Diprovokasi Iblis

DI 17052019

1 Tawarikh 21:1 KJV
And Satan stood up against Israel, and provoked David to number Israel.

  • Dan iblis berdiri menentang Israel, dan menghasut Daud untuk menghitung Israel.

Membaca ayat ini sulit utk memahaminya, Daud ini org yg mengasihi Tuhan, mengapa bs iblis menghasut dia utk melakukan sensus yg justru membuat Tuhan murka?

Di sinilah kita perlu memahami cara kerja iblis, tdk selalu dlm bentuk serangan frontal misalnya kesurupan, kerasukan roh jahat, serangan ilmu hitam, teror, dsbnya, tp jg melalui cara-cara halus, membujuk kita utk berbuat dosa yg menimbulkan murka Tuhan. Akibat dosa itu, Tuhan menghukum dg penyakit sampar shga 70 ribu org meninggal karenanya, dan dia mengutus malaikat-Nya yg menghunus pedang utk memusnahkan Yerusalem.

Jd tdk selalu seseorg bs terhubung dg iblis melalui jalur terlibat okultisme, krna ternyata iblis bs masuk ke dlm pikiran kita, shga kita memikirkan sesuatu yg kelihatannya normal namun justru membuat Tuhan murka. Mengapa sensus Daud itu salah? Krna Daud lupa bhw bangsa Israel adalah milik pusaka Tuhan, dia hanyalah pemimpin yg diangkat Tuhan utk memimpin org Israel. Mengukur kemajuan yg dialami org Israel yg menimbulkan kebanggaan diri bagi Daud, inilah yg membuat Tuhan murka.

Sbg pemimpin hrs berhati-hati dlm merumuskan sebuah program, jgn sampai visi berubah menjd ambisi, di luar kelihatannya mengagungkan Tuhan, tp sbnarnya di dlm ada terselip utk membanggakan hasil kerja sndri. Org lain mgkin tdk melihatnya, tp Tuhan melihatnya. Tak ada yg bs disembunyikan dr Tuhan.

Yoab sdh menegur Daud, tp Daud tetap pd keputusannya, arogansi sbg pemimpin seringkali dlm wujud menolak utk ditegur oleh bawahannya, menganggap dirinyalah paling bijaksana, akibatnya setelah Tuhan marah, barulah Daud menyesal. Hukuman memang dijatuhkan, tp Tuhan masih memberi cara utk menghentikan tulah melalui korban bakaran. Inilah wujud kasih Tuhan, Dia murka tp tetap mengasihi, tdk cuma adil tp penuh kemurahan.

Posted in Renungan | Comments Off on Diprovokasi Iblis

Tidak Bisa Luput

DI 16052019

2 Tawarikh 18:33-34
Tetapi seseorang menarik panahnya dan menembak dengan sembarangan saja, dan mengenai raja Israel di antara sambungan baju zirahnya. Kemudian ia berkata kepada pengemudi keretanya: “Putar! Bawa aku keluar dari pertempuran, sebab aku sudah luka.”

  • Tetapi pertempuran itu bertambah seru pada hari itu, dan raja Israel tetap berdiri di dalam kereta berhadapan dengan orang Aram itu sampai petang. Ia mati ketika matahari terbenam.

Org yg bebal berpikir bhw Tuhan bermain-main dg ucapan-Nya, hanya utk menakut-nakuti saja tp tdk dilakukan. Tp ternyata Tuhan tdk pernah main-main dg ucapan-Nya.

Akhir hidup raja Ahab sdh Tuhan tentukan bhw dia akan mati jika maju berperang, dan ternyata itu benar terjd. Nabi Mikha bin Yimla dipakai Tuhan utk memberitahukan apa yg akan terjd, tp raja Ahab lebih percaya pd nubuatan palsu dr 400 nabi, yg mengatakan bhw mrka akan menang perang. Ini pelajaran bagi kita bhw tdk selalu suara terbanyak itu menyuarakan hal yg benar. 1 suara melawan 400 suara.

Tak ada yg bs lari dr ketetapan yg Tuhan telah atur, meskipun org itu memiliki kekuatan dan dukungan yg kuat. Org yg meremehkan Tuhan, pd akhirnya akan sadar bhw Tuhan dg segala cara-Nya yg ajaib akan bs ‘menangkap’ org yg berusaha lari dr ketetapan Tuhan. Org yg menyampaikan sesuatu yg tdk enak didengar telinga sering kita abaikan, kita senang dgr semua yg baik dan membuat kita merasa diangkat, tp justru itu bkn berasal dr Tuhan. Tanpa sadar kita menciptakan budaya ‘menjilat’ pemimpin demi tetap eksis dan dipercaya, bkn menciptakan budaya berkata jujur walaupun tdk nyaman didengar. Inilah yg sering menghalangi kita utk mendengar suara Tuhan, kita sndri yg memilih-milih mana yg ingin kita dengarkan.

Kesalahan yg kita buat akan mengalami hukuman dr Tuhan suatu saat, kita tdk mgkin bs menghindarinya kecuali dg pertobatan yg sungguh-sungguh. Semakin kita melawan Tuhan, semakin besar hukuman yg akan Tuhan timpakan atas kita. Bertobatlah segera

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Bisa Luput

Menjadi Sesat

DI 15052019

Markus 12:24 KJV
And Jesus answering said unto them, Do ye not therefore err, because ye know not the scriptures, neither the power of God?

  • Dan Yesus menjawab berkata pada mereka: “Tidakkah kamu karena itu sesat, karena kamu tidak tahu kitab suci, juga kuasa Tuhan?

Memahami ttg Tuhan dan segala aturan-Nya memang tdk boleh sembarangan, karena bila hanya menggunakan pikiran dan pemahaman manusiawi, justru yg didpt adalah pemahaman yg sesat, ini terjd atas anggota golongan Saduki yg bertanya pd Yesus.

Tuhan Yesus sndri memberitahu cara bgmna agar kita tdk menjd sesat saat menjd org percaya, yaitu hrs mengetahui kitab suci dan kuasa Tuhan. Kitab suci adalah firman Tuhan yg tertulis (logos), kita memiliki Alkitab di zaman ini, itu yg hrs kita ketahui dan pelajari. Kemudian kuasa Tuhan yg dlm bhsa aslinya adalah ‘dunamis’ yg berarti kekuatan, kuasa melakukan hal ajaib, mujizat.

Jd ini ttg belajar dan mengalami apa yg dipelajari, melihat bukti bhw Tuhan itu benar spt yg tertulis dlm kitab suci, bhw kuasa Tuhan bknlah sebuah dongeng fiksi, tp nyata dan dahsyat. Belajar ttg Tuhan dan mengalami pengalaman supranatural yg dr Tuhan.

Isi dr Alkitab bkn utk diperdebatkan, krna kebenaran Tuhan sdh mutlak, namun manusia tergoda utk memahaminya sesuai dg sudut pandangnya sndri, shga dr sebuah ayat atau kalimat bs dipahami scra berbeda dan kemudian lahirlah doktrin-doktrin di masing-masing sinode grja, pdhal sumbernya sama yaitu Alkitab. Hal spt ini memang sdkit membingungkan, dr satu sumber bs menjd berbagai macam pengertian yg berbeda bahkan ada yg bertentangan pengertiannya satu sama lain.

Jgn takut utk mengalami pengalaman supranatural dr Tuhan, tdk semua hal itu tercatat dlm Alkitab, artinya ada yg tdk sempat didokumentasikan, bagian yg ini hanya bs dimengerti dg mengalami Tuhan scra pribadi, membuktikan Tuhan sesuai dg yg ada dlm kitab suci. Tuhan tdk ingin kita menjd ahli debat, tp Dia ingin kita memahami Dia scra benar dan utuh.

Posted in Renungan | Comments Off on Menjadi Sesat

Tahu Tujuan Hidup

DI 14052019

Filipi 1:24

  • tetapi lebih perlu untuk tinggal di dunia ini karena kamu.

Secara pribadi rasul Paulus ingin segera bertemu dg Tuhan Yesus, dia telah siap utk mati, tetapi dia punya pertimbangan lain utk itu, dia tetap menjalani hidupnya, salah satunya demi utk trs membimbing jemaat di Filipi.

Kita sering temukan bbrpa org mengakhiri hidupnya dg bunuh diri dg alasan yg beragam, ada yg krna depresi berat, masalah keuangan, mengalami kegagalan, hingga krna mengikuti bisikan roh jahat, dsbnya. Mrka berpikir bhw tdk ada lg gunanya hidup di dunia, tdk mau menyusahkan org lain, masalah yg dihadapi tdk ada jln keluarnya, dsbnya. Mrka tdk menyadari bhw apa yg mrka alami sesungguhnya adalah jln menuju tujuan hidup mrka, itulah proses kehidupan. Keputusan yg mrka ambil bknlah keputusan yg tepat.

Apakah kita sdh tahu tujuan hidup kita? Bekerja, berbisnis, berkeluarga, bknlah tujuan hidup, krna semua org melakukan yg sama. Sesuatu diciptakan pasti ada tujuannya, diberikan fungsi ini dan itu dg tujuan bs menjalankan fungsinya dan menghasilkan hasil spt yg diinginkan. Pisau diciptakan tajam spya bs digunakan utk memotong. Kita diciptakan Tuhan spya kita bs dipakai-Nya dg tujuan masing-masing yg ditetapkan oleh Tuhan.

Setiap dr kita suatu saat akan berhadapan dg Tuhan, utk mempertanggung jwbkan hidup kita, apakah sdh sesuai dg tujuan Tuhan menciptakan kita atau tdk. Apakah kita hidup utk diri kita sndri? Selagi msh ada waktu, fungsikan hidup kita sesuai yg Tuhan mau, kita hrs tahu tujuan hidup kita dan berusaha mewujudkannya. Dampaknya tentu luar biasa, bnyk org akan mengalami kebaikan Tuhan lewat karya Tuhan dlm hidup kita dan itu membuat org memuliakan nama Tuhan. Tuhan perlengkapi kita dg potensi dan kemampuan yg Dia tanamkan dlm diri kita, hrs kita gali dan munculkan, diasah dan ditingkatkan kualitasnya shga bs digunakan scra maksimal. Pasti ada hambatan dan masalah, hadapi dan atasi, ada penyertaan Tuhan dlm hidup kita, jgn takut.

Posted in Renungan | Comments Off on Tahu Tujuan Hidup

Persembahan dan Hati

DI 13052019

Keluaran 25:2 KJV
Speak unto the children of Israel, that they bring me an offering: of every man that giveth it willingly with his heart ye shall take my offering.

  • Berbicaralah pada anak-anak Israel bahwa mereka membawakan-Ku sebuah persembahan, dari setiap orang yang memberikannya secara sukarela dengan hatinya, kamu akan mengumpulkan persembahan-Ku.

Ternyata ada kaitan antara hati kita dg persembahan yg kita berikan utk Tuhan, memberi persembahan hrs dg hati yang sukarela, artinya tdk terpaksa, tdk ada motif yg tersembunyi yg menguntungkan diri kita.

Mgkin kita pernah melihat dlm laporan keuangan saat ada program tertentu, misalnya baksos di panti jompo, ada penyumbang yg menulis namanya dg inisial ‘hamba Tuhan’ atau ada yg tdk mau namanya ditulis, shga ditulis dg ‘NN’ alias ‘no name’. Ini dg alasan tdk perlu diketahui org lain bhw dia telah memberi, yg penting sumbangannya sampai pd pihak yg membutuhkan. Tentu ini hal yg baik krna memang ketika kita memberi, apakah itu persembahan pd Tuhan atau sumbangan utk menolong sesama, bkn utk dipamerkan siapa dan jumlah pemberian atau persembahannya. Namun tentunya Tuhan melihat hati kita.

Setiap kali diadakan ibadah, tentu gereja memberi kesempatan utk jemaat memberi persembahan utk Tuhan, zaman skrg tentu dlm bentuk uang. Apakah kita mempersembahkannya dg hati yg rela dan bersukacita? Atau yah krna memang sdh rutin, jd memang sengaja kita siapkan, tp hati kita rasanya biasa saja, tdk menghargai moment kesempatan utk memberi persembahan.

Tuhan tdk butuh uang kita, tp Dia melihat hati kita saat kita memberi persembahan. Dlm ayat ini bahkan Tuhan menginginkan bhw org Israel dg sukarela memberi persembahan utk kebutuhan membangun Bait Suci dan perlengkapannya. Jd bkn sekedar persembahannya, tp jg hatinya. Kualitas persembahan bkn dr sisi jumlahnya, tp mengerti atau tdk mengapa kita memberi persembahan, kemudian apakah dilakukan dg hati yg rela? Tuhan menilai persembahan kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Persembahan dan Hati

Mata Tuhan

DI 11052019

2 Tawarikh 16:9 KJV
For the eyes of the LORD run to and fro throughout the whole earth, to shew himself strong in the behalf of them whose heart is perfect toward him …

  • Karena mata Tuhan berlari kesana kesini di seluruh penjuru dunia, untuk menunjukkan diri-Nya kuat di dalam kepentingan mereka yang hatinya sempurna ke arah Dia …

Apa yg kita lihat melalui mata kita pasti adalah sesuatu yg penting, sdg kita cari, atau yg menarik perhatian. Jd kita melihat ke arah yg ingin kita tahu ada apa di sana, apa yg akan terjd atau utk menemukan sesuatu.

Tuhan ada di surga, tp mata-Nya menjelajah seluruh bumi, spt berlari mondar mandir, ingin menemukan org-org yg hatinya sempurna terarah pd Tuhan. Tujuannya adalah Tuhan mau menunjukkan bhw Dia kuat dan mau menguatkan kita. Dia mencari org yg hatinya sempurna mengabdi pd Tuhan namun dlm keadaan lemah, Dia ingin menguatkan dan meneguhkan.

Saat ini Tuhan sdg melihat kita, mgkin kita sdg dlm keadaan lemah tak berdaya, sakit, putus asa, bingung, takut, dsbnya, tp tetaplah hati kita dg sempurna tetap terarah pd Tuhan. Kalau hati kita mulai bergeser arah dr Tuhan, maka kita akan kehilangan kesempatan utk dikuatkan oleh Tuhan.

Seumpama kita sdg mendengarkan siaran radio saat berkendara dlm mobil, tdk selalu kualitas siarannya tertangkap dg jernih suaranya, ini krna lokasi menara pemancar radio dg antena radio mobil kita tdk selalu dlm posisi yg sempurna. Ini bs menggambarkan mengapa kadang kita bs dg jelas mendengar suara Tuhan, dan kadang tdk bgtu jelas, krna hati kita tdk selalu sempurna terarah pd Tuhan.

Ke mana hati kita mau diarahkan, akan mempengaruhi situasi hati kita. Ke arah ketakutan maka hati kita dipenuhi ketakutan, ke arah Tuhan berarti hati kita penuh dg damai sejahtera, dikuatkan Tuhan dan menerima apa yg ingin Dia sampaikan pd kita. Menjauh dr Tuhan berarti menutup kesempatan utk mengalami Tuhan dlm hidup kita, menghalangi Tuhan utk menolong dan menguatkan. Dia melihat kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Mata Tuhan

Seperti Bayi Baru Lahir

DI 10052019

1 Petrus 2:2 KJV
As newborn babes, desire the sincere milk of the word, that ye may grow thereby:

  • Sebagaimana bayi-bayi baru lahir, menghasratkan susu yg sejati dari firman, supaya kalian dapat bertumbuh karenanya.

Bayi yg baru dilahirkan sangat dianjurkan utk selalu minum ASI dr ibunya krna itulah asupan gizi yg terbaik, dihasilkan scra alamiah dr tubuh ibunya, jd benar-benar murni, tdk spt susu formula yg dibuat oleh pabrik.

Kata ‘sincere’ dlm bhsa aslinya adalah ‘adolos’ yg berarti jujur, trs terang, tanpa akal bulus (guileless), jg berarti murni, sejati. Sedangkan kata ‘word’ dlm bhsa aslinya adalah ‘logikos’ yg artinya rasional, logis, masuk akal. Jd ‘sincere milk of word’ berarti susu murni dari logika, sederhananya adalah spt bayi yg menginginkan ASI, kita menginginkan logika yg murni.

Tuhan ciptakan setiap kita dg kemampuan otak yg sbnarnya luar biasa bila kita gunakan scra maksimal. Logika itu penting kita gunakan dlm hidup kita sehari-hari, krna kita masih berhadapan dg manusia. Kalau kita memahami firman Tuhan dg menggunakan hikmat dr Tuhan shga kita bs menangkap pemahaman dr Tuhan, maka utk bs org lain memahami apa yg kita jelaskan, maka kita menggunakan penjelasan scra logika, bs diterima dan masuk akal.

Firman Tuhan selalu melampaui logika manusia, ada yg bs diterima oleh akal sehat, tp ada yg tdk bs dimengerti dg menggunakan logika. Sesuai ayat di atas, spya kita bertumbuh layaknya bayi yg baru dilahirkan, kita butuh logika yg murni, pikiran yg dimurnikan oleh Tuhan. Jd hrs menjalani fase mengenal Tuhan scra logika lebih dahulu, artinya mendpt informasi ttg Tuhan melalui indera kita: baca Alkitab, direnungkan artinya dipikirkan spya mendpt pengertian, baru kemudian mengenal Tuhan melalui mempraktekkan firman yg sdh dimengerti. Logika perlu digunakan, bkn semuanya hrs melalui pewahyuan. Pakai otak kita krna Tuhan menciptakannya spya kita bs hidup dg baik, memikirkan apa yg baik utk hidup kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Seperti Bayi Baru Lahir

Minyak Kesukaan

DI 09052019

Mazmur 45:7 KJV
Thou lovest righteousness, and hatest wickedness: therefore God, thy God, hath anointed thee with the oil of gladness above thy fellows.

  • Engkau mencintai kebenaran, dan membenci kefasikan, karena itu Tuhan, Tuhanmu, telah mengurapi engkau dengan minyak kesukaan di atas sekutu-sekutumu

Tindakan mengurapi seseorg pd zaman itu merupakan bukti bhw Tuhan memilih dan mempercayakan org itu utk menjabat dan mengerjakan sesuatu sesuai jabatannya. Dlm ayat ini disebut diurapi dg minyak kesukaan.

Menjabat sbg raja memang sebuah kebanggaan tp jg pny tanggung jwb yg besar. Utk itulah diperlukan kesukaan yg trs menerus spya bs mengimbangi bnyknya tanggung jwb yg hrs dikerjakan. Survey mengatakan bhw org yg bnyk tertawa akan lebih kuat menghadapi tantangan hidup ini, dan ayat ini sejalan dg hasil survey tsb. Kalau mgkin kita sering melihat film ttg kerajaan, ada kisah raja dg santai menikmati tarian dan nyanyian yg dibawakan oleh mrka yg sengaja dipanggil ke istana utk menghibur raja. Kita jg tahu bhw bnyk artis penyanyi yg scra khusus bernyanyi di istana kepresidenan dlm moment khusus. Jd memang perlu hiburan dan kesenangan utk mengimbangi kesibukan dlm aktivitas yg kita lakukan.

Minyak adalah alat yg dipakai utk mengurapi, org yg diurapi akan dilihat sbg org yg dipilih Tuhan dan diperlengkapi Tuhan dlm melaksanakan tanggung jwbnya. Urapan kesukaan bcra ttg dimampukan Tuhan utk mengemban tugas, hasilnya baik shga disukai oleh bnyk org, dlm ayat ini raja akan dicintai rakyatnya. Ini krna raja mencintai kebenaran dan membenci kefasikan. Raja berusaha mensejahterakan rakyat dan tdk berlaku fasik, tdk semena-mena dlm menjalankan kekuasaan, shga rakyat menikmati hasil dr pemerintahan yg berjalan dg baik dan benar. Org yg mencintai kebenaran akan bnyk mengalami kesukaan dr Tuhan sbg balasannya.

Cintailah kebenaran, bencilah kefasikan, jgn mengupayakan yg jahat tp usahakanlah apa yg baik, jgn dibenci org krna perbuatan kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Minyak Kesukaan

Menyalahkan Tuhan

DI 08052019

Kejadian 3:12

  • Manusia itu menjawab: “Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan.”

Apa maksud dr jwban Adam atas pertanyaan Tuhan? Tersirat bhw ada sedikit Adam menyalahkan Tuhan krna telah memberikan Hawa kepadanya.

Memang benar sblum ada Hawa, Adam tercatat tdk melanggar aturan Tuhan ttg larangan makan dr buah pohon pengetahuan baik dan jahat. Itu logikanya, tetapi Adam sbnarnya punya pilihan utk melakukan menolak ikut mkn spt Hawa, tp dia tdk lakukan. Menutupi kesalahan dg menyalahkan org lain bahkan Tuhan, itulah sifat manusia.

Pertama mgkin Adam berpikir bhw sangat beruntung krna Tuhan menciptakan Hawa dan memberikannya sbg penolong dan pasangan hidup. Semua berjalan baik dan indah hingga akhirnya Hawa terperdaya oleh kata-kata ular yg mengandung kebohongan. Awalnya dipandang sbg berkat, tp kemudian berubah menjd jerat. Mgkin kita pernah mengalami keadaan spt ini, kita terima sesuatu sbg berkat pd awalnya, namun ternyata di kemudian hari berubah menjd jerat, dan tanpa sadar kita menyalahkan Tuhan.

Mengelola pemberian Tuhan itu tdk mudah, kita diberi pasangan hidup, pekerjaan, usaha bisnis, keturunan, pelayanan, dsbnya, semuanya hrs dikelola dg baik krna iblis ingin membuat kita menyesal telah mengalami hal yg buruk krna pemberian dr Tuhan. Iblis ingin kita kecewa dan marah pd Tuhan, menjauh dr Dia shga dg mudah iblis siap menghancurkan kita tanpa adanya perlindungan dr Tuhan. Itu strategi iblis yg terlihat sangat halus dan licik, kita hrs waspada dan berhati-hati.

Itulah sebabnya Tuhan mengajar kita utk mengucap syukur dlm segala hal, baik atau buruk yg kita alami. Kita hrs menerima keduanya sbg konsekuensi berhasil atau gagalnya kita dlm mengelola sesuatu. Berkat Tuhan jgn sampai berubah menjd jerat bagi kita utk jatuh dlm dosa. Jgn salah mengelola, tp gunakan hikmat dan jgn lengah krna iblis selalu menunggu wkt yg baik utk mengecoh dan mencobai kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Menyalahkan Tuhan

Seandainya Tidak Menjadi

DI 07052019

1 Samuel 31:6

  • Jadi Saul, ketiga anaknya dan pembawa senjatanya, dan seluruh tentaranya sama-sama mati pada hari itu.

Kalau kita mengingat kembali asal mula Saul menjd raja, mgkin kita berpikir ini salahnya org Israel, krna sbnarnya Tuhan tdk memakai sistem kerajaan pd awalnya utk bangsa Israel, tdk perlu ada seorg raja yg memerintah, tp mrka mendesak Tuhan.

Kita mgkin menimpakan semua kesalahan pd Saul, memang stlah menjd raja pertama di Israel, Saul bnyk berbuat dosa terhadap Tuhan,. itupun sebagian krna tekanan rakyat yg mengancam meninggalkan Saul. Tp bgmna jika Saul tetap menjd rakyat biasa pd wkt itu? Mgkin hidupnya tdk berakhir dg tragis spt yg kita baca.

Org yg menjabat sebuah profesi atau jabatan, memang pny tanggung jwb besar yg hrs dia pikul, Memang kelihatannya enak jd penguasa, tp kita tdk tahu persis beban mental yg ditanggung, rasa takut kehilangan posisi, diserang dr segala arah dg berbagai macam cara, tekanan dr masyarakat, dsbnya. Inilah yg kadang mendorong mrka utk melakukan apapun spya mrka tetap pd posisinya, bahkan terkadang melanggar aturan utk itu.

Saul takut kehilangan kedudukannya sbg raja, shga dia berusaha membunuh Daud yg diketahui telah diurapi sbg raja utk menggantikannya. Saul melanggar aturan krna takut kehilangan dukungan dr rakyat, hingga membuat Samuel marah dan Tuhan undur dr padanya. Bgmna dg kita? Apakah posisi atau profesi kita saat ini kita pandang sbg sebuah kepercayaan dr Tuhan atau sesuatu yg hrs kita pertahankan? Daud menilai kedudukannya sbg raja adalah kepercayaan dr Tuhan, dia tdk berusaha mempertahankannya, saat anaknya yaitu Absalom memberontak, Daud memilih meninggalkan istana dan menyerahkan semuanya pd Tuhan. Absalom akhirnya mati dan Daud tetap menjd raja. Inilah bedanya Saul dg Daud, walaupun keduanya adalah dipilih Tuhan, tp kualitas diri akan membedakan satu sama lain.

Jalani profesi kita dg penuh tanggung jwb, jgn kecewakan Tuhan dan mrka yg percaya pd kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Seandainya Tidak Menjadi