Menunggu Waktunya Tiba

DI 28032019

Yosua 14:12-13
Oleh sebab itu, berikanlah kepadaku pegunungan, yang dijanjikan TUHAN pada waktu itu, sebab engkau sendiri mendengar pada waktu itu, bahwa di sana ada orang Enak dengan kota-kota yang besar dan berkubu. Mungkin TUHAN menyertai aku, sehingga aku menghalau mereka, seperti yang difirmankan TUHAN.”

  • Lalu Yosua memberkati Kaleb bin Yefune, dan diberikannyalah Hebron kepadanya menjadi milik pusakanya.

Kaleb berumur 85 tahun ketika ia dtg menemui Yosua utk membereskan apa yg 45 tahun lalu Musa menjanjikan kpdnya memberi Hebron pd Kaleb, saat itu Yosua mendengarnya jg.

Kaleb menunggu saat yg tepat utk menagih janji Musa mengenai wilayah Hebron, di saat Yosua membagi-bagi wilayah Kanaan kpd 9,5 suku-suku bangsa Israel. Walaupun sbnarnya memang Kaleb memiliki legalitas utk memiliki Hebron, namun dia tetap menunggu wkt yg tepat. Kaleb memastikan hingga seluruh suku Israel mendpt milik pusakanya masing-masing. Ini yg disebut sbg ‘mementingkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi’. Kaleb menunjukkan sikap kenegarawanannya di hadapan semua org.

Sbg umat Tuhan, bnyk janji Tuhan yg Dia berikan pd kita, bahkan kita dilibatkan sbg penerima janji Tuhan pd Abraham krna Kristus (Galatia 3:29). Kita hrs sadari bhw butuh wkt utk Tuhan menggenapi apa yg Dia janjikan pd kita sbg org-org yg dimasukkan sbg bagian dr keturunan Abraham. Ini perjanjian, bkn pemberian cuma-cuma, jd ada yg hrs kita lakukan dan hrs menunggu wktnya Tuhan menggenapi semuanya. Kaleb menunggu 45 tahun hingga akhirnya dia mendptkan Hebron, demikian jg setiap kita, ada jangka wkt tertentu yg hrs kita tunggu dg sabar hingga akhirnya kita menerima apa yg Tuhan janjikan.

Belajar dr hidup Kaleb, dia tdk menuntut tp justru mensupport bangsanya, dia tetap melatih tubuhnya tetap kuat utk berperang meskipun sdh berusia 85 tahun. Dia berkata bhw Tuhanlah yg memelihara hidupnya, ini sebuah bukti kerendahan hati Kaleb. Berbuat sesuatu bagi bangsanya.

Posted in Renungan | Comments Off on Menunggu Waktunya Tiba

Menyingkirkan Berhala

DI 27032019

Kejadian 35:2

  • Lalu berkatalah Yakub kepada seisi rumahnya dan kepada semua orang yang bersama-sama dengan dia: “Jauhkanlah dewa-dewa asing yang ada di tengah-tengah kamu, tahirkanlah dirimu dan tukarlah pakaianmu.

Zaman itu ternyata masih ada berhala yg disembah oleh org-org yg bersama dg Yakub, tdk bgtu jelas apakah mrka adalah keluarga Yakub sndri atau para pekerja dan budak yg menjd pelayan Yakub.

Saat itu memang Tuhan hanya scra personal berbicara dg seseorg, Dia memilih Abraham, sehingga Sara ikut, kemudian pd Ishak sekeluarga, kemudian scra spesifik dg Yakub yg kemudian menjd Israel. Ketika Tuhan memerintahkan Yakub utk ke Betel, maka Yakub membw org seisi rumahnya dan mrka yg bersama-sama dg dia menuju Betel. Yakub memerintahkan utk menyingkirkan berhala yg masih ada di tengah mrka.

Tuduhan org Kristen terlalu ‘fanatik’ dg tdk toleran dg penyembahan berhala seringkali membuat org Kristen merasa disindir dan dianggap aneh. Tapi prinsip hanya menyembah Tuhan saja dan tdk menyembah yg lain merupakan perintah Tuhan sndri. Kita menghormati umat beragama utk menjalankan hidup keagamaannya sesuai dg kitab suci mrka masing-masing, tapi bkn berarti kita biarkan ajaran mrka bercampur dg kebenaran Firman Tuhan demi kita diterima scra nyaman oleh mrka. Kebenaran Tuhan jgn dicampur dg kebenaran yg lain, kita tdk bs ada di tengah-tengah antara surga dan neraka.

Semua berhala yg ada disingkirkan Yakub sblum mrka menuju ke Betel. Mengikut Kristus berarti menyingkirkan apapun yg bs membuat kita tdk menyenbah Tuhan sepenuhnya. Ada pengorbanan yg kita hrs berikan dan tekad yg kuat utk menjd pengikut Kristus. Mgkin kita ‘dicap fanatik’ oleh org lain, biarkan saja, fanatik tp masuk surga lebih berarti drpd kompromi tp masuk neraka. Jgn mempermainkan Tuhan! Tuhan pny prinsip bagi umat-Nya: kalau menyembah Dia, tdk boleh menyembah yg lain. Ini yg tdk boleh kita langgar demi menyenangkan manusia. Tetap sembah Yesus selamanya. Amin.

Posted in Renungan | Comments Off on Menyingkirkan Berhala

Sombong Rohani

DI 26032019

Lukas 9:54-55
Ketika dua murid-Nya, yaitu Yakobus dan Yohanes, melihat hal itu, mereka berkata: “Tuhan, apakah Engkau mau, supaya kami menyuruh api turun dari langit untuk membinasakan mereka?”

  • Akan tetapi Ia berpaling dan menegor mereka.

Yakobus dan Yohanes berpikir bhw kedekatan mrka dg Yesus dpt membuat mrka bertindak mewakili Yesus utk bertindak terhadap org-org Samaria, mrka berpikir bs bertindak spt nabi Elia yg menurunkan api dr langit.

Inilah ‘penyakit’ org-org yg merasa dekat dg Tuhan dan diberi bnyk karunia dan otoritas. Dlm pasal ini di ayat pertama memang mrka diberi kuasa dan otoritas utk mengusir setan dan menyembuhkan penyakit ketika mrka diutus Yesus masuk ke seluruh desa yg ada. Dari org biasa berubah menjd org yg pny kuasa dan otoritas, kalau rohaninya tdk dewasa dan kuat, akibatnya menjd sombong rohani dan ‘sok berkuasa’, merasa boleh mewakili Tuhan utk bertindak. Bnyk yg kita temui org-org spt itu di sekitar kita, bukan?

Hati yg tdk murni akan mendorong seseorg utk melepaskan kutuk terhadap org lain, apalg kalau dia memiliki karunia roh yg spektakuler, dg mudah bs menghakimi dan menjatuhkan hukuman terhadap org lain maupun sebuah tempat. Memiliki karunia roh bknlah bukti seseorg memiliki karakter dan kerohanian yg matang mnrut standart Tuhan. Karunia roh adalah pemberian Roh Kudus (1 Korintus 12:11). Membela Tuhan itu bkn hal yg baik krna Tuhan sanggup membela dirinya sndri. Apakah kita lebih bijaksana dr Tuhan shga kita boleh menasehati Dia?

Jgn cepat terbawa emosi dlm menyikapi sesuatu yg sdg terjd di hadapan kita. Jgn gunakan kuasa dan otoritas yg Tuhan beri secara sembarangan, meskipun terlihat itu sbg sesuatu yg pantas terjd. Yakobus dan Yohanes terbw emosi dan Tuhan Yesus menegur mrka krna apa yg mrka katakan. Bisa saja krna sentimen terhadap org-org Samaria yg memang scra sosial sbg warga kelas 2 setelah org Israel asli. Org yg levelnya rendah drpd kita bkn berarti boleh diperlakukan sewenang-wenang

Posted in Renungan | Comments Off on Sombong Rohani

Sengaja Membuat Anak Marah

DI 25042019

Kolose 3:21 KJV
Fathers, provoke not your children to anger, lest they be discouraged.

  • Para ayah, jangan mendorong anak-anakmu menjadi marah, supaya jangan mereka menjadi kecil hati

Peran ayah dlm keluarga Kristen lebih besar dan lebih penting drpd peran ibu, ini yg hrs disadari dan kita pahami bersama.

Nasehat yg umum di kalangan bnyk org adalah: jgn memancing orgtua menjd marah, krna itu jgn nakal, jgn berontak, dsbnya. Tetapi ayat di atas justru sebaliknya bhw diperingatkan agar para ayah jgn sengaja membuat atau memprovokasi anaknya utk marah. Apa yg terjd jika seorg anak menjd marah?

Kata asli dr ‘discourage’ adalah athumeō yg berarti mengecilkan hati/mematahkan semangat (disheartened), putus asa (dispirited) dan cemas, tawar hati (dismayed). Akibat dari kecil hati dan patah semangat adalah anak akan kehilangan rasa percaya diri dan menjd tdk antusias. Mengerjakan apapun tdk maksimal dan tdk bersemangat utk menjd yg terbaik, merasa tdk mampu. Ketika anak dimarahi, berhati-hatilah dg ucapan yg kita katakan, itu akan masuk dlm alam bwh sadarnya dan di kemudian hari alam bwh sadarnya ‘menyetir’ pribadi si anak tepat spt apa kata ayahnya yg negatif ttg dia.

Semua timbul akibat seorg ayah yg sengaja memprovokasi anaknya utk menjd marah. Salah satunya adalah ketika anak menyaksikan ayahnya berlaku buruk terhadap ibunya. Suatu saat ketika anak itu besar, bs terjd ia memukul ayahnya sbg bentuk kemarahannya selama itu. Anak jg pny hati yg jika disakiti akan menjd terluka dan berubah menjd dendam.

Hal lainnya adalah ketika seorg ayah tdk menepati janji yg dia ucapkan krna asal berjanji saja. Anak yg tadinya bersemangat menjd kecewa dan sulit utk mempercayai lg semua apa yg ayahnya ucapkan. Gagalnya seorg ayah menjd teladan bagi anaknya membuat hidup si anak menjd sama buruknya dg ayahnya bahkan bs lebih buruk lg. Sebaliknya ayah yg sukses memberi teladan baik, anak-anaknya memiliki hidup yg sukses. Jd teladan.

Posted in Renungan | Comments Off on Sengaja Membuat Anak Marah

Menantikan Dengan Tekun

DI 23032019

Roma 8:25

  • Tetapi jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun

Semua org percaya pny pengharapan yg sama yaitu pengharapan akan hidup kekal melalui keselamatan dlm Kristus oleh karena kematian dan kebangkitan-Nya. Bagi kita yg masih hidup tentu kita blm melihatnya, tetapi kita menantikan itu terjd pd waktu-Nya Tuhan.

Menanti dg tekun merupakan hal yg wajib kita lakukan, krna jika tdk tekun maka kita mgkin berhenti untuk berharap dan tdk lg menginginkannya. Mrka yg pergi meninggalkan Tuhan dan menukar iman mrka dg apapun yg mrka anggap menguntungkan adalah contoh org yg tdk menantikan dg tekun keselamatan yg dr Tuhan. Sebagian mgkin berpikir: “Menolong saya dr kesulitan saja Tuhan tdk mau, apalg memberi saya keselamatan?” Mrka menilai kalau mrka tdk diberkati Tuhan dg kekayaan, mana bs dipercaya jika Tuhan ingin memberikan keselamatan? Ini cara berpikir para penyembah berhala dan ternyata msh saja ada org Kristen yg spt itu.

Penderitaan dlm hidup ini memang dialami setiap org dg bentuk yg berbeda-beda, ada yg dlm bentuk hidup miskin, keluarga tdk harmonis, gagal dlm bisnis, cinta dan promosi, cacat fisik, dsbnya. Org kaya mgkin tdk menderita scra materi, tp mgkin jiwanya dihantui rasa takut krna dikejar penagih hutang yg jumlahnya sangat besar. Takut hartanya dicuri atau ‘dimakan’ org, sakit parah, dsbnya. Dlm penderitaan spt itu tetap berharap pd Tuhan dg tekun, tdk sia-sia penantian kita di dlm Tuhan. Tuhan tdk pernah berjanji kosong, Dia tdk memberi harapan palsu, apa yg Dia janjikan pasti Dia berikan dan kerjakan. Tinggal masalah wkt Tuhan itu kpn pastinya, ini yg tdk bs kita paksakan pd Tuhan. Jgn berhenti berharap krna nantinya kita tdk memperoleh apa yg Tuhan janjikan lalu kita menyesal krnanya. Nantikan keselamatan dr Tuhan, tubuh memang mati krna dosa tp roh kita akan tetap kekal bersama Tuhan saat kita menerima keselamatan scra utuh krna kita tekun menantikannya dlm iman.

Posted in Renungan | Comments Off on Menantikan Dengan Tekun

Semua Butuh Tuhan

DI 22032019

Filipi 4:22

  • Salam kepadamu dari segala orang kudus, khususnya dari mereka yang di istana Kaisar.

Pada dasarnya semua org membutuhkan Tuhan dlm hidup mrka, apapun profesinya, status sosialnya, miskin atau kaya, dsbnya, termasuk di dlmnya para pejabat, spt dlm ayat ini yaitu org-org kudus yg ada dlm istana Kaisar.

Kita seringkali pny fokus yg salah dlm target penginjilan, lebih mementingkan diakonia yaitu melayani org-org miskin yg membutuhkan, namun bknkah org yg kaya jg membutuhkan kabar baik dan pertobatan? Tuhan Yesus saja memiliki hubungan yg baik dg bbrpa pejabat di wkt itu, mrkalah yg mensupport Yesus dan para murid dlm hal keuangan (Lukas 8:1-3). Target penginjilan jg hrs seimbang krna setiap org butuh keselamatan dr Tuhan.

Pentingnya para pejabat yg berasal dr golongan org percaya utk selalu dibangun kerohaniannya supaya mrka tetap menjalankan jabatannya sesuai dg Firman Tuhan dan undang-undang yg berlaku di negara ini. Mrka jg bs membela kepentingan org-org percaya di bangsa ini, krna itulah hubungan antara para rohaniwan dan pejabat negara hrs terjalin dg baik. Memang para pejabat memiliki wewenang dan kekuasaan, namun mrka butuh kerohanian yg dewasa spya mrka tdk menyalah gunakan wewenang dan kekuasaannya utk melakukan hal-hal yg tdk baik.

Jabatan hrs dilihat sbg tugas dr Tuhan utk kita kerjakan sebaik mgkin dan dampaknya adalah kesejahteraan dan keamanan secara keseluruhan. Hrs memiliki takut akan Tuhan krna Tuhan akan mengadili semua yg dikerjakan selama dipercaya menjabat, apakah terjd penggunaan kekuasaan yg tepat sasaran atau justru menggunakan kekuasaan utk memuaskan kepentingan diri sndri. Ini bergantung pd kondisi kerohanian para pejabat itu sndri. Mrka butuh bimbingan dr para rohaniwan dan takut akan Tuhan seumur hidup mrka. Kita sbg warga negara jg hrs mendoakan para pejabat yg beragama Kristen spya mrka berfungsi scra maksimal, tdk menyalah gunakan kekuasaan serta membela kepentingan org Kristen.

Posted in Renungan | Comments Off on Semua Butuh Tuhan

Hati Seorang Ayah

DI 21032019

2 Samuel 18:33

  • Maka terkejutlah raja dan dengan sedih ia naik ke anjung pintu gerbang lalu menangis. Dan beginilah perkataannya sambil berjalan: “Anakku Absalom, anakku, anakku Absalom! Ah, kalau aku mati menggantikan engkau, Absalom, anakku, anakku!”

Daud meratapi kematian anaknya, Absalom, walaupun dia melakukan pemberontakan dan ingin menjd raja atas Israel. Sekalipun anaknya berbuat dosa besar, sbg seorg ayah, Daud tetap mengasihi Absalom.

Hati seorg bapa atau ayah dlm budaya Israel punya nilai luhur yg lebih tinggi dibandingkan hati seorg ibu terhadap anaknya. Dlm budaya dan kepercayaan yg lain dikatakan bhw ‘surga ada di bwh telapak kaki ibu’, tapi dlm budaya bangsa Israel yg menjadikan seorg suami sbg kepala bagi isterinya, jadi ayah adalah kepala bagi ibu dr anak-anaknya, peran ayah jauh lebih ditekankan karena garis keturunan mengikuti garis keturunan dr ayah, bkn dr ibu. Satu ayat yg menguatkan hal ini adalah :

Maleakhi 4:5-6
Sesungguhnya Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari TUHAN yang besar dan dahsyat itu.
Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah.

Betapa sangat pentingnya keharmonisan hubungan antara ayah dg semua anaknya, dlm ayat di atas bahkan hubungan itu terkait dg murka Tuhan atas bumi ini. Itulah sebabnya iblis berusaha merusak hubungan ayah dg anaknya, ketika bnyk kejahatan terjd akibat sakit hati, dendam, pemberontakan anak terhadap bapanya, maka bumi tertimpa akibatnya, spt tanah yg menjd terkutuk akibat dosa Adam dan Hawa (Kejadian 3:17). Akhir zaman salah satunya ditandai dg murka Tuhan atas dosa manusia yg hidup di bumi, cawan murka Tuhan ditumpahkan ke bumi (Wahyu 16:1). Hati ayah dan hati anak hrs terkait dg kuatnya, tdk mudah terputus oleh hal apapun yg berusaha merusak keharmonisan keluarga di dlm Tuhan. Tuhan menjaga seluruh anggota keluarga kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Hati Seorang Ayah

Sampai Kapan Tuhan?

DI 20032019

Mazmur 35:17 KJV
Lord, how long wilt thou look on? rescue my soul from their destructions, my darling from the lions.

  • Tuhan, berapa lama Engkau akan melihat? Selamatkan jiwaku dari penghancuran mereka, milikku satu-satunya dari singa-singa.

Ayat ini berisi ttg keluhan Daud pd Tuhan krna apa yg dia alami saat itu, dimusuhi bnyk org dan Tuhan blm bertindak sedikitpun.

Pertanyaan yg sama mgkin kita tanyakan pd Tuhan di saat kita sdh hidup benar tetapi Tuhan hanya melihat dan tdk bertindak saat kita mengalami bnyk persoalan dan permusuhan: “Sampai kapan Tuhan hanya melihat saja semuanya terjd?” Pdhal kalau saja Dia bertindak, semua mudah diselesaikan dan jiwa kita tdk perlu merana. Daud bertanya pd Tuhan krna dia merasa berhak utk mengalami pertolongan dan pembelaan Tuhan.

Knpa Tuhan hanya melihat saja? Tentu hanya Tuhan yg tahu alasannya, yg hrs kita yakini adalah Tuhan bertindak sesuai dg perhitungan dan waktu-Nya. Bs cepat atau lambat menurut penilaian kita. Dia tdk mgkin diam melihat kejahatan meraja lela dlm kehidupan umat-Nya. Bagian kita adalah tetap percaya, jgn takut dan bimbang apalg meminta pertolongan yg selain dr Tuhan. Jgn bersandar pd kemampuan diri kita sndri dan bertindak ceroboh saat kita takut dan kuatir. Jadilah tenang dan berdoa, bw semuanya ke hadapan Tuhan. Iman diuji saat pencobaan dan masalah dtg dlm hidup kita. Badai hidup memang dahsyat, tp Tuhan sanggup meredakan badai yg sdg mengamuk, semua hrs terjd utk maksud Tuhan yg baik bagi masa dpn kita. Kita blm bs memahaminya skrg, tapi nanti stlah semuanya kita lewati, kita mengerti bhw Tuhan tdk diam tp semua Dia atur baik sesuai dg rancangan indah-Nya utk hidup kita. Jalani semuanya dg hati yg teguh dan iman yg tdk mudah goyah, ini kita lakukan jika kita mengasihi Tuhan dg segenap hati.

Kita mgkin kehilangan bnyk hal, namun Tuhan sanggup memulihkannya kembali, semua bergantung pd reaksi dan respon kita pd Tuhan. Tetap bersemangat di saat apapun.

Posted in Renungan | Comments Off on Sampai Kapan Tuhan?

Pura-Pura Tidak Lihat

DI 19032019

Ulangan 22:1

  • “Apabila engkau melihat, bahwa lembu atau domba saudaramu tersesat, janganlah engkau pura-pura tidak tahu; haruslah engkau benar-benar mengembalikannya kepada saudaramu itu.

Menarik sekali membc ttg aturan Tuhan mengenai jika seseorg menemukan hewan ternak org yg dia kenal, hrs diurus hingga dikembalikan pd yg punya, dan tdk boleh menyembunyikan diri alias tdk pura-pura tdk tahu atau tdk lihat.

Menjaga milik sesama dlm wkt itu konteksnya sesama org Israel ternyata menjd sebuah kewajiban yg Tuhan atur sendiri. Ini sbg wujud kasih yg nyata dan tentunya sangat baik utk mempererat kekeluargaan di antara mrka. Nilai baiknya adalah kita hrs perduli dg apa yg terjd di depan kita, dlm hal ini ttg apa yg terjd dg milik org lain ketika org itu tdk ada di tempat atau tdk mengetahuinya. Kalau kita tahu, jgn justru menyembunyikan diri, tetapi berbuat sesuatu yg bermanfaat dan melindungi milik org lain hingga dikembalikan pd org itu.

Tuhan mengajar utk kita peduli dan memiliki hati yg lembut, tdk bersikap masa bodoh dan hanya mementingkan diri sndri. Perumpamaan ttg org Samaria yg menolong org yg kerampokan dan terluka, agaknya menjd gambaran dr kepedulian yg sesungguhnya (Lukas 10:30-37). Mata Tuhan melihat dan Tuhan menilai sikap dan perbuatan kita. Jika kita tahu sesuatu baik utk dilakukan tp tdk kita lakukan, maka itu menjd sebuah dosa. Pura-pura tdk tahu atau tdk lihat lalu sengaja menyembunyikan diri, pdhal bs utk menolong, ini bs menjd sebuah dosa. Jgn pernah kita menutup hati dan pikiran utk berbuat baik jika kita diberi kesempatan dan kita mampu. Jgn mengeraskan hati atau justru merencanakan yg jahat terhadap milik org lain. Kita org yg diberkati Tuhan, sepantasnyalah kita berbagi berkat, bkn justru menyebar kutuk di mana-mana. Berbuat kebaikan adalah ciri org yg mengasihi Tuhan dan sesama, tampilkan itu dlm kehidupan kita sehari-hari.

Jgn hitung untung ruginya, lakukanlah sbg bentuk ketaatan kita pd Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Pura-Pura Tidak Lihat

Definisi Dosa

DI 18032019

Yakobus 4:17 KJV
Therefore to him that knoweth to do good, and doeth it not, to him it is sin.

  • Karena itu bagi orang yang tahu untuk berbuat baik, dan tidak melakukannya, bagi dia itu adalah dosa.

Dosa itu pelanggaran terhadap hukum Tuhan, melawan perintah Tuhan. Dlm ayat ini dijelaskan lebih detail ttg apa itu dosa.

Tdk melakukan apa yg baik setelah tahu untuk berbuat baik, ini diperhitungkan sbg sebuah dosa. Kata tahu dlm ayat itu bhsa aslinya adalah eidō yg berarti menyadari dan mengerti melalui indera dan pengetahuan ttg sesuatu. Jd ada informasi yg diterima melalui indera dan pengetahuan, menjd sadar bhw itu hal yg baik dan hrs dilakukan, tetapi justru tdk dilakukan, ini menjadikan dirinya berdosa.

Menahan diri utk melakukan apa yg baik tentunya berdampak negatif terhadap org atau tempat yg seharusnya mengalami dampak baik dr perbuatan baik kita.

Misalkan seseorg sdg berjalan, di depannya dia melihat kulit pisang tergeletak di tengah jln, dia hanya menghindari tapi tdk memungut kulit pisang itu lalu dibuang. Jd dibiarkan tergeletak bgtu saja, hingga akhirnya org lain terpeleset krna menginjak kulit pisang itu dan kakinya mengalami cidera dan keseleo. Siapa yg salah? 2 org, yaitu org yg membuang kulit pisang di tengah jln, kemudian org yg lewat tp tdk membuangnya ke tempat sampah. 2 org ini berdosa, walau org ke-2 bkn yg membuang kulit pisang di jalan, tp dia membiarkan org lain terpeleset krna menginjak kulit pisang itu.

Coba periksa diri kita, sbrpa bnyk hal baik yg seharusnya kita lakukan tp tdk kita lakukan shga diri kita sndri atau org lain dirugikan karenanya? Walaupun bkn kita org yg pertama kali merencanakan yg jahat, tp ketika kita membiarkannya, kitapun menjd berdosa. Jernihkan pikiran kita agar tdk egois, cuma memikirkan keselamatan diri sndri, tdk peduli org lain bs terkena hal yg buruk. Mengasihi diri sndri berarti jg mengasihi sesama. Kalau kita bahagia, berbagi kebahagiaanlah dg org yg sdg butuh kebahagiaan.

Posted in Renungan | Comments Off on Definisi Dosa