Pemberian Tuhan

DI 31052019

Pengkhotbah 3:13 KJV
And also that every man should eat and drink, and enjoy the good of all his labour, it is the gift of God.

  • Dan juga setiap orang akan makan dan minum, dan menikmati yang baik dari pekerjaan mereka, ini adalah pemberian Tuhan.

Kalau kita bersyukur utk sesuatu yg kita tdk bs lakukan tetapi Tuhan melakukannya bagi kita, ini hal yg sangat mudah. Misalnya saat kita mengalami sndri mujizat Tuhan, terobosan dr Tuhan, dsbnya, otomatis kita bs mengucap syukur dan bersukacita, mengakui bhw Tuhan hebat luar biasa.

Ayat ini bcra ttg yg Tuhan berikan utk keseharian kita, yaitu ttg mknan dan minuman, masih bisakah kita mudah bersyukur? Mgkin kita berpikir, kita bekerja, bisnis, dpt penghasilan, dan dr situ kita bs memenuhi kebutuhan mkn dan minum kita. Org yg tdk percaya Tuhanpun melakukan hal yg sama, jd mengapa hrs bersyukur utk mknan dan minuman yg sehari-hari kita konsumsi?

Letak permasalahannya ada pada hal ini : kita bs melakukannya sndri sekalipun tanpa campur tangan Tuhan. Kita cuma terbiasa berdoa minta Tuhan menguduskan mknan dan minuman kita, tp blm sampai mengucap syukur krna paham bhw bs mkn dan minum itu sebuah pemberian dari Tuhan. Kita terbiasa menghargai yg spektakuler dr Tuhan, tp kurang menghargai pemberian Tuhan yg kita nikmati sehari-hari, kita anggap itu biasa dan tanpa Tuhanpun, kita bs tetap mkn dan minum.

Kalau Tuhan tdk memberi kita umur panjang, bisakah kita menikmati semuanya? Jgn kita sombong di hadapan Tuhan. Ini yg hrs kita sadari bhw kalau Tuhan tdk memberikannya pd kita, kita tdk bs menikmatinya. Semua hasil jerih lelah kita mgkin org lain yg menikmati, krna itulah rendahkan hati utk mengakui bhw semua adalah pemberian Tuhan yg hrs kita hargai dan syukuri. Meskipun hal yg kecil, yg kita nikmati setiap hari, yg biasa kita lihat, Tuhan menyediakannya utk kita. Tuhan mengasihi kita, krna itulah Dia memberikan semuanya yg kita nikmati sehari-hari. Tuhan ada dan trs memberi pd kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Pemberian Tuhan

Perkataan Iman

DI 29052019

Kejadian 30:24 KJV
And she called his name Joseph; and said, The LORD shall add to me another son.

  • Dan dia memanggil namanya: Yusuf, dan berkata: “TUHAN akan menambahkanku anak laki-laki lain.”

Sekian lama menikah dg Yakub, Rahel blm jg mengandung, hingga akhirnya Tuhan mengingat dia dan membuka kandungannya shga lahirlah anak laki-laki dr kandungannya yg diberi nama Yusuf.

Arti nama Yusuf adalah ‘kiranya ditambahkan-Nya lagi anak laki-laki’. Sejarah mencatat bhw memang kemudian Rahel mengandung lagi dan melahirkan anak laki-laki yaitu Benyamin, namun Rahel meninggal setelah melahirkannya.

Doa dan perkataan iman memang sejalan, selain merupakan permintaan utk diberi Tuhan anak lagi, pemberian nama Yusuf merupakan tindakan iman, setiap memanggil nama Yusuf, Rahel sdg memperkatakan imannya pd Tuhan. Namun ini semua tentu bergantung pd kehendak Tuhan, jika Tuhan tdk berkehendak maka tdk akan terjd apa-apa. Ingat bhw ke-Kristenan bkn sebuah ritual, tp sebuah hubungan dg Tuhan.

Kita memberi nama pd anak kita dg harapan terjd spt arti namanya, tentu ini hrs didukung dg kualitas diri kita yg mengalir lewat perkataan yg kita ucapkan. Ayat Firman Tuhan tdk boleh digunakan spt mantera atau jimat, itu sdh sebuah penyesatan. Menyampaikan permohonan pd Tuhan tentu saja boleh, tp jgn memaksa Tuhan utk mengabulkannya. Ada kalanya Tuhan terlihat spt mengabulkan yg kita minta, pdhal itu sbg sebuah alasan utk Dia menghukum kita, spya kita sadar bhw yg kita minta itu tdk baik dan salah.

Perkataan yg didasari oleh iman itu suatu saat akan menjd kenyataan, krna itu jgn sembarang mengucapkan atau meminta sesuatu, jgn mengucapkan perkataan yg negatif, yg mengandung kutuk, krna ketika menjd sebuah kenyataan, kita menyesal nantinya. Berpikir sblum mengucapkan, jgn krna dorongan emosi, perkataan kita pny dampak yg bs membangun atau meruntuhkan. Jaga pikiran dan hati kita tetap tenang, jgn simpan kesalahan org lain di dlm hati kita. Kendalikan diri.

Posted in Renungan | Comments Off on Perkataan Iman

Dikenang Baik atau Buruk

DI 28052019

2 Tawarikh 21:20

  • Ia berumur tiga puluh dua tahun pada waktu ia menjadi raja dan delapan tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Ia meninggal dengan tidak dicintai orang. Ia dikuburkan di kota Daud, tetapi tidak di dalam pekuburan raja-raja.

Raja Yoram adalah raja Yehuda, anak dr Yosafat, dia adalah mantu dr raja Ahab, raja Israel. Dia meninggal di usia 40 tahun krna dosanya pd Tuhan shga Tuhan menulahinya dg penyakit usus.

Matinya raja Yoram disambut dingin oleh rakyat, tdk ada ratap tangis, bahkan dia dimakamkan bkn di pekuburan raja-raja. Karena dosanya pd Tuhan, rakyat ikut menderita karenanya.

Kalau kita kelak meninggal, ingin dikenang sbg org baik atau buruk? Ingin ditangisi atau ditertawai? Semua bergantung dr apa yg kita lakukan selagi masih hidup. Apakah selama kita hidup membw bnyk kenangan manis, kebaikan, sukacita, dsbnya, atau malah sebaliknya, kita diingat org sbg org yg tidak baik, hidup hanya utk diri sndri, tdk membw dampak positif, dsbnya? Jgn sampai justru kita dibenci org krna perbuatan kita, tentu ini bkn hal yg baik bagi kita maupun keluarga yg kita tinggalkan.

Manusia mati meninggalkan nama baiknya. Nama baik lebih berharga drpd kekayaan yg kita miliki. Org yg dihormati krna memiliki nama baik tentunya penghormatannya pantas diakui, sdgkan org yg dihormati krna kekayaannya, penghormatannya tergantung selama dia kaya, bgtu tdk kaya lg, org tdk lg menghormatinya. Selama kita hidup, usahakanlah yang terbaik utk keluarga, komunitas dan jg bangsa kita, jgn sampai org lain dirugikan krna perbuatan kita dan menimbulkan kebencian. Biarlah kehadiran kita itu disyukuri, bkn malah tdk disenangi. Berbagi dg sesama tdklah pernah merugikan kita, krna Tuhan menyediakan yg kita perlukan, apalg ketika kita melakukan sesuatu yg memuliakan nama Tuhan. Tetap setia berbuat baik, sekalipun kita tdk menerima balasan apapun. Lakukanlah krna kita mengasihi Dia dan sesama.

Kita tdk tahu kpn waktunya meninggal.

Posted in Renungan | Comments Off on Dikenang Baik atau Buruk

Mengusir Benih Dosa

DI 27052019

Ezra 10:19

  • Dengan memegang tangan, mereka itu berjanji akan mengusir isteri mereka. Dan mereka mempersembahkan seekor domba jantan dari kawanan kambing domba sebagai korban penebus salah karena kesalahan mereka.

Kalau kita ada di posisi mrka, apakah kita akan melakukan hal yg sama dg mengusir istri dan kembali berkomitmen pd Tuhan? Lalu bgmna mnrut sudut pandang HAM?

Di sinilah ketegasan diuji antara kembali mengikuti hukum Tuhan scra utuh, tanpa dikurangi atau diubah, atau kita memanipulasi hukum demi hak asasi manusia? Dr sisi manusiawi tentu tetap hrs bertanggung jwb terhadap istri, tp dr sisi hukum Tuhan, hrs menguduskan diri dan kembali pd hukum Tuhan. Bagi kita, hukum Tuhan di atas segalanya, krna hukum-hukum yg dibuat manusia hanya berlaku selama manusia itu hidup, tp hukum Tuhan berlaku hingga masa penghakiman Tuhan tiba, saat setiap org, baik yg masih hidup maupun yg sdh mati, menghadap Tuhan utk dihakimi.

Mengusir istri yg berasal dr bangsa lain oleh org Israel wkt itu adalah hal yg seharusnya dilakukan demi menjaga kemurnian mrka. Mgkin terlihat kejam, tdk manusiawi, tp itulah hal yg hrs dilakukan demi ketaatan pd Tuhan. Awalnya memang sdh dilarang Tuhan, tetapi dilanggar oleh org Israel. Jd ini bkn sekedar masalah moral, tp masalah dosa. Dosa tdk bs dihapus dg moral baik, hanya Tuhan yg sanggup mengampuni dosa. Ini gambaran agar kita jgn memelihara benih dosa, krna suatu saat benih dosa akan bertumbuh dan menjd perbuatan dosa. Seumpama jentik nyamuk, hrs dibasmi, kalau tdk jentik ini akan berubah menjd nyamuk yg bs menyebabkan penyakit malaria dan DBD bagi yg digigit olehnya. Jgn biarkan hidup kita dirusak oleh hal-hal negatif kecil yg nantinya menjd besar dan menimbulkan masalah bagi kita.

Jgn kompromi dg dosa yg kita buat, bertobat dan kembali pd hukum Tuhan. Jgn sampai Tuhan murka dan menghukum kita shga hidup kita bkn di dlm berkat, tp di dlm kutuk. Pilihan di tangan kita, mau bertobat atau tdk.

Posted in Renungan | Comments Off on Mengusir Benih Dosa

Kualitas Barnabas

DI 25052019

Kisah Para Rasul 11:24

  • karena Barnabas adalah orang baik, penuh dengan Roh Kudus dan iman. Sejumlah orang dibawa kepada Tuhan.

Arti dr nama Barnabas adalah ‘anak nasehat’, dan nama sbnarnya dr Barnabas adalah Yusuf, seorg yg berasal dr keluarga imam Yahudi Siprus. Barnabas adalah seorg penginjil penting saat itu, dianggap sbg guru dr rasul Paulus sblum Paulus memulai pelayanannya sndri.

Barnabas dikenal sbg org baik, penuh Roh Kudus dan penuh iman, ayat di atas mencatat bhw ketika dia pergi ke Antiokhia, dia menginjil dan sejumlah besar org percaya pd Yesus. Ini pelajaran penting bagi kita ketika memiliki kerinduan utk membw org dtg pd Tuhan dan menjd percaya, bkn saja mahir dlm menginjil, tp hrs memiliki kesaksian hidup yg baik spt Barnabas, kita hrs menjd org baik, penuh Roh Kudus dan penuh iman.

Org baik adalah org yg disukai dan diterima baik oleh bnyk org dan kalangan, artinya memiliki nama baik, bkn pembuat onar, berbuat yg baik utk lingkungannya, dsbnya. Jd hrs membangun hubungan dg masyarakat umum, tdk egois dan hrs ramah.

Penuh Roh Kudus, berarti Roh Kudus yg menguasai hidup Barnabas, memiliki hubungan yg intim dg Tuhan, dan memiliki kuasa serta otoritas rohani. Dlm perkataan, perbuatan dan sikap, terlihat jelas bhw Tuhan yg ada dlm diri kita. Jd bkn menjd org yg cm terlihat religius, namun benar-benar ada Tuhan di dalam diri kita.

Penuh iman, berarti percaya penuh pd Tuhan, tdk ada keraguan sedikitpun, memiliki ketenangan dan tdk pesimis. Dlm keadaan apapun, imanlah yg bekerja dan memicu terjadinya hal-hal yg ajaib, mujizat, terobosan.

Dlm menginjil, kita perlu utk memiliki iman yg teguh, krna hrs bs dg tepat membuktikan bhw Tuhan itu ada dan kuasa-Nya masih bekerja sampai saat ini. Ada org menjd percaya krna pembahasan ttg Tuhan, ada yg krna melihat kuasa Tuhan yg nyata, ada yg krna mengalami mujizat, ada yg krna jamahan Tuhan sndri. Bnyk cara yg Tuhan pakai utk membuat bnyk org percaya bhw Dia adalah Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Kualitas Barnabas

Terpisah Dari Tuhan

DI 24052019

Yesaya 59:2 KJV
But your iniquities have separated between you and your God, and your sins have hid his face from you, that he will not hear.

  • Tapi kesalahan-kesalahanmu telah memisahkan antara engkau dan Tuhanmu, dan dosa-dosamu telah menyembunyikan wajah-Nya darimu, sehingga Dia tidak akan mendengar

Kesalahan dan dosa, kadang kita menyamakan keduanya, tp sbnarnya ada bedanya. Kesalahan dlm bhsa aslinya adalah ‛âvôn ‛âvôn’ yg berarti kejahatan, sifat keras kepala, menentang. Kata dosa dlm bhsa aslinya adalah ‘chaṭṭâ’âh chaṭṭâ’th’ yg berarti pelanggaran, perbuatan ilegal, gagal mentaati hukum.

2 org yg sbnarnya dekat bs saja terhalang oleh sesuatu shga keduanya tdk saling bs melihat ke satu sama lainnya. Sbnarnya dekat tp terpisah, ini yg hrs kita waspadai dlm membangun hubungan dg Tuhan. Kita mgkin merasa sdh dekat dg Tuhan tp ternyata sbnarnya kita terpisah dg Tuhan krna kita masih terikat dg dosa dan melakukan kesalahan.

Org yg lapar dekat dg rasa kenyang ketika ada mknan di hadapannya, tapi kalau mknan itu tdk dimakan dan masuk ke dlm perutnya, dia tetap lapar dan tdk kenyang. Ini bnyk dialami oleh org Kristen, sering beribadah, berdoa bahkan melayani, tetapi masih hidup dlm dosa, sptnya dkt dg Tuhan tp faktanya adalah terpisah dg Tuhan, doanya tdk didengar Tuhan. Tdk cukup hidup dekat dg Tuhan, tp hrs hidup di dlm Tuhan dan Tuhan di dlm kita.

Buat apa terlihat religius tp ternyata calon penghuni neraka. Org lain hanya bs melihat bagian luarnya dr diri kita, tp bagian dlm dr diri kita hanya Tuhan dan diri kita yg tahu. Pencitraan hanya mengundang decak kagum manusia, penilaian manusia tdklah sempurna, krna itu, kita terlebih hrs benar-benar hidup dlm kekudusan dlm pandangan Tuhan kita. Masuk surga atau neraka bkn ditentukan oleh penilaian manusia, tp oleh penghakiman Tuhan. Bila nama kita tdk tercatat dlm Kitab Kehidupan, maka kita tdk bs masuk ke dlm surga.

Sudah bersiap diri utk tinggal di surga?

Posted in Renungan | Comments Off on Terpisah Dari Tuhan

Menimbang Roh

DI 23052019

Amsal 16:2 KJV
All the ways of a man are clean in his own eyes; but the LORD weigheth the spirits.

  • Segala jalan manusia itu bersih dalam matanya sendiri, tapi TUHAN menimbang roh

Kalimat dr penulis amsal ini terasa sulit dipahami, bisakah roh itu ditimbang? Jgn kita berpikir yg bukan-bukan, tp cerdaslah secara rohani.

Ada kata mata dan roh, ini gambaran dr 2 alam yg dialami manusia, apa yg dilihat oleh mata adalah dunia jasmani, bumi dan segala isinya, boleh ditambah dg bs melihat luar angkasa dg bantuan kecanggihan teknologi. Kemudian apa yg dialami, dirasakan dan terjd pd roh kita itulah dunia roh, disinilah kita kenal istilah peperangan rohani, struktur penguasa udara, cara kerja iman, ttg surga dan neraka, dsbnya.

Dari sini kita bs menarik sebuah hubungan antara dunia jasmani dg dunia roh. Apa yg kita alami adalah hasil dr kedua alam ini, misalnya saja dlm hal sakit penyakit, ada yg disebabkan oleh ulah virus, bakteri, pola hidup yg tdk sehat, wabah penyakit, dsbnya, tp jg ada sakit penyakit yg disebabkan oleh roh jahat, santet, ilmu hitam, kutuk, dsbnya.

Dlm ayat di atas, manusia mengira bhw apa yg dilihat bersih dan baik oleh mata, dinilai sdh sempurna, kalau dilakukan akan membw hasil yg memuaskan, ternyata menurut Tuhan itu blm sempurna dan bs saja gagal bahkan membw bnyk masalah. Itulah sebabnya ada rencana yg setelah dijalankan ternyata berdampak negatif terhadap sesuatu, krna luput dr pengawasan dan penelitian. Ada faktor dr ‘alam roh’ yg seringkali diabaikan bahkan dianggap sampah. Sadarkah kita bhw iblis tdk ingin kita sukses, sehat, bahagia, shga dia berusaha menghancurkan hidup kita?

Tuhan menimbang roh, artinya Dia ingin menemukan ukuran dr roh kita, yaitu ukuran iman, ukuran pengharapan dan ukuran kasih kita. Dia menguji apakah kita hidup oleh iman atau bersandar pd kemampuan manusiawi kita. Dia menguji apakah kita berharap pd Tuhan atau pd kekuatan lain. Dia menguji apakah kita lakukan dg kasih atau tdk.

Posted in Renungan | Comments Off on Menimbang Roh

Memandang Rendah Hikmat

DI 22052019

Amsal 10:8 KJV
The wise in heart will receive commandments: but a prating fool shall fall.

  • Bijaksana dalam hati akan menerima perintah-perintah, tapi seorang bodoh pembual akan jatuh.

Kata bodoh dlm bhsa aslinya adalah ‘ĕvı̂yl’ yg berarti memandang rendah hikmat, mengejek ketika bersalah, suka bertengkar, cabul, tdk bermoral.

Hikmat beda dg pengetahuan yg bs dipelajari krna ternyata hikmat berkaitan dg hati manusia. Kualitas hati seseorg menentukan apakah dia akan mau menjd org bijaksana atau tdk, krna org bodoh ternyata org yg menolak hikmat masuk dlm hatinya, akibatnya org bodoh akan bnyk mengalami kejatuhan, khususnya dlm perkataannya.

Apa gunanya hikmat jika memiliki kekayaan? Sebagian org merasa cukup dg menjd kaya krna bs hidup dg nyaman, memiliki kekuasaan dan bisa ‘membeli’ jasa org lain utk melakukan apa yg dia inginkan. Org menghormatinya krna kekayaannya, jika hartanya merosot, hormat org lain terhadapnya ikut menghilang. Org yg bijak dihormati tdk bergantung apakah dia kaya atau tdk, tp krna memiliki pola hidup yg baik, pola pikir yg sehat, perkataan yg dikendalikan sblum diucapkan. Org bijaksana pasti hatinya baik dan tdk ada yg jahat di dlmnya.

Bijaksana dlm hati akan menerima perintah-perintah, paham bhw firman Tuhan itu baik buat hidupnya, bkn sesuatu yg memberatkan atau menyusahkan dirinya. Bnyk org merasa sulit utk menerima firman Tuhan dan mempraktekannya, tentu ini bkn sesuatu yg tepat. Hikmat berguna utk membantu kita mempraktekkan firman Tuhan, hikmat menolong kita utk bs mengatur apa yg hrs kita lakukan, termasuk dlm mempraktekkan firman Tuhan. Org bijak justru senang menerima perintah Tuhan dan melakukannya.

Menerima perintah jg berarti menerima kepercayaan, dipromosi, diangkat Tuhan naik. Org bodoh justru akan jatuh krna menolak hikmat, meremehkan hikmat. Jika ingin Tuhan lebih berkarya dlm hidup kita, usahakan diri kita utk memiliki hikmat yg lebih lagi, jgn memilih utk menjd bodoh.

Posted in Renungan | Comments Off on Memandang Rendah Hikmat

Kalau Tuhan Kehendaki

DI 21052019

Yakobus 4:15

  • Sebenarnya kamu harus berkata: “Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu.”

Membaca ayat ini jgn diartikan bhw kita tdk perlu merencanakan apapun dlm hidup kita, tujuan ayat ini adalah menyadarkan kita bhw Tuhan bs menggagalkan rencana yg kita buat, dan Dia bs jg menolong kita mewujudkannya. Jd ada penilaian Tuhan dlm perencanaan kita.

Lalu kita apakan rencana kita? Pastinya disesuaikan dg kehendak Tuhan utk hidup kita. Ini berarti ada rencana kita yg memang sejalan dg kehendak Tuhan, ada jg yg tdk. Bgmna menyesuaikannya? Bergaul dg Tuhan dan belajar memahami pikiran Tuhan. Memang tdk akan pernah bs 100% memahami pikiran Tuhan, namun melalui bergaul dg Tuhan, Dia memberitahukan isi pikirannya pd kita.

Kita diingatkan jgn sombong, meskipun kita punya kemampuan utk menjalankan rencana kita, namun tetap kita tdk tahu apa yg akan terjd nantinya, jgnkan di tahun depan, besok saja kita tdk tahu apa yg akan terjd pd kita. Manusia cm mampu memprediksi, mengolah data dan merumuskan bnyk hal, tapi berhasil atau tdknya rencana manusia tetap ada faktor penentu yaitu Tuhan. Tuhan tdk suka terhadap org sombong dan berkata bhw dia tdk butuh Tuhan dlm hidupnya. Tuhan akan menyatakan kedaulatannya terhadap org yg angkuh, krna keangkuhan itu jahat di mata Tuhan.

Biasakan bw dlm doa setiap perencanaan utk masa dpn kita, kalau Tuhan koreksi, perbaiki, kalau Tuhan menolak, jgn kita ngotot menjalankan rencana itu, krna pasti ada yg tdk baik akan terjd nantinya. Berserah pd kehendak Tuhan, itu yg terbaik bagi kita. Selalu rendah hati dlm bergaul dg Tuhan, dengarkan teguran-Nya, itu baik utk hidup kita. Jgn merasa sok pintar dan mengabaikan teguran Tuhan, akibatnya hidup kita bs ada dlm bahaya, masuk dlm masalah yg bertubi-tubi tiada habisnya, hidup jd stress dan hubungan dg Tuhan menjd terganggu. Bijaklah dlm bertindak, tetap jadikan firman Tuhan sbg pedoman hidup kita. Andalkan Tuhan senantiasa.

Posted in Renungan | Comments Off on Kalau Tuhan Kehendaki

Serahkan Pada Tuhan

DI 20052019

Bilangan 16:5

  • Dan ia berkata kepada Korah dan segenap kumpulannya: “Besok pagi TUHAN akan memberitahukan, siapa kepunyaan-Nya, dan siapa yang kudus, dan Ia akan memperbolehkan orang itu mendekat kepada-Nya; orang yang akan dipilih-Nya akan diperbolehkan-Nya mendekat kepada-Nya.

Musa dan Harun dituduh membohongi jemaah Israel ttg mrka akan menduduki tanah yg limpah susu dan madunya, krna yg mrka alami adalah kesusahan saja. Terjd pemberontakan dr Korah, Datam, Abiram dan On.

Musa menyerahkan masalah ini pd Tuhan, krna Tuhanlah yg memilih dia dan Harun utk membw bangsa Israel keluar dr Mesir menuju tanah Kanaan yg dijanjikan Tuhan. Kalaupun memang mrka hrs berhenti memimpin bangsa Israel, mrka ingin Tuhanlah yg mengganti mrka dg pemimpin yg baru. Musa paham bhw tanggung jwbnya bukanlah pd manusia, tp pd Tuhan.

Menjd pemimpin bagi bangsa Israel bknlah sesuatu yg mudah dan menyenangkan, Musa hrs berhadapan dg keinginan-keinginan yg macam-macam, lbh bnyk komplain drpd pujian, kadang memancing emosi, tp Musa dan Harun meladeninya dg sabar. Ini contoh pemimpin yg baik walaupun tetap Musa dan Harun tdklah sempurna dlm memimpin bangsa Israel. Jika kita adalah pemimpin yg dipilih Tuhan, lakukanlah dg segenap hati meskipun org-org yg kita pimpin meragukan kepemimpinan kita. Tunjukkan bhw Tuhanlah yg memampukan, ada penyertaan Tuhan dlm kepemimpinan kita. Tak mgkin bs membuat puas semua pihak, tak mgkin bs memenuhi semua keinginan, butuh hikmat dr Tuhan utk menyelesaikan persoalan yg ada.

Menjd pemimpin adalah kepercayaan dr Tuhan, krna itu jgn buat Tuhan kecewa, semua bs dilewati bersama Tuhan, andalkan Tuhan dan serahkan pd Dia setiap masalah yg ada, jgn ambil keputusan yg keliru di saat yg genting, dengar suara Tuhan, ikuti petunjuk-Nya, ingat bhw Tuhanlah yg memiliki semuanya, kita hanya dipilih utk memimpin, jgn sampai membuat Tuhan kecewa dan murka. Jadilah pendamai antara Tuhan dg org yg kita pimpin jika mrka berbuat salah.

Posted in Renungan | Comments Off on Serahkan Pada Tuhan