Dianggap Gila

DI 22022019

2 Raja-raja 9:11

  • Apabila Yehu keluar mendapatkan pegawai-pegawai tuannya, berkatalah seorang kepadanya: “Apa kabar? Mengapa orang gila itu datang kepadamu?” Jawabnya kepada mereka: “Kamu sendiri mengenal orang itu dengan omongannya!”

Salah seorg dr rombongan nabi disuruh oleh nabi Elisa utk dtg ke Yehu dan menyampaikan pesan Tuhan serta mengurapinya menjd raja. Setelah selesai, hrs segera lari secepatnya. Ayat yg kita baca adalah komentar org-org yg wkt itu sdg ada bersama Yehu.

Ada kalanya seorg nabi disuruh Tuhan utk melakukan yg di luar nalar dan batas kewajaran, shga seringkali dianggap ‘gila’ oleh org yg melihatnya. Contoh dlm Alkitab misalnya nabi Yehezkiel:

Yehezkiel 4:12
Makanlah roti itu seperti roti jelai yang bundar dan engkau harus membakarnya di atas kotoran manusia yang sudah kering di hadapan mereka.”

Contoh lainnya:

1 Raja-raja 20:35
Seorang dari rombongan nabi berkata kepada temannya atas perintah TUHAN: “Pukullah aku!” Tetapi orang itu menolak memukulnya.

Ketaatan mutlak hrs kita miliki terhadap perintah Tuhan, dilakukan sesuai yg diperintahkan meskipun hal itu tdk lazim dan kelihatannya di luar logika yg bs diterima. Org mgkin akan berpendapat miring atau negatif, tp jgn krna takut dikomentari, akhirnya kita tdk jd melakukan perintah Tuhan. Ketaatan pd Tuhan akan selalu menghasilkan apa yg sesuai dg keinginan Tuhan. Lakukan dan lihat hasilnya.

Kalau kita tdk taat, maka Tuhan akan murka, kita dinilai berani menantang dan melawan Tuhan. Tuhan akan paksa kita utk melakukannya krna dia ingin kita melihat kemuliaan Tuhan nantinya. Meskipun kelihatannya aneh, lakukan saja, hasilnya itu urusan Tuhan, bagian kita cukup taat dan melakukan sesuai dg yg diperintahkan. Biarlah kita menjd alat-Nya yg efektif dan berguna. Jgn mengubah perintah Tuhan, itu hal yg tdk Tuhan sukai. Segala sesuatunya Tuhan perhitungkan, taat atau tdk taat akan ada balasannya dr Tuhan.

Jgn sia-siakan kepercayaan yg Tuhan taruh.

Posted in Renungan | Comments Off on Dianggap Gila

Jalani Panggilanmu

DI 21022019

Yeremia 20:9 KJV
Then I said, I will not make mention of him, nor speak any more in his name. But his word was in mine heart as a burning fire shut up in my bones, and I was weary with forbearing, and I could not stay.

  • Kemudian aku berkata: “Aku tidak akan menyebut tentang Dia, juga tifak berbicara lagi di dalam nama-Nya. Tapi firman-Nya ada di dalam hatiku sebagai api menyala mengurung di dalam tulang-tulangku, dan aku lelah dengan menahan hatiku, dan aku tidak dapat tinggal.

Menjd nabi di saat suatu bangsa berbuat jahat di mata Tuhan memang beresiko tinggi, Tuhan pasti berfirman ttg pertobatan, tentang malapetaka yg akan terjd akibat dr dosa sebuah bangsa. Pesan spt itulah yg hrs disampaikan nabi Yeremia pd bangsa Israel wkt itu, dan pasti bnyk yg tdk suka akan pesan yg disampaikan.

Kebenaran Tuhan tetaplah kebenaran, tdk boleh dimanipulasi isinya demi apapun jg. Apa yg Tuhan percayakan utk kita sampaikan, sampaikanlah apa adanya, jgn dikurangi, ditambah atau diubah isi pesan-Nya, krna takut dg ancaman atau demi jabatan, kekuasaan dan harta. Pasti ada resikonya, dibenci hingga mgkin dibunuh. Sebagian org mulai lelah dg kondisi spt itu,. mulai berpikir utk diam dan tdk mau menjd pembw pesan Tuhan. Inilah yg sempat nabi Yeremia rasakan.

Kalau sdh dipilih dan menerima panggilan Tuhan, apapun profesi yg sesuai dg panggilan Tuhan dlm hidup kita, lakukan dg setia. Suatu saat mgkin bs kita menjd lelah, tp Tuhan akan mendesak kita utk trs melakukan yg seharusnya kita lakukan. Yg tadinya kita ingin berhenti, tp Tuhan makin mendesak kita utk tdk berhenti, krna kitalah yg dipercayakan Tuhan utk menyampaikan pesan-Nya. Mgkin kita sering ditolak dan dianggap berdusta, jgn lari dr panggilan Tuhan. Tanggung jwb kita bknlah pd manusia, tp pd Tuhan.

Masalah dan hambatan akan selalu ada, tp ingat bhw Tuhan menyertai kita, sesulit apapun kondisinya, Dia berjalan bersama kita. Ada pembelaan Tuhan bagi semua org yg setia pd panggilan-Nya

Posted in Renungan | Comments Off on Jalani Panggilanmu

Berpikir Sama

DI 20022019

Filipi 4:2 KJV
I beseech Euodias, and beseech Syntyche, that they be of the same mind in the Lord.

  • Aku meminta dengan sangat Euodia, dan meminta dengan sangat Sinthike, supaya mereka menjadi sepikir di dalam Tuhan.

Membaca ayat ini agaknya telah terjd perbedaan pendapat dan blm sepikirnya antara Eoudia dan Sinthike sbg org-org yg membantu rasul Paulus dlm penggembalaan di Filipi, mrka blm memiliki pikiran yg sama, shga menimbulkan sdkit masalah.

Sebagian org memiliki karakter yg keras, artinya keras kepala, susah utk dinasehati dan terlalu yakin dg apa yg dia pikirkan, sebagian lg adalah org-org yg terlalu arogan krna memiliki wewenang yg tinggi, tdk ada kompromi dan semua dia yg memutuskan. Di dlm Tuhan, semua hal haruslah sejalan dg pikiran Kristus, bkn pikiran para pemimpin rohani, krna mrka tetap manusia biasa, bs terbawa oleh ambisi pribadi yg didasari oleh ego dan kesombongan yg tersembunyi. Utk mengambil keputusan penting, biasakan minta petunjuk Tuhan, jgn langsung melalui rapat-rapat yg ujungnya sdh ketahuan: sang pemimpin minta semuanya utk setuju dg apa yg dia pikirkan, lalu diumumkan sbg hasil kesepakatan bersama, itulah kebohongan rohani yg menjijikkan.

Voting bknlah cara Alkitabiah, voting tentu saja cara kita hidup berdemokrasi, suara terbanyaklah yg dianggap benar dan tepat. Di dlm Tuhan, kebenaran Tuhanlah yg hrs menjd dasar dr sebuah keputusan yg diambil, artinya diadakan rapat yg agendanya bgmna menerapkan kebenaran Tuhan dlm sebuah keputusan atau program yg akan dijalankan. Voting bknlah cara yg tepat utk itu. Apakah kebenaran Tuhan ditentukan oleh suara terbanyak manusia?

Menjd sama pikirannya dlm Tuhan tentu tdk mudah, tp bs dilakukan. Carilah kebenaran Tuhan, di situlah kita belajar mengenal pikiran Tuhan. Pikiran Tuhan selaras dg Firman-Nya, dan apa yg Dia firmankan, selalu membw dampak yg baik bagi kehidupan kita. Perdebatan pendapat bknlah mencari kebenaran Tuhan. Jgn menanipulasi ayat Alkitab.

Posted in Renungan | Comments Off on Berpikir Sama

Minta Yang Benar

DI 19022019

2 Tawarikh 1:12

  • maka kebijaksanaan dan pengertian itu diberikan kepadamu; selain itu Aku berikan kepadamu kekayaan, harta benda dan kemuliaan, sebagaimana belum pernah ada pada raja-raja sebelum engkau dan tidak akan ada pada raja-raja sesudah engkau.”

Raja Salomo paham bhw yg paling dibutuhkan oleh seorg raja dlm memerintah adalah menjd pemimpin yg berhikmat dan berpengetahuan, dan dia meminta itu dr Tuhan, dan Tuhan mengabulkannya serta memberinya bnyk ‘bonus’ tambahannya.

Memang masuk logika jika Salomo tdk minta kekayaan krna sbg raja penerus Daud, dia pasti sdh kaya. Tujuan berkuasa bkn utk memperkaya diri, tp utk membela kepentingan dan memenuhi kebutuhan yg dipimpin. Kalau serakah, org tak akan pernah merasa cukup, sdh kaya ingin tambah kaya. Salomo dibuat Tuhan menjd sangat kaya, bkn ambisi pribadi Salomo.

Mintalah apa yg benar sesuai dg kapasitas dan kebutuhan kita. Kalau Tuhan mempercayakan sesuatu, Dia jg menyediakan apa yg kita butuhkan dan melengkapi kita dg segala yg diperlukan utk menjalankan profesi yg Tuhan berikan pd kita. Jgn minta yg arahnya utk kemuliaan diri sndri, tp mintalah sesuatu pd Tuhan yg membuat kemuliaan Tuhan dinyatakan melalui apa yg kita lakukan. Kekayaan bknlah yg utama, tetapi ‘bonus’ dr Tuhan. Bonus itu mengikuti upah, jd kalau ingin mendpt bonusnya, dapatkan dulu upahnya, utk mendpt upah, lakukan dulu kewajiban kita. Kekayaan tdk perlu dikejar, tp bertanggung jwblah dg profesi kita, maka Tuhan memberi kekayaan sbg ‘bonus’ dr semua yg telah kita kerjakan sesuai kehendak-Nya. Mintalah apa yg baik di pandangan Tuhan, Dia menilai hati dan ambisi kita. Miliki visi bkn ambisi pribadi, kerjakan apa yg Tuhan mau utk kita kerjakan, bertanggung jwblah dan tetap ingat siapa kita di hadapan Tuhan. Kita hanyalah alat kemuliaan Tuhan, dipakai bkn utk sesuatu yg biasa-biasa. Jgn lengah krna kekuasaan, jgn diperhamba oleh kekayaan, gunakan kekayaan utk memuliakan Tuhan lewat apa yg kita kerjakan.

Posted in Renungan | Comments Off on Minta Yang Benar

Jangan Menyesal Lagi

DI 18022019

1 Samuel 1:18

  • Sesudah itu berkatalah perempuan itu: “Biarlah hambamu ini mendapat belas kasihan dari padamu.” Lalu keluarlah perempuan itu, ia mau makan dan mukanya tidak muram lagi.

Hana adalah ibu dari Samuel yg mengalami bnyk kesedihan dlm hidupnya sblum Samuel lahir, direndahkan oleh isteri muda suaminya krna dia tdk melahirkan anak.

Hingga suatu saat dia mengambil keputusan yg tepat, curhat pd Tuhan dan berhenti bersedih, raut wajahnya tdk sedih lg, sdh mau mkn dan tentunya berusaha utk tenang dan gembira. Hasilnya dia akhirnya melahirkan anak atas ketentuan Tuhan.

Kisah yg mgkin mirip terjd atas Daud ketika dia berpuasa utk anak hasil hubungannya dg Batsyeba sakit dan akhirnya meninggal:

2 Samuel 12:23
Tetapi sekarang ia sudah mati, mengapa aku harus berpuasa? Dapatkah aku mengembalikannya lagi? Aku yang akan pergi kepadanya, tetapi ia tidak akan kembali kepadaku.”

Kemudian lahirlah Salomo, anak kedua mrka dan Tuhan mengasihi Salomo dan memilihnya menjd raja ke-3 di Israel.

Ketika sesuatu yg pernah kita sesali namun kemudian kita tahu bhw itulah ketentuan Tuhan, kita tdk lg melihatnya sbg suatu yg negatif, maka itulah awal dr pemulihan Tuhan terjd. Namun sayangnya ada saya rasa penyesalan itu muncul kembali shga kita kembali menilai sesuatu itu sbg yg negatif. Inilah alasan mengapa kita terlalu lama menunggu pemulihan dr Tuhan terjd, krna kita kembali menyesali apa yg sdh terjd.

Menyesal itu manusiawi, tp jgn dikuasai penyesalan yg larut trs menerus, sebentar mengucap syukur, kemudian menyesal lagi, org yg bimbang tdk mendpt apa-apa, kalau sdh bersyukur maka jgn menyesali lg yg sudah-sudah, tp bersyukur dan berubah dlm cara berpikir dan suasana hati bergembira menyambut pemulihan yg dr Tuhan. Jgn berpikir yg aneh-aneh, atau termakan komentar yg negatif, kita sndrilah yg hrs mengubah ’atmosfir’ di atas hidup kita, mau mendung atau cerah? Mau diberkati atau lelah menghadapi proses yg semakin lama selesainya.

Posted in Renungan | Comments Off on Jangan Menyesal Lagi

Takut Akan Tuhan

DI 16022019

Pengkhotbah 3:14 KJV
I know that, whatsoever God doeth, it shall be for ever: nothing can be put to it, nor any thing taken from it: and God doeth it, that men should fear before him.

  • Aku mengetahui bahwa apapun yang Tuhan perbuat, itu akan menjadi abadi, tidak ada yang dapat ditaruh di atasnya, atau apapun diambil darinya, dan Tuhan lakukan itu, supaya manusia harus takut di hadapan-Nya

Pasal dlm ayat ini bcra ttg hidup manusia yg terdiri dari musim dan saat utk sesuatu, itu trs menerus terjd dr generasi ke generasi, dan ternyata semuanya bertujuan spya kita hidup takut akan Tuhan di hadapan-Nya.

Kelahiran, kematian, kehilangan, mendapatkan, suka dan duka, dsbnya, semuanya Tuhan tunjukkan pd kita spya kita menjalani hidup ini dg bijaksana, krna setiap dr kita akan mempertanggung jwbkan semuanya pd Tuhan. Jd hidup ini bkn sekedar kita jalani bgtu saja, dilahirkan, dibesarkan, menikah, menjd tua, tp musim dlm kehidupan kita selalu membw perubahan yg bs membuat kita menjauh dr Tuhan. Kalau kita tdk menjaga diri kita maka ada kemungkinan kita utk kalah melawan tekanan hidup dan godaan yg dtg menghampiri kita.

Takutlah pd Tuhan, Dia yg menentukan nasib hidup kita. Dia mengawasi kita setiap saat, dan Dia ingin kita hidup bahagia. Masalah akan selalu ada, krna hidup ini spt musim-musim yg dtg silih berganti. Tdk semua masalah bs kita atasi dg kemampuan kita sndri, kita butuh Tuhan sbg Penolong bagi kita. Itulah alasan mengapa kita hrs hidup takut akan Tuhan, krna Tuhan mengasihi org yg hidup takut akan Tuhan, org yg menghormati Dia dan menaruh harapannya pd Tuhan.

Tuhan menaruh tujuan-Nya utk setiap hidup kita, Dia ingin itu terwujud dan hidup kita menjd berkat bagi bnyk org. Dia ingin kebesaran-Nya dinyatakan shga bnyk org menjd percaya dan mengakui bhw Dialah Tuhan yg benar. Gunakan hidup ini sebaik-baiknya, jgn disia-siakan bgtu saja. Jgn kalah melawan situasi, tetapi kita hrs menang melawannya. Bersama Tuhan akan kita lewati

Posted in Renungan | Comments Off on Takut Akan Tuhan

Yang Kita Imani

DI 15022019

Matius 8:13

  • Lalu Yesus berkata kepada perwira itu: “Pulanglah dan jadilah kepadamu seperti yang engkau percaya.” Maka pada saat itu juga sembuhlah hambanya.

Utk memahami ayat ini perlu kejelian, jika tdk maka kita salah mendptkan pengertian dr perkataan Yesus ini. Mari kita perhatikan bersama.

Apa yg kita percayai ttg Tuhan maka itu yg akan terjd atas kita. Perwira dlm kisah di atas memiliki kepercayaan yg benar ttg Tuhan dan Tuhan memperhitungkannya dg memberikan pengabulan permintaan sesuai dg kedaulatan-Nya. Selalu ada mujizat yg terjd ketika seseorg percaya pd Tuhan dg menunjukkan pengenalannya akan Tuhan. Jd ini bkn asal beriman pd kuasa Tuhan, tetapi beriman yg ‘menyentuh’ pribadi Tuhan.

Scra sederhana kita bandingkan dg perempuan yg 12 tahun sakit pendarahan, dia percaya bila bs menyentuh jumbai jubah Yesus maka dia akan sembuh, dan itu terjd. Sama-sama percaya akan kuasa Tuhan, dan sama-sama berhasil ‘menyentuh’ Tuhan. Scra fisik perempuan ini lemah, maka dia tahu sulit utk bs bcra lgsg dg Tuhan krna bnyk org mengerumuni Yesus, dia mgkin cm bs merangkak, yg di dpn matanya yg bs dia sentuh hanya jumbai jubah Yesus. Si perwira dlm ayat ini fisiknya baik, shga imannya bkn diarahkan pd fisik Yesus, tp pd kemahakuasaan-Nya yg tdk bs dibatasi oleh ruang dan waktu.

Knp bnyk org yg katanya beriman tp tdk mendpt apa yg ia imani? Krna imannya bkn berfokus pd Tuhan, tp pd permintaannya sndri. Buatlah iman kita mampu ‘menyentuh’ Tuhan, artinya bljar memahami jalan pikiran-Nya Tuhan. Jgn mulai mengatur-atur Tuhan, ini kesalahan yg umumnya terjd. Terserah Tuhan mau pakai cara bgmna, waktu-Nya itu kpn, itu kedaulatan Tuhan, tp tunjukkanlah iman kita bkn berdasarkan hikmat manusia, tp hikmat dr Tuhan. Dasar kita percaya itu apa? Dari cerita org atau hasil pengenalan ttg pribadi Tuhan? Rendahkan diri di hadapan Tuhan, ini jg bagian dr iman kita pd Tuhan. Sadar siapa kita ini di hadapan Tuhan, sadar hrs bgmna bersikap di hadapan Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Yang Kita Imani

Tuhan Memberitahukan

DI 14022019

1 Raja-raja 14:4-5
Isteri Yerobeam berbuat demikian. Ia berkemas, pergi ke Silo dan masuk ke rumah Ahia. Ahia tidak dapat melihat lagi, sebab matanya sudah kabur karena ia sudah tua.

  • Tetapi TUHAN telah berfirman kepada Ahia: “Bahwasanya isteri Yerobeam datang untuk menanyakan kepadamu perihal anaknya, sebab anak itu sedang sakit. Begini-begini harus kaukatakan kepadanya.” Ketika perempuan itu masuk, berbuatlah ia seolah-olah ia orang lain.

Nabi Ahia sdh sangat lanjut usia, krna itulah penglihatan matanya sdh sangat menurun, shga tdk bs melihat scra jelas lagi, tp dlm kisah ini, Tuhan menjd ‘mata’ bagi nabi Ahia.

Semakin bertambahnya usia apalg masuk dlm usia lanjut, fungsi tubuh dan organ-organnya mengalami penurunan, tetap berfungsi tapi tdk lg maksimal hingga bs terjd gagal fungsi. Demikian jg dg ‘tubuh rohani’ kita, artinya kerohanian kita mengalami penurunan krna bbrpa sebab, misalnya durasi masalah yg terlalu panjang, kelelahan scra mental, iman kita melemah, dsbnya. Stamina rohani kita perlu dipulihkan kembali akibat menghadapi situasi dlm hidup ini yg membuat kita menjd cepat lelah, putus asa, dsbnya.

Tuhan mengerti bhw kita sangat membutuhkan Dia. Dia tahu pasti kpn kita kehilangan arah dlm hidup ini, kpn kita merasa lelah menghadapi kenyataan hidup, kpn kita tdk sanggup lg, dan Dia menyediakan diri-Nya bagi kita utk menolong kita. Dia kadang menjd ‘mata dan telinga’ bagi kita, memberitahukan yg tdk kita tahu, informasi yg penting bahkan ttg masa dpn kita. Sebab itulah kita tdk perlu kuatir sekalipun yg sdg kita hadapi adalah sesuatu yg sangat berat, Dia tdk membiarkan kita sendirian.

Jgn sombong dg berpikir kita bisa sekalipun tanpa campur tgn Tuhan. Menyediakan sendiri udara yg kita hiruppun kita tdk mampu, sadarlah bhw kita sangat terbatas dan tdk mampu tanpa Tuhan. Rendahkan hati di hadapan Tuhan, akui kebutuhan kita akan Tuhan, percayalah kepada-Nya dg segenap hati, jgn ragu atau bimbang. Libatkan Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Tuhan Memberitahukan

Mengatasi Masalah

DI 13022019

Amsal 16:20 KJV

  • He that handleth a matter wisely shall find good: and whoso trusteth in the LORD, happy is he.

Orang yang menangani sebuah masalah dengan bijaksana akan menemukan yang baik, dan siapa yang percaya di dalam TUHAN, berbahagialah dia.

Tak ada hidup yg bebas dr masalah dan hal-hal yg perlu kita urus, krna itu kita hrs menanganinya scra bijak supaya kita tdk berkutat trs dlm lingkaran masalah demi masalah.

Penulis amsal memberi nasehat agar kita menangani masalah yg ada scra bijaksana. Tdk cuma pintar mencari jln keluarnya atau solusinya, tp jgn sampai masalah yg ada itu merusak hal lain yg baik. Kadang masalah yg ada bs menyeret org lain masuk dlm masalah itu, pdhal itu bs dihindari. Atasi scra bijsksana berarti jg meminimalisir dampak negatif dr masalah itu agar tdk menjd lebih besar dr sblumnya.

Jika masalah ditangani dg bijak, kita akan menemukan hal yg baik setelahnya. Wujudnya bs berupa bertambahnya pengetahuan kita akan sesuatu, makin eratnya kekeluargaan atau persahabatan, makin solidnya team kerja, menjd lebih sabar, dsbnya. Lewat masalah yg kita hadapi, Tuhan sekaligus meng-upgrade kapasitas dan kualitas yg kita miliki. Bkn saja kita merasa lega, tp jg kita mengalami peningkatan dlm bnyk hal.

Org yg percaya di dlm Tuhan adalah org yg berbahagia. Bahagia krna Tuhan tak pernah ingkar janji, Tuhan tdk pernah gagal, Tuhan selalu merencanakan yg terbaik, memberi apa yg membw damai sejahtera, tdk ada yg mustahil bg Tuhan. Hanya masalah wkt Tuhan saja yg perlu kita sikapi dg bijaksana, krna kita tdk mgkin mengatur Tuhan, kita perlu belajar utk mengetahui ttg waktu Tuhan, spya kita tdk kecewa dan kehilangan semua yg terbaik. Sabar dlm menanti-nantikan Tuhan dan tetap percaya kepada Dia.

Hidup dlm Tuhan itu berbahagia, walaupun hrs menjalani bnyk proses dan ujian hidup, namun Dia selalu menyertai kita. Tuhan ada bersama kita melewati musim demi musim kehidupan yg kita jalani, Dia tdk biarkan kita sndrian.

Posted in Renungan | Comments Off on Mengatasi Masalah

Jangan Diladeni

DI 12022019

1 Samuel 10:27

  • Tetapi orang-orang dursila berkata: “Masakan orang ini dapat menyelamatkan kita!” Mereka menghina dia dan tidak membawa persembahan kepadanya. Tetapi ia pura-pura tuli.

Saul br dilantik menjd raja, tp sdh ada yg meragukan kemampuannya, ini bs dimaklumi krna blm ada prestasi yg pernah dia buat sblumnya.

Dlm hidup kitapun, ada saja org-org yg menunjukkan keraguannya atas kemampuan yg kita miliki, mrka berkomentar negatif, menyebarkan info ttg kekurangan kita, dan berusaha membuat bnyk org ikut meragukan kita. Bgmna respon kita?

Kita tdk mgkin bs menyenangkan semua kalangan, akan ada pihak-pihak yg tdk puas dg apa yg sdh kita perbuat. Semua komentar negatif yg bs melemahkan kita sebaiknya tdk kita tanggapi scra serius. Kesalahan fatal bs terjd jika kita berfokus utk menyenangkan semua org. Saul akhirnya jatuh saat dia takut rakyat akan meninggalkan dia, bertindak ceroboh dan berakibat Tuhan murka dan memindahkan jabatan raja pd org lain. Pdhal Tuhan yg mengangkat dia menjd raja, tp Saul berpikir dia akan dilengserkan bila tdk bs membuat rakyat yakin akan kemampuannya sbg raja.

Setiap kita pny kapasitas yg Tuhan sdh siapkan dlm diri kita, ada yg dipercaya mengelola sesuatu yg besar, ada jg yg kecil. Yg penting bkn popularitas di mata org lain, tp bgmna kita mempertanggung jwbkannya pd Tuhan dan manusia. Bgmna kita sungguh-sungguh menjalankan kepercayaan yg diberikan, tdk bertindak sembarangan dan tentu saja hrs berdampak positif bagi org lain. Dengarkan koreksi dan teguran, abaikan pendapat yg dibuat-buat krna mrka iri dan meragukan kita. Tetap lakukan yg terbaik, buktikan bhw komentar mrka itu salah, bkn dg berdebat, tp lewat pembuktian kerja nyata.

Belajar utk mengendalikan diri, termasuk di dlmnya adalah mampu menolak omongan-omongan yg dpt merusak damai sejahtera dlm hidup kita. Damai sejahtera membuat kita yakin dan percaya diri dlm menjalankan tugas dan wewenang yg kita terima. Hiduplah dlm damai dg semua.

Posted in Renungan | Comments Off on Jangan Diladeni