Tuhan Yang Jadikan

DI 31072025

Amsal 16:4
TUHAN membuat segala sesuatu untuk tujuannya masing-masing, bahkan orang fasik dibuat-Nya untuk hari malapetaka.

Memahami ayat ini tdk mudah karena akan timbul pikiran liar: apakah org menjd orang jahat itu karena dibuat Tuhan spt itu? Kalau kita salah memahaminya, kita akan tersesat dlm pikiran kita.

Utk memahaminya, kita melihat dulu ayat ini: “Barangsiapa yang berbuat jahat, biarlah ia terus berbuat jahat; barangsiapa yg cemar, biarlah ia terus cemar; dan barangsiapa yg benar, biarlah ia terus berbuat kebenaran; barangsiapa yang kudus, biarlah ia terus menguduskan dirinya!” “Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah-Ku untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya (Wahyu 22:11-12). Di sini setiap org diberikan hak khusus utk dia boleh melakukan apapun, dg catatan bahwa suatu saat Tuhan sendiri akan memberikan upah sesuai dgn perbuatannya sepanjang hidupnya. Lebih mudahnya kita melihat satu contoh peristiwa yaitu antara Haman, Ester dan Mordekhai, Haman yg awalnya sangat bernafsu melenyapkan Mordekhai dan juga org-org Yahudi pd akhirnya dia sendiri yang dihukum sesuai dgn yg dia ingin lakukan pd Mordekhai. Campur tangan Tuhan ada dlm peristiwa ini, Haman dibuat Tuhan menjadi seorg terhina di hari penghukumannya. Saat yg tepat akhirnya Tuhan bertindak.

Lalu apakah pemikiran bhw sejak awal, ada satu penentuan Tuhan mengenai siapa saja yg diselamatkan dan yg tdk diselamatkan? Kalau memang benar begitu, apa gunanya penginjilan yg dilakukan? Hidup spt sebuah film yg sdh diskenariokan. Ingat bhw Tuhan memberi hak pd setiap manusia mengatur hidupnya, dlm hal keselamatan, Tuhan tidak memaksakan org utk percaya pada-Nya, jadi siapa yg percaya, dia yg diselamatkan. Bagi mereka yg tdk percaya, bukan Tuhan yg dgn sengaja membuatnya jadi menolak Injil, tapi akibat pilihan menolak Injil inilah, mereka ini yg pd akhirnya tdk diselamatkan. Tuhan yg buat aturan, kalau manusia melanggar, akan ada hukumannya. Utk org-org yang menolak Injil, maka kematian kekal yg menanti, karna Tuhan sudah menyiapkan tempat dan waktu utk itu, siapa saja yg dihukum Tuhan, pilihan org itu masing-masing yg menentukannya.

Tuhan tdk ingin kita mengalami hal yg buruk apalagi kebinasaan, jgn salah pilih mengatur hidup kita, jgn sampai kita menjd golongan org fasik yg akan mengalami penghukuman.

Posted in Renungan | Comments Off on Tuhan Yang Jadikan

Perkataan Tepat Waktu

DI 30072025

Amsal 15:23
Seseorang bersukacita karena jawaban yang diberikannya, dan alangkah baiknya perkataan yang tepat pada waktunya!

Kita memang punya hak penuh utk berkata apapun, kapanpun, tetapi ada bbrpa hal yang perlu dipertimbangkan yaitu dampak apakah dr perkataan itu yg kembali pd diri kita?

Amsal ini berkata bahwa seorg bersukacita karena jawaban yg diucapkannya, artinya yg kembali pd dirinya adalah dampak positif dr jawaban yg dia berikan. Menjawab apa yang ditanyakan pd kita tentunya beragam wujud: ditanya sbg saksi, maka kita harus memberi jawaban yg sebenar-benarnya, jika tdk, maka kita bs dituduh bersaksi dusta dan dapat dg segera dijadikan tersangka dan dipidana. Dg berkata jujur yg diperkuat dgn alat bukti yg ada, kita dalam posisi aman dan kebahagian kita tdk terganggu. Ditanya ttg sesuatu, jgn terpancing hingga membuka rahasia orang lain yg dipercayakannya pada kita. Biasanya diajak putar-putar, bicara sana sini, sehingga tanpa sadar kita membocorkan rahasia org lain, akhirnya persahabatan kita terganggu & malah berakhir. Tp kalau kita memberi jawab dgn tetap memegang rahasia org itu, situasi persahabatan akan tetap terjalin baik. Dalam memberi jawaban, perlu pengendalian diri yg kuat utk menjaga perkataan kita.

Perkataan yg diucapkan tepat pd waktunya, ini perlu suatu hikmat dr Tuhan. Memberikan kabar ttg sesuatu yang mengejutkan, kadang ini menjd suatu dilema, diberitahu sekarang takutnya tdk kuat mendengar kabar itu, lalu terjd hal yg tidak diinginkan, diberitahu nanti, pasti dia akan marah dan kecewa, jadi harus bagaimana? Di sinilah hikmat bekerja untuk mencerna kapan saat yg tepat memberitahu hal itu. Utk berkata ya atau tidak, kadang kita perlu menunggu sedikit waktu lagi, melihat perkembangan situasi, barulah di waktu yg kita nilai itulah saatnya, barulah kita berikan jawabannya. Kadang org menganggap sikap spt ini sbg suatu ketidak tegasan, tapi lebih baik dinilai begitu drpd terburu-buru dalam memberi jawaban, tapi ternyata dampaknya tdk spt yg diharapkan. Ada waktunya perlu mengabaikan apa kata org dan yakin kepada prinsip hidup kita, karena org lain pny prinsip hidup yg tdk sama shga pikirannya berbeda.

Pikirkan dampak apa yg ditimbulkan dr yang kita katakan sbg jawaban, kembali pada diri kita sbg dampak positif atau negatif, berikan jawaban yg tepat pd waktunya.

Posted in Renungan | Comments Off on Perkataan Tepat Waktu

Kendala Komunikasi

DI 29072025

Mazmur 139:4 ILT3
karena tidak ada perkataan pada lidahku, ya YAHWEH, lihatlah, Engkau telah mengetahui semuanya.

Tuhan tahu apa yg akan kita katakan sebelum itu terucap, itulah kemahatahuan Tuhan, beda dgn manusia yg baru tahu jika sesuatu telah diucapkan.

Kendala komunikasi yg umum terjd ialah org menganggap dgn memberikan suatu bahasa tubuh atau ekspresi, org lain pasti tahu yang ingin kita katakan. Menang benar bbrpa hal dpt dgn mudah diartikan, misalnya gelengan kepala berarti tidak, anggukan kepala berarti ya atau mau, gerakan tangan spt menahan, itu artinya jangan, dsbnya. Tetapi manusia itu bukan Tuhan, tdk tahu isi hati org lain, hanya bs menilai dr raut wajah atau gerak tubuh, itu jg kadang tertipu karna keduanya bs sengaja dibuat-buat atau pura-pura. Orang umumnya berpikir kalau sudah lama berteman, pastinya sudah mengenal dekat, tahu apa yg kita ingin, apa yg mau kita sampaikan, dsbnya. Pikiran spt inilah yg terkadang merusak pertemanan atau bahkan merusak hubungan pernikahan. Hidup bersama sekian lama bukan jaminan bhw pasti mengenal pasangannya 100%, ini sesuatu yg perlu kita pahami. Mengenal org lain itu seumur hidup, karena manusia punya kecenderungan berubah, beradaptasi dengan keadaan.

Katakan saja yg perlu org lain ketahui, ini cara berkomunikasi yg tepat. Jgn biarkan pikiran org lain menjadi liar, salah mengartikan gerak tubuh kita. Kalau tdk memungkinkan berkata langsung, bisa lewat tulisan jika itu dianggap hal yg rahasia. Mengatakan sesuatu tepat pd waktunya itu sesuatu hal yg baik: “Seseorang bersukacita karena jawaban dari mulutnya, dan alangkah baiknya perkataan yang tepat pada waktunya” (Amsal 15:23 ILT3). Katakan dengan tepat pd waktunya, ini salah satu hal yg menjd kunci keberhasilan komunikasi yg efektif. Ada sesuatu yang jangan diucapkan sekarang, tunggu waktu yg tepat, mgkin org itu belum siap utk mendengarnya, atau ada sesuatu yg blm selesai, dsbnya. Pilihan kata yg baik tentu akan memperjelas isi perkataan kita, org lain tdk salah mengertinya, sehingga percakapan menjd sesuatu yang tdk memicu salah pengertian bahkan perselisihan. Pakai kata-kata yg tdk bermakna ganda, yg mudah dipahami dan susunan kata yg benar, ini akan memperlancar komunikasi dan maksud yang ingin kita sampaikan akan mudah diketahui org lain.

Manusia bukan Tuhan, tdk mahatahu, karena itu ucapkanlah perkataan supaya org lain jadi tahu apa yg ada dlm hati dan pikiran kita, jgn timbulkan pertengkaran karena menganggap org lain paham tanpa kita berkata-kata.

Posted in Renungan | Comments Off on Kendala Komunikasi

Menyucikan Diri

DI 28072025

1 Yohanes 3:2-3
Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.
Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.

Kemana kita setelah kematian tubuh kita? Di dlm Alkitab jelas diberitahukan bhw sbg org yg percaya, memiliki keyakinan penuh bahwa kita nantinya akan menjadi sama spt Kristus.

Bukan berarti nanti kita berubah dr manusia menjd Tuhan, tapi roh kita keadaannya nanti akan sama spt Kristus. Maksudnya bhw kita nantinya setelah mati, tubuh memang akan mati, tetapi pd saatnya kita sama spt Kristus yg telah bangkit dari kematian, mengenakan tubuh yg biasa disebut dgn tubuh kemuliaan yg kekal sifatnya. Pengharapan ini ditemukan dlm: “Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara (Roma 8:29). Jadi jelas ya, bukannya nanti kita berubah jadi Tuhan, itu penafsiran yg salah. Apa ciri org-org yg percaya dan dgn semangat menantikan pengharapan ini jadi kenyataan? Mereka menyucikan dirinya sama spt Kristus adalah suci. Menyucikan diri akan menjd tanda bagi org-org yg percaya tentang kemuliaan hidup setelah kematian tubuh, ada suatu keadaan yg mulia nantinya, penyucian diri menjadi suatu persiapan utk menghadapi ini semua.

Pikiran yg menghantui banyak org ialah suatu pertanyaan: bisakah seseorg itu hidup suci di zaman skrg ini? Hidup suci seringkali dicoba pahami sbg hidup tanpa dosa, tanpa cela dan sempurna. Kita akan punya kemungkinan utk berbuat dosa hingga nantinya kita meninggal dunia, lalu apakah itu berarti bhw kita menjd mustahil utk hidup suci? Kata suci dlm bhsa Yunani adalah hagnizō yang berarti membuat bersih, menguduskan baik secara seremonial atau moral. Mudahnya kita pahami sbg satu kehidupan yg dikhususkan bagi Tuhan. Kita hidup bukan utk mengejar yg duniawi, tetapi yg rohani, bukan berarti mengabaikan tubuh jasmani dan segala kebutuhannya, tapi fokus hidup bukan pd yg fana di dunia ini, tetapi pd yg kekal sesuai pengharapan kita pd Kristus. Dosa mgkin masih bs kita lakukan nantinya, tetapi bukan berarti bebas berbuat dosa, tapi memahami bhw dosa itu pelanggaran kepada perintah Tuhan dan dosa hrs diselesaikan dg pengampunan dosa yg Tuhan sediakan bagi mereka yg bertobat: “Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa” (1 Yohanes 1;7).

Kita yg percaya pd pengharapan kekal harus menyucikan diri kita, saat Tuhan menyatakan diri-Nya kelak, biarlah kita kedapatan sebagai org benar dan dimuliakan.

Posted in Renungan | Comments Off on Menyucikan Diri

Tersesat Oleh Diri Sendiri

DI 26072025

Matius 18:9
Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu masuk ke dalam hidup dengan bermata satu dari pada dicampakkan ke dalam api neraka dengan bermata dua.

Kita bisa tersesat karena diri sendiri, sesuatu yg jarang diperingatkan kepada kita, malahan yg sering dibahas justru ttg doktrin, ajaran yg menyimpang, dsbnya.

Ada 3 jenis anggota badan yg disinggung dlm ayat ini yaitu: tangan, kaki dan mata, dg tegas Yesus memerintahkan memisahkan anggota tubuh ini jika pd akhirnya justru membuat kita menjd sesat. Tentu ada makna rohani yg ada dlm kalimat yg Yesus katakan ini, kalau yang dipahami secara tertulis atau literal, mungkin semua org Kristen menjd cacat, tanpa tangan juga kaki, serta tanpa mata, karena 3 anggota tubuh ini seringkali membuat kita melakukan dosa. Tangan bicara ttg perbuatan kita, hasil kerja kita, jadi perhatikanlah apa yg kita buat dgn tangan kita, apa dampaknya bagi diri kita sendiri, baikkah utk keadaan sekarang dan jg utk masa depan kita? Membawa kita makin dekat Tuhan atau menjauh dr Tuhan? Contoh yg mudah spt ini: kalau coba-coba ikutan judi online, apakah itu baik dampaknya utk kita? Bisakah kaya dgn judi online? Pada realita yg kita lihat justru mereka yg terlibat judi online itu hidupnya jadi sengsara, tdk punya apapun lagi serta dililit hutang. Jd pertimbangkanlah sebelum kita melakukan sesuatu.

Kaki bicara ttg langkah hidup kita, pilihan yg kita ambil. Jgn salah dlm melangkah, pilihan yg kita pilih itu harusnya membawa kita ada dlm keadaan yang lebih baik, bukannya justru jadi terpuruk. Pilihan kita harusnya membawa suatu langkah maju, bukan kemunduran. Dlm hal ini: “Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut (Amsal 14:12). Kemudian ada mata, mata itu punya sesuatu yg disebut keinginan: Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia (1 Yohanes 2:16). Begitu mata melihat sesuatu, bisa timbul sebuah keinginan, entah itu keinginan yg positif atau sebaliknya yang negatif, keinginan mata biasanya terhubung dgn keinginan daging, inilah yang diwaspadai oleh org-org berhikmat, melihat sekilas saja mgkin tdk terbersit hasrat, tapi melihat terus menerus, hasrat bs semakin besar. Waspada dgn apa yg kita lihat, karena itu memancing kedagingan kita.

Jangan biarkan kita tersesat oleh 3 anggota tubuh kita ini, bijaklah dlm melakukan apapun dan menentukan pilihan, waspadai yang kita lihat dengan mata kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Tersesat Oleh Diri Sendiri

Menggunakan Iman

DI 25072025

Matius 15:28
Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: “Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kau kehendaki.” Dan seketika itu juga anaknya sembuh.

Mengusir setan tanpa datang ke lokasi, tidak ada yg dapat melakukannya kecuali Yesus di dlm kisah ini, semuanya terjd karena iman yg dimiliki oleh seorg ibu.

Kadang nyeleneh, org non Kristen percaya pd kuasa Yesus drpd org Kristen sendiri, kadang doktrin justru menghalangi kerja iman kita, yg sebenarnya sederhana dibuat rumit oleh apa yg diyakini sbg doktrin. Misalnya dlm hal spt kisah ini, doktrin ttg pengusiran roh jahat yg merasuki seseorg itu berkata hrs begini, hrs begitu, dsbnya. Dlm kisah ini bahkan tdk ada perkataan Yesus yg mengusir roh jahat spya keluar dr tubuh anak perempuan ibu itu, yang terjd hanyalah percakapan ttg perumpamaan yg sebenarnya menguji iman ibu itu. Iman yg sejati harus sejalan dgn perkataan imannya, kadang ada org yg di mulut saja berkata dia percaya kuasa Tuhan, tp dlm hati dan pikiran justru meragukannya. Beriman harus disertai dgn perkataan iman yg sejalan dgn pikiran yg Tuhan miliki, barulah iman itu mengerjakan sesuatu yg jadi keinginan kita, ini sesuatu yg sangat luar biasa, bukan sekedar memohon sesuatu pd Tuhan, tp menggunakan iman utk mencapai keinginan yg dicari, ini mgkin mirip dg kisah wanita yg sdh 12 tahun pendarahan.

Doktrin memang berguna, tp jgn kaku dalam mengimani kuasa Tuhan. Tiap kasus mgkin berbeda cara penanganannya, bertanya pada Tuhan, apa yg hrs dilakukan, karena Tuhan yg paling tahu solusi dr masalah yg kita hadapi. Pengalaman dulu blm tentu bs diterapkan di keadaan yg sekarang, jgn bangga punya bnyk pengalaman, karena masih banyak masalah yg lebih rumit dan sukar drpd yg pernah kita hadapi. Ibarat permainan games, tiap level yg dilalui punya tingkat kesulitan yang berbeda, biasanya justru makin sulit di level berikutnya dan perlu strategi utk nenang. Org bijak beda dgn org yg punya banyak pengalaman, orang bijak bs menemukan celah utk keluar, dengan ketepatannya bisa menemukan akar masalah yg sebenarnya. Org sombong biasanya puas dgn banyak pengalaman, tdk mau belajar lagi karena merasa sudah cukup ahli dlm bidang tertentu. Pengalaman memang berguna, tapi ada saatnya tdk berpatokan pd pengajaran itu karena yg dihadapi adalah sesuatu yang baru dan berbeda drpd sebelumnya.

Aktifkan iman kita maka keinginan kita akan bisa terjadi dan kita alami, tentu ini keinginan yg sifatnya murni, bukan keinginan yg hanya utk memuaskan nafsu kedagingan kita saja.

Posted in Renungan | Comments Off on Menggunakan Iman

Menyucikan Diri

DI 24072025

2 Korintus 7:1
Saudara-saudaraku yang kekasih, karena kita sekarang memiliki janji-janji itu, marilah kita menyucikan diri kita dari semua pencemaran jasmani dan rohani, dan dengan demikian menyempurnakan kekudusan kita dalam takut akan Allah.

Menyucikan diri adalah sebuah kesadaran yg paling awal setelah kita bertobat, ibarat kita pulang ke rumah dlm keadaan motor, begitu sampai maka kita langsung mandi supaya jd bersih badan kita.

Salah satu tahapan yg dilalui semua org yang menjd Kristen adalah tahap dikuduskan atau disucikan setelah dibenarkan oleh Tuhan. Di dlm ayat ini disebutkan ada 2 golongan jenis ‘kotoran’ yang hrs kita bersihkan dari diri kita, yaitu yg bs mencemari jasmani atau daging kita, dan yg bisa mencemari roh atau rohani. Pencemaran jasmani atau daging bs mudah kita pahami sbg perbuatan dosa. Salah satu yg disebutkan dlm Alkitab: “Lidah pun adalah api; ia merupakan suatu dunia kejahatan dan mengambil tempat di antara anggota-anggota tubuh kita sebagai sesuatu yang dapat menodai seluruh tubuh dan menyalakan roda kehidupan kita, sedang ia sendiri dinyalakan oleh api neraka (Yakobus 3:6). Lidah atau perkataan bs menodai tubuh kita, jadi ada pencemaran jasmani yg terjadi disebabkan karena lidah atau perkataan kita, hal ini tentunya perlu utk kita mengekang dg ketat lidah kita, kendalikan perkataan yg kita ingin ucapkan, pengaruhnya besar baik untuk diri kita sendiri maupun org lain.

Bila dlm PL, diperintahkan utk tdk menyentuh sesuatu yg najis supaya tetap kudus, dlm PB standart kenajisan itu lebih tinggi: “sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan,
perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang” (Markus 7:21-23). Pencemaran yg dari hati sumbernya, inilah standart dlm PB yang Yesus berikan utk kita. Bukan hanya jasmani yg dicemari tetapi rohani jg, artinya tubuh kita jd tdk kudus, demikian jg roh kita tidak kudus. Jadi perhatikan apa yg kita simpan dlm hati kita, yg keluar dr hati dlm wujud perbuatan, ini yang membuat kita jd kudus atau sebaliknya. Prinsip kekudusan ini memang hrs dipahami dgn benar dan menyeluruh, banyak org yang hanya mengedepankan prestasi dan karya yg hebat tetapi tdk membenahi hatinya. Semua jd sebuah pencitraan demi terlihat rohani dan religius. Ini sebuah penipuan, bukan?

Isi hati ini yg perlu kita perhatikan, jgn simpan ‘sampah dan kotoran’ dlm hati, ini hanya akan membuat langkah hidup kita tertahan untuk maju dan sulit mengalami keberhasilan.

Posted in Renungan | Comments Off on Menyucikan Diri

Makan Makanan Berhala

DI 23072025

1 Korintus 8:7
Tetapi bukan semua orang yang mempunyai pengetahuan itu. Ada orang, yang karena masih terus terikat pada berhala-berhala, makan daging itu sebagai daging persembahan berhala. Dan oleh karena hati nurani mereka lemah, hati nurani mereka itu dinodai olehnya.

Sebagian org Kristen dahulunya seorang yg menyembah allah lain, mudahnya kita sebut sbg penyembah berhala, salah satu ritualnya adalah makan makanan yg dipersembahkan pd berhala itu.

Perdebatan doktrin ttg ini, bolehkah seorg yg sudah menjd Kristen masih ikut makan yang jadi makanan persembahan pd berhala? Kita berpedoman pd Alkitab saja, kadang doktrin yang diciptakan manusia atau gereja tertentu tdk Alkitabiah, hanya berdasar menghormati kepercayaan yg lain dan bersifat toleran. Ini sesuatu yg melanggar ayat ini yaitu org yang sudah Kristen, tetapi masih makan makanan yang dipersembahkan pd berhala, dia masih terikat pd berhala-berhala itu! Titik! Tdk perlu ditafsir model apapun, ini sudah jelas! Ibarat sdh menikah tp masih makan romantis dgn mantan pacar, apakah pasangannya tdk akan cemburu? Di pandangan kebenaran Alkitab, makan makanan yg dipersembahkan kepada berhala itu suatu keterikatan dgn berhala yg dulu disembah. Siapa yg menjd Tuhan dalam hidupnya? Masih cari ‘beking’ lain selain Dia? Kurang percaya kalau Yesus menjamin hidup kita? Atau kita pikir mau dapat berkat Tuhan sekaligus dapat rezeki dr berhala? Sesat!

“Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya” (Yakobus 1:8). Jelas ada akibat dan konsekuensi jika seorg yang sudah Kristen tp masih terikat pd berhala yg dahulu dia sembah. Hidup tdk akan tenang & bukan naik tetapi turun. Ah, ini kan cuma ttg makanan, koq ribet sih? Pikiran org semacam ini jelas bukan org yg setia. Mau ‘main mata’ padahal sdh punya pasangan. “Persamaan apakah yang terdapat antara Kristus dan Belial? Apakah bagian bersama orang-orang percaya dengan orang-orang tak percaya? (2 Korintus 6:15). Org yg menyembah berhala itu disebut org tidak percaya. Jadi sbg orang percaya, jangan menyentuh sesuatu yg tidak kudus. Jgn kompromi demi sesuatu yg tidak sebanding dgn keselamatan kekal yg Tuhan berikan pd kita. Jadi jgn ikut makan makanan yg dipersembahkan pd berhala! Kalau masih mau makan jg, makan di resto, bayar harga harga utk taat pd Tuhan dan firman-Nya.

Setia pada Tuhan hingga akhir hidup kita, dan jangan bangkitkan murka Tuhan karena kita masih terikat dgn berhala yg dulu disembah, kita sudah jadi milik-Nya Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Makan Makanan Berhala

Tidak Melampaui Kemampuan

DI 22072025

1 Korintus 10:13 ILT3
Pencobaan tidak pernah menimpa kamu kecuali yang manusiawi; dan Elohim itu setia, Dia tidak akan mengizinkan kamu dicobai di atas apa yang kamu mampu; sebaliknya, bersama pencobaan itu Dia juga akan membuat jalan keluar agar kamu sanggup menanggungnya.

Pencobaan itu asalnya dr mana? Ada suatu perdebatan yg dalam ttg ini, apakah Tuhan itu tdk mencobai? Apakah selalu pencobaan itu asalnya dr iblis?

Kata pencobaan berasal dr kata Yunani yaitu peirasmos yang berarti utk membuktikan dgn pencobaan yang baik melalui pengalaman yg tidak baik sebagai ajakan utk berdisiplin dan memprovokasi. Jadi kita pahami spt ini: saat kita mengalami pencobaan, yg terjadi adalah hal yg buruk atau jahat, Tuhan menggunakan itu utk mendisiplinkan kita serta sengaja utk memprovokasi kita menjd seorg pribadi yang lebih baik. Jadi Tuhan bs menguji kira dengan pencobaan yg dilakukan oleh si jahat. Contoh dalam kisah hidup Ayub, Tuhan mengizinkan iblis utk mengambil semua yang Ayub miliki kecuali nyawanya. Yg Ayub alami itu sangat buruk utk ukuran manusia, iblis yg telah dgn kejamnya berbuat demikian, namun Tuhan yg pd akhirnya bekerja memulihkan kembali yg Ayub miliki bahkan dibuatnya jadi 2x lipat dari sebelumnya. Jadi pencobaan itu asalnya dari mana? Tuhan mengizinkan kita dicobai untuk membuktikan siapa kita yg sebenarnya, iblis bs diizinkan Tuhan utk mencobai kita, namun iblis jg kadang bertindak sendiri.

Pencobaan yang kita alami masih manusiawi, artinya di bawah batas kemampuan yang kita miliki, namun karena peristiwa yang dialami tdk baik atau jahat, seringkali mental kita yg pertama kali ‘down’ dan kita merasa masalah ini amat besar. Dlm ayat ini jelas bhw kendali tetap di pihak Tuhan, Dia tdk membiarkan kita dicobai melebihi kekuatan dan kemampuan kita, artinya kita sebenarnya mampu utk bisa mengatasi dan nenang dr pencobaan ini. Spt saat Yesus dibawa Roh utk dicobai di padang gurun oleh iblis, Yesus pd akhirnya menang dan iblis undur. Tuhan ingin membuktikan dr pencobaan yg kita alami, seberapa kualitas yg kita miliki, apa saja yg masih hrs kita atasi dan benahi supaya ke depannya kita menjadi pribadi yg lebih baik. Iblis merancangkan yg jahat, tp Tuhan menggunakannya utk hal yg baik bagi kita, bukan peristiwanya yg diubah, tp Dia akan memberi kita jalan keluar supaya kita sanggup utk menanggungnya. Ingat lho, bukan diangkat bebannya, kita tetaplah yang hrs menanggungnya, tp ada kemampuan utk itu.

Tuhan yg tetap pegang kendali atas peristiwa yg sdg kita alami, Dia gunakan itu utk tujuan membuktikan siapa kita sebenarnya, supaya ke depannya kita punya kualitas rohani yang lebih baik.

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Melampaui Kemampuan

Mudah Percaya Begitu Saja

DI 21072025

Amsal 14:15
Orang yang tak berpengalaman percaya kepada setiap perkataan, tetapi orang yang bijak memperhatikan langkahnya.

Ada org yg mudah percaya apa kata org, baik itu benar atau tdk, tdk diuji dan ditelaah, tdk dipertimbangkan dan dipahami dulu, akibat yg terjd adalah mudah terprovokasi.

Tdk semua perkataan atau informasi yg kita terima itu valid dan benar, bahkan perkataan yg kedengarannya spt sebuah nasehat bijak, bs saja ternyata isinya adalah tipuan, info yg menyesatkan. Apakah ini bagian dari sebuah kebodohan? Bisa jadi spt itu, jd janganlah kita percaya saja setiap perkataan. Terkadang di dalam sebuah pertengkaran anak-anak, siapa yg benar dan salah kadang sulit diketahui. Yg satu memang bandel, tapi mgkin saja kali itu dia tdk melakukan apapun. Dia dituduh menjd biang kerok masalah. Zaman skrg bisa dicek mgkin melalui rekaman CCTV, tp kalau tidak ada cctv, bgmna kita menemukan kebenaran dari perkataan dua pihak itu? Ditambah tidak ada saksi, sangat sulit menentukan siapa yg benar dan siapa yg salah. Di sinilah hikmat dr Tuhan itu diperlukan, pengalaman tdk selalu bs memecahkan sebuah masalah, tdk hanya mendengar salah satu pihak saja, penting utk tdk tergesa-gesa menyimpulkan sesuatu dgn keterangan salah satu pihak saja.

Tawaran yg menggiurkan, menjd sebuah hal menarik yg kadang mudah memanipulasi org utk percaya bhw tawaran itu pasti amat besar keuntungan yg bakal diperoleh. Intimidasi yg berupa kata-kata penghinaan, perendahan, ini jg perlu kita cermati, kebanyakan isinya tidak benar dan hanya bertujuan membuat mental kita lemah, mengakui perkataan intimidasi itu sbg suatu kebenaran. Pujian yg konyol dan yg sebenarnya kebohongan yg disalut perkataan yg manis, kadang membuat org terlena karna pujian itu, berpikir dirinya hebat padahal sdg akan dipermalukan. Jadi memang perlu utk mencermati perkataan apapun, apakah layak utk dipercayai atau tdk, jgn cepat menilai org padahal baru dekat, mgkin ada org yang ingin merusak pertemanan kita dgn org lain. Coba utk berpikir jernih, tdk terpengaruh suasana hati, kendalikan emosi kita ketika org lain dgn seenaknya bicara sembarangan. Ingatlah ada saja org-org disekitar kita yg tdk senang kita diberkati Tuhan, mereka ingin membuat kita banyak mengalami penderitaan.

Telaah dulu semua perkataan, apakah masuk logika, normal, atau ada maksud terselubung di baliknya, tetapi yakinlah 100% kebenaran yg firman Tuhan katakan utk kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Mudah Percaya Begitu Saja