DI 26042019
Yeremia 14:15
- Sebab itu beginilah firman TUHAN mengenai para nabi yang bernubuat demi nama-Ku, padahal Aku tidak mengutus mereka, dan yang berkata: Perang dan kelaparan tidak akan menimpa negeri ini —: Para nabi itu sendiri akan habis mati oleh perang dan kelaparan!
Kekhawatiran saya sbg jemaat di akhir zaman ini adalah ketika para hamba Tuhan tdk lg berbicara seimbang: bcra ttg berkat, tp perlu diseimbangkan dg bcra ttg pertobatan.
Perbuatan dosa selalu bs terjd pd siapa saja, apakah dia jemaat biasa, pelayan bahkan hamba Tuhan sekalipun bs jatuh dan berbuat dosa. Tp anehnya ada saja org yg trs berbuat dosa tp tetap diberkati Tuhan, tdk ditegur dosanya. Dosa jln trs, berkat tetap bnyk, itu yg diinginkan org yg kompromi dg dosanya.
Zaman nabi Yeremia hidup, spt yg terjd dlm ayat di atas, ada nabi yg bernubuat bohong ttg keadaan bangsa Israel nantinya, pdhal zaman itu mrka jatuh dlm penyembahan berhala. Nyaman berbuat dosa dan tdk dimurkai Tuhan, itulah sebabnya ada timbul nubuatan palsu, nabi berbicara tanpa diutus oleh Tuhan utk mengatakan sesuatu pd bangsa Israel. Demi menjd populer, menerima pemberian dr org bnyk, disukai, membuat nabi itu bernubuat palsu. Enak ditelinga dengarnya, adem hati rasanya. Buat dosa trs ya aman-aman saja semuanya. Tuhan diam saja. Kira-kira bgtu isi pikiran dr org Israel.
Dosa itu temannya kutuk, tdk mungkin dosa itu membuat org yg melakukannya malah diberkati Tuhan. Jgn mempermainkan kasih Tuhan terhadap kita, jgn sampai murka Tuhan menimpa kita dan tdk ada lg kesempatan utk bertobat. Bacalah pasal ini scra utuh, kita akan temukan bhw ada saatnya pertobatan itu tertutup bagi org yg trs berbuat dosa, apalg bagi org yg berpura-pura bertobat, Tuhan tdk berkenan dg org itu. Kalau bertobat, buktikan kesungguhan kita dg berusaha tdk melakukan dosa itu lg, memang butuh proses, nanti Tuhan menolong memampukan kita, asal kita serius, bkn main-main.
Jgn sampai Tuhan menutup pintu berkat kita, fatal.