Cuma Orang Biasa

DI 17012019

Amos 7:14

  • Jawab Amos kepada Amazia: “Aku ini bukan nabi dan aku ini tidak termasuk golongan nabi, melainkan aku ini seorang peternak dan pemungut buah ara hutan.

Penggolongan kitab Amos sbg bagian dr Alkitab yg ditulis oleh seorg ‘nabi kecil’ itu terjd saat pengkanonan Alkitab dan pembagian kitab-kitab menurut jenisnya. Kirab yg ditulis oleh nabi-nabi besar contohnya Yesaya, Yehezkiel, dsbnya.

Namun scra realita, Amos awalnya bknlah dr golongan nabi, dia hanya seorg gembala peternak domba di daerah Tekoa yg hidup di zaman raja-raja, sblum Israel masuk dlm pembuangan ke Babel. Mengapa sampai seorg gembala peternak domba yg dipakai Tuhan utk menyampaikan pesan Tuhan bagi bangsa Israel? Lalu di mana nabi-nabi yg hidup di zaman itu?

Ketika seorg nabi berkompromi dg dosa, takut kehilangan kedekatan dg penguasa, tamak dg harta, takut tersaingi dan kehilangan penghormatan dr bnyk org, maka segala cara dipakai utk tetap menjd kepercayaan raja. Contohnya adalah nabi Hananya dlm Yeremia 28, dia bernubuat palsu demi tetap dipercaya sbg nabi bagi bangsa Israel.

Zaman skrgpun ada hamba Tuhan yg spt nabi Hananya, menyampaikan sesuatu yg kedengarannya baik dan benar, tp ternyata dusta dan palsu. Ajaran-ajaran aneh yg memanipulasi ayat-ayat Firman Tuhan sdh bnyk bermunculan, pendeta saling mencela pendeta lainnya demi gelar ‘pendeta tidak sesat’. Tontonlah video di youtube misalnya, kita bs temukan pendeta mengkomentari khotbah pendeta lainnya, kelihatannya ingin mengkoreksi, tp sbnarnya ingin bikin sensasi dan berujung pd ingin bnyk ‘diundang’ sana sini. Semua kembali pd motivasi dlm melayani Tuhan.

Bersyukur di zaman ini semua org bs membc Alkitab, jd bs utk menguji khotbah yg didengar. Spt Amos, jemaat biasapun bs Tuhan pakai layaknya seorg nabi di zaman PL. Kita sdh bnyk temukan bnyk jemaat yg sdh dewasa rohaninya dan menjd penyampai pesan Tuhan bagi bnyk org. Yg terpenting adalah ketika Tuhan memilih kita, jgn kecewakan Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Cuma Orang Biasa

Dampak Kebencian

DI 16012019

1 Yohanes 2:11

  • Tetapi barangsiapa membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan dan hidup di dalam kegelapan. Ia tidak tahu ke mana ia pergi, karena kegelapan itu telah membutakan matanya.

Berjalan dlm keadaan sekeliling kita gelap tentunya menimbulkan rasa takut, tak ada yg bs kita lihat dan utk melangkah, kita takut ada sesuatu di dpn kita, blm lg kita mgkin takut adanya hantu di dekat kita. Tdk nyaman ada dlm kegelapan.

Kebencian membuat seseorg ada dan berjalan di dlm kegelapan, sementara kasih membuat org tinggal di dlm terang. Kenapa dikatakan berjalan dlm gelap? Krna ternyata ‘mata’ org yg memiliki kebencian itu menjd ‘buta’. Buta bkn berarti tdk pny mata, tp matanya tdk berfungsi lg, rusak, dan sulit disembuhkan. Mata itu pelita bagi tubuh kita:

Lukas 11:34-36
Matamu adalah pelita tubuhmu. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu, tetapi jika matamu jahat, gelaplah tubuhmu.
Karena itu perhatikanlah supaya terang yang ada padamu jangan menjadi kegelapan.
Jika seluruh tubuhmu terang dan tidak ada bagian yang gelap, maka seluruhnya akan terang, sama seperti apabila pelita menerangi engkau dengan cahayanya.”

Kalau ada sisi kehidupan kita yg terganggu, periksa ‘mata’ kita, apakah ada kebencian terhadap sdr kandung, sdr seiman dan sesama kita. Mata yg buta tdk bs membedakan warna, org yg penuh kebencian sulit melihat warna warni yg ada, semuanya hitam, melihat org lain hanya keburukan dan kesalahannya saja, pdhal tdk ada org yg 100% baik yg tanpa kesalahan, kelemahan dan tdk pernah menyakiti kita. Pasangan hidup mgkin org yg plg sering menyakiti kita krna selalu bersama kita, kasihlah yg membuat kita bs bertahan dlm hubungan jangka panjang. Mengampuni akan menyingkirkan ‘kebutaan’ akibat kebencian dan membuat kita kembali dpt ‘melihat’. Apa yg menghambat hidup kita utk berkembang mgkin akarnya adalah kebencian.

Jgn tinggal di dlm gelap, kita tdk bs berbuat apa-apa, takut dan menjd cepat berburuk sangka.

Posted in Renungan | Comments Off on Dampak Kebencian

Dampak Mengasihi Sesama Saudara

DI 15012019

1 Yohanes 2:10 KJV
He that loveth his brother abideth in the light, and there is none occasion of stumbling in him.

  • Orang yang mengasihi saudaranya berdiam di dalam terang, dan tidak ada kesempatan tersandung dalam dia.

Perintah Tuhan yg utama adalah mengasihi, yaitu mengasihi Tuhan, diri sndri dan sesama manusia. Dlm ayat ini dijelaskan dampak dr mengasihi sesama, baik sdr seiman maupun sdr sebangsa.

Mengasihi sdr kita membuat kita tinggal atau berdiam di dlm terang, artinya hidup ‘transparan’, org lain bs melihat kita sama antara perkataan, perbuatan, dengan kasih yg kita miliki dlm diri kita. Sederhananya kita terlihat apa adanya, tdk munafik, bkn org yg cuma kelihatan rohani tp nol dlm perbuatan dan kesaksian hidupnya. Kasih yg menguasai hidup seseorg akan membuat hati org itu murni dan bebas dr niat jahat, dendam ataupun sakit hati. Org yg mengasihi saudaranya hatinya pasti ‘sehat’, tdk ‘sakit’.

Dampaknya adalah kita tdk memiliki kesempatan atau penyebab utk tersandung oleh bnyk hal. Dlm bhsa aslinya ‘occasion of stumbling’ adalah ‘skandalon’ yg berarti kesempatan tersandung atau menyandung, jebakan atau jerat yg menggiring pd dosa, batu sandungan. Mengasihi sdr berarti saling menjaga diri, menjaga diri sndri dan diri org yg kita kasihi agar tdk menjd batu sandungan bagi org lain, tdk menjerumuskan utk berbuat dosa. Intinya adalah menjauhkan diri dr kejahatan dan kesempatan berbuat dosa. Tdk ada skandal yg memalukan diri kita dan org lain krna kita mengasihi di dlm terang, tak ada yg tersembunyi dan semuanya terlihat jelas.

Kita perlu mendalami bgmna cara yg benar dlm hal mengasihi, spya tdk ada kesempatan atau peluang bagi musuh utk memfitnah dan kita jgn terjebak masuk ke dlm skandal yg sengaja diciptakan utk menjebak kita. Dlm hal hubungan pria dg wanita dlm sebuah komunitas, tentu ada etika dan batasan yg hrs dipatuhi bersama. Hubungan antara yg tua dg yg muda, gembala dg jemaat, pemimpin & bawahan

Posted in Renungan | Comments Off on Dampak Mengasihi Sesama Saudara

Hati dan Roh Yang Baru

DI 14012019

Yehezkiel 11:19 KJV
And I will give them one heart, and I will put a new spirit within you; and I will take the stony heart out of their flesh, and will give them an heart of flesh:

  • Dan Aku akan memberi mereka satu hati, dan Aku akan menaruh sebuah roh di dalam kamu, dan Aku akan mengeluarkan hati membatu dari daging mereka, dan akan memberi mereka sebuah hati daging.

Ayat ini serupa dg Yehezkiel 36:26, namun ada sebuah perbedaan mendasar yg sebenarnya lebih menjelaskan apa saja yg sbnarnya hrs dibenahi oleh semua pihak yg Tuhan maksudkan dlm ayat ini.

Perhatikan ada kata ‘mereka’ dan ‘kamu’. Mereka itu adalah bangsa Israel, sdgkan kamu itu adalah nabi Yehezkiel. Kalau kita aplikasikan ke zaman skrg, kata ‘mereka’ itu bcra ttg jemaat Tuhan, dan ‘kamu’ bcra ttg para pemimpin rohani. Jd masing-masing tdk sama diberikan oleh Tuhan.

Utk jemaat-Nya, Tuhan berikan ‘one heart’ artinya satu hati. Jemaat Tuhan nantinya akan memiliki jenis hati yg sama dan krna hatinya sama, maka mudah utk bersatu (unity). Knpa perlu diganti hatinya? Krna hati mrka sdh ‘membatu’, keras hati, sulit utk mencerna dan taat akan firman dan perintah-Nya. Dikasih firman apapun ‘ditolak’ oleh hatinya, mulut mengaku sbg org Kristen, tp hatinya tdk mengasihi dan tdk percaya pd Tuhan Yesus. Hidup mnrut yg dipikirnya baik, tdk peduli pd kebenaran Firman Tuhan. Org Kristen tp memberontak pd Tuhan dan kedaulatan-Nya. Krna itulah Tuhan perlu membuang keluar hati yg membatu ini dan menaruh hati yg baru yaitu ‘hati daging’, hati yg lunak dan mudah taat pd Firman dan perintah-Nya.

Utk kalangan pemimpin rohani, Tuhan akan menaruh sebuah roh yg baru dlm diri mrka. Ini jgn diartikan rohnya diganti dg roh yg lain, tp rohnya ‘disegarkan’ oleh Tuhan (châdâsh’). Menghadapi bangsa yg tegar tengkuk dan sering menyembah berhala, seorg nabi bs menjd lelah, frustasi dan stress berat, itulah sebabnya rohnya hrs segar trs menerus. Kondisi rohnya spt baterai dicharger.

Posted in Renungan | Comments Off on Hati dan Roh Yang Baru

Pelanggaran dan Dosa

DI 12012019

Yeremia 5:25 KJV
Your iniquities have turned away these things, and your sins have withholden good things from you.

  • Kejahatan-kejahatanmu telah membelokkan hal-hal ini, dan dosa-dosamu telah menahan hal-hal baik darimu.

Kata iniquities dlm bhsa aslinya adalah ‘ ‛âvôn ‛âvôn’ yg punya arti kejahatan (perversity), moral yg jahat (moral evil), kesalahan (fault), keonaran (mischief). Jd bs dibayangkan keadaan bangsa Israel di zaman nabi Yeremia, keadaan yg sangat ‘rusak’ scra moral dan kerohanian shga menimbulkan murka Tuhan.

Ternyata pelanggaran atau kejahatan itu tdk selalu disatukan dg dosa, dlm ayat ini keduanya dipisahkan dan diberi keterangan ttg dampak buruknya masing-masing bagi hidup manusia. Pelanggaran atau kejahatan adalah perbuatan melawan hukum, bkn hanya melanggar hukum Tuhan, tp jg hukum yg berlaku dlm sebuah wilayah, apakah itu sebuah negara atau lokal saja. Dosa itu selain berbuat yg Tuhan larang, jg berarti tdk menjalankan perintah Tuhan. Memang keduanya mirip dr sisi perbuatan dan pengertiannya, tp ada sedikit perbedaannya.

Dampak yg terjd bagi hidup manusia ketika melakukan kejahatan dan dosa adalah membuat segala sesuatunya menjd kacau, tdk teratur, tdk tepat waktu dan efeknya adalah kegagalan dan penderitaan. Tuhan sdh mengatur pergantian musim dg baik, tp akibat ulah manusia yg jahat, Tuhan menahan melakukannya sesuai musimnya. Hujan awal dan hujan akhir merupakan bagian penting dlm bidang pertanian, kekurangan air bs menggagalkan panen. Selain itu dosa mengakibatkan kita ‘tertahan’ utk menerima hal-hal baik dr Tuhan. Kalau bs digambarkan dlm sebuah cerita, kisahnya ttg seorg pria yg akan menikahi seorg wanita, namun di tempat pesta berlangsung, polisi dtg menangkapnya krna si pria terbukti melakukan tindakan korupsi dlm jabatannya. Gagal menikah. Dosa membuat sehrsnya kita mengalami yg baik tp malah tdk kita alami, spt satu kesempatan yg berlalu bgtu saja tanpa bs kita meraihnya. Jgn berbuat dosa.

Posted in Renungan | Comments Off on Pelanggaran dan Dosa

Cara Kerja Tuhan

DI 11012019

Keluaran 9:35

  • Berkeraslah hati Firaun, sehingga ia tidak membiarkan orang Israel pergi — seperti yang telah difirmankan TUHAN dengan perantaraan Musa.

Mengapa Tuhan menggunakan tulah-tulah spya membuat Firaun membiarkan bangsa Israel pergi keluar dr Mesir utk beribadah pd Tuhan? Mestinya dg cara berperang spt saat bangsa Istael menduduki tanah Kanaan, tp knpa tdk digunakan cara itu?

Tuhan sndri yg mengeraskan hati Firaun, tp Tuhan jg yg menurunkan 10 tulah, jd sbnarnya apa alasan Tuhan berbuat demikian? Selain utk menyatakan kemuliaan-Nya di seluruh tanah Mesir, Tuhan ingat bhw dulu ada Firaun yg merupakan nenek moyang Firaun di zaman Musa ini, yg memperlakukan Yakub sekeluarga dg baik bahkan mengangkat Yusuf menjd org kedua di Mesir. Tuhan mengingat kesalahan, tp jg kebaikan setiap org, itulah keadilan Tuhan.

Ibadah menjd satu hal yg sangat penting bagi Tuhan, shga itu menjd alasan Tuhan ingin menuntun bangsa Israel keluar dr Mesir. Dg beribadah, bangsa Israel diberkati Tuhan dan mengalami keadaan yg baik. Tp tdk semua umat Tuhan sadar akan pentingnya ibadah kpd Tuhan, shga wktnya dihabiskan hanya utk kepentingan dirinya sndri, utk bekerja, utk belanja, utk hangout bersama, utk chatting, utk jualan online, nonton film, dsbnya. Pd titik tertentu, jgn heran jika Tuhan menurunkan ‘tulah’ dlm hidup umat-Nya, bisnisnya dibikin seret, bangkrut, tubuh terserang penyakit, kematian mendadak anggota keluarga, dsbnya. Jgn tunggu mengalami tulah baru sadar pentingnya ibadah pd Tuhan dlm hidup ini.

Ada org yg dikeraskan hatinya oleh Tuhan, org spt ini akan binasa, spt Firaun akhirnya binasa saat mengejar org Israel yg berjalan keluar dr Mesir. Jd kalau hati sdh kebal akan nasehat Firman Tuhan, itu ‘warning’ bhw kebinasaan sdh menanti di ujung kehidupan. Msh bs bertobat itu anugerah Tuhan, tp kalau hati sdh dikeraskan Tuhan, tdk pernah bs utk bertobat dan ujungnya adalah binasa dlm kekekalan. Jgn sampai akhir hidup kita spt Firaun ini.

Posted in Renungan | Comments Off on Cara Kerja Tuhan

Kawan Yang Berubah

DI 10012019

Mazmur 41:9

  • Bahkan sahabat karibku yang kupercayai, yang makan rotiku, telah mengangkat tumitnya terhadap aku.

Raja Daud bkn keturunan dr seorg raja, ayahnya yaitu Isai, hanyalah rakyat biasa, krna itulah Daud memperlakukan bawahannya dg baik dan terhormat, bahkan bbrpa di antaranya bs makan sehidangan dg dia, hidangan bagi seorg raja.

Namun org yg dia percayai, bahkan teman karibnya, dlm bhsa aslinya bahkan disebut ‘teman dalam shalom’, artinya tdk ada permusuhan sblumnya, teman yg diperlakukan dg baik, justru ‘mengangkat tumit’ terhadap Daud. Dlm peradaban zaman itu seorg yg mengalahkan musuhnya akan menginjak leher atau kepala org yg ditaklukkan itu. Mengangkat tumit berarti melawan atau memberontak, merasa lebih tinggi, lebih kuat. Dlm ayat ini, Daud dlm kondisi sakit, mendpt besukan namun ada omongan ‘miring’ di luaran yg diucapkan mrka yg dtg besuk.

Siapa yg tdk ingin jd raja? Pny kuasa, dilayani habis-habisan, kaya raya, dsbnya. Dlm zaman inipun bnyk posisi yg menawarkan kekuasaan, kekayaan, kehormatan, kenikmatan dilayani, dsbnya. Mgkin kita spt Daud, duduk dlm posisi yg sbnarnya menjd incaran bnyk org, mrka menunggu kalau-kalau kita berbuat kesalahan, mrka lgsg memanfaatkan itu utk menjatuhkan kita. Kalau kita sakit, mrka dtg besuk seolah-olah memberi perhatian, tp sbnarnya ingin kita cepat mati atau setdknya mengundurkan diri dr posisi kita skrg. Org-org yg kita perlakukan dg baik malah membalas dg ‘mengangkat tumit’ terhadap kita.

Daud tdk mempertahankan posisinya sbg raja, namun dia minta keadilan dr Tuhan atas org-org yg berusaha utk menyingkirkannya. Tuhan yg menjadikannya raja, maka Daudpun menyerahkan semuanya pd Tuhan, hanya dia minta Tuhan bertindak sesuai dg perkenanan-Nya atas apa yg telah dia perbuat. Sampai akhir hidupnya Daud tetap menjd raja. Jgn takut terhadap org-org yg dengki terhadap kita, Tuhan akan berurusan dg mrka selama kita berlaku benar di hadapan Tuhan. Jabatan adalah kepercayaan dr Dia.

Posted in Renungan | Comments Off on Kawan Yang Berubah

Cara Tuhan Yang Sederhana

DI 09012019

2 Raja-raja 7:6-7
Sebab TUHAN telah membuat tentara Aram itu mendengar bunyi kereta, bunyi kuda, bunyi tentara yang besar, sehingga berkatalah yang seorang kepada yang lain: “Sesungguhnya raja Israel telah mengupah raja-raja orang Het dan raja-raja orang Misraim melawan kita, supaya mereka menyerang kita.”

  • Karena itu bangkitlah mereka melarikan diri pada waktu senja dengan meninggalkan kemah dan kuda dan keledai mereka serta tempat perkemahan itu dengan begitu saja; mereka melarikan diri menyelamatkan nyawanya

Cara Tuhan membuat org-org Aram takut dan tdk jd menyerang bangsa Israel ternyata sangat sederhana, hanya membuat mrka mendengar gemuruh suara bala tentara yg besar, pdhal org Aram tdk melihat, hanya mendengar saja.

Awal tahun 2019 ini kita tak tahu apa yg akan terjd, hal atau siapa yg mgkin nanti akan ‘menyerang’ kita shga membuat kita takut menghadapi situasi yg ada. Takut itu manusiawi sifatnya, tp jgn kita larut dlm ketakutan yg berlebihan, krna kita disertai Tuhan.

Mengapa bangsa Israel bs mengalami kelepasan dr tangan musuh? Ternyata krna 2 hal ini yaitu krna pertama, Tuhan memegang perjanjian-Nya dg Daud dan keturunannya, tetap memberi keamanan, kedua, krna adanya Elisa sbg nabi Tuhan, org yg mewakili Tuhan di bangsa Israel. Nabi bertindak sbg penyampai pesan Tuhan dan org yg membela kepentingan Tuhan mengenai bangsa Israel.

Dlm hidup kita, Tuhan tempatkan org-org yg menjd ‘nabi’ bagi setiap kita, mrka adalah org-org yg Tuhan percayakan dan diberi otoritas utk menjd ‘nabi’ bagi kita. Orgtua, gembala jemaat, para pemimpin rohani, gembala komsel, para pengkhotbah di ibadah, bahkan teman terdekat kitapun, mrka Tuhan pakai menjd ‘nabi’ bagi kita, siapapun bs Tuhan pakai. Spt Dia tdk pernah membiarkan bangsa Israel tanpa seorg nabi yg mendampingi bangsanya, Tuhan jg tdk membiarkan kita menjalani hidup ini tanpa bantuan seorg ‘nabi’ utk kita. Tdk pernah Tuhan tdk menuntun umat-Nya, Dia Gembala yg baik.

Posted in Renungan | Comments Off on Cara Tuhan Yang Sederhana

Tak Ada Manusia Yang Baik

DI 08012019

Markus 10:18 KJV
And Jesus said unto him, Why callest thou me good? there is none good but one, that is, God.

  • Dan Yesus berkata kepadanya: “Mengapa kamu menyebut Aku baik? Tak ada yang baik tapi satu, yaitu, Tuhan.”

Pernyataan ini sangat menusuk hati, apakah sampai tak ada 1 orgpun di dunia ini yg boleh dikatakan sbg org baik, sekalipun itu orgtua kita sndri? Namun dlm ayat ini dikatakan bhw hanya Tuhan saja yg baik, manusia tdk.

Kita pasti ingat bhw dlm sebuah perumpamaan ttg doa seorg pemungut cukai dan seorg Farisi (Lukas 18:10-14), mgkin bs menjelaskan pernyataan Yesus dlm ayat di atas. Org Farisi memang tdk melakukan perbuatan dosa, artinya org lain tdk melihatnya berbuat dosa, tp dosa bkn sekedar perbuatan yg kelihatan, tp apa yg ada dlm hati dan pikiran, niat berbuat dosa sajapun itu sdh dikategorikan dosa.

Contohnya sederhana: kita bs tahu sebuah pohon tdk selalu dr buahnya, tp dr ciri-ciri daunnya. Kita tahu itu pohon pepaya tdk perlu menunggu buahnya kelihatan, tp dr bentuk daunnya yg unik, kita bs bilang itu pohon pepaya. Jd dosa tdk cuma perbuatannya, ibarat pohon, perbuatan dosa itu buah pohonnya, tp dr ‘daunnya’ yaitu dr niat dlm hati & pikiran, itupun bagian dr dosa. Pantaslah bila Yesus berkata hanya Tuhan saja yg baik, tak ada manusia yg baik.

Yg lebih berbahaya justru dosa yg tdk kelihatan org lain, yaitu dlm hati dan pikiran. Kalau dosa yg kelihatan bs ditegur lalu bertobat, kalau yg dlm hati dan pikiran, siapa yg bs tegur krna tak ada manusia yg bs tahu isi hati dan pikiran org lainnya. Tp Tuhan tahu dan seringkali menegur kita lewat suara dr batin kita yaitu bagian hati yg plg dlm dan paling jujur. Rasa gelisah saat niat berbuat dosa itu muncul adalah bentuk teguran Tuhan pd kita, namun seringkali diabaikan krna kita memilih utk mengikuti kedagingan dan jln pikiran kita sndri. Apa yg kita anggap baik itu yg kita ikuti, pdhal penilaian kita ttg yg baik itu bs saja salah. Tp itulah sifat manusia

Posted in Renungan | Comments Off on Tak Ada Manusia Yang Baik

Belajar Dari Pengalaman

DI 07012019

Hakim-hakim 14:17

  • Tetapi isterinya itu menangis di sampingnya selama ketujuh hari mereka mengadakan perjamuan itu. Pada hari yang ketujuh diberitahukannyalah kepadanya, karena ia merengek-rengek kepadanya, kemudian perempuan itu memberitahukan jawab teka-teki itu kepada orang-orang sebangsanya.

Ini adalah kisah sebelum peristiwa Simson diperdaya oleh Delila yg mengakibatkan org Filistin tahu pantangan yg berlaku atas Simson hingga akhirnya Simson ditangkap dan kemudian dipermainkan oleh org Filistin.

Isteri Simson yg pertama, seorg wanita Filistin diancam spya mencari tahu jwban dr teka teki yg Simson tanyakan pd 30 temannya, hingga pd akhirnya Simson terbujuk rayu dan membocorkan jwban itu pd isterinya. Setelah peristiwa ini ternyata Simson tdk belajar ttg kelemahannya termakan bujuk rayu wanita, hingga akhirnya terulang pd dirinya dg Delila. Kesalahan yg sama akibat kelemahan yg tdk dijaga.

Tdk semua org mau belajar dr pengalaman masa lalu, entah krna org itu bodoh, dungu, sombong atau meremehkan semua hal. Evaluasi menjd sebuah tertawaan dan banyolan, dianggap tdk bermanfaat dan tdk perlu dilakukan. Kehancuran hidup Simson berawal dr gagalnya mengatasi kelemahannya dlm hal cinta dan nafsu, panggilan Tuhan atas hidupnya gagal dijalani spt yg sebenarnya Tuhan rancangkan.

Tuhan pny rancangan dahsyat atas hidup setiap kita, tp setiap kita pny kelemahan, tugas kita adalah mengatasi kelemahan itu, spya tdk menimbulkan masalah yg dpt menghambat rencana Tuhan digenapi dlm hidup kita. Mengapa kita gagal, miskin, sakit-sakitan, tdk mengalami terobosan, dsbnya, bkn krna Tuhan tdk bertindak, tp kita sndrilah yg gagal menguasai diri shga kelemahan yg kita miliki menjd penyebab kegagalan kita. Jgn jatuh di ‘lubang’ yg sama istilahnya, bljar dr pengalaman dan hindari melakukan kesalahan yg sama di masa dpn.

Tahta, cinta dan harta serta kebodohan diri sndri, adalah jenis-jenis kelemahan yg dimiliki tiap org, waspadalah.

Posted in Renungan | Comments Off on Belajar Dari Pengalaman