Minum Racun

DI 23042019

Markus 16:18 KJV
They shall take up serpents; and if they drink any deadly thing, it shall not hurt them; they shall lay hands on the sick, and they shall recover.

  • Mereka akan memungut ular-ular besar, dan jika mereka minum apapun yang mematikan, itu tidak akan menyakiti mereka, mereka akan meletakkan tangan atas orang sakit, dan mereka akan pulih kesehatannya.

Minum sesuatu yg mematikan, misalkan racun, pasti akan membuat org itu mati, tp janji Tuhan bhw org percaya tdk akan mati jika meminumnya.

Pernah seorg Kristen ditantang utk minum racun oleh org yg ingin menjebaknya dg ayat ini, jika benar tentu tdk akan mati jika minum racun. Jika ada org yg menantang kita utk minum racun, apakah kita berani mengambil tantangan itu?

Tindakan minum racun itu tindakan bunuh diri, jd tdk perlu ditanggapi jika kita ditantang demikian. Ayat ini hrs dipahami dlm konteks yg benar krna merupakan bagian kesatuan dari 5 tanda yg menyertai org percaya (ay 17-18):

1. Mengusir roh jahat dalam nama Tuhan Yesus
2. Berbicara dalam lidah yang baru
3. Memungut ular-ular besar
4. Tidak tersakiti karena minum yg isinya mematikan
5. Membuat mujizat kesembuhan

Jd ini dlm rangka praktek hidup org percaya, bkn dlm rangka bunuh diri. Tak ada unsur sengaja utk minum racun, artinya ada musuh yg ingin meracuni kita tp Tuhan memberikan perlindungan, tdk mempan utk diracun krna ada penyertaan Tuhan. Jd tantangan model yg demikian itu konyol, tdk perlu ditanggapi. Iman bkn sebuah quiz atau bahan taruhan, bnyk org yg menghina Firman Tuhan dan berusaha menjebak kita dg cara apapun jg, termasuk dg cara menyuruh kita minum racun utk membuktikan ayat ini. Apakah setelah kita minum racun lalu mrka pasti percaya pd Tuhan? Mrka akan menjebak kita dg hal lainnya.

Kuasa Tuhan bkn barang mainan, kita jgn sembarangan menggunakannya. Jgn ambil keuntungan utk diri sndri, tp muliakanlah Tuhan. dg kesaksian ttg kuasa-Nya. Ceritakan ttg kuasa Tuhan mengubah hidup kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Minum Racun

Berkat-Nya Merata

DI 22042019

Mazmur 115:13

  • memberkati orang-orang yang takut akan TUHAN, baik yang kecil maupun yang besar.

Dlm gambaran umum, org besar biasanya dilukiskan sbg seorg pejabat, org super kaya, pahlawan, dsbnya, sedangkan org kecil biasanya dilukiskan sbg org sederhana atau miskin, org yg tdk berpengaruh, biasa-biasa saja. Bgmna jika kita lihat dlm bhsa aslinya?

Kata besar dlm bhsa aslinya adalah gâdôl gâdôl yg berarti besar dlm jumlah, besar dlm ukuran, level besar, lebih tua, pemimpin. Kalau disederhanakan menjd org atau kelompok yg terlihat bnyk dlm jumlah, punya pengaruh luas dan kemampuan yg besar. Bangsa Israel bs dijadikan contoh, tetap eksis dari ribuan tahun lalu hingga skrg, membw dampak besar dlm perkembangan teknologi dg bnyknya penemuan-penemuan besar ditemukan oleh org Israel, di zaman raja Daud dan Salomo, bangsa Israel menjd sebuah kerajaan yg sangat disegani oleh seluruh dunia.

Kata kecil dlm bhsa aslinya adalah qâṭân qâṭôn yg berarti kecil dlm jumlah, tdk penting, diremehkan, usia muda. Contoh dlm Alkitab misalnya Daud yg remaja bs mengalahkan Goliat, Gideon yg penakut bs menjd hakim di Israel. Org-org yg kelihatannya diremehkan, tdk diperhitungkan, tdk disangka-sangka, justru suatu saat menjd org besar dan pemimpin, bahkan melampaui org-org besar yg sdh ada sblumnya.

Besar atau kecil, memiliki peluang yg sama utk diberkati Tuhan. Perusahaan besar bnyk diawali oleh perusahaan yg kecil, resto yg skrg bnyk cabang di mana-mana, dulunya diawali oleh dagang di gerobak, bengkel kecil jika diberkati Tuhan bs menjd bengkel yg besar. Jd jgn remehkan apa yg ‘kecil’ ini, Tuhan bs buat menjd ‘besar’. Yg sdh besar akan tetap menjd besar bahkan bertambah besar jika Tuhan memberkatinya. Jd bkn masalah kecil atau besarnya, tp ada berkat Tuhan atau tdk di dlmnya.

Berkat Tuhan adalah ganjaran dr mentaati Firman Tuhan. Tuhan perintahkan berkat pd mrka yg hidup rukun. Berkat Tuhan adalah bukti adanya penyertaan Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Berkat-Nya Merata

Bisakah Diberkati?

DI 20042019

Kejadian 39:5

  • Sejak ia memberikan kuasa dalam rumahnya dan atas segala miliknya kepada Yusuf, TUHAN memberkati rumah orang Mesir itu karena Yusuf, sehingga berkat TUHAN ada atas segala miliknya, baik yang di rumah maupun yang di ladang.

Bisakah rumah org yg bkn Kristen jg diberkati Tuhan? Dr contoh ayat ini, jawabannya adalah: bisa asalkan ada org Kristen yg tinggal di situ dan dia disertai Tuhan.

Jd walaupun rumah org itu tdk didoakan dan diurapi sblum ditempati spt biasa yg kita lakukan, tetap rumah itu akan diberkati Tuhan jika ada anak Tuhan yg tinggal di dlmnya, anak Tuhan yg disertai Tuhan. Sebaliknya rumah org Kristen bs tdk diberkati Tuhan apabila tdk ada org satupun yg disertai Tuhan tinggal di situ, walaupun sblum ditempati sdh didoakan dan diurapi. Berkat Tuhan atas rumah kita bkn krna didoakan oleh pendeta yg bs mengusir roh jahat atau yg berkarunia, tp bgmna kita yg menempatinya, kalau kita hidup tdk sesuai Firman Tuhan, tdk mendpt penyertaan Tuhan, jgn berharap ada berkat Tuhan di dlm rumah kita.

Berkat atas rmh seseorg ternyata berpengaruh sampai ke ‘ladang’. Ladang itu gambaran dr pekerjaan, bisnis, sederhananya adalah sumber penghasilan kita. Kalau keuangan kita bermasalah, ada baiknya coba periksa jg bgmna kondisi rumah tangga, apakah harmonis, rukun, atau sebaliknya? Berkat Tuhan diperintahkan Tuhan dtg pd keluarga yg hidup rukun (Mazmur 133). Jd ada saling mempengaruhi, keuangan berpengaruh pd pemenuhan biaya hidup keluarga, kerukunan dlm keluarga mempengaruhi berkat Tuhan atas keuangan kita.

Bagi kita yg mgkin Kristen seorg diri dlm keluarga kita, hiduplah sesuai Firman Tuhan, maka kita menjd org yg disertai Tuhan dan Dia memberkati rumah yg kita tinggali, meskipun yg lainnya bknlah org Kristen. Pertanyaannya adalah bgmna dg penyembahan berhala atau ritual keagamaan yg dianut org lain dlm rumah itu? Apakah tdk terjd benturan dlm alam roh? Jwbannya sederhana: kuasa Tuhan melebihi yg lainnya, aman.

Posted in Renungan | Comments Off on Bisakah Diberkati?

Hutang dan Kasih

DI 18042019

Roma 13:8 KJV
Owe no man any thing, but to love one another: for he that loveth another hath fulfilled the law.

  • Tidak seorangpun berhutang apapun, tapi kasihilah satu dengan lainnya, karena dia yang mengasihi orang lainnya telah menggenapi/memenuhi hukum.

Menarik sekali bcra ttg hutang disandingkan dg mengasihi, apa hubungannya mnrut hukum utk org Kristen?

Masalah pinjam meminjam uang memang sebuah masalah yg rumit, satu sisi kita mgkin ingin memijamkan krna kita kasihan atau dirayu trs, di sisi lain kita tdk yakin bhw uang kita akan dikembalikan krna bbrpa alasan, apakah krna memang si peminjam dlm keadaan sulit atau kita trauma pernah tdk dikembalikan uang kita.

Ayat di atas mengajar kita agar lebih baik sbg sesama sdr seiman tdk terjd hubungan pinjam meminjam uang, itu bs merusak persahabatan bahkan persaudaraan. Jd bgmna jika ada yg sdg kesulitan dlm hal keuangan?

Yg kita hrs lakukan adalah mengasihi, artinya berusaha menolong org itu agar bs mengatasi masalah keuangannya. Tergantung kasusnya dan besaran uang yg dibutuhkan, tentu kita pny keterbatasan dlm menolong. Bila jumlah uangnya tdk terlalu besar, bs ‘patungan’ dg bbrpa org utk memberi bantuan dana, dana yg terkumpul itu cukup atau tdk utk menutupi kebutuhan dananya, jadikan itu sbg wujud kasih kita utk menolongnya, itu pemberian bkn hutang, jd tdk ada soal hutang menghutangi. Ini utk menjaga tali persahabatan dan persaudaraan. Selebihnya kita hrs yakinkan dia bhw solusi utamanya ada di dlm Tuhan. Adakan survey dulu baru tentukan bantuan apa yg pantas diberikan sesuai kemampuan kita.

Kata meminjam/berhutang dlm bhsa aslinya adalah opheilō opheileō yg pny arti ada di bwh kewajiban utk membayar kembali. Jd hutang itu wajib dibayar kembali ke si peminjam, krna itu tetap miliknya si peminjam, bila tdk dikembalikan maka bs disamakan spt mencuri. Wujud kasih bkn cuma memberi bantuan dana atau meminjamkan uang, tp jg melunaskan hutang ke org yg menghutangi.

Posted in Renungan | Comments Off on Hutang dan Kasih

Kualitas Mental

DI 16042019

Bilangan 13:33

  • Juga kami lihat di sana orang-orang raksasa, orang Enak yang berasal dari orang-orang raksasa, dan kami lihat diri kami seperti belalang, dan demikian juga mereka terhadap kami.”

Selain hikmat dan kemampuan/ketrampilan, kuat lemahnya mental menjd penentu dlm sebuah keberhasilan dlm semua hal, jika mental menjd lemah maka akan sangat mudah kalah dan mengalami kegagalan.

12 pengintai diutus Musa dan Harun utk melihat keadaan tanah Kanaan yg akan mrka masuki sesuai dg perjanjian Tuhan dg Abraham dan keturunannya. Mengenai hasil pengintaian tentu tdk ada yg berbeda, namun dlm hal mengenai org-org raksasa yg tinggal di sana, 10 org mentalnya jatuh tp 2 org pengintai mentalnya tetap kuat. Realita seringkali melemahkan mental utk berjuang, namun sbg org percaya, kita tdk selalu boleh bergantung pd realita, krna kita memiliki Tuhan.

Komentar-komentar yg melemahkan diri sndri dan membesarkan realita akan spt ‘membunuh diri sendiri’ perlahan-lahan. Mulai muncul rasa takut, kemudian menjd pesimis hingga akhirnya menyerah sblum bertindak. Pengalaman masa lalu blm tentu mampu mendongkrak mental yg sdh lemah dan jatuh, krna pikiran sdh dikuasai oleh ‘tdk mungkin’ dan ‘mustahil’.

1 Yohanes 4:18
Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih.

Org yg mengasihi Tuhan seharusnya tdk perlu takut krna mengerti dlm hidupnya ada penyertaan Tuhan. Ketakutan adalah bukti kasih kita sdg mengalami gangguan serius. Krna itu jgn sampai kasih kita goyah oleh situasi yg sdg terjd, seolah-olah Tuhan tdk peduli dan tdk mengasihi kita. Itu tipuan dr rasa takut kita saja, itu bkn kebenaran. Tuhan bertindak pd waktu-Nya sesuai dg perhitungan dan ketepatan-Nya. Jgn putus asa dan membiarkan mental kita jatuh, tetap semangat dan berjuang, jgn kalah sblum bertanding hanya krna beratnya situasi yg sdg terjd. Miliki mental kuat.

Posted in Renungan | Comments Off on Kualitas Mental

Sindiran Tuhan

DI 15042019

Lukas 4:27

  • Dan pada zaman nabi Elisa banyak orang kusta di Israel dan tidak ada seorang pun dari mereka yang ditahirkan, selain dari pada Naaman, orang Siria itu.”

Hal yg membuat saya penasaran adalah knpa justru Naaman, panglima raja Aram, org bkn Israel, justru yg kustanya disembuhkan Tuhan, sedangkan org-org Israel yg sakit kusta justru tdk ada yg disembuhkan satupun jg.

Tentu ini bkn kebetulan, tp ada maksud Tuhan di dlmnya. Jwban pastinya hanya Tuhan saja yg tahu, kita hanya bs menganslisa dr apa yg terjd ketika Yesus menyinggung ttg Naaman ketika Dia sdg ada di kampung halaman-Nya yaitu Nazaret.

Ada hal yg menarik dlm diri Naaman shga Tuhan menyertai dia, terlihat dlm ayat ini:

2 Raja-raja 5:1
Naaman, panglima raja Aram, adalah seorang terpandang di hadapan tuannya dan sangat disayangi, sebab oleh dia TUHAN telah memberikan kemenangan kepada orang Aram. Tetapi orang itu, seorang pahlawan tentara, sakit kusta.

Tuhan yg memberi Naaman kemenangan, berarti dia disertai Tuhan. Ada kualitas yg Tuhan temukan dlm diri Naaman. Oleh Yesus, Naaman dijadikan contoh utk menyindir org-org di Nazaret bhw Naaman org bkn Israel memang tubuhnya kusta, tp mrka kustanya bkn di tubuh, tp di rohaninya. Kusta jasmani msh bs menjd tahir, tp kusta rohani sulit utk dipulihkan kecuali ada pertobatan yg sungguh.

Kampung halaman mestinya menjd tempat kita merasa nyaman, tp justru Yesus ditolak di kampung halaman-Nya sndri, sesuatu yg memilukan hati, apalg Yesus kemudian diusir keluar dr sana, dibw ke atas tebing kemudian ingin menjatuhkan-Nya. Yesus dianggap seorg nabi yg palsu, penghujat Tuhan dan menyindir mrka scra langsung. Memang tdk mudah utk menerima kebenaran ketika kebenaran itu mengusik prinsip yg selama ini kita percayai. Tdk semua org berani mengaku salah saat diperlihatkan apa yg benar. Kalau mengaku salah tentu akan malu, ditertawakan dan diejek. Gengsi seringkali menutup mata kita utk percaya pd kebenaran, sadari itu.

Posted in Renungan | Comments Off on Sindiran Tuhan

Tuhan Melindungi

DI 13042019

1 Raja-raja 19:18

  • Tetapi Aku akan meninggalkan tujuh ribu orang di Israel, yakni semua orang yang tidak sujud menyembah Baal dan yang mulutnya tidak mencium dia.”

Zaman raja Ahab memerintah di Israel, bangsa itu menyembah Baal dan karenanya Tuhan mengutus nabi Elia utk mengembalikan bangsa itu utk menyembah Tuhan. Namun ini bkn hal yg mudah krna lawan sesungguhnya adalah Izebel, permaisuri yg adalah istri raja Ahab.

Ada 7000 org di antara bangsa Israel yg tdk menyembah berhala, dan Tuhan melindungi mrka. Kita hrs menyadari bhw penyembahan pd berhala pny dampak bagi hidup org yg melakukannya. Dampaknya meliputi seluruh area hidup bahkan nyawanya sndri. Tuhan tdk diam terhadap dosa ini dan pasti ada hukuman yg diberikan. Jika tdk bertobat maka tdk akan terhindar dr penghukuman Tuhan.

Tetap bertahan hidup benar di hadapan Tuhan perlu perjuangan yg tdk mudah. Di tengah mayoritas dr bangsa itu melakukan penyembahan berhala, 7000 org ini berani melawan arus, tetap menyembah Tuhan. Ikan yg mati akan hanyut terbawa arus, sedangkan ikan yg hidup mampu bergerak melawan arus aliran air, yg mayoritas org lakukan blm tentu itu hal yg benar, kita hrs pny prinsip dan ‘keras kepala’ dg itu.

Elia berpikir semua org Israel menyembah Baal, namun Tuhan memberitahukan bhw ada 7000 org yg tetap menyembah Dia, ini hal yg mgkin terjd pd kita jg, kita merasa sndrian pdhal ada org lain yg yg sama spt kita. Ketika kita lelah, dan berpikir semua sdh selesai, namun timbul masalah yg baru dan itu mudah membuat kita takut dan ciut nyali, spt Elia yg lelah menghadapi 450 nabi baal, berpikir sdh selesai tugasnya tp dtg ancaman dr Izebel, Elia menjd takut. Keletihan bs membuat kita takut menghadapi masalah, kita lupa bhw Tuhan menyertai kita. Ambillah wkt utk istirahat dan mengembalikan stamina rohani kita dan tubuh kita agar segar kembali. Jgn paksakan diri saat kita letih, berhenti sejenak dan perbaharui kekuatan kita. Nantikan Tuhan berfirman & bertindak.

Posted in Renungan | Comments Off on Tuhan Melindungi

Orang Yang Merugikan

DI 12042019

1 Samuel 30:22

  • Kemudian mulailah berbicara semua orang jahat dan orang dursila di antara orang-orang, yang ikut pergi bersama-sama dengan Daud itu, katanya: “Karena mereka tidak ikut pergi bersama-sama dengan kita, janganlah kita berikan kepada mereka apa-apa dari jarahan yang kita selamatkan itu, kecuali kepada masing-masing mereka isterinya dan anak-anaknya. Itu boleh mereka bawa, dan biarlah mereka pergi!”

Dlm bhsa aslinya, org jahat dan dursila adalah ‘ ra‛ râ‛âh’ yg artinya jahat (bad, evil) dan ‘belı̂ya‛al’ yg artinya tdk berharga (worthlessnes), tdk ada baiknya (good for nothing), tdk menguntungkan (unprofitable). Mrka ini mengikuti Daud membebaskan keluarga mrka yg ditawan oleh org Amalek.

Pernahkah kita berpikir knpa Daud mau menjd spt pemimpin bahkan layaknya ‘mentor’ bagi mrka, pdhal mrka itu org jahat dan tdk membw keuntungan? Tentu krna saat itu Daud lari dr kejaran raja Saul yg ingin membunuhnya, tp bergabung dg org-org jahat tentunya tdk bijak mnrut sudut pandang manusia. Yg dilakukan Daud merupakan gambaran dr apa yg Yesus lakukan semasa hidup di dunia yaitu mencari org berdosa dan menyelamatkannya.

Masuknya org yg jahat dlm sebuah kelompok tentu akan menimbulkan pro dan kontra. Ada yg setuju krna berpikir bhw itulah kesempatan utk membw mrka mengenal Tuhan dan bertobat, tp ada jg yg berpikir bhw kedatangan mrka bs menimbulkan keonaran di dlm kelompok dan hanya membuat suasana menjd tdk nyaman. Coba bayangkan bila itu terjd pd kelompok kita, apakah itu dlm dunia kerja atau komsel, dsbnya, mana pilihan kita: menerima atau menolak mrka bergabung? Org yg bermasalah tentu bkn pilihan yg baik mnrut sudut pandang manusia, tp bgmna dg sudut pandang Tuhan? Pd akhirnya hati nurani dan pikiran yg jernih akan menolong kita memilih yg terbaik.

Tentu kita mengapresiasi plynan dr org-org yg mau menjangkau mrka yg tdk semua kalangan bs menerima kehadiran mrka spt org yg gila, preman, psk, pecandu narkoba, dsbnya.

Posted in Renungan | Comments Off on Orang Yang Merugikan

Kesetiaan Teman

DI 11042019

Amsal 27:6 KJV
Faithful are the wounds of a friend; but the kisses of an enemy are deceitful.

  • Adalah setia luka-luka seorang teman, tapi ciuman-ciuman seorang musuh itu tipuan

Penulis amsal ini adalah raja Salomo yg tentunya memiliki bnyk pejabat dan teman di sekitarnya. Ayat di atas adalah kesimpulan yg dia dptkan dr pengalaman hidupnya sbg raja.

Berteman berarti siap terluka, bermusuhan berarti siap tertipu, mgkin inilah yg perlu kita sadari bersama. Org yg kita biarkan mencium kita tentu bkn org sembarangan, mrka tentunya org yg sangat dkt dg kita. Waspada dg org yg bnyk memberi ‘ciuman’ pd kita, tentu ini jgn kita salah mengerti maknanya. Scra fisik ciuman adalah salah satu wujud kita mengasihi seseorg, tp dlm ayat ini diingatkan kalau kebanyakan ‘dicium’ artinya dikasihi scra berlebihan atau di luar batas kewajaran, justru kita hrs waspada, bs jd org itu sebenarnya musuh kita, berpura-pura sangat mengasihi tp ternyata memusuhi kita, ingin melakukan yg buruk dg kita. Ibaratnya ingin membunuh kita dg pisau pendek, tdk bs dr jarak jauh tp dr jarak dekat, krna itulah dia berusaha pny hubungan dkt dg kita.

Sebaliknya, teman yg setia akan suatu saat melukai hati dan perasaan kita. Ada saatnya kita ini kehilangan kendali diri, jd hrs ‘dipukul’ spya sadar, kadang ‘ditampar’ spya kita insyaf kalau kita sdh berlaku kurang ajar dan melakukan kesalahan besar. Teman yg membiarkan kita trs hidup dlm dosa itu bkn teman yg setia. Teman yg tahu kelemahan kita tp tdk berusaha utk memberitahukannya pd kita, itu teman yg tdk setia. Kadang berteman itu ada pertengkarannya, bkn krna bermusuhan, tp krna ingin membuat temannya kembali ke jalan yg benar.

Hati-hati dg org yg bermulut ‘manis’, tdk pernah menegur ketika kita salah, diam saja ketika melihat kita melakukan dosa, tdk berusaha membuat kita bangkit saat kita jatuh, cuma teman bersenang-senang tp saat kita sdg bermasalah dan berduka, dia pergi menjauhi kita. Hargai teman yg jujur.

Posted in Renungan | Comments Off on Kesetiaan Teman

Memilih Istri

DI 10042019

Kejadian 38:2

  • Di situ Yehuda melihat anak perempuan seorang Kanaan; nama orang itu ialah Syua. Lalu Yehuda kawin dengan perempuan itu dan menghampirinya.

Yehuda adalah anak Yakub, yg kemudian menjd salah satu dr 12 suku Israel, dlm pasal ini dikisahkan ttg bgmna sebuah kehancuran keluarga dimulai dr kesalahan memilih istri.

Kesalahan pertama, Yehuda memilih istri yg adalah seorg Kanaan, bangsa yg bnyk menyembah berhala, kalau istilah zaman skrg disebut pernikahan beda agama. Dr pernikahan ini lahirlah 3 org anak laki-laki, namun 2 dr 3 anak Yehuda ini yaitu Er dan Onan, mati dibunuh oleh Tuhan (ay 7,10). Mengapa mrka menjd jahat di mata Tuhan? Krna orgtua mrka tdk mendidik dg baik, 2 kepercayaan yg berbeda tdk mgkin menghasilkan anak-anak yg takut akan Tuhan. Ini yg merupakan ‘warning’ saat seseorg ingin mencari pasangan hidup, jgn bersatu dg yg tdk seiman.

Kesalahan kedua, Yehuda salah menilai situasi yg terjd. Kematian 2 anak laki-lakinya dianggap krna Tamar, menantunya, sbg ‘pembawa sial’ dan membw kutuk dlm hidupnya shga dia tdk memberikan anak bungsunya menjd suami Tamar sesuai dg hukum yg berlaku saat itu, takut anak bungsunya akan mati jg.

Pd akhirnya Tamar membuktikan bhw dia bs mengandung bahkan melahirkan anak kembar setelah melakukan hubungan seksual dg Yehuda, mertuanya, istilahnya adalah ‘incest’. Krna keinginan utk berhubungan seks sangat tinggi, akhirnya Yehuda membayar seorg wanita yg di pinggir jln utk memuaskan nafsunya, ternyata wanita itu adalah menantunya sndri. Hati-hati dg gairah seks yg kita miliki, jgn justru membw kita dlm dosa demi dosa. Pengendalian diri itu penting dan taati hukum Tuhan ttg seks.

Jd kesalahan Yehuda dimulai dr masalah jodoh, kemudian tdk bs mendidik anak dg benar, kemudian krna pengendalian diri dlm hal seks yg lemah, membuat dia kehilangan 2 anak laki-lakinya dan melanggar hukum Tuhan ttg perzinahan. Jgn kompromi dg dosa, kedagingan serta kelemahan yg kita miliki, kendalikan diri.

Posted in Renungan | Comments Off on Memilih Istri