Dipersatukan Tuhan

DI 06032019

Matius 19:6 KJV
Wherefore they are no more twain, but one flesh. What therefore God hath joined together, let not man put asunder.

  • Oleh karena mereka bukan lagi dua, tetapi satu daging. Karena itu apa yang Tuhan telah gabungkan bersama, jangan biarkan seorangpun memisahkannya.

Pernikahan pria dan wanita yg sdh dewasa dipandang sbg sebuah persatuan yg Tuhan lakukan, keduanya menjd satu daging dan tdk boleh diceraikan oleh manusia.

Dlm bhsa aslinya, kata dipersatukan adalah suzeugnumi yg berarti dikenakan satu kuk bersama, diikat bersama, digabungkan. Kita ingat bhw Yesus pernah berkata:

Matius 11:29
Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.

Ternyata hubungan suami dan istri digambarkan spt sepasang lembu yg memikul sepasang kuk utk membajak. Lembu yg senior mengarahkan kemana arah langkah yg hrs dilewati, lembu yg baru tinggal mengikutinya. Jd sebuah pernikahan hrs memiliki kebersamaan yg solid, suami mengasihi dan membimbing istrinya dan istri tunduk dan melayani suaminya.

Yg dipersatukan Tuhan tdk boleh diceraikan manusia. Kata diceraikan dlm bhsa aslinya adalah chōrizō yg berarti memisahkan, dibagi-bagi, memisahkan diri dari. Arti selanjutnya adalah pergi meninggalkan suami atau istri begitu saja, menyimpang, hilang.

Jd makna dipisahkan manusia bkn cuma ttg perceraian, tp ketika suami meninggalkan istrinya bgtu saja atau sebaliknya. Scra hukum blm bercerai tp scra moral sdh berpisah. Ketika terjd perselingkuhan, inipun sdh dikategorikan dlm pengertian dipisahkan manusia, sekali lg scra hukum mrka blm bercerai, masih status menikah. Maknanya lebih dlm dr yg kita perkirakan sblummya. Jd hati-hati, ketika suami dan istri sdh bertekad hidup sndri-sndri walau tdk ada perselingkuhan, tp sdh beda ranjang, beda kamar, walaupun serumah, ini sdh dianggap memisahkan apa yg Tuhan persatukan, dibagi-bagi, artinya kamu-kamu, saya-saya.

Posted in Renungan | Comments Off on Dipersatukan Tuhan

Ganti Tubuh

DI 05032019

Efesus 5:28-29
Demikian juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri: Siapa yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri.

  • Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatinya, sama seperti Kristus terhadap jemaat,

Jika setelah menikah, wanita ‘menggantikan kepalanya’ yaitu suaminya, maka suami ‘menggantikan tubuhnya’ yaitu isterinya. Inipun butuh penyesuaian.

Scra fisik, tubuh pria berbeda dg tubuh wanita, ini menggambarkan bhw para suami tdk bs langsung memahami istrinya krna dirinya berbeda dg istrinya. Cara satu-satunya spya bs memahami istri ialah mengasihi istri spt Tuhan mengasihi jemaatnya, mengasihi istri spt mengasihi tubuhnya sndri. Tak akan pernah bs memahami org lain tanpa terlebih dahulu mengasihinya shga bs menerima dia apa adanya.

Jika istri itu penolong bagi suaminya, maka suami menjd penyelamat bagi istrinya (Efesus 5:23). Jd istri tak boleh merasa lebih hebat dr suaminya krna cuma sekedar penolong, bkn penyelamat. Krna sbg penyelamat, suami bertanggung jwb atas apapun yg terjd atas istrinya, tdk boleh mengabaikan dan membiarkan istri sndrian menanggung apapun.

Suami tdk boleh membenci istrinya yg adalah tubuhnya sndri. Apakah si istri org yg cerewet, terlalu bersih, sulit menahami scra logika, terlalu bnyk menuntut, dsbnya, konsekuensi menerima dia sbg istri hrs ditanggung, terimalah kelebihan dan kekurangannya. Tubuh memiliki kebutuhan, perut lapar mengirimkan tanda lapar, otak di kepala menangkap tanda ini dan mulutlah yg memasukkan mknan ke dlm perut. Jd suami hrs memenuhi kebutuhan istrinya, baik kebutuhan fisik, biologis, jiwa dan perasaannya. Kalau tubuh sakit maka kepala menjd pusing memikirkannya, kira-kira spt itulah sinergi hubungan antara suami sbg kepala dan istri sbg tubuh dlm sebuah pernikahan.

Menyatukan kepala dan tubuh itu tdk mudah, butuh proses, waktu dan kedewasaan dr suami dan istri. Kepala yg terpisah dr tubuh itulah kematian.

Posted in Renungan | Comments Off on Ganti Tubuh

Ganti Kepala

DI 04032019

Efesus 5:23

  • karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh.

Seorg laki-laki dewasa dan seorg perempuan dewasa masuk dlm sebuah kehidupan pernikahan tentu butuh penyesuaian, dlm ayat ini kita temukan adanya terjd ‘penggantian’.

Bgtu seorg wanita masuk dlm pernikahan, suaminyalah yg menjd kepala baginya. Saya gunakan istilah ‘mengganti kepalanya’. Sblm menikah, seorg wanita di bwh pengawasan orgtuanya, ketika dewasa, dia sdh memiliki cara berpikir, cara pandang, dan gaya hidup. Dlm pernikahan, terjd ’pergantian kepala’, mulai menemukan perbedaan cara pikir, cara pandang serta gaya hidup dg suaminya. Di sinilah penyebab sering terjd adu mulut hingga cekcok krna istri merasa suami terlalu otoriter, terlalu memakai logika, kurang memahami perasaan wanita, dsbnya.

Tetapi ingat bhw rumusan suami menjd kepala bagi istri itu berasal dr Tuhan. Artinya memang itulah yg terbaik: istri hrs beradaptasi dg aturan Tuhan ini, hrs tunduk pd suami dan menyesuaikan semuanya dg yg dimiliki suaminya. Tunduk bkn asal tunduk saja, krna kepala dr suami adalah Kristus, spt Kristus adalah kepala bagi jemaat-Nya. Bila suami tunduk pd Kristus dan mengasihi isterinya, maka tak ada alasan bagi istri utk tdk tunduk pd suaminya. Tunduk bkn berarti diperbudak, tdk boleh berpendapat dan melakukan yg salah krna disuruh suami.

Tunduk berarti tdk tegar tengkuk, kepala bs diatur utk menunduk. Tunduk pd suami berarti tdk keras hati, keras kepala dan tdk mau dibimbing. Gambaran istri yg tdk tunduk pd suami bs terlihat dr tegar tengkuknya bangsa Israel terhadap Tuhan. Tuhan tdk otoriter tetapi tegas demi kebaikan bangsa Israel. Penundukkan diri adalah respon terhadap kasih, artinya suami hrs mengasihi istrinya spt Tuhan mengasihi jemaat-Nya.

Jika suami ternyata tdk mencontoh spt Tuhan mengasihi jemaat-Nya, apakah istri hrs tetap tunduk? Tdk, krna tunduk ada alasannya, spt ayat di atas, tetap doakan suami.

Posted in Renungan | Comments Off on Ganti Kepala

Nilai Pujian Kita

DI 02032019

Mazmur 69:30-31 KJV
I will praise the name of God with a song, and will magnify him with thanksgiving.
This also shall please the LORD better than an ox or bullock that hath horns and hoofs.

Aku akan memuji nama Tuhan dengan sebuah lagu, dan membesarkan Dia dengan ucapan syukur.

  • Ini juga akan memuaskan Tuhan lebih baik daripada lembu atau sapi jantan yang memiliki tanduk dan berkuku.

Brp harga sebuah lembu atau sapi jantan? Ternyata nilai pujian yg kita berikan utk Tuhan nilainya melampaui harga lembu dan sapi jantan yg memang saat itu dijadikan sbg korban bagi Tuhan.

Mari renungkan, brp uang persembahan yg kita berikan saat beribadah? Ternyata nilai uang persembahan kita jauh sekali rendahnya dibandingkan nilai dr pujian kita kpd Tuhan yg dinyanyikan dlm sebuah lagu. Kalau kita dtg terlambat ketika beribadah atau persekutuan, kita sdg mengurangi pujian kita utk Tuhan, tentu ini hal yg tdk baik. Jgn menahan apa yg menjd hak-Nya Tuhan yaitu pujian kita kepada Dia.

Memuji Tuhan itu di setiap waktu, artinya dlm situasi apapun, apakah baik atau buruk, bahagia atau berduka, susah atau senang, sehat atau sakit, berkelimpahan atau berkekurangan, bknlah alasan bagi kita utk memuji Tuhan atau tdk. Dlm situasi yg tertekan, terhimpit dan nyaris merenggut nyawa kita, tetaplah memuji Tuhan. Kalau kita dipilih Tuhan memberi menjd seorg martir, org yg mati demi Dia dan Injil Kristus, tetaplah memuji Dia dlm saat-saat kita menyerahkan nyawa kita pd Tuhan. Demikian jg kalau Dia memilih kita utk memberkati melalui kekayaan, jgn tinggi hati dan ingin dipuji bnyk org, tetaplah memuji Tuhan dan bersyukur. Semua krna anugerah Tuhan, Dia yg memberikannya utk kita. Apa yg Dia telah berikan, bs Dia ambil kembali jika ternyata kita bertindak ceroboh dan melawan Tuhan. Tdk ada yg abadi di dunia ini.

Jgn asal menyanyi saja, krna irama lagunya enak, liriknya bagus, tetapi nyanyikanlah lagu pujian sbg ekspresi kekaguman kita pd Tuhan, bukti hormat.

Posted in Renungan | Comments Off on Nilai Pujian Kita

Sudah Basi?

DI 01032019

Lukas 1:13

  • Tetapi malaikat itu berkata kepadanya: “Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes.

Zakharia dan Elisabet sdh lanjut usianya dan mrka tdk memiliki anak krna Elisabet mandul. Tentunya sewaktu tahun-tahun awal pernikahan, mrka berdoa ingin memiliki anak, sementara berjalannya wkt, permohonan mrka tdk dikabulkan hingga mrka lanjut usianya.

Scra logika, Zakharia mgkin menaikkan doa itu 30 tahun dr umurnya saat itu, hingga akhirnya Elisabet memasuki masa menapause, doa itu mgkin dihentikan, scra medis sdh tertutup harapan memiliki anak. Tp mengapa justru Tuhan memberi mrka anak saat mrka sdh lanjut usianya? Saat mgkin mrka sdh tdk berharap bs punya keturunan? Ibarat lapar sdh jd kenyang malah baru diberi mknan yg diminta.

Doa kita pasti Tuhan dengar, tp masalah wkt dan kpn doa kita dikabulkan dan terwujud, ini yg butuh kesabaran kita. Zakharia dikabulkan doanya setelah mgkin 20 tahun sejak dia berhenti mendoakan ingin punya anak. Tapi Tuhan mengabulkan doa Zakharia demi sebuah visi khusus yaitu melahirkan Yohanes Pembaptis yg membuka jln bagi Yesus utk melakukan tugas-Nya selama di bumi. Jd demi kepentingan Tuhan, doa yg sdh lama baru dikabulkan.

Adakah doa kita yg sdh lama kita lupakan? Mgkin suatu saat nanti Tuhan mengabulkannya demi sebuah visi khusus dr Tuhan. Jgn menjd tdk percaya, tp bersukacitalah walau mgkin kita anggap sdh terlalu lama waktunya. Demi kepentingan Tuhan, kita hrs menjalaninya dg sukacita dan tdk bersungut-sungut, terimalah dg kerelaan hati yg tulus dan hargai keputusan yg Tuhan ambil utk hidup kita. Apakah itu terjd bbrpa tahun lagi atau mgkin saat kita sdh tua, tetap bersukacita dan lihatlah kemuliaan Tuhan dinyatakan saat itu terjd. Tetap percaya, jgn membantah, jgn menertawakan, Tuhan pny hitungan wkt yg tepat utk setiap hal yg Dia inginkan itu terjd.

Tetaplah berdoa.

Posted in Renungan | Comments Off on Sudah Basi?

Ikuti Kata Hati Yang Murni

DI 28022019

1 Samuel 24:10

  • Ketahuilah, pada hari ini matamu sendiri melihat, bahwa TUHAN sekarang menyerahkan engkau ke dalam tanganku dalam gua itu; ada orang yang telah menyuruh aku membunuh engkau, tetapi aku merasa sayang kepadamu karena pikirku: Aku tidak akan menjamah tuanku itu, sebab dialah orang yang diurapi TUHAN.

Dlm setiap situasi yg kita hadapi pasti ada komentar yg org lain berikan, sebagian memberi saran, dan sebagian menyuruh kita bertindak sesuka hati, pengendalian diri kitalah yg menentukan reaksi kita.

Daud melihat sebuah kesempatan yaitu Tuhan mempertemukannya dg Saul di gua tempat dia dan org-orgnya bersembunyi dr kejaran Saul. Bagi pengikut Daud, itu dilihat sbg sebuah kesempatan dr Tuhan utk membunuh Saul dan merebut tahta kerajaan Israel, bknkah memang Daud sdh diurapi Samuel menjd raja? Cepat atau lambat pasti jd raja, dan Tuhan memberi Daud kesempatan saat itu, tentu ini pemikiran manusiawi yg negatif. Cara pandang Daud melihat Tuhan membw Saul kepadanya bkn sbg kesempatan merebut kekuasaan, tp sbg kesempatan utk membuktikan bhw dirinya tdk pny niat jahat pd raja Saul yg jg adalah mertuanya sndri. Daud ingin membuktikan dirinya sbg prajurit yg setia pd pemimpinnya. Daud mengerti bhw menjd raja Israel bknlah melalui cara yg tdk sah di hadapan Tuhan dg membunuh Saul.

Tuhan memberi kita tujuan hidup yg mulia, misalnya dlm hal berkat materi yaitu kekayaan. Tuhan ingin kita hidup berkelimpahan tp semuanya hrs melewati proses dan mengikuti jalan yg telah Tuhan atur utk itu. Tp bnyk org mengambil jln yg bkn dr Tuhan, memang jd kaya tp cara yg dipakai tdk benar dan melawan Firman Tuhan. Daud bersabar utk tiba pd tujuan hidupnya dan tdk mengunakan cara yg tdk disukai Tuhan. Bnyk org tdk sabar shga akhirnya terjerat dlm tindak kejahatan dan dosa. Bkn surga yg menanti tp neraka.

Krna Daud tdk merebut kekuasaan dr Saul, diapun dibela Tuhan saat anaknya Absalom memberontak, tahta kerajaan tetap di tangannya.

Posted in Renungan | Comments Off on Ikuti Kata Hati Yang Murni

Menikmati Hasil

DI 27022019

Yesaya 3:10 KJV
Say ye to the righteous, that it shall be well with him: for they shall eat the fruit of their doings.

  • Berkatalah kamu pada orang benar, bahwa itu akan menjadi baik dengannya, karena mereka akan memakan buah dari yang mereka perbuat.

Org yg menanam blm tentu menuai hasil dr yg ditanamnya. Bisa saja ketika musim menuai tiba, terjd serangan hama atau bencana alam yg merusakkan tanaman yg seharusnya sdh akan dituai. Janji Tuhan dlm ayat ini mengandung sebuah jaminan bhw org benar akan menikmati hasil dr apa yg dia perbuat, ibarat petani yg menuai hasil ladangnya dan mengantongi keuntungan dr situ.

Hidup benar di hadapan Tuhan memang butuh komitmen dan perjuangan, bnyk hal yg hrs kita jauhi dan tdk kita lakukan sdgkan org lain bs dg bebas melakukannya. Semua hrs mengikuti aturan Tuhan sdgkan org lain bebas mengikuti kehendaknya sndri. Mgkin org lain melihat kita seakan-akan ‘menderita’, tp sesungguhnya hidup benar di hadapan Tuhan menghasilkan sesuatu yg baik utk masa dpn kita.

Menikmati hasil adalah bagian dr kebahagiaan, tdk sia-sia semua yg dilakukan, kita berhasil dan menikmati artinya tujuan dr apa yg kita lakukan itu tercapai. Ada jaminan dr Tuhan bhw kita akan menikmati hasil jika kita hidup benar di hadapan Tuhan. Spt memakan buah dr pohon yg kita tanam, ada suatu kebahagiaan saat menikmatinya. Tuhan menghalau bencana dan kegagalan dlm hidup org benar shga apapun yg dilakukannya diberkati Tuhan dan menghasilkan. Seorg petani tdk bs mengatur cuaca semau dirinya, Tuhan yg mengatur cuaca, memberikan hujan dan panas matahari sesuai dg kebutuhan tanaman shga berbuah pd musimnya. Ada faktor Tuhan dlm berhasil atau tdknya apa yg kita kerjakan, itu di luar kemampuan kita sbg manusia. Tuhan yg turut ‘menjaga’ ladang yg kita tanami, bkn cm sekedar memberkati ladang kita. Trs bangun hubungan yg intim dg Tuhan setiap saat, jgn andalkan kemampuan manusiawi kita, andalkan Tuhan dan hiduplah benar di hadapan-Nya.

Posted in Renungan | Comments Off on Menikmati Hasil

Pakaian di Surga

DI 26022019

Wahyu 6:11

  • Dan kepada mereka masing-masing diberikan sehelai jubah putih, dan kepada mereka dikatakan, bahwa mereka harus beristirahat sedikit waktu lagi hingga genap jumlah kawan-kawan pelayan dan saudara-saudara mereka, yang akan dibunuh sama seperti mereka.

Bgmna keadaan hidup di surga adalah sebuah misteri, sebagian infilormasinya kita temukan dlm Alkitab, kali ini ttg pakaian di surga.

Dlm ayat ini, para martir yaitu mrka yg dibunuh krna Firman Tuhan dan krna kesaksian mrka ttg Yesus, sederhananya kita sebut saja mrka para martir krna Injil Kristus. Masa-masa awal gereja memang bnyk mengalami penganiayaan oleh krna pemberitaan Injil Kristus, sebagian dr mrka dibunuh krna beriman pd Kristus. Di surga mrka diberi sebuah pakaian jubah putih yg tentu saja melambangkan org-org kudus milik Tuhan. Dlm bagian lain dlm kitab Wahyu, ada jenis pakaian lain yg disebutkan yaitu kain lenan halus:

Wahyu 19:8
Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!” [Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.]

Kain lenan halus ini dipakai oleh mempelai perempuan Kristus yaitu bangsa Israel. Kita para ‘Gentile’ bknlah mempelai perempuan Kristus krna jelas dinyatakan dlm Alkitab siapakah mempelai perempuan Kristus itu:

Wahyu 21:9-10
Maka datanglah seorang dari ketujuh malaikat yang memegang ketujuh cawan, yang penuh dengan ketujuh malapetaka terakhir itu, lalu ia berkata kepadaku, katanya: “Marilah ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu pengantin perempuan, mempelai Anak Domba.”
Lalu, di dalam roh ia membawa aku ke atas sebuah gunung yang besar lagi tinggi dan ia menunjukkan kepadaku kota yang kudus itu, Yerusalem, turun dari sorga, dari Tuhan.

Suatu saat kita yg namanya tercatat dlm Kitab Kehidupan akan masuk dlm kota Yerusalem Baru yg turun dr surga, Tuhan ada di tengah-tengah umat-Nya, dan semua hrs kudus adanya. Hiduplah kudus bagi Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Pakaian di Surga

Dampak Penghasilanmu

DI 25022019

Amsal 10:16 KJV
The labour of the righteous tendeth to life: the fruit of the wicked to sin.

  • Pekerjaan orang benar menuju pada kehidupan, buah dari orang fasik menuju pada dosa.

Lebih jelasnya kita lihat dlm bhsa aslinya, kata ‘labour’ itu pe‛ûllâh yg berarti pekerjaan, upah, balasan. Sedangkan kata ‘fruit’ itu tebû’âh yg artinya penghasilan, pertumbuhan, gaji. Nah keduanya berarti bs kita sederhanakan dg kata ‘gaji’ yg didpt dr bekerja atau berusaha.

Gaji org benar itu menuju dan bersifat pd kehidupan, artinya gaji yg didpt dikelola dg cara yg benar krna orgnya adalah org benar. Jd ini ttg bgmna mengelola keuangan pribadi atau keluarga scra benar, dg gaji yg ada bs utk mencukupi kebutuhan bulanan maupun sehari-hari dan tdk membuat kita terjerat dlm dosa. Bgmna bs gaji itu bs membuat org yg memilikinya malah berbuat dosa?

Gaji org fasik menuju pd dosa. Uang itu bs menjd tuan yg jahat dan menjd hamba yg baik bagi pemiliknya. Dlm bhsa aslinya, org fasik adalah râshâ yg pny arti bermoral salah, orang jahat/buruk, tdk bertuhan dan tdk bermoral. Moral yg salah dan sifat buruk akan membuat org yg memilikinya menjd berperilaku tdk bermoral dan apa yg dia perbuat selalu berdampak buruk. Dlm ayat ini malah dikatakan menuju pd dosa.

Ayat ini memperingatkan kita ttg dr mana sumber gaji atau keuntungan yg kita dpt, dan bgmna kita mengelolanya. Org benar tentu bekerja atau berbisnis dg cara yg benar, maka gaji atau keuntungan yg dia terima membawanya pd kehidupan. Jd jgn berpikir darimana sumber gaji atau keuntungan yg kita terima itu tdk penting, jgn menghalalkan segala cara, artinya yg haram diberi label halal, tutup mata lah yg penting dpt uang bnyk. Uang memang benda mati tetapi pny daya ‘sihir’ yg dahsyat utk menguasai jln pikiran seseorg. Wkt uang sedikit, kita bs hemat dan berhikmat menggunakan uang, bgtu uang berlimpah, uanglah yg ‘menyetir’ keinginan kita utk menjd konsumtif tanpa berpikir panjang utk masa dpn.

Posted in Renungan | Comments Off on Dampak Penghasilanmu

Teman Yang Peduli

DI 23022019

Ayub 6:14 KJV
To him that is afflicted pity should be shewed from his friend; but he forsaketh the fear of the Almighty.

  • Kepada dia yang menderita, belas kasihan harus ditunjukkan dari temannya, tetapi dia meninggalkan takut akan Yang Mahakuasa

Ayub mengungkapkan apa yg dia rasakan dlm penderitaannya (mâs = disconsolate) sbg suatu keadaan yg putus asa, sedih, tanpa kesenangan, tetapi respon teman-temannya tdk spt yg dia harapkan.

Teman yg baik hrs menunjukkan belas kasihan (chêsêd = kebaikan) ketika melihat temannya sdg mengalami penderitaan. Inilah hal yg hrs kita mengerti ttg bgmna kita menyikapi dan berkomentar ttg keadaan teman kita, kalau tdk tahu persis penyebabnya, sebaiknya jgn berkomentar bnyk krna justru bs membuat teman kita yg menderita itu bertambah sedih, putus asa dan tenggelam dlm penderitaannya. Tunjukkanlah kebaikan kita, tolonglah sesuai dg kapasitas yg kita miliki, berikan penghiburan, kuatkan dia dan bangkitkan semangatnya kembali.

Seseorg menderita tdklah selalu krna dosa dan kesalahan yg org itu perbuat, mgkin itu atas seizin Tuhan utk menguji sesuatu dr org itu, atau krna iblis sdg merusak kehidupannya. Bantulah dia utk menemukan penyebab dr penderitaan yg dia alami, dan tunjukkan solusinya. Doakankah dia spya bs melewati semuanya tanpa kehilangan iman percayanya pd Tuhan. Penderitaan bs menjauhkan seseorg dr Tuhan jika imannya lumpuh. Sbg teman yg baik, dampingilah dan selalu mendorong dia utk tetap kuat, tetap bersyukur dan bertanggung jwb pd Tuhan.

Penderitaan teman kita jgn dijadikan bahan gosip, apalg kita menceritakan sesuatu yg blm pasti kebenarannya. Jgn menambahi beban pikirannya dg komentar kita yg tdk pd tempatnya, bernada menghakimi dan membenarkan diri kita sndri, nanti malah Tuhan berurusan dg kita. 3 teman Ayub malah berurusan dg Tuhan krna perkataan yg mrka ucapkan, jd kita perlu berhati-hati ketika berkomentar, jgn katakan yg salah ttg Tuhan. Berikan nasehat yg sesuai dg Firman.

Posted in Renungan | Comments Off on Teman Yang Peduli