobatlah dan jagalah diri kita utk tetap mendpt perkenanan Tuhan atas hidup kita. Ini butuh perjuangan, kita tdk boleh kalah tp menang atas dosa.

Posted in Renungan | Comments Off on Bernasib Sama