Jawab Dulu Pertanyaan Tuhan

DI 29012019

Matius 21:27

  • Lalu mereka menjawab Yesus: “Kami tidak tahu.” Dan Yesus pun berkata kepada mereka: “Jika demikian, Aku juga tidak mengatakan kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu.”

Dlm hidup ini tentu bnyk hal yg tdk kita pahami, tdk kita mengerti dan mengapa itu terjd. Misalnya ketika kita melihat hidup seseorg yg menderita, di satu sisi kita kasihan, di sisi lain kita bertanya mengapa Tuhan membiarkan dia menderita?

Itulah misteri kehidupan, tak ada seorgpun yg bs memberikan jwban pastinya selain Tuhan sndri. Namun spt kisah dlm ayat ini, seringkali Tuhan akan menjwb bila kita dpt menjwb pertanyaan yg Dia berikan. Dia memberi pertanyaan spya kita menggunakan pikiran kita utk menjwb pertanyaan kita sndri. Dg kata lain sbnarnya jwbannya sdh kita tahu, hanya saja kita ragu atau pura-pura tdk tahu.

Bnyk berita yg sengaja diviralkan di media sosial, misalkan ttg si A penjual mknan, ud tua, dagang keliling tp kurang bnyk pembeli, lalu diviralkan di medsos dan akhirnya bnyk yg beli dg tujuan membantu si pedagang tua ini membiayai hidupnya. Di sisi lain ada org yg berpikir, knpa dia sampai hrs berdagang di usia tuanya? Apakah anak-anaknya tdk mengurus dia? Apakah yg dulu terjd shga dia spt ini skrg? Dan seringkali kita ingin jwban pastinya. Mgkin saja krna dia dulu berbuat salah dan dibukum Tuhan, mgkin jg krna dia tdk punya keluarga, mgkin dulu dia kaya tp bangkrut misalnya. Jwban pastinya hanya Tuhan dan org itu yg tahu.

Mgkin ada di antara kita mempertanyaan nasib hidup kita, knpa bgni dan knp bgtu? Kita ingin Tuhan menjwb shga kita puas, tp knpa Tuhan tdk menjwbnya? Krna sbnarnya kita tahu jwbannya namun masih ragu atau tdk ingin mengakui bhw kita ceroboh, lengah, malas, telah berbuat dosa, dsbnya. Kita ingin tetap kelihatan baik, tegar, tdk bersalah di mata org lain, pdhal kita tahu kita bersalah. Jgn berbantahan dg Tuhan, akui semua kesalahan kita dan mintalah pemulihan dr Tuhan. Dia akan berikan.

Posted in Renungan | Comments Off on Jawab Dulu Pertanyaan Tuhan

Salah Sendiri

DI 28012019

Lukas 13:7 KJV
Then said he unto the dresser of his vineyard, Behold, these three years I come seeking fruit on this fig tree, and find none: cut it down; why cumbereth it the ground?

  • Lalu berkatalah dia pada pengurus kebun anggur itu: “Lihatlah, 3 tahun ini aku datang mencari buah dari pohon ara ini, dan tidak ditemukan, tebanglah, mengapa menyusahkan tanah itu?”

Ini perumpamaan ttg sebuah pohon ara yg tumbuh di kebun anggur. Pohon ara memang mudah tumbuh di mana-mana dan berbuah ketika musim panas tiba.

Dlm perumpamaan ini disebut bhw sdh 3 thn pemilik kebun anggur coba menemukan buah dr pohon ara ini, tp tdk ditemukan. Berarti ada yg salah, apa itu? Kebun anggur tentunya bnyk pohon anggur ditanam di situ, artinya tanahnya baik, subur, seharusnya dg tanah yg subur ini pohon ara itu hrs berbuah, bkn salah tanahnya. Tp org yg tdk tahu biasanya akan mengira tanahnya yg bermasalah.

Dr pelajaran ttg perumpamaan pohon ara ini, kita dapati bhw dlm berkomunitas, setiap org yg terlibat di dlmnya hrs mengalami pertumbuhan rohani selama komunitas itu menyediakan apa yg tiap anggotanya perlukan utk bertumbuh. Kalau ada yg bertumbuh rohaninya dan ada yg tdk bertumbuh, berarti ini kasus personal, tdk bs dinilai bhw komunitas itu jelek atau buruk. Knpa ada yg tdk bertumbuh rohaninya dan jg tdk berbuah dlm hidupnya?

Pohon ara perlu dicangkul tanah sekelilingnya dan dipupuk. Dicangkul tanahnya spya tdk mengeras, spya gembur dan siap ditanami. Dipupuk artinya disediakan zat mknan yg baik spya tumbuh subur dan berbuah pd musimnya. Anggota sebuah komunitas hrs ‘dicangkul’ artinya dibimbing utk siap menyerap apa yg disediakan oleh pengurus komunitas di mana dia ada. Jgn berpikir itu hal yg otomatis hrs dilakukan si anggota komunitas, krna tdk semuanya paham dan ada yg blm dwsa rohaninya. Diberikan materi pelajaran yg sesuai Firman Tuhan dg pengertian yg benar.

Kalau tdk berbuah jg, akan ditebang, tdk bs jd berkat bagi sesama kita. Bertobat!

Posted in Renungan | Comments Off on Salah Sendiri

Tanpa Senjata

DI 26012019

1 Samuel 13:22

  • sehingga pada hari pertempuran itu sebilah pedang atau lembing pun tidak terdapat pada seluruh rakyat yang ada bersama Saul dan Yonatan. Tetapi Saul dan Yonatan, anaknya itu, masih mempunyainya

Berperang tanpa senjata tentu saja mudah utk dikalahkan, org Israel saat itu sdg menghadapi peperangan melawan org Filistin, yg memiliki senjata hanya Saul dan Yonatan.

Penyebab mrka tdk memiliki senjata adalah tdk adanya seorgpun tukang besi utk membuat pedang maupun tombak, sptnya memang org Filistin sengaja menghilangkan tukang besi di daerah Israel spya mrka tdk memiliki senjata saat peperangan.

Kisah ini membuat kita hrs waspada, dlm hidup ini kita memiliki musuh yg tangguh yaitu iblis dan bawahannya. Kita sbnarnya diperlengkapi Tuhan dg bnyk senjata utk berperang dlm yg kita sebut ‘peperangan rohani’, dlm Efesus 6:10-20 disebutkan bhw ada bbrpa senjata yg hrs kita kenakan saat menghadapi tipu muslihat iblis yaitu:

1. Ikat Pinggang – kebenaran
2. Baju Zirah – keadilan
3. Kasut/alas kaki – kerelaan memberitakan Injil damai sejahtera
4. Perisai – iman
5. Ketopong – keselamatan
6. Pedang – firman Tuhan
7. Doa dan permohonan

Kita hrs waspada krna iblis ingin kita tdk menggunakan senjata saat dia memerangi kita, segala cara dia akan lakukan spya kita kehilangan semua senjata kita. Si iblis berusaha kita berbuat tdk adil, tdk hidup dlm kebenaran, tdk memberitakan Injil, melumpuhkan iman kita, melepaskan keselamatan yg Tuhan janjikan, tdk merenungkan firman Tuhan, tdk berdoa lagi. Hati-hati bila gejala-gejala itu mulai terlihat dlm hidup kita, berarti hidup kita ada dlm bahaya dan itulah saat yg tepat bagi iblis utk menyerang.

Kita kalah kalau berperang tanpa senjata, tanpa pertahanan yg kuat. Kita perlu membuat ‘senjata’ kita menjd tajam, perlu diasah setiap waktu. Kemalasan, tekanan hidup dan godaan nafsu sering menjd penyebab kita lupa utk mengasah senjata kita. Jgn lengah, waspada dlm doa trs menerus.

Posted in Renungan | Comments Off on Tanpa Senjata

Tuhan Membuktikan

DI 25012019

Keluaran 16:4 KJV
Then said the LORD unto Moses, Behold, I will rain bread from heaven for you; and the people shall go out and gather a certain rate every day, that I may prove them, whether they will walk in my law, or no.

  • Kemudian berkatalah Tuhan pada Musa: “Lihatlah, Aku akan menghujani roti dari surga untukmu, dan rakyat harus keluar dan mengumpulkan seberapa ukuran setiap hari, supaya Aku boleh membuktikan mereka, apakah akan berjalan di dalam hukum-Ku atau tidak.”

Bangsa Israel dituntun Tuhan keluar dr Mesir dg perantaraan Musa, mengalami kelaparan dan membuat mrka bersungut-sungut pd Tuhan, dan akhirnya Tuhan memberi mrka roti dr surga, dihujani roti.

Ternyata tujuan-Nya bkn cuma sekedar memenuhi kebutuhan makan mrka, tp Tuhan ingin membuktikan apakah bangsa Israel siap atau tdk utk mentaati hukum Taurat, ini sebuah pelajaran penting.

Apa yg Tuhan berikan sbg jawaban dr sungut-sungut kita ternyata itu sebuah ujian mengenai ketaatan kita pd Tuhan. Artinya bkn sekedar penyediaan dr Tuhan, namun yg kita minta dan Tuhan berikan krna kita bersungut-sungut, yg kita anggap berkat ternyata itu ‘soal ujian’ yg tdk kita sadari. Salah respon terhadap pemberian Tuhan bs berakibat kita tdk lulus ujian dr Tuhan, dan hrs ‘mengulang’ pelajaran yg sama, artinya kembali mengalami keadaan wkt kita bersungut-sungut.

Kita hrs ingat bhw bgmna sikap dan perlakuan kita terhadap apapun yg Tuhan berikan itu nanti Dia minta pertanggung jwbannya. Jgn justru berkat menjd jerat bagi kita. Keserakahan, takut akan kekurangan, justru itu yg hrs kita buang dr pikiran dan hati kita, jgn sampai kita berdosa justru ketika Tuhan menjwb permohonan kita dan kita berpikir Tuhan bisa kita bujuk utk memberi yg kita minta. Hormati Tuhan sekalipun Dia izinkan kita memiliki kedekatan dg Dia, jgn sampai kita menganggap diri kita sederajat dg Tuhan. Keintiman dg Tuhan bkn berarti boleh bersikap tanpa mengikuti aturan yg Tuhan tetapkan. Sadar siapa kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Tuhan Membuktikan

Lelah Menghadapi Hidup

DI 24012019

Ayub 10:1 KJV
My soul is weary of my life; I will leave my complaint upon myself; I will speak in the bitterness of my soul.

  • Jiwaku lelah mengenai hidupku, aku akan meninggalkan keluhan di atas diriku, aku akan berbicara di dalam kepahitan jiwaku

Kita hrs akui bhw yg dialami Ayub itu sangat di luar batas kekuatan manusia pada umumnya, dlm ayat ini Ayub mengungkapkan betapa dia sangat lelah atas kehidupannya saat itu.

Kata lelah di ayat ini dlm bhsa aslinya adalah ‘nâqaṭ’ yg berarti benci, jijik, muak (loathe). Ayub melihat hidupnya sbg hidup yg menjijikkan, dia muak dg penderitaan, dia benci dg apa yg terjd? Mengapa org yg saleh bs berpikiran spt itu?

Saat kita baca pasal ini scra utuh, maka kita mendpt jwbannya yaitu bhw motivasi Ayub hidup benar di hadapan Tuhan ternyata blm benar.

Ayub 10:14
kalau aku berbuat dosa, maka Engkau akan mengawasi aku, dan Engkau tidak akan membebaskan aku dari pada kesalahanku.

Spya mudah mengertinya kita umpamakan spt seseorg yg taat pd peraturan lalu lintas, knpa patuh? Ada yg demi keselamatan jiwanya sndri dan org lain, tp ada yg krna takut ditilang polisi. Ayub ini ternyata hidup saleh krna takut akan penghukuman Tuhan, blm sampai pd level hidup saleh krna mengasihi Tuhan. Bknkah sama saja dg org yg menyembah berhalanya, disembah spya tuhannya tdk marah, tdk menurunkan bencana, dsbnya. Kalau level kita hidup benar msh krna spya Tuhan tdk menghukum kita, ini yg hrs diwaspadai. Spt Ayub, bgtu ujian Tuhan dtg, kelihatanlah aslinya Ayub spt apa, dia awalnya masih bs mengendalikan pikiran dan hatinya, namun akhirnya dia gagal dan untunglah akhirnya dia menyadarinya, Tuhan memulihkannya kembali.

Lelah menghadapi hidup ini suatu hal yg manusiawi, tp respon kita jgn sampai salah shga malah memperpanjang masa ujian dan proses dr Tuhan. Bertahanlah di ‘musim kehidupan’ yg krg bersahabat dg kita, pertahankan iman dan tetap setia pd Tuhan. Dia yg akan memberi upah utk kesetiaan kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Lelah Menghadapi Hidup

Pengaruh Pergaulan

DI 23012019

1 Raja-raja 16:31

  • Seakan-akan belum cukup ia hidup dalam dosa-dosa Yerobeam bin Nebat, maka ia mengambil pula Izebel, anak Etbaal, raja orang Sidon, menjadi isterinya, sehingga ia pergi beribadah kepada Baal dan sujud menyembah kepadanya

Mulainya raja Ahab menyembah berhala Baal adalah ketika dia mengambil Izebel, putri raja Sidon yg menyembah Baal menjd istrinya, mirip dg yg dialami Salomo, nenek moyangnya.

Pergaulan bkn sekedar jalan berkomunikasi dg org lain, tp hal yg mgkin tdk kita sadari adalah pergaulan itu saling mempengaruhi satu sama lain, yg lebih kuat pengaruhnya akan mempengaruhi yg lebih lemah, baik dlm hal cara berpikir, cara berpenampilan, dsbnya. Ahab lemah dlm iman pd Tuhan shga akhirnya dia ikut menyembah Baal yg disembah oleh istrinya, Izebel.

Mrka yg meninggalkan iman pd Tuhan Yesus, bnyk disebabkan krna pergaulan dg kelompok yg berbeda iman, pergaulannya ada yg berlanjut menjd pernikahan shga hrs meninggalkan Tuhan. Ada yg terpengaruh mengikuti acara org yg berbeda iman, lama-lama terbawa percaya dan menyangkal Tuhan. Sebagian lg krna bergaul dg kuasa kegelapan, tertarik menjd org ‘berilmu’, akhirnya terlibat okultisme.

Kita tentu hrs menjd garam dan terang dunia, artinya bergaul dlm masyarakat umum, tetapi hrs kuat iman kita. Baik scra terang-terangan atau terselubung, ada kelompok-kelompok org yg memang ingin menarik kita masuk dlm kelompok iman mrka melalui pergaulan. Tentu msh bnyk yg tdk melibatkan pergaulan dg hal iman, namun tetap hrs waspada.

Gereja, rohaniwan, orgtua bahkan setiap kita pny kewajiban yg sama yaitu turut membangun iman yg kuat bagi org-org terdekat kita. Debat ini dan itu adalah usaha utk membuat kita ragu akan Tuhan dan mulai percaya pd berhala, bahkan sampai ada taruhan, yg kalah debat hrs ikuti iman yg menang debat, semurah itukah Tuhan, hanya dinilai dr kalah menangnya debat?

Jadikan hidup kita itu sebuah kesaksian yg tdk dpt disangkali, terlihat transparan oleh org.

Posted in Renungan | Comments Off on Pengaruh Pergaulan

Telinga Bersunat

DI 22012019

Yeremia 6:10 KJV
To whom shall I speak, and give warning, that they may hear? behold, their ear is uncircumcised, and they cannot hearken: behold, the word of the LORD is unto them a reproach; they have no delight in it.

  • Pada siapa Aku harus bicara, dan memberi peringatan, supaya mereka boleh mendengar? Lihatlah telinga mereka itu tidak bersunat, dan mereka tidak dapat mendengar, lihatlah, perkataan Tuhan itu pada mereka sebuah celaan, mereka tidak memiliki kesenangan di dalamnya

Di masa nabi Yeremia hidup, bangsa Israel dlm kondisi yg tdk menyukai apa yg Tuhan sampaikan melalui para nabi yg benar-benar diutus Tuhan, mrka suka dg nabi-nabi yg bernubuat yg baik-baik saja, pdhal itu bkn dr Tuhan.

Ketdk mauan mrka mendengar perkataan Tuhan digambarkan spt telinga yg ‘tdk bersunat’. Kita mengenal sunat sbg tanda perjanjian antara Tuhan dg Abraham beserta keturunannya (Kejadian 17:10-11) dg mengerat kulit khatan dr setiap laki-laki, seterusnya bayi laki-laki berumur 8 hari hrslah disunat. Sunat zaman modern dilakukan dg alasan kesehatan. Lalu apa makna dr ‘telinga bersunat’?

Ada sebuah ayat yg menjelaskan ttg ini dlm Kisah Para Rasul 7:51

Hai orang-orang yang keras kepala dan yang tidak bersunat hati dan telinga, kamu selalu menentang Roh Kudus, sama seperti nenek moyangmu, demikian juga kamu.

Telinga yg tdk bersunat berarti org yg selalu menentang dan menolak Roh Kudus, krna itulah tdk mau mendengar perkataan Tuhan. Aneh memang, sdh bnyk realita bgmna Tuhan sangat menyayangi bangsa Israel, tetapi mrka tetap saja tdk mau beribadah pd Tuhan bahkan menentang Dia. Zaman skrgpun bnyk org Kristen yg tdk percaya kebenaran Firman Tuhan. Wkt khotbah disampaikan malah sibuk liat handphone, berbisnis tdk berpedoman dg aturan Firman Tuhan ttg bisnis, pokoknya hidup mnrut aturan buatan sndri, tp tdk mau masuk neraka, menolak Tuhan berarti menolak masuk surga.

Apakah Anda suka akan Firman-Nya dan senang mendengar perkataan-Nya?

Posted in Renungan | Comments Off on Telinga Bersunat

Mudah Berubah

DI 21012019

Lukas 8:52-53
Semua orang menangis dan meratapi anak itu. Akan tetapi Yesus berkata: “Jangan menangis; ia tidak mati, tetapi tidur.”

  • Mereka menertawakan Dia, karena mereka tahu bahwa anak itu telah mati.

Kita pasti pernah dtg melayat ke rumah duka atau rumah yg anggota keluarganya ada yg meninggal, tentu kita bersikap sopan dan turut menyatakan seperasaan dg keluarga yg ditinggalkan.

Dlm kisah ini, bnyk org sdg dtg melayat ke rumah Yairus, seorg kepala rumah ibadat yg anak perempuan tunggalnyanya baru saja meninggal di usia 12 tahun. Dari ayat yg kita baca, semua yg ada di situ terlihat menangis dan meratapi kematian anak perempuan ini. Wajar dan memang seharusnya berduka, itu etika kesopanan ketika ada yg mengalami kedukaan. Tp kemudian setelah Yesus berkata bhw si anak perempuan ini tdk mati tetapi hanya tidur, yg tadinya menangis lalu meratap-ratap berubah malah menertawai ucapan Yesus. Tangis berubah jd tawa, ini sedang berduka, bknkah ini menunjukkan bhw tangisan dan ratapan hanya sebuah ‘basa basi’ semata?

Kalaupun perkataan Yesus dianggap aneh, respon mrka jg tdk mestinya tertawa, mgkin bs marah, menegur Yesus, tp mengapa malah tertawa? Ini menunjukkan bhw mrka sbnarnya tdk benar-benar ikut berduka, hanya pura-pura berduka spya kelihatan menghormati keluarga yg sdg berduka.

Realita yg ada skrgpun terlihat demikian, kadang-kadang saat dtg saat kedukaan, terdengar tawa krna keseruan ngobrol bersama, memang kita tdk boleh berduka berlebihan, tp biarlah perasaan ikut berdukacita itu keluar dr hati kita yg tulus. Tetap jaga suasana sesuai tempat di mana kita berada. Ada keluarga yg memang sdh dewasa rohani, tdk larut dlm kedukaan berlebihan, sengaja menciptakan suasana kekeluargaan, namun kita tetap hrs bersikap baik dan jgn kelewat batas kesopanan yg berlaku di masyarakat umum. Kalau kita yg dlm posisi mengalami kedukaan, tentu bs lebih memahaminya.

Manusia mdh berubah, demikian jg dg emosi dan perasaannya, kendalikan diri

Posted in Renungan | Comments Off on Mudah Berubah

Senang Mendakwa

DI 19012019

Zakharia 3:1

  • Kemudian ia memperlihatkan kepadaku imam besar Yosua berdiri di hadapan Malaikat TUHAN sedang Iblis berdiri di sebelah kanannya untuk mendakwa dia

Memang iblis itu senang mendakwa, bahkan dlm Wahyu 12:10 dikatakan mendakwa siang dan malam, mencari kesalahan manusia lalu mendakwanya di hadapan Tuhan.

Itu iblis, bgmna dg manusia? Ternyata ada jg yg senang mendakwa sesamanya. Mendakwa itu bkn menfitnah atau bergosip, benar bhw org yg didakwa iblis itu berbuat dosa dan pelanggaran, iblis ingin Tuhan menghukum manusia akibat dosanya, iblis ingin manusia itu binasa, krna iblis tahu bhw Tuhan itu adil. Jd manusia yg spt apa yg senang mendakwa sesamanya?

Contoh dlm Alkitab adalah saat seorg perempuan yg tertangkap basah sdg berzinah dan dibawa ke hadapan Yesus. Mnrut hukum Taurat, perempuan itu hrs dirajam dg dilempari batu sampai mati, namun justru Yesus akhirnya mengampuni dan membiarkan perempuan itu pergi tanpa dihukum. Ada org-org yg senangnya mengurusi kehidupan org lain, kalau didapati org itu berbuat kesalahan, maka ada spt hak utk membw org itu ke penghakiman Tuhan. Kalau dlm negara kita ada aparat yg berwenang utk mengadili sebuah perkara, ada polisi, jaksa, pengacara, hakim, mrkalah yg pny wewenang utk mengadili sebuah perkara yg diadukan. Dlm contoh kasus ini, menangkap org yg kedapatan berzinah itu hal yg dibolehkan, tp hrs dibawa kasusnya pd para pemimpin pemerintahan, tdk boleh main hakim sndri.

Jgn sampai kita melakukan kesalahan spya iblis bs mendakwa kita di hadapan Tuhan. Tp mgkinkah kita tdk berdosa lagi hingga nanti kita meninggal? Kita hrs tahu ‘jalur hukumnya’ saat kita menyadari telah berdosa di hadapan Tuhan:

1 Yohanes 1:9
Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.

Segera akui di hadapan Tuhan shga iblis tdk pny kesempatan utk mendakwa kita lagi. Dosa hrs dibereskan tuntas segera.

Posted in Renungan | Comments Off on Senang Mendakwa

Roh Kudus Diberikan

DI 18012019

Kisah Para Rasul 5:32 KJV
And we are his witnesses of these things; and so is also the Holy Ghost, whom God hath given to them that obey him.

  • Dan kami adalah saksi-saksi-Nya dari hal-hal ini; dan demikian juga Roh Kudus, yang diberikan Tuhan pada mereka yang mentaati Dia.

Bagi kalangan Pantekosta dan Kharismatik Apostolik, peranan Roh Kudus disadari sangat penting dlm setiap hidup org percaya. Dimulai dr baptisan Roh Kudus, kepenuhan Roh hingga hidup dipimpin oleh Roh Kudus.

Tentu saja bagi kalangan yg lain, peranan Roh Kudus jg sangat penting. Dlm ayat ini kita melihat bhw setiap org yg mentaati Tuhan akan diberikan Roh Kudus kepadanya. Di sinilah kita hrs mengerti bhw ada org Kristen yg hidupnya tdk ada Roh Kudus di dlmnya, krna mrka hidup tdk taat pd Tuhan. Inilah yg nantinya akan membedakan antara org Kristen yg taat dan memiliki Roh Kudus dlm mrka dg yg tdk taat dan tdk memiliki Roh Kudus. Bedanya apa?

Dlm pasal ini kita melihat bhw ketika para rasul taat utk mengajar dan memberitakan Injil, mrka mengalami perlindungan dan mujizat Tuhan ketika mrka mengalami tekanan dan dipermasalahkan. Malaikat Tuhan dtg membebaskan mrka dr penjara dan menyuruh mrka kembali mengajar dan nemberitakan Injil di bait suci. Pd akhirnya mrka dg bebas trs berbicara ttg Yesus Kristus dan bnyk org yg percaya akan Injil Kristus.

Setiap org pasti mengalami masalah dan tekanan dlm hal yg berbeda, selama kita memiliki Roh Kudus dlm hidup kita, maka Dia akan melindungi dan menolong kita. Tak boleh lg kita berpikir bhw kita sendirian saja dlm hal menghadapi masalah kehidupan ini. Tp ingin, ketika kita tdk taat pd Tuhan, Roh Kudus tdk ada di dlm diri kita. Mengasihi Tuhan adalah dasar yg memampukan kita tetap setia dan taat pd Tuhan. Periksa bgmna kasih kita pd Tuhan, apakah sungguh-sungguh atau setengah-setengah? Mujizat Dia sediakan bagi kita, namun kita hrs hidup sesuai Firman Tuhan shga mendpt perkenanan Tuhan. Jgn keluar dr perlindungan-Nya

Posted in Renungan | Comments Off on Roh Kudus Diberikan