Tidak Berdaya

DI 02122025

Yesaya 40:29 ILT3
Dia memberikan kekuatan kepada yang lemah, dan kepada yang tidak berdaya Dia menambahkan kekuatan.

Kekuatan ini memiliki 2 jenis, kekuatan sbg ‘power’ dan sbg ‘strength’, 2 jenis kekuatan ini dibutuhkan manusia utk mencapai yang jadi tujuannya.

Tuhan memberikan power kepada yg lelah, power di sini lebih terarah pd kekuatan dlm bentuk non fisik, spt kemampuan, berbuah, menghasilkan. Terkadang kita menjd lelah sehingga menjd lemah, melakukan sesuatu terus menerus, berulang-ulang, hingga bisa menjd lelah, sementara hasil yg diharapkan blm tercapai, ingin berhenti saja karena tdk sanggup lagi. Kelelahan yg membuat kita menjd lemah, dibutuhkan ‘power’ utk dapat mengakhiri proses dan melihat hasil yang diharapkan. Di sini belum tentu tidak punya sisa kekuatan fisik, tapi kelelahan yg amat sangat bisa membuat putus asa dan tidak sanggup lagi utk meneruskan. Tuhan beri kesanggupan pd mereka yg lelah & lemah, ada tambahan semangat utk tdk berhenti melakukan yg telah dilakukan hingga kita mengakhiri proses dan melihat hasil yang kita harapkan.

Tuhan menambahkan kekuatan pd mereka yg tdk berdaya, kekuatan di sini dlm wujud kekuatan fisik (strength), sudah kehilangan dan kehabisan kekuatan, tekad masih ada, tp tak sanggup bertindak, di sinilah Tuhan menambahkan kekuatan, spt mendorong sebuah batu besar, tdk sanggup seorang diri saja mendorong, Tuhan ikut membantu mendorongnya, ini gambaran ttg cara Dia bekerja, campur tangan dlm situasi yg sdg kita hadapi. Kalau memberi kekuatan, itu berarti kita sendiri yg melakukan, tapi saat Dia menambah kekuatan, Dia melakukan bersama kita. Gambarannya spt keadaan sebuah perusahaan yg bangkrut, diberikan suntikan dana investasi sehingga keadaan membaik, perusahaan terselamatkan dari kebangkrutan. Karena itulah, jangan kita mengklaim pencapaian kita tanpa campur tangan Tuhan di dalamnya.

Kita perlu kekuatan ‘power’ dan ‘strength’ di dalam situasi yg sdg terjd, andalkan Tuhan dan minta pertolongan-Nya di saat lemah & tak berdaya.

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Berdaya

Banyak Mengampuni

DI 01122025

Matius 18:21-22
Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?”
Yesus berkata kepadanya: “Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.

Manusia punya batas mengampuni ketika sesamanya berbuat dosa, Petrus dengan yakinnya dia memilih akan tetap memberi pengampunan sampai batas 7x saja.

Mgkin ada yg lebih parah, ada yg hanya bs mengampuni sampai 2x, yg ketiga kali SDH tdk bs terampuni, alasannya manusiawi, ia susah bertobat, cuma main-main menyesal tp tdk kapok, tdk ingin dirinya diremehkan karena selalu mengampuni. Alasan ini kita hrs hormati, ada alasan kuat yg melandasi kenapa seseorg memilih hanya 2x saja dlm hal mengampuni. Kita pun jika bertemu dg org yg tdk pernah mau bertobat, sekali dgn sengaja mengganggu kita dg kesalahan yg sama, merugikan kita terus menerus, bisa saja kita jd berpikir ulang utk mengampuni berulang-ulang. Mengampuni mgkin bisa, tp hukum tetap berjalan. Memang ini suatu standart kehidupan manusia, mengampuni tp tetap memproses hukum, inipun sangat manusiawi dan dijamin haknya oleh hukum negara.

Pengampunan dr Tuhan itu spt apa? Kalau kita mengamati perumpamaan ttg seorang hamba raja yang diampuni, dia bukan saja dihapuskan hutangnya, tp jg dibebaskan dr hukuman, kalau skrg ini spt ditarik tuntutan yg diajukan ke kepolisian, tdk ada tindakan hukum apapun yg akan dikenakan, bebas spt tdk pernah terjd apa-apa. Berbeda dgn pengampunan manusia. Kalau tuntutannya dicabut, enak banget ya, sdh merusak dan membunuh misalnya, tp tdk dihukum! Tapi terima atau tdk terima, inilah model suatu pengampunan dr Tuhan. Namun yg tetap ada adalah akibat dr perbuatannya, tidak hilang sekalipun diampuni. Contoh: seorg mengampuni org yg telah membunuh ibu kandungnya, mengampuni pembunuhnya bukan berarti ibunya akan hidup kembali, jadi hrs sadar ketika mengampuni, apa yg telah terjd, tdk semuanya bisa dipulihkan spt sebelumnya.

Mengampuni bukan tanpa batas, kata 70×7 kali mengacu pd banyak mengampuni, bkn tanpa batas, Tuhan saja mengampuni dosa tapi khusus menghujat Roh Kudus, ini dosa yg tdk terampuni (Markus 3:29).

Posted in Renungan | Comments Off on Banyak Mengampuni

Lakukan Seperti Tuhan Pada Kita

DI 29112025

Efesus 4:32 ILT3
Dan jadilah kamu ramah seorang terhadap yang lain, lembut hati, serta saling mengampuni di antara kamu sendiri, sebagaimana pula Elohim dalam HaMashiakh telah mengampuni kamu.

Kualitas mengasihi org Kristen itu sangat tinggi kriterianya, memperlakukan sesama itu hrs spt Tuhan memperlakukan dirinya, ini sesuatu yg tdk mudah.

Kita tentu ingat perumpamaan ttg hutang, ada seorg hamba dari raja yang berhutang 10.000 talenta, lalu diampuni raja hutang tdk perlu dibayar, tetapi hamba raja ini tdk murah hati, dia memasukkan penjara org yg meminjam darinya 100 dinar saja. Raja mengetahui hal itu dan akhirnya hamba dr raja ini hrs dihukum dan hutang yg semula sdh terhapus, tetap hrs dibayar (Matius 18) dan ini perumpamaan ttg pengampunan. Jadi kriteria kita memperlakukan orang lain itu hrs sama spt perlakuan Tuhan terhadap kita. Kalau kita diampuni Tuhan, ampunilah jg org yg bersalah pd kita, bagian kalimat ini ada dlm rumusan Doa Bapa kami. Dari hal ini kita diingatkan utk sadar bhw harus mengampuni org yg bersalah pd kita ketika ingin berdoa pd Tuhan, supaya kita layak di hadapan Tuhan utk berdoa.

Walaupun secara manusiawi, hak utk mau mengampuni org lain itu kita miliki, namun sbg seorg Kristen yg taat pd perintah yang Tuhan berikan, hak mengampuni berubah menjd suatu kewajiban utk mengampuni. Jika tdk, dosa yg semula telah dihapuskan, bs Tuhan munculkan kembali dan Dia akan mengadakan perhitungan dgn kita. Hal yg penting kita ingat bhw mengampuni harus dari hati, jgn di mulut saja, jgn krna dipaksa atau terpaksa, harus muncul dr kemurnian hati kita. Karenanya, jgn paksa org lain utk mengampuni demi keadaan bs ‘damai’, kita justru hrs mendorong dia supaya sungguh dr dlm lubuk hatinya, dia mau mengampuni org lain. Tdk boleh memaksa org lain untuk mengampuni, itu urusan pribadi dia dengan Tuhan, bagian kita ialah membimbing dan menasehati agar memberi pengampunan.

Ampunilah karena kita telah diampuni, ini sesuatu yg perlu disadari sbg org Kristen yg telah menerima pengampunan Tuhan di dlm hidupnya.

Posted in Renungan | Comments Off on Lakukan Seperti Tuhan Pada Kita

Jangan Marah Terlalu Lama

DI 28112025

Efesus 4:26 ILT3
Marahlah, tetapi janganlah berdosa, janganlah biarkan matahari terbenam dalam kemarahanmu,

Ayat ini sering diplesetkan penafsirannya, ditafsir dgn kalau marah jgn sampai sore menjelang malam, saat matahari terbenam nanti.

Logikanya, kalau marahnya terjd malam hr, lalu boleh marah dong sampai nanti besok matahari terbenam lagi? Yg dimaksud dlm ayat bukan soal matahari terbenam, tetapi maksudnya adalah jgn akhiri hari ini masih dlm keadaan marah. Waktu berganti hari di dlm pengaturan waktu Israel,hari berganti itu dimulai saat matahari terbenam, bukan spt kita secara internasional berganti hari itu tepat jam 12 malam. Jadi jgn mencoba menafsirkan seenak pikiran kita. Marah itu wajar, tp usahakan jgn terlalu lama, besok hari jgn terganggu dgn urusan kemarin, ini makna sebenarnya. Org yg marah terus, di dlm tubuhnya akan menekan energi keluar lebih besar dr biasanya, bs memicu sakit penyakit, apalagi ketika marah berlanjut jd dendam, ini bs memicu penyakit kronis & kita kehilangan damai sejahtera.

Meluapkan emosi itu perlu, jika dipendam, bs meledak suatu saat dan menimbulkan situasi yg tdk diinginkan. Kita jgn melarang org utk meluapkan emosinya, misalnya di saat keluarga berduka, jgn melarang untuk mereka menangis, biarkan menangis, kita hrs memberi penghiburan. Saat seseorg jd marah, biarkan dia meluapkan marahnya, yg kita lakukan adalah bantu menjaga dia supaya tdk melakukan dosa apalagi hingga tindakan kriminal. Tuhan saja murka, lalu kenapa manusia tdk boleh? Marah hrs ada surutnya, ini yg hrs kita pahami, coba untuk meneliti, siapa yg salah, jgn memihak dulu sblum kita memahami situasi sebenarnya, supaya jgn sampai kita terjebak dlm satu kesalah pahaman yg sebenarnya tdk perlu terjd, jaga hubungan tetap baik, berani utk berdiri di posisi yg benar.

Jgn terlalu lama marahnya, segera kembali tenang, pikirkan langkah selanjutnya, sekali siap utk memberi pengampunan dan maaf, kejarlah perdamaian satu sama lain.

Posted in Renungan | Comments Off on Jangan Marah Terlalu Lama

Ciri Kanak-Kanak Rohani

DI 27112025

Efesus 4:14 ILT3
sehingga kita tidak lagi menjadi kanak-kanak yang diombang-ambingkan dan terbawa oleh pelbagai angin pengajaran, dalam tipu daya manusia, dalam kelicikan, dengan cara penyesatan.

Pertumbuhan rohani seorg Kristen itu perlu diperhatikan sdh sampai pd level yg mana, salah satunya disebutkan dlm ayat ini bhw ada ciri org Kristen yg masih kanak-kanak rohaninya.

Disebutkan bhw orang Kristen yg rohaninya masih kanak-kanak itu ditandai oleh dirinya mudah terbawa oleh berbagai pengajaran yg diumpamakan spt angin. Sesuatu yang bs terbawa angin dlm kecepatan normal, berarti benda itu sangat ringan, tdk punya bobot, maka bs dikatakan kanak-kanak di dlm kerohanian itu adalah mereka yg tidak berbobot, tdk punya kualitas memadai, yg oleh sebab itulah bingung dgn pengajaran yg berbeda-beda, belum sanggup utk dgn mudah membedakan mana pengajaran yg sesat dan yg sehat. Dengar pengajaran yg baru malah bingung, koq beda dg yg lama, jadi yg benar yg mana sih? Inilah alasan yg penting mengapa kita perlu memiliki suatu pondasi kuat dlm pengajaran Kristen yang benar, supaya sanggup menangkis ragam pengajaran yg sebenarnya sesat.

Selain pengajaran sesat, kanak-kanak dlm rohani ditandai dgn mudahnya tertipu oleh kelicikan manusia. Mudah ‘dikerjain’ istilah umumnya, mudah dibohongi, diprovokasi, mudah disulut emosinya hingga menjd org yg mudah jadi mainan bagi org lain. Tidak semua org yg kita kenal itu tulus hatinya, murni motivasinya, bahkan yg biasa tidak diwaspadai adalah org terdekat kita, orang kepercayaan kita, merekalah yg justru dgn mudah ‘menikam kita dr belakang’. Hal ini bs kita lihat dr para pelaku kriminal, sudah rahasia umum, pelakunya justru anggota keluarga, karyawan, dsbnya. Manusia tdk bs dipercaya 100%, mereka cenderung bs berubah karakter, sifat dan motifnya. Jgn umbar semua rahasia, ingatlah kejujuran itu hanya menyatakan yg benar, bukan hrs mengatakan semuanya. Jgn dibodohi dgn makna kejujuran sbg mengumbar semua yg diketahui, cukup jawab dgn benar saja.

Masihkah kita pd level kanak-kanak dalam kerohanian kita? Cek dgn ayat ini, segera tutupi kelemahan, jgn sampai iblis dan org jahat mengambil keuntungan dr sana.

Posted in Renungan | Comments Off on Ciri Kanak-Kanak Rohani

Mampu Mendeteksi Kepalsuan

DI 26112025

Wahyu 2:2
Aku tahu segala pekerjaanmu: baik jerih payahmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat, bahwa engkau telah mencobai mereka yang menyebut dirinya rasul, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, bahwa engkau telah mendapati mereka pendusta.

Menarik sekali jemaat Efesus zaman itu, bs mendeteksi org-org yg mengaku rasul, tapi ternyata palsu, pendusta, kemampuan ini bukanlah kemampuan ‘receh’.

Zaman skrg dgn begitu banyaknya aliran & denominasi gereja, mengakibatkan ada dr gereja tertentu yg menerapkan pengakuan bhw seseorg itu jabatannya rasul dan nabi. Penggunaan gelar ‘apostle’ dan ‘prophet’ di sebagian kalangan gereja sudah tdk asing lagi. Tapi apakah benar mereka itu rasul & nabi? Alkitab mencatat bhw dlm gereja itu memiliki 5 jenis jawatan: “Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus (Efesus 4:11-12). Masalahnya ialah bhw di zaman skrg ini, rasul dan nabi telah dijadikan semacam gelar layaknya spt Pdt yg memang adalah gelar resmi pemberian sinode.

Jemaat Efesus zaman itu sanggup utk bisa dg akurat menguji kerasulan org yg dengan berani mengaku sbg rasul. Ketahuan orang itu bohong, menipu jemaat, hingga ‘dikuliti’ sampai kepalsuannya terbongkar. Ini pasti jemaat yg pendalaman ttg pengajaran dari para rasul yg benar itu sangat dalam. Juga ttg dunia spiritual jemaat Efesus sangat di atas rata-rata orang biasa. Para rasul palsu biasanya berlagak biasa bermain dg dunia spiritual atau dunia roh, karena area ini tdk semua jemaat gereja memahaminya. Dgn mengatas namakan Tuhan, demi Tuhan, dg berani menyampaikan firman pengajaran yg palsu, demi kepentingan & keuntungan yg ingin mereka ambil dr kepalsuan ini. Di zaman skrg pun kita hrs berhati-hati saat mendengar pengajaran dan nubuatan yang membawa-bawa nama Tuhan, jgn sampai kita diperdaya dan kehilangan bnyk harta.

Hargai kalangan yg menggunakan jawatan rasul dan nabi dlm gerejanya, itu hak penuh mereka, yg kita waspadai ialah pengajaran dan nubuatan palsu dr para rasul palsu dan para nabi palsu.

Posted in Renungan | Comments Off on Mampu Mendeteksi Kepalsuan

Kasih dan Kejatuhan

DI 25112025

Wahyu 2:4-5 ILT3
Namun Aku mempunyai sesuatu terhadap engkau: bahwa engkau telah meninggalkan kasihmu yang pertama.
Sebab itu, ingatlah dari mana engkau telah jatuh, dan bertobatlah, dan lakukanlah perbuatan-perbuatan yang pertama, dan jika tidak, Aku datang kepadamu secepatnya dan akan memindahkan kaki pelitamu dari tempatnya, jika engkau tidak bertobat.

First love atau cinta pertama, suatu cinta yg sangat kuat, memiliki ketertarikan yang tinggi, rasa ingin memiliki dan tak ingin org lain merebutnya.

Memang dlm bahasa Inggris, kata love bs diterjemahkan sbg cinta dan kasih, hal ini terkadang membuat rancu dlm memaknai kalimat di mana kata itu ada, apakah arti yg dimaksud itu cinta, atau kasih? Kita cek dlm bhsa Ibrani, kata love dlm ayat ini ialah agapē yaitu kasih yg digambarkan sebagai kasih sayang, kebajikan, pesta kasih, kasih yg tulus. Kasih agape sering dijelasin sbg kasih ilahi, kasih pd Tuhan. Maka dlm ayat ini, Tuhan menegur pd gereja Efesus, bhw mereka telah meninggalkan kasih agape, mereka tdk lagi tulus mengasihi Tuhan, tdk lagi bergairah menyatakan kasih pd Tuhan, hanya berkata tp tdk disertai bukti di dlm perbuatan, jarang menyatakan kasih pada Tuhan. Gambarannya mgkin spt ini: kasih pd Tuhan yg mulai bersyarat, ada hal lain yang memikat hati, mulai lelah mengasihi Tuhan.

Ada org yang merasa ‘dikecewakan’ Tuhan, sebagian karena doanya tidak dikabulkan Tuhan, merasa org lain lebih diberkati, ada jg yg ‘tersandung’ karena melihat kejatuhan org yg katanya sangat rohani. Blm sampai keadaan tdk cinta lagi, tapi mulai bergeser hatinya dr Tuhan. Masih beribadah bahkan rajin melayani, tp hati sdh tawar, tidak lagi 100% percaya Tuhan, mulai curiga Tuhan pasti mengadakan yg tdk baik. Waspada bhw keadaan ini bukan hanya terjd pd diri perorangan, tp bs perkelompok spt dalam jemaat Efesus ini. Bayangkan 1 gereja tdk lagi mengasihi Tuhan sepenuhnya, tp tetap ada ibadah dan pelayanan. Koq bs seperti itu? Jgn heran karena ini realita, bs terjadi pd diri ataupun kelompok kita. Kita punya banyak kelemahan, itu celah bagi iblis utk menjauhi kita dr Tuhan.

Masihkah kita mengasihi Tuhan dgn tetap sepenuh hati? Kembali kasihi Tuhan dgn keadaan saat pertama kali kita jatuh cinta pd Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Kasih dan Kejatuhan

Berkata Tidak Benar Tentang Tuhan

DI 24112025

Ayub 42:7
Setelah TUHAN mengucapkan firman itu kepada Ayub, maka firman TUHAN kepada Elifas, orang Téman: “Murka-Ku menyala terhadap engkau dan terhadap kedua sahabatmu, karena kamu tidak berkata benar tentang Aku seperti hamba-Ku Ayub.

Org yg bicara panjang lebar ttg Tuhan tidak selalu berarti dia mengenal Tuhan dengan benar, contohnya ialah Elifas, teman Ayub, dia ditegur Tuhan langsung mengenai hal itu.

Demikian jg dgn para pengkhotbah, belum tentu yg mereka jabarkan ttg Tuhan itu hal yg benar, ini bukan berarti mereka semua spt Elifas, sebagian mengatakan yg benar ttg Tuhan, sebagiannya ‘mengarang’ bebas ttg Tuhan, apalagi yg bernubuat palsu, dia seolah-olah berkata atas nama Tuhan, dia mengaku dengar dr Tuhan, tp kenyataan yg sebenarnya dia berbohong demi tujuannya sendiri. Ada yg ingin dipanggil ‘nabi’, ada yg ingin menaikkan tarif persembahan kasih yg akan dia terima, dsbnya. Org-org biasa tetapi kaya raya, biasanya jd target korban empuk bagi mereka: para nabi jadi-jadian yg jg bernubuat palsu. Hati-hati karena dlm Alkitab ada disinggung ttg ‘jemaah iblis’ yg jahat: “Aku tahu perbuatan-perbuatan dan kesukaran dan kemiskinanmu, padahal engkau kaya, juga hujatan dari mereka yg menyebut diri mereka Yahudi, padahal bukan, malah sebaliknya mereka adalah sinagoga Setan (Wahyu 2:9 ILT3).

Ada baiknya mengikuti program yg gereja lokal kita tawarkan ttg pendalaman Alkitab, ini sangat membantu kita mengenal Tuhan lebih dalam, atau bila punya kesempatan, bs mengikuti sekolah teologia, di dalamnya kita belajar utk lebih terarah dlm membaca dan menafsirkan ayat-ayat Alkitab secara lebih baik. Jgn trauma karena ada orang yg lulus sekolah teologia, tapi melakukan hal yg jahat di gereja dan jemaat, ingat mereka itu hanya oknum, bukan sekolah teologinya karena di sekolah teologi tdk diajarkan utk mahasiswanya berbuat jahat. Kita harus berkata benar ttg Tuhan, bkn menafsir dgn seenak pikiran kita, dicocok-cocoksn dgn ide manusiawi kita. Tuhan tdk suka orang yang mengatakan hal yg salah ttg diri-Nya, karena itu kenali Tuhan dgn benar, katakan yg benar ttg Tuhan.

Banyak hal yg belum bs kita pahami dalam pengenalan kita akan Tuhan, terus belajar dan alami pengalaman bersama Tuhan, ini akan membuat kita mengenal Tuhan dgn benar.

Posted in Renungan | Comments Off on Berkata Tidak Benar Tentang Tuhan

Mengenal Tuhan

DI 22112025

Ayub 1:5
Setiap kali, apabila hari-hari pesta telah berlalu, Ayub memanggil mereka, dan menguduskan mereka; keesokan harinya, pagi-pagi, bangunlah Ayub, lalu mempersembahkan korban bakaran sebanyak jumlah mereka sekalian, sebab pikirnya: “Mungkin anak-anakku sudah berbuat dosa dan telah mengutuki Allah di dalam hati.” Demikianlah dilakukan Ayub senantiasa.

Siapakah Ayub ini? Berdasarkan informasi yg kita dapati dr kitab Ayub, dia tinggal di tanah Us, yg kemudian disebut Edom, jadi Ayub bukanlah keturunan Abraham dan jg bukan org Israel.

Yg menarik dari ayat di atas, Ayub tahu ttg mempersembahkan korban, sesuatu yang tidak biasa bagi org di luar bangsa Israel. Ayub diperkirakan berumur mgkin hampir 200 tahun: “Sesudah itu Ayub masih hidup seratus empat puluh tahun lamanya; ia melihat anak-anaknya dan cucu-cucunya sampai keturunan yang keempat” (Ayub 42:16). Umurnya bisa kita bandingkan dgn umur Abraham: “Abraham mencapai umur seratus tujuh puluh lima tahun (Kejadian 25:7). Jadi diperkirakan Ayub hidup dalam zaman Abraham hidup atau bahkan mgkin sebelum Abraham karena manusia zaman itu berumur lebih dr 150 thn (± 2000 SM). Darimana Ayub tahu ttg Tuhan sedangkan waktu itu belum ada Yudaism? Kita tidak bs tahu pasti apa yg terjd, namun di mata Tuhan, Ayub punya tempat khusus dalam hal kesalehannya.

Proses mencari dan menemukan Tuhan, ini yg Ayub telah lewati dlm hidupnya. Secara ekonomi, dia sangat diberkati, hatinya tidak melekat pd hartanya, sekalipun semuanya dlm sekejap lenyap, dia tdk menyalahkan Tuhan. Dia tahu ttg hal mempersembahkan korban karena dia kuatir anak-anaknya itu bersalah pd Tuhan ketika mereka berpesta. Sepertinya Ayub mengalami mirip seperti yg Abraham alami yaitu dipilih dan dituntun Tuhan secara pribadi utk hidup berkenan di hadapan Tuhan. Imannya diuji, memang di dalam ujian ini, ada bbrpa hal yang kurang baik spt dia menyesali kelahirannya, tetapi pd akhirnya dia mengakui bhw mengenal Tuhan hanya dr apa kata org, dan saat dia diuji inilah, dia melihat Tuhan, bertemu dgn Tuhan langsung (Ayub 42:5). Ujian selesai dan Tuhan memberkati Ayub 2 kali lipat dr sebelumnya dan diberikan keturunan.

Mengenal Tuhan itu hrs secara langsung, bukan hanya melalui Alkitab, kesaksian org lain, ataupun khotbah, cari Tuhan sampai kita bertemu dengan Dia.

Posted in Renungan | Comments Off on Mengenal Tuhan

Jangan Terlalu Yakin

Di 21112025

1 Korintus 10:12
Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh!

Percaya diri yg tinggi memang dibutuhkan supaya kita melakukan sesuatu dgn yakin dan bersemangat, tapi dlm hal keteguhan diri kita, kita harus jujur pd diri sendiri.

Tdk ada satupun manusia yg kebal godaan berbuat dosa, kadang kemarin bs menahan diri dr berbuat dosa, hari ini belum tentu bs tetap menahan diri lalu akhirnya jatuh. Dari ayat di atas, rasul Paulus mengingatkan dg tegas bhw jgn kita merasa diri sdh berdiri dgn teguh, artinya sulit dijatuhkan. Hal yg perlu kita ingat, bhw godaan dosa itu tidak main-main, trs mencari waktu di mana kita lengah, dan kurang waspada. Iblis sdh jauh lebih lama ada di dunia ini drpd kita, sejak manusia pertama jatuh dlm dosa, bahkan saat dia masih bagian dr malaikat di surga, dia telah ada. Jadi dia mengenal semua yg ada pd diri kita, dia mempelajarinya dan ia akan trs berusaha ‘menerkam’ di saat kita lengah: Maka bertanyalah TUHAN kepada Iblis: “Dari mana engkau?” Lalu jawab Iblis pada TUHAN: “Dari perjalanan mengelilingi dan menjelajah bumi” (Ayub 1:7).

Kita hrs terus waspada dlm pengendalian diri kita, sekali saja kita tdk disiplin, maka dosa akan mulai mendekati kita. Kisah di PB ttg Petrus yg yakin dirinya tdk pernah akan menyangkal Yesus, bs menjd contoh nyata bhw kadang seseorg terlalu yakin dg kualitas dirinya, pdhal nantinya dia jatuh & menjd malu. Mengasihi Tuhan itu artinya taat pd perintah Tuhan, termasuk dlm hal menjauhi apa yg Tuhan larang dan dengan ikut membenci apa yg Tuhan benci. Sehati dan setia pd Tuhan, inilah modal utama utk kita bs melawan keinginan berbuat dosa yg bs datang kapan saja. Kain sekalipun SDH diperingatkan Tuhan bhw dosa sdg datang menggodanya, dia memilih mengikuti apa yg diinginkan hatinya, maka terjadilah satu kejahatan pembunuhan pertama di dunia ini, menghilangkan ribuan generasi kalau saja Habel tetap hidup.

Jgn terlalu yakin dgn kepercayaan diri yang kita miliki, godaan dr luar kadang lebih dari yg kita perkirakan, tetap waspada dan jgn lengah sedetikpun.

Posted in Renungan | Comments Off on Jangan Terlalu Yakin