Orang Yang Merugikan

DI 12042019

1 Samuel 30:22

  • Kemudian mulailah berbicara semua orang jahat dan orang dursila di antara orang-orang, yang ikut pergi bersama-sama dengan Daud itu, katanya: “Karena mereka tidak ikut pergi bersama-sama dengan kita, janganlah kita berikan kepada mereka apa-apa dari jarahan yang kita selamatkan itu, kecuali kepada masing-masing mereka isterinya dan anak-anaknya. Itu boleh mereka bawa, dan biarlah mereka pergi!”

Dlm bhsa aslinya, org jahat dan dursila adalah ‘ ra‛ râ‛âh’ yg artinya jahat (bad, evil) dan ‘belı̂ya‛al’ yg artinya tdk berharga (worthlessnes), tdk ada baiknya (good for nothing), tdk menguntungkan (unprofitable). Mrka ini mengikuti Daud membebaskan keluarga mrka yg ditawan oleh org Amalek.

Pernahkah kita berpikir knpa Daud mau menjd spt pemimpin bahkan layaknya ‘mentor’ bagi mrka, pdhal mrka itu org jahat dan tdk membw keuntungan? Tentu krna saat itu Daud lari dr kejaran raja Saul yg ingin membunuhnya, tp bergabung dg org-org jahat tentunya tdk bijak mnrut sudut pandang manusia. Yg dilakukan Daud merupakan gambaran dr apa yg Yesus lakukan semasa hidup di dunia yaitu mencari org berdosa dan menyelamatkannya.

Masuknya org yg jahat dlm sebuah kelompok tentu akan menimbulkan pro dan kontra. Ada yg setuju krna berpikir bhw itulah kesempatan utk membw mrka mengenal Tuhan dan bertobat, tp ada jg yg berpikir bhw kedatangan mrka bs menimbulkan keonaran di dlm kelompok dan hanya membuat suasana menjd tdk nyaman. Coba bayangkan bila itu terjd pd kelompok kita, apakah itu dlm dunia kerja atau komsel, dsbnya, mana pilihan kita: menerima atau menolak mrka bergabung? Org yg bermasalah tentu bkn pilihan yg baik mnrut sudut pandang manusia, tp bgmna dg sudut pandang Tuhan? Pd akhirnya hati nurani dan pikiran yg jernih akan menolong kita memilih yg terbaik.

Tentu kita mengapresiasi plynan dr org-org yg mau menjangkau mrka yg tdk semua kalangan bs menerima kehadiran mrka spt org yg gila, preman, psk, pecandu narkoba, dsbnya.

Posted in Renungan | Comments Off on Orang Yang Merugikan

Kesetiaan Teman

DI 11042019

Amsal 27:6 KJV
Faithful are the wounds of a friend; but the kisses of an enemy are deceitful.

  • Adalah setia luka-luka seorang teman, tapi ciuman-ciuman seorang musuh itu tipuan

Penulis amsal ini adalah raja Salomo yg tentunya memiliki bnyk pejabat dan teman di sekitarnya. Ayat di atas adalah kesimpulan yg dia dptkan dr pengalaman hidupnya sbg raja.

Berteman berarti siap terluka, bermusuhan berarti siap tertipu, mgkin inilah yg perlu kita sadari bersama. Org yg kita biarkan mencium kita tentu bkn org sembarangan, mrka tentunya org yg sangat dkt dg kita. Waspada dg org yg bnyk memberi ‘ciuman’ pd kita, tentu ini jgn kita salah mengerti maknanya. Scra fisik ciuman adalah salah satu wujud kita mengasihi seseorg, tp dlm ayat ini diingatkan kalau kebanyakan ‘dicium’ artinya dikasihi scra berlebihan atau di luar batas kewajaran, justru kita hrs waspada, bs jd org itu sebenarnya musuh kita, berpura-pura sangat mengasihi tp ternyata memusuhi kita, ingin melakukan yg buruk dg kita. Ibaratnya ingin membunuh kita dg pisau pendek, tdk bs dr jarak jauh tp dr jarak dekat, krna itulah dia berusaha pny hubungan dkt dg kita.

Sebaliknya, teman yg setia akan suatu saat melukai hati dan perasaan kita. Ada saatnya kita ini kehilangan kendali diri, jd hrs ‘dipukul’ spya sadar, kadang ‘ditampar’ spya kita insyaf kalau kita sdh berlaku kurang ajar dan melakukan kesalahan besar. Teman yg membiarkan kita trs hidup dlm dosa itu bkn teman yg setia. Teman yg tahu kelemahan kita tp tdk berusaha utk memberitahukannya pd kita, itu teman yg tdk setia. Kadang berteman itu ada pertengkarannya, bkn krna bermusuhan, tp krna ingin membuat temannya kembali ke jalan yg benar.

Hati-hati dg org yg bermulut ‘manis’, tdk pernah menegur ketika kita salah, diam saja ketika melihat kita melakukan dosa, tdk berusaha membuat kita bangkit saat kita jatuh, cuma teman bersenang-senang tp saat kita sdg bermasalah dan berduka, dia pergi menjauhi kita. Hargai teman yg jujur.

Posted in Renungan | Comments Off on Kesetiaan Teman

Memilih Istri

DI 10042019

Kejadian 38:2

  • Di situ Yehuda melihat anak perempuan seorang Kanaan; nama orang itu ialah Syua. Lalu Yehuda kawin dengan perempuan itu dan menghampirinya.

Yehuda adalah anak Yakub, yg kemudian menjd salah satu dr 12 suku Israel, dlm pasal ini dikisahkan ttg bgmna sebuah kehancuran keluarga dimulai dr kesalahan memilih istri.

Kesalahan pertama, Yehuda memilih istri yg adalah seorg Kanaan, bangsa yg bnyk menyembah berhala, kalau istilah zaman skrg disebut pernikahan beda agama. Dr pernikahan ini lahirlah 3 org anak laki-laki, namun 2 dr 3 anak Yehuda ini yaitu Er dan Onan, mati dibunuh oleh Tuhan (ay 7,10). Mengapa mrka menjd jahat di mata Tuhan? Krna orgtua mrka tdk mendidik dg baik, 2 kepercayaan yg berbeda tdk mgkin menghasilkan anak-anak yg takut akan Tuhan. Ini yg merupakan ‘warning’ saat seseorg ingin mencari pasangan hidup, jgn bersatu dg yg tdk seiman.

Kesalahan kedua, Yehuda salah menilai situasi yg terjd. Kematian 2 anak laki-lakinya dianggap krna Tamar, menantunya, sbg ‘pembawa sial’ dan membw kutuk dlm hidupnya shga dia tdk memberikan anak bungsunya menjd suami Tamar sesuai dg hukum yg berlaku saat itu, takut anak bungsunya akan mati jg.

Pd akhirnya Tamar membuktikan bhw dia bs mengandung bahkan melahirkan anak kembar setelah melakukan hubungan seksual dg Yehuda, mertuanya, istilahnya adalah ‘incest’. Krna keinginan utk berhubungan seks sangat tinggi, akhirnya Yehuda membayar seorg wanita yg di pinggir jln utk memuaskan nafsunya, ternyata wanita itu adalah menantunya sndri. Hati-hati dg gairah seks yg kita miliki, jgn justru membw kita dlm dosa demi dosa. Pengendalian diri itu penting dan taati hukum Tuhan ttg seks.

Jd kesalahan Yehuda dimulai dr masalah jodoh, kemudian tdk bs mendidik anak dg benar, kemudian krna pengendalian diri dlm hal seks yg lemah, membuat dia kehilangan 2 anak laki-lakinya dan melanggar hukum Tuhan ttg perzinahan. Jgn kompromi dg dosa, kedagingan serta kelemahan yg kita miliki, kendalikan diri.

Posted in Renungan | Comments Off on Memilih Istri

Reputasi Yang Baik

DI 09042019

Amsal 22:1 KJV
A good name is rather to be chosen than great riches, and loving favour rather than silver and gold.

  • Nama baik itu lebih baik untuk dipilih daripada kekayaan besar, dan mencintai perkenanan lebih baik daripada perak dan emas.

Jika kita diminta utk memilih: mau dibuat menjd kaya atau menjd org yg dihormati oleh bnyk org, apa pilihan kita? Kekayaan bs membuat kita dihormati tapi ketika kita tdk kaya lg, rasa hormatnya bs hilang. Jd kekayaan itu hanya bs ‘membeli’ pujian dr mulut manusia, tp reputasi dan perkenanan bs mendorong org lain menghormati kita dr dlm hatinya.

Nama baik atau reputasi bcra ttg apa yg org lain ingat ketika nama kita diperbincangkan org bnyk dan jg ketika mrka bertemu dg kita. Kaya tp sombong dan jahat tentunya tdk pny reputasi baik di mata bnyk org. Nama baik dibangun oleh integritas melalui perkataan, sikap, kepribadian dan kelakuan kita. Rekam jejak hidup kita akan selalu diingat oleh org lain, apa yg telah kita katakan dan perbuat akan menciptakan ‘image’ ttg diri kita dan itu akan sulit diubah jika org lain sdh mempercayainya.

Org yg sering berbohong akan sulit dipercaya ketika suatu saat dia berkata jujur, krna sdh ‘dicap’ sbg pembohong, aneh jika dia bcra jujur. Krna nama baik sdh rusak di mata org bnyk, sulit bagi mrka utk percaya kembali. Kekayaan bs dicari lagi, tp membangun kembali reputasi yg rusak, butuh proses panjang dan pembuktian trs menerus.

Mencintai perkenanan membuat kita berhati-hati dlm hal perkataan dan perbuatan. Sblm berkata-kata, dipikir dulu, sblum berbuat, dipertimbangkan dulu. Jgn sampai org lain merasa dirugikan krna perbuatan kita, jgn sampai ucapan kita jg merusak nama baik org lain. Janji yg diucapkan hrs ditepati, kerjakan sesuatu jgn setengah-setengah. Kualitas diri kita hrs kita tingkatkan spya org lain memberikan perkenanannya pd kita. Bekerjalah dg baik, belajar dg tekun, berbisnislah dg cara yg benar, layanilah Tuhan dg segenap hati, serius.

Posted in Renungan | Comments Off on Reputasi Yang Baik

Bisakah Percaya?

DI 08042019

Lukas 16:31

  • Kata Abraham kepadanya: Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati.”

Dunia org mati atau sederhananya dunia lanjutan ketika kita meninggal dunia, memang penuh misteri, apa yg sbnarnya terjd dan kemana kita dibawa pergi oleh yg ‘menjemput’ kita.

Semua agama punya ‘surga’ dg versinya masing-masing, lalu sbnarnya siapa Tuhan yg berdiam di surga itu? Tentu bila mengacu pd kitab suci masing-masing sulit utk ditemukan jwbannya, kecuali ada org-org yg diizinkan Tuhan utk mati dlm bbrpa saat, bs hitungan jam, dan hidup kembali, dibawa ke surga yg sesungguhnya.

Hanya ada 1 surga yg benar, krna itu hanya ada 1 Tuhan yg benar. Dlm kalangan Kristen sndri, bbrpa org Kristen, apakah pd wkt dia dibawa Tuhan ke surga dan neraka, sdh percaya Yesus atau belum, mrka bersaksi bhw di surga mrka bertemu dg Tuhan Yesus, melihat bgmna surga itu dan neraka. Puji Tuhan bhw yg tadinya blm percaya pd Tuhan Yesus menjd percaya stlah mengalami pengalaman spiritual bersama Tuhan.

Namun ayat di atas menggambarkan ttg sulitnya manusia percaya ttg apa yg diceritakan oleh org yg sempat mati kemudian hidup kembali. Scra logika memang wajar, bs saja org mengaku-ngaku dibawa ke surga dan neraka, demi sebuah sensasi, spya diundang bersaksi di bnyk tempat, jd terkenal. Jd bgmna kita bs sedikit membuktikan kesaksian mrka itu palsu atau benar?

Sederhananya adalah kita lihat 2 hal ini: pertama, apakah Tuhan menegur dia ketika bertemu Tuhan di alam kematian itu, artinya Tuhan menyuruh dia membereskan hidupnya krna kalau wkt itu dia tdk dikembalikan ke dunia maka pasti dia masuk neraka. Tuhan masih beri kesempatan kedua. Kedua, apakah Tuhan memberi dia tugas utk memperingatkan yg masih hidup utk jgn bermain-main dg dosa dan hrs hidup sesuai dg Firman Tuhan. Kesaksiannyapun hrs diuji dg apa yg Tuhan katakan ttg surga dan neraka dlm Alkitab.

Posted in Renungan | Comments Off on Bisakah Percaya?

Tuhan Perhitungkan

DI 06042019

Mazmur 84:11 KJV
For the LORD God is a sun and shield: the LORD will give grace and glory: no good thing will he withhold from them that walk uprightly.

  • Karena Tuhan adalah matahari dan perisai, Tuhan akan memberikan anugerah dan kemuliaan, tak ada hal baik yang Dia tahan/sembunyikan dari mereka yang berjalan dengan jujur.

Kata ‘uprightly’ dlm bhsa aslinya adalah tâmı̂ym yg berarti komplit, utuh, yg sehat, integritas, kebenaran.

Org yg hidup secara tâmı̂ym ini mempunyai keistimewaan perlakuan Tuhan terhadap dirinya yaitu Tuhan tdk menyembunyikan dan tdk menahan hal-hal baik dr dirinya. Jd hidupnya penuh dg hal-hal yg baik. Namun realitanya mengapa keadaan org yg hidup secara tâmı̂ym ini keadaannya tdk sebaik org yg hidup scra fasik?

Saya diajari Tuhan dg gambaran sederhana ttg hal ini: spt perlombaan lari marathon, saat start dimulai pasti ada pelari-pelari yg berlari kemudian ada di posisi terdepan. Jarak puluhan kilometer ini bs saja merubah posisi pelari, yg tadinya di belakang krna berlari memakai strategi yg benar maka mgkin saja justru dia lebih dulu sampai di garis finish. Pelari yg tadinya terdepan tp tdk berlari dg strategi yg benar justru kehabisan tenaga menjelang akhir garis finish. Jd yg terdepan dr garis start tdk menjamin dia yg terdepan jg mencapai garis finish.

Org fasik mgkin keadaannya terlihat lebih baik drpd org benar, hartanya bnyk, liburan keluar negeri trs menerus, keluargamya terlihat bahagia, namun jgn lupa kalau Tuhan tahu apa yg mrka perbuat dan ketika Tuhan melakukan pembalasan, barulah kita sadar bhw mrka tdklah sebaik kita keadaannya, mrka ditangkap krna korupsi, berjudi, narkoba, ketahuan selingkuh, dsbnya. Jgn menilai mnrut apa yg mata manusia lihat krna itu bs saja bkn yg sbnarnya, tp lihatlah apa yg mata Tuhan lihat ttg mrka.

Tuhan perhitungkan semua perbuatan kita jg cara hidup kita. Jd tdk sia-sia hidup benar di hadapan Tuhan, ada balasan Tuhan yg menanti kita. Tetaplah kudus.

Posted in Renungan | Comments Off on Tuhan Perhitungkan

Sangat Dikasihi

DI 05042019

Daniel 9:23 KJV
At the beginning of thy supplications the commandment came forth, and I am come to shew thee; for thou art greatly beloved: therefore understand the matter, and consider the vision.

  • Pada awal permohonan-permohonanmu perintah itu tampil ke depan, dan aku datang untuk menunjukkanmu, karena kamu sangat dikasihi, karenanya mengerti hal itu dan pertimbangkanlah penglihatan itu.

Rasanya bahagia sekali jika ada org yg berkata bhw dia sangat mencintai dan mengasihi kita, berarti bagi dia, kita ini org yg sangat berharga dan kita dirindukan.

Daniel sangat dikasihi Tuhan, kita lihat dlm bhsa aslinya yaitu ‘chemdâh’ yg berarti disenangi (delight), diidamkan (desire), bagus (goodly), ramah, puas (pleasant) dan berharga (previous). Mgkin bs saya katakan bhw Tuhan sptnya menemukan ‘Adam’ yg blm jatuh dlm dosa dlm diri Daniel, kualitas seorg yg sangat luar biasa.

Daniel berani melawan perintah raja demi imannya pd Tuhan, tetap beribadah meskipun ada larangan utk itu. Daniel jg sangat dikasihi oleh raja Darius, ini bs kita lihat ketika Daniel dimasukkan ke dlm goa singa, raja Darius sangat mengkhawatirkannya. Tp ada 1 hal yg perlu kita ingat yaitu tdk semua org menyukai Daniel meskipun ia melakukan segala sesuatunya dg baik. Ada yg ingin Daniel mati dan jabatannya yg nanti kosong akan menjd milik mrka. Tetapi jabatan yg Tuhan percayakan pd seseorg, tdk mgkin bs direbut oleh manusia.

Karena dikasihi Tuhan, Tuhan selalu cepat menjwb permohonan yg Daniel sampaikan, bahkan yg dtg sbg utusan Tuhan adalah Gabriel, salah satu pimpinan malaikat yg tugasnya menyampaikan pesan Tuhan pd org-org tertentu saja. Daniel sangat dikasihi Tuhan krna dia peduli dg apa yg terjd atas bangsanya yg sdg mengalami masa pembuangan sbg wujud hukuman Tuhan atas dosa bangsa Israel. Daniel hidup nyaman sbg pejabat tinggi di kerajaan Babel hingga Persia, tp tetap dia berdoa utk bangsanya. Bnyk org lupa dg kesusahan org lain saat dirinya hidup nyaman.

Posted in Renungan | Comments Off on Sangat Dikasihi

Konsekuensi Berkata Benar

DI 04042019

Galatia 4:16

  • Apakah dengan mengatakan kebenaran kepadamu aku telah menjadi musuhmu?

Ayat ini sptnya tepat dg apa yg sdg terjd hari-hari ini, ketika kebenaran dr Tuhan dianggap sbg sesuatu yg menghalangi kebebasan dan dianggap tdk relevan lg dg budaya zaman ini.

Misalkan soal suap menyuap yg berujung pd tindakan korupsi, Firman Tuhan jelas mengatur ttg ini (Keluaran 23:8) tp manusia lebih suka melakukannya krna sangat menguntungkan asalkan tdk ketahuan. Ketika kita mgkin mengatakan bhw itu salah menurut kebenaran Firman Tuhan, kita malah dianggap sbg org yg kaku dan kuno dan kita dikucilkan krna kita menyampaikan yg benar, bahkan diangap sbg musuh.

Jemaat Galatia saat itu dlm keadaan yg membuat rasul Paulus menjd ragu, ada sekelompok org bergerak dlm jemaat utk kembali menarik mrka kembali hidup di bwh hukum Taurat, pdhal mrka sdh menerima Injil dan memberi diri dibaptis. Gerakan ini sdh sangat menyebar dan bbrpa org telah termakan oleh ajaran itu shga rasul Paulus merasa perlu utk hadir di sana namun kehadirannya diperkirakan tdk dg tangan terbuka.

Bahaya ttg pengajaran yg salah hingga sesat memang perlu kita waspadai, kelihatannya masuk akal dan ‘lebih benar’ drpd Firman Tuhan sndri. Manusia cenderung mengikuti ajaran yg mnrut mrka masuk akal dan tdk menghalangi kebebasan mrka utk melakukan yg mrka mau, apalg jika ajaran itu membiarkan manusia tetap berbuat dosa dan dianggap wajar. Gereja dan jemaat perlu memiliki dasar pemahaman ttg kebenaran Firman Tuhan scra benar. Jika tdk maka dg mudah ajaran sesat masuk dan mengacaukan jemaat shga akhirnya mengikuti ajaran tsb. Bila sdh terjd maka sulit utk kembali membuat jemaat sadar ttg apa yg benar, tp ini hrs tetap dilakukan spya jemaat bs kembali yakin bhw hanya kebenaran Tuhanlah yg benar.

Penolakan pasti ada krna ada org yg tdk menyukai kebenaran Tuhan. Bnyk kepentingan ‘bermain’ dlm upaya menyesatkan gereja dan jemaat Tuhan. Pastinya iblis ada di belakang semuanya.

Posted in Renungan | Comments Off on Konsekuensi Berkata Benar

Tidur Nyenyak

DI 02042019

1 Samuel 26:12

  • Kemudian Daud mengambil tombak dan kendi itu dari sebelah kepala Saul, lalu mereka pergi. Tidak ada yang melihatnya, tidak ada yang mengetahuinya, tidak ada yang terbangun, sebab sekaliannya tidur, karena TUHAN membuat mereka tidur nyenyak.

Kita mengenal apa itu insomnia yaitu gangguan tidur yang menyebabkan penderitanya sulit tidur, atau tidak cukup tidur, meskipun terdapat cukup waktu untuk melakukannya. Gangguan tersebut menyebabkan kondisi penderita tidak prima untuk melakukan aktivitas keesokan harinya.

Mgkin sesekali kita pernah mengalaminya, apalg di saat kita sdg mengalami tekanan dan masalah hidup yg besar, mata ingin terpejam tp pikiran trs berpikir ini dan itu, menjd gelisah shga tdk bs tidur. Meskipun bdn sdh lelah, tp tetap sulit utk tidur. Bbrpa org akhirnya memilih utk menkomsumsi obat tidur, tp ada saja yg tdk mempan.

Dlm ayat ini diceritakan bgmna Tuhan membuat Saul dan semua org yg mengikutinya saat itu menjd tertidur sangat pulas shga kehadiran Daud dan Abisai tdk disadari oleh mrka. Dlm hal tidur ini ternyata Tuhan membuat seseorg itu bs tdr atau tdk bs tidur. Dlm ayat di atas, Tuhan membuat tertidur nyenyak, dlm kisah lainnya, Tuhan membuat raja Ahasyweros tdk bs tdr hingga akhirnya menemukan fakta jasa Mordekhai pd raja (Ester 6:1). Jd kita hrs paham bhw kalau kita bs tdr nyenyak, itu krna Tuhan yg membuatnya, kalau Dia tdk ingin kita tdr nyenyak, Diapun sanggup melakukannya.

Ketika kita sampai di titik penyerahan total pd Tuhan, maka Dia memberi kita damai sejahtera dan membuat hati serta pikiran menjd tenang, tdk stress atau depresi yg akibatnya tubuh kita ikut terganggu. Kalau kita msh mengandalkan diri sndri, kita hidup dlm kekuatiran dan ketakutan, trs mencari solusi tp tdk mendptkannya. Akibatnya kita menjd stress berat dan lambung serta ginjal kita bs terganggu karenanya. Kita takut bermimpi buruk saat tertidur shga tanpa sadar kita sengaja tdk mau memejamkan mata, menjd stress berat.

Posted in Renungan | Comments Off on Tidur Nyenyak

Menjadi Porno

DI 01042019

Ibrani 12:16 KJV
Lest there be any fornicator, or profane person, as Esau, who for one morsel of meat sold his birthright.

  • Jangan sampai ada yang menjadi pezinah apapun, atau orang yang tidak senonoh sebagaimana Esau, yang untuk sebuah makanan yang lezat menjual hak kesulungannya.

Menarik sekali bgmna Esau dinilai oleh Tuhan dan generasi sesudahnya krna perbuatannya menjual hak kesulungannya dg sebuah mknan yg lezat.

Kita lihat dlm bhsa aslinya, kata ‘fornicator’ adalah ‘pornos’ yg pny arti pria yg melacurkan tubuhnya demi nafsu dan uang bayaran, dibayar utk memberi kesenangan seksual. Sedangkan kata ‘profane’ adalah ‘bebēlos’ yg berarti biadab, duniawi.

Ternyata menjual hak kesulungan itu disamakan spt pria yg melacurkan dirinya dan org yg biadab serta duniawi. Tubuh setiap org memang diberi Tuhan gairah seksual, namun bgmna seseorg memperlakukan tubuhnya dlm hal seksual ini yg penting, apakah org itu lakukan sesuai dg hukum Tuhan dan norma yg berlaku di lingkungannya, ataukah melakukannya dg merendahkan harga dirinya dg memasang tarif sekian maka dia bs ‘disewa’ utk memuaskan nafsu org lain. Nilai hak kesulungan dijatuhkan sangat rendah oleh Esau senilai sebuah mknan yg lezat. Ini sebuah pelecehan atas ketentuan Tuhan krna Esau yg ditentukan sbg yg sulung tp justru dia sndri meremehkannya.

Apakah kita spt Esau yg menjd ‘porno’? Kita tdk menghormati ketentuan Tuhan dan melecehkan Dia dg tdk menghargai pemberian-Nya yg adalah bentuk kasih-Nya pd kita? Kalau kita memandang rendah karya Tuhan dlm hidup kita dan membandingkannya dg perbuatan baik manusia terhadap kita, Tuhan tdk sebaik org lain, maka kita sdh menjd ‘porno’. Jgn sampai kita pny pikiran bhw Tuhan wajib memelihara hidup kita, shga kita tdk mensyukuri pemeliharaan Tuhan atas kita, namanya kewajiban ya memang hrs dilakukan, apa nilai lebihnya, kan sdh bayar persepuluhan. Hati-hati kalau kita berpikir spt itu. Tuhan membenci Esau (Roma 9:13). Jgn jd org yg duniawi.

Posted in Renungan | Comments Off on Menjadi Porno